Tante Lisa Dan tetangganya

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Kisah ini berawal dari nafsuku yang boleh dibilang ugal-ugalan. Bagaimana tidak, disaat usiaku yang mencapai 29 tahun, sekarang ini inginnya ML (bersetubuh) terus tiap hari dengan istriku (inginnya 3 kali sehari). Dan para netters duga, pasti seorang istri tidak hanya menginginkan kepuasan seksual setiap waktu, akan tetapi juga kerja mengurus rumah lah, mengurus anak lah dan lain-lain banyaknya. Sehingga nyaris istriku juga sering keberatan kalau tiap malam bersetubuh terus, dan aku juga kasihan padanya.

Cerita Sex Terbaru Tante Lisa Dan tetangganya
Setiap kali bercinta, istriku bisa sampai 3 – 4 kali orgasme dan aku sendiri kadang tidak ejakulasi sama sekali karena istriku keburu lelah duluan. Paling setelah istriku tertidur pulas kelelahan, aku langsung pindah ke meja kerjaku dan menyalakan PC, lalu memutar Blue Film dan aku lanjutkan dengan self service. Setelah puas, aku baru menyusul istriku yang tertidur, dan jika tengah malam aku terjaga dan kudapati “pusakaku” berdiri, aku ulangi lagi hingga aku benar-benar lelah dan tertidur.
Aku sendiri sangat bergairah apabila melihat tante-tante yang umumnya mereka lebih dewasa, lebih pintar dan telaten dalam urusan percintaan. Bahkan aku dalam melakukan onani sering membayangkan dengan tante-tante tetanggaku yang umumnya genit-genit. Begitu hingga suatu saat, aku mendapat pengalaman bercinta yang amat berkesan dalam sejarah kehidupan seksualku.
Kisah ini berawal pada saat temanku mengajak karaoke di kawasan wisata prigen dan sebelumnya aku belum pernah masuk ke kawasan semacam itu. Kami bertiga pesan ruang utama yang mempunyai pintu sendiri dan ruangan itu terpisah dengan yang lainnya selama tiga jam penuh.
“Eh, Eko emangnya Elo udah booking cewek untuk nemenin Kita..?” tanyaku pada Eko, salah seorang dari kawanku.
“Sabaarr Boss, entar Adi juga bawain tuh cewek..” tukasnya.
10 menit kemudian, saat aku akan menyulut Rokok ku, merapatlah sebuah Kijang dan Civic Wonder berjejeran ke hadapanku dan Eko. Kalau Kijang itu aku kenal, itu adalah Kijang-nya si Adi dan keluar dua orang ABG yang berdandan Ahooyy. Berdesir darah lelakiku melihat dua orang ABG itu. Bagaimana tidak, pakainnya super ketat dan sangat menonjolkan bukit-bukit indah di dada dan pantatnya.
Akan tetapi, aku tidak kenal dengan Civic itu. Aku melihat di dalamnya ada seorang cewek ABG dan seorang lagi wanita sekitar 35 tahun (menurut taksiranku dari raut wajahnya).
Eko yang rupanya kenal baik dengan kedua wanita itu langsung menyambut dan membukakan pintu, lantas memperkenalkannya kepadaku.
“Lisa..” seru tante itu disambut uluran tangannya padaku.
“Inneke..” sahut gadis manis disampingnya.
Singkat cerita, kami sudah mulai bernyanyi, berjoget dan minum-minum bersama, entah sudah berapa keping VCD Blue Dangdut yang kami putar. Aku melihat Eko dan Adi mulai mendekati sudut ruangan, dan entah sudah berapa lama ceweknya orgasme karena oral yang mereka lakukan. Sementara aku sendiri agak kaku dengan Lisa dan Inneke. Kami pun tetap bernyanyi-nyanyi, meskipun syairnya awur-awuran karena desakan birahi akibat pertunjukan BF di depan kami.
Aku sendiri duduk di dekat Lisa, sementara Inneke serius menyanyikan lagu-lagu itu. Tante Lisa sendiri sudah habis satu Pak A-mild-nya, sementara aku melihat wajah Inneke yang merah padam dan kadang nafasnya terengah pelan karena menahan gejolak yang ia saksikan di layar 29 inch itu. Tiba giliranku untuk mengambil mike dari Inneke, aku bangkit mengambil mike itu dari tangan Inneke dan mengambil duduk di antara Inneke dan Lisa. Pengaruh minumanku dan XTC yang mereka telan membuat kami jatuh dalam alunan suasana birahi itu.
“Boy.., I want your sperm tonight Honey..” bisik Lisa lirih di telingaku, sementara tangan kirinya meraba selangkanganku.
Inneke yang sudah meletakkan pet aqua-nya mengambil sikap yang sama padaku. Dia malah mulai memainkan ujung lidahnya di telinga. Hangat nafas dan harum kedua wanita itu membuatku terbuai dalam alunan melodi birahi yang sudah aku rasakan menjalar menelusuri selangkanganku. Perlahan namun pasti, kejantananku menegak dan kencang, sehingga Lee
Cooper-ku rasanya tidak muat lagi, apalagi saat meneganggnya salah jalur dan sedikit melenceng.
“Lho kok.. bengkok punyamu Say..?” tanya Lisa padaku pura-pura seperti seorang amatiran saja.
Belum sempat aku menjawab, buru-buru Inneke membuka zipper dan CD-ku, lantas mengeluarkan isinya.
“Gini lho Tan.. mintanya dilurusin, Mas Boy ini..” kata Inneke diikuti penundukkan kepalanya ke arah selangkanganku.
“Aaakkhh..” pekikku tertahan saat Inneke spontan mulai mengulum kepala penisku ke dalam mulutnya dikombinaksikan dengan sedotan dan jilatan melingkar lidah.
Spotan kedua kakiku menegang dan membuka lebih lebar lagi untuk memudahkan oral Ineke.
“Oookh My Godd.. sshh.. aakk..” desahku.
Seluruh tubuhku bergetar dan terasa disedot seluruh sumsun tulangku lewat lubang penisku. Permainan Inneke betul-betul professional, sampai-sampai dentuman musik itu sepertinya tidak kudengar lagi, karena telingaku juga berdesir kencang. Ujung penisku betul-betul ngilu, hangat, geli dan perasaan birahi bercampur jadi satu disana. Lisa lantas membuka kancing kemeja Hawai-ku dan mundaratkan mulut indahnya di puting susu kiriku, sementara puting kanan dimainkan oleh telunjuk dan jempol kirinya.
“Aaakk.. mmhh..” desahku tidak menentu.
Aku betul-betul tidak tahan menikmati sensasi ini.
“Gila.., inilah penyelewenganku yang pertama dan dimanja oleh dua orang wanita sekaligus..” bisikku dalam hati.
Aku semakin tidak tahan saja, lalu kurengkuh leher Lisa dan kudekatkan bibirku, kujulurkan lidahku menyapu seluruh rongga mulutnya dan sesekali kuhisap dalam-dalam bibir bawahnya yang sangaat menawan itu. Ini karena jujur saja, aku lebih bergairah dengan Tante Lisa, meskipun sudah hampir mencapai kepala 4 itu (dalam perbincangan kami, akhirnya aku tahu juga umur Lisa, meskipun tidak pasti segitu bahkan bisa lebih).
Badanku lantas kumiringkan dan bersandar pada sofa.
Bukit indah Tante Lisa adalah tujuanku dan benar saja, berapa saat kemudian,
“Oookkhh.. Nimaatthh.. Sayy.. seddootthh.. terruusshh..” desah Lisa terengah-engah.
Sedotanku kukombinasikan dengan pelintiran jempol dan telunjuk kiriku, sesekali kuputar-putar putingnya dengan telapak tanganku.
“Ssshh.. terusshh.. Sayy..” Lisa mendesis seperti ular.
Tiba-tiba,
“Teett..,” suara bel mengejutkan kami, pertanda 10 menit lagi akan berakhir.
Aku melihat Adi dan Eko tersandar kelelahan, dan kulihat ada sisa sperma menentes dari ujung penis-nya yang mulai mengkerut.
“Udahan dulu ya Tante.., In..,” pintaku pada mereka.
“Emmhh.. Oke..” jawab mereka dengan nada sedikit keberatan.
Kami pun turun, aku berpisah dengan Adi dan Eko, entah kemana mereka melanjutkan petualangan birahinya. Dan kami pun sudah masuk ke Civic Lisa.
“Kemana Kita nich..?” tanyaku sok bloon seraya menghidupkan mesin.
“Kita lanjutin di hotel yuk Ke..!” ajak Tanta Lisa kepada Inneke.
“Baik Tan.. Kita ke hotel **** (edited) yang punya whirpool di kamarnya.” sahut Inneke.Cerita Sex Terbaru
Rupanya Tante Lisa adalah seorang eksekutif, karena itu ia pesan salah satu President Suit Room yang mana seumur-umur aku baru mesuk ke dalamnya. Kamarnya luas, kurang lebih 6 x 8 meter, beralaskan permadani coklat muda kembang-kembang dan dilengkapi whirpool yang menghadap ke arah kehijauan lembah. Kamar itu juga mempunyai sofa panjang di sebelah whirpool.
Begitu masuk, Tante Lisa lalu mengunci pintu, aku dan Inneke mengambil tempat duduk di sofa sebelah whirpool. Aku melingkarkan lenganku ke pundak Inneke, alunan musik malam pun semakin menambah romantis suasana.
“Inn..” bisikku mesra kepada Inneke mengawali percumbuanku.
Inneke yang sudah on berat itu langsung menyambut kecupanku, nafasnya terengah-engah, menandakan bahwa dia sangat menginginkan kehangatan, kenikmatan dan mengisi kekosongan ruang vaginanya yang terasa menggelitik dan lembab. Dengan sedikit tergesa, aku melepas CD-nya, lalu kurebahkan kepalanya di sandaran sisi sofa dan keletakkan pinggulnya tepat diselangkanganku.
“Sreett..” penisku mulai bereaksi saat pantatnya yang dingin menyentuh Lee Cooper-ku dan kulihat Inneke terpejam, sementara tangannya membetulkan rambutnya yang tergerai di sofa.
Aku mulai memainkan jari telunjukku di bibir luar vaginanya yang sudah mulai melelehkan cairan bening dari hulunya. Tidak ketinggalan, bibirku menghisap dalam-dalam dan sesekali kujepit putingnya dengan kedua bibirku lalu kutarik-tarik, sesekali kupilin-pilin dengan kedua bibirku.
“Wuuaahh.. sshh.. terusshh.. nikkmatthh..” desah Inneke keras-keras saat kuperlakukan seperti itu.
Tubuhnya kejang panas dan seluruh aliran darahnya kini memuncak. Sengaja aku tidak memasukkan telunjukku, karena untuk menstimulasi lebih intens lagi. Kami bercumbu dan sudah tidak ingat lagi apa yang dilakukan Lisa di kamar mandi yang begitu lama.
“Bentar Inn.., Aku pispot dulu yach..?” kataku sambil melepaskan cumbuanku.
“Emmhh..” desah Inneke sedikit kesal.
Akan tetapi, aku melihat Inneke melanjutkan birahinya dengan dua jari. Aku sendiri berlari kecil menuju ke kamar kecil dan sesampai di pintu, aku kaget karena mendapati Tante Lisa lagi meregang orgasmenya.
“Aaakkhh.. sshh.. sshh..” desah Tante Lisa, matanya mendelik merem melek.
Tampaknya vibrator mutiara itu masih bekerja, sehingga saat aku kencing, Lisa pun tidak melihatku.
“Boyy..” sebuah panggilan lembut mengagetkan aku saat hendak meninggalkan kamar mandi itu.
“I.. ii.. yaa.. Tan..?” sahutku agak kaget.
“Sini doongg..! Hangatin vagina Lisa dengan penis Kamu yang.., ookkhh..” Tante Lisa terpekik saat vibrator itu ia cabut dari liang vaginanya.
Aku hampiri Tante Lisa di Bath tub itu dan aku baringkan tubuhku disana.
“Oh.., nikmat sekali mandi air hangat dikelonin tante seksi ini.” bisikku dalam hati.
Aku rengkuh lehernya dan kuberikan french kiss yang begitu mesra dan Tante Lisa pun membalas dengan ganas seluruh rongga mulutku, leher dan kadang puting susuku di hisapnya. Penisku yang terendam kehangatan air itu semakin maksimal saja. Selama tiga menit kami bercumbu, Tante Lisa nampaknya tidak dapat mengendalikan nafsunya.
“Mmmpphh.. ookkhh.. setubuhi aku Boy..! Cepeetthh..!” pinta Tante lisa sambil menggeliat seperti cacing kepanasan.
“Baik.. Liss.. Terima penisku yang panjaangg..” bisikku sambil memasukkan seluruh batang penisku pelan sekali.
“Oohh.. mmpphh.. nikmatthh..” gumannya saat batang kejantananku mili per mili mulai menjejali rongga rahimnya.
“Kocokkhh.. yaacchh.. terusshh.. aakhh.. nimat bangeetthh..!” serunya ketika aku mulai mengosok-gosok pelan penisku.
Aku keluarkan kira-kira empat senti, lalu kukocok lima atau enam kali dengan cepat dan kusodokkan dalam-dalam pada kocokan ke tujuh. Rupanya usahaku tidak sia-sia untuk menstimulasi G-spot-nya.
“Aaakkhh.. oohh.. nimatthhnyaa.. ookkhh Godd..!” teriaknya mengawali detik-detik orgasmenya.
10 detik kemudian,
“Nngghh.. aakkhh.. sshhff.. ookkhh.. Boyy.. kocokk.. lebih intens lagi Yannk..!” jerit Tante Lisa diiringi geliat liar tubuh indahnya.
Payudaranya diremas-remasnya sendiri, sementara aku tetap berpegangan pada sisi bathtub sambil mengocok lembut vaginanya.
“Akkhh..” teriakku pelan saat Tante Lisa menggigit pundakku karena aku masih saja mengocok penisku di vaginanya.
Rupanya Lisa sudah mulai ngilu.
Aku memeras tegang otot lenganku dan Tante Lisa sepertinya minta time out untuk mengatur nafas dan menghilangkan kengiluan di liang sengamanya. Aku meraih lehernya, lalu aku berdiri pada dua lututku dan Tante Lisa diam mengikuti apa yang akan kulakukan. Aku memondong Lisa dan tetap menjaga penisku tertanam dalam-dalam di vagina Tante Lisa yang mengapit kedua tungakainya ke pinggangku. Kami menghampiri Inneke yang juga lagi meregang orgasmenya dan Inneke tampaknya lebih liar dari pada Lisa, mungkin karena pengaruh XTC dan suasana yang penuh hawa birahi itu.
“Aaaookkhh.. sshh.. aakkhh.. aakkhh..” jerit Inneke keras sambil menghujam-hujamkan kedua jari kanannya.
Sementara tangan kirinya meremas dan memilin payudaranya dan sesekali ditekan serta diputar. Aku terkesima sejenak dengan pemandangan yang diciptakan Inneke itu dan aku mebayangkan akan lebih histeris lagi pasti jika yang keluar masuk itu adalah 15 cm penis kebanggaanku.
“Booyy.. ayyook terusinn..!” pinta Tante Lisa diiringi goyangan lembut pinggulnya.
Ia tampaknya mulai bergairah kembali setelah melihat Inneke yang begitu histeris dan aku pun demikian ketika penisku hampir mengendor di Vagina Lisa. Aku maju selangkah dan mendudukkan Tante Lisa dari arah belakang sofa. Aku sendiri mengambil posisi berdiri untuk memudahkan eksplorasiku. Di lain pihak, Inneke yang sudah mengakhiri masturbasinya itu mengetahui kehadirna kami dan mengambil tempat di belakang Tante Lisa.
“Ookkhh.. Terusin Kee..!” pinta Tante Lisa saat Inneke menyibakkan rambutnya dan mulai mencumbui leher Tante Lisa.
Tidak ketinggalan, kedua telapak tangan Inneke menggoyang, memutar puting dan kadang-kadang dipilin lembut. Aku sepertinya merasakan apa yang Tante Lisa rasakan, darahnya mulai hangat, birahinya sudah memanas. Tubuh lisa bagaikan daging burger di antara aku dan Inneke, pinggulnya masih aktif menggoyang-goyang, kadang menghentak-hentak lembut.
“Oooaakkhh.. nngghh.. ohh.. nngghh.. Kocok terushh.. yaa.. iyaa.. teruss..!” desah Tante Lisa keras saat aku tepat menstimulasi G-Spot-nya.
Nafasnya tersengal-sengal disela-sela lenguhan-lenguhan panjangnya, tubuh Tante Lisa menggeliat-geliat liar.
Inneke masih aktif membantu Tante Lisa menggapai surgawinya, kecupan-kecupan di belakang tubuh, leher, pinggang dan tiba-tiba Tante Lisa melenguh panjang diiringi percepatan hentakan pinggulnya. Aku semakin penasaran saja apakah yang dilakukan Inneke hingga Tante Lisa tampak lebih histeris lagi dari yang tadi.
Kuraba raba punggung Lisa sambil kukulum mesra bibirnya, tanganku mulai turun ke arah pantatnya, kutekan kedua sisi bokongnya yang padat itu dan kuulir-ulir. Berawal dari situlah aku tahu rupanya telunjuk dan bibir Inneke memainkan peran di lubang anus Tante Lisa, telunjuknya yang berlumur vaselin itu keluar masuk lembut di vagina Tante Lisa.
“Oookkhhghh.. Goddhh.. Ke.. truuss.. Yanng.. ookkhh, kontholl.. akkhh.. sshh..” ceracau Tante Lisa tidak beraturan, menjemput ambang orgasmenya.
Kedua lubang Tante Lisa terasa pejal dan hangat. Aku malah semakin terangsang oleh imajinasiku sendiri, aku lantas memeluk erat-erat Tante Lisa saat ia mulai mengencangkan lingkaran tangannya di tubuhku. Darahku juga mulai bergerak cepat menuju ke ujung syaraf di kepalaku, kupingku tidak lagi menghiraukan lenguhan dan desahan-desahan Tante Lisa.
“Oookkhh.. Lisshh.. nikmathh.. vaginamu.. Akkhh..!” desahku saat birahiku kurasakan menjalar di seluruh tubuhku.
“Booyy.. Akuu.. mmhh.. mauu..” seru Tante Lisa menyambut orgasmenya.
Tubuhnya menegang, wajahnya merah merona, menambah cantiknya Tante kesepian ini, sementara bibirnya terkatup rapat.
“Sssebentar.. Liss.. Kita keluar bareng..” bisikku yang kuiringi tempo kocokanku secara maksimal, yaitu kukeluarkan hampir sepanjang batangnya dan kubenamkan dalam-dalam di rahimnya.
Rupanya darahku tidak bertahan lama di syaraf-syarafku, hingga berdesir kencang meluncur melalui seluruh nadiku dan bermuara pada sebuah daging pejal di selangkanganku.
“Liss.. Aku nyammppaaii.. uuaakkhh.. aakkhh.., aakhh..,” desahku sambi memutar-mutar penisku yang tertanam maksimal di vagina Tante Lisa, sehingga rambut-rambutku yang disana juga menggelitik klitoris Tante Lisa.
“Sseerr.. serr..” kurasakan cairan Tante Lisa mendahului orgasmeku, dan seditik kemudian, aku dan Lisa meregang nikmat.
Kami menjerit-jerit sensasional dan tidak khawatir orang lain mendengarnya. Tante Lisa histeris seperti orang kesetanan ketika telunjuk Inneke juga mempercepat kocokan di anusnya.
“Aaakkhhggh..” desah kami bersamaan mengakhiri nikmat yang tiada tara tadi dan juga baru kurasakan seumur hidupku.
Maniku meleleh di sela-sela pejalnya bnatang kejantananku yang masih manancap dalam di rahim Tante Lisa. Inneke tampaknya puas dengan hasil kerjanya, lalu ia memeluk Tante Lisa erat dan berbisik,
“Enak khan Tann..?”Cerita Sex Terbaru
Tante Lisa sendiri sudah lemas dan terkulai di atara aku dan Inneke, aku mengecup mesra Tante Lisa dan beralih kepada Inneke untuk memberikan stimulan birahi dalam dirinya yang juga mulai mendidih.
Kedua wanita itu memang hebat, yang tua histeris dan mampu menguasai diri dan yang muda histeris juga dan menuruti jiwa mudanya yang bergejolak. Tante Lisa tampaknya tidak dapat menahan rasa di tubuhnya, sehingga lunglai lemas tidak bertenaga. Inneke lantas membimbingnya melepas gigitan vaginanya dari penisku yang mulai mengendor ke arah ujung sofa untuk beristirahat. Kulihat wajah Tante Lisa amat puas bercampur dengan letih, akan tetapi semua beban birahinya yang tertahan selama dua minggu meledak lah sudah.
“Oookkhh.. sshh..” desis Tante Lisa saat penisku kutarik pelan dari gigitan vaginanya.
Aku melangkahi sofa dan duduk di sandarannya, lalu kubuka kedua pahaku. Tampaklah oleh Inneke sebuah meriam yang berlumur sperma masih setengah tegak.
“Oookkhh.. gellii.. sshh.. teruss.. Kee..!” pintaku pada Inneke saat ia mulai mengulum penisku dan hampir semuanya terkulum di mulutnya yang sedikit lebar namun seksi.
“Oaakhh.. aakkhh.. sshhsshshh..” desisku saat aku mulai merasakan lagi denyutan penisku di mulutnya.
Inneke masih menghisap habis seluruh sperma yang tersisa dan kocokkannya semakin cepat, hingga kedua kakiku bergetar menahan ngilu bercampur nikmat.
“Oookkhh.. teruss.. hisapphh Sayy..!” pintaku sambil mendorong kepala Inneke untuk melakukan lebih dalam lagi.
“Ooouakghh.. Plop..” tiba-tiba mulut Inneke melepas kulumannya dan langsung berdiri menjilat leher dan kedua telingaku bergantian.
“Aku ingin di whirpool Sayy..!” bisik Inneke.
Whirpool itu sendiri sudah dilengkapi semacam sofa untuk berbaring, sehingga jika berbaring di situ, maka mulai dada sampai kaki akan terendam air hangat bercampur semburan air di sisi-sisi kolamnya. Aku merebahkan Inneke disana dan memulai percumbuan kami, tubuh kami terasa hangat dan seperti di pijat-pijat, sehingga penisku yang sempat layu mulai menegang kembali. Inneke tampak menikmati sensasi ini dan aku tahu bahwa Inneke akan menginginkan melodi yang berbeda dengan Lisa.
“Mass.. sshh.. ookkhh.. masukin Aku.. ookkhh.. mmpphh..” pinta Inneke sambil membuka pahanya lebar-lebar.
Sejenak aku memainkan kehangatan air, kuayun-ayun tanganku di dalam air ke arah vagina Inneke yang membuatnya segera menarik tubuhku untuk menaikinya. Kami memang sudah diselimuti nafsu sehingga rasanya pemanasan Inneke melihat orgasme dari Tante Lisa sudah lebih dari cukup. Tubuh kami hangat oleh air dan kehangatan dari pasangan kami serta semburan-semburan air dari sela-sela kolam membuat kami semakin terbuai jauh ke awang-awang.
“Bless..” 10 cm dari penisku mulai menjejali vagina Ineke diiringi desahan,
“Aaakkhh.. mmpph..” guman Inneke yang membuat Tante Lisa tersadar dan menyusul kami di kolam.
Kuhentakkan pelan, sehingga seluruh penisku mendesak dinding-dinding vaginanya yang terasa lebih perat dan berdenyut. Lisa mengambil posisi memangku kepala Inneke di paha kanannya dan membelai lembut kening Inneke.
“Aaawww.. ookkhh.. gelli.. Massh..” teriak Inneke saat aku memainkan otot lelakiku di leher rahimnya.
“Mass.. dikocok pelaann.. yacch..!” pintanya sambil membelai rambutku, membuatku jadi teringat saat-saat romantis dengan pacar-pacarku dulu.
Aku mengangguk dan kuikuti apa yang Inneke mau, lalu kukocok perlahan dengan cara sepuluh senti aku kocok lima atau enam kali dan kubenamkan dalam-dalam, lalu kuputar pada kocokan ke-7. Cara ini efektif untuk menstimulasi G-Spot seorang wanita. Kurang lebih lima menit kemudian, Inneke mengangkat kepalanya dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di mulut dan leherku bergantian. Tubuhnya sedikit menegang dan lebih hangat kurasa, lalu aku memberi isyarat Tante Lisa untuk menyingkir ke arah bagian belakang kami.
“Oookhh.. Masshh.. aakuu.. hammppirr..!” bisik Inneke saat aku mulai menaikkan ritme kocokanku.
“Tahan Ke..!” pintaku, lalu aku memberi isyarat kepada Tante Lisa lagi.

Baca JUga Cerita Seks Siswi SMA

“Akkhhgghh.. sshh.. mmpphh..” desahku dan Inneke bersamaan saat telunjuk Tante Lisa mulai memasuki lubang pantatku dan anusnya Inneke.
Rasanya hangat mengelitik, apalagi jika di kocokkan di kedalaman anusku dan aku bisa membayangkan sensasi yang dialami Inneke. Pasti akan terasa pejal dan nikmat serta sensasional pada kedua lubangnya.
“Oookkhh.. Taan.. aakk.. kuu tak kuu..atthh..” teriak Inneke mulai mengawali detik-detik orgasmenya.
Para netters yang budiman, sudah bisa diduga, kami pun terbuai dengan alunan sensai jari Tante Lisa dan hisapan vagina Inneke bersamaan. Demikian pula Inneke. Panasnya penisku dan gelitik telunjuk Tante Lisa membuatnya lupa daratan.
“Aaagghh.. ookkhh.. ookkhh.. aakkhhg.. mm.. sshshh.. awww.. sshh..” ceracauku dan Inneke tidak beraturan.
Dan kurang lebih sepuluh detik kemudian, aku dan Inneke meregang birahi yang dikenal dengan nama orgasmus secara bersamaan. Aku memancarkan spermaku. Terasa lebih banyak dari pada dengan Tante Lisa dan aku juga merasakan aliran mani Inneke dari rahimnya. Aku menghempaskan tubuhku ke samping Inneke dan Tante Lisa mengambil tempat di sisi lainnya. Hangat tubuh mereka dan kami becumbu seolah tiada hari esok. Kami lanjutkan tidur mesra diapit dua tubuh sintal nan hangat berselimutkan sutra lembut. Dan saat salah satu dari kami terjaga, kami mengulanginya lagi hingga spermaku betul-betul terasa kering.
Minggu siang, kami baru terbangun, lantas kami mandi bersama dan kemudian sarapan pagi. Kami meluncur ke Surabaya dan janji akan kencan lagi entah dengan Tante Lisa ataupun Inneke atau kadang mereka minta barengan lagi. Aku akhirnya terlibat kisah asmara yang penuh birahi, namun aku puas karena dapat melampiaskan nafsuku yang meletup-letup itu. Beberapa kali aku ditawari dan berkencan dengan teman Tante Lisa dan kadang ada yang aku tolak, karena prinsipku bukan jual cinta seperti gigolo, akan tetapi sebuah prinsip petualangan.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Janda Hot

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Ketika itu aku masih berumur 21 tahun diman masih duduk di bangku kuliah di Surabaya kira kira
kejadian ini berlangsung 3 tahun yang lalu, aku mempunyai kenalan yang berawal dari internet dengan
seorang janda yang wajahnya China dia berumur 38 tahun bernama Olla sudah mempunyai anak 2 yang masih
kecil kecil umur 5 dan 9 tahun.

Cerita Sex Terbaru Janda Hot

Janda Olla orangnya supel jadi saat chat dengan dia bisa lama dan betah karena orangnya ramah, baik
dan cukup bisa mengikuti gaya anak muda “gaul”, kadang juga dia menelpon rumah saya ingin bercandaan
denganku kadang juga anaknya ikut bicara denganku lewat telpon.

Suatu saat Olla akan ada tugas dari kantornya ke Surabaya dia menelepon minta dijemput di Airport
katanya, wah asyik nih aku bisa ketemu sekalian bisa ngobrol dan bercanda.

Pada saat hari H dia telpon saya lagi dia bilang dia pake baju warna pink dan celana panjang hitam.
Hmm sesampainya di airport aku bingung sekali waktu aku lihat-lihat di kedatangan airport yang pakai
baju pink dan celana hitam cuman ada satu orang itupun kira-kira masih sekitar umur 30 th menurutku.
Aku beranikan diri untuk menyapa,

“Hmm selamat siang bu, ma’af ibu yang bernama Olla?” dengan senyum yang manis dia langsung merespons,
“Apakabar Iwan”.

Saya langsung bengong karena melihat tampangnya yang masih cantik dengan badan langsing tapi gemuk
pada bagian yang penting tentunya. Tiba-tiba Olla langsung mencium pipiku..
“Mmmuuaachh jangan pake ibu segala ya.. Panggil Olla aja!”.

Wah-wah saya langsung rada horny.. He.. he..he.. Seharian saya antar dia keliling ke kantor klien-
kliennya, setelah jam kerja usai, kita makan malam dan saya antar lagi dia ke airport.

Di perjalanan tiba-tiba dia minta berhenti di pinggir jalan. Saya tanya,

“Kenapa kok berhenti?” tanpa banyak bicara dia langsung mencium bibir saya dan membuka retsleting
celana saya, penis saya langsung menegang tanpa basa-basi.
Sambil mengelus-elus batangku dia bergumam,

“Hmm mantap juga batang kamu ini”

Ukuran penisku tidak terlalu besar sih sekitar 18 cm panjangnya, tapi menurut Olla, “helm proyek”-nya
ini bisa bikin nyesek.. He.. he.. he.. he..

Setelah puas melumat bibirku dia langsung menyedot batang kemaluanku yang dari tadi sudah menunggu
hisapan mulut sexinya, tak ketinggalan lidahnya menjilat-jilat batang penisku, aku tak mau tinggal
diam tanganku berusaha meremas dadanya yang cukup kenyal, tapi dia menepis,

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

“Sudah deh kali ini biar Olla yang kerja,”

ya.. aku pasrah saja sambil menikmati sedotan bibirnya, tak lama kemudian aku serasa melayang-layang
dan kepala penisku serasa makin besar akhirnya
“Oughh.. ahh..” Crott!! Spermaku keluar di mulut Olla,

Dia makin gila menyedot semua batangku masuk ke mulutnya seakan nggak mau ada spermaku yang lolos dari
mulutnya. Kepala penisku masih berdenyut saat Olla menyedotnya.

“Ahhmm enak banget batang kamu, thank’s ya,” kata Olla,

sambil tersenyum dan menciumku, dia sangat suka dengan penisku, sementara aku hanya bisa diam dan
masih terheran-heran melihat kebinalannya,

“Ayo jalan, ntar ketinggalan pesawat nih.”

Tiba-tiba Olla protes melihat aku hanya terdiam dan membiarkan celanaku terbuka. Pada saat aku tiba di
parkiran airport Olla berkata,

“Kamu masih utang lho sama aku”

“hmm…” aku hanya bisa senyum sambil kali in aku yang mencium bibir sexy-nya.

Olla memelukku erat, kami seperti pasangan kekasih aja.

Sebulan telah berlalu, kami tetap berhubungan via telepon, hubungan kami semakin akrab, lalu saya
memutuskan untuk pergi ke Jakarta untuk bertemu Olla. Kebetulan anak-anaknya sedang liburan sekolah,
sekalian saya bertugas mengajak anaknya jalan-jalan.

Saat tiba di Jakarta saya menginap di sebuah hotel yang cukup terkenal di daerah Senayan. Lalu kami
bertemu dan jalan-jalan bersama kedua anaknya,
“Hmm sudah seperti keluarga aja nih” pikirku dan Olla terlihat makin cantik, lebih cantik dari
sebelumnya.

Sepulang dari jalan-jalan, tiba-tiba anak Olla yang berumur 7th meminta saya untuk menginap di
rumahnya, agar kita bisa main playstation berdua. Asyik juga nih pikirku, karena memang aku juga
keranjingan main game. Saya dan Dodi (anak sulung Olla) sudah 2 jam main playstation. Saat itu sudah
jam 23.00, Dodi sudah mau tidur sementara Olla masih sibuk membereskan kamar yang akan saya tempati.

Kelar main PS dengan Dodi, saya langsung mandi karena sejak tadi saya belum mandi. Selesai mandi saya
lihat Olla sudah selesai beres dan duduk di sofa ruang keluarga sambil nonton TV. Cantik sekali Olla
saat itu, dengen baju tidur warna ungu, wah.. yang bikin saya deg-degan dadanya yang berukuran 34b
menyembul dibalik gaunnya, dan setelah aku curi-curi pandang ternyata dia tidak memakai bra.

“Kamu masih hutang ama aku lho Wan”, Olla berkata begitu dengen senyum manisnya.

Ya aku langsung jawab aja,

“Iya deh pasti aku lunasin kok” wah kebeneran nih ngerasain vagina janda..

Hehehehe biarpun sudah umur 40-an tapi badannya sangat sexy karena memang hobbynya berenang.

“Kita sambil nonton bokep yuk Wan,” kata Olla.Cerita Sex Terbaru

Sewaktu Olla memasang VCD rada sedikit nungging, Hmm.. pahanya terlihat mulus den belahan pantatnya
terlihat sangat bersih, aku tak tahan langsung aja aku samperin dan menjilat belahan pantatnya dari
belakang sampai turun ke selangkangan.

“Ahh sayangg.. Sabar donk.. Aku sudah lama nggak diginiin” Olla mendesah sambil kakinya gemetaran.

Aku gendong saja ke sofa terus aku ciumin bibrnya, Olla merespons ciumanku dengan ganasnya,

“Jago juga nih ciumannya”, pikirku.

Sementara kedua tanganku mulai menyelusup ke dadanya yang sejak tadi membusung karena menahan nafas,
“Oughh ahh.. Terusin sayang,” desahnya.

Tangan Olla mulai berusaha meraih batang penisku yang sudah menegang dengan helm yang memerah,
“Eitt ini giliranku bayar hutang,” tanganku menepis tangan Olla dengan lembut, dia hanya tersenyum.

Sementara mulutku mulai menjilat-jilat puting Olla yang berwarna pink. Jemarinya mendekap erat
kepalaku, sambil mendesah dan kakinya memeluk erat pinggulku,
“Suck my pussy baby” Olla mendorong kepalaku ke arah vaginanya yang dari tadi cairannya membasahi
dadaku.

Hmm asyik benar nih pikirku dalam hati. Saat aku mulai menyapukan lidahku dari bagian bawah ke atas
vaginanya aku merasakan cairan yang sangat nikmat yang aku impikan sejak pertama kali bertemu Olla.
Aku hisap clitorisnya dia makin mengejang dan aku merasakan vaginanya sperti menghisap bibirku.

“Ciuman ama bibir atau vagina sama enaknya nih,” pikirku.

“Oughh sayangghh enak,” gumamnya.

Lidahku mulai bergerak konstan di clitorisnya semakin cepat, pantatnya bergerak naik turun mengikuti
irama lidahku, tiba tiba dia berteriak histeris.
“fish.. Ahh ahh oughh ah ahh ahh.. Iwann eghh.,” badan Olla mengejang, tangannya menekan kepalaku ke
vaginanya hingga hidung dan hampir semua wajahku basah karena cairan vaginanya.

Nafasnya tersengal-sengal dadanya makin membusung (ini pengalaman pertamaku menjilat vagina, sekarang
aku suka sekali menjilat vagina sampai lawan sex-ku mencapai klimaks karena jilatanku). Aku jilati
terus dan aku telan semua cairan vaginanya, rasanya enak banget!!

Sementara nafas Olla masih tersengal-sengal aku angkat kedua pahanya sehingga lobang pantatnya pas
berada di bibirku. Aku jilati lagi sisa-sisa cairan yang meleleh di lobang pantat Olla sambil aku
teruskan jilatanku ke atas dan turun lagi berulang-ulang. Tangan Olla makin menekan kepalaku, aku
makin menikmati permainan ini dan aku lihat kepala Olla menegadah pertanda dia sangat menikmati
jilatanku, sampai akhirnya aku berbalik lagi menjilat bagian lobang vaginanya yang masih berdenyut.

“Sayangghh terusinn aku hampir sampai lagi nihh,”gumamnya sambil menggerak-gerakan pantatnya.

Aku makin enjoy dengan rasa vaginanya yang seperti sayur lodeh.. Hehehehe. Aku hisap clitorisnya
sampai akhirnya dia mulai mengejang-ngejang..

“Oughh enakk sayangku..” Kuku jemarinya terasa perih di belakang leherku.

Olla mencapai klimaks untuk kedua kalinya, tanpa menunggu-nunggu lagi aku tancapkan saja batang
penisku yang dari tadi sudah menunggu untuk bersarang, Ternyata tak semudah itu, lobang vaginanya
memang cukup sempit pertama kali hanya kepala penisku aja yang bisa masuk, lalu setelah aku keluarkan
dan aku masukkan lagi beberapa kali akhirnya. BLESS..
“Eghh.. Enak banget Wan,” gumamnya Olla langsung menciumi bibirku dengan penuh nafsu.

Aku mulai memompa vaginanya secara beraturan sambil menjilati puting susunya yang merah dan menegang,
enak benar vagina Olla, pikirku.

Selama 15 menit aku memompa, perlahan tapi pasti vagina Olla makin terasa makin menyempit, aku makin
merasa enak.

“Ahh.. Ahh oughh” mendesah sambil tangannya mencengkeram pinggiran sofa.

Tiba-tiba cengkeramannya pindah ke punggungku sambil setengah berteriak Olla mencapai klimaks yang
ketiga kalinya,
“Aghh ahh I LOVE THE WAY YOU fish ME!!” Aku makin mempercepat gerakanku..
Olla makin menggila.

“fish.. fish.. fish ME.. Oughh ahh ahh,” Olla benar meracau tak karuan, untung jarak kamar tidur
dengan ruang tengah cukup jauh sehingga teriakannya tidak mengganggu tidur kedua anaknya.

Setalah Olla menikmati sisa-sisa klimaksnya aku ciumin bibrnyai dia dan dia tersenyum,
“Thank’s ya, hutangmu lunas, tapi kamu belum keluar sayangku,” dia berkata sambil membalikkan badannya
dan kedua tangannya memegang sandaran sofa.

“fish me from behind,” dia mengarahkan penisku yang masih menegang ke arah lobang vaginanya yang sudah
basah kuyup.

Langsung aja aku pompa vaginanya karena aku sudah tak tahan ingin cepat-cepat keluar, baru sepuluh
kali keluar masuk, Olla mendesah berat dan vaginanya berdenyut pertanda dia mencapai klimaksanya,
badannya seperti kehilangan tenaga, aku tahan pantatnya sambil terus aku pompa vaginanya.

Denyutan vaginanya membuat aku merasa makin nikmat. Dengan mata sayu Olla berkata,

“Keluarin di mulutku sayangku, aku haus spermamu”.

Aku tidak memperdulikan aku tetap focus mengejar kenikmatanku sendiri sampai akhirnya aku akan
mencapai puncak kenikmatan aku cabut penisku, dengan sigapnya Olla meraih batang penisku dan
mengocok-ngocok di dalam mulutnya.

“Oughh.. Isepin penisku sayanghh ahh..” Crott!! Crott.. Crott..

Cairan spermaku meleleh di dalam mulutnya sampai keluar dari tepi bibir Olla.

Tiba-tiba ada suara lenguhan yang cukup mengagetkanku

“ahh ahh ahh oughh..,” kami berdua terkaget-kaget ketika aku lihat pembantu Olla yang bernama Reny
sudah telentang sambil mengejang di lantai, jemarinya terlihat berada di dalam vaginanya, sementara
bajunya sudah tidak karuan. Aku baru sadar jika permainan kami diperhatikan oleh pembantu yang kira-
kira masih berumur 15 tahun. Namun badannya lumayan bongsor dan mulus, buah dadanya terlihat membusung
indah sekali. Namanya Reny.Cerita Sex Terbaru

Ternyata Reny sudah memperhatikan permainan kita sejak tadi. Tanpa malu-malu lagi Olla memanggilnya,

“Sini kamu!” sambil mukanya memerah Reny berjalan mendekat.

“Kamu ngapain?” tanya Olla.

“Ya lihat Ibu sama Mas Iwan begituan,” jawabnya dengan lugu sambil melirik ke arah penisku yang masih
tegak.
Olla berbisik,

“Aku sudah cape nih, aku rela kok kamu main sama Reny, tuh penis kamu masih tegak,” sambil menciumku
Olla membisikkan hal yang benar-benar aku inginkan dan cukup mengejutkan bagiku.

Sambil menunjuk ke arah VCD bokep yang sedang beradegan anal, Olla berkata kepada Reny,

“Kamu mau ngent*t seperti di TV itu ya Reny”

Dengan muka makin memerah Reny menjawab dengan perlahan dan gemetaran,

“Eng.. Engga bu, ma’afkan Reny”.

Dengan nada sedikit membentak Olla memerintah,

“Pokoknya kamu harus layani Mas Iwan sampai dia puas!! Siapa suruh ngelihat kita ngent*t sambil mainan
vagina pula, isepin tuh penis Mas Iwan!”.

Sambil perlahan-lahan mendekat, tangan Reny yang masih terlihat basah karena cairan vaginanya, meraih
batang penisku, perlahan Reny mulai mengocok-ngocok sambil mengulum penisku.. Hmm enak sekali bibr
mungil Reny. Aku elus pipinya dia memandang ke arahku, aku tanya si Reny,

“Kamu sudah pernah ngent*t ya?”

Dengan senyum malu-malu Reny menjawab,

“Sudah Mas, dulu waktu Reny masih di kampung sama teman-teman”

“Hahh ama teman-teman?, rame-rame Donk?” aku bertanya kembali.

Reny hanya mengangguk lalu melanjutkan kulumannya.

Aku lihat Olla sudah terlelap kecapean. Tanpa sadar aku meremas-remas payudara Reny sambil memelintir
putingnya. Reny mendesah menikmati sambil terus berusaha mengulum penisku. Dengan lugu Reny berkata,

“Mass ahh tolong donk dimulai, masukin Mass”.

Aku langsung mengangangkan kedua paha Reny dan Bless ternyata memang benar dia sudah tidak perawan
lagi. Reny mendesah perlahan..
“Ouhh penis Mas besar sekali, baru kali ini saya ngent*t sama orang dewasa.”

Reny terus menggoyang-goyangkan pantatnya sambil meremas payudaranya sendiri. Wah..cukup pengalaman
juga nih anak pikirku. Matanya terpejam sambil bibirnya mendesis seperti orang kebanyakan cabe..

“Ssshh ahh enakk Mass eghh.”

Tiba-tiba dia berusaha berdiri sambil mendorong badanku,

“Aku mau diatas mass ahh aku mau keluar”

Aku oke-in aja deh aku telentang, Reny berjongkok sambil menggoyangkan pantatnya, dia menciumi leherku
aku remas remas kedua payudaranya yang ranum denga puting kecoklatan. Genjotannya semakin keras aku
mengimbangi goyangan pantatnya, aku naik turunkan pinggulku juga. Reny mendesah tak karuan sambil
rebah di dadaku.

“Ahh mass ahh ahh oughh aku keluar Mass ahh aku mau lagi Mass.. Ahh..,” bibirnya melumat bibirku penuh
nafsu, dia berdiri dan menghadap tembok.

“Ayo Mass, kita main lagi, aku ingin dient*t sambil berdiri,” dengan sedikit mengangkat pantatnya aku
lesakkan batang penisku ke dalam vaginanya.

Reny menoleh ke arahku dan dia cuman tersenyum sambil berkata,

“Boleh nggak yang seperti di TV Mas?”

Wah.. binal juga nih anak pikirku, dalam hati aku juga ingin ngent*t pantat nih, kebetulan.

Pantat Reny memang bagus banget kenyal dan bulat, aku makin nafsu melihatnya. Reny membimbing penisku
masik ke lobang anusnya, oughh sempit banget rasanya tapi enak. Langsung aja aku dorong penisku keras
keras,

“Arrghh oughh Mass enakk teruss mass”

Reny benar-benar sexy, bau badannya yang wangi rada asem dikit membuatku semakin terangsang, aku
jilatin punggung dan leher bagian belakangnya sambil meremas payudaranya dari belakang. Gerakan
bokongnya benar-benar mirip Inul penyanyi dangdut.. Hehehe. Sambil terus mendesah, Reny meraih
tanganku dan dibimbingnye masuk ke lubang vaginanya yang banjir sejak tadi.

“Kocokin jarimu Mass di dalam vaginaku.. Ahh ahh oughh enakk!!”

Tiba-tiba pantatnya mengejang dan berdenyut (baru kali ini aku tahu kalau pantat dient*t juga bisa
klimaks)

Baca Juga Cerita Seks Duda Yang Perkasa

“Ahh Mass keluarin di pantatku, Mass aoughh aku keluar Mass.. Oughh ahh ahh” Reny meremas-remas
payudaranya sendiri.

Aku pompa pantatnya kencang-kencang karena denyutan anusnya aku nggak tahan sementara tanganku terus
bergerak keluar masuk vaginanya. Reny menengadah ke atas sambil terus meremas-remas payudaranya dan..

“Ahh mass aku keluar lagi.. Ahh ahh..”

Mendengar desahannya aku makin bernafsu dan kepala penisku semakin membesar mau bongkar muatan,

“Oughh Reny pantatmu enakk banget.. Ahh” Semprotan spermaku membasahi bagian dalam anus Reny yang
masih berdenyut.

Lutut Reny bergetar dan dia terkulai lemas di lantai, penisku juga mulai melemas, kami berpelukan
kecapean. Benar-benar malam yang liar malam ini, waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi..

Wah tidak terasa sudah hampir 5 jam aku bermain sex dengan dua wanita liar ini. Selama aku tinggal di
rumah Olla, tiap malam aku ngent*t dengannya dan paginya Reny selalu menyediakanku sarapan pagi dan
dia tidak pernah memakai celana dalam, aku sarapan sambil ngent*t sama Reny. Hehehehe. Enakk tenan.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Threesome

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Teman SMA ku dulu yang bernama Gilang kini menjadi suamiku kami dikaruniai anak anak yang sudah remaja
sekarang dan kuliar di luar kota , sekarang tinggallah kami berdua di rumah terasa sepi , suamiku yang
bekerja sebagai karyawan PMA sehinga kehidupan kami sudah cukup.

Cerita Sex Terbaru Threesome

Aku juga hobi dengan pergi ke salon unutk merawat tubuhku walaupun wajahku tidak cantik banget tapi
kata orang bodyku tidak boseni jika dilihat, suamiku selalu sering memuji dengan kata kat gombalnya
“hari ini kamu cantik baget sayangku”

Suamiku senang olah raga tenis dan golf kalau badan tidak terlalu tinggi 165 cm tapi cukup atletis
dengan berat badan 63 kg. Urusan diranjang sebenarnya aku cukup bahagia karena suamiku orangnya
telaten dan sabar dia selalu memberikan kesempatan dulu padaku untuk orgasme seteleh itu baru dia
melakukan penetrasi sampai aku orgasme yang kedua.

Pengalaman ini terjadi karena rasa kesepianku di rumah sendiri akhirnya aku usul untuk menerima kost
toh kamar anakku 2 kamar tidak ada yang nempati.

Akhirnya suamiku sepakat dia yang cari dan kebetulan ada teman kenalannya seorang pengusaha yang biasa
mondar-mandir Jakarta ke kotaku karena ada anak perusahaannya di kotaku.

Pertimbangannya dari pada ke hotel boros karena kadang harus sampai dua minggu. Namanya Rendra
(samaran) keturunan arab dengan cina orangnya tinggi (176 cm 76 kg) besar dengan kulit putih tapi
wajah arab kayak Omar Syarif dengan bulu diseluruh tubuhnya, orangnya sangat santun.

Kami cepat akrab bahkan seperti keluarga sendiri karena makan malam kami selalu bersama bahkan
pada waktu lapor Pak RT kami mengaku sebagai saudara. Oh iya aku panggilnya Dik karena umurnya baru 38
tahun.

Bahkan jika suamiku dan Aku pergi berlibur ke Tawangmangu atau Bandungan dan pas ada di kotaku ia kami
ajak. Begitu akrabnya kami sehingga tak jarang kami Dik Rendra juga membantu kalau ada kerepotan
dirumah sehingga lingkungan taunya memang adik saya.

Untuk sehari-hari setelah berjalan 3 bulan kami makin akrab saja bahkan suamiku suatu hari, ketika
kami ngobrol habis makan malam.

“Ajaklah Isterimu jalan-jalan kemari Dik Rendra,” celetuk suamiku, “Biar
dia kenal mbakyumu” lanjutnya, Dik Rendra hanya diam dan menghela napas
panjang.

“Ada apa.. Ada yang salah?” lanjut Mas Gilang melihat gelagat yang kurang
enak.

“E.. Anu Mas Aku sebenarnya duda isteriku meninggal 3 tahun yang lalu
diruamh cuma ada anak-anak dengan pembantu saja” jawabnya dengan mata
berkaca-kaca.

Kami akhirnya tahu statusnya dan kami minta suatu ketika kalau liburan sekolah biar anak-anak diajak
kebetulan anaknya 2 orang masih 7 tahun dan 4 tahun.

Sejak itu keakraban kami tambah dekat bahkan suamiku sering membisiki aku kalau keturunan arab
biasanya barangnya besar dan panjang.

Akupun merasa Dik Rendra makin memperhatikan aku, pernah aku dibawakan hadiah liontin permata yang
cantik. Bahkan sehari-hari kami makin terbuka misalnya ditengah guyonan, kadang kadang Dik Rendra
seolah mau memelukku dan bahkan sembunyi-sembunyi berani menciumi pipiku kalau mau pamit pulang
Jakarta.

Demikian pula sebaliknya Mas Gilang seolah membiarkan kami bercengkarama kadang kadang bahkan
ngompori, “Ooo mabkyumu itu biar STW tapi malah tambah punel (maksudnya memeknya) lho Dik Rendra”
kalau sudah begitu aku yang merah padam, tapi untungnya hanya kami bertiga.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Seperti kebiasan kami, pada hari libur Sabtu Minggu kami bertiga week end di kebun kami di
Tawangmangu. Walaupun tidak terlalu luas namun kebun ini cukupanlah untuk hiburan dan cukup nyaman
untuk beristirahat.

Entah apa sebabnya Mas Gilang hari itu dengan manja tiduran berbantal pahaku di depan Dik Rendra
setelah selesai makan malam sambil menonton TV dan ngobrol kesana kemari diruang keluarga.

Kulihat Mas Gilang sangat atraktif mempertontonkan kemesraannya di depan di Rendra. Aku sebenarnya
agak kikuk tapi karena sudah seperti adik sendiri aku bisa mengatasi perasaanku, lagian Dik Rendra
sudah sering melihat kemesraan kami sehari-hari dirumah. Kulihat Dik Rendra acuh saja melihat tingkah
laku Mas Gilang. Malah akhirnya Dik Rendra mengambil inisiatif mengambil kasur dari kamar tidur untuk
dihamparkan ke lantai.

Akhirnya kamipun menonton TV sambil tiduran, aku dan Dik Rendra bersandar didinding berjajar cuma
berjarak setengah meter sedang Mas Gilang tiduran di pahaku. Acara yang ditayangkan kebetulan agak
menyerempet-nyerempet hubungan suami isteri.

Kulihat Dik Rendra tidak bisa konsentrasi, ia lebih sering mencuri pandang ke arah dadaku yang saat
itu hanya terbungkus daster, aku pura-pura nggak tahu tapi aku sempat melihat arah tengah
celananya yang aku yakin sudah setengah ereksi.

Tiba-tiba Mas Gilang memeluk pahaku sambil mengusap usap tonjolan payudara dari luar baju daster yang
kukenakan, aku bingung.

“Mas malu ah masa ada Dik Rendra,” protesku sambil melemparkan tangannya
kasar.

“Ah nggak apa apa, wong Di Rendra juga pernah merasakan koq.” sahut Mas
Gilang sambil senyum penuh arti ke Rendra.

Rendra tersenyum kecut Aku melengos sebel tapi jujur saja rabaan Mas Gilang membuat aku on apalagi
udara dingin Tawangmangu yang menusuk tulang.

Sementara Mas Gilang malah nekat dan kepalanya yang menindih pahaku digeser ke arah selangkanganku,
sehingga tak terhindarkan baju dasterku yang memang pendek makin tersingkap sehingga Rendra makin
leluasa melahap pahaku yang terbuka lebar..

“Mbak.. Aku.. Jadi ingin nih..” Rendra bicara padaku.

Gila batinku aku benar-benar kaya kepiting rebus mendengar kata-kata Rendra hampir saja aku tampar.
Tapi Mas Gilang malah menimpali, “Nggak pa-pa, ya Mam? Kasihan khan Dik Rendra sudah lama lho nggak
merasakan” sahutnya.

“Pap!! apa-apaan sih ini” sahutku nggak kalah seru.

“Papa boleh kok mam, papa iklas please, ..!” pintanya sambil mengedip ke
Dik Rendra.

Rupanya Rendra tanggap langsung saja dia miringkan badannya, karena jarak kami cuma sejengkal maka
langsung direngkuhnya belakang kepalaku dan diciumnya mulutku dengan paksa.

Aku ingin menolak tapi Mas Gilang memegang tanganku dan meraba tengah CDku aku terombang-ambing antara
nafsu dan nilai yang ada dalam diriku tapi aku makin terangsang, tanpa sadar malah
kumiringkan tubuhku menghadap Dik Rendra sehingga aku bisa berhadapan.Cerita Sex Terbaru

Melihat reaksiku tanpa segan Dik Rendra menyelusupkan tangannya dibalik dasterku untuk meremas remas
buah dadaku, sementara Mas Gilang tangannya sudah masuk CD untuk mengelus elus klitorisku yang menjadi
titik kelemahanku.

Mendapat seranngan dua orang sekaligus sensasiku melambung tinggi ada kenikmatan yang tiada tara.
Kucoba memberanikan diri meraba perut Rendra dan turun kebawah pusar, ada rasa penasaran ingin tahu
ukuran barangnya.

WAU.. luar biasa rupannya sudah berdiri keras dan tidak pakai CD lagi tanganku tak bisa memegang
semuanya genggamanku penuh itupun baru separonya.

Ketika itu Mas Gilang melepaskan seluruh pakaiannya dan mencopoti dasterku, Rendra melepaskan
pakainnya juga dan menggeser posisinya merapat ke arahku dari sebelah kiri kami berhadapan, sedangkan
Mas Gilang memiringkan tubuhnya yang bugil sebelah kanan (belakangku).

Sehingga dengan sendirinya kontol Mas Gilang yang sudah kencang menempel bokongku dan kontol Rendra
yang luar biasa panjang dan besar menempel pahaku karena Rendra tak mau melepaskan pelukannya padaku
jadi Mas Gilang hanya merogoh memekku dari belakang.

Rendra menciumi diriku sambil mengelus payudara penuh nafsu, kulihat Rendra yang penuh dengan gairah,
aku ikut terhanyut. Aku tak sempat berfikir macam macam, nafsuku telah mendominasi pikiranku,
kunikmati apa yang dilakukan Rendra padaku tanpa menghiraukan Mas Gilang yang meremas-remas bokongku,
dan mengelus vaginaku yang sudah basah.

Aku mendesis desis tak karuan karena keenakan dengan tangan kanannya Rendra mendekap punggungku erat
erat, sedangkan tangan kirinya mulai menyibak vaginaku rupanya dia
sudah nggak tahan ingin memasukkan kontolnya ke memekku.

Dituntunnya penisnya ke arah lubang vaginaku, dan dalam tempo singkat aku sudah melayang kelangit ke
tujuh menikmati kontol Dik Rendra yang panjang besar ada meskipun rasa perih dan penuh menyesak di
vaginaku namun kenikmatan yang kurasakan mampu membuatku melupakan rasa perih memekku.

Otomatis jepitan lobang kemaluanku makin jadi dan denyutan-denyutan memekku yang selama ini dipuja
oleh Mas Gilang dirasakan oleh Rendra.

“Oh Mbak memekmu luar biasa, benar-benar punel Mbak” bisik Rendra sambil
mulai memompa batang kemaluannya secara ritmis.

Sementara aku mengimbangi mengocoknya perlahan lahan, Rendra mendesis desis keenakan, kini wajah
Rendra menghadap ke arahku dengan matanya yang terpejam sungguh tampan sekali apalagi desisanya
membuatku benar-benar melayang.

Gesekan bulu dada di ujung putingku membuatku seperti kesetrum listrik ribuan watt. Setelah hampir
sepuluh menit Rendra memompa memekkuaku mulai kesetanan mau meledak tapi dia mulai mengendurkan
pelukannya.

“Ganti posisi yuk Mbak, nggak adil kan masa yang punya (Mas Gilang
maksudnya) nggak kebagian” bisik Rendra padaku.

Rendra melepaskan kontolnya dari memekku pelan-pelan terasa ada yang hilang dari selanggkanganku,
Rendra berdiri sambil membimbingku Mas Gilang masih ikut dibelangku sambil meremasi pantatku.

Aku menoleh memandang suamiku penasaran ingin tahu reaksinya, tapi ternyata kulihat Mas Gilang
begitu bahagia bahkan dia tersenyum.

“Kita main bersamaan ya Mas?” ajak Rendra pada suamiku.

Rendra mengambil posisi duduk bersandar di sofa dengan paha mengangkang, tampak kontolnya yang besar
panjang dan kokoh dengan topi baja yang mengkilat karena cairan memekku berdiri seperti prajurit siap
serbu, kemudian ia menyuruhku mengangkang diatasnya dengan menumpangkan pahaku pada pahanya sambil
membelakanginya.

Perlahan-lahan aku turunkan bokongku dan Rendra membibing kontolnya untuk memasuki memekku, bles,
ahh.. Rasanya tambah nikmat dan sudah nggak perih lagi.

Dengan posisi begitu maka dari depan mencuatlah klitorisku yang sudah keras dan kencang, perlahan-
lahan aku mulai memompa dengan menaik turunkan bokongku, melihat pemandangan seperti itu Mas Gilang
langsung duduk jongkok di depanku oh.. Ia menjilati klitorisku yang terbiar menantang.

Oh.. Luar biasa sensasi yang timbul seluruh tubuhku bergetar kurasakan memekku makin berdenyut keras,
kuraih kepala Mas Gilang kurapatkan ke selangkanganku sementara Rendra terus menyodokku dari bawah.
Ahh.. Aku mau meledak.. Mas.. Aku mau meladak..!!

Rendra menggeram karena kontolnya kucengkeram dengan denyutan memekku yang makin kuat,. Dan dengan
sambil meremas-remas payudarku kurasakan kontol Rendra dalam memekku berdenyut keras.. Ahh Mbak aku
mau keluar..

Ditariknya putingku sambil menyodokku dari bawah kuat-kuat sementara Mas Gilang melumat klitorisku aku
benar-benar tidak bisa menggambarkan kenikmatan yang kudapat ketika kontol Rendra menyemburkan
spermanya ke dalam memekku bersamaan orgasmeku dan hisapan-hisapan pada klitorisku.

Belum selesai sensasiku Mas Gilang menarikku dan memintaku nungging ini kebiasaan Mas Gilang dia mau
memompaku kalau aku sudah orgasme katanya enak sekali keRendran-keRendran memekku kalau orgasme.

Aku mengambil posisi nungging dengan bertumpu pada kedua paha Rendra pas kontolnya yang
berlendir-lendir di mukaku langsung saja aku bersihkan sementara Mas Gilang mulai memasukkan kontolnya
yang meskipun tidak panjang tapi kepalanya sangat leber sehingga seperti klep pompa.

Kurasakan sensasi yang lebih hebat lagi ketika Mas Gilang mulai memompaku dari belakang.
Hampir saja kugigit kontol Rendra kalau saja Rendra tidak berteriak, mengaduh. Entah aku merasa tidak
kuat lagi menahan ledakankanku yang berikutnya dan segara saat kontol Mas Gilang mulai berkedut-kedut
akan menyemburkan spermanya akupun juga merasakan diriku akan meledak lagi.

Dan aahh dengan teriakan panjang Mas Gilang menyemprotkan spermanya ke dalam memekku. Aku segera
berbalik untuk membersihkan kontol Mas Gilang, rasa sperma dua orang laki-laki yang bercampur membuat
lidah merasa aneh dan asing.

Kami terkulai lemas tapi aku merasa lapar dengan tetap bugil aku kedapur untuk masak kulihat dua orang
laki-laki itu berpelukan saling
menepuk punggung.

“Gimana dik?” lamat lamat kudengan suara Mas Gilang menanyakan kesannya
pada Rendra.

“Wah luar biasa Mas, aku nggak nyangka kalau Mbak Rin.. Begitu hebat,
pantas Mas Gilang tidak pernah jajan,” timpal Rendra.Cerita Sex Terbaru

“Begini aja dik, Dik Rendra nggak usah sungkan lagi sekarang ini mbakyumu ya isterimu, tapi janji Dik
Rendra nggak boleh jajan, aku jijik kalau mbayangkan Dik Rendra jajan,” sambung Mas Gilang.

“Sumpah Mas aku nggak pernah jajan sepeninggal isteriku, pernah pembantuku aku pakai itupun cuma
sekali selebihnya aku pake alat,” lanjut Rendra.

“Jadi janji betulan lho dik, dan kita nggak boleh cemburu, satu sama lain..”

“Eh.. Enak aja ngomongin nasib orang nggak ngajak yang diomongin” aku langsung protes nglendot di
pangkuan Mas Gilang.

“Tapi Mama setujukann..” lanjut suamiku.

“Mmm.. Gimana.. Ya.. Mmm” sengaja kubuat-buat jawabanku aku ingin melihat reaksi Rendra.

“Maaf Mbak, kalau Mbak nggak setuju aku nggak pa-pa kok Mbak” Rendra memelas.

“Habis.. Habis..” jawabku nggak kulanjutkan.

“Habis apa Mbak?” Rendra panasaran.

“Habis.. E n a a k hi.. Hi.. Hi” jawabku sambil cekikikan.

Rendra langsung menubrukku yang masih dipangkuan Mas Gilang, tanpa sungka lagi diciumnya ibirku
diremasnya dadaku kulihat kontolnya sudah ngacung. “Eh.. Makan duluu.. Ah aku lapar nih.. Nasi goreng
sudah masak tuh di meja” pintaku.

Rendra menghentikan cumbuannya terus membopongku kekursi makan sambil memangkuku dia menghadapi meja
makan sementara Mas Gilang mengikuti dari belakang dan mereka duduk berimpitan kursi.

Aku membagi bokongku diatas kedua paha mereka yang berhimpitan satu berbulu yang satu agak licin.
Mereka dengan sabar bergantian menyuapi aku. Aku benar-benar bahagia mereka berdua sekarang suamiku,
yang siap memuaskanku.

Selesai makan kusiapkan sikat gigi dan odol buat mereka, aku mendahului membersihkan diriku di kamar
mandi sperma yang kering berleleran di pahaku terasa lengket. Setelah itu aku kekamar utama menyisir
rambut ku di depan cermin.

Tak lama kemudian kulihat mereka berdua mengendap-endap beriringan masuk kamar aku seolah tak melihat.
Kurasakan elusan lembut sebuah tangan dengan bulu-bulu halus menelusuri bokongku, bahkan kemudian
mengarah keselangkangan dan mengelus memekku.

Aku sudah bisa menduga pemilik tangan itu, dan hatiku berdesir ketika kulihat tangan Rendra lah yang
sedang mengelus belahan memekku, dan Mas Gilang mengelus batang penisnya, sambil mulutnya menciumi
dadaku.

Sambil berubah posisi dengan setengah duduk di depanku Mas Gilang siap dengan selangkanganku yang
terbuka lebar memperlihatkan vagina merah basah yang sangat indah, sementara tangan kanannya
menggosokan gosokkan kemaluanya, sementara Rendra tidak tinggal diam buah dadaku yang menggantung
diremas remas dan diciumi dari belakang.

Rendra merubah posisinya dengan duduk di meja rias dengan kontol siap dimuka mulutku. Sekarang aku
baru bisa mengukur panjangnya kontol Rendra yang ternyata ada dua kepalan tanganku dengan kepala agak
meruncing dan diameter kepala bajanya lebih kecil dari punya Mas Gilang.

Langsung kugenggam dan ku jilati dan kukocok-kocok. Begitu kulakukan sampai hampir setengah jam dan
dalam waktu yang tidak terlalu lama gerakan Rendra tak terkendali, bahkan ia membalas menekan kepala
Mas Gilang yang sedang mengenyot klitorisku dibawah meja pada saat itulah Rendra menghentak hentakkan
pinggul dan menyorong-nyorongkan kontolnya dimulutku dan..
Croot.. Croot.. Croot..

Sperma Rendra memenuhi kerongkonganku. Dia telah orgasme. Ini terlalu cepat, padahal aku merasa masih
belum apa-apa. Rendra terus turun membopongku ke ranjang dan Mas Gilang sekarang menindihku semetara
Rendra mempermainkan ku dari bawah ah rupanya mereka telah kompak untuk kerja sama memuaskan diriku.

Mas Gilang sudah terlengkup ditubuhku, sementara pinggulnya naik turun, mengocok batangnya yang sudah
melesak ditelan liang kenikmatanku. Sekali kali tangannya meremas bokongku.

Aku mulai on lagi dan otot-otot vaginaku mulai berdenyut-denyut tapi tiba-tiba Mas Gilang menghentikan
kocokannya, dan mencabut penisnya, aku masih tanggung tetapi aku memang juga tidak ingin selesai
sekarang, aku masih berharap Rendra bangkit lagi setelah istirahat.

Aku ingin Rendra memompaku dulu baru Mas Gilang yang mengakhiri puncaknya. Tapi Mas Gilang minta aku
dan Rendra melakukan 69 dengan posisi Rendra dibawah begitu aku posisi enam sembilan Mas Gilang
menusukku dari belakang dan Rendra ganti yang ngenyot klitorisku.

Sungguh luar biasa rasanya ber 69 sambil memekku dipompa aku tak dapat menahan kenikmatan yang
menyerbu lubang memekku. Denyutan-denyutan mencengkeram makin keras dan ini yang paling disukai Mas
Gilang, kemudian kurasakan Mas Gilang mulai mencengkeram bokongku dan melenguh seperti sapi di
sembelih sambil mempercepat goyangannya, semetara mulut Rendra tak henti menciumi klitorisku dan
lidahnya menerobos kadang masuk ke memekku disela kontol Mas Gilang.
Nafasku tersengal, aku mulai masuk kemasa orgasme.

Tanpa menunggu waktu lagi Mas Gilang mempercepat kocokannya, dan kemaluankupun sudah berdenyut denyut
kencang, akan segera akan keluar. Mas Gilang merengkuh bokonku, makin kencang, sambil dari mulutnya
keluar erangan kenikmatan yang panjang dan kemaluannya ditekan keras ke kemaluanku, dia semprotkan
spermanya..Cerita Sex Terbaru

Crot.. Crot.. Crot tapi aku belum orgasme.

Dan segera berlelehanlah air maninya menyemprot didalam vaginaku Pada saat yang sama, aku tak tahan
menahan orgasmeku, kugenggam kontol Rendra kuat-kuat dan kuhisap sampai batangnya sambil mengejan
menikmati orgasmeku bersama Mas Gilang mendapat perlakuan begitu Rendra juga orgasme kembali dan
menyemburkan maninya ke mulutku untuk yang kedua kali.

Kenikmatan yang luar biasa. Walaupun permainan sudah berakhir tetapi Mas Gilang tidak mau mencopot
kemaluanku dari memekku, aku paham betul dia paling suka menikmati denyutan memekku.

“Pah.. Aku sudah nggak tahan.. Pahaahh.. Eghh.. Eegghh capek nih kasian Rendra kita tindih”

Malam ini adalah malam pertama aku merasakan penis orang lain selain punya Mas Gilang apalagi penisnya
lebih panjang, sebuah pengalaman yang sangat memuaskanku.

Baca Juga Cerita Sex Telanjang

Pembaca terhormat masih banyak pengalaman nikmat yang kualami bersama ke dua suamiku namun sementara
sampai disini dulu, bila ada kesempatan akan aku ceritakan lainnya.
Sejak kejadian itu Rendra minta jatahnya padaku setiap ada dikotaku bahkan anak-anaknya sering diajak
untuk bersama tinggal dikotaku saat libur agar tidak bolak-balik.

Saat Rendra ada hampir tiap hari sekali aku mendapat giliran dari Mas Gilang
dan Rendra kadang kami lakukan treesome kadang hanya berdua saja dengan salah sat dari mereka, dan
kami sepakat hanya dilakukan bertiga saja.

Pembaca yang terhormat kalau anda wanita disayangi 2 orang pria percayalah mereka bisa akur sabar
tidak ada rasa cemburu dan yang hebat anda akan dimanja seperti diriku.

Nggak percaya cobalah. Pengalaman ini benar-benar nyata kami telah 5 tahun bersama tapi kasih sayang
mereka sangat tulus padaku. Aku jadi rajin jamu dan senam untuk kepuasanku dan kepuasan mereka bagi
yang ingin tanya silahkan kirim email pasti dijawab. Mau coba aku punya caranya.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Sales Property

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Perkenalkan namaku Andi, saat ini aku bekerja di salah satu pengembang perumahan ibukota . Karena
tugasku banyak berhubungan dengan transaksi akad kredit perumahan jadi aku lebih banyak di tugaskan
stay di salah satu bank yang mengurusi transaksi perumahanku.

Cerita Sex Terbaru Sales Property
Aku hanya ingin berbagi pengalamanku yang sulit untuk dilupakan he..he..he…
Seperti biasa setiap hari senin setelah kami melakukan rapat, saya langsung meluncur ke salah satu
bank yang biasa kami lakukan transaksi akad kredit, dan hampir semua pengembang yang melakukan
transsaksi akad kredit di bank tersebut selalu menempatkan orangnya seperti saya . sampai sampai
diantara kami sudah saling kenal.
Saat kami sedang mengurus beberapa dokumen KPR saya melihat ada seorang wanita cantik dan yang sedang
duduk di bangku antrian karena saat itu tidak terlalu padat pengunjung saya mencoba mendekati wanita
itu….. dan dengan sedikit basa basi akhirnya terjadilah percakapan kami berdua. Ternyata dia pun sama
seperti aku merupakan salah satu utusan dari salah satu pengembang perumahan di daerah bekasi.
Sex Hot 2016 | Santi namanya hidung yang mancung dengan bentuk muka yang oval serta warna kulit sawo
matang di tambah dengan Alis matanya yang tebal membuat aku betah berlama lama ngobrol sama dia. Apa
lagi saat itu dia menggunakan pakaian semacam kemeja putih yang di padu dengan renda renda sehingga
nampak jelas dadanya yang padat ber isi menonjol kedepan , dia mengenakan rok yang cukup pendek dengan
warna sedikit gelap , sehingga nampak jelas pahanya yang mulus dengan sedikit di tumbuhi bulu bulu
halus membuat mataku berkali kali mencuri pandang ………pahanya …..
Jujur yang paling bikin hati ini bergetar adalah pada saat dia melirikkan matanya yang manja sambil
sedikit tersenyum …..waoow….. rasanya jantung ini terhenti kawan…..
Dari sejak pertemuan pertama itulah akhirnya kami sering ketemuan dan semakin akrab …. Dan terkadang
akupun sering membantu dia kalo mengalami kendala karena dia ternyata masih baru bekerja di bidang
ini.
Dari seringnya kami mengobrol akhirnya sayapun tahu bahwa dia ternyata seorang janda yang baru satu
tahun di tinggal suaminya dan masih belum punya anak ….
“Santi udah beres kerjaanya “ sapaanku saat itu
“udah mas, hanya tinggal menunggu satu SP3 lagi katanya sih sedang nunggu di tanda tangan kepala
cabang, itu pun kalo di ambil besok ga apa apa ko, emang kenapa mas “
“kita hang out yuuuuk “ jawabanku sekenanya ……..
“hayuuuuk’’ jawabanya mengagetkanku …….
“ cius nih ti……. “
“ Iya serius, Aku juga udah suntuk nihh pengen penyegaran… udah lama kaga pernah hang out “
Tak kusia siakan kesempatan ini dan langsung aku ambil tasku dan kunci mobilku ….dan kami berdua
langsung meluncur ke salah satu Mal yag ada di daerah kelapa gading….
Rasanya waktu itu cepat sekali berlalu …. Setelah kami keliling keliling dan melihat lihat sekeliling
mall akhirnya kamipun mencari food court untuk mengganjal perut ini yg sudah keroncongan. Sambil makan
kami terlibat lagi obrolan yg cukup mengasikann…. Dan terkadang sayapun menggoda dia ……..
”Ti …apa.ga bosan hidup sendirian terus….. apa kaga kangen sama …… “
“ hayo sama apaan ….? ” Sambil mengerlikan matannya yang manja dan sedikit tersenyummmm……
”nganu he..he..“ jawabku seenaknya ……
“ Emang mas juga kaga kangen ya …. Mas juga kan ketemu istrinya sebulan sekali he..he..he.. “
“ Iya sih ….. terkadang bête juga Ti …. Istrika tinggal di semarang, dan kami ketemunya sebulan
sekali, nasib kita sama ya ti….. xii..xii…xii..’
“ Ti … kaya nya masih siang nih… kita nonton aja yu …… “
‘Boleh mas, tapi mas yg teraktir ya ….. he..he..he ‘ ‘siap…. Jawabku
Saya tak pedulikan film apa yang kami tonton, yang ada di fikiranku aku ingin berlama lama sama
Santi…….
Pas masuk studi 21 ruangannya sudah mulai gelah pertanda film kan segra di mulai ….dan kami pun dapat
tempat duduk di barisan kedua dari belakang……
Samabil makan Pop Corn kami berdua asik menikmati film, saat aku mau ambil pop korn aku coba pegang
tangan Santi ……. Eh dia malah memgang balik tanganku dengan lebih erat, ….. sambil kubisikan
ketelinganya ……
‘ti tangannya dingin banget ……. “
“ iya mas AC nya dingin banget, bikin dong aku hangat ……….”
Tak pikir pajang lagi karena mendapat lampu hijau dari santi ….. aku semakin berani memegang dia … dan
aku coba peluk dengan melingkarkan tanganku ke bodynya …..dia malah semakin merapatkan tubuhnya ke
dadaku ……..ujung susunya yang padat nyempat bersentuhan dengan tubuhku …….aku malh semakin berani dan
semakin konak …..
Aku sudah ga pedulikan lagi apa cerita filmnya…. Aku malah lebih sibuk …. Tanganku bergerilya di
sekitar dada nya …. Aku coba kecup keningnya …… terus aku ciumin belakang tlinganya sambil tanganku
meremas remas susunya …. Dan ketika ku gesek kesekan putinganya dia sedikit menggerinjal dan sedikit
mendesah ……. Ohhhh…mas ….. terus mas …….
sambil bibirku saling berpangutan tanganku yg satunya negelus ngelus pahanya yang sedikit di tumbuhi
bulu itu … menambah kami …..semakin liar ….. waktu tak terasa begitu cepat…….tak terasa film sudah
berakhir …. Padahal kami saaat itu sedang asyik asyiknya menikmati …dan membuat nanggung .permainan
itu….. takut ketahuan penonton lain…… kami berdua buru buru merapikan pakaian kita masing masing … ….
Aku tatap muka santi … nampaknya dia merasa tanggung permainannya … mungkinn karena sudah terlalu
lamanya dia hidup sendirian he..he…..
Karena waktu sudah menunjukan hamper jam 9 malam, aku coba tawarkan sama santi untuk tinggal saja di
apartemenku …. Dan santipun mengganggukan kepala tanda setuju …..
Sampai di apartemen aku langsung mandi dulu karena tubuhku seperti sudah kaga enak, dah bau keringat ,
dan bergantian sama santi. Krna santi kaga bawa baju ganti ku berikan kaos kebtulan kaosku emang aga
tipis tipis ..maklum Jakarta panas man…..
Keluar dari kamar mandi aku sedikit terbelalak melihat santi hanya peke kaos yang kupinjamkan, Nampak
sekli pucuk putingnya menonjol …. Ke atas… kerena santi tanpa pake BH lagi…….
“Gimana seger ti…. Udah mandi …..” aku pura pura kaga kaget liat dia ….
“Iya mas seger bangetttttt ….. dan rasanya pikiran lebih fressss he..he… “..
Aku duduk di sofa nonton TV …sambil mengunyah makanan ringan yang kami beli saat pulang dari nonton
tadi..
“boleh aku ikut nonton mas “ santi langsung duduk di sofa di sampingku ……
“ ya boleh lah ….. wuih Nampak cantik sekal malam ini ti “
“ah bisa aja massss “ sambil melirikan matanya yang manja membuat jantungku berdetak kencang ….
Sambil mengobrol kesana kemari aku rapatkan duduku ke sampingnya, dan diapun semakin merapatkanya. Aku
pegangin tangannya , diapun diam saja seperti pasrah …. Da aku tatap matanya, dari tatapan matanya
yang lembut seperti menyimpan kerinduan untuk di dekap karena sudah terlalu lamanya dia menjanda…….
Aku coba memeluk dia ….. dan kukecup keningnya……dia malah smakin merapatkan tubuh …….susunya yang
mulai menegang di tambah putting susunya yg sudah mulai mengeras ….beradu dan bersentuhan dengan
dadaku …… membuat jantungku berdegup semakin …. Kencang …., aku jadi semakin berani …… aku jilatin
belakang kupingnya … sambil tanganku bergerilya di sekitar susunya …aku remas …wow ww dia sedikt
mengerinjal sambil mengeluarkan lenguhan …..
“ahhhhh… nikmat mas ..terusss masss’’ terus aku jilatin pipinya dan bibirnya dia pun balas mencium
bibirku… aku permainkan lidahnyaa…. Bergantian saling melumat dan mengisap lidahnya masing…..
Di tengah pergumulan yang semakin seru aku bisikan ke telinganya …Cerita Sex Terbaru
“Sayang aku sangat menikmati saayyy luar baisa …… boleh aku buka bajumu sayang” dia mengagukan
kepalanya tanda setuju … langsung aku angkat kaosnya ke atas, aku sedikit tertegun melihat sususnya
yang indah ditambah putingnya yg kecil yang sedikit kemerehan dengan sedikit mendongak ke atas sudah
mualai mengeras menandakan diapun sudah sangat terangsang… dia balas membuka bajuku.
Aku langsung jilati lehernya …setelah aku puas menjilati sekitar leher aku terus… turun ke bawah aku
jilatin susunya sambil tanganku meremas remas susu yang sebalahnya …. Dia mulai mengerinjal gerinjal
sambil mengeluarkana suara suara indah …
”.ohh..nikmat mas….” aku terus jilatin ssusunya aku sengaja aku tidak jilatin dulu putingnya… untuk
memberikan kenikmatan yang lebih lama padanya…..
Setelah puas aku jilatin sekitar susunya … aku langsung jilatin putingnya sambil ku isap isap
putingnya …. Dia menekan kepalaku ke putingnya sambill mengeluarkan suara yang semakin merancu kaga
karuann……
“OHhhhhh …masss terus mas …. Aku dah lama tidak merasakan kenikmatan iniii Ohhhhhhh………….. ‘ setelah
puas aku jialtin susunya aku dekap tubuhnya..diapuan membalas mendekapku…susunya yang sudah menegang
ditambah putingnya yang indah semakin mengeras terasa di dadaku, aku coba gesk gesekkan tubuhku ke
putingnya dia semakin erat mendekapku …..
ohh sungguh ini kenikmatan yang luar baisa …..aku lama mendekap dia, sampai akhirnya aku bisikan ke
telinganya
“Sayang bolehkan aku bergerilya ke bagian memekmu aku smakin konak saying ….” Dia hanya tersenyum
menandakan dia setuju…
Tak kubuang kesempatan itu aku langsung membaringkannya aku buka celananya dia terlentang di depanku
tanpa selembar benagpun…. Aku langsung tindih dia di tasnya …aku dekap sambil ku jilati bibirnya,
dadanya dan sekali lagi kuisap isap putingnya sambil tanganku mengelus ngelus sekitar pahanya …..aku
semakin liar dan bernafsu…… aku terus menjelitatinya… terus turun ke bawah… ke sekita perutnya…..dan
akhirnya aku jilati pahanya …….yang mulus yang sediit di tumbuhi bulu bulu harus membuat torpedoku
langsung melambai lambai minta jatah……
Aku sengaja aku jilati dulu sekitar paha dan sekiatar memeknya … dia terkadang mengelepar gelepar
seperti ikan yg di lempar kdaratann.. bau harum memeknya yang mulai mengeluarkan pelumasnya membuat
aku semakin menikmati… aku ciumi bulu memeknya ohhh ….betapa nikmatnya…. Dan aku terus jialti memeknya
dan dia pun mengelapar gelepar sambil mengeluarkan erangan erangan kenikmatannn…..
aku jilatin terus memeknya sambil ku isap isap… aku sentuh klotorisnya dengan lidahku sambil ku isap
isap … dia semakin meronta kenikamtann… aku terus jilatin dan ku isap isapp sambil ku pegangin pahanya
…..aku isap terus … sampai akhirnya kepalaku di tekanya ke memeknya sambil mengeluarkan erangangan
kenikamatan …Cerita Sex Terbaru
” OHHHHH sayangg … nikamt sekali sayang… aku sudah kaga tahan sayangg sudah lama aku sudah di masukin
kontol…ayo sayangg aku sudah tidak tahann….”
“Ok sayang…. Akupun sudah kaga than lagi sayang kontoku pun sudah tegak berdiri ini… “ aku kecup dulu
keningnya ….. dan aku gesek gesek an dulu kontolku di sekitar memeknya … dia semakin mengeliat geliat
…. Dia memegangin kontolku membantu memasukan ke liang memeknya ……
“Pelan pelan yah sayang aku dah lama kaga di pakai sayang “ “ ya syangg…”
Aku coba tekan pelan pelan ….aku angkat lagi sedikit dan aku tekan lagii
“..ohhh… nikamtt sayangg… terus sayan tekann sayangku sudah kaga sakit lagi sayang ..dan sudah kaga
tahan….ohhhh” Aku langsung tekan kontolku ke memeknya yang sudah mulai licinnn….
Dan blesss blesss kontolku keluar masuk memeknya ……sambil di barengin suaranya yang sedikit menjerit
“Awwwwww….Nikmatnya …. Kontolmu gede bangett sayangg… baru kali ini aku sangat manikamati… terus
sayangg ..”

Baca JUga Cerita Seks Tukeran Pasangan

sampai beberapa kali aku masukan kontolku sama memeknya … sampai akhirnya
“ Ohh sayang terus sedikit lagi sayang aku sudah mulai mu keluar sayang sambil menaik turunkan
pantatnya.”
“Sama sayang aku pun sudah mu keluar …. Aku semakin terangsang dan aku terus tekan memeknya sama
kontolku … “OHhhhhhhhhhh kita sama sam berbarenagn sayang keluarkan sayang “
“ iya sayangg “ dann akhirnya ……..
“Wawwwwwww crooot crot “ kami berdua mencapai klimatknya…….
“Ohh sayang ini luar biasa, nikamanya luar biasa sayang’ sambil dia memeluk saya…. Akupun senang sudah
biasa mebuatnya dia bahagia…. … he..he… setelah aku kelelahan aku bopong dia ke kamar tidur, kami
tidur berdua tanpapa selembar benangpun sambil kami perpelukan menandakan kebahgian yg luar biasa ……- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Ngintip

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Kegiatan ronda memang rutin diadakan di kampugku selama ini masih berjalan baik, setiap malam pasti
ada ship terdiri dari 3 orang, malam itu aku dapat giliran untuk untuk jaga pada malam minggu, tepat
pukul 00.00 yang seharusnya menemaniku ronda belum kunjung datang karena kegitan ronda sukarela maka
aku juga tidak memperdulikan mau datang atau tidak.

Cerita Sex Terbaru Ngintip

Dan aku mengelilingi kampungku karena aku belum mengantuk aku mengelilingi rumah rumah penduduk dengan
sarung dan senter karena udaranya dingin aku menyalakan rokokku, pada sampai di rumah Pak Erkam aku
melihat kaca yang belum tertutup dengan benar dan aku mendekati itu kelupaan atau ada orang yang masuk
dengan hati-hati kudekati, tetapi ternyata kain korden tertutup rapi.

Kupikir kemarin sore pasti lupa menutup kaca nako, tetapi langsung menutup kain kordennya saja.
Mendadak aku mendengar suara aneh, seperti desahan seseorang. Kupasang telinga baik-baik, ternyata
suara itu datang dari dalam kamar. Kudekati pelan-pelan, dan darahku berdesir, ketika ternyata itu
suara orang bersetubuh. Nampaknya ini kamar tidur Pak Erkam dan istrinya.

Aku lebih mendekat lagi, suaranya dengusan nafas yang memburu dan gemerisik dan goyangan tempat tidur
lebih jelas terdengar.

“Ssshh… hhemm… uughh… ugghh, terdengar suara dengusan dan suara orang seperti menahan sesuatu. Jelas
itu suara Bu Erkam yang ditindih suaminya. Terdengar pula bunyi kecepak-kecepok, nampaknya penis Pak
Erkam sedang mengocok liang vagina Bu Erkam.

Aduuh, darahku naik ke kepala, penisku sudah berdiri keras seperti kayu. Aku betul-betul iri
membayangkan Pak Erkam menggumuli istrinya. Alangkah nikmatnya menyetubuhi Bu Erkam yang cantik dan
bahenol itu.

“Oohh, sshh buuu, aku mau keluar, sshh…. ssshh..” terdengar suara Pak Erkam tersengal-sengal.

Suara kecepak-kecepok makin cepat, dan kemudian berhenti. Nampaknya Pak Erkam sudah ejakulasi dan
pasti penisnya dibenamkan dalam-dalam ke dalam vagina Bu Erkam. Selesailah sudah persetubuhan itu, aku
pelan-pelan meninggalkan tempat itu dengan kepala berdenyut-denyut dan penis yang kemeng karena tegang
dari Erkam.

Sejak malam itu, aku jadi sering mengendap-endap mengintip kegiatan suami-istri itu di tempat
tidurnya.

Walaupun nako tidak terbuka lagi, namun suaranya masih jelas terdengar dari sela-sela kaca nako yang
tidak rapat benar. Aku jadi seperti detektip partikelir yang mengamati kegiatan mereka di sore hari.

Biasanya pukul 21.00 mereka masih melihat siaran TV, dan sesudah itu mereka mematikan lampu dan masuk
ke kamar tidurnya.

Aku mulai melihat situasi apakah aman untuk mengintip mereka. Apabila aman, aku akan mendekati kamar
mereka. Kadang-kadang mereka hanya bercakap-cakap sebentar, terdengar bunyi gemerisik (barangkali
memasang selimut), lalu sepi. Pasti mereka terus tidur.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Tetapi apabila mereka masuk kamar, bercakap-cakap, terdengar ketawa-ketawa kecil mereka, jeritan lirih
Bu Erkam yang kegelian (barangkali dia digelitik, dicubit atau diremas buah dadanya oleh Pak Erkam),
dapat dipastikan akan diteruskan dengan persetubuhan.

Dan aku pasti mendengarkan sampai selesai. Rasanya seperti kecanduan dengan suara-suara Pak Erkam dan
khususnya suara Bu Erkam yang keenakan disetubuhi suaminya.

Hari-hari selanjutnya berjalan seperti biasa. Apabila aku bertemu Bu Erkam juga biasa-biasa saja,
namun tidak dapat dipungkiri, aku jadi jatuh cinta sama istri Pak Erkam itu.

Orangnya memang cantik, dan badannya padat berisi sesuai dengan seleraku. Khususnya pantat dan buah
dadanya yang besar dan bagus.

Aku menyadari bahwa hal itu tidak akan mungkin, karena Bu Erkam istri orang. Kalau aku berani menggoda
Bu Erkam pasti jadi masalah besar di kampungku.

Bisa-bisa aku dipukuli atau diusir dari kampungku. Tetapi nasib orang tidak ada yang tahu. Ternyata
aku akhirnya dapat menikmati keindahan tubuh Bu Erkam.

Pada suatu hari aku mendengar Pak Erkam opname di rumah sakit, katanya operasi usus buntu. Sebagai
tetangga dan masih bujangan aku banyak waktu untuk menengoknya di rumah sakit. Dan yang penting aku
mencoba membangun hubungan yang lebih akrab dengan Bu Erkam.

Pada suatu sore, aku menengok di rumah sakit bersamaan dengan adiknya Pak Erkam. Sore itu, mereka
sepakat Bu Erkam akan digantikan adiknya menunggu di rumah sakit, karena Bu Erkam sudah beberapa hari
tidak pulang.

Aku menawarkan diri untuk pulang bersamaku. Mereka setuju saja dan malah berterima kasih. Terus terang
kami sudah menjalin hubungan lebih akrab dengan keluarga itu.

Sehabis mahgrib aku bersama Bu Erkam pulang. Dalam mobilku kami mulai mengobrol, mengenai sakitnya Pak
Erkam. Katanya seminggu lagi sudah boleh pulang.

Aku mulai mencoba untuk berbicara lebih dekat lagi, atau katakanlah lebih kurang ajar. Inikan
kesempatan bagus sekali untuk mendekatai Bu Erkam.Cerita Sex Terbaru

“Bu, maaf yaa. ngomong-ngomong Bu Erkam sudah berkeluarga sekitar 3 tahun kok belum diberi momongan
yaa”, kataku hati-hati.

“Ya, itulah Dik Budi. Kami kan hanya lakoni. Barangkali Tuhan belum mengizinkan”, jawab Bu Erkam.

“Tapi anu tho bu… anuu.. bikinnya khan jalan terus.” godaku. “Ooh apa, ooh. kalau itu sih iiiya Dik
Budi” jawab Bu Erkam agak kikuk.

Sebenarnya kan aku tahu, mereka setiap minggunya minmal 2 kali bersetubuh dan terbayang kembali
desahan Bu Erkam yang keenakan. Darahku semakin berdesir-desir. Aku semakin nekad saja.

“Tapi, kok belum berhasil juga yaa bu?” lanjutku.

“Ya, itulah, kami berusaha terus. Tapi ngomong-ngomong kapan Dik Budi kimpoi. Sudah kerja, sudah punya
mobil, cakep lagi. Cepetan dong. Nanti keburu tua lhoo”, kata Bu Erkam.

“Eeh, benar nih Bu Erkam. Aku cakep niih. Ah kebetulan, tolong carikan aku Bu. Tolong carikan yang
kayak Ibu Erkam ini lhoo”, kataku menggodanya.

“Lho, kok hanya kayak saya. Yang lain yang lebih cakep kan banyak. Saya khan sudah tua, jelek lagi”,
katanya sambil ketawa.

Aku harus dapat memanfaatkan situasi. Harus, Bu Erkam harus aku dapatkan. “Eeh, Bu Erkam. Kita kan
nggak usah buru-buru nih.

Di rumah Bu Erkam juga kosong. Kita cari makan dulu yaa. Mauu yaa bu, mau yaa”, ajakku dengan penuh
kekhawatiran jangan-jangan dia menolak.

“Tapi nanti kemaleman lo Dik”, jawabnya.

“Aah, baru jam tujuh. Mau ya Buu”, aku sedikit memaksa.

“Yaa gimana yaa… ya deh terserah Dik Budi. Tapi nggak malam-malam lho.” Bu Erkam setuju. Batinku
bersorak.

Kami berehenti di warung bakmi yang terkenal. Sambil makan kami terus mengobrol. Jeratku semakin aku
persempit.

“Eeh, aku benar-benar tolong dicarikan istri yang kayak Bu Erkam dong Bu. benar nih. Soalnya begini
bu, tapii eeh nanti Bu Erkam marah sama saya. Nggak usaah aku katakan saja deh”, kubuat Bu Erkam
penasaran.

“Emangnya kenapa siih.” Bu Erkam memandangku penuh tanda tanya.

“Tapi janji nggak marah lho.” kataku memancing. Dia mengangguk kecil. “Anu bu… tapi janji tidak marah
lho yaa.”

“Bu Erkam terus terang aku terobsesi punya istri seperti Bu Erkam.

Aku benar-benar bingung dan seperti orang gila kalau memikirkan Bu Erkam. Aku menyadari ini nggak
betul. Bu Erkam kan istri tetanggaku yang harus aku hormati.

Aduuh, maaf, maaf sekali bu. aku sudah kurang ajar sekali”, kataku menghiba. Bu Erkam melongo,
memandangiku. sendoknya tidak terasa jatuh di piring.

Bunyinya mengagetkan dia, dia tersipu-sipu, tidak berani memandangiku lagi.

Sampai selesai kami jadi berdiam-diaman. Kami berangkat pulang. Dalam mobil aku berpikir, ini sudah
telanjur basah. Katanya laki-laki harus nekad untuk menaklukkan wanita. Nekad kupegang tangannya
dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku memegang setir.

Di luar dugaanku, Bu Erkam balas meremas tanganku. Batinku bersorak. Aku tersenyum penuh kemenangan.
Tidak ada kata-kata, batin kami, perasaan kami telah bertaut. Pikiranku melambung, melayang-layang.
Mendadak ada sepeda motor menyalib mobilku. Aku kaget.

“Awaas! hati-hati!” Bu Erkam menjerit kaget. “Aduh nyalib kok nekad amat siih”, gerutuku.

“Makanya kalau nyetir jangan macam-macam”, kata Bu Erkam.

Kami tertawa. Kami tidak membisu lagi, kami ngomong, ngomong apa saja. Kebekuan cair sudah. Sampai di
rumah aku hanya sampai pintu masuk, aku lalu pamit pulang. Di rumah aku mencoba untuk tidur.

Tidak bisa. Nonton siaran TV, tidak nyaman juga. Aku terus membayangkan Bu Erkam yang sekarang
sendirian, hanya ditemani pembantunya yang tua di kamar belakang. Ada dorongan sangat kuat untuk
mendatangi rumah Bu Erkam.

Berani nggaak, berani nggak. Mengapa nggak berani. Entah setan mana yang mendorongku, tahu-tahu aku
sudah keluar rumah. Aku mendatangi kamar Bu Erkam. Dengan berdebar-debar, aku ketok pelan-pelan kaca
nakonya, “Buu Erkam, aku Budi”, kataku lirih.

Terdengar gemerisik tempat tidur, lalu sepi. Mungkin Bu Erkam bangun dan takut. Bisa juga mengira aku
maling.

“Aku Budi”, kataku lirih. Terdengar gemerisik. Kain korden terbuka sedikit.

Nako terbuka sedikit. “Lewat belakang!” kata Bu Erkam. Aku menuju ke belakang ke pintu dapur. Pintu
terbuka, aku masuk, pintu tertutup kembali.

Aku nggak tahan lagi, Bu Erkam aku peluk erat-erat, kuciumi pipinya, hidungnya, bibirnya dengan lembut
dan mesra, penuh kerinduan. Bu Erkam membalas memelukku, wajahnya disusupkan ke dadaku.

“Aku nggak bisa tidur”, bisikku.Cerita Sex Terbaru

“Aku juga”, katanya sambil memelukku erat-erat.

Dia melepaskan pelukannya. Aku dibimbingnya masuk ke kamar tidurnya. Kami berpelukan lagi, berciuman
lagi dengan lebih bernafsu.

“Buu, aku kangen bangeeet. Aku kangen”, bisikku sambil terus menciumi dan membelai punggungnya. Nafsu
kami semakin menggelora. Aku ditariknya ke tempat tidur.

Bu Erkam membaringkan dirinya. Tanganku menyusup ke buah dadanya yang besar dan empuk, aduuh nikmat
sekali, kuelus buah dadanya dengan lembut, kuremas pelan-pelan. Bu Erkam menyingkapkan dasternya ke
atas, dia tidak memakai BH. Aduh buah dadanya kelihatan putih dan menggung.

Aku nggak tahan lagi, kuciumi, kukulum pentilnya, kubenamkan wajahku di kedua buah dadanya, sampai aku
nggak bisa bernapas. Sementara tanganku merogoh kemaluannya yang berbulu tebal. Celana dalamnya
kupelorotkan, dan Bu Erkam meneruskan ke bawah sampai terlepas dari kakinya.

Dengan sigap aku melepaskan sarung dan celana dalamku. Penisku langsung tegang tegak menantang. Bu
Erkam segera menggenggamnya dan dikocok-kocok pelan dari ujung penisku ke pangkal pahaku. Aduuh,
rasanya geli dan nikmat sekali. Aku sudah nggak sabar lagi. Aku naiki tubuh Bu Erkam, bertelekan pada
sikut dan dengkulku.

Kaki Bu Erkam dikangkangkannya lebar-lebar, penisku dibimbingnya masuk ke liang vaginanya yang sudah
basah. ceritasexterbaru.org Digesek-gesekannya di bibir kemaluannya, makin lama semakin basah, kepala penisku masuk,
semakin dalam, semakin… dan akhirnya blees, masuk semuanya ke dalam kemaluan Bu Erkam.

Aku turun-naik pelan-pelan dengan teratur. Aduuh, nikmat sekali. Penisku dijepit kemaluan Bu Erkam
yang sempit dan licin. Makin cepat kucoblos, keluar-masuk, turun-naik dengan penuh nafsu.

“Aduuh, Dik Budi, Dik Budii… enaak sekali, yang cepaat.. teruus”, bisik Bu Erkam sambil mendesis-
desis.

Kupercepat lagi. Suaranya vagina Bu Erkam kecepak-kecepok, menambah semangatku.

“Dik Budiii aku mau muncaak… muncaak, teruus… teruus”, Aku juga sudah mau keluar.

Aku percepat, dan penisku merasa akan keluar. Kubenamkan dalam-dalam ke dalam vagina Bu Erkam sampai
amblaas. Pangkal penisku berdenyut-denyut, spermaku muncrat-muncrat di dalam vagina Bu Erkam.

Kami berangkulan kuat-kuat, napas kami berhenti. Saking nikmatnya dalam beberapa detik nyawaku
melayang entah kemana. Selesailah sudah. Kerinduanku tercurah sudah, aku merasa lemas sekali tetapi
puas sekali.

Kucabut penisku, dan berbaring di sisinya. Kami berpelukan, mengatur napas kami. Tiada kata-kata yang
terucapkan, ciuman dan belaian kami yang berbicara.

“Dik Budi, aku curiga, salah satu dari kami mandul. Kalau aku subur, aku harap aku bisa hamil dari
spermamu. Nanti kalau jadi aku kasih tahu. Yang tahu bapaknya anakku kan hanya aku sendiri kan. Dengan
siapa aku membuat anak”, katanya sambil mencubitku.

Malam itu pertama kali aku menyetubuhi Bu Erkam tetanggaku. Beberapa kali kami berhubungan sampai aku
kimpoi dengan wanita lain. Bu Erkam walaupun cemburu tapi dapat memakluminya.

Keluarga Pak Erkam sampai saat ini hanya mempunyai satu anak perempuan yang cantik. Apabila di
kedepankan, Bu Erkam sering menciumi anak itu, sementara matanya melirikku dan tersenyum-senyum manis.
Tetanggaku pada meledek Bu Erkam, mungkin waktu hamil Bu Erkam benci sekali sama aku.

Karena anaknya yang cantik itu mempunyai mata, pipi, hidung, dan bibir yang persis seperti mata, pipi,
hidung, dan bibirku.

Seperti telah anda ketahui hubunganku dengan Bu Erkam istri tetanggaku yang cantik itu tetap berlanjut
sampai kini, walaupun aku telah berumah tangga. Namun dalam perkimpoianku yang sudah berjalan dua
tahun lebih, kami belum dikaruniai anak.

Istriku tidak hamil-hamil juga walaupun penisku kutojoskan ke vagina istriku siang malam dengan penuh
semangat. Kebetulan istriku juga mempunyai nafsu seks yang besar. Baru disentuh saja nafsunya sudah
naik.

Biasanya dia lalu melorotkan celana dalamnya, menyingkap pakaian serta mengangkangkan pahanya agar
vaginanya yang tebal bulunya itu segera digarap. Di mana saja, di kursi tamu, di dapur, di kamar
mandi, apalagi di tempat tidur, kalau sudah nafsu, ya aku masukkan saja penisku ke vaginanya.

Istriku juga dengan penuh gairah menerima coblosanku. Aku sendiri terus terang setiap saat melihat
istriku selalu nafsu saja deh. Memang istriku benar-benar membuat hidupku penuh semangat dan gairah.

Tetapi karena istriku tidak hamil-hamil juga aku jadi agak kawatir. Kalau mandul, jelas aku tidak.
Karena sudah terbukti Bu Erkam hamil, dan anakku yang cantik itu sekarang menjadi anak kesayangan
keluarga Pak Erkam.

Apakah istriku yang mandul? Kalau melihat fisik serta haidnya yang teratur, aku yakin istriku subur
juga. Apakah aku kena hukuman karena aku selingkuh dengan Bu Erkam? aah, mosok.

Nggak mungkin itu. Apakah karena dosa? Waah, mestinya ya memang dosa besar. Tapi karena menyetubuhi Bu
Erkam itu enak dan nikmat, apalagi dia juga senang, maka hubungan gelap itu perlu diteruskan,
dipelihara, dan dilestarikan.

Untuk mengatur perselingkuhanku dengan Bu Erkam, kami sepakat dengan membuat kode khusus yang hanya
diketahui kami berdua. Apabila Pak Erkam tidak ada di rumah dan benar-benar aman, Bu Erkam memadamkan
lampu di sumur belakang rumahnya.

Biasanya lampu 5 watt itu menyala sepanjang malam, namun kalau pada pukul 20.00 lampu itu padam,
berarti keadaan aman dan aku dapat mengunjungi Bu Erkam. Karena dari samping rumahku dapat terlihat
belakang rumah Bu Erkam, dengan mudah aku dapat menangkap tanda tersebut.

Tetapi pernah tanda itu tidak ada sampai 1 atau 2 bulan, bahkan 3 bulan. Aku kadang-kadang jadi agak
jengkel dan frustasi (karena kangen) dan aku mengira juga Bu Erkam sudah bosan denganku. Tetapi
ternyata memang kesempatan itu benar-benar tidak ada, sehingga tidak aman untuk bertemu.

Pada suatu hari aku berpapasan dengan Bu Erkam di jalan dan seperti biasanya kami saling menyapa
baik-baik. Sebelum melanjutkan perjalanannya, dia berkata, “Dik Budi, besok malam minggu ada keperluan
nggak?”

“Kayaknya sih nggak ada acara kemana-mana. Emangnya ada apa?” jawabku dengan penuh harapan karena
sudah hampir satu bulan kami tidak bermesraan.

“Nanti ke rumah yaa!” katanya dengan tersenyum malu-malu.

“Emangnya Pak Erkam nggak ada?” kataku.Cerita Sex Terbaru

Dia tidak menjawab, cuma tersenyum manis dan pergi meneruskan perjalanannya. Walaupun sudah biasa,
darahku pun berdesir juga membayangkan pertemuanku malam minggu nanti.

Seperti biasa malam minggu adalah giliran ronda malamku. Istriku sudah tahu itu, sehingga tidak
menaruh curiga atau bertanya apa-apa kalau pergi keluar malam itu. Aku sudah bersiap untuk menemui Bu
Erkam.

Aku hanya memakai sarung, tidak memakai celana dalam dan kaos lengan panjang biar agak hangat. Dan
memang kalau tidur aku tidak pernah pakai celana dalam tetapi hanya memakai sarung saja. Rasanya lebih
rileks dan tidak sumpek, serta penisnya biar mendapat udara yang cukup setelah seharian dipepes dalam
celana dalam yang ketat.

Waktu menunjukkan pukul 22.00. Lampu belakang rumah Bu Erkam sudah padam dari Erkam. Aku berjalan
memutar dulu untuk melihat situasi apakah sudah benar-benar sepi dan aman. Setelah yakin aman, aku
menuju ke samping rumah Bu Erkam.

Aku ketok kaca nako kamarnya. Tanpa menunggu jawaban, aku langsung menuju ke pintu belakang. Tidak
berapa lama terdengar kunci dibuka. Pelan pintu terbuka dan aku masuk ke dalam. Pintu ditutup kembali.

Aku berjalan beriringan mengikuti Bu Erkam masuk ke kamar tidurnya. Setelah pintu ditutup kembali,
kami langsung berpelukan dan berciuman untuk menyalurkan kerinduan kami. Kami sangat menikmati
kemesraan itu, karena memang sudah hampir satu bulan kami tidak mempunyai kesempatan untuk
melakukannya.

Setelah itu, Bu Erkam mendorongku, tangannya di pinggangku, dan tanganku berada di pundaknya. Kami
berpandangan mesra, Bu Erkam tersenyum manis dan memelukku kembali erat-erat. Kepalanya disandarkan di
dadaku.

“Paa, sudah lama kita nggak begini”, katanya lirih. Bu Erkam sekarang kalau sedang bermesraan atau
bersetubuh memanggilku Papa. Demikian juga aku selalu membisikkan dan menyebutnya Mama kepadanya.
Nampaknya Bu Erkam menghayati betul bahwa Nia, anaknya yang cantik itu bikinan kami berdua.

“Pak Erkam sedang kemana sih maa”, tanyaku.

“Sedang mengikuti piknik karyawan ke Pangandaran. Aku sengaja nggak ikut dan hanya Nia saja yang ikut.
Tenang saja, pulangnya baru besok sore”, katanya sambil terus mendekapku.

“Maa, aku mau ngomong nih”, kataku sambil duduk bersanding di tempat tidur. Bu Erkam diam saja dan
memandangku penuh tanda tanya.

“Maa, sudah dua tahun lebih aku berumah tangga, tetapi istriku belum hamil-hamil juga. Kamu tahu,
mustinya secara fisik, kami tidak ada masalah.

Aku jelas bisa bikin anak, buktinya sudah ada kan. Aku nggak tahu kenapa kok belum jadi juga. Padahal
bikinnya tidak pernah berhenti, siang malam”, kataku agak melucu. Bu Erkam memandangku.

“Pa, aku harus berbuat apa untuk membantumu. Kalau aku hamil lagi, aku yakin suamiku tidak akan
mengijinkan adiknya Nia kamu minta menjadi anak angkatmu. Toh anak kami kan baru dua orang nantinya,
dan pasti suamiku akan sayang sekali.

Untukku sih memang seharusnya bapaknya sendiri yang mengurusnya. Tidak seperti sekarang, keenakan dia.
Cuma bikin doang, giliran sudah jadi bocah orang lain dong yang ngurus”, katanya sambil merenggut
manja. Aku tersenyum kecut.

“Jangan-jangan ini hukuman buatku ya maa, Aku dihukum tidak punya anak sendiri. Biar tahu rasa”,
kataku.

“Ya sabar dulu deh paa, mungkin belum pas saja. Spermamu belum pas ketemu sama telornya Rina (nama
istriku). Siapa tahu bulan depan berhasil”, katanya menghiburku.

“Ya mudah-mudahan. Tolong didoain yaa…”

“Enak saja. Didoain? Mustinya aku kan nggak rela Papa menyetubuhi Rina istrimu itu. Mustinya Papa kan
punyaku sendiri, aku monopoli. Nggak boleh punya Papa masuk ke perempuan lain kan.

Kok malah minta didoain. Gimana siih”, katanya manja dan sambil memelukku erat-erat.
Benar juga, mestinya kami ini jadi suami-istri, dan Nia itu anak kami.

“Maa, kalau kita ngomong-ngomong seperti ini, jadinya nafsunya malah jadi menurun lho. Jangan-jangan
nggak jadi main nih”, kataku menggoda.

“Iiih, dasar”, katanya sambil mencubit pahaku kuat-kuat.

“Makanya jangan ngomong saja. Segera saja Mama ini diperlakukan sebagaimana mestinya. Segera digarap
doong!” katanya manja.

Kami berpelukan dan berciuman lagi. Tentu saja kami tidak puas hanya berciuman dan berpelukan saja.
Kutidurkan dia di tempat tidur, kutelentangkan. Bu Erkam mandah saja. Pasrah saja mau diapain.

Dia memakai daster dengan kancing yang berderet dari atas ke bawah. Kubuka kancing dasternya satu per
satu mulai dari dada terus ke bawah. Kusibakkan ke kanan dan ke kiri bajunya yang sudah lepas
kancingnya itu. Menyembullah buah dadanya yang putih menggunung (dia sudah tidak pakai BH). Celana
dalam warna putih yang menutupi vaginanya yang nyempluk itu aku pelorotkan.

Aku benar-benar menikmati keindahan tubuh istri gelapku ini. Saat satu kakinya ditekuk untuk
melepaskan celana dalamnya, gerakan kakinya yang indah, vaginanya yang agak terbuka, aduh pemandangan
itu sungguh indah.

Benar-benar membuatku menelan ludah. Wajah yang ayu,buah dada yang putih menggunung, perut yang
langsing, vagina yang nyempluk dan agak terbuka, kaki yang indah agak mengangkang, sungguh mempesona.
Aku tidak tahan lagi.

Aku lempar sarungku dan kaosku entah jatuh dimana. Aku segera naik di atas tubuh Bu Erkam. Kugumuli
dia dengan penuh nafsu. Aku tidak peduli Bu Erkam megap-megap keberatan aku tindih sepenuhnya. Habis
gemes banget, nafsu banget sih.

“Uugh jangan nekad tho. Berat nih”, keluh Bu Erkam.

Aku bertelekan pada telapak tanganku dan dengkulku. Penisku yang sudah tegang banget aku paskan ke
vaginanya. Terampil tangan Bu Erkam memegangnya dan dituntunnya ke lubang vaginanya yang sudah basah.

Tidak ada kesulitan lagi, masuklah semuanya ke dalam vaginanya. Dengan penuh semangat kukocok vagina
Bu Erkam dengan penisku. Bu Erkam semakin naik, menggeliat dan merangkulku, melenguh dan merintih.
Semakin lama semakin cepat, semakin naik, naik, naik ke puncak.

Baca Juga Cerita Sex Nafsu Menantuku

“Teruuus, teruus paa.. sshh… ssh…” bisik Bu Erkam

“Maa, aku juga sudah mau… keluaarr”

“Yang dalam paa… yang dalamm. Keluarin di dalaam Paa… Paa… Adduuh Paa nikmat banget Paa…, ouuch..”,
jeritnya lirih yang merangkulku kuat-kuat.

Kutekan dalam-dalam penisku ke vaginanyanya. Croot, cruuut, crruut, keluarlah spermaku di dalam rahim
istri gelapku ini. Napasku seperti terputus. Kenikmatan luar biasa menjalar kesuluruh tubuhku. Bu
Erkam menggigit pundakku. Dia juga sudah mencapai puncak. Beberapa detik dia aku tindih dan dia
merangkul kuat-kuat.

Akhirnya rangkulannya terlepas. Kuangkat tubuhku. Penisku masih di dalam, aku gerakkan pelan-pelan,
aduh geli dan ngilu sekali sampai tulang sumsum. Vaginanya licin sekali penuh spermaku.

Kucabut penisku dan aku terguling di samping Bu Erkam. Bu Erkam miring menghadapku dan tangannya
diletakkan di atas perutku.

Dia berbisik, “Paa, Nia sudah cukup besar untuk punya adik. Mudah-mudahan kali ini langsung jadi ya
paa.

Aku ingin dia seorang laki-laki. Sebelum Papa Erkam mengeluh Rina belum hamil, aku memang sudah
berniat untuk membuatkan Nia seorang adik. Sekalian untuk test apakah Papa masih joos apa tidak. Kalau
aku hamil lagi berarti Papa masih joosss.

Kalau nanti pengin menggendong anak, ya gendong saja Nia sama adiknya yang baru saja dibuat ini.” Dia
tersenyum manis.

Aku diam saja. menerawang jauh, alangkah nikmatnya bisa menggendong anak-anakku.

Malam itu aku bersetubuh lagi. Sungguh penuh cinta kasih, penuh kemesraan. Kami tuntaskan kerinduan
dan cinta kasih kami malam itu. Dan aku menunggu dengan harap-harap cemas, jadikah anakku yang kedua
di rahim istri gelapku ini?- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Tante Montok

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Sungguh ironis memang , jika aku harus melayani seorang tante ini, tapi apalah daya. Mau tidak mau aku harus mampu melayaninya demi kepuasan seks yang mesti aku dapat. Seks gila dan penuh gairah memang ngentot sama tante montok seperti dia. Baik tanpa basa-basi lagi mari kita simak kisahnya di sini…

Cerita Sex Terbaru Tante Montok

Kebiasaanku tidur ngelantur belum bisa dibuang. Sejak aku SMA aku sulit sekali dibangunkan pagi-pagi, apalagi sekolahku selama kelas 1 dan kelas 2 selalu siang hari. Ini pula yang menjadi kebiasaanku sewaktu mulai kuliah. Waktu aku menginjak kota Bandung pertama kali, udara dingin kota itu benar-benar membuatku masih terbuai mimpi meski sudah terang. Aku kuliah di salah satu PTS yang hampir semua kegiatannya di waktu sore hari, sehingga bagiku hidup dengan tertidur lelap di pagi hari cerah merupakan kebiasaan. Kawan-kawan satu kost-ku biasanya sudah sunyi waktu aku bangun untuk sarapan dan mandi, tapi kebiasaanku adalah sarapan sambil nonton TV, baru mandi.

Tante kost-ku termasuk yang baik, tak jarang untukku sengaja disiapkannya secangkir kopi atau kue untuk sarapan, atau semangkuk mie rebus hangat. Aku disayangnya, karena bila pagi hari rumah kost itu kosong dan akulah yang menemaninya mengurus segala sesuatu, menyapu, masak, atau apa saja. Walau aku suka tidur ngelantur, tapi aku termasuk anak yang rajin kerja di rumah. Tante ini masih muda, tetapi sudah janda. Ia hanya punya satu orang anak dan sudah bekerja di Sumatera. Praktis, ia hanya seorang diri di rumah. Namun kecantikannya tetap ia pelihara, sehingga di usianya yang mendekati kepala lima ia masih tetap cantik dan kencang.

Suatu hari aku nonton film biru pinjaman dari kawanku. Di rumah rupanya seperti biasa hanya aku saja lagi yang merupakan penghuninya. Aku ke kamar kecil sebentar, lalu memutar film itu di VCD komputerku. Karena asyiknya, melihat adegan yang panas aku tidak tahan, aku melucuti satu-satu pakaianku, tinggal CD-ku saja yang bertahan, itupun cuma sebentar, lalu kupelorotkan hingga ke paha. Aku merasa penisku menghentak-hentak minta dikeluarkan. Aku nonton dengan mata setengah membuka, sambil berbaring kuelus-elus penisku yang makin tegak. Gerakan tanganku sudah menjadi cepat, ah… aku nggak tahan lagi, lalu aku kocok terus dan terus, kugigit selimut untuk menahan jeritan nikmat yang benar-benar menyelimuti pagi yang indah itu. Sesaat kemudian nafasku mendengus sambil menyemprotkan mani ke dadaku.

“Ah… hmmm… ah…” aku merasa tubuhku ringan, lalu aku merasa ngantuk dan terlelap.

Tiba-tiba aku merasa pahaku dielus orang. Aku tersentak kaget. Ah, ternyata tante sudah ada di dalam kamarku. Ia menggunakan gaun putih yang tipis dan longgar. Kuhirup bau segar parfumnya yang menawan. Aku buru-buru bangkit menarik CD yang kupelorotkan, air maniku meleleh ke sprei, nggak kupedulikan. Tante kemudian menatap mataku, tampak bergelora api nafsu yang menggelegak di balik pandangannya itu.

Tangannya meraih tanganku, “Raf, Tante minta maaf masuk kamarmu tanpa mengetuk, abis tadi Tante lihat pintu kamarmu nggak dikunci. Tante bawa sarapan, tapi, Tante lihat kamu lelap kayak gitu,” katanya sambil mengelus pahaku kembali.

Aku salah tingkah. Matanya melirik VCD-ku yang ternyata masih memainkan film “laga” itu. Adegan demi adegan diawasinya, sambil tangannya meremas bahuku. Dielusnya tanganku sambil menarikku duduk di kasur. Kurasakan getaran halus lewat jari-jarinya, menahan gelora nafsunya yang membahana. Aku mulai aktif dan terbakar suasana. Kupeluk ia dari belakang, lalu kuhembuskan nafasku ke tengkuknya. Ia menggeliat dan menjadi lebih beringas.

Tubuhnya berbalik. Dibalasnya hembusan nafasku dengan ciuman lembut. Kedua tangannya dengan liar menelusuri pinggulku, perutku, lalu puting susu di dadaku.

“Raf, beri Tante… Tante mau…” katanya penuh harap.Cerita Sex Terbaru

Ia kemudian menarik CD-ku sampai tuntas, lalu dengan lembut mengelus rambut kemaluanku, penisku yang masih terkulai lemas diremasnya dengan lembut pula. Aku menggelinjang kegelian, tapi tangan tante lebih dahulu menekan tanganku, seakan isyarat agar aku menurut.

Aku memejamkan mata. Nafasku bergemuruh, kemudian tubuh kami terhempas di kasur. Tante kemudian mengulum zakarku, sambil sesekali mencium penisku. Aku hanya dapat menahan nafas, sambil mengerang penuh nikmat. Kemudian lidahnya dengan liar menjilat penisku yang sudah tegak, sambil sesekali mengulum dan menyedotnya penuh gairah. Aku benar-benar sudah siap laga, ketika ia kemudian merebahkan tubuhnya di sampingku. Aku maklum.

Kubuka gaunnya yang longgar, kemudian BH dan CD-nya. Tante dan aku sudah sama-sama bugil. Aku mengambil posisi di atas, untuk memulainya. Pelan kupeluk badannya, lalu kubelai rambutnya yang mulai beruban itu. Kucium leher dan kupingnya, ia menggelinjang kegelian. Nampak, bulu lengannya merebak menahan rasa itu, tapi mulutnya hanya mengerang. Lalu, bagian leher bawahnya kujilat lembut, sambil sesekali jenggotku yang habis dicukur kemarin kugesekkan. Badan tante kemudian menggeliat lebih liar, sambil mendesahkan kata-kata yang tidak jelas.

Aksiku kulanjutkan dengan memainkan puting susunya yang menegang, sambil kujilat dan kuhisap perlahan.

“Ayo Raf, ayo!” katanya.
Aku tidak peduli. Aku telusuri terus semua titik nyerinya. Sampai kemudian wajahku berada di selangkangannya yang mulai berpeluh. Kubelai pubisnya dengan lidahku. Kubuka labia minora-nya dengan lembut, kemudian tanganku membelai perlahan labia minora-nya yang sudah mulai basah itu berkali-kali.

Kakinya kemudian menekuk dan mengangkat pinggulnya. Dimainkannya pinggulnya dengan goyangan yang berirama. Lidahku kemudian beraksi, menjilat bagian labia minora-nya, lalu naik hingga klitorisnya. Kulihat klitoris itu sudah menonjol kemerahan. Lalu, aku mengangkat pinggulnya, dan kumasukkan penisku perlahan, sambil kugoyang maju-mundur. Tante mengerang dengan tangan memegang erat pinggir kasur.

“Ayo, Raf, terus…!” katanya menyuruhku menggoyang badanku terus.

Aku menengkurapinya, lalu dengan sigap kusentakkan pinggulku sehingga penisku menghujam dalam ke vaginanya.

“Aduh, aduh… Raf, nikmat sekali,” katanya sambil memelukku.

Leher dan puting susunya terus kucium dan kujilat.

“Teruskan Raf! ayo sayang, aku sudah hampir sampai nih,” katanya.

Aku makin menyentak. Keringatku mulai bercucuran, sementara tante pun demikian pula. Rupanya tante sudah sampai ketika tiba-tiba tante memelukku dengan tangan dan kakinya erat-erat sehingga aku tidak dapat bergerak sama sekali. Di mulutnya hanya suara desah puas selama beberapa saat. Kemudian pelukannya mengendur. Tante lemas.

Aku masih penasaran, karena aku belum sampai. Kutarik perlahan penisku yang masih menegang. Kulihat penisku berkilat-kilat karena lumasan vagina tante. Kubuka selangkangan tante, ia mengerang dan menggelinjangkan pantatnya ketika vaginanya kuraba lagi. Kurangsang tante agar aku dapat mencapai orgasme. Lidahku beraksi, kugapai labia minora-nya lalu kujilat habis bagian itu, bahkan maniku yang meleleh di situ kujilat sampai habis.

Lalu, klitorisnya yang memerah itu kusedot perlahan, “Ah, emm… mmm,” ia memekik lirih.

Badannya yang mulai menggelinjang itu kemudian kutelungkupkan. Kunaiki pantatnya, lalu kutekankan penisku ke vaginanya. Kemudian terasa suatu sensasi di penisku, karena tante menutup rapat kakinya. Tanganku kemudian memeluknya dari belakang, lalu aku menciumi tengkuknya yang wangi. Tanganku terus memainkan putingnya yang mengeras itu sambil kugoyang pinggulku, perlahan mula-mula, dan kemudian kemudian makin cepat.

“Rafael, terus Raf, Tante hampir dapat lagi nih,” katanya berbisik.

Aku tidak dapat menyahut. Nafasku memburu, karena nafsuku mulai memuncak. Kurasakan nikmat menyelimutiku sampai habis, lalu rasanya itu maniku sudah menghentak-hentak hendak keluar.

“Tante, Rafael mau keluar nih,” kataku berbisik.

Baca JUga Cerita Seks Sepupuku

Ia hanya mengangguk. Kemudian dengan sekali hentakan lagi, aku merasakan suatu sensasi baru, kenikmatan yang sangat panjang, “Crot… croot… crooot…” terasa maniku menyemprot deras ke dalam vagina tante, sambil tanganku memeluknya dengan erat.

Aku hanya dapat mengerang penuh nikmat surgawi. Aku lemas di atas badan tante, lalu terlelap beberapa saat lagi.
Beberapa saat ia menggeliat. Ia bangkit dan mengenakan kembali pakaiannya. Kurasakan tante memeluk dan menciumku mesra sekali. Disekanya keringatku yang meleleh, lalu diselimutinya badanku yang masih telanjang. Pergulatan itu memporak-porandakan kasurku, tapi aku kini merasa tidak sendiri dalam menikmati dunia ini. Tante Win, di pagi hari siap selalu mengantarkan sarapanku, dan jika suatu saat ia memerlukan kehangatan diriku, aku Rafael, boy friend-nya, selalu ada di sampingnya.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Memekku Untuk Pria Lain

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Aku adalah seorang ibu rumah tangga biasa umurku 28 tahun namaku Niya aku mempunyai suami yang namanya
Jono dan bekerja sebagai kuli bangunan yang jika ada proyek dia bekerja, kalau tidak ada proyek Jono
hanya diam dirumah saja, umurku dan suamiku sama jadi aku tidak mengandalkan pemasukan dari suamiku
saja.

Cerita Sex Terbaru Memekku Untuk Pria Lain

Aku sudah menyuruh dia untuk bekerja di pabrik tapi dia tidak mau, sudah 4 tahun ini pernikahan kami
belum dikarunia anak, karena suamiku juga tidak mau bekerja jadi hutang kami disana disini banyak.
Sampai suatu ketika ada seseorang yang datang dirumahku marah marah karena hutang suamiku belum
dilunasinya.

Pada saat itu aku hanya bisa menemani Jono di sisinya menghadapi kata-kata kasar orang yang dihutangi
oleh Jono. Aku sendiri melihat gelagat yang aneh dari orang itu. Sambil marah-marah matanya seringkali
tertangkap olehku sedang melirik ke arahku.

Aku sendiri memang mempunyai tubuh yang cukup bagus menurutku. Tinggi 170cm (termasuk tinggi untuk
perempuan lokal), berat 60kg, kulit sawo matang, dengan ukuran dada 36. Kehidupan seks kami tidaklah
bermasalah walaupun tidak bisa dibilang istimewa. Jono selalu dapat memuaskanku walaupun dia adalah
seorang yang konservatif yang selalu bermain dengan gaya yang itu-itu saja.

Beberapa hari setelah rumah kami didatangi oleh orang yang menagih hutang, aku melihat orang tersebut
di jalan ketika aku mau pergi ke rumah saudaraku. Tadinya aku akan meminjam uang dari saudaraku untuk
menutupi hutang Jono pada orang tersebut, tapi ditengah jalan aku mempunyai pikiran lain. Aku ikuti
orang tersebut untuk mengetahui dimana rumahnya.

Tadinya niatku hanya untuk mengetahui saja, tapi akhirnya aku mempunyai niat lain. Aku putuskan untuk
menggadaikan tubuhku untuk melunasi hutang-hutang suamiku kepada orang itu. Setelah aku mantap dengan
niatku, beberapa hari kemudian aku memberanikan diri untuk mendatangi rumah orang tersebut.

Rumah orang itu memang sangat besar dan sangat mewah. Setelah berhasil mengatasi rasa gugupku akhirnya
kuberanikan diri untuk memencet bel. Tak lama kemudian seorang lelaki kurus yang kupikir adalah
pesuruh di rumah itu keluar.

“Nyari siapa bu?”

“Hmm. Bapaknya ada?” tanyaku pada lelaki tersebut.

“Ibu siapa? Biar saya sampaikan ke Bapak.”

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

“Bilang aja dari istrinya pak Jono.” Akhirnya pesuruh itu masuk ke dalam rumah dan tak lama berselang
dia keluar lagi untuk membukakan pagar.

“Tunggu aja di ruang tamu bu.” Katanya padaku.

Langsung saja aku menuju ke arah yang ditunjuknya. Sebuah pintu dari kayu jati dengan ukiran yang
sangat cNiyak. Belum juga aku sampai ke depan pintu, pintu tersebut sudah dibuka dari dalam. Rupanya
yang membukakan pintunya adalah orang yang kucari.

Orang dengan perawakan kurang lebih 180cm dan kuperkirakan beratnya 75kg. Aku perkirakan umurnya
sekitar 50 tahun. Berkulit hitam dan terlihat masih segar. Kesan angker yang ditunjukkannya pada saat
menagih hutang tidak ada sama sekali pada saat aku datang.

Justru aku menangkap kesan ramah dan sopan dari dia. Dia langsung menjabat tanganku sambil menyebut
namanya.

“Totok. Mari masuk bu…”

“Niya” Jawabku langsung ketika melihat dia kebingungan.

“Oh iya. Bu Niya silahkan masuk” Aku langsung masuk menuju ruang tamu. Dan Pak Totok langsung
memersilakan aku untuk duduk.

“Mau minum apa bu Niya?”

“Ah gak usah repot-repot pak” jawabku dengan gaya basa-basi bangsa timur.

Akhirnya Pak Totok menyuruh pembantunya untuk membuatkan sirup. Sambil menunggu minuman datang pak
Totok memulai pembicaraan, sekaligus untuk mencairkan suasana yang kaku. Seolah-olah dia tahu kalau
aku gugup dan grogi bertemu dengannya.

Kuakui dia adalah sosok yang bisa membuat pembicaraan menjadi santai. Ditambah lagi mungkin dengan
wawasan yang cukup luas sehingga dia sepertinya tidak pernah kehabisan bahan pembicaraan layaknya
penyiar radio yang selalu ngoceh sepanjang jam siaran. Semakin jauh kami berbicara justru aku semakin
kehilangan rasa gugupku yang tadi menghinggapi.

Obrolan kami sempat terhenti karena pembantu pak Totok datang membawakan minuman pesananan majikannya.

“Silahkan diminum bu Niya”

“Oh iya pak. Terima kasih.” Tak lama langsung saja kuteguk minuman yang disuguhkan.
“Koq sepi ya pak? Istri bapak lagi keluar?” Tanyaku unuk memulai obrolan kembali.

“Istri saya sudah lama meninggal.”

“Oh maaf pak, saya gak tahu”

“Oh gak apa-apa. Oh iya bu Niya sudah berapa lama menikah dengan pak Jono?”

“Tiga tahun pak. Tapi ya gitu deh pak. Mas Jono gak pernah punya kerjaan tetap. Jadi makin lama makin
numpuk aja hutangnya. Ditambah lagi sampai sekarang kami belum juga punya anak” kataku sekalian curhat
sedikit ke pak Totok.

Setelah disinggung soal hutang, pak Totok akhirnya menanyakan perihal hutang suamiku. Dan dia juga
bercerita bahwa sebenarnya suamiku tidak hanya berhutang kepadanya tapi juga ke teman-teman pak Totok.

Jujur saja aku kaget, karena selama ini suamiku tidak pernah berkata jujur perihal hutangnya. Rupanya
pak Totok sudah menyimpan rencana sendiri yang kurang lebih mirip dengan rencanaku.

Dan akhirnya rencana itu disampaikan kepadaku, bahwa hutang suamiku bisa lunas dengan catatan aku mau
diajak bercinta dengannya.Cerita Sex Terbaru

Pengurangan hutang suamiku satu juta setiap aku melayaninya. Dan itu berlaku juga untuk hutang suamiku
dengan teman-temannya yang ternyata ada dua orang lagi. Dan ternyata suamiku berhutang sepuluh juta ke
setiap orangnya. Ini berarti aku harus bercinta tiga puluh kali, dengan setiap orangnya aku layani
sepuluh kali.

Aku sempat berpikir juga melihat keadaan yang seperti itu, tapi demi melunasi hutang suamiku akhirnya
aku sanggupi permintaannya. Akhirnya aku disuruh kembali lagi keesokan harinya, karena hari itu Pak
Totok sudah mempunyai janji dengan rekan bisnisnya.

Sebelum pulang aku menanyakan apakah teman-temannya berkenan dibayar hutangnya dengan tubuhku? Dan Pak
Totok berhasil meyakinkan bahwa teman-temannya pasti akan satu suara dengannya.

Akhirnya keesokan harinya aku datang kembali ke rumah Pak Totok. Hari itu aku untuk pertama kalinya
berdandan bukan untuk suamiku, tapi untuk laki-laki lain. Aku datang dengan pakaian tetap casual saja.

Toh pikirku nantinya pakaian ini juga tidak berguna karena ketika aku menunaikan tugasku baju ini
harus dilepas. Yang jelas aku mempersiapkan mentalku untuk hal ini. Karena ini juga untuk pertama
kalinya aku akan disetubuhi oleh laki-laki yang bukan suamiku.

Dan yang jelas aku juga mempersiapkan vaginaku. Semua bulu-bulu yang tumbuh disekitar vaginaku kucukur
habis, sehingga vaginaku bisa terlihat dengan jelas.

Sesampainya di rumah Pak Totok aku disambut dengan hangat, Pak Totok mencium punggung tanganku dan
kedua pipiku. Diriku agak canggung menerima perlakuan yang diberikan kepadaku, karena dia bukan
suamiku.

Tetapi aku sendiri tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh suamiku. Saat itu aku merasa
diperlakukan layaknya seorang perempuan. Dia tidak menunjukkan bahwa dia hawa nafsunya, tapi justru
menunjukkan sikap seorang lelaki dewasa yang membuatku sedikit “terbius” oleh perlakuannya.

Setelah sambutan hangatnya aku langsung diajak menuju kamarnya. Kamar yang cukup mewah bagiku. Dan
rupanya Pak Totok telah menyulap kamarnya menjadi begitu indah. Wangi bunga telah memenuhi seisi
kamarnya.

Ketika aku masih terpesona dengan kamarnya yang mewah tiba-tiba dia memelukku dari belakang. Refleks
dan sedikit terkejut membuat diriku agak memberontak. Tetapi dia meyakinkan diriku untuk tenang dan
menikmati saja saat-saat tersebut. Dia mulai menciumi leher dan kupingku yang jelas membuatku
terangsang. Lalu dia membalikkan tubuhku sehingga kami saling berhadapan.

“Boleh kupanggil Niya saja?” tanyanya padaku.

“Hmm.. boleh aja pak”

“Wah. Jangan panggil pak dong. Panggil saja Totok. Supaya lebih mesra.”

“Iya Totok. Boleh aja kalau kamu mau panggil aku Niya.” aku mulai menikmati keadaan.

“Hmm.. Niya. Sebenarnya ada satu lagi kejutan untukmu hari ini.”

“Apa itu?” Belum dia menjawabnya tiba-tiba pintu kamar terbuka.

Lalu ada dua orang memasuki kamar tersebut. Hal itu jelas saja membuat aku kaget.

“Ini dia kejutannya. Ada dua orang lagi temanku yang dihutangi suamimu yang ingin ikut bermain dengan
kita.”

“Tapi Totok…”

“Tenang saja. Kalau kau melayani kami sekaligus maka bayarannya dinaikkan menjadi 1,5 juta untuk
sekali main. Tidak lagi satu juta.”

Sebenarnya aku agak keberatan juga dengan keadaan itu. Tapi karena suasana yang tercipta sudah
kunikmati akhirnya aku menyetujuinya. Kedua temannya memang berbeda sekali dengannya.

Temannya yang satu bernama Melki, keturunan Arab mempunyai dan berkulit putih. Sedangkan yang satunya
bernama Hans, keturunan Cina. Tapi yang jelas ketiganya mempunyai postur tubuh yang sama. Tinggi besar
dan tegap. Beda sekali dengan suamiku yang tingginya kira-kira sama denganku dan mempunyai tubuh yang
tidak sebagus mereka.

Jujur saja diam-diam aku mulai mengagumi mereka bertiga dan mulai membayangkan disetubuhi oleh mereka
bertiga. Aku sudah lagi tidak peduli dengan suasana romNiyas di kamar Pak Totok, tapi aku sudah mulai
membayangkan suasana liar yang akan terjadi berikutnya.

Tiba-tiba saja Pak Totok sudah mulai mencium bibirku. Aku yang dari tadi sedang menghayal jelas
terkejut, walaupun tidak lama dan langsung membalas ciuman dari Pak Totok.

Tak lama berselang Melki dan Hans langsung bergabung. Melki datang dari belakangku dan langsung
menciumi leherku sedangkan Hans langsung ke tujuan dengan meremas kedua dadaku. Hal ini jelas saja
membuat nafsuku meledak. Aku tidak tahan untuk tidak bersuara, dan akhirnya akupun mulai mengeluarkan
desahan dari mulutku.Cerita Sex Terbaru

Setelah itu bajuku dan celana panjang yang aku pakai mulai dilepas dari tubuhku sehingga terlihat bra
dan cd yang aku kenakan. Hal ini jelas saja membuat mereka bertiga tambah liar untuk menjamah tubuhku.

Dan tak lama berselang bra dan cdku pun ikut lepas dari tubuhku sehingga aku benar-benar bugil. Sudah
tidak ada lagi perasaan canggung dan malu di diriku. Yang ada hanya nafsu yang sudah berada di ubun-
ubun.

Setelah itu mereka bertiga pun melepas pakaiannya masing-masing. Dan aku benar-benar tidak bisa
menyembunyikan rasa kagetku ketika mereka bertiga sudah bugil. Karena mereka semua mempunyai ukuran
penis yang sangat besar bagiku.

Panjang penisnya sekitar 20 cm dan berdiameter kira-kira 4-5 cm. Aku sendiri tidak dapat membedakan
secara pasti punya siapa yang paling besar. Karena ukuran penis mereka yang hampir sama. Tapi yang
jelas berbeda sekali dengan punya suamiku yang hanya sekitar 13cm dengan diameter 2 cm.

Aku dihadapkan dengan tiga penis raksasa. Perasaan takut dan penasaran bercampur aduk di diriku. Takut
karena belum pernah melihat penis dengan ukuran sebesar itu. Penasaran karena perempuan mana yang
tidak mau vaginanya dimasuki penis seperti itu.

Setelah semuanya bugil mereka membimbingku untuk jongkok, dan setelah itu mereka semua mengelilingiku.
Mereka minta dioral secara bergNiyaan. Lalu kulakukan permintaan itu dengan senang hati walaupun agak
bersusah payah.

Aku sering mengoral suamiku, tetapi yang ini beda. Tiga penis dengan ukuran jauh dari penis suamiku.
Ukuran penis mereka membuat aku agak gelagapan dan sedikit sesak nafas awalnya. Tapi lama-lama
akhirnya aku bisa menguasai keadaan juga.

Ketika aku mengoral penis pak Totok kedua tanganku mengocok penis Hans dan Melki, begitu seterusnya.
Jika satu sedang kuoral maka yang dua lagi kebagian kocokan tanganku.

“Aarrrgghhh nikmat sekali seponganmu Niya” ucapan itu terlontar dari Melki ketika mendapat giliran
dioral olehku.

Hans mendapat giliran terakhir untuk kuoral. Dan ketika giliran Hans mereka membimbingku ke arah
tempat tidur. Rupanya mereka memintaku untuk mengoral Hans sambil terlentang sementara penis Hans
berada di atas mulutku.

Ketika sedang asik-asiknya menikmati penis Hans, tiba-tiba kurasakan rangsangan hebat di kedua
payudaraku dan di vaginaku. Rupanya Melki sedang asik menggerayangi kedua payudaraku. Dia sedang asik
meremas dan menjilati kedua payudaraku.

Sedangkan Pak Totok berada di selangkanganku, dia terlihat asik menjilati vaginaku. Terang saja aku
mengoral Hans sambil mengerang (ingin berteriak tidak bisa karena mulutku disumpal penis Hans)
keenakan karena perlakuan kedua orang tadi terhadap dua tempat sensitif di tubuhku.

Tak lama kemudian Hans melepaskan penisnya dari mulutku lalu bergabung dengan Melki untuk menikmati
payudaraku. Melki menggarap payudara kiriku sedangkan Hans yang kanan pak Totok tetap menjilati
vaginaku. Hal ini membuatku terangsang hebat sehingga tidak tahan lagi untuk berteriak dan meracau.

“Aarrrrgghhh, nikmat banget… teruuussss… aaarrgghhh… aayoo teruusss” Akhirnya aku sampai juga
pada orgasmeku yang pertama.

Tak lama kemudian aku merasakan sesuatu menempel di bibir vaginaku. Setelah kulirik ternyata pak Totok
sudah siap memasukkan penisnya itu ke dalam vaginaku. Aku merasakan penis pak Totok semakin lama
semakin mendesak vaginaku.

Aku merasa seperti perawan lagi karena begitu susahnya penis pak Totok memasuki vaginaku. Terang saja
susah, penis sebesar itu mencoba masuk ke dalam vaginaku yang biasanya hanya dimasuki penis Jono yang
sekarang menjadi biasa bagiku.

Terbantu oleh vaginaku yang sudah basah akhirnya penis pak Totok berhasil masuk juga. Perlahan-lahan
pak Totok mulai menggoyangkan penisnya keluar masuk di vaginaku.

“Arrrghhh Totok… terus… cepetin donkk.. ent0tin…” aku sudah meracau tak karuan karena penis pak
Totok yang menghadirkan kenikmatan yang luar biasa.

Ditambah lagi Hans dan Melki yang masih sibuk dengan kedua payudaraku. Akhirnya setelah dirasa lancar
pak Totokpun mulai mempercepat goyangannya. Baru beberapa goyangan saja aku sudah orgasme lagi padahal
kulihat pak Totok masih kuat menggoyang penisnya. Makin lama makin cepat dan cepat sampai akhirnya aku
tak tahan dan sampai pada orgasme ku yang kesekekian kali.

Setelah agak lama terasa goyangan pak Totok semakin cepat dan cepat kemudian sampai pada goyangan dia
yang terakhir, tubuhnya mengejang keras sekali, suaranya melenguh setengah berteriak. Dan aku bisa
merasakan kalau dia orgasme.

Semburan spermanya di dalam vaginaku terasa sekali. Tak lama berselang pak Totok mencabut penisnya dan
aku didatangi oleh Hans dan Melki yag tampak sudah tidak sabar. Aku lihat Hans membawa baby oil.

“Untuk apa?” tanyaku.Cerita Sex Terbaru

“Sudahlah nikmati saja” begitu kata Hans.

Karena memang gairahku masih diatas akhirnya aku tidak pedulikan lagi.

Tak lama mereka memintaku untuk berposisi doggy style, dan aku iyakan saja toh aku juga terbiasa
dengan gaya itu. Tapi betapa kagetnya ketika kurasakan Hans menumpahkan baby oil di lubang pantatku
dan di penisnya lalu kemudian berusaha memasukkan penisnya itu ke pantatku.

Tadinya aku ingin berontak, tetapi Melki memegangi tubuhku dengan erat supaya tidak berontak. Terasa
sedikit sakit ketika penis Hans mencoba untuk memasuki lubang pantatku tetapi kemudian setelah masuk
terasa nikmat yang luar biasa juga. Tidak kalah dengan nikmatnya ketika masuk ke vagina.

Lalu Hans kemudian mulai untuk menggoyang penisnya di dalam pantatku. Ketika sudah lancar dan baru
beberapa saat Hans meminta merubah posisi tanpa melepaskan penisnya dari pantatnya. Kami berdua
terlentang dan bertindihan dengan aku diatasnya.

Sehingga makin kurasa Penis itu bergerilya di lubang pantatku. Tak lama kemudian Melki menghampiri
kami dan sudah siap dengan penisnya yang sudah berdiri tegak dan diarahkan ke vaginaku yang terbuka
menantang. Akhirnya Melki memasukkan penisnya ke dalam vaginaku berbarengan dengan Hans dia
menggoyangkan penisnya keluar masuk vaginaku.

Sebuah pengalaman luar biasa yang belum aku alami sebelumnya. Aku disetubuhi dua laki-laki secara
bersamaan. Benar-benar terasa nikmat sekali, ditambah lagi keduanya ditambah pak Totok merupakan sosok
lelaki gagah, tampan dan enak dipandang.

Pergumulan kami bertiga tak terasa membuatku orgasme berkali-kali, karena rasa nikmat yang luar biasa.
Dan akhirnya Melki dan Hans secara bersamaan mencapai orgasmenya. Hans mengerluarkan spermanya di
dalam pantatku sedang Melki di dalam vaginaku.

Setelah itu kami berempat mebersihkan diri, dan rupanya di meja makan sudah disiapkan makanan untuk
kami berempat. Setelah kami makan akhirnya aku izin untuk pulang dan tidak lupa membuat janji untuk
pertemuan berikutnya dengan mereka.

Setelah kejadian itu aku merasakan tidak nafsu lagi dengan Jono ketika dia mengajakku untuk
bersetubuh. Aku hanya berusaha menjalankan kewajibanku saja. Tetapi jujur saja aku tidak merasa puas.
Karena aku sudah menemukan sesuatu yang lebih diluar sana.

Dan setelah semua hutang-hutang Jono lunas aku sering kali mendatangi mereka atau salah satu dari
mereka untuk minta disetubuhi. Aku sudah sampai pada taraf ketagihan yang luar biasa. Pada akhirnya
akupun jujur kepada Jono tentang hal yang selama ini terjadi.

BAca Juga Cerita Sex Gadis Pontianak

Dia terkejut, tapi tak biasa marah karena aku melakukan itu untuk melunasi hutang-hutangnya. Setelah
kutanyai apakah dia ingin menuntut cerai diriku, dia tidak mau menceraikanku dengan alasan dia masih
sayang. Aku memberikan syarat kepada Jono yaitu, aku bebas bersetubuh dengan ketiga orang itu kapanpun
dan dimanapun aku mau tanpa harus dicemburui. Akhirnya Jono menyetujuinya, karena masih menyayangiku.

Pernah suatu saat ketika Jono pulang ke rumah dia mendapati diriku sedang bersetubuh dengan ketiga
pria tersebut. Ketika dia akan pergi justru dia dipaksa untuk duduk dan menyaksikan kami oleh pak
Totok, Hans dan Melki.

Bahkan dia juga ditelanjangi oleh mereka didepanku. Mereka sengaja melakukan itu hanya untuk
membandingkan ukuran penis mereka dan Jono dan memang penis Jono menjadi terlihat kecil sekali.
Sebenarnya aku kasihan melihatnya diperlakukan seperti itu.

Tetapi karena hawa nafsu yang sudah menguasai diriku, maka tak kuacuhkan dia dan aku hanya melayani
penis-penis raksasa yang dapat memuaskan vaginaku.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Pulau Dewata

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Setelah beberapa tahun aku beerja disuatu perusahaan jasa pengiriman, aku baru dijadikan
sebagai tangan kanan bosku. Aku sudah lama menanti saat-saat ini, karena jika aku menjadi
tangan kanan bosku, pekerjaanku menjadi lebih ringan dan yang pasti gajinya yang lebih
banyak karena banyak bonus-bonus. Aku sangat dekat sekali dengan bosku ini, aku sering
disuruhnya mengantarnya kemana saja bosku mau pergi, dan kadang jika bosku lagi malas
untuk keluar kota selalu aku yang disuruh bosku untuk berangkat. Karena bonus yang besar,
maka aku pun menuruti semua perintah bosku.

Cerita Sex Terbaru Pulau Dewata
Sampai pada suatu hari ketika sedang dikantor aku dipanggil oleh bosku didalam ruangannya.
Dan aku pun langsung menuju ruangannya. “Ada apa bos memanggilku??” tanyaku setelah
didalam ruangan. “Kamu saya tugaskan untuk menemani putriku liburan kebali, kamu harus
mengurus putriku Maya dengan sangat baik, dan jika Maya melapor kepadaku tentang
pelayannmu yang kurang baik maka aku akan memberikanmu sanksi” cetus bosku. “Emang mau
pergi kemana bos?? Lha terus nanti pekerjaan kantor siaa yang pegang bos??” jawabku. “Maya
mau ke Pulau Dewata, soal urusan kantor gampang, masih ada pekerja yang lainnya, yang
penting kamu harus jaga dan harus memenuhi semua keinginan Maya” ujar bosku. “Siap bos,
mau berangkat kapan bos??” tanyaku. “sekarang, kamu segera pulang kerumah dan segera
menjemput putriku dan langsung berangkat” jawab bosku. “Siap.bos” jawabku singkat.
Dan aku pun langsung pulang kerumah untuk memeprsiapkan diri dan setelah selesai aku
langsung menuju rumah bosku untuk menjemput anak bosku Maya. Selama perjalanan aku merasa
senang karena anak bosku yang namnya Maya ini selain juga cantik, bosinya sangat yahut
sekali. Dia memiliki tinggi sekitar 167cm denga tubuh langsing dan payudara yang lumayan
besar sekitar 34B dan pantat yang bulat. Aku bakal menemani dan melihat tubuh seksi Maya
lumayan lama, jadi aku bisa puas memperhatikannya. Dan tak lama akhirnya aku sampai
dirumah Maya, dan ternyata Maya sudah menungguku. Setelah aku turun dan mengambil koper
Maya, akhirnya aku dan Maya langsung menuju airport. Sesuai tiket yang sudah dipesan oleh
bosku, jam 2 tepat kita terbang.
Selama didalam pesawat aku terus memandangi tubuh Maya, karena saat itu Maya menggunakan
baju yang sangat sangat seksi sekali. Dia hanya menggunakan tengtop dan celana pendek yang
menyerupai seperti celana dalam dan terbalutkan oleh sehelai kain tipis, sungguh nafasku
berderu melihat tubuh seksi Maya. Selama perjalanan aku hanya bisa menelan ludah melihat
semuanya. Aku pun menutupi penisku dengan bantal yang tersedia, karena penisku yang sudah
menegang dan sangat keras dan besar sekali. Sedangkan Maya tidak tau kalau aku
memperhatikan tubuhnya karena Maya menikmati alunan lagu lewat headsead sambil memejamkan
mata, jadi aku bisa puas memandangi tubuh Maya.
Setelah kurang lebih satu jam perjalanan akhirnya kita sampai di tempat yang kita tuju.
Maya langsung mengajakku untuk mengelilingi pulau dewata. Aku pun dengan senang hati
menuruti semua keinginan Maya, karena selain aku dapat bonus, aku juga mendapat bonus
menikmati pemandangan tubuh Maya yang sangat seksi dan bahenol sekali itu. Aku sempat
geregetan dan ingin meremas pantatnya yang bulat dari belakang, karena setiap jalan aku
perhatikan pantatnya naik turun bergantian. Gairahku pun tak bisa lagi aku redam. Selama
mengantarkan Maya jalan-jalan aku selalu menutupi bagian resletingku dengan tas yang aku
bawa, agar Maya tidak mengetahuinya.
Sorenya kita balik ke hotel. Maya bilang dia mo santai di kolam renang, dia balik ke kamar
untuk ganti pakean yang udah basah kuyup dengan bikini. aku nunggu dia dikolam renang.
Karena dah sore, kolam gak rame, tapi kita masi boleh pake kolam renang sampe kapanpun,
tanpa batas waktu. Maya muncul di kolam dengan bikininya. Seksi sekali, toket montoknya
dilapisi dengan bra bikini yang berbentuk segitiga dan ditaliin ke belakan lehernya dan
punggungnya. Kemontokan toketnya gak bisa disembunyikan dibalik bra bikini yang minim itu.
Celana dalam bikiniknya juga berbentuk kaen segitiga yang ditalikan dikirikanan
pinggangnya. “ay kamu asik banget deh bodinya”. “Om suka gak ngeliatnya”, “Suka banget Ay,
palagi kalo…” Sengaja aku gak nyelesaiin omonganku.Cerita Sex Terbaru

“Kalo apa om”. “enggak ah, ntar Maya tersinggung lagi”, sengaja aku tidak menjawab
pertanyaannya untuk membuat dia penasaran. Bener aja, “Om kalo apa sih”. “Gak ah ntar
marah lagi, ntar aku dilaporin ke om kamu, di pehaka jadi akunya nanti”.

“enggak deh, ayo dong om, kalo apa”. “Bener gak marah”. “Bener, suer deh, ayo dong om kalo
apa”. Maya makin merengek manja, seneng aku melihat abege kalo dah merengek2 manja gitu,
pengen kugelutin aja deh rasanya.

“Bener ya janji”, “Iya om, bener, janji, suer”, katanya sambil menunjukkan jari tengah dan
telunjuknya seperti orang kalo disumpah (bukan disumpahin lo). “Palagi kalo …. Maya
telanjang”. “Ih si om ngeres banget deh”, katanya sambil tertawa dan menyubut pinggangku.
“Bener mo lihat Maya telanjang?” “Mau banget Ay, dimana”.

“Iiih segitu ngebetnya sih. Mangnya om belon pernah ngeliat prempuan telanjang?” “Belom
Ay, suer deh, makanya jadi penasaran pengen ngeliat Maya tlanjang”. Maya nyebur kekolam
dan brenang mondar mandir.

Aku segera menyusulnya. Dipinggir kolam kembali aku mendesak Maya, “bener nih aku boleh
lihat Maya telanjang”. “Maya cuma senyum2 ja, sekarang gantian dia yg bikin aku penasaran.
“Maya dah sering telanjang depan lelaki ya”. “Om sok tau ah”. “depan cowok kamu ya Ay,
bule ya”. Maya cuma mengangguk. “Enak dong ma bule”. “enak apanya om”, “Kan itunya gede,
panjang lagi”. “Gak tau ah”, Maya meninggalkan aku brenang lagi. Aku mulai usil, beberapa
kali toketnya sengaja kugesek dengan lengannya. Maya kembali tersenyum membiarkan. Aku
makin berani, toketnya malah dirabanya. “Ay, kamu napsuin deh”, kataku to the point.
“Masak sih mas napsu ngeliat Maya”. “Iya lah Ay, toket kamu montok banget, aku pengen
ngeremes jadinya”, kataku sambil langsung meremes toketnya. “Om…”, keluhnya. Kami main2
dikolam sampe lewat magrib, akupun dengan napsunya meremas2 toketnya terus. Maya membalas
dengan meremas Penisku. Terasa Penisku sudah keras sekali dibalik celana pendek
gombrongku. “Om besar sekali”, bisiknya. “Mau ngerasain Ay, memangnya punya cowok bule
kamu gak besar”. “Besar sih om, tapi katanya punya orang Indonesia kecil, nih punya om
gede banget, segede cowok Maya punya”.
Karena sudah gelap, kami balik ke kamar masing-masing, aku ikut ke kamarnya yang ada
connecting doornya dengan kamarku. Sengaja aku pesan 2 kamar dengan connecting door, dan
sudah kubuka dari kararku, sehingga kalo connecting door dibuka dari kamar Maya, bisa
langsung masuk ke kamarku. Selama Maya ikut tour aku sengaja gak membuka connecting
doornya karena dia kan dah cape ikut tour seharian, Aku duduk di balkon kecil yang
menghadap ke laut, sementara Maya mandi. Selesai mandi Maya mengenakan celana super pendek
dan bra bikini.

Aku membuka connecting door dan masuk kamarku, aku hanya membilas badanku dan mengganti
celana gombrongku. Karena makan malem diselenggarakan di pantai, jadi tamu bebas pake
pakean apa aja, asal gak tlanjang. Kita langsung menuju ke tempat makan karena perut sudah
keroncongan. Kami makan malem sembari ngobrol dan becanda2. Selesai makan aku ngajak
karaokean. Aku minta private room untuk berdua Maya aja. Di ruang karaoke, kami nyanyi2
bergantian. Aku mengelus2 pahanya terus. Paha Maya kukangkangkan. Maya jadi menggeliat2
karena rabaanku pada paha bagian dalam, “Aah”, erangnya, karena napsuku mulai naik.
“Kenapa Ay, napsu ya”, katanya. “Tangan om nakal sih”, katanya terengah. “Abis kamu
napsuin sih”, jawabku dengan tetap ngelus2 pahanya, elusanku makin lama makin naik ke
atas.

Kini tanganku mulai meraba dan meremes selangkangannya dari luar celana pendeknya, Maya
semakin terangsang karena ulahku, “Maya jadi napsu nih”, bisikna. Bosen karaoke, aku minta
dvd bokep sama operator karaoke dan memutarnya. Asiknya ceweknya tampang Maya, cowoknya
bule. Mereka maennya di kolam renang. Mulai dari ngelus, ngeremes, ngemut sampe akhirnya
ngenjot dalam berbagai posisi. Aku kembali menggerayangi toketnya. Setelah beberapa lama
aku berbisik, “Kekamar aja yuk Ay”. Maya ikut saja ketika tangannya kutariknya, sambil
berpelukan kita menuju ke lift, naek kekamar Maya. Di kamar aku mematikan lampu kamar.

Suasana remang-remang karena hanya disinari lampu dari kamar mandi. Romantis sekali
suasananya karena hanya terdengar demburan ombak dari pintu ke balkon yang kubiarkan
terbuka, terasa sekali2 ada angin membelai badan. Aku dan Maya berbaring di ranjang. Aku
terus meremas-remas gundukan di selangkangannya. Maya merespon dengan gerakan pinggul yang
menekan-nekan tanganku. Perlahan-lahan celana pendeknya kubuka. Maya mengangkat pantatnya
supaya celana itu mudah dilepaskan. jariku mulai menelusuri celana dalamnya. Aku meremas
kembali gundukan yang kini hanya terlindung oleh celana dalam. Kemudian jariku menguak
cdnya dari samping. Jari tengahku dengan trampil mencari belahan Memeknya. Jari tengahku
mulai menelusuri kehangatan sekaligus kelembaban di balik jembut keritingnya yang lebat.
Sampai akhirnya mendarat di itilnya. Daging kecil itu sudah mengeras.Cerita Sex Terbaru
Aku segera berkosentrasi pada bagian itu. Maya tidak mampu menahan kenikmatan akibat
gelitikan jariku di itilnya. Maya makin erat memelukku dan aku makin intensif memainkan
jariku di itilnya. Maya tidak bisa memperkirakan berapa lama jariku bermain di itilnya.
Akhirnya Maya mengejang. Maya nyampe. “Om, belum apa2 Maya dah nyampe. Hebat ih permainan
jari om. Apalagi Penis om ya”, kataku terengah. “Mau ya ngerasain Penis om”. “Mau banget
om.

Maya pengen ngerasain dien tot orang Indonesia. Kayanya bakalan nikmat ya om, sekarang ja
baru dikilik itil Maya dah klimax gini, gimana kalo dien tot”. Aku mengangkangkan pahanya
dan mulai menjilati paha itu, dari bawah bergerak perlahan keatas sambil kugigit2 pelan.
Maya menggigil menahan geli saat lidahku menyelisuri pahanya. “Om pinter banget
ngerangsang Maya, udah biasa ngerangsang cewek ya”, katanya terengah. CDnya yang minim itu
dengan mudah kulepas, demikian pula bra bikininya dan tak lama kemudian lidahku menghunjam
ke Memeknyayang sudah sangat basah.

Maya hanya pasrah saja atas perlakuanku, Maya hanya bisa mengerang karena rangsangan pada
Memeknya itu. Lidahku menyusup ke dalam Memeknya dan mulai bergerak keatas. Maya makin
mengejang ketika aku mulai menjilati itilnya. “Maya sudah pengen dientot”, dia mengerang
saking napsunya. Aku menghentikan aksiku, kemudian memeluknya dan mencium bibirnya dengan
napsu. Lidahku menerobos bibirnya dan mencari lidahnya, segera Maya bereaksi yang sama
sehingga lidah kami saling membelit didalam mulutnya. Pelukanku makin erat. Penisku yang
sudah ngaceng berat, mengganjal diperutnya.

Tanganku mulai bergerak kebawah, meremas pantatnya, sedang tanganku satunya masih ketat
mendekapnya. Maya menggelinjang karena remasan dipantatnya dan tekanan Penisku yang
ngaceng itu makin terasa diperutnya. “Aah”, lenguhnya sementara bibirnya masih terus
kukulum dengan penuh napsu juga. Lidahkukemudian kukeluarkan dari mulutnya, bibirnya
kujilati kemudian turun ke dagunya. Tanganku bergeser dari pantatnya ke arah Memeknya,
“Aah”, kembali Maya mengerang ketika jariku mulai mengilik Memeknya. Lidah kuarahkan ke
lehernya, kujilati sehingga Maya menggeliat2 kegelian.

Sementara itu jariku mulai mengelus2 Memeknya yang sudah sangat basah itu dan kemudian
kembali menjadikan i tilnya sasaran berikutnya. Kugerakkan jari memutar menggesek i
tilnya. Maya menjadi lemes dipelukanku. “Ay, jembut kamu lebat sekali, gak heran napsu
kamu gede banget. Dikilik sebentar aja udah basah begini, padahal baru nyampe”, kataku
sambil mengangkangkan pahanya lagi. Aku membuka celana, sekaligus dengan celana dalam.
Penisku yang besar dan panjang, berdiri tegak karena sudah ngaceng berat. Maya kutarik
bangun kemudian disuruh menelungkup dipinggir ranjang.

Aku memposisikan diri dibelakangnya, punggungnya kudorong sedikit sehingga Maya menjadi
lebih nungging. Pahanya kugeser agar lebih membuka. Maya menggelinjang ketika merasa ada
yang menggesek2 Memeknya. Memeknya yang sudah sangat licin itu membantu masuknya Penis
besarku dengan lebih mudah. Kepala Penisku sudah terjepit di nonoknya. Terasa sekali
Penisku sesek mengganjal di selangkangannya. “Aah, gede banget Penis om”, erangnya. Aku
diam saja, malah terus mendorong Penisku masuk pelan2.
Maya menggeletar ketika Penisku masuk makin dalam. Dia merasakan nikmat banget rasanya
kemasukan Penisku yang besar itu. Pelan2 aku menarik Penis keluar dan kudorong lagi dengan
pelan juga, gerakan keluar masuk Penisku makin cepat sehingga akhirnya dengan satu
hentakan Penisku nancep semua di nonoknya. “Aah, enak banget Penis om”, jeritnya. “nonokmu
juga peret banget Ay. Baru sekali aku ngerasain Memek seperet Memekmu”, kataku sambil
mengenjotkan Penisku keluar masuk nonoknya. “Huh”, dengusnya ketika merasa Penisku nancep
semua di Memeknya.

Terasa biji pelerku menempel ketat di pantatnya. Memeknya terasa berdenyut meremes2
Penisku yang nancep dalem sekali karena panjangnya. Tanganku yang tadinya memegang
pinggulnya mulai meremes toketnya dengan gemes. Maya menjadi menggelinjang karenanya,
sementara itu enjotan keluar masuk Penis makin kupercepat. Tubuhnya makin bergetar
merasakan gesekan Penisku di Memeknya. “Enak , enjotin yang keras, aah, nikmatnya”,
erangnya gak karuan. Keluar masuknya Penisku di Memeknya makin lancar karena cairan
Memeknya makin banyak, seakan menjadi pelumas Penisku.

Aku menelungkup dibadannya dan mencium kuduknya. Maya menjadi menggelinjang kegelian.
Toketnya kulepaskan dan aku menarik wajahnya agar menengok ke belakang, kemudian bibirnya
segera kucium dengan napsunya. Lidahku kembali menyusup kedalam mulutnya dan membelit
lidahnya. Tanganku kembali meneruskan tugasnya meremes2 toketnya. Sementara itu, Penis
tetep kuenjot keluar masuk dengan cepat dan keras. jembutnya yang kasar dan lebat itu
berkali2 menggesek pantatnya ketika Penisku nancep semuanya di Memeknya.

Maya menjadi mengerang keenakan berkali2, ini menambah semangatku untuk makin gencar
mengenjot Memeknya. Pantatnya mulai bergerak mengikuti irama enjotan Penisku. Pantatnya
makin cepat bergerak maju mundur menyambut enjotan Penisku sehingga rasanya Penisku nancep
lebih dalem lagi di Memeknya. “Terus , enjot yang keras, aah nikmat banget deh dien tot
om, lebih nikmat dari dien tot cowokku om”, erangnya. Aku makin seru saja mengenjot
Memeknya dengan Penisku. Maya tersentak. Perutnya terasa kejang menahan kenikmatan yang
luar biasa. Bibirnya kembali kulumat, Maya membalas melumat bibirku juga, sementara
gesekan Penisku pada Memeknya tetep saja terjadi. Akhirnya Maya tidak dapat menahan
rangsangan lebih lama, Memeknya mengejang dan “Maya nyampe aah”, teriaknya. Memeknya
berdenyut hebat mencengkeram Penisku sehingga akhirnya, Penisku mengedut mengecretkan peju
sampe 5 semburan.Cerita Sex Terbaru

Terasa banget pejuku yang anget menyembur menyirami Memeknya. Penis terus kuenjotkan
keluar masuk seiring ngecretnya pejuku. Napasnya memburu, demikian juga napasku. “Ay, gak
apa2 kan aku ngecret didalem Memek kamu”, katanya. “Gak apa2 kok om, Maya punya obat biar
gak hamil”. Penisku terlepas dari jepitan Memeknya sehingga terasa pejuku ikut keluar
mengalir di pahanya. Aku segera berbaring diranjang. “Ay, nikmat banget deh Memek kamu,
peret dan empotannya kerasa banget”, katanya. “Om sudah sering ngen totin abg ya, ahli
banget bikin Maya nikmat. “, jawabnya. Aku bangun dan masuk kamar mandi. Aku membersihkan
diri karena sejak abis berenang di laut aku cuma bilas badan aja, belum mandi, sementara
Maya masih saja telentang di dipan menikmati sisa2 kenikmatan yang baru saja dia rasakan.
Aku keluar dari kamar mandi, duduk disampingnyau yang terkapar telanjang bulat. “Kamu
bener2 napsuin deh Ay, toket kamu gede dan kenceng, mana pentilnya gede lagi”, kataku.
Maya hanya tersenyum mendengar ocehanku. “Aku paling suka liat jembut kamu, lebat banget
sih. Aku paling napsu ngeliat cewek kayak kamu ini, toketnya gede kenceng dan jembutnya
lebat, nikmat banget dien totnya,” kataku lagi. Aku berbaring disebelahnya dan memeluknya,
“Ay, aku pengen lagi deh”, kataku. Maya kaget juga dengernya, baru aja ngecret udah napsu
lagi.

Aku mulai menciumi lehernya dan lidahku menjilati lehernya. Maya menggelinjang dan mulai
terangsang juga. Bibirnya segera kucium, lidahku kembali menyusup kedalam mulutnya dan
membelit lidahnya. Sementara itu aku mulai meremes2 toketnya dengan gemes. Aku melepaskan
bibirnya tetapi lidahku terus saja menjilati bibir, dagu, leher dan akhirnya toketnya.
pentilnya yang sudah mengeras kujilati kemudian kuemut dengan rakus.

Maya menggeliat2 karena napsunya makin memuncak juga. “Aah, om napsu banget sih, tapi Maya
suka banget. Cowok Maya kalo dah ngecret ya udah”, erangnya. toketnya yang sebelah lagi
kuremes2 dengan gemes. Jari2ku menggeser kebawah, keperutnya. Pusernya kukorek2 sehingga
Maya makin menggelinjang kegelian. Akhirnya jembutnya kuelus2, tidak lama karena kemudian
jariku menyusup melalui jembutnya mengilik2 Memeknya. Pahanya otomatis dikangkangkan untuk
mempermudah aku mengilik Memeknya.

“Aah”, Maya melenguh saking nikmatnya. Aku membalik posisi sehingga kepalaku ada di
Memeknya, otomatis Penisku yang sudah ngaceng ada didekat mukanya. Sementara aku mengilik
Memek dan it ilnya dengan lidahku, Penisku diremes dan dikocok2nya hingga keras banget.
Kepalanya mulai dijilati dan diemut pelan, lidahku makin menekan2 it ilnya sehingga
pantatnya terangkat dengan sendirinya. Enggak lama Maya mengemut Penisku sebab aku segera
membalikkan badankudan menelungkup diatasnya, Penis kutancapkan di Memeknya dan mulai
kuteken masuk kedalam. Setelah nancep semua, aku mulai mengenjotkan Penisku keluar masuk
dengan cepat dan keras.

Bibirnya kembali kulumat dengan penuh napsu, sementara itu terasa banget Penisku mengisi
seluruh ruang Memeknya sampe terasa sesek. Nikmat banget ngen tot sama dia. Maya
menggeliat2kan pantatnya mengiringi enjotan Penisku itu. Cukup lama aku mengenjotkan
Penisku keluar masuk, tiba2 aku berhenti dan mencabut Penisku dari Memeknya. Aku duduk di
kursi yang ada didekat ranjang, Maya kuminta untuk duduk dipangkuanku mengangkang diantara
kedua kakiku. Aku memeluknya dengan erat. Maya sedikit berdiri supaya dia bisa mengarahkan
Penisku yang masih ngaceng itu masuk ke Memeknya.
Maya menurunkan badannya sehingga sedikit2 Penisku mulai ambles lagi di Memeknya. Aku
menggeliat merasakan nikmatnya Penisku mendesak masuk Memeknya sampe nancep semuanya.
Jembutku menggesek jembutnya dan biji pelerku terasa menyenggol2 pantatnya. Maya mulai
menaik turunkan badannya mengocok Penisku dengan Memeknya. Aku mengemut pentilnya
sementara Maya aktif bergerak naik turun.

Nikmat banget, kayanya lebih nikmat dari tadi. “Aah, enak banget deh, lebih nikmat dari
yang tadi”, erangnya sambil terus menurun naikkan badannya mengocok Penisku yang terjepit
erat di Memeknya. Memeknya mulai berdenyut lagi meremes2 Penisku, gerakannya makin liar,
Maya berusaha menancepkan Penisku sedalam2nya di Memeknya sambil mengerang2. Aku memegang
pinggulnya dan membantu agar Maya terus mengocok Penisku dengan Memeknya. Maya memeluk
leherku supaya bisa tetep mengenjot Penisku, denyutan Memeknya makin terasa kuat. aku
melenguh saking nikmatnya, “Ay, empotan Memekmu kerasa banget deh, mau deh aku ngen tot
ama kamu tiap hari”.

Akhirnya Maya gak bisa menahan rangsangan lebih lama dan “Maya nyampe, aah”, teriaknya dan
kemudian Maya terduduk lemas dipangkuanku. Aku belum ngecret juga, ronde kedua membuat aku
bisa ngen tot lebih lama. “Cape Ay”, tanyaku tersenyum sambil terus memeluknya. “He eh”,
jawabnya singkat. Pelan aku mengangkat badannya dari pangkuanku sehingga Maya berdiri,
Penisku lepas dari jepitan Memeknya. Penisku masih keras dan berlumuran cairan Memeknya.
Kembali Maya kuminta nungging diranjang, doyan banget aku dengan doggie style.

Maya sih oke aja dengan gaya apa saja karena semua gaya juga nikmat buat dia. aku
menjilati kuduknya sehingga Maya menggelinjang kegelian, perlahan jilatanku turun ke
punggung. Terus turun ke pinggang dan akhirnya sampe dipinggulnya. Otot perutnya terasa
tertarik karena rangsangan jilatan itu. Aku terus menjilati, yang menjadi sasaran sekarang
adalah pantatnya, kuciumi dan kugigit pelan. Apalagi saat lidahku mulai menyapu daerah
sekitar lubang pantatnya.

Dia keGelian. Jilatanku turun terus kearah Memeknya, kakiya kukangkangkan supaya aku bisa
menjilati Memeknya dari belakang. Maya lebih menelungkup sehingga pantatnya makin
menungging dan Memeknya terlihat jelas dari belakang. Aku menjilati Memeknya, sehingga
kembali Maya berteriak2 minta segera dien tot, “nakal deh om, ayo dong Maya cepetan dien
totnya”. Aku berdiri dan memposisikan Penisku dibibir nonoknya dan dienjotkannya kedalam
dengan keras sehingga nancep semua dengan sekali enjotan. Aku mulai mengenjot Memeknya
dengan Penisku, makin lama makin cepat.Cerita Sex Terbaru

Maya kembali menggeliat2kan pantatnya mengimbangi enjotan Penisku diMemeknya. Jika aku
mengenjotkan Penisku masuk, Maya mendorong pantatnya kebelakang sehingga menyambut Penisku
supaya nancep sedalam2nya di nonoknya. toketnya berguncang2 ketika aku mengenjot nonoknya.

Aku meremes2 toketnya dan memlintir2 pentilnya sambil terus mengenjotkan Penisku keluar
masuk. “Terus om, nikmat banget deh”, erangnya lagi. Enjotan berjalan terus, sementara itu
Maya mengganti gerakan pantatnya dengan memutar sehingga efeknya seperti meremes Penisku.
Dengan gerakan memutar, it ilnya tergesek Penisku setiap kali aku mengenjotkan Penisku
masuk. Denyutan Memekku makin terasa keras, akupun melenguh, “Ay, nikmat banget empotan
Memek kamu”.

Akhirnya kembali Maya kalah, Maya nyampe lagi dengan lenguhan panjang, “Aah nikmatnya,
Maya nyampeee”. Otot perutnya mengejang dan Maya ambruk ke ranjang karena lemesnya. Maya
kutelentangkan di ranjang dan segera aku menaiki tubuhnya yang sudah terkapar karena
lemesnya. Pahanya kukangkangkan dan segera aku menancapkan kembali Penisku di Memeknya.
Penisku dengan mudah meluncur kedalam sehingga nancep semuanya karena Memeknya masih licin
karena cairan yang berhamburan ketika Maya nyampe. aku mulai mengenjotkan lagi Penisku
keluar masuk.

Maya hanya bisa terkapar menikmati sisa kenikmatan dan rangsangan baru dari enjotan
Penisku. Aku terus mengejotkan Penisku dengan cepat dan keras. Aku kembali menciumi bibir,
leher dan dengan agak membungkukkan badan aku mengemut pentilnya. Sementara itu enjotan
Penisku tetap berlangsung dengan cepat dan keras. Maya agak sulit bergerak karena aku
dalam posisi agak menindih badannya, keringatku sudah bercampur aduk dengan keringatnya.

Enggak tau sudah berapa lama aku mengen totinya sejak pertama tadi. Aku menyusupkan kedua
tanganku kepunggungnyadan menciumnya lagi. Penisku terus saja dienjotkan keluar masuk.
Perutnya mengejang lagi, Maya heran juga kok cepet banget dah mau nyampe lagi dien tot
aku. Maya mulai menggeliatkan pantatnya, diputar2 mengimbangi enjotan Penisku. Memeknya
makin mengedut mencengkeram Penisku, pantatnya terkadang terangkat menyambut enjotanku
yang keras, sampe akhirnya, “terus om, yang cepet, Maya udah mau nyampe lagi”, teriakku.

Aku dengan gencarnya mengenjotkan Penisku keluar masuk dan, “Aah Maya nyampe lagi”, Maya
berteriak keenakan. Berbarengan dengan itu terasa sekali semburan pejuku yang kuat di
Memeknya. Akupun ngecret dan ambruk diatas badannya. Kami sama2 terkulai lemes, lebih2
Maya karena Maya udah nyampe 3 kali sebelum aku akhirnya ngecret diMemeknya. ” Om kuat
banget deh ngen totnya, mana lama lagi. Nikmat banget ngen tot ama om. Kapan om ngen totin
Maya lagi”, katanya. Aku tersenyum mendengar sanjungannya. “Kalo ada kesempatan ya aku sih
mau aja ngen totin kamu. Memek kamu yang paling nikmat dari semua cewek yang pernah aku en
tot”, jawabnya memuji. Aku terkapar telanjang karena nikmat dan tak lama lagi tertidur.

Paginya aku terbangun karena aku memeluknya. Kayanya sarapan pagi bakalan ngerasain
Penisku lagi keluar masuk Memeknya. “Ay, aku pengen ngerasain empotan Memek kamu lagi ya,
boleh kan”, kataku. aku lalu berbaring telentang di ranjang, lalu Maya mulai jongkok di
atasku dan menciumi nya, tanganku mengusap-usap punggungnya. Bibirku dikulum, “Hmmmhh…
hmmhhh…” aku mendesah-desah. Setelah puas melumat bibir dan lidahku, Maya mulai bergerak
ke bawah, menciumi dagu, lalu leherku. Diciuminya dadaku. “Hmmmhhh… aduh Ay enak ..”
rintihku.

Aku terus mendesah sementara Maya mulai menciumi perutku, lalu pusarku, sesekali dia
berteriak kecil kegelian. Akhirnya , Penisku yang sudah Penisku yang ngaceng berat
dipegang dan dikocok2, “Ahhhhh… Hhhh….Hmmhmh… Ohhh…” aku cuman bisa mendesah
doang. Penisku langsung dikenyot-kenyot, sementara aku meremas-remas rambutnya saking
enaknya, “Ehmm… Ehmm…” Mungkin sekitar 5 menitan dia ngemut Penisku, kemudian Maya
bilang, “sekarang giliran om yach?” Aku cuma tersenyum, lalu bangkit sedangkan Maya
sekarang yang ganti tiduran. Aku mulai nyiumin bibirnya, kemudian lehernya sementara
tanganku meraba-raba toketnya dan kuremasnya. “Hmhmhhm… Hmhmhmh…” ganti Maya yang
mendesah keenakan.

Apalagi ketika aku menjilati pentilnya yang tebal dan berwarna coklat tua. Setelah puas
melumat pentilnya bergantian, aku mulai menjilati perutnya. Aku langsung menciumi Memeknya
dengan penuh napsu, otomatis pahanya mengangkang supaya aku bisa mudah menjilati Memek dan
i tilnya. “Ahh.. Ahhhh…” Maya mengerang dan mendesah keras keenakan. Sesekali terdengar
“slurrp… slurrp…” aku menyedot Memeknya yang sudah mulai basah itu.

Baca JUga Cerita Seks Tante Muontok

“Ahhhh… Enak …”, desahannya semakin keras saja karena merasa nikmat. Napsunya sudah
sampe ubun2, aku ditarik untuk segera menancapkan Penis besarku di nonoknya yang sudah
gatel sekali rasanya, pengen digaruk pake Penis, katanya. Pelan-pelan aku memasukkan
Penisku kedalam Memeknya. dengan satu enjotan keras aku menancapkan seluruh Penisku dalam
Memeknya. “Uh… uhhh….aahh…nikmat banget” desahnya ketika aku mulai asyik menggesek-
gesekkan Penisku dalam Memeknya.

Maya menggoyang pinggulnya seirama dengan keluar masuknya Penisku di Memekku. Aku
mempercepat gerakanku. Gak lama dienjot Maya sudah merasa mau nyampe, “Ah…Maya
sepertinya mau… ahhh…” aku malah mempergencar enjotan Penisku diMemeknya, “Bareng
nyampenya ya Ay, aku juga dah mau ngecret”, kataku terengah.
Enjotan Penis makin kupercepat saja, sampe akhirnya, “Maya nyampe aah”, badannya mengejang
karena nikmatnya, terasa Memeknya berdenyut2 meremas Penisku sehingga akupun menyodokkan
Penisku dengan keras, “Ay, aku ngecret aah”, terasa semburan pejuku yang deres diMemeknya.
aku terkapar lemes diatas badannya, demikian pula Maya.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Majikan Yang Kesepian

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Pak Jaka adalah laki-laki 50 tahunan yang dulunya bekerja sebagai tentara, namun sekarang
pak Jaka dipecat karena kasus kedisiplinan karena pak Jaka sering gak berangkat dinas
hanya untuk urusan yang gak penting-penting. Pak Jaka ini memiliki tubuh yang sangat
kekar, berkulit lumaya hitam dan tentunya wajah yang seram. Seusai dia dipecat dai
tentara, dia sekarang bekerja jadi satpam disebuah rumah yang sangat besar dan sangat
megah sekali, hampir seperti istana, namun pak Jaka disitu bekerja sendirian. Pak Jaka
saat ini bekerja pada pengusaha emas yang kaya raya. Dia juga mempunyai majikan perempuan
yang bernama Tari. Dia masih lumayan muda sekitar 30 tahunan dengan tubuh yang gak perlu
dibicarakan lagi, karena wajah dan tubuhnya sangat menggaTarihkan dan membuat nafsu setiap
laki-laki.

Cerita Sex Terbaru Majikan Yang Kesepian
Setelah kurang lebih setahun pak Jaka bekerja dirumah megah itu, pak Jaka setiap malam
mendapati kedua majikannya sedang berhubungan intim. Yang biasanya pak Jaka hanya dapat
melihat tubuh seksi majikannya itu terbalut pakaian, sekarang setiap malam pak Jaka dapat
melihat langsung tubuhnya yang seksiitu telanjang bulat. Ketika pak Jaka mengintip kedua
majikannya sedang bersetubuh pak Jaka membayangkan kalau dia yang ada diposisi majikan
laki-lakinya itu dan menikmati tubuh majikan wanitanya itu. namun pak Jaka mendesah karena
semua itu hanya khayalan dan tak mungkin akan terjadi.
Hingga suatu malam, saat itu sedang gerimis. Pak Jaka duduk sendirian didalam pos. beda
dengan yang lain, pos pak Jaka ini sangat lengkap seperti kamar pribadi. Kemudian pak uang
dikagetkan dengan datangnya manjikan wanitanya. Majikan wanitanya sengaja mendatangi pak
Jaka untuk menghilangkan jenuhnya, ia berjalan-jalan di halaman itu dan membawa makanan
kecil untuk Jaka. Ia ke ruang satpam dan duduk didalamnya, Jaka menjadi salah tingkah.
“Bu, saya tidak enak sama Ibu. Masak Ibu duduk di ruang ini?” kata Jaka. “Ohhh… ndak apa-
apa la, Pak? Masak… duduk saja ndak boleh? “Saya takut nanti Pak Rudi marah,” jawab Jaka.
“Oooo itu to… Mas Rudi sekarang sedang di Kanada. Jadi, ndak apa kok, pak,” terang Tari.
“Kalau Pak Jaka keberatan saya disini, Bapak saja yang ke dalam, kan kita bisa bicara-
bicara, Pak?” kata Tari. “Baiklah, Buk,” kata Jaka, “Tapi hari akan hujan tampaknya.” Lalu
Tari berjalan kedalam rumahnya dan diikuti Jaka di belakang. Dari belakang ia perhatikan
terus pinggul majikannya itu yang saat itu memakai celana tidur dan blouse dari sutra. Di
dalam salah satu ruangan di rumah itu, Tari dan Jaka berbincang- bincang tentang berbagai
hal, sampai tentang masalah dalam kamar tidur Tari dan Rudi. Sedang hari saat itu di
luaran hujan deras.
Karena suasana dan dinginya malam itu, ditambah lagi pembicaraan yang terlalu menyentuh
tentang urusan ranjang, membuat Jaka mengetahui rahasia kamar Tari dan Rudi itu. Jaka
merasa mendapatkan peluang untuk masuk ke dalam pribadi Tari. Dengan berbagai cara dan
rayuan, Jaka pun telah dapat mengenggam tangan Tari dan memeluknya. Dengan cara yang
lembut ia dapat mencium bibir Tari yang mungil itu. Tari sedikit menyesal karena ia telah
jatuh dalam kelembutan yang diberikan Pak Jaka. Dengan kelihaian Jaka mempermainkan Tari,
maka Tari dapat ia giring kedalam salah satu kamar di rumah itu. Di kamar yang
diperuntukan bagi tamu itu, Tari ia tuntun. Di dalam kamar itu ia baringkan Tari dengan
hati-hati dan ia raba buah dada Tari tanpa membuat Tari merasa menyesal. Lalu ia buka
blouse tidur dan BH yang menutupi dada Tari satu persatu.Cerita Sex Terbaru
Di belahan dada Tari ia singgah untuk memilin puting dan mengggigit dada Tari hingga
memerah. Tari saat itu tidak sadar bahwa ia telah punya suami dan jatuh terlalu dalam.
Dengan tangannya, Jaka membuka celana tidur Tari dan lalu celana dalamnya sehingga
terlihat bulu-bulu halus yang tertata rapi menutupi rongga vagina Tari. Dengan leluasa
jari tangan Jaka masuk dan mempermainkan lobang vagina Tari hingga Tari ingin cepat
dituntaskan. “Ahggggggggghhhhh, Pakkk…. Cepat, Pak…” Dengus Tari saat itu. Lalu Jaka
membuka seluruh pakaiannya sehingga ia pun kini telah telanjang bulat. Jaka yang selama
ini hanya melihat Tari telanjang saat bersenggama denga suaminya, kini dapat melihat
sendiri dari dekat dan merasakan langsung kehangatan tubuh Tari yang selama ini hanya bisa
ia bayangkan. Jaka pun lalu membuka kedua kaki Tari hingga kedua kaki yang jenjang itu
tertaut di kedua bahunya yang bidang. Ia arahkan penisnya yang tegak, siap untuk masuk ke
dalam vagina Tari yang masih kecil itu.

Baca JUga Cerita Seks Rayuan Mami

Dengan sedikit dipaksa, amblaslah penis Pak Jaka kedalam lobang itu. Tari hanya bisa
menggigit bibir bawahnya menahan rasa nyilu dan perih saat dimasuki kemaluan Jaka.
Beberapa saat lamanya Jaka terus menggenjot dan memajumundurkan penisnya di dalam vagina
Tari hingga Tari merasakan nikmat dan orgasme. Lalu Jaka pun memuncratkan maninya di dalam
vagina Tari. Ia biarkan saja tumpah di dalam tubuh nyonya majikannya itu. Sambil penisnya
tetap tertanam di dalam vagina Tari, Jaka pun diam di atas tubuh Tari melepas lelahnya
hingga ia tertidur. Tari pun tergolek bersimbah keringat. Saat itu keringat Jaka telah
bercampur dengan keringat Tari. Tidak ada lagi yang membatasi kulit mereka. Tubuh Tari
masih terhimpit dibawah dalam keadaan lemas dan puas. Malam itu Pak Jaka melakukannya
sebanyak dua kali lagi dan Tari pun tidak sempat menolaknya. Sejak saat itu, bila ada
kesempatan, di salah satu kamar rumah itu Tari maupun Jaka berpacu dalam bTarihi. Rudi
tidak tahu dan hanya mereka berdualah yang menyimpan rahasia itu, hingga saat ini.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Ditipu

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Rencana untuk berlibur kesampaian juga diman aku dan teman sekantor liburan ke pengandaran , berempat
kami berangkat Aku, Sita, Zilfa dan cowoknya Zilfa namanya Edi , kurang lebih 6 jam akhirnya sampai di
tempat tujuan kami sebelumnya sudah menyewa tempat penginapan satu rumah yang terdiri dari 2 kamar
tidur 1 kamar mandi dan ruangan tamu.

Cerita Sex Terbaru Ditipu

Karena kami tiba sudah larut malam, maka setelah menurunkan barang-barang.. Kami pun langsung masuk ke
kamar masing-masing, aku satu kamar bersama Sita, sedangkan Zilfa satu kamar bersama cowoknya, kamar
yang aku tempati terdiri atas dua ranjang yang terpisah, sebuah lemari pakaian dan meja rias dengan
kacanya yang besar dan jendela yang menghadap ke laut.

Karena capek, lelah dan ngantuk.. Kami pun langsung tidur tanpa ganti baju lagi. Keesokan harinya aku
bangun jam 10 pagi dan aku melihat Sita sudah tidak ada ditempat tidurnya, aku pun langsung bangun dan
menyisir rambutku yang panjang (sebahu lebih) dan keluar kamar, ternyata tidak ada siapa-siapa..

“Wah pada kemana mereka..” pikirku, tetapi tiba-tiba HP ku berbunyi, ternyata Sita menelphon.

“Sudah bangun non..” serunya.

“Kalian lagi dimana sih?” seruku.

“Oh iya.. Sorry, kita lagi pergi cari film nih.. Tadi enggak tega bangunin kamu..” seru Sita.

“Yaa.. sudah.. Titip makanan yaa..” sahutku

“Okey non” lalu hubungan terputus.

Kini aku sendirian di bungalow itu, lalu aku pun segera mandi.. Dan menikmati segarnya guyuran air
dari shower, setelah mandi akupun memakai CD dan BH warna pink (aku suka yang satu warna) dan memakai
kimono, setelah itu aku duduk-duduk disofa tamu sembari mengeringkan rambutku dengan handuk, tiba-tiba
aku melihat secarik kertas diatas meja, disitu tertulis ‘menyediakan jasa pijat, urut dan lulur’ dan
dibawahnya ada nomor teleponnya.

“Ah betapa enaknya dipijat.. Kebetulan badan lagi pegel..” pikirku sembari membayangkan dipijat oleh
si mbok dirumah, lalu aku menelphon nomor itu dan diterima oleh seorang wanita disana, setelah
mengutarakan maksudku, akhirnya wanita itu bilang.. Tidak lama lagi akan datang pemijat ke kamar aku,
setelah itu akupun duduk menanti..

Tak lama kemudian pintu diketuk dari luar, segera aku bangkit dan membuka pintu.. Dan.. Terkejutlah
aku, karena tampak seorang pria dengan baju putih berdiri diambang pintu, lalu.
“Selamat siang neng.. Anu.. Tadi manggil tukang pijat yaa?” seru pria itu.

Tampak pria itu berumur kira-kira 45-an, tidak terlalu tinggi tapi kekar dan berkulit coklat.

“Eh.. nggak.. Anu.. Iya pak..” sahut aku, “Anu.. Bapak tukang pijatnya..?” tanyaku.

Pria itu tersenyum lalu, “Iya neng”.

Wah.. Kini aku rada sedikit panik, tidak menduga kalau tukang pijatnya seorang pria, tapi tanpa aku
sadari aku malah mempersilahkan bapak itu masuk, setelah masuk.

“Mau dipijat dimana Neng?” tanyanya.

“Ngk.. Di.. Kamar aja pak” sahutku, lalu aku membiarkan bapak itu mengikutiku menuju kamar, tiba
didalam kamar, bapak itu segera dengan cekatan membereskan ranjang tidurku, lalu menyuruhku untuk
tengkurep diatas ranjang.

Aku mengikutinya, dan berbaring tengkurep diatas ranjang.. Lalu terasa tangan si bapak itu yang kasar
itu mulai memijat-mijat telapak kaki dan kedua betisku, aku benar-benar merasakan nikmatnya pijatan
bapak itu, kemudian.

“Maaf neng.. Kimononya dibuka yaa” serunya,

Aku hanya diam saja ketika kimonoku dibuka dan diletak diranjang satunya lagi, kini hanya tinggal CD
dan bra saja, setelah memijat betis dan bagian paha..

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Si bapak beralih ke punggungku, memang terasa enak pijatan si bapak ini, setelah itu aku merasakan si
bapak menuangkan oil ke atas punggungku dan mulai mengosoknya, lalu.

“Maaf yaa Neng” serunya sembari melepas tali BHku, aku hanya diam saja, kedua tanganku aku taruh
dibawa bantal sementara kepalaku menoleh ke arah tembok, terasa geli juga ketika si bapak mulai
mengurut bagian samping tubuhku.

Lalu terasa tangan si bapak mulai mengurut kebagian bawah dan menyentuh CD ku, lalu “Maaf yaa neng..”
serunya sembari tangannya menarik CDku kebawah, aku terkejut tapi anehnya aku membiarkan si bapak itu
melorotkan CD ku hingga lepas.

Kini si bapak dengan leluasa mengurut tubuhku bagian belakang yang sudah telanjang itu, lalu si bapak
mengosokan oil ke seluruh tubuhku bagian belakang dari pundak sampai ketelapak kaki dan dibawah sinar
lampu kamar, aku yakin tubuhku akan tampak mengkilap karena oil itu.

Aku hanya berdiam diri saja.. Dan membiarkan si bapak mengurut bagian dalam pahaku, kedua kaki ku
direnggangkan..

Oouhh.. Pasti sekarang dibapak dapat melihat kemaluanku dari belakang.. Pikirku, tapi aku hanya diam
saja..

Dan diam-diam merasakan nikmat ketika tangan dibapak menyentuh-nyentuh bibir vaginaku, lalu dibapak
naik ke atas tempat tidur dan duduk berlutut diantara kedua paha ku, aku hanya bisa pasrah saja ketika
si bapak merenggangkan kedua pahaku lebih lebar lagi dan membiarkan kedua tangan si bapak mengurut-
urut bagian pinggir vaginaku..

Gilaa.. Aku terangsang hebat.. Dan setiap jari-jari si bapak menyentuh bibir vagina ku.. Akupun
mengelinjang.

Setelah cukup lama, akhirnya si bapak menuangkan oil ke atas pantatku.. Terasa cairan oil itu merambat
melewati anus dan terus sampai ke vaginaku, kemudian dengan kedua tangannya.

Si bapak mulai mengurut bongkah pantatku, dan aku benar-benar merasakan nikmat dan membiarkan si bapak
membuka bongkah pantatku dan pasti dia dapat melihat bentuk kemaluanku dengan jelas dari belakang
berikut anus ku.. Oohh

Tiba-tiba terasa jari-jari si bapak mengusap-usap anus ku.. Gilaa.. Aku terangsang hebat.. Apalagi
terasa sedikit demi dikit jari telunjuk dibapak itu dicolok-colok ke dalam anus ku.. Bergetar hebat
tubuhku.

Dan tanpa aku sadari aku mengangkat pantatku hingga setengah menungging, tiba-tiba kedua tangan si
bapak memegang pangkal paha ku dan mengangkat pantatku ke atas, aku menurut saja..

Hingga akhirnya aku menungging dihadapan si bapak itu, kepala ku.. kubenamkan ke atas bantal.. Dan
membiarkan si bapak mempermainkan vaginaku dengan jari-jarinya..

Tiba-tiba.. Ooouuhh.. Aku mengeluh panjang ketika terasa jari si bapak menyusup masuk ke dalam
anusku..

Terasa sedikit mules ketika jari telunjuk si bapak itu di sodok-sodok keluar masuk lobang pantatku,
oohh.. Aku hanya bisa meringis saja dan akupun mengelinjang hebat ketika tangan si bapak yang satunya
menyusupkan jarinya ke dalam liang vaginaku..

Gilaa.. Aku merasakan nikmat luar biasa.. Aku hanya pasrah saja dan membiarkan si bapak mengocok-
ngocok vagina dan anusku dengan jari-jarinya,Cerita Sex Terbaru

Tanpa sadar aku meluruskan kedua tanganku untuk menopang tubuhku.. Hingga kini posisiku seperti orang
merangkak, sementara si bapak tetap duduk berlutut dibelakang. Cukup lama juga jari-jari si bapak
menyodok-nyodok liang vaginaku dan lobang pantatku..

Dan aku benar-benar menikmati.. Sehingga tanpa sadar vaginaku sudah basah bercampur dengan oil..
Tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang menempel dimulut vaginaku, ternyata si bapak telah
mengarahkan batang kemaluannya ke bibir vaginaku, aku hanya pasrah dan membiarkan ketika secara
pelan-pelan batang kemaluan si bapak mulai ditekan masuk ke dalam vaginaku..

Oohh.. Nikmat.. Tanpa disadari.. Aku mengerak-gerakan pinggulku juga, tubuhku terguncang-guncang
ketika si bapak mulai menyodok-nyodok vaginaku dengan batang kemaluannya..
Aahh.. Nggkk.. Ohh.. Aku benar-benar merasakan nikmat.. Dan diam-diam aku mencapai klimaks tanpa
sepengetahuan si bapak itu, tiba-tiba si bapak mencabut batang kemaluannya dari vaginaku..

Lalu oohh.. Gilaa.. Terasa ujung batang kemaluan si bapak ditempelkan ke anusku.. Wah dia mau
menyodomi aku.. Pikirku memang aku pernah melakukan anal sex.. Tapi ini..

Lalu si bapak menarik kedua tanganku kebelakang dan menyuruh aku membuka belahan pantatku dengan kedua
tanganku sendiri.. Kemudian terasa jari-jari si bapak mengolesi anusku dengan oil..

Dan kadang-kadang menyusupkan satu dua jari nya ke dalam.. Kemudian terasa pelan-pelan batang kemaluan
si bapak menerobos masuk ke dalam anus ku..

Aakk.. Nggkk.. Aku mengeluh.. Rada sakit dikit.. Tapi setelah semua batang kemaluan si bapak amblas..
Dan ketika si bapak mulai menyodok-nyodok keluar masuk.. Ahh.. Nikmatnya.. Terasa sedikit mules tapi
aku benar-benar enjoy anal sex ini..

Tetapi kini aku merasakan kenikmatan yang.. Tidak klimaks-klimaks.. Sampai basah tubuh ku dengan
peluh.. Tetapi si bapak tidak kunjung klimaks juga, rasa nikmat.. Mules.. Campur aduk.. Aku hanya bisa
meringis-ringis sembari memejamkan mata saja, tetapi akupun tidak tinggal diam..

Jika si bapak menghentikan gerakannya, maka aku langsung mengerakan pinggulku maju-mundur sehingga
batang kemaluan si bapak tetap keluar masuk lobang pantatku hingga akhirnya lama kelamaan gerakan si
bapak semakin cepat.. Dan terdengar nafasnya yang semakin memburu, rupanya si bapak sudah mau
klimaks..

Akupun membuka belahan pantatku semakin lebar dengan kedua tanganku, lalu terdengar si bapak mengerang
aahh.. Nggkk.. Lalu ia menjabut batang kemaluannya dari lobang pantatku lalu disemburnya airmaninya
kepunggungku crot.. crot..

Terasa ada cairan kental dan hangat membasahi punggungku.. Sampai kerambutku dan akupun seketika rebah
telungkup.. Dengan nafas masih memburu.. Dan masih merasakan nyeri di duburku.

Setelah itu si bapak.. Pergi ke kamar mandi.. Akupun segera mengambil CD ku dan mengelap air mani si
bapak yang belepotan dipunggung ku.. Tiba-tiba aku mendengar suara pintu dibuka..

Akupun segera mengenakan kimonoku dan berjalan keluar kamar.. Ternyata si bapak itu sudah tidak ada..
Loh gimana sih ini orang.. Pikirku.. Ah.. Biar aja kalau enggak mau dibayar..

Baca Juga Cerita Sex Kakak Dan adiknya

Lalu akupun menuju kamar mandi.. Terasa lengket punggung ku karena oil tadi, tetapi tiba-tiba ada yang
mengetuk pintu.. Akupun segera merapihkan kimonoku dan berpikir.. Pasti si Sita dan kawan-kawan sudah
pulang, ketika pintu aku buka tampak seorang ibu-ibu dengan kebaya berdiri diluar.. Lalu.

“Selamat siang neng.. Neng yang.. Mau dipijet kan?” seru ibu itu.

“Iya.. Ibu siapa” tanyaku

“Saya tukang pijatnya neng” sahutnya..

Gilaa.. Siapa dong bapak tadi.. Walaupun aku terkejut.. Tetapi jujur.. Aku enjoy sekali dengan
permainan si bapak itu.. Tapi.. Andaikan tunangan kutahu.. Ah.. Jangan sampailah.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.