Gadis Imut

Cerita Sex Terbaru | Gadis yang usianya masih belasan tahun itu mempunyai wajah yang imut dan manis, namanya Amel entah
kenapa jika melihat dirinya aku bawaannya ingin bersetubuh dengannya, lubangnya psti masih sempit,
jika memikirkan hal itu nafsuku selalu menggebu ngebu, tinggal nunggu waktu saja soal itu “dalam
pikirku”

Cerita Sex Terbaru Gadis Imut

Hari itu aku sedang nonton film semi panas, setelah selesai aku mendengar suara Amel yang memecahkan
hasratku, dengan rasa kaget aku tercengang mendegar bahwa Amel bilang

“Om itu apa yang menonjol di celana”kok bisa begitu kata Amel sambil menunjuk ke arah kemaluanku yang
tegang.

“Iya nih Amel, tapi biarin saja deh, gimana dengan filmnya?” jawabku santai.

“Bagus kok Oom, persis seperti apa yang papa dan mama lakukan, dan Amel ada beberapa pertanyaan buat
Oom nih”. Amel sepertinya ingin menanyakan sesuatu.

“Pertanyaannya apa?” tanyaku.

“Kenapa sih, kalo olahraga gituan harus masukin titit ke apa tuh, Amel ngga ngerti?” tanya Amel.

“Oh itu.., itu namanya titit dimasukkan ke lubang kencing atau disebut juga lubang memek, pasti papa
Amel juga melakukan hal itu ke mama kan?” jawabku menerangkan.

“Iya benar Oom, papa pasti masukin tititnya ke lubang yang ada pada memek mama”. Amel membenarkan
jawabanku.

“Itulah seninya olahraga beginian Amel, bisa dilakukan sendiri, bisa juga dilakukan berdua, olahraga
ini khusus untuk dewasa”. kataku memberi penjelasan ke Amel.

“Amel sudah boleh ngga Oom.. melakukan olahraga seperti itu?” tanya Amel lagi.

Ouw.. inilah yang aku tunggu.. dasar rejeki.. selalu saja datang sendiri.

“Boleh sih, dengan satu syarat jangan bilang sama mama dan papa”. jelasku.

Terang saja aku membolehkan, sebab itulah yang kuharapkan.

“Amel harus tahu, jika Amel melakukan olahraga beginian akan merasa lelah sekali tetapi juga akan
merasakan enak”. tambahku.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

“Masa sih Oom? Tapi kayaknya ada benarnya juga sih, Amel lihat sendiri mama juga sepertinya merasa
lelah tapi juga merasa keenakan, sampai menjerit-jerit lho Oom, malahan kadang seperti mau nangis.”

Amel yang polos rupanya sudah mulai tertarik dan sepertinya ingin tahu bagaimana rasanya.

“Emang gitu kok. Ee, mumpung masih siang nich, mama Amel juga masih lama pulangnya, kalo Amel memang
ingin olahraga beginian, sekarang saja gimana?” aku sudah tidak sabar ingin melihat pesona kemaluannya
Amel, pastilah luar biasa.

“Ayolah!” Amel mengiyakan.

Memang rasa ingin tahu anak gadis seusia Amel sangatlah besar. Ini adalah hal baru bagi Amel. Segera
saja kusiapkan segala sesuatunya di otakku. Aku ingin Amel merasakan apa yang belum pernah dirasakan
sebelumnya.

Kaos singlet yang menempel di tubuhku telah kulepas. Aku sudah telanjang bulat dengan batang
kejantananku mengacung-ngacung keras dan tegang. Baru pernah seumur hidupku, aku telanjang di hadapan
seorang gadis belia berumur 12 tahun.

Amel hanya tersenyum-senyum memandangi batang kemaluanku yang berdiri dengan megahnya. Mungkin karena
kebiasaan melihat papa dan mamanya telanjang bulat, sehingga melihatku telanjang bulat merupakan hal
yang tidak aneh lagi bagi Amel.

Kusuruh Amel untuk membuka seluruh pakaiannya. Awalnya Amel protes, tetapi setelah kuberitahu dan
kucontohkan kenapa mama Amel telanjang bulat, dan kenapa ceweknya Tarzan juga telanjang bulat, sebab
memang sudah begitu seharusnya. Akhirnya Amel mau melepas pakaiannya satu persatu. Aku melihat Amel
melepaskan pakaiannya dengan mata tidak berkedip.

Pertama sekali, lepaslah pakaian sekolah yang dikenakannya, lalu rok biru dilepaskan juga. Sekarang
Amel tinggal mengenakan kaos dalam dan celana dalam saja. Di balik kaos dalamnya yang cukup tebal itu,
aku sudah melihat dua benjolan kecil yang mencuat, pastilah puting susunya Amel yang baru tumbuh.

Baru saja aku berpikiran seperti itu, Amel sudah membuka kaos dalamnya itu dan seperti apa yang
kubayangkan, puting susu Amel yang masih kuncup, membenjol terlihat dengan jelas di kedua mataku.
Puting susu itu begitu indahnya.

Lain sekali dengan yang biasa kulihat dan kurasakan dari wanita malam langgananku, rata-rata puting
susu mereka sudah merekah dan matang, sedangkan ini, aku hanya bisa menelan ludah.

Payudara Amel memang belum nampak, sebab karena faktor usia. Akan tetapi puting susunya sudah mulai
menampakkan hasilnya. Membenjol cukup besar dan mencuat menantang untuk dinikmati. Warna puting susu
Amel coklat kemerahan, aku melihat puting susu itu menegang tanpa Amel menyadarinya.

Lalu Amel melepaskan juga celana dalamnya. Kembali aku dibuatnya sangat bernafsu, kemaluan Amel masih
berupa garis lurus, seperti kebanyakan milik anak-anak gadis yang sering kulihat mandi di sungai.
Vagina yang belum ditumbuhi bulu rambut satu pun, masih gundul. Aku sungguh-sungguh melihat
pemandangan yang menakjubkan ini. Terbengong-bengong aku dibuatnya.

“Oom, udah semua nih, udah siap nih Oom.”

Aku tersentak dari lamunan begitu mendengar Amel berbicara.

“Oke, sekarang dimulai yaaa?” Kuberi tanda ke Amel supaya tiduran di sofa.
Pertama sekali aku meminta ijin ke Amel untuk menciuminya, Amel mengijinkan, rupanya karena sangat
ingin atau karena Amel memang sudah mulai menuruti nafsunya sendiri, aku kurang tahu.Cerita Sex Terbaru

Yang penting bagiku, aku merasakan Amelng perawannya dan menyetubuhinya siang ini. Aku ciumi kening,
pipi, hidung, bibir dan lehernya. Kupagut dengan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin. Amel hanya
diam seribu bahasa, menikmati sekali apa yang kulakukan kepadanya.

Setelah puas aku menciuminya,

“Amel, boleh ngga Oom netek ke Amel?” tanyaku meminta.

“Tapi Oom, tetek Amel kan belon sebesar seperti punya mama.” kata Amel sedikit protes

“Ngga apa-apa kok Amel, tetek segini malahan lebih enak.” kilahku meyakinkan Amel.

“Ya deh, terserah Oom saja, asalkan ngga sakit aja.” jawab Amel akhirnya memperbolehkan.

“Dijamin deh ngga sakit, malahan Amel akan merasakan enak dan nikmat yang tiada tara.” jawabku lagi.

Segera saja kuciumi puting susu Amel yang kiri, Amel merasa geli dan menggelinjang-gelinjang keenakan,
aku merasakan puting susu Amel mulai mengalami penegangan total. Selanjutnya, aku hisap kedua puting
susu tersebut bergantian.

Amel melenguh menahan geli dan nikmat, aku terus menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya,
kutarik-tarik, sedangkan puting susu yang satunya lagi kupelintir-pelintir.

“Oom, kok enak banget nihhh oohhh enakkk” desah Amel keenakan.
Amel terus merancau keenakan, aku sangat senang sekali.

Setelah sekian lama aku menyusu, aku lepaskan puting susu tersebut. Puting susu itu sudah memerah dan
sangat tegangnya. Amel sudah merasa mabuk oleh kenikmatan. Aku bimbing tangannya ke batang kemaluanku.

“Amel, kocok dong tititnya Oom Agus”. aku meminta Amel untuk mengocok batang kemaluanku.

Amel mematuhi apa yang kuminta, mengocok-ngocok dengan tidak beraturan. Aku memakluminya, karena Amel
masih amatir, sampai akhirnya aku justru merasa sakit sendiri dengan kocokan Amel tersebut, maka
kuminta Amel untuk menghentikannya.

Selanjutnya, kuminta Amel untuk mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, tanpa bertanya Amel langsung
saja mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, aku terpana sesaat melihat vagina Amel yang merekah.

Tadinya kemaluan itu hanya semacam garis lurus, sekarang di hadapanku terlihat dengan jelas, buah
klitoris kecil Amel yang sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ditumbuhi rambut sedikit pun,
dan yang terutama, lubang kemaluan Amel yang masih sangat sempitnya. Jika kuukur, hanya seukuran jari
kelingking lubangnya.

Aku lakukan sex dengan mulut, kuciumi dan hisap kemaluan Amel dengan lembut, Amel kembali melenguh.
Lenguhan yang sangat erotis. Meram melek kulihat mata Amel menahan enaknya hisapanku di kemaluannya.
Kusedot klitorisnya. Amel menjerit kecil keenakan, sampai tidak berapa lama.

“Oom, enak banget sih, Amel senang sekali, terussinnn” pinta Amel.

Aku meneruskan menghisap-hisap vagina Amel, dan Amel semakin mendesah tidak karuan. Aku yakin Amel
hampir mencapai puncak orgasme pertamanya selama hidup.

“Oommm ssshhh Amel mau pipis nich..” Amel merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar, seperti
ingin kencing.

“Tahan dikit Amel tahan yaaa sambil aku terus menjilati, dan menghisap-hisap kemaluannya.”

“Udah ngga tahan nich Oommm aahhh” Tubuh Amel mengejang.

Tangan Amel berpegangan ke sofa dengan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yang masih berada di
antara selangkangannya. Amel ternyata sudah sampai pada klimaks orgasme pertamanya. Aku senang sekali,
kulihat dari bibir lubang perawannya merembes keluar cairan cukup banyak. Itulah cairan mani nikmatnya
Amel.

“Oohhh Oom Agus Amel merasa lemes dan enak sekali apa sih yang barusan Amel alami, Oom?” tanya Amel
antara sadar dan tidak.

“Itulah puncaknya Amel.., Amel telah mencapainya, pingin lagi ngga?” tanyaku.

“Iya.. iya.. pingin Oom” jawabnya langsung.

Aku merasakan kalau Amel ingin merasakannya lagi. Aku tidak langsung mengiyakan, kusuruh Amel
istirahat sebentar, kuambilkan semacam obat dari dompetku, obat dopping dan kusuruh Amel untuk
meminumnya. Karena sebentar lagi, aku akan menembus lubang perwannya yang sempit itu, jadi aku ingin
Amel dalam keadaan segar bugar. Tidak berapa lama, Amel kulihat telah kembali fit.

“Amel tadi Amel sudah mencapai puncak pertama, dan masih ada satu puncak lagi, Amel ingin mencapainya
lagi kan..?” bujukku.

“Iya Oom, mau dong” Amel mengiyakan sambil manggut-manggut.

“Ini nanti bukan puncak Amel saja, tetapi juga puncak Oom Agus, ini finalnya Amel” kataku lagi
menjelaskan.

“Final?” Amel mengernyitkan dahinya karena tidak paham maksudku.

“Iya, final.., Oom ingin memasukan titit Oom ke lubang memek Amel, Oom jamin Amel akan merasakan
sesuatu yang lebih enak lagi dibandingkan yang tadi.” akhirnya aku katakan final yang aku maksudkan.

“Ooh ya, tapi.. Oom.. apa titit Oom bisa masuk tuh? Lubang memek Amel kan sempit begini sedangkan
tititnya Oom.. gede banget gitu” Amel sambil menunjuk lubang nikmatnya.

“Pelan-pelan dong, ntar pasti bisa masuk kok.. cobain ya..?” pintaku lagi.

“Iya deh Oom” Amel secara otomatis telah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.

Kuarahkan kepala kemaluanku ke lubang vagina Amel yang masih super sempit tersebut. Begitu menyentuh
lubang nikmatnya, aku merasa seperti ada yang menggigit dan menyedot kepala kemaluanku, memang sangat
sulit untuk memasukkannya.Cerita Sex Terbaru

Sebenarnya bisa saja kupaksakan, tetapi aku tidak ingin Amel merasakan kesakitan. Kutekan sedikit demi
sedikit, kepala kemaluanku bisa masuk, Amel mengaduh dan menjerit karena merasa perih. Aku menyuruhnya
menahan.

Efek dari obat dopping itu tadi adalah untuk sedikit meredam rasa perih, selanjutnya kutekan kuat-
kuat. Blusss Amel menjerit cukup keras,

“Ooommm tititnya sudaaahhh masuk kkaahhh?”

“Udah sayang tahan ya” kataku sambil mengelus-ngelus rambut Amel.

Aku mundurkan batang kemaluanku. Karena sangat sempitnya, ternyata bibir kemaluan Amel ikut
menggembung karena tertarik. Kumajukan lagi, kemudian mundur lagi perlahan tetapi pasti.

Beberapa waktu, Amel pun sepertinya sudah merasakan enak. Setelah cairan mani Amel yang ada di lubang
perawannya semakin membanjir, maka lubang kenikmatan itu sudah sedikit merekah. Aku menggenjot maju
mundur dengan cepat.
“Ahhh.. inikah kemaluan perawan gadis imut. Enak sekali ternyata.” Hisapannya memang tiada duanya.

Aku merasa keringat telah membasahi tubuhku, kulihat juga keringat Amel pun sudah sedemikian
banyaknya. Sambil kuterus berpacu, puting susu Amel kumainkan, kupelintir-pelintir dengan gemas, bibir
Amel aku pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya.

Aku merasakan Amel sudah keluar beberapa kali, sebab aku merasa kepala batang kemaluanku seperti
tersiram oleh cairan hangat beberapa kali dari dalam lubang surga Amel.

Aku ganti posisi. Jika tadi aku yang di atas dan Amel yang di bawah, sekarang berbalik, aku yang di
bawah dan Amel yang di atas. Amel seperti kesetanan, bagaikan cowboy menunggang kuda, oh enak sekali
rasanya di batang kemaluanku. Naik turun di dalam lubang surga Amel.

Sekian lama waktu berlalu, aku merasa puncak orgasmeku sudah dekat. Kubalik lagi posisinya, aku di
atas dan Amel di bawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lalu aku peluk erat sekali tubuh kecil dalam
dekapanku, kubenamkan seluruh batang kemaluanku.

BAca Juga Cerita Seks Kakak Dan Adiknya

Aku menegang hebat. Crruttt crruttt Cairan maniku keluar banyak sekali di dalam lubang kemaluan Amel,
sedangkan Amel sudah merasakan kelelahan yang amat sangat.

Aku cabut batang kemaluanku yang masih tegang dari lubang kemaluan Amel. Amel kubiarkan terbaring di
sofa. Tanpa terasa, Amel langsung tertidur, aku bersihkan lubang kelaminnya dari cairan mani yang
perlahan merembes keluar,

Kukenakan kembali semua pakaiannya, lalu kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya. Aku rebahkan tubuh
mungil yang terkulai lelah dan sedang tertidur di tempat tidurnya sendiri, kemudian kucium keningnya.
Terima kasih Amel atas kenikmatannya tadi. Malam pun tiba.

Keesokan harinya, Amel mengeluh karena masih merasa perih di vaginanya, untungnya Tante Linda tidak
tahu. Hari berlalu terus. Sering kali aku melakukan olahraga senggama dengan Amel, tentunya tanpa
sepengetahuan Oom Joko dan Tante Linda.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.