Suami Dan Sahabatnya

Cerita Sex Terbaru | Aku punya sahabat sejak masih kecil dulu, Sintia namanya. Sekarang dia dah nikah dan tinggal di pulau
bintan, suaminya pebisnis yang banyak deal dengan pihak Singapore. Sintia suka crita tentang kehidupan
sex nya yang sangat aktif, dia punya napsu yang besar, demikian pula suaminya. Malah akhir-akhir ini
suaminya suka men threesome in dia dengan rekan bisnisnya. Sintia si seneng-seneng aja, memang dia suka
kalo dalam perngentotan dia bisa dipuasin sampe terkapar. Radi hiper juga kali ya.

Cerita Sex Terbaru Suami Dan Sahabatnya
Dia ngajak aku ke bintan, selain buat santai dia ngajakin tuker pasangan. aku bilang aku gak bisa bawa
pasanganku ke bintan karena dia juga workaholik dengan kerjaannya. Sintia bilang ya dateng ja ndirian,
suaminya mo ngajakin threesome dengan temen bisnisnya orang singapore. Kalo aku bisa dateng ya aku maen
ma suaminya. Wah basah juga aku baca message sintia, memang sintia crita kalo suaminya punya panjang
banget dan besar lagi, dia ampe kewalahan ngeladeninnya, palagi kalo di threesome, sampe teler banget
udahannya walaupun nikmatnya juga wow. Dia bilang dari tempatku, aku disuru ke dumai dan dari situ banyak
kapal penyeberangan ke bintan. Hotel dan makan dia nanggung, kenikmatan disediain, wah kurang apa lagi
ya. aku setuju aja, dan kita sama-sama nyocokin jadwal.

Pada hari yang telah di tentukan, aku mulai petualanganku. aku bilang mo santai nengokin temen ke bintan
ma orang rumah, karena diapun sibuk ya diokein aja. Setelah melalui perjalanan darat dan laut yang cukup
melelahkan sampailah aku di bintan, aku dijemput taksi atas instruksi sintia untuk dibawa ke resort
tempatnya nginep. Sintia bilang dia lagi santai ma 2 lelaki itu dikolam renang.

Sesampainya aku disana, hari sudah menjelang sore, segera aku menuju ke kolam renang. Bertemulah aku
dengan Sintia yang sudah lama banget gak ketemu. Dia cuma pake celana pendek ketat dan bikini bra. Toge
nya menarik untuk diremes, bodinya memang seksi banget, pantes ja suaminya getol ngentotin Sintia ampir
tiap malem. Aku dikenalin dengan suaminya dan tamu spore itu. untuk ringkesnya aku sebut ja suami Sintia
abang dan tamu spore itu om.

“Wah In (Sintia bilang nama kecilku Iin, ya udah gak apa), seksi banget kamu. Masi pakean lengkap ja dah
napsuin gini”, sambut si abang, vulgarjuga tu orang.

Sementara itu si om juga menelusuri bodiku dari tasa kebawah dengan pandangan matanya yang kliatan

“laper banget”.
“In, kamu bawa bikini gak, tuker dulu gih sana”. aku mengambil bikiniku dan segera menuju keruang ganti.

Ketika keluar berbikini ria, kembali suami Sintia menyambut dengan vulgarnya,

“Wah In, bener-bener napsuin kamu”.
“Dah punya Sintia yang bahenol gini masi ja abang laper liat aku”.
“Kan beda In sate kambing ma sate ayam”.
“Wah aku ayam pa kambingnya bang”. Tertawa berderai pecah diantara kami.

Langsung aja kami duduk misah, Sintia tenggelam dalam pelukan si om, aku duduk santai ma si abang, jauhan
dari kursi baring Sintia dan si om. Ada 2 saung yang meliputi kursi baring, penuh ditumbuhi tumbuhan
merambat sehingga teduh.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

“Biar gak diliat Sintia ya bang”.
“Gak lah, kalo saling liat kurang afdol, lagian nanti kan ke kamar masing-masing”. Asik juga bisa nyewa
cottage dengan private pool kaya gitu.

Dia meletakkan tangannya di pahaku yang duduk bersimpuh, tangan itu merabai pahaku secara perlahan sambil
tangan satunya merangkulku dan mulai mremas tokedku.

“Kan toked IIn gak sebesar Sintia punya, kok abang jadi napsu ma Iin si”.
“Ya sensasinya beda In, kamu kan imut, pasti punya kamu juga rapet banget”. aku meringis dan mendesah
lebih panjang.

Sementara lidahnya menjilati leherku, ke atas terus menggelikitik kupingku dan menyapu wajahku. Dia
memegang tanganku dan meletakkannya diatas gundukan besar diselangkangannya yang masih tertutup celpen.
Kuremas gundukan itu,

“wah bang besar banget si”.
“Mangnya kamu blon perna ngrasain yang besar ya In”.
“Ngrasain yang besar si sering bang, tapi punya abang super besar dan panjang lagi, apa muat segini
dimasukin di mem3k Iin”. Bibirku dipagutnya, kami berciuman dengan hot, lidah kami keluar saling jilat
dan belit.

Sambil berciuman, dia mengurai ikatan bra bikiniku sehingga tokedku terekspos sudah. Dia langsung
mencaplok toked kiriku dengan liar dan ganas, pipinya sampai kempot menyedot benda itu. Tangan satunya
mengorek-ngorek memekku dari samping cd bikiniku yang minim sambil mengelusi punggungku. Dia masih terus
menciumiku, lidahnya terus menyapu rongga mulutku, begitu pula aku dengan liar beradu lidah dengannya.
Jempolnya menggesek-gesek pentilku diselingi pencetan dan pelintiran. Aku sendiri makin intens mremas
kontolnya. Kini dia suruh aku merunduk (sehingga posisiku setengah berbaring ke samping) dan mengemut
kontolnya.

Dengan bernafsu, aku melayani kontolnya dengan mulut dan lidah, mula-mula kujilati buah pelir dan
batangannya dengan pola naik-turun, sampai di kepalanya sengaja aku gelitik dengan lidah dan kukulum
sejenak. Pemiliknya sampai mengerang-ngerang keenakan sambil mremasi tokedku. Ikatan cd bikiniku diurai
juga sehingga dengan mudah dia bisa mengobok-obok memekku dengan jari-jarinya, liang itu pun semakin
becek akibat perbuatannya, cairanku nampak meleleh keluar dan membasahi jarinya.

“Enngghh.. Uuuhh.. Uhh!” desahku disela-sela aktivitas menyepong.

Kemudian dia rebahan di matras dan dia suruh aku naik ke wajahnya, rupanya dia mau menjilati memekku,
posisi 69 gitu. Kontolnya terus kukocok-kocok sambil mengemut pelirnya. Aku menyentil-nyetilkan lidah
pada lubang kencingnya sehingga dia mengerang nikmat.

“Ayo dong In, masukin aja, jangan cuma bikin geli gitu” katanya sambil menekan kontolnya masuk ke
mulutku, aku membelakak karena sesak.

Aku memaju-mundurkan kepalaku mengemut kontolnya. Mulutku penuh terisi oleh batang besar itu sehingga
hanya terdengar desahanku tertahan. dia menjulurkan lidahnya menyapu bibir memekku. Tangan kanannya
mengelus-elus pantat dan pahaku, tangan kirinya dijulurkan ke atas memijati tokedku.

pinggulku yang meliuk-liuk keenakan. Lidahnya menjilat lebih dalam lagi, dipakainya dua jari untuk
membuka bibir memekku dan disapunya daerah itu dengan lidahnya. Memekku jadi tambah basah baik oleh ludah
maupun cairanku sendiri.Cerita Sex Terbaru

“Emmh.. Emmhh.. Angghh!” aku mendesah tertahan dengan mata merem-melek. Cairan bening meleleh membasahi
memekku dan mulutnya makin mendekat ke selangkanganku dan menyedot memekku selama kurang lebih lima
menit, selama itu tubuhku menggelinjang hebat dan sepongan terhadap kontolnya makin bersemangat.

Puas menikmati memekku, dia mengambil posisi duduk dan menaikkan aku ke pangkuannya. Tangannya yang satu
membuka lebar bibir memekku sedangkan yang lain membimbing kontolnya memasuki liangku. Aku menurunkan
tubuhku menduduki kontolnya hingga melesak ke dalam diiringi eranganku panjang. ceritasexterbaru.org Terasa sekali benda bulat
panjang nesar itu membelah memekku yang blon perna kemasukan kont0l sebesar itu. Diapun juga melenguh
nikmat akibat jepitan memekku yang kencang itu. Aku mulai naik-turun di pangkuannya, tokedku diremasi
dengan gemas. Aku terus menaik-turunkan tubuhku dengan bersemangat, semakin lama makin cepat dan mulutku
menceracau tak karuan.

Makin kerasa desakan kontolnya yang selain besar juga panjang sehingga seakan2 meembus masuk ke perutku.

“Oohh.. Aauuhh.. Aahh!” lolongku dengan kepala mendongak ke langit bersamaan dengan tubuhku yang
mengejang, kudekapnya kepalanya erat-erat sehingga wajahnya terbenam di belahan tokedku.

Aku ambruk di pelukannya dengan kont0l masih tertancap. Dia mendekapku dan mencumbuku mesra, lidah kami
berpaut dan saling menghisap. Dia mengambil minum dari dalem cottage, diberikannya ke aku dan langsung
kutenggak sehingga abis.

“Wah exhausted ya In”.
“iya bang, kan abis kerja keras. abang belon ngecret tu”.

Aku direbahkannya kematras. Kedua pergelangan kakiku dipegangnya lalu dia bentangkan pahaku lebar-lebar.
Setelah menaikkan kedua betisku ke bahu, dia menyentuhkan kepala kontolnya ke bibir memekku. Kembali
memekku diregangkan maksimal untuk menampung kont0l besar yang menerobos masuk.

Dia kembali mengerang nikmat akibat jepitan dinding memekku.

“Uuuhh.. Uhh.. Sempit banget sih” erangnya ketika melakukan penetrasi.

Dia mulai menggerakkan kontolnya pelan, aku merespon dengan rintihan. Dia menaikkan tempo permainannya,
disodok aku sesekali, digoyangnya ke kiri dan kanan untuk variasi, tak ketinggalan tangannya mremasi
pantatku. Aku semakin menggeliat keenakan, desahanku pun semakin mengekspresikan rasa nikmat Dia
merundukkan badannya agar bisa menyusu dari tokedku, diemut-emut dan ditariknya pentilku dengan mulutnya.
Sekitar limabelas menit kemudian aku mulai mengejang dan mengerang panjang menandai klimaksku.

Tapi dia tanpa peduli terus menggenjotku hingga beberapa menit kemudian. Diapun mulai mengejang,

“Crot dimana In”.
“Didalem ja bang biar tambah nikmat”.
“hehhhh”, desahnya ketika dia menancapkan kontolnya dalam2 di memekku dan kemudian terasa sekali semburan
pejunya yang banyak banget.

Dia rebah menindihku.

“Nikmat banget In, lebi nikmat katimbang ngentotin Sintia”. aku seneng ja dipuji kaya gitu.
“Iin juga nikmat banget bang, masi ada ronde kedua kan bang”. Dia hanya menggangguk dan mencium bibirku.

Karena lelah berbaur nikmat, aku jadi terlelap di saung itu, waktu aku bangun hari dah lewat magrib, dah
mulai gelap, lampu saung blon dinyalakan. Aku segera bangun dan menuju ke cottage. Diruang tamu, si om
duduk sendirian.

“Om, abang dan Sintia kemana?”
“Mereka pulang kerumah, katanya aku disuru nemenin kamu malem ini. Besok Sintia mo jemput kamu”. Waduh,
pesta sex lagi ni mlaem sama si om, pikirku.

aku mandi dulu menyegarkan badan dikamar mandi yang tersedia buat tamu rupanya, isinya cuma wc, wastafel
dan shower saja. aku mengeluarkan tolietreies dari tasku, kalo anduk disediakan. selesai mandi aku keluar
hanya mengenakan t shirt kedodoran yang menjadi semacam rok mini buat aku, didalemnya tentu ja polos.

Si om lagi ngangetin pizza di microwave oven.

“Gak da makanan apa2 IN, pizza suka kan”. Aku cuma ngangguk.

Selesai ngangetin pizza, dia pergi mandi sedang aku melahap pizza bagianku. Rupanya si om tadi pesen home
delivery, satu loyang besar dibagi dua. ada coke 2 gelas besar di lemari es, rupanya beli pizza sekaligus
minumnya. Selesai makan, si om belon kluar dari kamar. Kamar mandinya pasti menyatu dengan kamar
tidurnya. Cottagenya ada 2 kamar tidur, ruang tamu merangkap ruang makan yang berisikan seperangkat sofa,
meja dan kursi makan, seperangkat audio visual system.

Aku duduk di sofa sambil ngeliat tv, pake parabola tentunya sehingga tv spore dan malaysia tertangkap
dengan jelas. Aku mencari film dari channel yang hanya memutar film, pastinya di channel filmnya puti
semuanya, gak da yang blau. Tak lama lagi, si om kluar hanya dengan lilitan anduk dipinggang. Si om punya
raut wajah indihe, tapi kulitnya gak seitem indihe. Waktu aku tanya napa kulitnya gak seitem indihe laen,
dia bilang mamanya cokin. Dia wn spore.

Setelah berbasa-basi sejenak dia mendekati dan memelukku, berpelukan mulut kami mulai saling memagut,
lidah bertemu lidah, saling jilat dan saling belit, kugenggam kontolnyanya dan kupijati. Gak sepanjang
kont0l si abang tapi lebi besar lagi, waduh … Kebayang deh kaya apa nikmatnya disodok ma penis yang lebi
besar lagi. Elusannya mulai turun dari punggungku ke bongkahan pantatku yang lalu dia remasi.

Segera saja tshirt yanh kukenakan sudah terlepas. dia terbengong-bengong menyaksikan keindahan tubuhku,
tangannya merabai paha dan pantatku.Cerita Sex Terbaru

“In cukur jembut yah, jadi rapih deh hehehe..” komentarnya terhadap jembutku yang secara berkala
kurapihkan pinggir-pinggirnya hingga bentuknya memanjang.

Menanggapinya aku hanya tersenyum seraya mendekatkan memekku sejengkal dan sejajar dari wajahnya, seperti
yang sudah kuduga, dia langsung melahapnya dengan rakus.

“Eemmhh.. Yess!” desahku begitu lidahnya menyentuh memekku.

Kurenggangkan kedua pahaku agar lidahnya bisa menjelajah lebih luas. Sapuan lidahnya begitu mantap
menyusuri celah-celah kenikmatan pada memekku. Aku mendesah lebih panjang saat lidahnya bertemu itilku
yang sensitif. Mulutnya kadang mengisap dan kadang meniupkan angin sehingga menimbulkan sensasi luar
biasa. Sementara tangannya terus mremas pantatku dan sesekali mencucuk-cucuk pantatku.

Aku mengerang sambil mremas rambutnya sebagai respon permainan lidahnya yang liar. Puas menjilati
memekku, dia menyuruhku duduk menyamping di pangkuannya. Dengan liarnya dia langsung mencaplok tokedku,
pentilku dikulum dan dijilat, tangannya menyusup diantara pahaku mengarah ke memekku. Selangkanganku
terasa semakin banjir saja karena jarinya mengorek-ngorek lubang memekku.

Selain tokedku, ketiakku yang bersih pun tak luput dari jilatannya sehingga menimbulkan sensasi geli,
terkadang dihirupnya ketiakku yang beraroma parfum

bercampur keringatku. Tanganku merambat ke bawah mencari kontolnya, benda itu kini telah mengeras seperti
batu. Kuelusi sambil menikmati rangsangan-rangsangan yang diberikan padaku. Jari-jarinya berlumuran
cairan bening dari memekku begitu dia keluarkan. Disodorkannya jarinya ke mulutku yang langsung kujilati
dan kukulum, terasa sekali aroma dan rasa cairan yang sudah akrab denganku. Tubuhku ditelentangkan di
meja ruang tamu dari batu granit hitam itu setelah sebelumnya dia singkirkan benda-benda diatasnya.

Nafasku makin memburu ketika kontolnya menyetuh bibir vaginaku.

“Cepet om, masukin dong, nggak tahan lagi nih!” pintaku sambil membuka pahaku lebih lebar seolah
menantangnya.

Karena mejanya pendek, si om harus menekuk lututnya setengah berjinjit untuk menusukkan kontolnya. Aku
menjerit kecil ketika kepala kontolnya yang besar mulai membelah lubang memekku. Selanjutnya kami larut
dalam birahi, aku mengerang sejadi-jadinya sambil menggelengkan kepala atau menggigit jariku. Kini dia
berdiri tegak memegangi kedua pergelangan kakiku, sehingga pantatku terangkat dari meja. Tokedku
terguncang-guncang mengikuti irama goyangannya yang kasar. Dalam waktu duapuluh menit saja aku sudah
dibuatnya orgasme panjang sementara dia sendiri belum menunjukkan tanda-tanda akan keluar.

Sekarang dia merubah posisi dengan menurunkan setengah tubuhku dari meja, dibuatnya aku nungging dengan
kedua lututku bertumpu di lantai, tetapi badan atasku masih di atas meja sehingga kedua tokedku tertekan
di sana. Dia kembali menusukku, tapi kali ini dari belakang, posisi seperti ini membuat sodokannya terasa
makin deras saja. Aku ikut menggoyangkan pantatku sehingga terdengar suara badan kami beradu yaitu bunyi
plok.. plok.. tak beraturan yang bercampur baur dengan erangan kami.

Tak lama kemudian aku kembali orgasme, tubuhku lemas sekali setelah sebelumnya mengejang hebat,
keringatku sudah menetes-netes di meja. Namun sepertinya dia masih belum selesai, nampak dari kontolnya
yang masih tegang. Aku cuma diangkat dan dibaringkan di sofa, lumayan aku bisa beristirahat sebentar
karena dia sendiri katanya kecapekan tapi masih belum keluar. Kami menghimpun kembali tenaga yang
tercerai-berai.

Dia kemudian menggendong tubuhku dan membawaku ke kolam.

“In, kita nyebur juga yuk, biar seger” ajaknya.

Aku menganggukkan kepala menyetujuinya walaupun diluar sudah gelap, hanya diterangi lampu yang ada di
saung sehingga cahaya hanya remang saja. diapun melangkah turun ke air, di sana tubuhku dia turunkan
hingga terendam air. Hmm.. Rasanya dingin dan menyegarkan, sepertinya keletihanku agak terobati oleh air.
Air kolam merendamku hingga dada ke atas, aku sandaran pada dinding kolam mengendurkan otot-ototku. Dia
kembali menghampiri dan menghimpit tubuhku.

Diciumnya aku dibibir sejenak lalu ciumannya merambat ke telinga dan leher sehingga aku menggeliat geli.
Kontolnya kugenggam lalu kukocok di dalam air. Dia angkat satu kakiku dan mendekatkan kontolnyanya ke
memekku. Dengan dibantu tanganku dan dorongan badannya, masuklah kont0l itu kembali ke memekku.

Air semakin beriak ketika dia memulai genjotannya yang berangsur-angsur tambah kencang. Kakiku yang
satunya dia angkat sehingga tubuhku melayang di air dengan bersandar pada tepi kolam. Aku menengadahkan
wajah menatap langit yang sudah gelap dan mengeluarkan desahan nikmat dari mulutku. Mulutnya melumat
tokedku dan mengisapnya dengan gemas membuatku semakin tak karuan. Dia memang sungguh perkasa, padahal
kan sebelumnya dia sudah membuat aku klojotan. Aku sudah mulai kecapekan karena sodokan-sodokan
brutalnya. Gesekan-gesekan kontolnya dengan dinding memekku seperti menimbulkan getaran-getaran listrik
yang membuatku gila.Cerita Sex Terbaru

Mataku mebeliak-beliak keenakan hingga akhirnya aku klimaks lagi bersamaan dengan dia. Pejunya yang
hangat mengalir mengisi memekku.

“In keluar nih aku. Bener kata suami Sintia, ngentotin kamu jau lebi nikmat katimbang ngentotin Sintia.
Mem3k kamu peret abis sehingga kerasa banget empotannya.”
“abis penis om lebih besar lagi dari penis si abang. Iin kan baru sekali ini ngerasain 2 kont0l segede
punya om dan siabang, terang ja peret banget jadinya. Jangan dibedain ma Sintia lah, Iin jadi gak enak,
dia kan temen baek Iin. Mana dia mo bayarin Iin mereguk kenikmatan disini”.
“iya deh, what ever u want lah”, jawabnya dengan logat Sinlish nya.

Setelah napas ngos2anku mereda, kami keluar kolam, aku diajak ke kamarnya. Karena cape, aku sbentar saja
sudah terlelap diranjangnya yang besar, masi telbul tentunya.

Ketika aku terbangun, hari dah siang kayanya, sinar matahari kelihatan menembus gorden kamat. Si om masuk
membawa nampan berisi toast, kopi dan creamernya serta gula.

“Sarapannya ini aja ya Sin, pizzanya dah abis semalem. Kamu tidur nyenyak sekali”.
“Iya om, kan kemaren kerja keras ma abang dan om, baru sekali ini ada 2 kont0l XL yang ngaduk2 mem3k Iin
sampe terkapar gini, bentar lagi maen lagi ya om”.
“wah kamu hyper juga neh, makan dulu lah”.
“Bukannya hyper om tapi memanfaatkan kesempatan sebaik2nya”. Dia tertawa.

Dia melapisi toast dengan mentega kemudian mengoleskan sele nanas buat aku. Kemudian dia menuangkan
creamer kedalam kopi dan menambahkan sesendok teh gula, diaduknya dan diberikannya juga ke aku,

“Kalo kurang manis tambah gulanya ndiri ya”.
“Iin kan dah manis om, gak perlu gula lagi”.
“Kamu bukan cuma manis, tapi nikmat banget In”. Kami berdua pun melahap semua yang dihidanghkannya.
“Dah kenyang om, skarang….”
“Waktunya have fun, nanti kalo kamu dijemput Sintia, aku juga kudu balik ke spore”.
“Lewat laut om”.
“Iyalah, gak jauh kok spore dari sini. Lagian flight juga terbatas jadwalnya, gak bisa anytime”. Dia
duduk selonjoran di ranjang dan mendekap aku yang duduk membelakanginya bersandar pada tubuhnya.

Toked kiriku segera dipencet-pencet dan dimainkan pentilnya. Pahaku terbuka lebar dan dipangkalnya
tangannya bermain-main diantara kerimbunan jembutku, mengelusi dan mengocok dengan jarinya. Tak
ketinggalan bahu kiriku yang dicupangi olehnya. Aku hanya mendesah dengan ekspresi wajahku menunjukkan
kepasrahan dan rasa nikmat. aku kemudian menelungkup diselangkangannya.

Akupun menggenggam kontolnya dan mulai memainkan lidahku, kuawali dengan menjilati hingga basah kepala
kontolnya, lalu menciumi bagian batangnya hingga pelirnya. Kantong bola itu kuemut disertai mengocok
batangnya dengan tanganku. Perlahan tapi pasti benda itu ereksi penuh karena teknik oralku. Dia menikmati
sekali permainan lidahku, dia terus merem-melek dan mendesah tak henti-hentinya saat kontolnya kukulum
dan kuhisap-hisap. Lama juga aku mengkaraokenya, sampai mulutku pegal.

Kemudian dia memagut bibirku yang kubalas dengan tak kalah hot, aku memainkan lidahku sambil tanganku
memijat kontolnya. Aku berbaring telungkup diranjang, dia menaikiku lalu menciumku sembari mengelusi
punggungku, aku mendesah merasakan rangsangan erotis itu. Ciumannya makin turun sampai ke pantatku,
disapukannya lidahnya pada bongkahan yang putih sekal itu, diciumi, bahkan digigit sehingga aku menjerit
kecil. Mulutnya turun ke bawah lagi, menciumi setiap jengkal kulit pahaku. Betis kananku dia tekuk, lalu
dia emuti jari-jari kakiku.

Beberapa saat kemudian dia menekuk paha kananku ke samping sehingga pahaku lebih terbuka. Aku mulai
merasakan jari-jarinya menyentuh memekku, dua jari masuk ke liangnya, satu jari menggosok itilku.
Rambutku dia sibakkan dan aku merasakan hembusan nafasnya terasa dekat wajahku. Leher dan tengukku
digelikitik pakai lidahnya, juga telingaku, aku tertawa-tawa kecil sambil mendesah dibuatnya. Aku suka
rangsangan dengan sensasi geli seperti ini.

Dia mengangkat pantatku ke atas, kutahan dengan lututku dan kupakai telapak tangan untuk menyangga tubuh
bagian atasku. Sesaat kemudian aku merasakan benda tumpul menyeruak ke memekku. Aku terpejam menghayati
moment-moment penetrasi itu. Aku tak kuasa menahan desahanku menerima hujaman-hujaman kontolnya ke dalam
tubuhku. Sensasi yang tak terlukiskan terutama waktu dia memutar-mutar kontolnya dimemekku, rasanya
seperti sedang dibor saja, aku tak rela kalau sensasi ini cepat-cepat berlalu, makannya aku selalu
mendesah:

“Terus.. Terus.. Jangan pernah stop!” Kocokannya padaku bertambah cepat dan kasar, otomatis eranganku pun
tambah tak karuan, sesekali bahkan aku menjerit kalau sodokannya keras.

Karena sudah tak bisa bertahan lagi, aku mengalami orgasme dahsyat, sementara dia tak mempedulikan
kelelahanku, justru semakin gencar menyodokku. Tanpa melepas kontolnya dia baringkan tubuhku menyamping
dan menaikkan kaki kiriku ke pundaknya, dengan begini kontolnya menancap lebih dalam ke memekku.
Selangakanku yang sudah basah kuyup menimbulkan bunyi kecipak setiap menerima tusukan. Sambil terus
menggenjot, dia menyorongkan kepalanya ke tokedku, pentilku ditangkap dengan mulut kemudian digigit dan
ditarik-tarik, aku

Baca Juga Cerita Sex Kades Kena Karma

merintih dan meringis karena nyeri, namun juga merasa nikmat. Aku merasakan sebentar lagi giliran aku
klimaks, dinding memekku makin berdenyut.

“Ayoo.. om, terus.. Iin sudah mau..!” desahku dengan nafas tersenggal-senggal.

Tak lama kemudian aku merasakan tubuhku makin terbakar, aku menggeliat2. Desahan panjang menandakan
orgasmeku bersamaan dengan mengucurnya cairan cintaku membasahi selangkanganku. Dia melepas kontolnya dan
menurunkan kakiku, pejunya dikeluarkan di dadaku, setelah itu dia ratakan cairan kental itu ke seluruh
tokedku hingga basah mengkilap. Belum habis rasa lelahku, dia sudah tempelkan kepala kontolnya di
bibirku, menyuruh membersihkannya. Dengan sisa-sisa tenaga aku genggam benda itu dan menyapukan lidahku
dengan lemas, kujilat bersih dan sisa-sisa pejunya kutelan saja.

Akhirnya kami pun terbaring bersebelahan, keringatku bercucuran dengan deras, dadaku naik-turun dengan
cepat karena ngos-ngosan.

“Napa gak dingecretin didalem om, kan lebi nikmat”.
“Buat variasi ja In”. Selesai itu, kami bebenah, gak lama Sintia dan si abang dateng menjemputku.

Kami akan jaan2 sampe waktu aku kembali menyebrang ke dumai, kembali ke kehidupan rutinku. Nikmat sekali
maen ke bintan kali ini.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru.