Sekali Dayung 2 Vagina Ternikmati

Cerita Sex Terbaru | “PermisiiiIII………?” Terdengar suara dari arah pintu depan rumah ku, lalu beberapa suara lain, berbicara pelan, kira-kira tiga suara, 1 laki-laki 2 perempuan, agak asing tapi mirip suara pamanku.
” yaaa….” Ku jawab dan Langsung bergegas kutinggalkan meja makan diruang tengah menuju pintu depan, untuk ku buka.

Cerita Sex Terbaru Sekali Dayung 2 Vagina Ternikmati

Setelah terbuka ternyata memang pamanku, adik dari ibuku, bersama 1 orang perempuan yang kukenali sebagai tanteku dan….satunya lagi seorang perempuan muda berjilbab, maklum belum seminggu lebaran, tapi tidak aku kenali.
“Eh Om Pras, Tante,.” sapaku dan langsung kusalami tangan Om ku , lalu berpindah ke tanteku, wanita yang amat kukagumi sedari aku kecil dulu saat mereka pertama berkunjung kerumah kami, saat itu aku masih duduk dibangku smp, kemudian kusalami juga gadis manis yang datang bersama Om ku, saat kusalami tangannya Om ku berkata
“ …Dia Sandra, Tom. Anak Om…” lalu kujawab sekenaku
“oh ya Om”.
“ hai, saya Tomi..”
“Sandra” jawabnya,sangat singkat dengan senyum manis seperti ibunya. M

aklum, aku sering bertemu dengan Om pras dan jelas mengenalinya, tapi tidak putrinya ini. Dulu setiap lebaran berkunjung Sandra tidak pernah ikut, selalu dengan alasan ada di rumah nenek dari ibunya. Jadi ya… baru ini melihat dan kenalan langsung,tapi entahlah kalau saat kami masih sama2 kecil dulu, udah lupa tuh..

‘Ayah Ibumu mana?”Tanya tanteku..

belum sempat kujawab sudah muncul suara ibuku dari arah halaman belakang… nah berhubung lagi pada kangen-kangenan, dan ngobrol ngalor ngidul, aku permisi deh… mau beli rokok,maklum baru abis makan, asem mulut rasanya..

“Om, Tan..Aku kebelakang dulu ya ?” pamitku diantara mereka,
“ eh ya Tom” jawab Omku, Lalu” Ajak nih Sandra jalan,Lihat-lihat sekitar..”
“Iya Om…”

Sandra pun ikut pamit pada ayah dan ibuku.hingga akhirnya kami kembali lagi kerumah.

Sesampainya dirumah, ibuku menyambutku dengan pertanyaan

” Tom, mau gak kuliah di batam?”saat itu aku tinggal di cilegon.
“ Pindah , maksud ibu?’jawabku.
“ iya, nanti tinggal di rumah Om pras, sambil jaga rumah. Om ‘kan jarang pulang trus tantemu juga sibuk, rumahnya sering ditinggal kosong, mau ‘kan?
“ya, terserah ibu,.. ‘gimana baiknya, aku nurut aja” jawabku saat itu,

meski sebenarnya aku senang sekali, bisa melihat tanteku yang cantik setiap hari, yang aku impi-impikan dari dulu, yah…tanteku memang cantik, tinggi meski sekarang terlihat agak gemuk, tapi menurutku malah tambah montok, kadang menghayalkan dirinya telanjang.. trus, aku nenen di teteknya…dan….entahlah kenapa aku sangat menyukai tanteku, apa aku Oedipus kompleks, ah bodo amat,laki-laki normal manapun pasti menyukainya. Bahkan nantinya aku akan serumah dengan doi… wow asyiiiik.

setelah berselang 2 minggu dari kedatangan Om dan tanteku kerumah, dan mengurus kepindahan kuliahku, aku berangkat ke pulau batam, berbekal alamat yang diberikan Omku.

selamat datang di bandara Hang Nadim Batam

jam masih menunjukan pukul 9 pagi saat kuturuni tangga pesawat yang membawaku dari cengkareng ke pulau batam. setelah mengambil koperku dan sebuah boks berisi oleh-oleh langsung kupesan taxi dengan tujuan,…….. alamat yang pamanku berikan….15 menit berselang, taxi yang kutumpangi telah memasuki sebuak kompleks perumahan dilereng bukit, yah.. kompleks perumahan Bukit Indah Sukajadi.. tak lama taxi berhenti di depan sebuah rumah besar, diujung sisi kiri atas kompleks tersebut. Melihat nomor rumah yang tertera di gapura pagar rumah besar itu, aku yakin ini rumah pamanku.

Kubayar taxi lalu turun….ku pencet bel di samping nomor rumah itu, beberapa kali, kutunggu sesaat….kupencet lagi…lalu, seseorang datang,karena pagar rumah yang tinggi dan agak tertutup, tak jelas siapa yang datang, setelah pagar terbuka ternyata Om ku yang membukakan…” hei.. Tom, akhirnya sampai juga…, kok gak nelpon dulu?”sapa Omku

“ ‘kan bisa Om jemput.” Lanjutnya. “ gak Om, ibu bilang takut gak ada orang disini, dan gak repot kok cari alamatnya..” jawabku
“ ayo masuk..”ajaknya..lalu menyuruh seorang perempuan dengan pakaian sederhana, cukup manis, muda dan yah lumayan seksi, hehehehe….. dasar otak lendir……
yang kebetulan ada di samping rumah untuk membantuku membawa koper dan bawaan ku yang lain,..
“kebetulan kamu datang, nanti malam Om harus berangkat lagi ke inggris, untuk kira-kira 6 bulan kedepan, urusan kerja.” Yah.. begitulah, sebagai seorang mekanik kapal tanker perusahaan minyak di inggris, Om pras harus rela bekerja lama tidak pulang.
“ tenang aja Om, ‘kan ada Tomi di sini” jawabku santai
“ yah sukurlah, masalah kuliahmu nanti di urus teman Om, nanti Om telponin, biar diurus
semua olehnya,kamu santai aja,okay.
“ iya Om”jawabku
“ nah sekarang Istirahat dulu sana, kamarnya udah disiapin sama juju, kalo perlu apa-apa tinggal minta aja sama juju.”..ooo ternyata nama pembokatnya “juju”, cukup sederhana..

Kabarnya lagi sih, janda kembang. Aku pamit pada Om ku untuk istirahat, sore nanti mau mengantarnya ke bandara….Cerita Sex Terbaru
Selamat jalan Om, sampai jumpa 6 bulan yang akan datang…..

Kan kujaga istrimu, anakmu serta pembantumu yang seksi-seksi itu, siang malam…

Ohhhhhh.. ini minggu ketiga setelah Om ku pergi…semua biasa-biasa aja, tanteku sibuk dengan aktifitasnya sebagai seorang manajer keuangan perusahaan asing di pulau ini, Sandra sibuk dengan sekolah nya, juju sibuk dengan urusan rumah sedang aku belum ada kegiatan, karena belum ada kabar dari teman Om pras yang mengurus tempat kuliahku yang baruu……………tak ada yang special…..sampai suatu sore.

“juuuu…” suara tanteku memanggil pembantunya dari dalam kamarnya di lantai 2.

berselang satu ruang dengan kamarku, terpisah oleh kamar Sandra, disamping kamarku.

“ya Nya..” jawab juju, sambil bergegas menuju kamar majikannya.

Setelah itu tak ada suara, sepi,..1 jam kemudian terdengar pintu kamar terbuka, kamar tanteku,

Karena ingin melihat tanteku, maka aku mengintip dari pintu kamarku yang ku buka sedikt. Ternyata bukan tanteku, tapi juju, keluar kamar dengan terburu-buru meuju kamarnya di lantai bawah. Penasaran, kuikuti perlahan juju dari belakang, melewati kamar Sandra yang selalau kosong di sore seperti ini, lalu pintu kamar tanteku yang tidak tertutup rapat, mungkin karena juju tadi terburu-buru. Kubuat langkahku tidak terdengar saat melewati kamar itu sambil mataku melirik kearah pintu mencoba melihat kedalam.

Ooops, terlihat tanteku tertidur di ranjangnya dengan wajah menoleh membelakangi pintu namun tak ada sehelai benangpun menempel di tubuhnya yang montok, dengan sedikt lemak diperut, buah dadanya yang montok membuat jantungku deg-degan dan kaki berat unruk melangkah tapi takut kalau ketahuan, tanpa sadar ada yang mengembang didalam celana pendekku sore itu,..oohh.. Mupeng neh dan apa itu….sebuah benda menyerupai pipa berwarna coklat muda tergeletak di sisi paha mulusnya dengan dihiasi jemby yang rapi di pangkal paha, ya… itu penis buatan.

Lalu apa yang terjadi baru saja di kamar ini… ohhh….ya.. juju pasti tahu, tapi tak mungkin dia akan cerita, aku harus cari tahu semua ini.

Malam itu kulewati dengan bayangan tubuh tanteku yang aduhai serta sejuta pertanyaan tentang apa yang terjadi tadi sore…hingga tak terasa aku bangun kesiangan.

Jam 10 pagi, saat aku terbangun karena ada suara dikamarku, ternyata juju.
Aku terbangun karena kaget, hingga membuat juju nampak takut, kalau aku marah karena mangganggu tidurku,

“maaf den, “ katanya.
” juju Cuma mau bersih-bersih”
“ gak papa kok” jawabku sambil mencoba bangun dan menyingkap selimut dari tubuhku, ow..dengan cepat kutarik lagi selimut ku,karena tanpa kusadari penisku sedang bangun pagi ini.

Ternyata juju tahu reaksiku yang batal turun dari tempat tidur

“kenapa den?’ Tanya juju
‘”Gak pa pa kok” jawabku, ternyata juju hanya basa basi, melihat wajahnya yang bersemu merah aku yakin dia sudah melihat penisku yang bangun di dalam celana saat aku masih tertidur tadi. Karena aku tak pernah pakai CD saat tidur.

Terlebih melihat posisi selimut yang rapi, menutup tubuhku,karena biasanya saat aku bangun, selalu acak-acakan.

“ ju, jujur ya… kamu lihat ‘kan?” tanyaku…
“ apa den?’ Tanya juju kembali dengan senyum dan mata yang genit. Kampret…
“iya, tapi kan gak tahu bentuk aslinya den” tambahnya sambil berjalan menuju kamar mandi kamarku, saat itulah kulihat tubuh bahenolnya melenggok didepanku.

Membuat darah ku pagi ini langsung naik ke ubun-ubun…..juju pasti memancingku..

Dengan cepat kubangun dan menyusul juju ke kamar mandi, sampai di pintu ternyata juju sedang menyikat lantai kamar mandi sambil berlutut menyembulkan pantatnya yang bulat membuat penisku semakin tegang seolah ingin merobek celana pendekku, aku harus lampiaskan ini.

Merasa ada yang memperhatikan, juju membalikakan badannya, dan kali ini memperlihatkan buah dadanya yang hampir jatuh tak tertahan oleh BH nya, dengan leher daster batiknya yang memang lebar membuat dadanya nampak jelas terlihat belahannya.

“ mau mandi den?” Tanya juju sambil berdiri
“ ah belum” jawabku sambil tangan ku menekan penisku supaya tidak terlihat nongol

tiba-tiba juju berjalan hendak keluar kamar mandi, saat itulah kutahan dia dengan menyilangkan tangan kiriku menutupi pintu kamar mandi, membuatnya tak bisa keluar, dan tangan kananku tetap menekan penisku.

“kenapa Den?” Tanya juju, melihatku meringis.
“Sakit ya?”tanyanya lagi
“ enggak “ jawabku
“trus kenapa dong?” lanjutnya..
“ini nih” jawabku sambil tangan kananku kuangkat dan kutunjukkan penisku yang menonjol di dalam celana padanya.
“ih den genit, jangan ah den, gak boleh,” katamya
“tolonglah juuu” rengekku
“tolong apa den?”sambil matanya genit melirik kearah penisku.

Aku tahu juju juga sebenarnya kepengen, karena juju sudah menjanda sekitar 3 tahun.

“mau ‘kan?” tanyaku sambil menyerangnya dengan ciuman kearah bibirnya dan tangan kiriku kearah dadanya.
“jangan den, nanti ketahuan nyonya, saya bisa di pecat” pintanya sambil mendorong tubuhku
“nyonya ‘kan gak ada” lanjutku, dengan tangan kiriku masih menempel di dadanya

ternyata juju juga udah horny dari tadi saat aku tertidur dengan penis yang terbangun

“tapi den…” suaranya lemah menahan remasan tanganku didadanya
“gak apa-apa…” jawabku, sambil menyerang lehernya dengan kecupan dan bermain di sekitar cupingnya.

Busyeet ni pembantu bisa wangi begini.. tambah nafsu aja jadinya

“den….” Terdengar lagi suara juju melenguh…sambil menyenderkan tubuhnya kedinding kamar mandi.

Oops… berani juga nih juju.langsung main pegang aja penis orang. Sesaat matanya terbuka, ketika menggenggam penisku.

“ wah panjang ya punya aden..” suaranya agak serak terdengar, aku asyik aja terus menjilati lehernya sampai ke cuping juju dengan tanganku masih bermain didada juju.

Dengan kondisi seperti itu,kuhentikan permainan sambil berdiri tadi dan kutarik juju mendekati kloset duduk kamar mandi. Lalu aku duduk duluan, melihat wajahnya sudah merah menahan horny, kujongkokkan juju menghadap penisku. Tanpa diperintah juju langsung menarik kolorku hingga mencuat penisku yang tegang banget itu.

Dengan tetap menggenggam penisku, juju sempat melirik nakal kearah ku, kutahu maksudnya, akupun akhirnya menarik daster batiknya untuk kubuka, lalu pengait BH nya, kini juju hanya pakai cd dan jongkok siap mengulum penisku, tanpa basa basi kubuka kakiku lebar-lebar memberikan jalan untuk juju lebih dekat, supaya lebih bebas blow job nya, dan akupun lebih enak mainin dadanya yang masih kenceng. Meski janda tapi juju belum punya anak, pentilnya pun masih kemerahan dan kecil layaknya perawan.

Gila…sedotanya bersih, gak nyenggol gigi sedikitpun, pengalaman kayaknya neh, sambil terus kuremas dadanya, terlihat juju sesekali merubah posisi kakainya seolah tak tenang. Melihat nya seperti itu kuhentikan blow job nya, akupun ingin melihat yang lain sebelum permainan di lanjutkan. Kugerakkan tanganku memberinya kode untuk berdiri.

Jujupun berdiri didepanku yang masih duduk di kloset. Kini posisi kepalaku tepat di depan segi tiga mautnya, kurenggangkan kedua kakinya.

Kuraba selangkangannya…. Ya…memang sudah basah, dengan aroma khas menggiurkan.

Kumainkan jariku diluar Cd nya yang basah, membuatnya menggoyangkan pinggulnya beberapa saat menahan nikmat, dengan suaranya agak melenguh serak. Lalu kutarik Cd nya ke bawah dan kulepas membuat vaginanya kini jelas terlihat segar dan sedikit mengkilap karena sudah basah, dan jembutnya yang tidak terlalu lebat nampak terawat dan bersih, layaknya perempuan kelas atas. Tanpa berlama-lama langsung kumainkan jariku di klentitnya yang mengkilat, sesekali kumasukkan jariku sedkikit kedalam vaginanya, membuatnya semakin tak tenang berdiri

“ohhh…den… enak den..” desahnya

kumainkan juga dadanya sambil kuciumi pusarnya ,yang memang tubuh juju terawat dan bersih, meski doi seorang pembantu. Melihatnya semakin tak tenang berdiri dan vaginanya yang semakin basah, kuhentikan permainan dan kutarik tubuhnya mengangkang di atas penisku yang sudah tak sabar ingin merasakan vagina yang indah itu. Kurapatkan kakiku hingga juju bisa mengangkang diatasku, kuarahkan penisku kearah mememknya yang semakin basah

“OOOhhh….” Desahnya sedikit teriak saat penisku ku lesakkan masuk ke vaginanya.

Meski basah tapi tetap seret. Gila …. Susah juga melesakkan penisku langsung kevaginanya, dengan ditekan tubuh juju, dengan pantat yang bulat bahenol, akhirnya masuk juga seluruh batang penisku. Sesaat setelah masuk, kuremaskan tanmganku di pantat bulatnya menariknya semakin rapat ketubuhku, kudiamkan sesaat penisku didalam vagina juju, merasakan sensasi hangat rongganya. Juju mulai bereaksi santai menggerakkan pinggulnya kedepan dan belakang saat ku ciumi dada montoknya yang kian mengencang. Tak ada suara, kulihat juju hanya menggigit bibir bawahnya, dan sesekali menarik nafas panjang. Benar-benar di nikmatinya penisku didalam vaginanya,.Cerita Sex Terbaru

Juju hanya bergerak santai maju mundur, dan kurasakan penisku seperti di pinjat perlahan, memang nikmat sekali, kuikuti permainan juju yang santai itu sambil terus kucium dan kusedot putting susunya,membuatnya hanya sesekali menyentakkan pantatnya saat kusedot kuat putingnya. Sekitar 10 menit ku ikuti permainan juju hingga terdengar suaranya.

“den juju pingin pipis”….seiring gerakan pantatnya yang kian cepat dan bahkan terangkat hingga setengah panjang penisku. dan semakit cepat.

Kuhentikan ciumanku di putingnya, hanya membenamkan wajahku di antara dada montoknya. Kubantu gerakan naik turunnya dengan mengangkat dan meremas pantanya yang bulat kenyal itu. Tangan juju sibuk meremas rambutku, mengacak-acaknya. Juju menuju klimaksnya…..”den…oh…den…..oh….”suaranya melemah seiring gerakkan pantatnya yang juga melemah. Kurasakan ada yang meleleh keluar dari vaginanya saat juju menghentikan goyanganya.

“maaf ya den, juju gak tahan..udah lama juju gak disetubuhi, 2 tahun lebih..” .. ucapnya sambil berdiri membuat penisku terlepas dari vaginaya yang basah.

Gila, lama juga vaginanya nganggur…bathin ku. Juju lalu jongkok lagi dan mulai menciumi ,menjilat dan mengulum serta menyedot penisku dengan semangat, lebih heboh dari yang pertama. Sepertinya dia ingin membayar kepuasan yang telah ia dapatkan. Kali ini aku sandarkan tubuhku dan hanya menikmati sedotan di penisku. Setelah beberapa menit, kuhentikan kepala juju, yang lagi nyedot penisku. Kuajak ia berdiri dan kubawa ke tempat tidur. Kubalikkan badannya, kusuruh ia berpegangan pada ranjang dan membuatnya nungging, terlihatlah belahan vaginanya yang kemerahan, sekarang agak kering. Dengan penisku yang masih berdiri tegak dan basah bekas liur juju, kulesakkan masuk ke vagina juju dari belakang.

Sambil menungging kulihat juju melihatku sambil menggigit bibirnya sendiri lalu terdengar suaranya lirih

”oooohhh,,,,”

kali ini agak lancar melesakkannya. Seperti tadi, kubiarkan beberapa saat penisku didalam vaginanya,merasakan kehangatan sesungguhnya dari perempuan. Sambil kuraih dadanya, kuremas keduanya membuat juju melenguh nikmat beberapa kali , sambil mengangkat tubuh depannya, setengah berdiri, lalu turun lagi keposisi semula. Saat itulah mulai kutarik dan kumasukkan penisku perlahan, kurasakan seret vagina juju saat pertama kusodok namun, lama kelamaan mulai licin kembali, dan juju pun mulai menggoyang pinggulnya memutar, lalu kurasakan denyutan dalam vagina juju, seiring suara juju terdengar serak

”juju mau keluar lagi den..ooookhhh…denn enaak dennn…nungging gini enak bangetss uuukkhhh”

Namun kali ini kubiarkan penisku terus maju mundur dalam vagina juju..meski kurasakan juju makin melemah berdirinya. Merasa juju tak melawan dalam posisi itu, kucabut penisku, lalu, kubalikkan tubuh juju hingga terlentang di ranjang.

“maafin juju ya den, abis penis den tomi hebat sih.” terdengar juju bicara pelan..
”sekarang terserah den tomi deh, juju ladeni..” lanjutnya

Aku hanya senyum-senyum, sambil kedua tanganku membuka kedua kakinya lebar-lebar, menyembulkan vagina juju yang kian memerah.

”gak pa-pa kok” sahutku sambil kudekatkan tubuhku dan kuarahkan penisku ke vaginanya..

Srrreeet..slup..agak seret vagina juju.. mulai kering setelah klimaksnya

Seperti biasa aku suka membiarkan penisku beberapa saat diam didalam vagina juju, merasakan kehangatan, sambil ku kenyot puting susunya..

Terlihat juju kembali menggigit bibirnya menahan terobosan penisku…

Tanpa suara membiarkan bibirku menyerang dada dan lehernya..

Setelah beberapa saat kemudian, kurasakan ada gerakan memijat pada penisku, ternyata juju menggoyangkan pinggulnya, barulah aku mulai menarik kontoku setengah lalu kumasukkan lagi membuat juju menarik nafas dalam sambil masih menggigit bibirnya..

Aku suka gaya bercinta juju yang kalem.. membuatku makin semangat menggali kenikmatan tubuhnya. Kutarik dan kudorong terus penisku membuat juju pun makin menggila menggoyangkan pinggulnya hingga terasa ada yang memijat penisku.. gila nikmat banget… Hebat betul goyangan janda satu ini…

Lalu kurasaka ada gerakakn memijat dan sedotan yang hebat dalam vagina juju menbuat penisku agak seret keluar masuknya..dan kurasakan juga seperti ada sesuatu yang akan keluar dari penisku…

”den… juju mau keluar lagi niih…” rengeknya…
”iya, saya juga juuu..“ balas ku

Juju memang makin menggila menggoyang pinggulnya, hingga terasa bergoyang tempat tidurku itu..

Tak lama terdengar suara lenguhan setengah menjerit dari bibir juju, bebarengan dengan muncratnya pejuh dari penisku…

”deeenn okhh…okhhh… okhh…”

Kubiarkan pejuhku muncrat didalam vagina juju, sambil terus kugerakakn penisku maju mundur yang semakin pelan… dan kubiarkan diam didalam vagina juju sambil kuciumi dada montoknya.. kurasakan tubuh juju melemah dan memejam sesaat setelah puncaknya yang ketiga itu..

Kucabut penisku dari vaginanya yang basah dan hangat itu, lalu terlihat ada sedikit cairan kental mengalir keluar,…yah sisa pejuhku… ikut keluar..

Namun juju masih terlihat terpejam seakan masih menikmati sisa kenikmatan tadi. Kubiarkan juju tergelatak di tepi ranjangku, dan kulangkahkan tubuhku kekamr mandi, lalu langsung kuguyur seluruh tubuhku..segar …setelah sebuah kenikmatan bersama juju, Pembokat seksi Omku.

Setelah cukup kurasakan segarnya mandi pagi itu, kulangkahkan tubuhku keluar kamar mandi, namun juju sudah tak ditempat tidurku, meninggalkan tempat tidur yang sudah tertata rapi… Yah .. thank you lah juuu… Thank you for your service…

kuawali hari itu dengan senyum segar , hingga sekitar pukul 3 sore kulihat tanteku sudah datang, pulang dari kerja, namun tidak sendiri, kulihat doi bersama seorang wanita sebayanya, mungkin teman sekantornya, melihat gaya pakaian layaknya wanita kantoran. Duduk sejenak di ruang tamu, basi basi dan sedikit tawa, lalu terlihat mereka berjalan menuju kamar tanteku…

Tanpa berpikir yang lain langsung kucari tahu, tapi tidak mengintipnya, tapi menanyakan pada Juju..yah pada juju. Langsung kucari juju yang ternyata sudah ada didapur menyiapkan makanan untuk tanteku dan temannya.

” Ju, tadi yang datang siapa..” tanyaku pada juju sambil memperhatikan tubuhnya yang sedang sibuk menyiapkan makanan.
” itu Ibu Lola, teman nyonya.., kenapa?” juju balik bertanya.
”enggak, kok pake naik kekamar segala..?” makin penasaran, sambil memancing juju untuk jujur padaku.
” ehh, emang gak boleh..?” jawabnya sambil senyum genit.

Kali ini kudekati juju sambil kuraba pantat bahenolnya

”iya tapi kan, gak mesti di kamar to..?” kilahku makin memancingnya buka mulut.
”nah itu dia, terserah Nyonya mau ajak tamunya kemana..” jawab juju centil, dengan tetap membiarkan pantatnya kuremas..
”tapi gak terjadi apa-apa ’kan?” Tanyaku lagi, sedikit menyelidik
”maksudnya..?” timpal juju
”yah.. kamu kan tahu?” lanjutku
” tahu apa den?” juju agak serius
”jujur deh?’ tambahku
”jujur apa den, emang ada apa?” juju tambah serius berlagak gak ngerti.
” kamu ’kan tahu kesenengannya Nyonya, kalo udah dikamar sama perempuan lain?” pancingku
”ihhh. Aden ini mngomong apa sihh..??/” jawabnya dengan mimik wajah yang berusaha menutupi sesuatu..
”ayolah ju, jujur aja..” ucap ku, sambil tambah kencang meremas pantatnya…

Juju nampak kikuk,… salah tingkah, bukan lantaran remasan tanganku pada pantatnya tapi.. antara ingin terus terang dan takut.

’juju takut den” tiba tiba juju bicara lagi setelah cukup lama terdiam.
’gak pa-pa” timpalku.. sambil mendekatkan wajaku kesamping wajahnya dari belakang.
” kamu kan pernah sama Nyonya” mendengar itu juju langsung membalikkan badan dan menatapku tajam.
” aden tahu?” dengan mimik takut bercampur kaget, dengan polosnya juju bertanya.
”iya..kemarin sore” jawabku…

Dengan wajah memerah juju langsung membalikkan badan…

Lalu terdengar lirih suaranya,

” Juju takut di pecat den”
”kenapa?” tanyaku berlagak serius
”Nyonya memang suka ngajak juju, kalo ndak mau juju nanti di pecat” keluhnya
” tapi Cuma pake mainan, kaya penis dari karet kok den” lanjutnya
”kamu suka?” tanyaku lagi
”enggak, juju Cuma pura-pura suka, takut nyonya marah, abis gimana gitu…, lain sama punyanya aden…” jawab juju genit.
”jadi sekarang kira-kira nyonyamu itu lagi main-main di dalam sana?” tanyaku lagi
” iya den, juju juga pernah diajak mereka berdua, Ibu Lola itu seneng banget kalo begituan, sampe keluar 3 kali…”

jawab juju dengan wajah nampak memerah, entah teringat saat nikmat itu datang atau malu.

”lama dong mereka nanti?’ terus juju kececar pertanyaan
” iya, kadang malam baru keluar kamar, sampe makanan ini dingin” jawabnya
”Non sandra tahu nggak?’ lanjutku
’Enggak, abis non pulang malam terus, kursus katanya, tapi pernah pulang mabuk den, diantar temannya, Nyonya gak tahu” tambahnya
” kasian Non sandra” ucapnyaa lirih.
” sejak saya di sini nyonya sering begitu den.” lanjutnya.
” ya udah, maksih ya ju, kamu udah mau jujur, nanti aku kasih bonus deh” ujarku genit sambil meremas pantatnya.
” kapan den?” tanyaya, sambil membalikkan badan,terseyum genit.
”besok pagi yah” jawabku sekenanya, sambil meninggalkan juju di ruang makan sendiri, dipenuhi harapan ngentot besok pagi denganku, hehehehe…

Malam berlalu, sekitar jam 10 malam terdengar suara mobil meninggalkan halaman rumah besar itu, ya.., Tante Lola sudah pulang, diantar Tanteku sampai gerbang… Akhir selingkuh sejenis Tanteku hari itu… Sambil mengatur rencana untuk besok, kututup mataku malam ini dengan rencana setan di otakku..hehehehe……pagi ini aku bangun lebih pagi dan langsung mandi, saat kemudian kudengar pintu kamar mandiku diketuk seseorang, pasti juju, hehehehe… sudah nagih…

”den…den…?’ terdengar suara diseberang pintu, suara juju.
“masuk aja ju”.. jawabku
“ enggak ah” balasnya terdengar ragu
”udah gak apa-apa” rayuku.

Lalu seseorang membuka pintu kamar mandi yang tak aku kunci itu.

Nampak juju masuk, dengan memkai daster kembang-kembang, namun tetap dengan model kerah leher yang sama lebarnya dengan yang kemarin, hehehe

Dengan tetap kubelakangi menghadap shower, juju pun tetap diam menunduk didepan pintu yang sudah ditutupnya itu.

” udah sini” pintaku
” nanti aj den” jawabnya

Mendengar jawabnya itu, langsung ku balik badan dan mendekati juju,telanjang.

Juju tetap menunduk meski terlihat curi curi pandang kearah penisku yang masih belum bereaksi. Kupegang tangannya, kutarik mendekat air shower, juju agak menahan tarikanku, mungkin takut basah. Tapi akhirnya kutarik kuat, juju kini basah di bawah shower itu, nampak lekuk tubuh indahnya,dibalut pakaian nya yang basah, wow seksi memang pembokat satu ini. Membuat penisku mulai bereaksi,mengembang…

Juju yang matanya tak lepas dari penisku langsung menyambarnya, jongkok dan mulai menciumi, menjilat dan mulai mengulumnya, dibawah pancuran air itu, sungguh sensasi yang sangat menyegarkan di pagi ini.

Untuk beberapa menit juju nampak serius menm-blow penisku, yang semakin tegang…. …

” oooohhhh enak juuu” ucapku saat juju kulihat melirik kearahku..

Mendengar itu juju kian kuat menyedot penisku…

Mungkin juju benar-benar ingin membalas semua kenikmatan yang diraihnya kemarin pagi..Cerita Sex Terbaru

Saat kurasakan cukup untuk sesion ini, kutarik juju berdiri. Kuciumi lehernya, kujilati cupingnya, sambil kuremas dadanya yang masih terbungkus BH dan daster basahnya, namun terlihat juju menikmatinya.. terus kujilati sampai kedada atas depannya yang montok.

Tak puas dengan balutan pakaian basahnya itu, kutarik keatas dan kubuka daster basahnya, lalu pengait BHnya namun ternyata juju gak pakai Cd, wow ….

Kini tubuh telanjang juju telah siap untuk kunikmati, dengan kesan basah dari air shower itu membuat tubuhnya makin nampak indah dan mengkilap mulus.

Langsung kudaratkan mulutku di puting susunya yang mengeras karena nafsu dan dinginnya air pagi itu…kusedot meski bercampur air, kujilati, terus hingga kurasakan juju menggeliat merasakan sensasi kenyotan bibirku.

Kulanjutkan permainan bibirku menyusuri perutnya…lalu sampai di hutan kecil yang nampak basah oleh air..terus sampai kesela-sela selangkangannya..yang tanpa kuperintahkan sudah dibuka lebar oleh juju, mengharap aku memasuki area itu dengan lidahku, seperti saat pertama kali kemarin… namun tidak ku lakukan.. sengaja, biar membuatnya sedikit tersiksa…hehehe..

justru aku bangun lagi dan mematikan kran air shower itu..lalu kutarik tangannya ke kloset duduk, dan menyuruhnya duduk. Nah, barulah kedua kakinya kubuka lebar, dengan duduk yang sedikit kutarik ketepi, supaya mudah buatku bermain lidah divaginanya yang menggairahkan itu…

Dengan bertumpu lututku, ku mulai mainkan lidahku divaginanya..dengan tangan meremas dada montoknya. Membuat juju terdengar melenguh keenakan, dan kaki yang terus bergoyang menahan sensasi yang kuberikan pada vaginanya.

Kujilati terus hingga kurasakan kedua paha juju mulai menjepit kepalaku dan berkata

”juju, mau keluar den…okhhh…okhhh…okhhh…okhhhh…” dan kurasakan jambakan tangannya di kepalaku pun melemah… yah.. Juju sudah sampai klimaksnya yang pertama.

Tubuhnya yang mulai mengering dari air shower tadi nampak memunculkan warna kemerahan di wajahnya, akibat sensasi klimaksnya tadi…

”enak banget den, sumpah…nikmat den, maaf ya den,…nanti juju balas deh..” ucap juju sambil menarik tubuhku untuk berdiri, kuikuti tarikan tangan nya dan kini aku sudah berdiri dengan penisku tepat di depan wajahnya.

Tanpa bicara lagi, juju langsung mengulum penisku..

Hangat kurasa penisku didalam mulut juju.. tapi badan kedinginan nih.

Untuk beberapa saat kubiarkan rasa dingin menyergapku setelah mandi tadi, sambil menikmati sepongan juju…

Lalu kuhentikan gerakan kepala juju yang asyik mengulum dan menyedot penisku.

Ku tarik tangannya ke arah tempat tidur, sambil kusambar handuk yang menggantung tak jauh dari pintu kamar mandi. Kusapu sisa air di badanku lalu kuberikan pada juju untuk dirinya mengeringkan juga sisi air di tubuh montoknya..
Aku duduk lebih dulu di tepi ranjang, dengan penis yang masih berdiri tegak sambil menikmati pemandangan tubuh juju yang sedang disapu handuk olehnya..

Kulihat juju senyum genit saat mengeringkan selangkangannya, ku hanya senyum, sambil memegang penisku…

Dilemparkannya handuk basah ku kelantai oleh juju, lalu dengan senyum genit juju ternyata bergoyang erotis di depanku, wow….wow…., juju memberiku hiburan lain, juju striptease didepanku,.. gila.. belajar di mana nih pembokat, gara2 bergaul dengan majikannya pasti nih.

Dengan meliuk-liukkan tubuh mulusnya juju terus menari didepanku dengan terus mendekatiku, sambil merangkak juju mendekatiku dengan sorot mata sayu kearah penisku..

Menikmati tarian telanjang juju membuat penisku semakin tegak berdiri..
Juju semakin dekat, mendekatkan mulutnya ke penisku…meraba pahaku dengan dada montoknya, dan langsung mengulum penisku dengan menggila.

”oookkkhhh…..enak juuuu” desah ku agar juju semakin semangat.

Ternyata benar, juju makin kuat menyedot penisku yang memenuhi mulutnya..
Kubiarkan sensasi sedotan juju, benar-benar kunikmati permainan juju pagi ini.
Setelah sekitar lima menit juju menyedotnya, kuangkat kepala juju.
Juju berdiri tepat didepanku kini…. memberiku kesempatan memainkan kembali puting susunya, kujilati…membuat juju melenguh perlahan.

Akupun berdiri sambil terus kuremas dada montoknya, memutar tubuh lalu mendorong juju ketempat tidur sambil tetap menciumi dadanya lalu turun keperut dan hutan lebat di selangkangannya…. juju mulai basah lagi, terangsang.
Akupun ikut naik ketempat tidur..

Tiba-tiba juju terbangun dari rebahannya, menarikku hingga terlentang, langsung menyambar penisku dengan bibirnya,… gila gak puas – puas nih juju nyepong… tapi kubiarkan.. enak brur.. juju hebat nyepongnya,..
Melihat penisku yang total tegang, juju menghentikan sedotannya, merayap naik keatas tubuhku, membuka kakinya dan siap menelan habis penisku dengan vaginanya yang basah itu.

Kubiarka juju beraksi kali ini, dimasukkan penisku ke vaginanya, dipegang dan dituntun kearah bibir vaginanya,menekan dalam-dalam…

Sreeettt…sluuuppp….kurasaka penisku melesak masuk..hangat…ooookhhhh
Tahu akan kesukaanku yang selalu mendiamkan penisku sejenak dalam vaginanya, setelah masuk semua batang penisku dalam mememknya, juju hanya menciumi puting susuku tanpa menggerakakn pinggulnya, hangat terasa vagina juju….

”ooohhkkkkhh enak ju, vaginamu hangat banget,,,,” bisikku

Juju Cuma senyum lalu menggigit bibirnya merasakan sensasi hangat yang sama.

” penis aden juga hebat, besar keras…juju suka den, biarin lama didalam ya…” pintanya, Aku hanya tersenyum….

Namun tiba-tiba kurasaka ada gerakakn memijat pada batang penisku, ternyata juju gak tahan juga, dan mulai
menggoyang penisku dengan santai, enak gila…

” enak juu, goyanganmu mantap…” ucapku

Mendengar itu juju makin bersemangat,memutar lalu mangangkat pantatnya seolah ingin mematahkan penisku…..

”oohh ahhh oohhh ” terdengar suara juju sedikit berisik kali ini
”enak den… penis aden enak banget…oh ah oahkkhh…” juju meracau..menikmati batang penisku di dalam vaginanya, akupun juga merasakan sensasi lain dari juju kali ini…
”terus juuu” pintaku…

Juju makin menggila, mungkin juju benar-benar ingin memuaskan ku pagi ini…

Seiring goyangan juju yang menggoyang seluruh ranjangku pagi ini, kuremas dada montoknya sesekali kuangkat tubuhku mendekati putingnya dengan bibirku, kusedot kuat membuat juju menggelinjang dan makin membuat gerakan memutar dahsyat di pinggulnya….kubantu gerakakn pantatnya dengan remasan di pantat kenyalnya dan kadang kuangkat sedikit lalu turun lagi, mengocok penisku…

”deeeenn juju mau pipis lagi niiihh…” seru juju sedikit teriak tertahan.
” terus juuu goyang aja…” jawabku

Kurasaka ada yang meyedot penisku dari dalam vagina juju, membuatku serasa ingin keluar juga…

”iya juu, saya juga mau keluar niihhh…” seru ku
” iya den… ohhhhh ahhh” jawab juju dengan wajah memerah dan goyangan yang makin menggila….
”iya..ya..ya..ya…ohhhh ohhhh ohhh ….” juju meracau dan bergetarrr
”terus ju…” pintaku melihat juju menegang dan mulai melemah gerakaknnya….

Tak lama kurasakan ada yang muncrat dari penisku…sambil ku tarik pantat juju makin rapat ketubuhku…kulepaska pejuhku di dalam vagina juju…

”oookkkhhh….ohhhh”….teriakku…

Kurasakan nikmat sekali vagina juju pagi ini…Seiring robohnya tubuh lemas juju di atas tubuhku, kurasakan ada yang meleleh keluar dari vagina juju….hangat….nikmat… mengiringi akhir pacuan mesum ku bersama pembokat seksi ini…
Kubiarkan tubuhny tetap diatas tubuhku untuk beberapa menit….kupeluk….. akupun ikut melemah dan memejamkan mata… menikmati sisa-sisa kenikmatan pagi ini….

Tak lama juju membuka mata…

“maaf den juju ketiduran, abis capek banget,….keenakkan…”ucapnya sambil senyum dan mengangkat tubuhnya bergerak kesampingku….

penisku pun terlepas dari vaginanya… sudah melemas…basah, sisa pejuh kaki berdua.

BAca Juga Cerita Seks Cewek Hot

“ju, nyonya mu itu apa gak suka lagi sama cowok ya…?” tanyaku
”ah enggak kok, Buktinya masih mainin penis mainan itu..” jawabnya lugu
”aku pengen ngentot dia ju” ucapku
”apa???” juju sedikit mengankat tubuhnya melihat wajahku , kaget
”yang bener aja den, masa tante sendiri di embat?’ lanjutnya
”kan ada juju den” tambahnya, sambil tangannya memainkan penisku, seperti tak rela kalo aku main dengan perempuan lain, wah gawat…
”abis dari dulu, aku tuh udah nafsu banget ama tanteku itu” kilahku
”kadang sampe mimpi basah..” ucapku berbohong sambil kulihat wajah juju lalu dadanya yang masih telanjang disampingku..
”masak sih den?” juju melongo
” iya juuu.., kamu mau bantu kan?’ tambahku
”apa…????//// wah aden tambah gila nih?” juju kaget
”tenang aja juu, aku yang atur, kamu bantu aja,….” rayu ku
” gimana bisa den?” juju tak percaya
” bisa ju, pokoknya kamu bantu aja ya…” pintaku sambil kedekatkan bibirku keputing juju, mencoba mencari kenikmatan selanjutnya…..

jujupun membantu menarik kepelaku tambah menempel didadanya… kusedot…jilat…dan yang lain kuremas dengan tanganku…

Juju menggelinjang…….kuhabiskan pagi ini dengan juju yang bahenol dan goyangannya yang mantap,sampai dua kali…..lumayan…..pegel…tapi langsung dapat pijatan dari juju…..gila enak banget pagi ini…..ngentot dua kali trus dipijat…. setelah itu akupun tertidur lagi dengan mimpi ngentot ama tanteku…dan rencana sudah kuatur dengan juju…. juju bersedia dengan imbalan gentot….. hahahah hahahaha……. sekali dayung dua vagina ternikmati…..- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Tante Binal

Cerita Sex Terbaru | Nama saya Dodi. Sekarang saya masih kuliah di Universitas dan Fakultas paling favorit di Yogyakarta. Saya ingin menceritakan pengalaman saya pertama kali berkenalan dengan permainan seks yang mungkin membuat saya sekarang haus akan seks.Waktu itu saya masih sekolah di salah satu SMP favorit di Yogyakarta. Hari itu saya sakit sehingga saya tidak bisa berangkat sekolah, setelah surat ijin saya titipkan ke teman terus saya pulang. Ketika sampai di rumah Papa dan Mama sudah pergi ke kantor dan Mama pesan supaya saya istirahat saja di rumah dan Mama sudah memanggil Tante Vida untuk menjaga saya. Tante Vida waktu itu masih sekolah di sekolah perawat. Sehabis minum obat, mata saya terasa mengantuk. Ketika mau terlelap Tante Vida mengetuk kamarku.

Cerita Sex Terbaru Tante Binal
Dia bilang, “Dod, sudah tidur?” Saya jawab dari dalam, “Belum, tante!” Tante Vida bertanya, “Kalau belum boleh tante masuk.” Terus saya bukakan pintu, waktu itu saya sempat kaget juga melihat Tante Vida. Dia baru saja pulang dari aerobik, masih dengan pakaian senam dia masuk ke kamar. Walau masih SMP kelas 2 lihat Tante Vida dengan pakaian gitu merasa keder juga. Payudaranya yang montok seperti tak kuasa pakaian senam itu menahannya. Kemudian dia duduk di samping. Dia bilang, “Dod, kamu mau saya ajari permainan nggak Dod?” Tanpa pikir panjang, saya jawab, “Mau tante, tapi permainan apa lha wong Dodi baru sakit gini kok!”
Tante Vida berkata, “Namanya permainan kenikmatan, tapi mainnya harus di kamar mandi. Yuk” Sambil Tante Vida menggandeng tanganku masuk ke kamar mandi saya. Saya sih mau-mau saja. Kemudian mulai dia melorotkan celana saya sambil berkata, “Wah, burungmu untuk anak SMP tergolong besar Dod.” Tante Vida terkagum-kagum. Waktu itu saya cuma cengengesan saja, lha wong hati saya deg-degan sekali waktu itu.
Terus dia mulai membasahi kemaluan saya dengan air, kemudian dia beri shampo, terus digosok. Lama-lama saya merasa kemaluan saya semakin lama semakin keras. Setelah terasa kemudian dia melucuti pakaiannya satu demi satu. Ya, tuhan ternyata tubuhnya sintal banget. Payudaranya yang montok, dengan pentil yang tegang, pantat yang berisi dan sintal kemudian vaginanya yang merah muda dengan rambut kemaluan yang lebat. Kemudian dia berjongkok, setelah itu dia mengulum penis saya, dadanya yang montok ikut bergoyang. Dada dan nafasku semakin memburu.Cerita Sex Terbaru
Saya cuma bisa memejamkan mata, aduh nikmatnya yang namanya permainan seks. Kemudian, saya nggak tahu tiba-tiba saja naluri saya bergerak. Tangan saya mulai meremas-remas dadanya, sementara tangan saya yang satu turun mencari liang vaginanya. Kemudian saya masukkan jari saya, dia meritih, “Akhh, Dodi!” Saya semakin panas, saya kulum bibirnya yang ranum, saya nggak peduli lagi. Setelah bibir, kemudian turun saya ciumi leher dan akhir saya kulum punting susunya. Dia semakin merintih, “Aakhh, Dodi terus Dod!” Saya nggak tahu berapa lama kami di kamar mandi, terus tahu-tahu dia sudah di atas saya. “Dodi sekarang tante kasih akhir permaianan yang manis, ya?”

Baca JUga Cerita Seks Sepupuku

Dia meraih kemaluan saya yang sudah tegang sekali waktu itu. Kemudian dimasukkan ke dalam vaginanya. Kami berdua sama-sama merintih, “Akhh! Lagi tante.. lagi tantee.” Terus dia mulai naik turun, sampai saya merasa ada yang meletus dari penis saya dan kami sama-sama lemas. Setelah itu kami mandi bersama-sama. Waktu mandi pun kami sempat mengulangi beberapa kali.
Setelah itu kami berdua sama-sama ketagihan. Kami bermain mulai dari kamar saya, pernah di sebuah hotel di kaliurang malah pernah cuma di dalam mobil. Rata-rata dalam satu minggu kami bisa 2-3 kali bermain dan pasti berakhir dengan kepuasan karena Tante Vida pintar membuat variasi permainan sehingga kami tidak bosan. Setelah Tante Vida menikah saya jadi kesepian. Kadang kalau baru kepingin saya cuma bisa dengan pacar saya, Nanda.
Untung kami sama-sama tegangan tinggi, tapi dari segi kepuasan saya kurang puas mungkin karena saya sudah jadi “Hiperseks” atau mungkin Tante Vida yang begitu mahirnya sehingga bisa mengimbangi apa yang saya mau. Nah, buat cewek-cewek atau tante-tante bermukim di Yogya yang sama-sama tegangan tinggi, kapan-kapan kita bisa saling berkenalan dan berhubungan.
Mungkin kita bisa bermain seperti Tante Vida.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Minta Di Entot

Cerita Sex Terbaru | Perkenalkan namgue Teguh gue adalah karyawan dari pegawai swasta di Bandung, baru dua bulan ini gue
bekerja di kantor baruku karena dengan kantor yang lama gue digaji rendah ketimbang kantor baruku ini.

Cerita Sex Terbaru Minta Di Entot

Suatu hari setelah makan siang gue mendapat telpon dari Ibu Ita dimana dia yang dulu mengetes
wawancara saat masuk kekantornya, beliau berposisi sebagai manager keuangan karena jasanya dia gue
bisa masuk di kantor ini dan tentunya gue sangat menghormati beliau.

Halo bu, selamat sianga sapa saya menjawab telpon.

Halo Teguh..a jawab dia Riang sekali.

Ada yang saya bisa saya bantu tanya saya, basa-basi sih.

Ah enggak cuma ngecek kamu aja. Dah makan siang tanyanya ramah.

Oh sudah bu, baru ajaa jawabku.

Gimana kerja disini, ada masalah tanya bu ita lagi.

Wah enggak bu, tapi memang saya baru mulai sih, baru membiasakan diri dengan keadaan kerja disinia
jawab saya singkat.

Gimana gajinya, dah cukup tanyanya dengan suara menggoda.

He..he..he.. maunya sih tambah lagi bua jawab saya sambil tertawa.

Hah.. segitu aja udah tinggi kan balas bu ita sedikit kag.

Iya bu, becanda tadi..a jawabku singkat.

Oh.. kirain.a jawabnya. Eh Teguh nanti sore sehabis kantor kamu ada kerjaan gak tanya bu ita.
Enggak kayaknya bu, ada apa emangnyaa tanygue sedikit heran.

Hmm.. ada yang ingin saya bicarakan, agak pribadi sih, makanya saya ingin bicaraiinnya sehabis kantor
aja nantia jawab bu ita.

OK bu, saya gak ada janji untuk sore sampe malem nantia jawab saya.

OK nanti gue tunggu di kafe xxx nanti sorea kata bu ita.

OK bua jawab saya.

Ok kalo gitu, oh iya, golongan darah kamu apa tanya bu ita sebelum mengakhiri pembicaraan.
Ba jawabku penuh kebingungan.

Perfect ! OK deh gue tunggu nanti sorea kata bu ita lalu menutup telponnnya.
Sejenak gue terdiam penuh kebingungan, tapi gue kembali bekerja sebab pekerjaanku lumayan menumpuk.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Selah pulang kerja gue arahkan mobilku ke kafe xxx yang dijanjikan tadi. Dalam perjalanan gue
diselimuti kebingan yang amat sangat.

Bu Ita Ada apa manager keuangan kantorku itu mau menemuiku, soal urusan pribadi lagi. Dan yang paling
membuatku bingung adalah dia sempat menanyakan golongan darahku, untuk apa ?

Sebagai informasi, Bu ita berumur sekitar 34-35 tahun. Masih cukup muda untuk menjadi manager
keuangan, tapi memang dia berasal dari keluarga yang berteman dekat dengan pemilik perusahaanku.
Ditambah lagi suaminya, pengusaha yang dulu jadi sahabat pak Faisal presdir perusahaanku sewaktu
kuliah.

Oh iya bu ita sudah bersuami, tapi sayang mereka belum dikaruniai anak. Tapi mungkin karena hal itu bu
itu terlihat masih seperti wanita muda. Badannya tinggi semampai, ramping tanpa lemak. Kulitnya kuning
langsat dengan rambut lurus sebahu.

Matanya berbinar selalu bersemangat dan bibir tipisnya itu selalu menarik perhatiannku. Hanya ada satu
kata yang dapat mewakili bu ita Cantik.

Sesampainya di kafe xxx, gue melihat bu ita melambai kearahku dari meja yang agak dipojok. Kafe itu
memang agak sepi, pelanggannya biasanya eksekutif muda yang ingin bersantai selah pulang kerja.

Sore bu, maaf agak terlambata katgue sambil menyalaminya.

Oh gak pa-paa kata bu ita sambil mempersilakkan gue duduk.

Selanjutnya gue dan bu ita mengobrol basa-basi, bercerita tentang kantor, dari yang penting sampe
gosip-gosipnya. He..he..he.. gak guna bang.

Selah beberapa lama akhirnya gue mengajukan pertanyaan. Oh iya bu, sebenernya ada apa ya mengajak saya
bertemu disinia tanygue memulai.

Oh iyaa jawabnya. Mendadak wajahnya sedikit pucat.

Beberapa saat ibu ita terdiam. Kemudian mulai berkata Begini Teguh, kamu tau kan kalo gue sudah
berkeluarga ?a. Gue menganguk kecil untuk menjawabnya.

Tahun ini adalah tahun ke 10 pernikahankua lanjutnya. Kemudian dia mengeluarkan sebuah foto dari dalam
dompnya. Ini foto suamiku waktu sebelum nikah, gimana mirip kamu gak

He..he..he.. kayak ngacaa jawabku sambil mengembalikan foto tersebut. Sebenernya gue makin bingung
arah pembicaraan bu ita.

Kamu tau kan gue dan suamiku belum dikaruniai anak tanyanya lagi

Iyaa jawabku bingung.Cerita Sex Terbaru

Jadi begini Teguh, gue dan suamiku sudah mencoba beberapa cara. Tapi belum berhasil. Sedang umurku
semakin bertambah, makin sulit untuk bisa punya anak. Memang kami sudah tau masalahnya ada disuamiku
dan dia sekarang dalam terapi pengobatan, tapi mungkin suamiku butuh bantuan lain.. dari kamua kata bu
ita.

Bantuan dari saya ? maksudnya bu tanygue yang sudah dipuncak kebingungan.

Mungkin kamu bisa bantu suamiku untuk membuahi guea katanya pelan.

Maksudnya saya menyumbang sperma untuk bayi tabung ibu dan suami ibu tanygue tergagap.

Bukan, gue sudah pernah coba cara itu dan gagal. Sperma suamiku terlalu lemah. Kalau gue ulangi
sekarang tentu suamiku curiga. Lagi pula sulit untuk menukar sperma suamiku dengan spermamu nantia
jawab bu ita.

Jadi tanygue lagi.

Gue pingin kamu meniduri gue, membuahi gue sampai gue hamila jawabnya singkat.

Gue cuma bisa ternganga terhadap permintaan bu ita yang ku anggap sangat gila itu.
Tenang, jangan tguet kahuan. Kamu mirip sekali dengan suamiku, apalagi golongan darah kalian sama,
jadi anak yang lahir nanti akan sulit sekali diketahui siapa ayah sebenarnya kata bu ita meyakiniku.

Akhirnya terjawab kenapa dia tanya golongan darahku tadi. Mungkin alasan bu ita begitu gampang
menyujui waktu gue wawancara dulu salah satunya adalah rencana ini

Trus bagaimana kita melguekannya tanygue selah menenangkan diri.

Kamu ada waktu malem ini ? Kebulan suamiku lagi keluar kota sampai besok.atanya bu ita.
Gue available.a jawabku.

Kemudian bu ita menelpon kerumahnya, memberitahukan pembantunya dia tidak pulang malam itu sambil
memberi alasan. Kemudian dia mengajakku ke hotel xxx. Selah cek in, kami langsung masuk kamar.

Didalam kamar, tidak ada pembicaraan yang berarti. Bu ita langsung ijin untuk mandi, selah dia
selesai, gantian gue yang mandi.

Selah gue keluar dari kamar mandi, gue melihat bu ita yang hanya memakai bathrobe tiduran sambil
menonton tv. Gue kemudian duduk di pinggiran tempat tidur.

Bagaimana, kita mulai tanygue dengan perasaan gugup. Soalnya biasanya gue ML tujuannya cuma untuk
senang-senang, bahkan pakai alat kontrasepsi agar pasangan MLku tidak hamil. Kalau ini malah tujuannya
pengen hamil.

OKa jawab bu ita kemudian bergeser memberi gue tempat untuk naik kempat tidur.

Gue berbaring disampingnya kemudian berkata Bu, mungkin tujuan kita supaya ibu bisa hamil, tapi apa
bisa kita melguekan persubuhan ini seperti layaknya orang lain yang mencari kepuasan juga .

Gak pa-pa sayanga jawab bu ita. Gue rela kok kamu tidurin. Malah sejujurnya kamu tuh bangkitin nafsuku
bang. Ngingin gue diawal-awal pernikahankua jawab bu ita nakal.

Gue kemudian mengecup dahi bu ita, sesuatu yang selalu gue lguekan sebelum meniduri wanita. Bu ita
terseyum kecil.

Kemudian gue mengecup bibir bu ita. Bibir tipis yang selalu menarik perhatianku itu ternyata nikmat
juga. Kemudian gue mulai mencium bibirnya lagi, kali ini lebih lama dan lebih dalam.

Sambil mencium bibir mu ita, tanganku mulai bergerilya. Pertama-tama gue elus rambutnya, bu ita
membalas dengan sedikit meremas kepalgue. Kemudian tanganku turun untuk mengelus-elus tubuhnya,
walaupun masih dari luar bathrobe.

Masih sambil berciuman, perlahan gue buka tali bathrobenya. Selah membuka sebagian bathrobe bagian
atasnya, gue langsung mengelus payudaranya, ternya bu ita sudah tidak memakai bra. Awalnya gue hanya
mengelus, tapi kemudian berubah menjadi meremas. Payudaranya masih kenyal, walaupun sudah sedikit
turun, tapi sangat nikmat untuk diremas.

Kemudian gue mulai memilin-milin putingnya. Bu ita merintih pelan, kemudian melepaskan ciuman. Gue
kemudian turun sedikit untuk mulai menjilati puting bu ita. Gue muail menjelati puting yang kiri
sedang payudara yang kanan gue remas dengan tangan.

Kemudian berganti gue menjilati yang kanan sambil meremas payudara yang kiri. Sesekali gue gigit-gigit
kecil, tapi sepertinya bu ita tidak terlalu suka, dia lebih menyukai gue menyedot kencang putingnya.

Tangan kananku kemudian turun kebawah untuk membuka bathrobe bagian bawahnya hingga tubuhnya terlihat
semua. Bathrobe hanya menyangkut di tangannya. Tanganku mulai mengelus pahanya. Perlahan gue buka
sedikit pahanya untuk mengeluspaha bagian dalamnya, begitu mulus kulit bagian itu.

Tanganku naik keatas menuju selangkangan, ternyata bu ita masih memakai CD. Gue tak mau langsung ke
vaginanya hingga tanganku beralih ke pantatnya. Gue meremas pantat yang bulat ini dari dalam CDnya,
sebab gue selipkan tanganku ke dalam celananya.

Jujur gue adalah penggemar pantat dan pinggul wanita. Apalagi wanita seperti bu ita ini. Pinggulnya
ramping tapi pantatnya besar membulat.

Perlahan remasan kepantat bu ita gue alihkan ke depan. Di garis vaginanya gue merasa sudah banyak
cairan yang keluar dari vaginanya. Kemudian gue mengelus vaginanya mengikuti garis vagina. Perlahan
gue tusuk vaginanya dengan jari tengahku.

Tubuh Bu ita tersentak, pinggulnya diangkat seperti mengantarkan vaginanya untuk melahap jariku lebih
dalam. Jariku gue keluar masukkan perlahan, bu ita merintih semakin keras.

Gue turun kebawah, ingin menjilat vaginanya. Tapi Bu Ita menahan tubuhku. Gak usah Teguh, gue malua
kata Bu Ita. Langsung masukin aja sayang, gue dah gak tahana lanjut bu ita.Cerita Sex Terbaru

Gue memposisikan tubuhku diatas bu ita. kemudian gue lebarkan pahanya nsehingga selangkangannya
terbuka lebar. Gue arahkan penisku ke vaginanya. Perlahan gue usahpak penisku ke permukaan vaginanya,
tapi bu ita memandangku dengan penuh harapan supaya gue cepat memasukkan penisku ke vaginanya.

Perlahan gue dorong penisku untuk measuk ke vaginanya. Vaginanya masih ser, mungkin karena belum
pernah melahirkan. Gue mulai mengeluar masukkan penisku dari vaginanya, sedangkan bu ita merintih
keras siap penisku menghujam vaginanya.

Sesekali gue mencium bibirnya, tapi dia lebih suka merintih sambil memejamkan matanya menikmati siap
gesekan vaginanya dengan penisku. Tangan bu ita mencengkram bahuku, sepertinya dia ingin tubuhh kita
bergesekan keras agar payudaranya tergesek oleh dadgue.

Mas terus mas, terusa rintih bu ita. Sepertinya dia membayangkan suaminya yang menyubuhinya.
Sebenernya gue agak cemburu, tapi gue pikir-pikir lebih baik daripada dia merintih memanggil namgue,
nanti dia kebiasaan bisa berabe kalau dia memanggil namgue waktu bersubuh dengan suaminya.

Tiba-tiba tangan bu ita mencengkram pantatku seakan membantu dorongan penisku agar lebih kuat
menghujam vaginanya. Pinggulnya pun semakin aktif bergerak kekanan-kekiri sambil kadang berputar.
Sungguh beruntung gue bisa menikmati tubuh molek bu ita yang sangat ahli bercinta.

Tiba-tiba tangannya menekan keras pantatku kearah vaginanya. Sepertinya dia sudah orgasme. Tubuhnya
menegang tidak bergerak. Guepun menghentikan pompaanku ke vaginanya sebab tangannya begitu keras
menekan pantatku.

Selah tubuhnya berkurang kegangannya gue mulai pompaanku perlahan. Cairan orgasmenya membuat vaginanya
semakin licin. Memang vaginanya jadi berkurang daya cengkramnya, tapi kelicinannya memberikan sensasi
yang berbeda.

Gue mengangkat tubuhnya untuk berganti posisi. Tapi bu ita menolak sambil berkata Teguh please, kali
ini gaya konvensional aja ya gue pengen nikmatin besok-besok yaa. Gue melakkan tubuh bu ita lagi.

Goyangan pinggulnya makin menggila, begerak kekiri dan kekanan, tapi gue paling suka saat berputar.
Sungguh hebat goyangan bu ita. Mungkin itu goyangan terbaik dari wanita yang pernah gue tiduri.

Tangannya kembali menekan keras pantatku, bu ita sudah sampai di orgasme keduanya. Tubuhnya sangat
tegang kali ini, sampai perlu lama untuk kembali normal. Selah berkurang kegangannya, gue berkata Bu
apa kita sudahin dulu ? kayaknya ibu sudah lemas sekali kata gue.

Gak pa-pa Teguh, gue pengen sperma kamu, terusin aja.a jawab bu ita.

Gue mulai memompa lagi vaginanya dengan penisku. Kali ini vaginanya sudah benar-benar basah. Bu ita
sudah mengurangi gerakannya, mungkin dia sudah terlalu lemas.

Gue konsentrasikan pompaanku ke vaginanya hingga bu ita mulai merespon lagi. Sebenarnya gue sudah
dikit lagi ejguelasi saat bu ita tiba-tiba berteriak kencang

Arrrhgh.. Teguh gila enak banga jeri bu ita sambil menjepit tubuhku dengan kedua pahanya.

Adu gila Teguh. gue dah 3 kali keluar kamu belum keluar juga. Ayo dong Teguh, gue cari pejantan bukan
cari gigoloa kata bu ita lemah.
Gue sebenernya kasian dengan bu ita, tapi gue juga sedikit lagi ejguelasi. Gue goyang perlahan
penisku. Kali ini gue benar-benar konsentrasi menggapai orgasmeku. Tak berapa lama gue merasa spermgue
sudah sampai diujung penisku.

Bu saya dikit lagi keluar bu.a katgue sambil meniukmati sensasi luar biasa. Bu ita membantu dengan
menggoyangkan pinggulnya sambil menahan pantatku agar penisku tidak lepas dari vaginanya.

Agkh.a, crot..crot..crot..crot empat kali spermgue ku siram derask ke liang vaginanya. Bu ita menahan
pantatku kuat-kuat agar spermgue masuk kerahimnya dalam-dalam.

Baca Juga Cerita Seks Suami Selipan

Tahan sebentar Teguh, supaya spermanya masuk semuaa kata bu ita sambil menahan pantatku kearah
selangkanyannya. Selah beberapa menit baru bu ita melepaskan cengkramannya. Gue kemudian merebahkan
tubuhku disampingnya.

Malam itu gue menggagahi bu ita sampai 3 kali. Sama seperti yang pertama, gue tumpahkan seluruh
spermgue ke liang vaginanya. Selah itu persubuhannku dengan bu ita jadi acara rutin. Minimal 2 kali
seminggu gue menyubuhinya. Gue bahkan dilarang bersubuh dengan wanita lain, agar spermgue benar-benar
100% masuk ke rahimnya.

2 bulan kemudian bu ita positif hamil, tapi sampai saat ini, saat kehamilannya memasukki bulan ke 3,
gue masih rutin menyubuhi bu ita. Sepertinya bu ita tidak bisa menolak kenikmatan digagahi olehku, dan
gue tentu aja gak mau kehilangan goyangan dasyat bu Ita.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Tanteku Hamil

Cerita Sex Terbaru | Namaku Rendon ini adalah sebuah cerita tentang tante saya bernama Gisel, saya mulai aktif melakukan aktivitas seksual sewaktu saya masih 19 tahun. Teman-teman saya yang memberitahu bagaimana cara bermasturbasi dan saya mulai melakukan itu.dan saya benar-benar menikmatinya. Saya selalu ingin melakukan hubungan seks tetapi tidak mendapatkan kesempatan sampai saya kuliah. Saya kuliah di Cikupa. saya tidak kost tetapi memustuskan untuk tinggal di rumah tante Gisel yang kebetulan ada di Cikupa walaupun agak jauh dari kampus.

Cerita Sex Terbaru Tanteku Hamil

Anto Suami Tante Gisel adalah seorang Pengusaha. Tanteku sangat cantik dan proposional dengan tinggi badan 170 dan berat 56 serta buah toket gede gede montok yang membuat aku cukup sange dibuatnya. Dari hari pertama aku sudah mulai bermasturbasi dengan menghayalkan dia. Umur dia sekitar usia 33, dan mempunyai 2 orang anak , Ranny yang berusia 10 tahun dan Cariza yang berusia 7 tahun. saya menempati kamar atas yang kosong. Setelah kurang lebih satu minggu aku menjadi lebih akrab dengan Tanteku ,Segera pikiran kotor menghingapiku ketika aku berdekatan dengan dia.
Tingkah laku dia juga sangat ramah. Ia mulai sering mengajaku pergi ke mall dengan memakai mobilnya. Ia bahkan tak pernah ragu untuk membeli pakaian dalamnya di depanku. Aku baru tahu bahwa dia sangat suka menggunakan pakaian dalam yang sexy. Aku sering memuji dengan mengatakan bahwa tante lebih muda dari usia tante. Suatu hari aku tidak masuk kuliah. Saya memutuskan untuk tinggal di rumah. Pada siang hari ada film di tv, jadi saya pergi ke ruang tengah untuk menonton. Ternyata dia sedang menyiram tanaman di taman belakang dengan hanya memakai kaos longgar tanpa lengan dan celana pendek sehingga pahanya yang putih kelihatan langsung penis saya menegang melihat itu.. Saya memutuskan untuk mendapatkannya pada hari itu.

Ketika dia selesai menyiram tanaman dia langsung bergabung dengan saya. Tiba-tiba listrik mati pergi. Jadi kita mulai ngobrol tentang kehidupan perkawinannya. Aku perlahan membelokan pembicaraan dan berkata “ tante sangat cantik sekali “. Saat itu dia kaget dan melihat aku bahkan dia melihat celana saya pakai. saya yakin dia melihat kemaluanku yang mengang.

Saya berkata lagi “ Tante seperti kakaknya Ranny bukan Ibunya “
“ kamu bercanda, Roy”?

Aku berkata lagi “ sumpah Tan, apalagi kalau tante memakai Tank top dan rok pendek akan terlihat lebih muda lagi “. Saat itu dia tersenyum. Saya bertanya lagi” apakah tante dapat memakainya sekarang”

Awalnya dia menolak tapi saya terus memaksanya akhirnya dia berkata “ok”.

Langsung kemaluanku menegang dan mulai ingin keluar dari sarangnya. “tapi kamu jangan macam macam yah “Saya berjanji, setelah itu dia pergi kekamarnya dan Saya mulai memegang kemaluan saya.
Ketika ia keluar saya terpesona Dia terlihat sangat muda dan seksi. dia tersenyum dan berkata” kamu melanggar janjimu.Aku Cuma tersenyum. Buah dadanya kelihatan seperti mau muntah dari tanktopnya dan putingnya keliahatan tercetak ternyata dia tidak memakai bra kebawahnya dia hanya memakai rok mini sehingga kakinya yang panjang telihat sangat sexy. Aku pergi mendekatinya dan berkata “saya ingin mencium Tante “ tapi dia menolak aku tak mau kehilangan buruanku aku pegang pinggangnya dan mulai menciumnya, untuk beberapa waktu dia berusaha melakukan perlawanan tetapi kemudian ia berhenti mencoba. Saya merasakan nafas dia sudah tidak teratur.saya mulai meremas pantatnya dan dia mengangkat roknya ke atas serta memasukan tangan saya ke dalam celana dalamnya dari belakang dan menekankan pantatnya dengan keras.Cerita Sex Terbaru

Hingga akhirnya ia berhenti melawan. Aku terus menciumnya dan mulai meremasi dadanya yang besar Saya membawa dia ke Sofa. Setelah sekitar 20 menit kami saling berciuman dan saling meraba, Tante Gisel melepaskan pelukan dan ciumannya. Lalu Tante Giselmenuntun tanganku untuk membuka bajunya. Tanpa diminta dua kali, tanganku pun mulai beraksi melepas Tanktop Tante Gisel.

“Tetek Gisel gede banget sih. Rendon suka deh,” kataku sambil meraba payudara Tante Gisel.
“Jangan diliatin aja donk Sayang..! Dijilat dan disRendont donk Sayang..!” pinta Tante Gisel.

Tanpa dikomando dua kali, aku langsung saja menjilati payudara Tante Gisel yang sebelah kanan. Sedangkan tangan kananku meremas-remas payudara Tante Gisel yang sebelah kiri.

“Aahh.. Ohh.. fish..!” teriak Tante Gisel ketika buah dadanya kujilat dan kusedot-sedot.

Secara bergantian payudara Tante Gisel kusedot dan kujilati, sedangkan tangan kanan Tante Gisel meremas-remas batang penisku dari luar celana dalamku. Dan tanpa sadar, Tante Gisel berusaha melepaskan celana dalamku. Tanteku menaikkan pinggulnya saat kutarik rok mininya. Aku melihat celana dalam yang Tanteku kenakan sudah basah. Aku kemudian mencium celana dalam Tanteku tepat di atas kemaluannya dan meremasnya. Dengan cepat kutarik celana dalam Tanteku dan melemparkannya ke sisi ranjang, dan terlihatlah olehku pemandangan yang sangat indah. Lubang kemaluan Tanteku ditumbuhi bulu halus yang tidak terlalu lebat, hingga garis lubang kemaluan Tanteku terlihat.

“Don, penis kamu gede bauanget,” kata Tanteku takjub melihat batang penisku yang sudah menegang.
“Masa sih Don.?” tanyaku seakan tidak percaya,

Tanteku dengan tangan kanannya terus meremas-remas kemaluaku. Dan tidak lama Tanteku pun berjongkok, lalu tersenyum. Tanteku mendekatkan wajahnya ke kemaluanku, lalu mulai mengeluarkan lidahnya.

“Uuhh.. aahh.. enak Don..!” aku berteriak ketika lidah Tanteku mulai menyentuh kepala penisku.
Tanteku masih menjilati penisku, mulai dari pangkal sampai ujung kepala penisku. Dan kedua bijiku pun tidak terlewatkan oleh lidah Tanteku. Aku hanya memejamkan mata sambil mendesah-desah memperoleh perlakuan seperti itu.
Setelah sekitar sepuluh menit, aku merasa kemaluanku berada di sebuah lubang yang hangat. Aku pun membuka mataku dan melihat ke bawah. Ternyata sekarang separuh penisku sudah masuk ke mulut Tanteku.

“Aahh.. oohh.. yeeahh.. enaakk ba..nget Donnn..!” teriakku lagi.

Kuperhatikan penisku diemut-emut oleh Tanteku tanpa mengenai giginya sedikit pun. Lidah Tanteku bergerak-gerak dengan lincah seperti ular. Dan sekarang kulihat Tanteku menyEdot-nyendot bulu kemaluaku seperti mau dikeramasi.

“Donn.. enak Giselaaa..!” aku hanya dapat berteriak.

dengan cepat dan liar Tanteku mengocok batang kemaluanku di dalam mulutnya. Aku sudah tidak tahan lagi, kenikmatan yang kurasakan sangat luar biasa dan tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata, dan akhirnya aku sudah tidak tahan lagi dan.. “Cret.. cret.. crett..” maniku kusemprotlkan di dalam mulut Tanteku. Setelah itu Tanteku berdiri lalu duduk di sebelahku. Kedua kakinya dikangkangkan sehingga aku dapat melihat vaginanya dengan jelas.

“Sayang, sekarang kamu jilatin memiawku ini..!” kata Tanteku sambil menunjuk ke arah vaginanya.
Setelah itu Tanteku tidur telentang di lantai. Aku langsung saja menuju bagian bawah pusar Tanteku. Kudekatkan wajahku ke vagina Tanteku, lalu kukeluarkan lidahku dan mulai menjilati vaginanya.

“Ahh.. fuuckk.. yeaahh.. shiitt.. hisapnya itilnya Sayang..!” Tanteku hanya dapat meracau saat kujilati vagina dan klitorisnya kuhisap-hisap.

“Ohh.. Aahh.. fuuck.. mee.. yeaahh.. masukin penismu sekarang Sayang..! Aku udah nggak tahan..!” pinta Tanteku memohon.

Aku pun perlahan bangun dan mensejajarkan tubuhku dengan Tanteku . Kugenggam batang penisku, lalu perlahan-lahan kudorong pantatku menuju vagina Tanteku. Aku buka lebar paha Tanteku, lalu aku arahkan penisku ke memiaw Tanteku yang sudah basah dan licin. Tangan Tanteku segera memegang penisku lalu mengarahkannya ke lubang memiawnya. Tak lama.. Bless.. penisku langsung memompa memiaw Tanteku Terasa seret, dan enak rasanya menjepit penisku..Cerita Sex Terbaru

“Ohh.. Sshh.. Oh, Rendon.. Mmhh…” desah Tanteku ketika aku memompa penisku agak cepat.
Tanteku mengimbangi gerakanku dengan goyangan pinggulnya. Tak lama, tiba-tiba Tanteku bergetar lalu tubuhnya agak mengejang.

“Oh, Do..Aku mau keluarr.. Mmhh…” jerit kecil Tanteku.
“Terus setubuhi Aku…” desahnya lagi.

Beberapa saat kemudian tubuh tanteku melemah aku yang juga keluar tanpa melepaskan penisku dari vagina Tanteku cepat membalikan tubuhnya hingga menungging “Aduhh.. enak.. sekali Sayang..! Kamu.. pin..tarr.. Sayang..!” jerit Tanteku ketika kusetubuhi dari belakang . aku terus mengentotnya dengan cepat. Tanteku pun membalas dengan menggoyangkan pantatnya dengan cepat,pula dan terasa ada cairan hangat yang menyembur di dalam tubuhnya.sepertinya dia mengalami orgasme kembali “ aku keluar lagi sayang…. Kamu hebat “ mengetahui hal itu aku terus mengenjotnya dengan cepat karena aku juga merasakan akan keluar Dan memang, aku sudah tidak tahan lagi.

Baca JUga Cerita Seks Tante Muontok

Gerakanku makin cepat, nafas makin memburu dan dengan mengerang parau, muncratlah spermaku di dalam vaginanya, crot.. crot.. crott.., dan Tanteku yang juga kelihatannya kembali mencapai orgasme yang ketiga, mengetahui aku sudah keluar, ia memutar-mutar pinggulnya kesana kemari membuat penisku ngilu dan seperti diputar-putar. Dan kemudian ia memiawik tertahan sambil melentingkan tubuhnya dan terkulai lemas.

Kami kemudian terlelap tidur karena kecapaian 1 jam kemudian kami terbangun dan Tanteku mengajak mandi bareng di kamar mandi kembali kami melakukannya .

Semenjak saat itu kami hampir tiap hari mengulangi persetubuhan ini siang ketika rumah sedang sepi sebelum aku berangkat kuliah dan malam malam sering tanteku masuk ke kamarku sehingga sebulan kemudian tanteku berkata “ kamu akan menjadi ayah sayang” selama kehamilannya Tanteku malah semakin bergairah dalam melakukan hubungan badan sampai bulan kedelapan kehamilannya pun kami terus berhubungan.

Akhirnya Tanteku melahirkan bayi perempuan yang dia beri nama Yolla.
Selama 5 tahun aku kuliah dan tinggal di rumah tanteku, tanteku telah melahirkan 3 orang anak yang semuanya adalah hasil perbuatanku.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Horny Di Kos an

Cerita Sex Terbaru | Setelah kejadian kemarin yang aku share kepada pembaca dewasa “mesum didalam mobil” saat itu aku
sedang makan di kantin bersama Sinta, kami bercanda sambil gosipin menunggu jam kuliah masuk, saat itu
pukul 13.00 bisa kebayang jam seperti itu kantin pasti penuh, saking asyknya kita bercanda aku
dikagetkan dengan seseorang yang menpuk pundakku.

Cerita Sex Terbaru Horny Di Kos an

“Helo girls, gabung yah, penuh nih !” sapa orang itu yang ternyata si Dimas, salah satu playboy
kampusku yang dua minggu lalu terlibat ML denganku (baca mesum didalam mobil)

“Penuh apa alasan buat bisa deketin kita, heh ?” goda Sinta padanya.

“Iya nih, dasar, itu tuh disana aja kan ada yang kosong, hus…hus..!!” kataku dengan nada
bercanda“Maunya sih…cuma kalo gua disana takutnya ada yang merhatiin gua, jadi mendingan gua deketin
sekalian” kelakarnya dengan gaya khas seorang playboy.“Gila ga tau malu amat, jijay lo !” sambil
kucubit lengannya

Kami bertiga menikmati makan dan obrolan kami semakin seru dengan datangnya pemuda ini. Harus kuakui
Dimas memang pandai berkomunikasi dengan wanita dan menarik perhatian mereka. Dalam empat sekawan
geng-ku saja dia sudah pernah menikmati petualangan sex dengan tiga diantaranya (termasuk aku),
tinggal si Indah yang belum dia rasakan.

“Kuliah jam berapa lagi nih kalian ?” tanyanya“Gua sih masih lama, jam tiga nanti, pulang tanggung”
jawabku“Kalo gua sih sebentar lagi jam satu masuk, BT deh kuliahnya Bu Dinah yang killer itu” jawab
Sinta sambil mengelap mulutnya dengan tisu.

“Halo Ci….hai Nana (Sinta) !” sapa Indah yang tiba-tiba nongol dari keramaian orang lalu duduk di
sebelah Sinta.

Hari itu Indah tampil dengan penampilan barunya yaitu rambutnya yang panjang itu dicat coklat sehingga
nampak seperti cewek indo. Dia terlihat begitu menawan dengan baju pink yang bahunya terbuka dipadu
celana panjang putih.

Kuperkenalkan Dimas pada Indah, berbeda dengan kami bertiga yang dari fakultas yang sama, Sastra
Inggris, Indah berasal dari Fakultas Ekonomi sehingga dia belum mengenal Dimas. Begitu kenal dengan
Indah, Dimas langsung beraksi dengan kata-kata dan pujian gombalnya.

Dengan sifat Indah yang gaul itu mereka cepat akrab dan omongannya nyambung.“Dasar aligator darat”
begitu gumamku dalam hati sambil menyedot minumanku.Tak lama kemudian HP Sinta berdering lalu dia
pamitan karena ada janji mau mengerjakan tugas kelompok dengan temannya di perpustakaan.

Jadi sekarang tinggallah kami bertiga.“Ngapain yah enaknya sambil nunggu, bosen kan disini terus ?”
kata Indah setelah menghabiskan kentang goreng dan minumnya. Ternyata dia sedang menunggu kuliah jam
tiga juga.

“Ke kost gua gimana ? gua sih dah beres ga ada apa-apa lagi” usul DimasKami pun mengiyakan daripada
menunggu dua jam lebih di kampus, di kostnya kan banyak film jadi bisa nonton dulu. Kami pun berjalan
ke gerbang samping yang menuju ke kostnya setelah membayar makan.

Hanya dalam lima menit kami sudah tiba di tujuan. Kostnya cukup besar dan bagus karena termasuk kost
yang mahal di daerah sini, terdiri dari dua tingkat dengan kamar mandi di kamar masing-masing.

Penghuninya campur pria-wanita, tapi menurut Dimas lebih dari setengahnya wanita, makannya dia betah
di sini.“Welcome to my room, sori yah rada berantakan” dia membukakan pintu dan mempersilahkan kami
masuk ke kamarnya di tingkat dua.

Ini bukan pertama kalinya aku ke sini, aku bahkan pernah ML disini saat one night stand dengannya.
Pada temboknya terpampang beberapa poster pemain sepak bola, juga ada sebuah poster anime Kenshin.
Foto pacarnya yang kuliah di luar negri dipajang diatas meja belajarnya yang sedikit acak-acakan.

Kami ngobrol-ngobrol sambil menikmati snack hingga akhirnya obrolan kami mulai menjurus ke masalah
seks. Dimas tanpa basa-basi menawarkan nonton film bokep koleksinya, dipilihnya salah satu vcd bokep
Jepang favoritnya.

Aku tidak ingat judulnya, yang pasti adegannya membuatku merinding. Kami bertiga hening menatapi layar
komputer seakan terhanyut dalam adegan yang pemerkosaan masal seorang wanita oleh beberapa pria,
sperma pria-pria itu berhamburan membasahi si wanita.Cerita Sex Terbaru

Darahku serasa memanas dan selangkanganku mulai basah. Indah di sebelahku juga mulai gelisah, dia
terlihat menggesek-gesekkan kedua pahanya. Dan, si Dimas….oh dia meremas-remas tangan Indah, dia juga
mulai berani mengelus lengannya.

Melihat reaksi Indah yang malu-malu mau dan sudah terangsang berat, Dimas makin berani mendekatkan
mulutnya ke pundak Indah yang terbuka. Indah menggelinjang kecil merasakan hembusan nafas Dimas pada
leher dan pundaknya.

Karena sudah merasa horny, ditambah lagi Dimas dan Indah mulai beraksi, akupun tidak malu-malu lagi
mengekspresikan nafsuku pada Indah yang duduk paling dekat denganku. Tanganku merayap lewat bagian
bawah bajunya dan terus menyelinap ke balik bra-nya.

Aku dapat merasakan putingnya makin mengeras ketika kumain-mainkan dengan jariku. Mulutku saling
berpagutan dengannya, lidah kami saling beradu dan bertukar ludah. Sementara di sebelah sana, Dimas
mulai menjilati leher dan pundaknya, disibakkannya rambut panjang itu lalu dihirupnya wangi tubuhnya
sebelum cupangannya berlanjut ke leher dan belakang telinganya.

Indah mendesah tertahan menikmati perlakuan ini, tangannya mulai bergerak meraih penis Dimas yang
masih tertutup celana jeansnya, diraba-rabanya benda yang sudah mengeras itu dari luar. Ciuman Dimas
menurun lagi ke bahu Indah sambil menurunkan pakaian dengan bahu terbuka itu secara perlahan-lahan,
suatu cara profesional dan erotis dalam menelanjangi seorang wanita.

Aku juga ikut menurunkan pakaian Indah dari sebelah kiri sehingga pakaian itu sekarang menggantung di
perutnya. Dengan cekatan Dimas menurunkan cup BH kanannya dan langsung melumatnya dengan rakus.

Indah melenguh merasakan payudaranya dihisap kuat oleh Dimas. Aku sekarang melepaskan pakaianku
sendiri hingga bugil lalu mendekati Dimas yang sudah merebahkan tubuh Indah di ranjangnya. Kupeluk
pinggangnya dari belakang dan melepaskan sabuknya disusul resleting celananya.

Dimas berhenti sejenak untuk membiarkanku melucuti dirinya, disaat yang sama Indah juga melepasi
pakaiannya. Kini kami bertiga sudah telanjang bulat. Kami menyuruh Dimas rebahan di ranjang agar bisa
menservis penisnya. Penis yang sudah mengeras kukocok dan kujilati, lalu kumasukkan ke mulutku.

Bersama dengan Indah, kami bergantian melayani ‘adik’ Dimas dengan jilatan dan emutan. Indah melakukan
aktivitasnya dengan terngkurap diatas tubuh Dimas dengan kata lain mereka dalam posisi 69, jadi Dimas
bisa menikmati vagina Indah sementara kami berdua menikmati penisnya.

Dimas sangat menikmati vagina Indah, hal ini nampak dari cara dia menjilat dan menyedot liang itu,
terkadang suara hisapannya terdengar jelas sehingga membuat Indah mengerang pendek. Beberapa menit
kemudian Indah mengerang lebih panjang dan suara seruput Dimas terdengar lebih jelas, ternyata Indah
sudah mencapai orgasme pertama.

Dimas mengganti posisi, Indah disuruh telungkup di ranjang dan pantatnya diangkat menungging, Dimas
sendiri mengambil posisi di belakangnya dan mengarahkan senjatanya ke vagina Indah. Indah merintih
sambil meremas sprei menikmati penis Dimas melesak masuk membelah bibir bawahnya.

Ketika penis itu masuk sebagian, Dimas menghentakkan pinggulnya dengan bertenaga sehingga penisnya
amblas seluruhnya dalam vagina Indah. Tubuhnya tersentak pelan dengan mata membelakak diikuti dengan
erangan nikmatnya.

Dimas memompa Indah dengan gerakan-gerakan yang mantap dan erotis sehingga Indah tidak sanggup berkata
apa-apa selain mengap-mengap keenakan. Kedua tangannya menjelajahi payudara Indah yang berukuran
sedang tapi padat, kedua putingnya dipencet-pencet atau dipelintir.

Aku sendiri yang tidak tahan hanya menonton mengambil posisi berselonjor di depan Indah, kedua pahaku
kubuka lebar dan kudekatkan ke wajah Indah.“Dah…jilatin punya gua yah…ga tahan nih !”Indah mulai
menjilati paha dan vaginaku, lidahnya menari-nari menggelikitik klitorisku yang sudah menegang
sementara tangannya meraih payudaraku dan mencubit-cubit putingku.

Lidah Indah memberi rangsangan tak terkira pada kemaluanku sehingga aku tidak tahan untuk tak
mendesah. Desahan kami bertiga pun terdengar memenuhi kamar ini. Kami berganti posisi menjadi woman on
top, Indah bergoyang di atas penis Dimas dan aku naik ke wajah Dimas berhadapan dengan Indah, kini
vaginaku dilayani oleh Dimas dengan lidahnya.

Sambil terus bergoyang aku berciuman dengan Indah, aku kembali menikmati lidah sesama jenisku, kami
bercipokan sambil mengeluarkan desahan-desahan tertahan. Ciuman Indah terus turun ke leherku hingga
berhenti di payudara kananku, sebuah gigitan kecil disertai hisapan pada daerah itu membuatku
menggeliat, disusul tangan Dimas menjulur dari bawah mencaplok yang kiri.

Ooohh…sepertinya bagian sensitifku diserang semua, lidah Dimas yang dikeraskan itu melesak masuk lebih
dalam dan bergoyang menggelikitik dinding kemaluanku, tangannya yang satu meremas dan sesekali menepuk
pantatku yang sekal.

Aku semakin erat mendekap Indah sambil satu tanganku meremas payudaranya. Tak lama kemudian aku merasa
sesuatu yang mendesak keluar dari bawah sana, ahh…aku tak sanggup lagi menahan cairan cinta yang mulai
membasahi vaginaku.

Hal yang sama juga dialami Indah tak lama kemudian, dia melepas emutannya pada putingku, nafasnya
makin memburu dan dia menaik-turunkan tubuhnya dengan lebih cepat.

Tubuh kami berdua mengejang hebat dan erangan klimaks keluar dari mulut kami. Dimas menusuk-nusukkan
jarinya ke vaginaku membuat cairan itu makin membanjir dan tubuhku makin tak terkendali, aku mendesah
panjang tanpa mempedulikan rasa sakit dari kuku Indah yang mencakar lenganku.

Cairanku diseruput Dimas dengan rakusnya, vagina Indah juga mengeluarkan banyak cairan sehingga
menimbulkan bunyi kecipak air. Goyangan kami mulai mereda, kami berpelukan menikmati sisa-sisa orgasme
barusan, kami menghimpun nafas kami yang kacau balau, keringat seperti embun membasahi dahi dan tubuh
kami.

Akhirnya kujatuhkan diriku ke samping dan Indah jatuh di dekapan Dimas. Dimas menoleh ke samping
bertatapan muka denganku lalu mengembangkan senyum, nampak mulutnya masih basah oleh cairan cintaku.
Hebat juga dia, bisa membuat dua wanita klimaks dalam waktu hampir bersamaan, begitu pujiku dalam
hati.

“Gimana girls, ready for next round ? gua belum keluar nih” katanya sambil mengelus rambut panjang
Indah.

“Hhhh…lu duaan aja dulu deh, gua kumpul tenaga dulu. Heh sialan lu Ndah, pakai cakar-cakaran segala
sakit tau, nih !” omelku memperlihatkan bekas cakaran di lengan kiriku yang sedikit berdarah sambil
mencubit lengannya.

“Hihihi…sory dong Ci, tadi kan kita lagi lupa daratan lagi, yang penting kan enjoy juga” jawabnya
santai sambil tersenyum kecil.Sebentar kemudian Dimas sudah membalikkan tubuh Indah menjadi telentang
dibawahnya, lalu kembali penisnya dimasukkan ke vagina Indah diiringi desahannya.

Ranjang ini sudah mulai bergetar lagi oleh goyangan tubuh mereka. Sambil menggenjot Dimas meraih
payudaraku dan memencetnya lembut sebagai sinyal mengajakku segera bergabung.“Ntar yah, gua mo minum
dulu nih, haus” kataku sambil bangkit berdiri dan mengambil sebuah gelas, aku membuka kran dispenser
yang terletak di dekat jendela untuk mengisi air.

Ketika sedang meneguk air tiba-tiba aku mendengar suara kresek-kresek di pintu. Kutajamkan
pendengaranku dan melihat ada seperti bayangan di celah bawah pintu, pasti seseorang mengintip kami
pikirku.

Aku tadinya bermaksud memberitahu mereka, tapi sebaiknya kuselidiki sendiri karena mereka sedang sibuk
berpacu dengan nafsu sampai tidak begitu menghiraukanku. Kusingkap sedikit tirai jendela untuk melihat
siapa di luar sana, ada seseorang pria sedang menempelkan telinganya pada pintu, dia juga berusaha
mencari-cari lubang untuk mengintip, tapi wajahnya tidak jelas.

Dalam pikiranku terbesit sebaiknya kuajak saja dia untuk meramaikan, mumpung aku daritadi belum
dimasuki penis karena Dimas sedang asyik menggumuli Indah. Maka sebelumnya aku melihat dulu sekeliling
apa ada orang lain lagi selain dia, letak kamar ini cukup strategis agak ujung dan jauh dari
keramaian,

Setelah yakin tidak ada siapapun lagi selain pengintip ini kuberanikan diri membuka pintu
mengejutkannya. Pelan-pelan gagang pintu kuputar dan…hiya…orang itu terdorong masuk karena sedang
menyandarkan tubuhnya pada pintu, dengan cekatan pintu kembali kututup. Orang itu benar-benar
terkejut, bingung, dan terangsang melihat sekelilingnya bugil dan ada yang bersenggama pula.

Dimas dan Indah yang sedang berasyik-masyuk kontan ikut terkejut, Indah menyambar guling untuk
menutupi tubuhnya dan menjerit kecil. Belakangan aku tahu dia adalah kacung di kost ini, namanya
Dadan, usianya masih 17 tahun, anaknya tinggi kurus dan berkulit sawo matang.

Tadinya dia cuma mau mengambil barang di gudang yang kebetulan harus lewat kamar ini, ketika itu lah
dia mendengar suara-suara aneh dan terpancing untuk mendengar dan mengintipnya. Dia langsung
tertunduk-tunduk minta maaf berkali-kali karena dimarahi Dimas yang merasa gusar diintip olehnya.

Namun ketika Dimas merenggut kerah baju pemuda itu dan hendak memukulnya buru-buru aku mencegah dan
menenangkan si Dimas yang bertemperamen tinggi.

“Ehhh…udah-udah, dia kan ga sengaja tadi, kita juga yang salah terlalu keras suaranya…udah lu sana aja
terusin pestanya sama Indah, biar dia gua yang urus, lagian di sini kurang cowoknya” bujukku
mengedipkan sebelah mata pada Dimas.

Kuelus-elus dada Dimas dan berusaha menenangkannya, setelah kubujuk-bujuk akhirnya dia mundur
juga.“Tenang Mas, lu orang terusin aja, biar gua urus yang ini”Cerita Sex Terbaru

Akupun tersenyum padanya mencoba mengajak bicara sambil memegangi kedua lengannya, kurasakan tubuhnya
masih agak gemetar dan tertunduk, entah karena tegang, kaget, atau malu.

“Nama lu Dadan ya ?” tanyaku dengan lembut dan dijawab dengan anggukan kepalanya.“Lu tadi udah ngeliat
apa aja Dan ?” tanyaku lebih lanjut

“Belum liat apa-apa kok Non, sumpah…saya cuma denger suara-suara terus saya cari tau” jawabnya
terbata-bata

“Terus kamu tau apa yang kita kerjain barusan itu ?” dijawab lagi dengan anggukan kepala“Kamu pernah
ngerasain ngentot sebelumnya ?”

“Nggak pernah Non, paling cuma liat di VCD sambil coli”

“Ya udah Dan, berhubung kamu udah disini gimana kalau mbak ajarin kamu soal gituan” aku tersenyum lagi
dan mengangkat wajahnya yang tertunduk, walaupun gugup tapi matanya terus ke arah tubuhku yang polos,
sebentar-sebentar juga melihat ke arah Indah

“Sini Mbak bukain bajunya, biar enakan, ayo…jangan malu-malu disini semua bugil kok !” kulucuti
pakaiannya tanpa menunggu responnya, dia masih malu-malu menutupi penisnya dengan tangan.

Kutepis tangannya dan kugenggam penis yang masih setengah tegang itu, aku berlutut di depannya dan
mulai menjilati benda itu, kemasukkan bagian kepalanya ke mulutku dan kuemut pelan. Aku melirik ke
atas melihat reaksi wajahnya dengan mata merem-melek dan menelan ludah memperhatikan aku mengoralnya.

Makin kukocok benda itu terasa makin keras dan besar, memang ga jumbo size sih, namanya juga ABG, tapi
kerasnya lumayan.“Hmmmhhh…Mbak…geli mbak !” erangnya gemetaran.“Udah jangan cerewet, dikasih enak
gratisan malah bawel, nanti juga ketagihan kok” jawabku.

Tiba-tiba terdengarlah suara musik heavy metal mengalun di kamar ini, sambil terus menyepong
kulirikkan bola mataku ke arah suara. Ternyata si Dimas menyalakan MP3 di komputernya dan menyetel
volume suaranya untuk meredam suara kami.

Kemudian mereka yang tadinya melongo memperhatikanku mengerjai anak muda sudah mulai lagi dengan
kesibukan mereka. Kini Dimas menaikkan kedua tungkai Indah ke bahunya dan kembali melesakkan penisnya
ke vaginanya.

Setelah beberapa kumainkan dalam mulutku, penis itu mulai berkedut-kedut, pemiliknya juga mendesah
makin tak karuan. Akupun semakin dalam menelan benda itu hingga menyentuh daging lunak di
tenggorokanku.

“Mbak…ohhh…enakk banget mbak…aahhh !” desahnya panjang bersamaan dengan spermanya yang ngecret di
dalam mulutkuPipiku sampai kempot mengisap dan menelan cairan itu dengan nikmat, tak setetes pun
tertinggal. Kemudian akupun bangkit berdiri sambil tetap menggenggam penisnya yang masih ngaceng tapi
agak berkurang tegangnya.

“Gimana Dan, pernah diginiin ga sama cewek sebelumnya, rasanya gimana ?” tanyaku dengan senyum
nakal.“Baru pertama kali mbak…he-eh emang enak banget” katanya masih dengan nafas terengah-engah.

“Ini baru pemanasan Dan, masih banyak yang lebih enak kok, yuk sini deh !” kataku seraya menaikkan
pantat ke meja belajar dan mekangkangkan kedua belah paha mulusku.Kubimbing penisnya ke arah vaginaku
yang terkuak lebar, setelah tepat sasaran kusuruh dia menggerakkan pinggulnya ke depan.

Blesss….terbenamlah penis itu ke dalamku diiringi desahan nikmat kami. Tanpa kuajari lagi dia mulai
menggerak-gerakkan pinggulnya maju-mundur, sodokannya walaupun terasa makin mantap tapi rasanya masih
ada yang kurang yaitu dia tidak memberi rangsangan pada bagian sensitifku lainnya, maklumlah namanya
juga perjaka, masih amatiran.

Aku harus terus berinisiatif mengajarinya, maka kutarik kepalanya mendekati payudaraku yang membusung,
kusuruh dia mengeyotnya sepuas hati. Barulah dia mulai berani menjilati dan mengulum payudaraku,
bahkan tangan satunya kini aktif menggerayangi payudaraku yang lain.
Entah karena terlalu nafsu atau kelepasan dia gigit putingku yang kanan dengan cukup keras, sampai aku
menjerit.“Aakkhh…Dan sakit, jangan keras-keras dong !”Di seberang sana Indah sudah dibuat orgasme
entah yang keberapa kalinya.

Tak sampai lima menit berikutnya Dimas pun mendesah panjang mencapai klimaksnya, dia mencabut penisnya
dari vagina Indah dan menumpahkan isinya diatas perut rata Indah. Merekapun roboh bersebelahan, Indah
mengusap-ngusapkan sperma itu ke tubuhnya dan menjilati sisi-sisanya di jari.

Dadan masih terus menyodokku dari depan, gairahku makin memuncak saja, vaginaku terasa makin panas
akibat gesekan dengan penisnya, suara erangan kami terlarut bersama dengan dentuman musik rock dari
komputer.

Bosan dengan posisi ini, dia memintaku ganti gaya. Sekarang kami melakukannya dengan gaya berdiri, aku
berpegangan pada tepi meja sambil disodok dari belakang, dengan posisi demikian tangannya lebih bebas
menggerayangi payudaraku yang bergantung, putingku dipencet dan dipilin-pilin terkadang agak kasar
sampai benda itu mencuat tegang.

“Dan…tambah cepet dong…mbak udah mau nih…!!” aku mengerang lirih saat kurasakan klimaks sudah
diambang.

“Ooohhh…ahhh…saya juga….kok rasanya tambah…enak mbak” sahutnya dengan menambah goyangannya

“Keluarin di…dalam….jangan cabut kontol lu…ahh” kataku dengan suara bergetarKamipun mencapai orgasme
bersama, tubuhku menggelinjang hebat, aku berteriak seolah mengiringi lagu di komputer, kepalaku
terangkat dan mataku merem-melek.

Si Dadan juga mendesah nikmat merasakan orgasme pertamanya bersama seorang wanita. Spermanya menyembur
banyak sekali di dalam rahimku, cairan hangat dan kental itu juga membasahi daerah selangkanganku
serta sebagian meleleh turun ke pahaku.

Tubuhku lemas bersimbah peluh dan jatuh terduduk di kursi terdekat. Kubentangkan pahaku lebar-lebar
agar bagian itu mendapat angin segar, soalnya rasanya panas banget setelah begitu lama bergesekan.
Liang kenikmatanku nampak menganga dan sisa-sisa cairan persengamaan masih menetes sehingga membasahi
kursi di bawahnya.

“Saya mau lagi dong Mbak, abis memek Mbak legit banget sih, lagi yah Mbak !” pintanya sambil
menggenggam penisnya yang masih tegang itu di dekat wajahku.“Iyah, tapi nanti yah, Mbak istirahat
sebentar” jawabku sambil mengelap keringat di wajahku dengan tisu.

Kulihat Dimas bangkit dan mendekatiku, senjatanya sudah dalam posisi siap tempur lagi setelah cukup
istirahat. Dia belai rambutku dan meraih tanganku untuk digenggamkan pada penisnya.

“Yuk, Cit…sambil kumpulin tenaga, kasih senjata gua amunisi dulu dong !” pintanyaAkupun memijati benda
itu diselingi jilatan. Melihat si Dadan yang bengong aku pun menarik tangannya menyuruh berdiri di
sisi kananku.

Maka dihadapanku sekarang mengacunglah dua batang senjata yang saling berhadapan dan masing-masing
kugenggam dengan kedua tanganku. Kugerakkan tangaku mengocok keduanya, mulutku juga turut melayani
silih berganti.

Merasa cukup dengan pemanasan, Dimas menyuruhku berhenti, dan menyuruhku bangun dulu, lalu dia duduki
kursi itu baru menyuruhku duduk lagi di pangkuannya (sepertinya mau gaya berpangkuan deh).

Dengan agak kasar dia menyuruh Dadan menyingkir“Heh, sana lo….kali ini giliran gua tau, jangan ganggu
lagi !”

“Eee…udah jangan galak ah, gitu-gitu juga dia kan yang bantu-bantu lu orang di sini” sahutku mengelus
lengan Dimas.“Dan lu minta mbak yang itu aja buat ngajarin lu” lanjutku “Dah mau yang ajarin dia
bentar kan, masih pemula nih”

Sekarang Dadan tidak segrogi saat pertama main denganku barusan, dia menindih tubuh Indah yang masih
terbaring. Indah mengajarinya teknik berciuman, nampaknya Dadan cepat dalam mempelajari teknik-teknik
bercinta yang kami ajarkan,

Sebentar saja dia sudah nampak beradu lidah dengan panasnya bersama Indah, tangannya juga kini lebih
aktif menjelajahi lekuk-lekuk tubuh Indah memberi rangsangan. Indah yang gairahnya sudah bangkit lagi
merespon dengan tak kalah hebat.

Dia berguling ke samping sehingga dia kini di atas Dadan, lidahnya tetap bermain-main dengan lidah
lawannya sementara tangan lembutnya meraih penis pemuda tanggung itu serta mengocoknya, Dadan
mendesah-desah tak karuan menghadapi keliaran Indah.

Indah membimbing penis itu memasuki vaginanya, dengan posisi berlutut dia turunkan tubuhnya hingga
penis itu melesak masuk ke dalamnya. Kemudian mulailah dia menaik-turunkan tubuhnya dengan gencar
membuat pemuda tanggung itu kelabakan. Kedua tangan Dadan mencengkram kedua payudara Indah dan
meremasinya dengan bernafsu.

Di tempat lain aku sedang asyik menggoyangkan tubuhku di pangkuan Dimas. Vaginaku dihujam penisnya
yang sekeras batu itu. Otot-otot kemaluanku serasa berkontraksi makin cepat memijati miliknya.

Tangannya yang mendekapku dari belakang terus saja menggerayangi payudaraku dengan variasi remasan
lembut dan kasar. Kutengokkan wajahku agar bisa berciuman dengannya, lidah kami saling membelit dan
beradu dengan panasnya.Cerita Sex Terbaru

Beberapa menit kemudian mulutnya merambat ke telingaku, dengusan nafasnya dan jilatannya membuatku
merinding dan makin terbakar birahi. Mulutnya terus mengembara ke tenguk, leher, dan pundakku
meninggalkan bekas liur maupun bercak merah.

Tanpa terasa goyangan tubuh kami semakin dahsyat sampai kursinya ikut bergoyang, kalau saja bahannya
jelek mungkin sudah patah tuh kursi. Posisi ini berlangsung 20 menit lamanya karena kami begitu
terhanyut menikmatinya. Selama itu terdengar dua SMS yang masuk ke ponselku namun tak kuhiraukan agar
tak merusak suasana.

Akhirnya akupun tak bisa menahan orgasmeku, tubuhku kembali menggelinjang dahsyat, pandanganku serasa
berkunang-kunang. Mengetahui aku akan segera keluar, dia makin bergairah, tubuhku ditekan-tekan
sehingga penisnya menusuk lebih dalam, tangannya pun semakin kasar meremasi payudaraku.

“Aaaahhkkkk….!” jeritku bersamaan dengan lagu mp3 yang hampir berakhirKugenggam erat lengan Dimas dan
menggigit bibir merasakan gelombang dahsyat itu melanda tubuhku. Aku merasakan cairan cinta yang
mengalir hangat pada selangkanganku.

Akupun akhirnya bersandar lemas dalam dekapannya, penisnya tetap menancap di vaginaku, nafas kami
tersenggal-senggal dan keringatpun bercucuran dengan derasnya. Kemudian dia angkat tubuhku hingga
penisnya tercabut, tangan satunya menyelinap ke lipatan pahaku.

Diangkatnya tubuhku dengan kedua lengan, aku menjerit kecil saat dia tiba-tiba menaikkanku ke
lengannya karena kaget dan takut jatuh. Dibawanya aku ke ranjang lalu diturunkan di sana, nafasku
belum teratur sehingga nampak sekali dadaku turun naik seperti gunung mau meletus.

Tepat disebelah kami Dadan sedang menindih tubuh telanjang Indah dengan gerak naik-turun yang cepat.
Indah hanya bisa menggelinjang dan mendesah, rambut panjangnya sudah kusut tak karuan, matanya menatap
kosong pada kami.

“Lagi yah Ci, dikit lagi tanggung gua belum keluar nih” pinta Dimas sambil merenggangkan kedua
pahaku.Aku hanya pasrah saja mengikuti apa maunya. Dengan lancar penisnya yang sudah basah dan licin
itu meluncur ke dalam vaginaku, aku mendesis dan meremas sprei saat dia hentakkan pinggulnya hingga
seluruh penisnya masuk.

Lagu dari komputer entah sudah berganti berapa kali, kali ini yang mengalun adalah lagunya Aerosmith
yang dipakai soundtrack film ‘Armageddon’nya Bruce Willis. Lagu ini mengiringi permainan kami dalam
babak ini. Perkasa juga si Dimas ini, dia masih sanggup menggenjotku dengan frekuensi tinggi sampai
tubuhku terguncang hebat, padahal sebelumnya dia sudah membuatku dan Indah orgasme, kekuatannya jauh
lebih meningkat dibanding ketika pertama kali one night stand denganku setahun lalu.

Aku menggenggam tangan Indah dan bertatapan wajah dengannya“Udah berapa kali Ndah ?” tanyaku
bergetar“Nggak tau…udah aahh…keenakan…ga hitung…lagi” jawabnya dengan mata merem melek.

Aku makin tak terkontrol, kepalaku kugelengkan ke kiri-kanan, sesekali aku menggigit jari saking
nikmatnya kocokan Dimas.

Dia mempermainkan birahiku dengan sengaja tidak menyentuh payudaraku membiarkannya bergoyang-goyang
seirama badanku, sehingga aku sendiri yang berinisiatif meraih tangannya dan meletakkannya di
payudaraku, barulah dia mulai memencet-mencet putingku membuatku semakin terbakar.

Akhirnya akupun sudah tidak kuat lagi, perasaan itu kuekspresikan dengan sebuah erangan panjang dan
menarik sprei di bawahku hingga berantakan.“Udah dulu dong, Mas…gua gimana bisa kuliah ntar !” pintaku
dengan terengah-engahTubuhku basah seperti mandi saja, habis AC kamarnya lagi rusak sih, sementara ini
cuma ada kipas angin berukuran sedang, sedangkan iklim di Jakarta tau sendiri kan seperti apa
gerahnya.

Paham dengan kondisiku, dia biarkan aku beristirahat, dikecupnya bibirku dengan lembut disertai
sedikit kata-kata manis dan pujian, setelah itu dia beralih ke Indah untuk menuntaskan hajatnya yang
tinggal sedikit lagi. Kuseka dahiku yang bercucuran keringat lalu kulirikkan arlojiku, 20 menit lagi
jam tiga, harus segera siap-siap kembali ke kampus.

Indah yang sedang dalam posisi dogie digarap dari dua arah oleh mereka. Dadan yang menyodoknya dari
belakang akhirnya klimaks, dia mengeluarkan penisnya dan menyiramkan isinya di punggung dan pantat
Indah.

Si Dimas yang sedang menyetubuhi mulut Indah juga tak lama kemudian menyusul, dia mengerang sambil
menahan kepala Indah pada penisnya. Indah sendiri hanya bisa mengerang tertahan dan matanya merem
melek menerima semprotan sperma Dimas, nampak cairan putih itu meleleh sedikit di pinggir bibir
mungilnya.

Dimas ambruk di sisiku dengan memeluk Indah yang menyandarkan kepalanya ke dada bidangnya, si Dadan
terduduk lemas di bawah ranjang (karena ranjang sudah penuh sesak). Setelah tubuhku cukup stabil,
pelan-pelan aku bangkit menuju kamar mandi dengan langkah gontai.

Disana aku mencuci muka, dan membersihkan ceceran sperma di tubuhku dengan air. Indah masuk ketika aku
sedang duduk di toilet buang air kecil.

Baca Juga Cerita Sex Sepupuku

“Huh…ngagetin aja lu Dah, rambut acak-acakan kaya kuntilanak gitu lagi !” ujarku“Kuntilanak bajunya
putih oi, ga bugil gini” jawabnya asal, lalu menyalakan kran wastafel.

Setelah selesai berbenah diri, kami mengenakan kembali pakaian kami untuk kembali kuliah. Saat itu jam
sudah menunjukkan hampir pukul tiga, maka itu kami agak terburu-buru sampai aku melupakan ponselku
sehingga pulang kuliah aku harus balik lagi ke sini untuk mengambilnya.

Kami berlari-lari kecil ke kampus, mana ruang kuliahku di lantai tiga lagi, aku sampai ke kelas
terlambat lima menit, untung belum melebihi toleransi keterlambatan. Di kelas pun aku tidak bisa fokus
karena selain masih lelah, dosennya, Pak Iwan ngomongnya juga slow motion, bikin ngantuk saja sehingga
beberapa kali aku menguap.

Temanku di sebelah bahkan bertanya“Baru bangun tidur lu Ci ? kok kusut gitu” karena make up ku memang
agak luntur waktu cuci muka tadi“Iyah nih masih ngantuk tadi di kost temen belum cukup tidurnya”
jawabku tersenyum dipaksa Lelah sekali hari itu sehingga begitu sampai di rumah aku langsung tiduran
dan bangun jam tujuh malam, baru mandi untuk bersiap-siap menunggu jemputan Verna dan lainnya untuk
nge-dugem malam itu.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Nafsu Bu Guru

Cerita Sex Terbaru | Dessi adalah sosok guru yang paling cantik dan paling terkenal dengan keseksiannya ketika
mengajar. Setiap murid-muridnya pasti akan terpana memandang kecantikan dan keseksian ibu
gurunya yang satu itu. umurnya masih muda 28 tahunan, dengan rambut panjang, tubuh
langsing, dan buah dada yang menonjol besar 36B dan bongkahan kedua pantatnya yang naik
turun secara beraturan ketika berjalan selalu menghiasi hari-hari murid laki-lakinya.
Bahkan tak jarang Dessi genit menggoda murid yang memang disukainya, seperti yang satu
ini.

Cerita Sex Terbaru Nafsu Bu Guru
Agung adalah murid yang paling menjadi pusat perhatian cewek-cewek disekolahan, karena
tubuhnya yang tinggi kekar dan penampilannya yang keren dan stay cooll membuat para
teman-teman wanitanya banyak yang menyukainya. Namun tanpa diduga ibu gurunya yang
terkenal cantik dan seksi itu juga menaruk rasa suka kepadanya. Hingga akhirnya muncullah
pikiran kotor Dessi untuk megundang Agung kerumahnya agar Dessi bisa menggodanya secara
leluasa tanpa diketahui murid-murid yang lainya.
Saat pelajaran Agung yang memang terkenal kurang cerdas sengaja diberikan soal yang sangat
sulit oleh Dessi agar supaya Dessi bisa mencari alasan untuk menyuruh Agung kerumahnya.
Setelah 2 jam semua murid mengerjakan soal hanya Agung yang paling mendapatkan nilai yang
paling jelek. Sesuai dengan rencana, Dessi kemudian memanggil Agungk sendirian setelah
para murid-murid keluar. “Agung nilai kamu dikelas paling jelek, kamu nanti siang harus
kerumah ibu untuk mendapatkan pelajaran kusus dari ibu”. “Iyha Bu, sulit banget soal yang
ibu berikan tadi” jawab Agung. “Nanti ibu tunggu kamu dirumah, kalau gak datang kerumah
ibu, ibu akan memberikan nilai jelek padamu Agung” ucap Dessi. “Iyha Bu, Agung pasti
datang kerumah bu Dessi”jawab Agung.
Tepat seperti janji Agung, siang itu Agung menepati janjianya untuk datang kerumah Dessi.
Setelah diketok pintu bu gurunya itu, dibukalah dan Agung bengong melihat apa yang
dilihatnya, Karena siang itu bu gurunya menggunakan pakaian yang sangat seksi dan super
mini, sehingga membuat Agung melotot melihat tubuh bu gurunya itu. “Heey, kamu bengong
ngelihatin apa Agung” ujar Dessi. “Eeenngg…Engggak papa kok bu” jawab Agung dengan
tergagap. “Ayoo masuk” ajak Dessi. Kemudian Dessi mengajak Agung kesebuah ruangan. Dan
memberikan Agung selembar kertas berupa soal-soal dan menyuruh Agung untuk mengerjakannya
lalu meninggalkannya pergi keruang tengah.
”Sudah selesai Agung?”, Dessi masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Agung
selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya.”Hampir bu””Kalau sudah
nanti masuk ke ruang tengah ya saya tinggal ke belakang..””Iya..””Bu Dessi, Saya sudah
selesai”, Agung masuk ke ruang tengah sambil membawa pekerjaannya.”Ibu dimana?””Ada di
kamar.., Agung sebentar ya”, Dessi berusaha membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot
BH-nya untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya
terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul.
Begitu ia keluar, mata Agung nyaris copot karena melotot, melihat tubuh gurunya. Dessi
membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak seperti biasanya saat ia tampil di muka
murid-muridnya.”Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa..”Muka Agung merah karena malu, karena
Dessi tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya.”Bagus bagus…, Kamu bisa gitu
kok pakai menyontek segala..?””Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar..””oo…, begitu
to?””Agung kamu mau menolong saya?”, Dessi merapatkan duduknya di karpet ke tubuh
muridnya.”Apa Ibu?”, tubuh Agung bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya,
sementara tangan Dessi yang satu mengusap-uasap daerah ‘vital’ nya.”Tolong Ibu ya…, dan
janji jangan bocorkan pada siapa–siapa”.”Tapi tapi…, Saya”.”Kenapa?, oo…, kamu masih
perawan ya?”.Muka Agung langsung saja merah mendengar perkataan Dessi”Iya””Nggak apa-apa”,
Ibu bimbing ya.Cerita Sex Terbaru
Dessi kemudian duduk di pangkuan Agung. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Dessi
yang agresif karena haus akan kehangatan dan Agung yang menurut saja ketika tubuh hangat
gurunya menekan ke dadanya. Ia bisa merasakan puting susu Dessi yang mengeras. Lidah Dessi
menjelajahi mulut Agung, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular.
Setelah puas, Dessi kemudian berdiri di depan muridnya yang masih melongo. Satu demi satu
pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos seakan akan menantang untuk diberi
kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya ini.”Lepaskan pakaiannmu Agung”, Dessi berkata
sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi
tubuhnya.”Ahh cepat Agung”, Dessi mendesah tidak sabar.
Agung kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Pengetahuannya tentang seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja.”Agung…, letakkan
tanganmu di dada Ibu”,Dengan gemetar Agung meletakkan tangannya di dada Dessi yang turun
naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Dessi yang montok
itu.”Oohh…, enakk…, begitu caranya…, remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..”
Dengan semangat Agung melakukan apa yang gurunya katakan.”Ibu…, Boleh saya hisap susu
Ibu?”.Dessi tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk,
“Boleh…, lakukan apa yang kamu suka”.
Tubuh Dessi menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulut pemuda itu di susunya.
Perasaan yang ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama suaminya.”Oohh…, jilat
terus sayang…, ohh”, Tangan Dessi mendekap erat kepala Agung ke payudaranya.

Agung semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari
menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapan Agung makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia
gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut.”mm…, nakal kamu”, Dessi tersenyum merasakan
tingkah muridnya itu.”Sekarang coba kamu lihat daerah bawah pusar Ibu”.Agung menurut saja.
Duduk diantara kaki Dessi yang membuka lebar. Dessi kemudian menyandarkan punggungya pada
dinding di belakangnya.”Coba kamu rasakan”, ia membimbing telunjuk Agung memasuki
vaginanya.”Hangat Bu..”Bisa kamu rasakan ada semacam pentil…?””Iya..””Itu yang dinamakan
kelentit, itu adalah titik peka cewek juga. Coba kamu gosok-gosok”Pelan-pelan jari Agung
mengusap-usap clitoris yang mulai menyembul itu.”Terus…, oohh…, ya…, gosok…, gosok”, Dessi
mengerinjal-gerinjal keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh Agung.”Kalo diginiin
nikmat ya Bu?”, Agung tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya.”Oohh…, Agung…, mm”,
tubuh Rini telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya
merintih-rintih keenakan.

Tangan Agung semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yang makin bergelora dirangsang
birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera
jebol.”Ooaahh…, Aguuung”, Tangan Dessi mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya
menegang dan otot-otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati
kenikmatan yang telah lama tidak dirasakannya.”Hmm…, kamu lihai Agung…, Sekarang…, coba
kamu berbaring”.Agung menurut saja. Penisnya segera menegang ketika merasakan tangan
lembut gurunya.”Wah…, wahh.., besar sekali”, tangan Dessi segera mengusap-usap penis yang
telah mengeras tersebut.

Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Dessi. Ia segera
menjilati penis muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala penis muridnya itu dihisapnya
keras-keras, sehingga Agung merintih keenakan.”Ahh…, enakk…,enakk”, Agung tanpa sadar
menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan penisnya makin ke dalam kuluman Dessi.
Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Dessi.”oohh Ibu…, Ibbuu”Muncratlah
cairan mani Agung di dalam mulut Dessi, yang segera menjilati cairan itu hingga
tuntas.”Hmm…, manis rasanya Agung”, Dessi masih tetap menjilati penis muridnya yang masih
tegak.”Sebentar ya aku mau minum dulu”.

Ketika Dessi sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba
ia merasakan seseorang mendekapnya dari belakang.”Agung…, biar Ibu minum dulu”.”Tidak…,
nikmati saja ini”, Agung yang masih tegang berat mendorong Dessi ke kulkas.Gelas yang
dipegang Dessi jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Dessi kini menopang tubuhnya ke
permukaan pintu kulkas.”Ibu…, sekarang!””Ahhkk”, Dessi berteriak, saat Agung menyodokkan
penisnya dengan keras ke liang vaginanya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati
hal ini, pemuda yang tadinya pasif berubah menjadi liar.

”Agung…, enakk…, ohh…, ohh”. Tubuh Dessi bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yang
tiada taranya. Tangan Agung satu menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas
payudaranya. Dan penisnya yang keras melumat liang vaginanya.”Ibu menikmati ini khan”,
bisik Agung di telinganya”Ahh…, hh”, Dessi hanya merintih, setiap merasakan sodokan keras
dari belakang.”Jawab…, Ibu”, dengan keras Agung mengulangi sodokannya.”Ahh…,iyaa””Agung…,
Agung jangann…, di dal.. La” belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Dessi telah merasakan
cairan hangat di liang vaginanya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan
keras pinggulnya.”Uuhgghh”, penis Agung yang berlepotan mani itupun amblas lagi ke dalam
liang Dessi.”Ahh”.

Kedua insan itupun tergolek lemas menikmati apa yang baru saja mereka rasakan. Setelah
kejadian dengan Agung, Dessi masih sering bertemu dengannya guna mengulangi lagi perbuatan
mereka. Namun yang mengganjal hati Dessi adalah jika Agung kemudian membocorkan hal ini ke
teman-temannya.

Ketika Dessi berjalan menuju mobilnya seusai sekolah bubar, perhatiannya tertumbuk pada
seorang muridnya yang duduk di sepeda motor di samping mobilnya, katakanlah dia Beni. Ia
berbeda dengan Agung, anaknya agak pembuat onar jika di kelas, kekar dan nakal. Hatinya
agak tidak enak melihat situasi ini.”Bu Dessi salam dari Agung”, Beni melemparkan senyum
sambil duduk di sepeda motornya.”Terima kasih, boleh saya masuk”, Ia harus berkata begitu
karena sepeda motor Beni menghalangi pintu mobilnya.”Boleh…, boleh Bu saya juga ingin
pelajaran tambahan seperti Agung.”Langkah Dessi terhenti seketika. Namun otaknya masih
berfungsi normal, meskupun sempat kaget.”Kamu kan nilainya bagus, nggak ada masalah
kan..”, sambil duduk di balik kemudi.”Ada sedikit sih kalau Ibu nggak bisa mungkin kepala
guru bisa membantu saya, sekaligus melaporkan pelajaran Agung”, Beni tersenyum penuh
kemenangan.”Apa hubungannya?”, Keringat mulai menetes di dahi Dessi.”Sudahlah kita sama-
sama tahu Bu. Saya jamin pasti puas”.Cerita Sex Terbaru

Tanpa menghiraukan omongan muridnya, Dessi langsung menjalankan mobilnya ke rumahnya.
Namun ia sempat mengamati bahwa muridnya itu mengikutinya terus hingga ia menikung untuk
masuk kompleks perumahan. Setelah mandi air hangat, ia bermaksud menonton TV di ruang
tengah. Namun ketika ia hendak duduk pintu depan diketuk oleh seseorang. Dessi segera
menuju pintu itu, ia mengira Agung yang datang. Ternyata ketika dibuka”Beni! Kenapa kamu
ngikuutin saya!”, Dessi agak jengkel dengan muridnya ini.”Boleh saya masuk?”.”Tidak!”.”Apa
guru-guru perlu tahu rahasiamu?”.”!!”dengan geram ia mempersilakan Beni masuk.”Enak ya
rumahnya, Bu”, dengan santainya ia duduk di dekat TV. “Pantas aja Agung senang di
sini”.”Apa hubunganmu dengan Agung?, Itu urusan kami berdua”, dengan ketus Dessi
bertanya.”Dia teman dekat saya. Tidak ada rahasia diantara kami berdua”.”Jadi artinya”,
Kali ini Dessi benar-benar kehabisan akal. Tidak tahu harus berbuat apa.”Bu, kalo saya mau
melayani Ibu lebih baik dari Agung, mau?”, Beni bangkit dari duduknya dan berdiri di depan
Dessi. Dessi masih belum bisa menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin.

Dessi masih belum bisa menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin. Belum
sempat ia menjawab, Beni telah membuka ritsluiting celananya. Dan setelah beberapa saat
penisnya meyembul dan telah berada di hadapannya.”Bagaimana Bu, lebih besar dari Agung
khan?”.Beni ternyata lebih agresif dari Agung, dengan satu gerakan meraih kepala Dessi dan
memasukkan penisnya ke mulut Dessi.”Mmpfpphh”.”Ahh yaa…, memang Ibu pandai dalam hal ini.
Nikmati saja Bu…, nikmat kok”Rupanya nafsu menguasai diri Dessi, menikmati penis yang
besar di dalam mulutnya, ia segera mengulumnya bagai permen.

Dijilatinya kepala penis pemuda itu dengan semangat. Kontan saja Beni merintih
keenakan.”Aduhh…, nikmat sekali Bu oohh”, Beni menyodok-nyodokkan penisnya ke dalam mulut
Dessi, sementara tangannya meremas-remas rambut ibu gurunya itu. Dessi merasakan penis
yang diisapnya berdenyut-denyut. Rupanya Beni sudah hendak keluar.”oohh…, Ibu enakk…,
enakk…, aahh”.Cairan mani Beni muncrat di mulut Dessi, yang segera menelannya. Dijilatinya
penis yang berlepotan itu hingga bersih. Kemudian ia berdiri.”Sudahh…, sudah selesai kamu
bisa pulang”, Namun Dessi tidak bisa memungkiri perasaannya. Ia menikmati mani Beni yang
manis itu serta membayangkan bagaimana rasanya jika penis yang besar itu masuk ke
vaginanya.”Bu, ini belum selesai. Mari ke kamar, akan saya perlihatkan permainan yang
sebenarnya.””Apa! beraninya kamu memerintah!”, Namun dalam hatinya ia mau. Karenanya tanpa
berkata-kata ia berjalan ke kamarnya, Beni mengikuti saja.

Setelah ia di dalam, Dessi tetap berdiri membelakangi muridnya itu. Ia mendengar suara
pakaian jatuh, dugaannya pasti Beni sedang mencopoti pakaiannya. Ia pun segera mengikuti
jejak Beni. Namun ketika ia hendak melepaskan kancing dasternya.”Sini saya teruskan”, ia
mendengar Beni berbisik ke telinganya. Tangan Beni segera membuka kancing dasternya yang
terletak di bagian depan. Kemudian setelah dasternya jatuh ke lantai, tangan itupun
meraba-raba payudaranya. Dessi juga merasakan penis pemuda itu diantara belahan
pantatnya.”Gilaa…, besar amat”, pikirnya. Tak lama kemudian iapun dalam keadaan polos.
Penis Beni digosok-gosokkan di antara pantatnya, sementara tangan pemuda itu meremasi
payudaranya. Ketika jemari Beni meremas puting susu Dessi, erangan kenikmatan pun
keluar.”mm oohh”.Beni tetap melakukan aksi peremasan itu dengan satu tangan, sementara
tangan satunya melakukan operasi ke vagina Dessi.”Beni…, aahh…, aahh”, Tubuh Dessi
menegang saat pentil clitorisnya ditekan-tekan oleh Beni.”Enak Bu?”, Beni kembali berbisik
di telinga gurunya yang telah terbakar oleh api birahi itu.

Dessi hanya bisa menngerang, mendesah, dan berteriak lirih. Saat usapan, remasan, dan
pekerjaan tangan Beni dikombinasi dengan gigitan ringan di lehernya. Tiba-tiba Beni
mendorong tubuh Dessi agar membungkuk. Kakinya di lebarkan.”Kata Agung ini posisi yang
disukai Ibu””Ahhkk…, hmm…, hmmpp”, Dessi menjerit, saat Beni dengan keras menghunjamkan
penisnya ke liang vaginanya dari belakang.””Ugghh…, innii…, innii”, Beni medengus penuh
gairah dengan tiap hunjaman penisnya ke liang Dessi. Dessipun berteriak-teriak kenikmatan,
saat liang vaginanya yang sempit itu dilebarkan secara cepat.”Adduuhh…, teruss.., teruss
Benia…, oohh”, Kepala ibu guru itu berayun-ayun, terpengaruh oleh sodokan Beni. Tangan
Beni mencengkeram pundak Dessi, seolah-olah mengarahkan tubuh gurunya itu agar semakin
cepat saja menelan penisnya.”Oohh Dessi…, Deeesssiii”.Dessi segera merasakan cairan hangat
menyemprot di dalam vaginanya dengan deras. Matanya terpejam menikmati perasaan yang tidak
bisa ia bayangkan.
Dessi masih tergolek kelelahan di tempat tidur. Rambutnya yang hitam panjang menutupi
bantalnya, dadanya yang indah naik-turun mengikuti irama nafasnya. Sementara itu vaginanya
sangat becek, berlepotan mani Beni dan maninya sendiri. Beni juga telajang bulat, ia duduk
di tepi tempat tidur mengamati tubuh gurunya itu. Ia kemudian duduk mendekat, tangannya
meraba-raba liang vagina Dessi, kemudian dipermainkannya pentil kelentit gurunya itu.”mm
capek…, mm”, bibir Dessi mendesah saat pentilnya dipermainkan. Sebenarnya ia sangat lelah,
tapi perasaan terangsang yang ada di dalam dirinya mulai muncul lagi.

Dibukanya kakinya lebar-lebar sehingga memberikan kemudahan bagi Beni untuk memainkan
clitorisnya.”Beeen aahh”, Tubuh Dessi bergetar, menggelinjang-gelinjang saat Beni
mempercepat permainan tangannya.”Bu…, balik…, Beni pengin nih””Nakal kamu ahh”, dengan
tersenyum nakal, Dessi bangkit dan menungging. Tangannya memegang kayu dipan tempat
tidurnya. Matanya terpejam menanti sodokan penis Beni. Beni meraih payudara Dessi dari
belakang dan mencengkeramya dengan keras saat ia menyodokkan penisnya yang sudah
tegang”Adduuhh…, owwmm”, Dessi mengaduh kemudian menggigit bibirnya, saat lubang
vaginannya yang telah licin melebar karena desakan penis Beni.”Bu Dessi nikmat lho vagina
Ibu…, ketat”, Beni memuji sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya.”mm…, aahh…, ahh…,
ahhkk”, Dessi tidak bisa bertahan untuk hanya mendesah. Ia berteriak lirih seiring gerakan
Beni. Badannya digerakkannya untuk mengimbangi serangan Beni.Cerita Sex Terbaru

Kenikmatan ia peroleh juga dari remasan muridnya itu.”Ayoo…, aahh.., ahh… Mm.., buat Ibu
keluuaa.. Rr lagi…”. Gerakan Dessi makin cepat menerima sodokan Beni.
Tangan Beni beralih memegangi tubuh Dessi, diangkatnya gurunya itu sehingga posisinya
tidak lagi “doggy style”, melainkan kini Dessi menduduki penisnya dengan membelakangi
dirinya. Beni kini telentang di tempat tidur yang acak-acakan dan penuh oleh mani yang
mengering.”Ooww..”, Teriakan Dessi terdengar keras saat ia tidak bisa lagi menahan
orgasmenya. Tangannya mencengkeram tangan Beni, kepalanya mendongak menikmati kenikmatan
yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Sementara Beni sendiri tetap menusuk-nusukkan penisnya
ke vagina Dessi yang makin becek.”Ayoo…, makin dalam dalamm”.”Ahh.., aahh…, aahh..”,
Benipun mulai berteriak-teriak.”Mau kelluuaarr”Dessi sekali lagi memejamkan matanya, saat
mani Beni menyemprot dalam liang vaginanya.

Dessi kemudian ambruk menindih tubuh Beni yang basah oleh keringat. Sementara diantara
kaki-kaki mereka mengalir cairan hangat hasil kenikmatan mereka.”Bu Dessi…, sungguh luar
biasa, Coba kalau Agung ada disini sekarang”.”mm memangnya kamu mau apa”, Dessi kemudian
merebahkan dirinya di samping Beni. Tangannya mengusap-usap puting Beni.”Kita bisa main
bertiga, pasti lebih nikmat..”Dessi tidak bisa menjawab komentar Beni, sementara
perasaannya dipenuhi kebingungan.

Akhirnya hari kelulusan murid klas 3 sampai juga. Dengan demikian Dessi harus berpisah
dengan kedua murid yang disayanginya, terlebih lagi ketika ia harus pindah ke kota lain
untuk menempati pos baru di Kanwil. Karenanya ia memanggil Agung untuk datang ke rumahnya
untuk memberitahukan perihal kepindahannya.Ketika seputar Indonesia mulai ditayangkan,
Agung muncul. Ia langsung dipersilakan duduk.”Bu, Agung kangen lho”.”Iya deh…, nanti.
Gini, Ibu bulan depan pindah ke kota B, soalnya akan dinaikkan pangkatnya. Jadi…, jadi…,
Ibu ingin malam ini malam terakhir kita”, mata Dessi berkaca-kaca ketika mengucapkan
itu.”…………..”, Agung tidak bisa menjawab.

Ia kaget mendengar berita itu. Baginya Dessi merupakan segalanya, terlebih lagi ia telah
mendapatkan pelajaran berharga dari gurunya itu.”Tapi Agung masih boleh berkirim surat
kan?”.Dessi bisa sedikit tersenyum melihat muridnya tabah, “Iya…, boleh…, boleh”.”Minum
dulu Gung, ada es teh di meja makan. Kalau sudah nonton DVD di kamar yaa”, Dessi
mengerling nakal ke muridnya sambil beranjak ke kamar. Di kamar ia mengganti pakaiannya
dengan kimono kegemarannya, melepas Bra, menghidupkan AC dan tentu saja menyetel DVD
‘Kamasutra-nya Penthouse”. Lalu ia tengkurap di tempat tidur sambil menonton TV.

Diluar Agung meminum es teh yang disediakan Dessi dan membiarkan pintu depan tidak
terkunci. Ia mempunyai rencana yang telah disusun rapi.Lalu Agung menyusul Dessi ke kamar
tidur. Begitu pintu dibuka ia melihat gurunya tengkurap menonton DVD dengan dibalut kimono
merah tipis, lekuk tubuhnya jelas terlihat. Rambutnya yang panjang tergerai di punggungnya
bagai gadis iklan shampo Pantene.”Ganti pakaian itu Nto..”, Dessi menunjuk celana pendek
dan kaos tipis yang terlipat rapi di meja riasnya.

Ketika Agung sedang mencopot celananya Dessi sempat melihat penis pemuda itu menyembul di
balik celana dalam GT Man-nya. Setelah selesai Agung juga tengkurap di samping
Dessi.”Sudah liat film ini belum? Bagus lho untuk info posisi-posisi ngesex”.”Belum tuh…”,
Mata Agung tertuju pada posisi dimana si wanita berdiri memegang pohon sementara si pria
memasukkan penisnya dari belakang, sambil meremas-remas payudara partnernya.”mm…, itu
posisi fave saya. Kalau kamu suka nanti CD itu bisa kamu ambil”.”Thanx..”, Agung kemudian
mengecup pipi gurunya.

Adegan demi adegan terus bergulir, suasana pun menjadi semakin panas. Dessi kini tengkurap
dengan tidak lagi mengenakan selembar benangpun. Demikian pula Agung. Agung kemudian duduk
di sebelah gurunya itu, dibelainya rambut Dessi dengan lembut, kemudian disibakkannya ke
sebelah kiri. Bibir Agung kemudian menciumi tengkuk Dessi, dijilatinya rambut-rambut halus
yang tumbuh lebat.”aahh…”Setelah puas, Agung kemudian memberi isyarat pada Dessi agar
duduk di pangkuannya.”Bu, biar Agung yang puasin ibu malam ini…”, Bisik Agung di telinga
Dessi. Dessi yang telah duduk di pangkuan Agung pasrah saja saat kedua tangan muridnya
meremas-remas payudaranya yang liat. Kemudian ia menjerit lirih saat puting susunya
mendapat remasan.”Akhh…”, Dessi memejamkan matanya.”Agung…, jilatin vagina ibu…”

Agung kemudian merebahkan Dessi, dibukanya kaki gurunya itu lebar-lebar, kemudian dengan
perlahan ia mulai menjilati vagina gurunya. Bau khas dari vagina yang telah basah oleh
gairah itu membuat Agung kian bernafsu.”oohh…, teruss…, teruuss…”, Dessi bergetar
merasakan kenikmatan itu. Tangannya membimbing tangan Agung dalam meremasi susunya.
Memberikan kenikmatan ganda.”Jilatin…, pentil itu…, oohohh”, Bagai dikomando Agung
menjilati pentil clitoris Dessi, dengan penuh semangat.”Aduuhh….. Oohh…oohh…hh..
Hh…..””Agung…, massuukk”.

Kaki Dessi kemudian disampirkannya ke pundak, dan dengan cepat disodokkannya penisnya ke
vagina Dessi yang becek.”mm…”, Dessi menggigit bibirnya. Meskipun lubang vaginanya telah
licin, namun penis yang besar itu tetap saja agak kesulitan menerobos masuk.”Uuhh…, masih
susah juga ya Bu…”, Agung sambil meringis memaju mundurkan penisnya. Ia merasakan penisnya
bagai diremas-remas oleh tangan yang sangat halus saat di dalam. Tangan Dessi
mempermainkan puting Agung. Dengan gemas dicubitnya hingga Agung berteriak.”Uhh…, nakal,
Ini balasannya!”, sodokan Agung makin keras, lebih keras dari saat ia memasukkan
penisnya.”aa…”.

Tiba-tiba pintu kamar tebuka! Spontan Dessi terkejut, tapi tidak bagi Agung. Beni sudah
berdiri di muka pintu, senjatanya telah tegak berdiri.”mm…, hot juga permainan Ibu dengan
Dia, boleh saya bergabung?”, Beni kemudian berjalan mendekati mereka. Dessi yang hendak
berdiri ditahan oleh Agung, yang tetap menjaga penisnya di dalam vagina Dessi.”Nikmati
saja…”Beni kemudian mengangkangi Dessi, penisnya berada tepat di mukanya.”Isap… Ayoo”,
sambil memasukkan penisnya. Saat itu pula Agung menghentakkan gerakannya. Saat Dessi
berteriak, saat itu pula penis Beni masuk.”Ahh…, nikmat..”, Dessi merem-melek menghisap-
hisap penis muridnya, sementara Agung dengan puas menggarap vaginanya.”uufff…, jilatin…,
jilatt”, tangan Beni memegangi kepala Dessi, agar semakin dalam saja mengisap penisnya.Cerita Sex Terbaru

Posisi itu tetap bertahan hingga akhirnya Agung keluar duluan. Maninya menyemprot dengan
leluasa di lubang vagina gurunya yang cantik. Sementara Beni tetap mengerang-erang sambil
medorong-dorong kepala Dessi. Setelah Agung mengeluarkan penisnya dari vagina Dessi,
“Berdiri menghadap tembok Bu!”Dessi masih kelelahan. Ia telah orgasme pula saat Agung
keluar, namun ia tidak bisa teriak karena ada penis di mulutnya. Saat ia berdiri dengan
tangan di tembok menahan tubuhnya, mani Agung menetes ke lantai.”mm…, Gung…, liat tuh
punya kamu..”, seru Beni sambil tertawa. Ia kemudian menempelkan tubuhnya ke Dessi.
Penisnya tepat berada di antara kedua pantat Dessi.”Nih Bu rasakan punya Beni juga ya”.

Baca JUga Cerita Seks Rayuan Mami

Agung dengan santai menyaksikan temannya menggarap gurunya dari belakang. Tangan Beni
memegangi pinggang Dessi saat ia menyodok-nyodokkan penisnya keluar masuk dengan cepat.
Saat Dessi merintih-rintih menikmati permainan mereka, Agung merasakan penisnya tegang
lagi. Ia tidak tahan melihat pemandangan yang sangat erotik sekali.Kedua insan itu saling
mengaduh, mendesah, dan berteriak lirih seiring kenikmatan yang mereka berikan dan
rasakan.”ooww…”, Tubuh Dessi yang disangga Beni menegang, kemudian lemas. Agung menduga
mereka berdua telah sampai di puncak kenikmatan.

Timbul isengnya, ia kemudian mendekati mereka dan menyusup diantara Dessi dan tembok.
Dipindahkannya tangan Dessi ke pundaknya, dan penisnya menggantikan posisi milik
Beni.”Agung…”, Lagi-lagi Dessi mendesah saat penis Agung masuk dan pinggulnya didorong
oleh Beni dari belakang.”Ahh.. Ahh…. Dorongg…dorongg………….””aa.. Aa… Aa”.”oohhkk…, kk…,
kk..”, Dessi berteriak keras sekali, saat dorongan Beni sangat keras menekan pinggulnya.
penis Agung amblas hingga mencapai pangkalnya masuk ke vagina Dessi. Saat itu pula ia
merasakan penis yang berdenyut-denyut itu melepaskan muatannya untuk kedua kali.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Polwan Cakep

Cerita Sex Terbaru | Hari itu aku sangat buru-buru masuk kuliah. Dengan reflek aku langsung naik motor.jarak
antara kos dengan kampusku lumayan jauh. Tanpa aku sadari aku lupa mengenakan helem.
Setelah akhirnya dideket kampus, tiba-tiba aku dihentikan secara tiba-tiba oleh seorang
polisi bermotor. Dan ternyata setelah membuka helmnya, dia adalah polisi wanita yang
terlihatsangat cantik sekali wajahnya. Umurnya pun masih bisa dibilang muda. Mungkin
umurnya sektaran 29 tahunan. Dari tanda pengenalyang ada dibajunya aku mengetahui kalau
nama polwan cantik itu adalah Rini.

Cerita Sex Terbaru Polwan Cakep
Setelah mencegatku lalu polwan cantik itu meminta surat-surat kendaraanku, namun sialnya
setelah aku merogoh kantong celananku, dompetku pun tak ada. Habislah sudah aku siang itu
aku diceramahi habis-habisan oleh polwan cantik itu. Aku hanya bisa terdiam dengan
menunduk. Sambil aku membuka-buka tas, ternyatastnk motorku ada didalam tasku, dan aku
langsung memberikan stnk itu kepada mbak polwan. Namun itu tidak bisa mengurangi
kesalahanku yang tidak memakai helm dan juga tidak mempunyai SIM.
Lalu tanpa kusadari, Letnan Rini mengambil sesuatu dari dalam sakunya, lalu dia
membungkukkan badannya untuk menulis sesuatu. Pada posisi nungging, aku lihat lagi bodynya
yang wuih selangit deh.. Tanpa kusadari, “adik kecilku” membengkak perlahan. Setelah itu
dia tegakkan badannya, terus berkata, “Eee.. saudara Boyy, Anda Kami tilang karena Anda
tidak memakai helm dan ngebut. Sidang akan dilaksanakan besok lusa. Jangan lupa Anda harus
hadir di persidangan besok. Oke..?”
“Tapi Bu, besok lusa Saya tidak bisa hadir, soalnya pada hari itu Saya harus mengantar
pacar yang akan diwisuda. Jadi Saya minta tolong sama Ibu, bagaimana dech baiknya agar
persoalan ini selesai..?”
Lalu dia bilang, “Do you have some money..?”
“Aduh, maaf sekali Bu, Saya sama sekali tidak membawa uang sepeser pun.” jawabku.
“Baiklah, kalau gitu SIM-mu Aku tahan untuk sementara, tapi nanti malam Kamu harus pergi
ke rumah Saya. Dan ingat..! Kamu harus datang sendiri. Oke..? Ini alamatku. Jangan lupa
lho, Aku tunggu jam 7 malam.” Dia pergi sambil mengerdipkan matanya kepadaku. Aku kaget,
tetapi happy banget, pokoknya senang dech.
Aku sampai di rumahnya sekitar jam 7 malam dan langsung mengetuk pintu pagarnya yang sudah
terkunci. Tidak lama kemudian, Ibu Rini muncul dari dalam dan sudah tahu aku akan datang
malam itu.

“Ayo Boy.., masuk. Aku sudah lama nunggu lho, sampai basah dan bau keringat pantatku duduk
terus dari tadi..” sapanya.
“Akkhh.. Ibu bisa saja..” jawabku.
“Sorry.., pintunya sudah digembok, soalnya Aku tinggal sendiri, jadi harus hati-hati.”
sambutnya.
“Oh.., jadi Ibu belum menikah too..? Sayang lho..! Wanita secantik Ibu ini belum
menikah..” kataku merayu.

“Aaa.. Kamu merayu ya..?” tanyanya.
“Enggak kok Bu, Saya berkata begitu karena memang kenyataannya begitu. Coba Ibu pikir, Ibu
sudah mapan hidupnya, cantik luar-dalam, dan sebagainya dech..” jelasku.
“Ehhkk.. Aku cantik luar-dalam, apa maksud Kamu, Aku cantik luar-dalam..?” tanyanya lagi.
“Waduh.., gimana ya, malu Aku jadinya..?” jawabku.
“Kamu nggak perlu malu-malu mengatakannya, Kamu ingin SIM Kamu kembali nggak..?”
ancamnya.”Eee.. sekarang gini aja, Kamu udah punya pacar khan..? Sekarang Saya tanya,
kenapa Kamu memilih dia jadi pacar Kamu..?” tanyanya lagi.Cerita Sex Terbaru

“Eee.. jujur aja Bu, dia itu orangnya cantik, baik, setia dan cinta sama Saya, that’s
all..”
“Kalau seumpama Kamu disuruh milih antara Saya dan pacar Kamu, Kamu pilih Saya atau pacar
Kamu sekarang..? Bandingkan aja dari segi fisik, Oke.. Saya atau Dia..?” tanyanya
memojokkanku.
“Eee.. Anu.. anu.. ee..,” aku dibuat bingung tidak karuan.
“Ayo.. jawab aja..! Kalau Kamu tidak jawab, SIM Kamu tidak kukembalikan lho..!” ancamnya
lagi.
“Waduhh.., gimana ya..? Ehmm.., baiklah, Saya akan jawab sejujurnya. Saya tetap akan
memilih pacar Saya sekarang.” jawabku.

“Wow.., kalau begitu dia lebih cantik dan semok dong dari Saya..?” jawabnya lirih.
“Eee.. bukan begitu Bu, Saya memilih pacar Saya walaupun Dia sebetulnya kalah cantik dari
Ibu, dan segalanya dech..!” jawabku. “Akhh.. yang benar, jadi Aku lebih cantik dan semok
dari Dia..?” tanyanya lagi.
“Jujur saja.., ya.. ya.. ya..” jawabku mantap.
“Ohh.., Aku jadi tersanjung dan terpikat dengan jawabanmu tadi..,” katanya girang, “Wah..
jadi lupa Aku, Kamu nonton TV aja dulu di ruang tengah, Aku mau ambil SIM Kamu di kamar..,
Oke..?” pintanya.

Lalu aku menuju ke ruang tengah, kuputar TV. Secara tidak sengaja, aku melihat tumpukan
VCD. Aku tertarik, lalu kulihat tumpukan VCD itu, lalu, ohh astaga, ternyata tumpukan VCD
itu semuanya film “XX”, aku terkejut sekali melihat tumpukan film “XX” itu. Sebelum aku
melihat satu-persatu, terdengar bunyi pintu dibuka. Lalu, ohh, aku terkejut lagi, Ibu Rini
keluar dari kamarnya hanya menggenakan daster pink transparan, di balik dasternya itu,
bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul bak gunung
Semeru. Begitu ia keluar, mataku nyaris copot karena melotot, melihat tubuh Ibu Rini. Dia
membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas.
“Kenapa..? Ayo duduk dulu..! Ini SIM Kamu.. Aku kembalikan..” katanya.
Wajahku merah karena malu, karena Ibu Rini tersenyum saat pandanganku terarah ke buah
dadanya.
“SIM Kamu, Aku kembalikan, tapi Kamu harus menolong Saya..!”
Ibu Rini merapatkan duduknya di karpet ke tubuhku, aku jadi panas dingin dibuatnya.
“Boy..?” tegurnya ditengah-tengah keheninganku.
“Ada apa Bu..?” tubuhku bergetar ketika tangan Ibu Rini merangkulku, sementara tangannya
yang lain mengusap-usap daerah “XX”-ku. “Tolong Ibu Rini ya..? Dan janji, Kamu harus janji
untuk merahasiakan hal ini, kalau tidak aku DOR Kamu..!” pintanya manja.

“Tapi.. Saya.., anu.., ee..”
“Kenapa..? Ooo.. Kamu takut sama pacar Kamu ya..?” katanya manja.
Wajahku langsung saja merah mendengar perkataan Ibu Rini, “Iya Bu..” kataku lagi.
“Sekarang Kamu pilih disidang atau pacar Kamu..?” ancamnya.

Dia kemudian duduk di pangkuanku. Bibir kami berdua kemudian saling berpagutan. Ibu Rini
yang agresif karena haus akan kehangatan dan aku yang menurut saja, langsung bereaksi
ketika tubuh hangat Ibu Rini menekan ke dadaku. Aku bisa merasakan puting susu Ibu Rini
yang mengeras. Lidah Ibu Rini menjelajahi mulutku, mencari lidahku untuk kemudian saling
berpagutan bagai ular. Setelah puas, Ibu Rini kemudian berdiri di depanku yang dari tadi
masih melongo, karena tidak percaya pada apa yang sedang terjadi. Satu demi satu
pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos tanpa sehelai bnenangpun seakan akan
menantang untuk diberi kehangatan olehku.
“Lepaskan pakaiannmu Boy..!” Ibu Rini berkata sambil merebahkan dirinya di karpet.
Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.
“Ayoo.. cepat dong..! Aku udah gatel nich.. ohh..” Ibu Rini mendesah tidak sabar.
Aku kemudian berlutut di sampingnya. Aku bingung dan tidak tahu apa yang harus dilakukan,
karena malu.
“Boy.. letakkan tanganmu di dadaku, ayo ohh..!” pintanya lagi.
Dengan gemetar aku meletakkan tanganku di dada Ibu Rini yang turun naik. Tanganku kemudian
dibimbing untuk meremas-remas payudara Ibu Rini yang super montok itu.
“Oohh.. enakk.., ohh.. remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..” desahnya.

Dengan semangat aku melakukan apa yang dia katakan. Lama-lama aku jadi tidak tahan, lalu,
“Ibu.. boleh Saya hisap susu Ibu..?” Ibu Rini tersenyum mendengar pertanyaanku, dia
berkata sambil menunduk, “Boleh Sayang.. lakukan apa yang Kamu suka..” Tubuh Rini menegang
ketika merasakan jilatan dan hisapan mulutku yang sekarang mulai garang itu di susunya.

“Oohh.. jilat terus Boy..! Ohh..” desah Ibu Rini sambil tangannya mendekap erat kepalaku
ke payudaranya.

Aku lama-lama semakin buas menjilati puting susunya, mulutnya tanpa kusadari menimbulkan
bunyi yang nyaring. Hisapanku semakin keras, bahkan tanpa kusadari, aku menggigit-gigit
ringan putingnya yang ohh.

“Mmm.. nakal Kamu..” Ibu Rini tersenyum merasakan tingkahku yang semakin “Jozz” itu.
Lalu aku duduk di antara kedua kaki Ibu Rini yang telah terbuka lebar, sepertinya sudah
siap tempur. Ibu Rini kemudian menyandarkan punggungnya pada dinding di belakangya.
“Ayo, sekarang Kamu rasakan memekku..!” ia membimbing telunjukku memasuki liang
senggamanya.Cerita Sex Terbaru

“Hangat, lembab, sempit sekali Bu..” kataku sambil mengucek kedalaman liang kenikmatannya.
“Sekarang jilat ‘kontol kecil’-ku..!” katanya.
Pelan-pelan lidahku mulai menjilat klitoris yang mulai menyembul tinggi sekali itu.
“Terus.. oohh.. ya.. jilat.. jilat. Terus.. ohh..” Ibu Rini menggerinjal-gerinjal keenakan
ketika kelentitnya dijilat oleh mulutku yang mulai asyik dengan tugasnya.
“Gimana.., enak ya Bu..?” aku tersenyum sambil terus menjilat.
“Oohh.. Boooy..” tubuh Ibu Rini telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang,
sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.

Lidahku semakin berani mempermainkan kelentit Ibu Rini yang makin bergelora dirangsang
birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanannya akan segera jebol. Dan aku
akan unggul 1-0, ee.. emangnya main bola. Lalu, “Oooaahh.. Booy..!”

Tangan Ibu Rini mencengkeram pundakku yang kokoh bagaikan tembok raksasa di China,
sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya mulai menegang, dan
muncratlah‘lahar’Ibu Rini di mulutku. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang
telah kuberikan.

“Hmm.. Kamu sungguh lihai Booy.. Sekarang coba gantian Kamu yang berbaring..” katanya.
Aku menurut saja. Batang kejantananku segera menegang ketika merasakan tangan lembut Ibu
Rini yang mulai mempermainkan senjata keperkasaanku.
“Wah.. wahh.. besar sekali. Oh my god.. Ohh..” tangan Ibu Rini segera mengusap-usap batang
keperkasaanku yang telah mengeras tersebut.

Segera saja benda besar dan panjang itu mulai berdenyut-denyut dan dimasukkan ke mulut Ibu
Rini. Dia segera menjilati batang kemaluanku itu dengan penuh semangat. Kepala
kejantananku itu dihisapnya keras-keras hingga aku jadi merintih keenakan.

“Ahh.. enakkee.. rekk..!” aku tanpa sadar menyodokkan pinggulku untuk semakin menekan
senjata keperkasaanku agar makin ke dalam mulut Ibu Rini yang telah penuh oleh batang
kejantananku. Gerakanku makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Ibu Rini.
“Ooohh Bu.. oohh.. mulut Ibu memang sakti.. ohh.. I’m coming.. ohh..”
Muncratlah laharku di dalam mulut Ibu Rini yang segera menjilati cairan itu hingga
tuntas.. tas.. tas.. plass.

“Hmm.. agak asin rasanya Boy punyamu.., tapi enak kok..” Ibu Rini masih tetap menjilati
kemaluanku yang masih tegak bagaikan tugu Monas di Jakarta, menara Piza di Italy, menara
Eiffel di Paris.

“Sebentar ya.., Aku mau minum dulu..” katanya setelah selesai menjilati batang
kejantananku.
Ketika Ibu Rini sedang membelakangiku sambil menenggak air putih dari kulkas. Aku melihat
body yang wuih dan itu ohh, pantat yang bulat. Aku memang suka pantat yang bulat dan
menantang. Aku tidak tahan cuma melihat dari jauh, lalu aku berdiri dan berjalan
menghampirinya, lalu mendekapnya dari belakang.

“Boy.. jangan nakal dong, biar Ibu minum dulu..!” katanya manja.
“Aku tidak tahan melihat pantat ibu yang bulat dan menantang itu.” kataku tak sabaran.
“Kamu suka pantatku, kalau gitu Kamu tentu mau kalau nanti pantatku mendapat giliran untuk
Kamu obok-obok, bagaimana Boy..? Mau ngobok-ngobok pantat Ibu..?” tanyanya.
Aku terima tantangannya. “Ohh.., memang benar-benar wuihh..” aku berkata sambil mengelus-
elus pantat Ibu Rini.

Lalu aku jongkok agar dapat jelas melihat, kusentuh lembut pantat itu dengan tanganku.
Terus kucium, kuelus lagi, kucium lagi terus kujilat, lalu kubuka belahan pantat itu.
Ohh.., terhampar pemandangan indah dengan bau yang khas, lubang yang sempit, lebih sempit
dari yang di depandan sekitarnya ditumbuhi bulu-bulu yang lumayan lebat. Lalu kujulurkan
jari telunjukku ke lubang yang sempit itu. Waktu aku coba memasukkan jariku ke lubang itu,
terdengar jeritan kecil Ibu Rini.

“Boy.., jangan keras-keras ya, nanti sakit.. lho..”
Lalu aku mulai memasukkan step by step. Waktu jariku menembus lubang itu sepertinya
tanganku mau disedot masuk ke dalam.

“Lubang Ibu nakal juga ya, masa jariku mau dimakan juga..?”
“Akhh.. Kamu nakal dech.., ohh Boy.. coba sekarang Kamu jilat ya..?” pintanya.
Lalu kutarik jariku dari dalam lubang itu, lalu aku mulai menjilati lubang itu ehhmm..,
lumayan juga rasanya, asin-asin gurih.

Sementara itu, Ibu Rini terdengar merintih keenakan. Lama-lama aku tidak sabar, dan terus
kuberdiri dan tanpa basa-basi, aku langsung membalikkan badannya. Terus kulahap gundukan-
gundukan daging di dada Ibu Rini dengan nikmat. Sementara itu, Ibu Rini mulai mendesah-
desah dan menggelinjang. Kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam. Goyangan-
goyangan lidahku yang terus menjilati puting susu Ibu Rini yang tinggi dan lancip begitu
bertubi-tubi tanpa henti. Ibu Rini menggerinjal-gerinjal dengan keras.

“Aaahh.. uuhh.. uuhh..” desahan-desahan kenikmatan semakin banyak bermunculan dari mulut
Ibu Rini.

Geliat-geliatan tubuhnya semakin menjadi-jadi karena merasa sensasi yang luar biasa akibat
sentuhan-sentuhan mulut dan lidahku pada ujung syaraf sensitif di payudaranya. Urat-urat
membiru pun mulai menghiasi dengan jelas seluruh permukaan payudara yang super montok itu.

Masih dengan mulutku yang tetap berpetualang di dada Ibu Rini yang juga masih
menggelinjang, aku membopong Ibu Rini ke kamar. Kujatuhkan tubuh Ibu Rini di atas kasur
spring bed yang sangat empuk. Saking keras jatuhnya, tubuhnya yang aduhai itu sempat
terlontar-lontar sedikit sebelum akhirnya tergolek pasrah di atas ranjang itu. Setelah
itu, Ibu Rini tetelentang di kasur dengan kaki-kakinya yang jenjang terjulur ke lantai.
Tubuh bugilnya yang putih dan mulus beserta payudara yang montok dengan puting susu nan
tinggi yang teronggok kokoh di dadanya, memang sebuah pemandangan yang amat menawan hati.Cerita Sex Terbaru

Lalu aku berlutut di lantai menghadap selangkangan Ibu Rini. Kurenggangkan kedua kakinya
yang menjejak di lantai. Dengan begitu aku dapat memandang langsung ke arah
selangkangannya itu. Bulu-bulu kemaluan yang tumbuh di padang rumput tipis yang menghiasi
wilayah sensitif itu begitu menggelora nafsu birahiku. Aromanya yang segar dan harum
membuat nafsuku itu kian meninggi. Kudekatkan mulutku ke bibir Memeknya dan kujulurkan
lidahku untuk mencicipi lezatnya lubang itu. Tubuh Ibu Rini terlonjak keras ketika
kucucukkan lidahku ke dalam liang senggamanya. Kukorek-korek seluruh permukaan lorong yang
gelap itu. Begitu hebat rangsangan yang kubuat pada dinding lorong kenikmatan tersebut,
membuat air bah segera datang membanjirinya.

“Ooohh.. uuhh.. aahh..” terdengar rintihan Ibu Rini dari mulutnya yang megap-megap
setengah membuka.

Kemudian aku berdiri. Dengan tangan bertumpu ke atas kasur, kucoba mengarahkan ujung
penisku ke lubang Memek yang lumayan sempit yang tampak licin dan basah milik Ibu Rini.
Berhasil. Perlahan-lahan kuhujamkan batang kemaluanku ke dalam liang senggama itu. Tubuh
Ibu Rini berkejat-kejat dibuatnya merasakan nikmat penetrasi yang sedang kulakukan saat
ini.
“Aaahh.. oohh..” tak ayal jeritan-jeritan mengalir dari mulutnya.

Akhirnya batang keperkasaanku amblas semua ke dalam liang gelap yang berdenyut-denyut
milik Ibu Rini diiringi dengan jeritannya. Kenikmatan ini kian bertambah menjadi-jadi
setelah aku melakukan penetrasi lebih dalam dan intensif lagi. Gerakan memompa dari batang
kejantananku di dalam kemaluan Ibu Rini semakin kupercepat. Terdengar suara kecipak-
kecipak dan lenguhan kami berdua karena terlalu asyiknya kami bersenggama. Seiring dengan
tangan yang kembali meremas-remas perbukitan indah yang menjulang tinggi di dada Ibu Rini,
batang kejantananku terus melakukan serangan-serangan yang tanpa henti di dalam lubang
senggamanya yang bertambah kencang denyutan-denyutannya.

Memek memerah yang terus berdenyut-denyut dan amat licin akibat begitu membanjirnya
cairan-cairan kenikmatan yang keluar dari dalamnya, terasa menjepit bnatang kejantananku.
Demikian sempitnya ruang gerak penisku di dalam lorong gelap itu, menjadikan gesekan-
gesekan yang terjadi begitu mengasyikkan. Ini merupakan sensasi sendiri bagiku yang
merasakan batang keperkasaanku seperti merasa diurut-urut oleh seluruh permukaan dinding
Memeknya. Mulutku pun tak henti-hentinya menyuarakan desahan-desahan kenikmatan tanpa bisa
dihalangi lagi.

“Oiihh.. Booy.. ohh..” Ibu Rini menjerit-jerit tidak karuan, sementara tubuhnya juga
melonjak-lonjak dengan keras.

Sekuat tenaga kuhujam-hujam penisku dengan lebih ganas lagi ke dalam liang senggamanya.
Rasanya hampir habis tenaga dan nafasku dibuatnya. Tetapi nafsu birahi yang begitu
menggelora tampaknya membuatku lupa pada kelelahanku itu. Ini dibuktikan dengan sodokan
kejantananku yang berusaha menusuk sedalam-dalamnya. Bahkan berkali-kali ujung batang
kejantananku sampai menyentuh pangkal liang tersebut, membuat Ibu Rini menjerit keenakan.

“Booy.. Booy.. Aku.. mau.. keluar..” Ibu Rini melenguh kencang.

Ia merasakan sudah tidak bisa menahan klimaksnya lagi. Akan tetapi, aku belum merasakan
klimaks sedikit pun. Langsung kutambah kecepatan genjotan-genjotan batang kejantananku di
dalam liang senggamanya. Begitu buasnya sodokan-sodokanku itu, membuat tubuh Ibu Rini
bergoyang-goyang hebat, dia merintih.. merintih.. dan merintih. Akhirnya saat yang
diharapkan itu tercapai. Aku melenguh panjang merasakan laharku muncrat, menyusul Ibu Rini
yang sudah terlebih dahulu memperoleh orgasmenya. Begitu nikmatnya orgasme yang kurasakan
itu sehingga membuat laharku bagaikan air bah menerjang masuk ke dalam liang senggama Ibu
Rini. Kami berdua mengejang kencang saat titik-titik puncak itu tercapai. Tapi kenapa
batang kejantananku tidak mau istirahat, dan masih terlihat perkasa. Dengan segera aku
berlutut di atas ranjang.

Kuminta Ibu Rini untuk berlutut juga membelakangiku dengan tangan bertumpu di kasur, jadi
dalam posisi doggy style. Kemudian Rini kudorong sedikit ke depan, sehingga pantatnya agak
naik ke atas, yang lebih memudahkan batang kejantananku untuk melakukan penetrasi ke dalam
lubang senggamanya. Setelah itu langsung kusodok kemaluan yang sekarang sudah terlihat
agak merekah itu dengan batang keperkasaanku dari belakang. Tubuh Ibu Rini terhenyak
hingga hampir terjungkal ke depan akibat kerasnya sodokanku itu, sementara mulutnya
menjerit keenakan. Dalam sekejap, senjata-ku itu seluruhnya ditelan oleh Memek itu dan
langsung menjepitnya. Jepitan liang senggama Ibu Rini yang berdenyut-denyut menambah
gairah birahiku yang memang sudah menggelora.

Dengan cepat, kutarik kejantananku sampai hampir keluar dari dalam liang senggamanya, lalu
kutusukkan kembali dengan cepat. Kemudian kutarik dan kusodok lagi, seterusnya berulang-
ulang tanpa henti. Doronganku yang keras ditambah dengan sensasi kenikmatan yang luar
biasa membuat Ibu Rini beberapa kali nyaris terjerembab. Namun itu tidak menjadi masalah
sama sekali. Bahkan sebaliknya, membuat permainan kami berdua menjadi kian panas.

Lalu, “Aah.. ah.. ah.. ah..” nafasku terengah-engah.

Kurasakan sekujur tubuhku mulai kehabisan tenaga. Tenagaku sudah begitu terkuras, tetapi
aku belum mau berputus asa. Kucoba mengeluarkan sisa-sisa tenaga yang masih ada semampuku.
Dengan sedikit mengejang, kugenjot batang kejantananku kembali ke dalam luabng
kenikmatannya sekuat-kuatnya. Ibu Rini pun tidak mau kalah, dia maju-mundurkan tubuhnya
dengan ganasnya. Akhirnya, Ibu Rini melenguh panjang, muncratlah lahar-nya, disusul
beberapa detik kemudian oleh kemaluanku.

Baca JUga Cerita Seks Rayuan Mami

Lalu secepat kilat kukeluarkan penisku dari dalam lubang kenikmatan Ibu Rini dan langsung
jatuh terkapar di kasur. Lalu, Ibu Rini langsung meraih batang kejantananku itu dan
dimasukkan ke dalam mulutnya. Ibu Rini mengocok penisku itu di dalam mulutnya yang memang
agak kecil. Namun Ibu Rini berhasil melumat batang keperkasaanku dengan nikmatnya.
Gesekan-gesekan yang terjadi antara kulit kemaluanku yang sensitif dengan mulut Ibu Rini
yang basah dan licin ditambah dengan gigitan-gigitan kecil yang dilakukan oleh giginya
yang putih karena pakai“Smile-Up Man”, membuat aku tidak dapat menahan diri lagi.
Muncratan-muncratan lahar kenikmatan yang keluar begitu banyaknya dari batang
keperkasaanku langsung ditelan seluruhnya, hampir tanpa sisa oleh Ibu Rini. Sebagian
meleleh keluar dari mulutnya dan jatuh membasahi kasur. Belum puas sampai disitu, ia masih
menjilati sekujur batang kejantananku sampai bersih total seperti sediakala. Bukan main!

Lalu kami berdua tergolek di atas tempat tidur dengan tubuh telanjang yang dibasahi oleh
keringat dan lahar kami. Kemudian aku tertidur. Setelah pagi harinya terbangun, kmai
mengulanginya lagi dengan fantasi Sex yang berbeda. Pagi itu ibu Rini mengajakku Untuk
melakukan hubungan Sex dikolam renang. Sungguh bahagianya hatiku mendapatkan sosok wanita
yang hyper Sex seperti ibu Rini Polwan Cantik Nan Jelita.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Hyperseks

Cerita Sex Terbaru | Kisah dimana aku akan menceritakan cerita sex seru dengan cewek abg dan pembantu temanku yang binal,
mari kita simak bersama sebelumnya kendurkan celana kalian,hehe

Cerita Sex Terbaru Hyperseks

Pagi itu aku terbangun dengar bunyi hapeku bordering aku masih melihat Niya gadis ABG yang aku garap
tadi malam dia masih tidur terlelap dengan toket yang montok naik turun dengan tarikan nafasnya pengen
aku berpelukan lagi dengannya rasanya, ahh tetapi temanku ardi sudah menunggu di luar yang meneleponku
tadi.
Kemudian aku keluar kamar dengan pelan pelan agar Niya tidak terganggu dengan pembicaraanku.

“Baru bangun ya”, terdengar suara Ardi diujung sana.

“Iya, mau ngapain pagi gini dah nelpon, masih ngantuk”, jawabku.

“Gini ari baru bangun, udah jam 10 nih. Pasti ngegarap ABG ya”.

“La iya lah”, jawabku.

“Ada apa”.

“Tukeran ABG yuk, aku semalam main ama pembantu sebelah”.

“Pembantu? emangnya gak ada cewek yang lain”, kataku, rada kesel.

Masak Niya mau dituker ama pembantu.

“Tunggu dulu, biar pembantu Ana cantik kaya anak gedongan. Bodinya montok banget dan napsunya gede
banget, maunya terus2an main. Kamu pasti puas lah main ama dia”.

“Masak sih, kalo cewekku Niya, anak skolahan, montok dan binal kalo di ranjang”, jawabku lagi.

“Ya udah, kita tukeran aja, mau enggak. Kalo mau aku ama Ana cabut kerumahmu sekarang”.

Aku tertarik juga dengan tawaran, pengen juga aku ngeliat kaya apa sih pembantu yang katanya kaya anak
gedongan,

“Ok, dateng aja”. Pembicaraan terhenti.

Aku kembali ke kekamar.

Niya udah bangun.

“Ada apa om, mau maen lagi gak”, katanya sambil tersenyum.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

“Belum puas semalem ya Niya. Temen om tadi nelpon ngajakin om tuker pasangan. Niya mau gak maen ama
temennya om. Dia juga ahli kok nggarap cewek abg kaya Niya”, jawabku.

“Kalo nikmat ya Niya sih mau aja”, Niya bangun dari tempat tidur dan masuk kamar mandi.

Aku menyusulnya. Sebenarnya aku napsu lagi ngeliat Niya yang masih telanjang bulat, tetapi karena Ana
mau dateng ya aku tahan aja napsuku.

Kita mandi sama sambil saling menyabuni sehingga kon tolku ngaceng lagi.

“Om, kon tolnya ngaceng lagi tuh, maen lagi yuk”, ajak Niya sambil ngocok kon tolku.

“Kan Niya mau maen ama temennya om, nanti aja maennya. Temen om ama ceweknya lagi menuju kemari”,
jawabku.

Sehabis mandi, kita sarapan dulu. Niya tetep aja bertelanjang bulat sementara aku cuma pake celana
pendek saja.

Selesai makan aku menarik Niya saung dipinggir kolam renang yang ada dibelakang rumahku. Niya kupeluk
dan kuciumi sementara tanganku sibuk meremes2 toket montoknya. Niyapun gak mau kalah, kon tolku
digosok2nya dari luar celana ku.

Sedang asik, Ardi dan Ana datang. Ardi sudah biasa kalo masuk rumahku langsung nyelonong aja kedalem,
karena kami punya kunci rumah masing2. Ana ternyata cantik juga, seperti bintang sinetron berdarah
arab yang aku lupa namanya.

Ana make pakean ketat, sehingga toketnya yang besar tampak sangat menonjol. Pantatnya yang besar juga
tampak sangat menggairahkan. Ana terkejut melihat Niya yang bertelanjang bulat. Kuperkenalkan Niya
pada Ardi, Ardi langsung menggandeng Niya masuk ke rumah.

“An, Ardi bilang dia nikmat banget ngen tot sama kamu, no nok kamu bisa ngempot ya, aku jadi kepingin
ngerasain diempot juga”, kataku sambil mencium pipinya.

“An, kamu napsuin banget, tetek besar dan pantat juga besar”.

“Niya kan juga napsuin pak”, jawabnya sambil duduk disebelahku di dipan.Cerita Sex Terbaru

“Jangan panggil pak dong, panggil om. Kan saya belum tua”, kataku sambil memeluknya.
Kucium pipinya sambil jemariku membelai-belai bagian belakang telinganya. Matanya terpejam seolah
menikmati usapan tanganku.

Kupandangi wajahnya yang manis, hidungnya yang mancung lalu bibirnya. Tak tahan berlama-lama menunggu
akhirnya aku mencium bibirnya. Kulumat mesra lalu kujulurkan lidahku. Mulutnya terbuka perlahan
menerima lidahku.

Lama aku mempermainkan lidahku di dalam mulutnya. Lidahnya begitu agresif menanggapi permainan
lidahku, sampai-sampai nafas kami berdua menjadi tidak beraturan. Sesaat ciuman kami terhenti untuk
menarik nafas, lalu kami mulai berpagutan lagi dan lagi.

Kubelai pangkal lengannya yang terbuka. Kubuka telapak tanganku sehingga jempolku bisa menggapai
permukaan dadanya sambil membelai pangkal lengannya. Bibirku kini turun menyapu lehernya seiring
telapak tanganku meraup toketnya.

Ana menggeliat bagai cacing kepanasan terkena terik mentari. Suara rintihan berulang kali keluar dari
mulutnya di saat lidahku menjulur menikmati lehernya yang jenjang.

“Om….” Ana memegang tanganku yang sedang meremas toketnya dengan penuh napsu.
Bukan untuk mencegah, karena dia membiarkan tanganku mengelus dan meremas toketnya yang montok.

”An, aku ingin melihat toketmu”, ujarku sambil mengusap bagian puncak toketnya yang menonjol.
Dia menatapku. Ana akhirnya membuka tank top ketatnya di depanku. Aku terkagum-kagum menatap toketnya
yang tertutup oleh BH berwarna hitam.

Toketnya begitu membusung, menantang, dan naik turun seiring dengan desah nafasnya yang memburu.

Sambil berbaring Ana membuka pengait BH-nya di punggungnya. Punggungnya melengkung indah. Aku menahan
tangan Ana ketika dia mencoba untuk menurunkan tali BH-nya dari atas pundaknya. Justru dengan keadaan
BH-nya yang longgar karena tanpa pengait seperti itu membuat toketnya semakin menantang.

“toketmu bagus, An”, aku mencoba mengungkapkan keindahan pada tubuhnya.

Perlahan aku menarik turun cup BH-nya. Mata Ana terpejam. Perhatianku terfokus ke pentilnya yang
berwarna kecoklatan. Lingkarannya tidak begitu besar sedang ujungnya begitu runcing dan kaku. Kuusap
pentilnya lalu kupilin dengan jemariku. Ana mendesah. Mulutku turun ingin mencicipi toketnya.

“Egkhh..” rintih Ana ketika mulutku melumat pentilnya.

Kupermainkan dengan lidah dan gigiku. Sekali-sekali kugigit pentilnya lalu kuisap kuat-kuat sehingga
membuat Ana menarik rambutku. Puas menikmati toket yang sebelah kiri, aku mencium toket Ana yang
satunya yang belum sempat kunikmati.

Rintihan-rintihan dan desahan kenikmatan keluar dari mulut Ana. Sambil menciumi toket Ana, tanganku
turun membelai perutnya yang datar, berhenti sejenak di pusarnya lalu perlahan turun mengitari lembah
di bawah perut Ana.

Kubelai pahanya sebelah dalam terlebih dahulu sebelum aku memutuskan untuk meraba no noknya yang masih
tertutup oleh celana jeans ketat yang dikenakan Ana.

Aku secara tiba-tiba menghentikan kegiatanku lalu berdiri di samping dipan. Ana tertegun sejenak
memandangku, lalu matanya terpejam kembali ketika aku membuka jeans warna hitamnya. Aku masih berdiri
sambil memandang tubuh Ana yang tergolek di dipan, menantang.

Kulitnya yang tidak terlalu putih membuat mataku tak jemu memandang. Perutnya begitu datar. Celana
jeans ketat yang dipakainya telihat terlalu longgar pada pinggangnya namun pada bagian pinggulnya
begitu pas untuk menunjukkan lekukan pantatnya yang sempurna.

Puas memandang tubuh Ana, aku lalu membaringkan tubuhku disampingnya. Kurapikan untaian rambut yang
menutupi beberapa bagian pada permukaan wajah dan leher Ana. Kubelai lagi toketnya. Kucium bibirnya
sambil kumasukkan air liurku ke dalam mulutnya.

Ana menelannya. Tanganku turun ke bagian perut lalu menerobos masuk melalui pinggang celana jeans Ana
yang memang agak longgar. Jemariku bergerak lincah mengusap dan membelai selangkangan Ana yang masih
tertutup CDnya.

Jari tengah tanganku membelai permukaan CDnya tepat diatas no noknya, basah. Aku terus mempermainkan
jari tengahku untuk menggelitik bagian yang paling pribadi tubuh Ana. Pinggul Ana perlahan bergerak ke
kiri, ke kanan dan sesekali bergoyang untuk menetralisir ketegangan yang dialaminya.Cerita Sex Terbaru

Aku menyuruh Ana untuk membuka celana jeans yang dipakainya. Tangan kanan Ana berhenti pada permukaan
kancing celananya. Ana lalu membuka kancing dan menurunkan reitsliting celana jeansnya.

CD hitam yang dikenakannya begitu mini sehingga jembut keriting yang tumbuh di sekitar no noknya
hampir sebagian keluar dari pinggir CDnya. Aku membantu menarik turun celana jeans Ana. Pinggulnya
agak Niyaikkan ketika aku agak kesusahan menarik celana jeans Ana.

Akupun melepas celana pendekku. Posisi kami kini sama-sama tinggal mengenakan CD. Tubuhnya semakin
seksi saja. Pahanya begitu mulus. Memang harus kuakui tubuhnya begitu menarik dan memikat, penuh
dengan sex appeal.

Kami berpelukan. Kutarik tangan kirinya untuk menyentuh kon tolku dari luar CD ku.

“Oh..” Ana menyentuh kon tolku yang tegang.

“Kenapa, An?” tanyaku.

Ana tidak menjawab, malah melorotkan CD ku. Langsung kon tolku yang panjangnya kira-kira 18 cm serta
agak gemuk dibelai dan digenggamnya. Belaiannya begitu mantap menandakan Ana juga begitu piawai dalam
urusan yang satu ini.

“Tangan kamu pintar juga ya, An,”´ ujarku sambil memandang tangannya yang mengocok kon tolku.

“Ya, mesti dong!” jawabnya sambil cekikikan.

“Om sama Niya semalem maen berapa kali?” tanyanya sambil terus mengurut-urut kon tolku.

“Kamu sendiri semalem maen berapa kali sama Ardi?” aku malah balik berrtanya.

Mendapat pertanyaan seperti itu entah kenapa nafsuku tiba-tiba semakin liar. Ana akhirnya bercerita
kalau Ardi napsu sekali tadi malem menggeluti dia. Mau berapa kali Arif meminta, Ana pasti
melayaninya.

Mendengar perjelasan begitu jari-jariku masuk dari samping CD langsung menyentuh bukit no nok Ana yang
sudah basah. Telunjukku membelai-belai i tilnya sehingga Ana keenakan.

“Kamu biasa ngisep kan, An?” tanyaku.

Ana tertawa sambil mencubit kon tolku. Aku meringis.

“Kalo punya om mana bisa?” ujarnya.

“Kenapa memangnya?” tanyaku penasaran.

“Nggak muat di mulutku,” selesai berkata demikian Ana langsung tertawa kecil.

“Kalau yang dibawah, gimana?” tanyaku lagi sambil menusukkan jari tengahku ke dalam no noknya.
Ana merintih sambil memegang tanganku. Jariku sudah tenggelam ke dalam liang no noknya. Aku merasakan
no noknya berdenyut menjepit jariku. Ugh, pasti nikmat sekali kalau kon tolku yang diurut, pikirku.
Segera CD nya kulepaskan.

Perlahan tanganku menangkap toketnya dan meremasnya kuat. Ana meringis. Diusapnya lembut kon tolku
keras banget. Tangannya begitu kreatif mengocok kon tolku sehingga aku merasa keenakan.

Aku tidak hanya tinggal diam, tanganku membelai-belai toketnya yang montok. Kupermainkan pentilnya
dengan jemariku, sementara tanganku yang satunya mulai meraba jembut lebat di sekitar no nok Ana.

Kuraba permukaan no nok Ana. Jari tengahku mempermainkan i tilnya yang sudah mengeras. kon tolku kini
sudah siap tempur dalam genggaman tangan Ana, sementara no nok Ana juga sudah mulai mengeluarkan
cairan kental yang kurasakan dari jemari tanganku yang mengobok-obok no noknya.

Kupeluk tubuh Ana sehingga kon tolku menyentuh pusarnya. Tanganku membelai punggung lalu turun meraba
pantatnya yang montok. Ana membalas pelukanku dengan melingkarkan tangannya di pundakku.

Kedua telapak tanganku meraih pantat Ana, kuremas dengan sedikit agak kasar lalu aku menaiki tubuhnya.
Kaki Ana dengan sendirinya mengangkang. Kuciumi lagi lehernya yang jenjang lalu turun melumat
toketnya.

Telapak tanganku terus membelai dan meremas setiap lekuk dan tonjolan pada tubuh Ana. Aku melebarkan
kedua pahanya sambil mengarahkan kon tolku ke bibir no noknya. Ana mengerang lirih. Matanya perlahan
terpejam.

Giginya menggigit bibir bawahnya untuk menahan laju birahinya yang semakin kuat. Ana menatap aku,
matanya penuh nafsu seakan memohon kepadaku untuk memasuki no noknya.

”Aku ingin mengen totmu, An” bisikku pelan,

sementara kepala kon tolku masih menempel di belahan no nok Ana. Kata ini ternyata membuat wajah Ana
memerah. Ana menatapku sendu lalu mengangguk pelan sebelum memejamkan matanya. aku berkonsentrasi
penuh dengan menuntun kon tolku yang perlahan menyusup ke dalam no nok Ana.

Terasa seret, memang, nikmat banget rasanya. Perlahan namun pasti kon tolku membelah no noknya yang
ternyata begitu kencang menjepit kon tolku. no noknya begitu licin hingga agak memudahkan kon tolku
untuk menyusup lebih ke dalam.

Ana memeluk erat tubuhku sambil membenamkan kuku-kukunya di punggungku hingga aku agak kesakitan.
Namun aku tak peduli.

“Om, gede banget, ohh..” Ana menjerit lirih.Cerita Sex Terbaru

Tangannya turun menangkap kon tolku.

“Pelan om”.

Soalnya aku tahu pasti ukuran kon tol Ardi tidaklah sebesar yang kumiliki. Akhirnya kon tolku terbenam
juga di dalam no nok Ana. Aku berhenti sejenak untuk menikmati denyutan-denyutan yang timbul akibat
kontraksi otot-otot dinding no nok Ana. Denyutan itu begitu kuat sampai-sampai aku memejamkan mata
untuk merasakan kenikmatan yang begitu sempurna.

Kulumat bibir Ana sambil perlahan-lahan menarik kon tolku untuk selanjutnya kubenamkan lagi. Aku
menyuruh Ana membuka kelopak matanya. Ana menurut. Aku sangat senang melihat matanya yang semakin sayu
menikmati kon tolku yang keluar masuk dari dalam no noknya.

“Aku suka no nokmu, An.. no nokmu masih rapet” ujarku sambil merintih keenakan.

Sungguh, no nok Ana enak sekali.

“Kamu enak kan, An?” tanyaku lalu dijawab Ana dengan anggukan kecil.

Aku menyuruh Ana untuk menggoyangkan pinggulnya. Ana langsung mengimbangi gerakanku yang naik turun
dengan goyangan memutar pada pinggangnya.

“Suka kon tolku, An?” tanyaku lagi.

Ana hanya tersenyum. kon tolku seperti diremas-remas ditambah jepitan no noknya.

“Ohh.. hh..” aku menjerit panjang. Rasanya begitu nikmat.

Aku mencoba mengangkat dadaku, membuat jarak dengan dadanya dengan bertumpu pada kedua tanganku.
Dengan demikian aku semakin bebas dan leluasa untuk mengeluar-masukkan kon tolku ke dalam no nok Ana.

Kuperhatikan kon tolku yang keluar masuk dari dalam no noknya. Dengan posisi seperti ini aku merasa
begitu jantan.

Ana semakin melebarkan kedua pahanya sementara tangannya melingkar erat di pinggangku. Gerakan naik
turunku semakin cepat mengimbangi goyangan pinggul Ana yang semakin tidak terkendali.

“An.. enak banget, kamu pintar deh.” ucapku keenakan.

“Ana juga, om”, jawabnya.

Ana merintih dan mengeluarkan erangan-erangan kenikmatan. Berulang kali mulutnya mengeluarkan kata,
“aduh” yang diucapkan terputus-putus. Aku merasakan no nok Ana semakin berdenyut sebagai pertanda Ana
akan mencapai puncak pendakiannya.

Aku juga merasakan hal yang sama dengannya, namun aku mencoba bertahan dengan menarik nafas dalam-
dalam lalu bernafas pelan-pelan untuk menurunkan daya rangsangan yang kualami.

Aku tidak ingin segera menyudahi permainan ini hanya dengan satu posisi saja. Aku mempercepat
goyanganku ketika kusadari Ana hampir nyampe. Kuremas toketnya kuat seraya mulutku menghisap dan
menggigit pentilnya. Kuhisap dalam-dalam.

“Ohh.. hh.. om..” jerit Ana panjang.

Aku membenamkan kon tolku kuat-kuat ke no noknya sampai mentok agar Ana mendapatkan kenikmatan yang
sempurna. Tubuhnya melengkung indah dan untuk beberapa saat lamanya tubuhnya kejang. Kepalaku ditarik
kuat terbenam diantara toketnya. Pada saat tubuhnya menyentak-nyentak aku tak sanggup untuk bertahan
lebih lama lagi.

“An, aakuu.. keluaarr, Ohh.. hh..” jeritku.

Ana yang masih merasakan orgasmenya mengunci pinggangku dengan kakinya yang melingkar di pinggangku.
Saat itu juga aku memuntahkan peju hangat dari kon tolku. Kurasakan tubuhku bagai melayang. secara
spontan Ana juga menarik pantatku kuat ke tubuhnya.

Mulutku yang berada di belahan dada Ana kuhisap kuat hingga meninggalkan bekas merah pada kulitnya.
Telapak tanganku mencengkram toket Ana. Kuraup semuanya sampai-sampai Ana kesakitan. Aku tak peduli
lagi.

Pejuku akhirnya muncrat membasahi no noknya. Aku merasakan nikmat yang tiada duanya ditambah dengan
goyangan pinggul Ana pada saat aku mengalami orgasme. Tubuhku akhirnya lunglai tak berdaya di atas
tubuh Ana. kon tolku masih berada di dalam no nok Ana. Ana mengusap-usap permukaan punggungku.

“Ana puas sekali dien tot om,” katanya.

Aku kemudian mencabut kon tolku dari no noknya. Dari dalam Ardi keluar sudah berpakaian lengkap.

“Pulang yuk An, sudah sore”, ajaknya.

Aku masuk kembali ke kamar. Niya ada di kamar mandi dan terdengar shower nyala. Aku bisa mendengarnya
karena pintu kamar mandi tidak ditutup. Tak lama kemudian, shower terdengar berhenti dan Niya keluar
hanya bercelana pendek.

Ganti aku yg masuk ke kamar mandi, aku hanya membersihkan tubuhku. Keluar dari kamar mandi, Niya
berbaring diranjang telanjang bulat.

“Kenapa Niya, lemes ya dien tot Ardi”, kataku.Cerita Sex Terbaru

“Lebih enak ngen tot sama om, kon tol om lebih besar soalnya”, jawab Niya tersenyum.

“Malem ini kita men lagi ya om”.

Hebat banget Niya, gak ada matinya. Pengennya dien tot terus.

“Ok aja, tapi sekarang kita cari makan dulu ya, biar ada tenaga bertempur lagi nanti malem”, kataku
sambil berpakaian. Niya pun mengenakan pakaiannya dan kita pergi mencari makan malem. Kembali ke rumah
sudah hampir tengah malem, tadi kita selain makan santai2 di pub dulu.

Di kamar kita langsung melepas pakaian masing2 dan bergumul diranjang. Tangan Niya bergerak
menggenggam kon tolku. Aku melenguh seraya menyebut namanya. Aku meringis menahan remasan lembut
tangannya pada kon tolku.

Niya mulai bergerak turun naik menyusuri kon tolku yang sudah teramat keras. Sekali-sekali ujung
telunjuknya mengusap kepala kon tolku yang sudah licin oleh cairan yang meleleh dari liangnya. Kembali
aku melenguh merasakan ngilu akibat usapannya. Kocokannya semakin cepat. Dengan lembut aku mulai
meremas-remas toketnya.

Tangan Niya menggenggam kon tolku dengan erat. Pentilnya kupilin2. Niya masukan kon tolku kedalam
mulutnya dan mengulumnya. Aku terus menggerayang toketnya, dan mulai menciumi toketnya. Napsuku
semakin berkobar.

Jilatan dan kuluman Niya pada kon tolku semakin mengganas sampai-sampai aku terengah-engah merasakan
kelihaian permainan mulutnya. Aku membalikkan tubuhnya hingga berlawanan dengan posisi tubuhku.
Kepalaku berada di bawahnya sementara kepalanya berada di bawahku. Kami sudah berada dalam posisi enam
sembilan! Lidahku menyentuh no noknya dengan lembut.

Tubuhnya langsung bereaksi dan tanpa sadar Niya menjerit lirih. Tubuhnya meliuk-liuk mengikuti irama
permainan lidahku di no noknya. Kedua pahanya mengempit kepalaku seolah ingin membenamkan wajahku ke
dalam no noknya.

Kon tolku kemudian dikempit dengan toketnya dan digerakkan maju mundur, sebentar. Aku menciumi bibir
no noknya, mencoba membukanya dengan lidahku. Tanganku mengelus paha bagian dalam. Niya mendesis dan
tanpa sadar membuka kedua kakinya yang tadinya merapat.

Aku menempatkan diri di antara kedua kakinya yang terbuka lebar. kon tol kutempelkan pada bibir no
noknya. Kugesek-gesek, mulai dari atas sampai ke bawah. Naik turun.

Niya merasa ngilu bercampur geli dan nikmat. no noknya yang sudah banjir membuat gesekanku semakin
lancar karena licin. Niya terengah-engah merasakannya. Aku sengaja melakukan itu. Apalagi saat kepala
kon tolku menggesek-gesek i tilnya yang juga sudah menegang.

“Om.?” panggilnya menghiba.

“Apa Niya”, jawabku sambil tersenyum melihatnya tersiksa.

“Cepetan..” jawabnya. Aku sengaja mengulur-ulur dengan hanya menggesek-gesekan kon tol. Sementara Niya
benar-benar sudah tak tahan lagi mengekang birahinya.

“Niya sudah pengen dien tot om”, katanya.

Niya melenguh merasakan desakan kon tolku yang besar itu. Niya menunggu cukup lama gerakan kon tolku
memasuki dirinya. Serasa tak sampai-sampai. Maklum aja, selain besar, kon tolku juga panjang.

Niya sampai menahan nafas saat kon tolku terasa mentok di dalam, seluruh kon tolku amblas di dalam.
Aku mulai menggerakkan pinggulnya pelan2. Satu, dua dan tiga enjotan mulai berjalan lancar.

Semakin membanjirnya cairan dalam no noknya membuat kon tolku keluar masuk dengan lancarnya. Niya
mengimbangi dengan gerakan pinggulnya. Meliuk perlahan. Naik turun mengikuti irama enjotanku. Gerakan
kami semakin lama semakin meningkat cepat dan bertambah liar.

Gerakanku sudah tidak beraturan karena yang penting enjotanku mencapai bagian-bagian peka di no
noknya. Niya bagaikan berada di surga merasakan kenikmatan yang luar biasa ini. kon tolku menjejali
penuh seluruh no noknya, tak ada sedikitpun ruang yang tersisa hingga gesekan kon tolku sangat terasa
di seluruh dinding no noknya.

Niya merintih, melenguh dan mengerang merasakan semua kenikmatan ini. Niya mengakui keperkasaan dan
kelihaianku di atas ranjang. Yang pasti Niya merasakan kepuasan tak terhingga ngen tot denganku. Aku
bergerak semakin cepat. kon tolku bertubi-tubi menusuk daerah-daerah sensitivenya.

Niya meregang tak kuasa menahan napsuku, sementara aku dengan gagahnya masih mengayunkan pinggulku
naik turun, ke kiri dan ke kanan. Erangannya semakin keras. Melihat reaksinya, aku mempercepat
gerakanku. kon tolku yang besar dan panjang itu keluar masuk dengan cepatnya.

Tubuhnya sudah basah bermandikan keringat. Aku pun demikian. Niya meraih tubuhku untuk didekap.
Direngkuhnya seluruh tubuhku sehingga aku menindih tubuhnya dengan erat. Niya membenamkan wajahnya di
samping bahuku. Pinggul nya diangkat tinggi-tinggi sementara kedua tangannya menggapai pantatku dan
menekannya kuat-kuat.

Niya meregang. Tubuhnya mengejang-ngejang.

“om..”, hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya saking dahsyatnya kenikmatan yang dialaminya
nersamaku. Aku menciumi wajah dan bibirnya. Niya mendorong tubuhku hingga terlentang.
Dia langsung menindihku dan menciumi wajah, bibir dan sekujur tubuhku.

Kembali diemutnya kon tolku yang masih tegak itu. Lidahnya menjilati, mulutnya mengemut. Tangannya
mengocok-ngocok kon tolku. Belum sempat aku mengucapkan sesuatu, Niya langsung berjongkok dengan kedua
kaki bertumpu pada lutut dan masing-masing berada di samping kiri dan kanan tubuhku. no noknya berada
persis di atas kon tolku. “Akh!” pekiknya tertahan ketika kon tolku dibimbingnya memasuki no noknya.

Tubuhnya turun perlahan-lahan, menelan seluruh kon tolku. Selanjutnya Niya bergerak seperti sedang
menunggang kuda. Tubuhnya melonjak-lonjak. Pinggulnya bergerak turun naik.

“Ouugghh.. Niya.., luar biasa!” jeritku merasakan hebatnya permainannya.

Pinggulnya mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Tanganku mencengkeram kedua toketnya,
kuremas dan dipilin-pilin.
Aku lalu bangkit setengah duduk. Wajah kubenamkan ke dadanya. Menciumi pentilnya. Kuhisap kuat-kuat
sambil kuremas-remas. Kami berdua saling berlomba memberi kepuasan.

Kami tidak lagi merasakan panasnya udara meski kamar menggunakan AC. Tubuh kami bersimbah peluh,
membuat tubuh kami jadi lengket satu sama lain. Niya berkutat mengaduk-aduk pinggulnya. Aku
menggoyangkan pantatku.

Baca Juga Cerita Sex Tugas Dinas

Tusukan kon tolku semakin cepat seiring dengan liukan pinggulnya yang tak kalah cepatnya. Permainan
kami semakin meningkat dahsyat. Sprei ranjang sudah tak karuan bentuknya, selimut dan bantal serta
guling terlempar berserakan di lantai akibat pergulatan kami yang bertambah liar dan tak terkendali.
Aku merasa pejuku udah mau nyembur.

Aku semakin bersemangat memacu pinggulku untuk bergoyang. Tak selang beberapa detik kemudian, Niya pun
merasakan desakan yang sama. Niya terus memacu sambil menjerit-jerit histeris. Aku mulai mengejang,
mengerang panjang.

Tubuhnya menghentak-hentak liar. Akhirnya, pejuku nyemprot begitu kuat dan banyak membanjiri no
noknya. Niya pun rasanya tidak kuat lagi menahan desakan dalam dirinya. Sambil mendesakan pinggulnya
kuat-kuat, Niya berteriak panjang saat mencapai puncak kenikmatan berbarengan denganku. Tubuh kami
bergulingan di atas ranjang sambil berpelukan erat.

“om, nikmaat!” jeritnya tak tertahankan. Niya lemes, demikian pula aku.

Tenaga terkuras habis dalam pergulatan yang ternyata memakan waktu lebih dari 1 jam! akhirnya kami
tertidur kelelahan.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Mertuaku Yang Cantik

Cerita Sex Terbaru | Sudah dua tahun ini aku menikah dengan Virni, dia seorang model iklan dan 6 bulan lalu, dia menjadi seorang bintang sinetron, sementara aku sendiri adalah seorang wiraswasta di bidang pompa bensin.
Umurku kini 32 tahun, sedangkan Virni 21 tahun. Virni seorang yang cantik dengan kulit yang putih bersih mungkin karena keturunan dari ibunya. Aku pun bangga mempunyai istri secantik dia. Ibunya Virni, mertuaku, sebut saja Mama Ratih, orangnya pun cantik walau usianya sudah 39-tahun. Mama Ratih merupakan istri ketiga dari seorang pejabat negara ini, karena istri ketiga jadi suaminya jarang ada di rumah, paling-paling sebulan sekali. Sehingga Mama Ratih bersibuk diri dengan berjualan berlian.

Cerita Sex Terbaru Mertuaku Yang Cantik

Aku tinggal bersama istriku di rumah ibunya, walau aku sendiri punya rumah tapi karena menurut istriku, ibunya sering kesepian maka aku tinggal di mertua. Aku yang sibuk sekali dengan bisnisku, sementara Mama Ratih juga sibuk, kami jadi jarang berkomunikasi tapi sejak istriku jadi bintang sinetron 6 bulan lalu, aku dan Mama Ratih jadi semakin akrab malahan kami sekarang sering melakukan hubungan suami istri, inilah ceritanya.

Sejak istriku sibuk syuting sinetron, dia banyak pergi keluar kota, otomatis aku dan mertuaku sering berdua di rumah, karena memang kami tidak punya pembantu. Tiga bulan lalu, ketika istriku pergi ke Jogja, setelah kuantar istriku ke stasiun kereta api, aku mampir ke rumah pribadiku dan baru kembali ke rumah mertuaku kira-kira jam 11.00 malam. Ketika aku masuk ke rumah aku terkaget, rupanya mertuaku belum tidur. Dia sedang menonton TV di ruang keluarga.

“Eh, Ma.. belum tidur…”
“Belum, Tom… saya takut tidur kalau di rumah belum adaorang…”
“Oh, Maaf Ma, saya tadi mampir ke rumah dulu.. jadi agak telat…”
“Virni… pulangnya kapan?”
“Ya… kira-kira hari Rabu, Ma… Oh.. sudah malam Ma, saya tidur dulu…”
“Oke… Tom, selamat tidur…”

Kutinggal Mama Ratih yang masih nonton TV, aku masuk ke kamarku, lalu tidur. Keesokannya, Sabtu Pagi ketika aku terbangun dan menuju ke kamar makan kulihat Mama Ratih sudah mempersiapkan sarapan yang rupanya nasi goreng, makanan favoritku.

“Selamat Pagi, Tom…”
“Pagi… Ma, wah Mama tau aja masakan kesukaan saya.”
“Kamu hari ini mau kemana Tom?”
“Tidak kemana-mana, Ma… paling cuci mobil…”
“Bisa antar Mama, Mama mau antar pesanan berlian.”
“Oke.. Ma…”

Hari itu aku menemani Mama pergi antar pesanan dimana kami pergi dari jam 09.00 sampai jam 07.00 malam. Selama perjalanan, Mama menceritakan bahwa dia merasa kesepian sejak Virni makin sibuk dengan dirinya sendiri dimana suaminya pun jarang datang, untungnya ada diriku walaupun baru malam bisa berjumpa. Sejak itulah aku jadi akrab dengan Mama Ratih.

Sampai di rumah setelah berpergian seharian dan setelah mandi, aku dan Mama nonton TV bersama-sama, dia mengenakan baju tidur modelnya baju handuk sedangkan aku hanya mengenakan kaus dan celana pendek. Tiba-tiba Mama menyuruhku untuk memijat dirinya.

“Tom, kamu capek nggak, tolong pijatin leher Mama yach… habis pegal banget nih…”
“Dimana Ma?”
“Sini.. Leher dan punggung Mama…”

Aku lalu berdiri sementara Mama Ratih duduk di sofa, aku mulai memijat lehernya, pada awalnya perasaanku biasa tapi lama-lama aku terangsang juga ketika kulit lehernya yang putih bersih dan mulus kupijat dengan lembut terutama ketika kerah baju tidurnya diturunkan makin ke bawah dimana rupanya Mama Ratih tidak mengenakan BH dan payudaranya yang cukup menantang terintip dari punggungnya olehku dan juga wangi tubuhnya yang sangat menusuk hidungku.

“Maaf, Ma… punggung Mama juga dipijat…”
“Iya… di situ juga pegal…”

Dengan rasa sungkan tanganku makin merasuk ke punggungnya sehingga nafasku mengenai lehernya yang putih, bersih dan mulus serta berbulu halus. Tiba-tiba Mama berpaling ke arahku dan mencium bibirku dengan bibirnya yang mungil nan lembut, rupanya Mama Ratih juga sudah mulai terangsang.

“Tom, Mama kesepian… Mama membutuhkanmu…” Aku tidak menjawab karena Mama memasukkan lidahnya ke mulutku dan lidah kami bertautan.

Tanganku yang ada di punggungnya ditarik ke arah payudaranya sehingga putingnya dan payudaranya yang kenyal tersentuh tanganku. Hal ini membuatku semakin terangsang, dan aku lalu merubah posisiku, dari belakang sofa, aku sekarang berhadapan dengan Mama Ratih yang telah meloloskan bajunya sehingga payudaranya terlihat jelas olehku.

Aku tertegun, rupanya tubuh Mama Ratih lebih bagus dari milik anaknya sendiri, istriku. Aku baru pertama kali ini melihat tubuh ibu mertuaku yang toples.

“Tom, koq bengong, khan Mama sudah bilang, Mama kesepian…”
“iya… iya.. iya Mah,”

Ditariknya tanganku sehingga aku terjatuh di atas tubuhnya, lalu bibirku dikecupnya kembali. Aku yang terangsang membalasnya dengan memasukkan lidahku ke mulutnya. Lidahku disedot di dalam mulutnya. Tanganku mulai bergerilya pada payudaranya. Payudaranya yang berukuran 36B sudah kuremas-remas, putingnya kupelintir yang membuat Mama Ratih menggoyangkan tubuhnya karena keenakan.

Tangannya yang mungil memegang batangku yang masih ada di balilk celana pendekku. Diusap-usapnya hingga batangku mulai mengeras dan celana pendekku mulai diturunkan sedikit, setelah itu tangannya mulai mengorek di balik celana dalamku sehingga tersentuhlah kepala batangku dengan tangannya yang lembut yang membuatku gelisah.

Keringat kami mulai bercucuran, payudaranya sudah tidak terpegang lagi tanganku tapi mulutku sudah mulai menari-nari di payudaranya, putingnya kugigit, kuhisap dan kukenyot sehingga Mama Ratih kelojotan, sementara batangku sudah dikocok oleh tangannya sehingga makin mengeras.

Tanganku mulai meraba-raba celana dalamnya, dari sela-sela celana dan pahanya yang putih mulus kuraba vaginanya yang berbulu lebat. Sesekali kumasuki jariku pada liang vaginanya yang membuat dirinya makin mengelinjang dan makin mempercepat kocokan tangannya pada batangku.

Hampir 10 menit lamanya setelah vaginanya telah basah oleh cairan yang keluar dengan berbau harum, kulepaskan tanganku dari vaginanya dan Mama Ratih melepaskan tangannya dari batangku yang sudah keras. Mama Ratih lalu berdiri di hadapanku, dilepaskannya baju tidurnya dan celana dalamnya sehingga aku melihatnya dengan jelas tubuh Mama Ratih yang bugil dimana tubuhnya sangat indah dengan tubuh tinggi 167 cm, payudara berukuran 36B dan vagina yang berbentuk huruf V dengan berbulu lebat, membuatku menahan ludah ketika memandanginya.

“Tom, ayo… puasin Mama…”
“Ma… tubuh Mama bagus sekali, lebih bagus dari tubuhnya Virni…”
“Ah… masa sih..”
“Iya, Ma.. kalau tau dari 2 tahun lalu, mungkin Mamalah yang saya nikahi…”
“Ah.. kamu bisa aja…”
“Iya.. Ma.. bener deh..”
“Iya sekarang.. puasin Mama dulu.. yang penting khan kamu bisa menikmati Mama sekarang…”
“Kalau Mama bisa memuaskan saya, saya akan kawini Mama…”

Mama lalu duduk lagi, celana dalamku diturunkan sehingga batangku sudah dalam genggamannya, walau tidak terpegang semua karena batangku yang besar tapi tangannya yang lembut sangat mengasyikan.

“Tom, batangmu besar sekali, pasti Virni puas yach.”
“Ah.. nggak. Virni.. biasa aja Ma…”
“Ya.. kalau gitu kamu harus puasin Mama yach…”
“Ok… Mah…”Cerita Sex Terbaru

Mulut mungil Mama Ratih sudah menyentuh kepala batangku, dijilatnya dengan lembut, rasa lidahnya membuat diriku kelojotan, kepalanya kuusap dengan lembut. Batangku mulai dijilatnya sampai biji pelirku, Mama Ratih mencoba memasukkan batangku yang besar ke dalam mulutnya yang mungil tapi tidak bisa, akhirnya hanya bisa masuk kepala batangku saja dalam mulutnya.

Hal ini pun sudah membuatku kelojotan, saking nikmatnya lidah Mama Ratih menyentuh batangku dengan lembut. Hampir 15 menit lamanya batangku dihisap membuatnya agak basah oleh ludah Mama Ratih yang sudah tampak kelelahan menjilat batangku dan membuatku semakin mengguncang keenakan.

Setelah itu Mama Ratih duduk di Sofa dan sekarang aku yang jongkok di hadapannya. Kedua kakinya kuangkat dan kuletakkan di bahuku. Vagina Mama Ratih terpampang di hadapanku dengan jarak sekitar 50 cm dari wajahku, tapi bau harum menyegarkan vaginanya menusuk hidungku.

“Ma, Vagina Mama wangi sekali, pasti rasanya enak sekali yach.”
“Ah, masa sih Tom, wangi mana dibanding punya Virni dari punya Mama.”
“Jelas lebih wangi punya mama dong…”
“Aaakkhh…”

Vagina Mama Ratih telah kusentuh dengan lidahku. Kujilat lembut liang vagina Mama Ratih, vagina Mama Ratih rasanya sangat menyegarkan dan manis membuatku makin menjadi-jadi memberi jilatan pada vaginanya.

“Ma, vagina… Mama sedap sekali.. rasanya segar…”
“Iyaaaah… Tom, terus… Tom… Mama baru kali ini vaginanya dijilatin… ohhh.. terus… sayang…”

Vagina itu makin kutusuk dengan lidahku dan sampai juga pada klitorisnya yang rasanya juga sangat legit dan menyegarkan. Lidahku kuputar dalam vaginanya, biji klitorisnya kujepit di lidahku lalu kuhisap sarinya yang membuat Mama Ratih menjerit keenakan dan tubuhnya menggelepar ke kanan ke kiri di atas sofa seperti cacing kepanasan.

“Ahh… ahh.. oghh oghh… awww.. argh.. arghh.. lidahmu Tom… agh, eena… enakkkhh.. aahh… trus.. trus…”

Klitoris Mama Ratih yang manis sudah habis kusedot sampai berulang-ulang, tubuh Mama Ratih sampai terpelintir di atas sofa, hal itu kulakukan hampir 30 menit dan dari vaginanya sudah mengeluarkan cairan putih bening kental dan rasanya manis juga, cairan itupun dengan cepat kuhisap dan kujilat sampai habis sehingga tidak ada sisa baik di vaginanya maupun paha mama Ratih.

“Ahg… agh… Tom… argh… akh.. akhu… keluar.. nih… ka.. kamu.. hebat dech…” Mama Ratih langsung ambruk di atas sofa dengan lemas tak berdaya, sementara aku yang merasa segar setelah menelan cairan vagina Mama Ratih, langsung berdiri dan dengan cepat kutempelkan batang kemaluanku yang dari 30 menit lalu sudah tegang dan keras tepat pada liang vagina Mama Ratih yang sudah kering dari cairan.

Mama Ratih melebarkan kakinya sehingga memudahkanku menekan batangku ke dalam vaginanya, tapi yang aku rasakan liang vagina Mama Ratih terasa sempit, aku pun keheranan.

“Ma… vagina Mama koq sempit yach… kayak vagina anak gadis.”
“Kenapa memangnya Tom, nggak enak yach…”
“Justru itu Ma, Mama punya sempit kayak punya gadis. Saya senang Ma, karena vagina Virni sudah agak lebar, Mama hebat, pasti Mama rawat yach?”
“Iya, sayang.. walau Mama jarang ditusuk, vaginanya harus Mama rawat sebaik-baiknya, toh kamu juga yang nusuk…”
“Iya Ma, saya senang bisa menusukkan batang saya ke vagina Mama yang sedaaap ini…”
“Akhhhh… batangmu besar sekali…”

Vagina Mama Ratih sudah terterobos juga oleh batang kemaluanku yang diameternya 4 cm dan panjangnya 28 cm, setelah 6 kali kuberikan tekanan.

Pinggulku kugerakan maju-mundur menekan vagina Mama Ratih yang sudah tertusuk oleh batangku, Mama Ratih hanya bisa menahan rasa sakit yang enak dengan memejamkan mata dan melenguh kenikmatan, badannya digoyangkan membuatku semakin semangat menggenjotnya hingga sampai semua batangku masuk ke vaginanya.

“Tom.. nggehhh.. ngghhh.. batangmu menusuk sampai ke perut.. nich.. agggghhh.. agghhh.. aahhh.. eenaakkhh…” Aku pun merasa keheranan karena pada saat masukkan batangku ke vaginanya Mama Ratih terasa sempit, tapi sekarang bisa sampai tembus ke perutnya.

Payudara Mama Ratih yang ranum dan terbungkus kulit yang putih bersih dihiasi puting kecil kemerahan sudah kuterkam dengan mulutku. Payudara itu sudah kuhisap, kujilat, kugigit dan kukenyot sampai putingnya mengeras seperti batu kerikil dan Mama Ratih belingsatan, tangannya membekap kepalaku di payudaranya sedangkan vaginanya terhujam keras oleh batangku selama hampir 1 jam lamanya yang tiba-tiba Mama Ratih berteriak dengan lenguhan karena cairan telah keluar dari vaginanya membasahi batangku yang masih di dalam vaginanya, saking banyaknya cairan itu sampai membasahi pahanya dan pahaku hingga berasa lengket.

“Arrrgghhhh.. argghhh.. aakkkhh.. Mama… keluar nich Tom… kamu belum yach..?” Aku tidak menjawab karena tubuhnya kuputar dari posisi terlentang dan sekarang posisi menungging dimana batangku masih tertancap dengan kerasnya di dalam vagina Mama Ratih, sedangkan dia sudah lemas tak berdaya.

Kuhujam vagina Mama Ratih berkali-kali sementara Mama Ratih yang sudah lemas seakan tidak bergerak menerima hujaman batangku, Payudaranya kutangkap dari belakang dan kuremas-remas, punggungnya kujilat. Hal ini kulakukan sampai 1 jam kemudian di saat Mama Ratih meledak lagi mengeluarkan cairan untuk yang kedua kalinya, sedangkan aku mencapai puncak juga dimana cairanku kubuang dalam vagina Mama Ratih hingga banjir ke kain sofa saking banyaknya cairanku yang keluar.

BAca Juga Cerita Seks Tetangga Kost yang Seksi

“Akhh.. akh.. Ma, Vagina Mama luar biasa sekali…” Aku pun ambruk setelah hampir 2,5 jam merasakan nikmatnya vagina mertuaku, yang memang nikmat, meniban tubuh Mama Ratih yang sudah lemas lebih dulu.

Aku dan Mama terbangun sekitar jam 12.30 malam dan kami pindah tidur ke kamar Mama Ratih, setelah terbaring di sebelah Mama dimana kami masih sama-sama bugil karena baju kami ada di sofa, Mama Ratih memelukku dan mencium pipiku.

“Tom, Mama benar-benar puas dech, Mama pingin kapan-kapan coba lagi batangmu yach, boleh khan…”
“Boleh Ma, saya pun juga puas bisa mencoba vagina Mama dan sekarangpun yang saya inginkan setiap malam bisa tidur sama Mama jika Virni nggak pulang.”
“Iya, Tom.. kamu mau ngeloni Mama kalau Virni pergi?”
“Iya Ma, vagina Mama nikmat sih.”
“Air manimu hangat sekali Tom, berasa dech waktu masuk di dalam vagina Mama.”
“Kita Main lagi Ma…?”
“Iya boleh…”

Kami pun bermain dalam nafsu birahi lagi di tempat tidur Mama hingga menjelang ayam berkokok baru kami tidur. Mulai hari itu aku selalu tidur di kamar Mama jika istriku ada syuting di luar kota dan ini berlangsung sampai sekarang.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Genjot Terus..

Cerita Sex Terbaru | Saya mempunyai kisah seks yang terjadi di tahun 2013 saat itu saya adalah penjual alat alat medis untuk keperluan rumah sakit. Awalnya saat ada pegawai baruku yang mendaftar sebagai karyawan namanya Fanny dia sangat supel dan ceria dia memiliki kesabaran yang sangat tapi matanya yang agak nakal.

Cerita Sex Terbaru Genjot Terus..

“Biarin” pikir saya, selama dia mampu menjualkan alat-alat medis perusahaan, dia tetap layak dipertahankan sebagai karyawan marketing yang digaji dengan baik.

Walaupun kadang melihat Fanny pengin banget ngerasain tubuhnya. tetapi saya tidak mau terlibat cinta dengan karyawati saya, apalagi Making Love, walaupun saya sendiri belum menikah, wibawa saya sebagai boss bisa luntur jadi bubur.

Alkisah saya memesan alat USG dua minggu yang lalu, dan kini tibalah barang pesanan senilai 450 juta tersebut dihadapan saya. USG (Ultra Sonografi) 3 dimensi berwarna. Fanny tentu saja ikut terlibat dalam transaksi ini.

Siang itu setelah Fanny menjemput barang pesanan tersebut dari jasa courier, sekarang dua wujud menakjubkan itu ada di depan saya. Yang satu Fanny yang lain CKD-USG yang sangat istimewa itu.
Kenapa istimewa, karena kalau untuk USG bayi dalam kandungan, wajah bayi pun bisa nampak seperti foto, juga untuk USG alat-alat dalam yang lain, baik itu ginjal, jantung, pembuluh darah yang besar, maupun ovarium dari seorang wanita.

Sempat saya telpon kepada Rumah Sakit pemesan bahwa barang pesanan mereka sudah datang, karena Direktur Medis sudah pulang. Saya telpon ke rumah beliau, dan beliau perintahkan untuk melakukan pengiriman barang jam 8 pagi besok di Rumah Sakit tempat beliau bekerja. Sambil dia pesan, agar barang yang diterima harus sudah siap dipakai dan dioperasikan.

“Mati !’ pikir saya, karena itu artinya hari ini juga saya harus merakitnya, karena alat medis elektronik yang mahal seperti ini, semua komponen dalam bentuk lepas (CKD = Completely Knock Down).

Akhirnya setelah menerima “perintah” dari pembeli, saya panggil bagian service yang Insinyur Elektro untuk mulai merangkai USG ini. Mulai sore tersebut, akhirnya dengan berdebar-debar, selesailah semua jam 12 malam.

Fanny tentu saja tidak boleh pulang hingga malam tersebut, karena sebagai bagian Marketing diapun akan mendapat share keuntungan 5 % dari nilai transaksi ini. Selain melayani kami dengan membuatkan kopi.

Pak Sabastian, 10 tahun lebih tua dari saya yang merakit alat ini sudah nampak kelelahan dan ikut tegang ketika saya mulai menancapkan kabel listrik. “ON”…hiduplah alat mahal ini, kami bertiga termangu-mangu didepan alat ini, selain ini untuk pertama kalinya juga perusahaan kami mendapat pesanan alat ini, juga pertama kali Pak Sebastian merakit.

Tinggal kami bertiga di ruang elektrik perusahaan, semua karyawan tentu sudah pulang dan terlelap dirumah masing-masing.

Kami bertiga takjub memandangi alat yang sudah hidup tersebut, nampaknya tidak ada trouble sedikitpun, “Ayo kita coba, kita hanya punya waktu 7 jam sebelum menyerahkan barang ini” suara saya memecah keheningan

“Saya, Pak !” Pak Sebastian langsung menyahut, selain dia sudah hapal alat-alat medis kedokteran, dia juga tahu kecanggihan alat ini dan pemeriksaan yang berharga 500.000 untuk setiap kali total USG seluruh tubuh.

Dengan bersemangat Pak Sebastian melepas bajunya dan tidur dimeja kerja bagian elektronik yang sebenarnya meja ping-pong..Mulailah saya jadi ahli USG dadakan, berbekal buku manual dan seingat-ingatnya pelajaran Anatomi, saya mulai memeriksanya dengan memberinya lubricant / pelincir agar prop USG yang besar ini bisa digeser dengan mudah di badan pak Sebastian.

Dari Jantung, Lambung, Kantong Empedu, Pembuluh Darah dan Ginjal.Luar Biasa !, dari layar nampak persis seperti mata saya ada didalam badan Pak Sebastian. Saya dan Fanny tertawa ketika nampak adanya batu kecil di Ginjal sebelah kiri Pak Sebastian, Pak Sebastian langsung meringis kawatir.

“Tenang saja Pak, masih kecil sekali, pakai obatpun saya harapkan bisa hilang”.

“Saya gantian, Pak” Fanny ikut-ikutan muncul suaranya setelah takjub melihat percobaan saya pada pak Sebastian.

Saya mendadak bengong, selain ruang yang penuh dengan alat elektronik dan hanya ada meja pingpong ini, hanya ada Saya, Fanny dan Pak Sebastian.

Saya memandang Pak Sebastian, nampaknya dia mengerti kejengahan saya,

“Iya, pak dicoba saja pada Fanny, sekalian untuk dicoba untuk melihat telur dan rahim”,

“Tapi.”kata saya.

“Sudahlah pak,

dicoba daripada nanti kita diklaim nanti saya yang repot” dia menyahu

“Cobalah Pak, tidak usah sungkan, biar saya pamit pulang dulu” Pak Sebastian matanya nampak serius, tapi nampak diujung bibirnya senyum kecil, pengertian sekaligus menantang saya untuk “memeriksa”

Fanny. “Pamit Pak !, saya pulang dulu”

Langsung dia ngeloyor pergi, mungkin kelelahan, mungkin tidak ingin mengganggu “acara” saya dengan Fanny.

Setelah Pak Sebastian tidak lagi di ruang, tinggal saya bersama Fanny,

“Jadi, Pak ?” suara Fanny kembali muncul, saya hanya bisa mengangguk-angguk

‘Ya, silahkan”.

Tanpa ragu sedikitpun Fanny melepas kancing bajunya dan membaringkan diri di meja pingpong, nampak BH Krem dan sebagian payudara yang menyembul, kulit yang putih dan sangat bersih. Aduh…”My Dick” mendadak bangkit ditengah malam !.

Mulailah saya memberikan pelincir di perutnya yang putih dan kencang, “Hi-hi-hi, dingin, pak”. ketika pelincir menetes diperutnya. Saya periksa lambung dan ginjalnya, normal semuanya. Saya tidak berani memeriksanya lebih lanjut.

“Pak, sekalian yang lain, mumpung gratis”.

Saya mulai menggerakkan prop USG ke bagian tubuh atasnya, karena BHnya masih ditempat tentu saja saya tidak bisa mengarahkan prop tepat ke Jantungnya

“Fanny, eh.eh.”.

”Oh, ini Pak” Sambil memegang BHnya ” Sebentar, Pak” dengan gaya akrobat seorang wanita, BH Fanny sudah terlepas.

Nampak payudara yang sangat indah di depan saya , puting yang kencang dan bagus , payudaranya walaupun tidak besar akan tetapi kencang, nampak kenyal dan sangat proporsional kiri dan kanan. Saya mulai mengarahkan prop USG ke arah Jantungnya dengan menggesernya dari daerah perut.

Nampaknya Fanny menikmati geseran prop USG tersebut, kedua putingnya nampak mengeras menjulang. Lebih gila lagi malahan sekarang dia menutup kedua matanya, sambil berdesis pelan. Saya arahkan prop USG tepat di jantungnya, dengan pembesaran 200 X, saya mulai “membaca” ruang-ruang jantungnya.

Karena saya mencoba menelusuri bagian kiri dan kanan jantung, tentu saja saya harus berulang-ulang menggeser prop USG, sambil mengatakan padanya apa yang saya baca dari layar monitor. Tak pernah sekejappun Fanny membuka kedua matanya, sambil terus berdesis-desis pelan.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

“My Dick” sudah tidak tahan lagi, lihat keadaan seperti ini. Saat tangan kanan saya memegang dan menggeser prop USG, entah dari mana mendadak refleks tangan kiri meremas payudara kanan Fanny.

Saya remas-remas dan memain-mainkan pelan payudaranya. Desis Fanny makin jelas kentara,

“Terus.Pak”…”Terus Pak” Fanny berbisik

”Mana tahan” pikir saya.

Sudah tidak ingat lagi antara boss dan karyawatinya. Saya letakkan prop USG tersebut, sekarang yang memeriksa jantungnya adalah tangan kanan saya di payudara kirinya. Saya isap-isap dan gigit-gigit pelan payudaranya. “Enak Pak.terus.terus” sambil tetap terus menutup mata.

Saya jilat-jilat dan ciumi perutnya, tangan kanan saya sekarang sudah berpindah ke arah selangkangannya yang masih terbalut rapi dengan rok. Saya elus-elus dengan halus selangkangannya, terasa lembab. “Eh.eh..eh.enak pak”

Saya masukkan tangan saya kedalam roknya, teraba CD-nya, basah nian, kakinyapun tidak lagi sejajar seperti tadi, sekarang kakinya mementang lebar-lebar memberi kesempatan tangan saya untuk mengeksplorasi selangkangannya lebih lanjut.

Saya tarik tepi CDnya, teraba vulvanya yang sudah basah, saya gosok pelan-pelan bibir dalam vaginanya. Lendir vaginanya mempermudah saya untuk menggosok-gosok jari tengah saya ke vaginanya, juga kelentitnya. “Ekh..ekh..ekh”..makin keras suara Fanny.

“Sebentar yaa”..mendadak saya bangkit, saya segera matikan USG dan lampu ruang elektronik yang terang benderang itu dengan segera. Saya lepas segera semua baju yang saya kenakan juga CD saya. Saya sudah tidak sabar lagi.

Fannypun juga tidak mau kalah, tanpa diperintahkan, langsung dia lepas semua baju, rok, dan CDnya. Dari remang-remang penerangan dari ruang sebelah sekarang nampaklah Fanny yang telanjang bulat dan menakjubkan. Bukit kewanitaannya dipayungi oleh rambut yang lebat,

“Pantas, alisnyapun lebat” pikir saya. Kini saya langsung mengarahkan mulut saya ke vaginanya, karena lebatnya “hutan” kewanitaannya, saya terpaksa menggunakan kedua tangan saya untuk menyibak “hutan”nya. Gantian sekarang malah Fanny yang mengelus-ngelus dan memilin-milin payudaranya sendiri.

Memeknya berbau khas yang agak keras dan berasa asin, seperti keju belanda. Maklumlah, kami berdua tidak sempat mandi sejak pagi hari tadi. Tapi sudahlah mulut saya sudah dalam posisi itu. Saya jilat-jilat kelentitnya dan naik turun di bibir dalam vaginanya naik – turun.

“Pak, masukin.pak” Fanny memohon. Tanpa perintah kedua, saya berdiri. Saya tarik tubuh Fanny ketepi meja pingpong, segera saya masukkan “tongkat naga” saya ke vaginanya.

“Bless…” tanpa kesulitan saya masukkan

“My Dick” saya, karena lendir di vagina Fanny sudah membanjir, selain posisi saya yang berdiri mempermudah hal itu. Saya pegang pinggulnya, saya tarik dan dorong tubuh Fanny, sesuai dengan arah laju pinggul saya yang maju mundur.

“Ekh..ekh..ekh”.terus menerus suara Fanny terdengar keenakan. Setelah 10 menit mendadak tangan Fanny memegang sangat keras kedua tangan saya yang sedang memegang pinggulnya ‘Maaasssss..” Fanny menjerit tertahan…pada saat yang bersamaan, vagina Fanny berdenyut-denyut keras

“My Dick” saya yang didalamnya seperti diremas-remas dengan lembut oleh vaginanya. Fanny orgasme hebat, pantatnya tidak lagi terletak dimeja pingpong tapi terangkat keras keatas. Rupanya dia sedang menikmati semaksimalnya orgasme dan keheningan sesaat yang timbul pada dirinya.

Setelah dia agak tenang, saya baru kembali memompanya, terasa agak kering sekarang vaginanya, habis lendirnya

“Sakit, mas..sakit, mas” dia mengeluh.

“Tanggung” pikir saya. Segera saya ambil pelincir USG yang tergeletak dekat kami, saya olesi kepala “My Dick” saya dan juga vagina Fanny, segera saya masukkan kembali “My Dick” saya kedalam vaginanya, sekarang kembali licin seperti semula.Cerita Sex Terbaru

“Terus. mas, enak”…saya tetap dalam posisi semula, sekarang dengan bekal sedikit pelincir diibu jari saya, saya bantu Fanny dengan menggosok-gosok kelentitnya. Kali ini, sungguh sulit saya orgasme, konsentrasi saya buyar total, setelah Fanny memanggil saya dengan sebutan “Mas”, aduh saya ini boss-nya.

Tapi “what the hell, what will be, will be”. Kembali saya berusaha konsentrasi untuk mengeluarkan semua isi “My Dick” saya. Rupa-rupanya “perkosaan” saya dengan ibu jari kanan saya memakai pelincir di kelentitnya mengundang kembali orgasme Fanny. Sedangkan otak saya masih berperang antara “Mas dan Pak”.

“Tahan mas.tahan.saya mau keluar lagi”..dalam hitungan menit muncullah “Maaasss.masss..masss.” dan remasan lembut vagina Fanny yang berdenyut-denyut di “My Dick” saya. Fanny orgasme untuk kedua kalinya, tetapi tidak sehebat yang pertama, tangannya meremas keras tangan kiri saya,

Baca Juga Cerita Sex Haus Sex

sedangkan tangan kanan saya masih aktif di kelentitnya. “Rugi, kalau saya tidak orgasme” pikir saya. Segera gantian saya menutup mata, konsentrasi penuh membayangkan vaginanya Sharon Stone. Saya percepat pompaan saya di selangkangannya.

“Akkkkhhhhhhhhhhh..” saya mendengus panjang, saya keluarkan semua isi “My Dick” saya kevaginanya, dan saya tanamkan sedalam-dalamnya “tongkat naga” saya..saya orgasme.
Saya tergeletak disamping Fanny, dua manusia telanjang bulat dengan vagina dan “My Dick” yang berleleran sperma.

Fanny memeluk saya , dijilat-jilat pelan telinga saya “Maaf ya mas, sejak tadi malam memang saya lagi “kepengin”” Fanny berbisik. “Puas mas ?, saya puas sekali”. Saya mengangguk.

“Ayo kita pulang” saya mengingatkan, jam sudah menunjukkan jam 2 malam. Segera kami berdiri dan merapikan baju, Fanny kekamar mandi membersihkan sisa-sisa sperma yang berleleran di vaginanya.

Saya sekarang sendirian di ruang elektronik, lampu sudah saya hidupkan kembali, sambil merokok dan menunggu Fanny kembali ke ruang ini, saya termangu-mangu. “Aduh, sekarang dia panggil saya Mas, padahal saya bossnya, belum lagi kalau dia hamil”.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.