Rayuan Mami

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Aku Iwan, masih kelas 3 di salah satu SMU di Jakarta Selatan dan tinggal bersama Papa dan Mami serta
adikku Ita yang sekolahnya sama dengan sekolahku, hanya Ita masih duduk di kelas 1 dan masuk siang,
sedangkan semua kelas 3 kebagian masuk pagi.

Cerita Sex Terbaru Rayuan Mami

Di rumahku juga ada seorang pembantu yang agak tua. Perlu diketahui, Mama kandungku telah meninggal
beberapa tahun yang lalu akibat sakit, dan Papaku mengawini adiknya Mama kira-kira setahun yang lalu.
Aku serta Ita memanggilnya Mami yang sebelumnya memang sudah kami kenal dengan baik. Habis dia kan
tanteku juga.

Mami ini dicerai oleh suaminya, dengar-dengar sih katanya karena sudah kawin 4 tahun tapi belum punya
anak. Nah, mungkin Papa merasa sudah duda serta tanteku sudah janda dan apalagi mereka sudah kenal
baik sebelumnya, jadilah mereka kawin.

Nah, ceritaku ini terjadi kira-kira 3 minggu yang lalu di siang hari ketika aku pulang dari sekolah.
Setelah ganti dengan celana pendek dan kaos singlet saja, aku langsung makan yang telah disediakan
oleh Pembantu. Setelah selesai makan, aku bermaksud ke ruang tamu mau mendengerkan lagu-lagu dari
Laser Disc. Tetapi sewaktu melewati kamar Papa dan Mami yang pintunya agak terbuka sedikit, kudengar
suara-suara yang agak aneh dan berisik. Karena ingin tahu suara apa itu, kuhentikan langkahku dan
kuintip dari pintu kamar Papa dan Mami yang agak terbuka sedikit tadi. Ternyata Mami sedang duduk
membelakangiku dan sedang melihat TV.

Setelah keperhatikan lebih cermat, ternyata Mami sedang nonton film blue dari Laser Disc. Dan
kuperhatikan lagi, tangan kiri Mami bergerak maju mundur di sekitar bagian pahanya. Mamiku ini walau
sudah agak berumur kira-kira 37 tahun, tapi aku sangat bangga, karena banyak mata yang mengaguminya
kalau kami sedang jalan-jalan di Mall, mungkin karena Mami agak seksi dan warna kulitnya yang putih
bersih serta bentuk dada yang menonjol serasi. Itu komentar yang pernah kudengar dari beberapa orang
temannya Mami.

Mami yang sedang nonton TV itu mengenakan baju atau daster merah muda tipis dan sangat minim, habis
sih pahanya hampir kelihatan semua, bulu ketiaknya yang lebat kelihatan juga. Sayangnya Mami menghadap
ke depan, sehingga yang terlihat hanya punggungnya yang putih bersih. Karena selama ini aku belum
pernah melihat film seperti itu, lalu kuputuskan untuk melihatnya terus dari celah pintu itu dan
melihat adegan demi adegan. Batang penisku tidak terasa menjadi tegang sekali.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Saking asyiknya nonton sambil berdiri, ditambah nafsuku makin meninggi, tidak terasa berdiriku menjadi
tidak tenang dan dengkulku menyenggol pintu kamar Mami dengan keras. Tapi dengan cepat aku mundur
menjauhi pintu.

“Iwaan.., kamukah itu..?” kudengar suara Mami memanggilku, tapi aku tidak menjawab.
“Iwaan.., sini.. doong.. naak..!” kudengar kembali Mami memanggilku.

Karena tidak enak, lalu aku kembali menuju pintu kamar Mami dan kujawab,

“Ada.. apa.. Mam..?” sambil kuperlihatkan kepalaku.
“Sini.. Wan..!” kata Mami sambil melambaikan tangannya dan film blue tadi masih terus berjalan.

Karena ingin melanjutkan nonton film tadi, lalu aku masuk kamar Mami dan Mami melanjutkan kata-
katanya.

“Wan, sini.., duduk dekat Mami, Mami tahu kok kalau Iwan pingin nonton film itu kan..?” lanjut Mami
sambil menunjuk TV.
“Sini.. Wan.. kamu sudah besar.. Sudah seharusnya kamu juga tahu.”
“Maaf ya Mam, saya telah mengganggu Mami,” kataku.
“Aaahh.. kamu ini,” kata Mami. “Sudahlah, duduk sini.. kita nonton sama-sama,” lanjut Mami sambil
mencium pipiku.Cerita Sex Terbaru

Perasaanku menjadi tidak karu-karuan bercampur malu ketika pipiku dicium Mami, apalagi tercium bau
minyak wangi yang dipakainya terasa harum menusuk hidungku, sehingga nafsuku makin menjadi-jadi.
Setelah beberapa saat hanya diam saja dengan mata kami tetap tertuju ke arah TV, tiba-tiba aku
dikejutkan dengan pertanyaan Mami.

“Waan, kamu.. tadi sudah lama ya.. nontonnya dari pintu..?”
“I.. ya Mam,” jawabku malu tanpa menengok Mami.
“Jadi.. Iwan.. tahu.. Mami.. lagi ngapain..?” tanya Mami lagi dan lagi-lagi hanya kujawab pendek
dengan tanpa menoleh ke Mami.

“Waan..,” kembali Mami memanggilku, tapi kali ini suaranya terdengar agak lain.

Dan ketika kuberanikan menatap wajah Mami, kulihat kedua mata Mami agak berair.

“Waan, Iwan. Jangan sampai salah.. yaa, Mami sering nonton film seperti ini bersama Papamu, yaah..
Mami sangka Mami bisa mengembalikan kondisi Papamu kembali. Tapi.., sampai saat ini masih belum.”
“Lho.., memangnya Papa kenapa Maam..?” tanyaku karena betul-betul aku tidak mengerti apa yang dimaksud
Mami.

“Aduuh.., Iwaan gimana sih menjelasinnya sama kamu..? Kok kamu sepertinya nggak ngerti sama sekali,”
kata Mami.
“Betuul Mam..” jawabku, “Iwan betul-betul nggak ngerti.. kenapa sih dengan Papa..?” tanyaku kembali.

Lalu Mami menggeser duduknya mendekatiku sehingga sekarang Mami duduknya sudah menempel denganku,
sehingga bau wangi Mami terasa sekali dan membuat penisku yang dari tadi sudah tegang karena lihat
film menjadi lebih tegang lagi.

“Waan,” kata Mami perlahan, “Papamu sudah kira-kira enam bulan ini.., ininya.. (sambil tiba-tiba
tangan kanannya meremas batang kemaluanku) nggak bisa bangun.”
“Aaahh.. Mami.” sahutku sambil berusaha melepaskan tangan Mami dari penisku, walaupun rasa penisku
berdenyut enak, tapi aku berusaha melepas tangan Mami, karena malu dan apalagi selama ini belum pernah
penisku dipegang oleh orang lain.
“Waan, Mami kan masih kepingin. Tapi.. yaahh.. karena punya Papamu nggak bisa bangun, jadi.. terpaksa
Mami melakukan seperti yang Iwan lihat tadi.

“Maam, Mami kepingin apa sih.. dan tadi.. Iwan.. nggak lihat jelas.., Mami.. tadi ngapain sih..?”
tanyaku lebih berani.
“Waan, Mami kan masih kepingin seperti yang di TV itu lho.. dan.. ini.. lho.. Waan,” sambil tangannya
mengambil sesuatu dari bawah bantal dan diperlihatkan padaku.

Setelah kulihat, ternyata manian yang berbentuk penis. Oh.., rupanya itu yang tadi dimaju-mundurkan.
Lalu kami berdiam sejenak dan kembali melihat TV yang adegannya semakin seru.

“Waan..,” tiba-tiba aku dikejutkan oleh panggilan Mami.
“Yaa.. Maam,” kujawab sambil menengok ke arah Mami.
“Waan, boleh.. Mami.. lihat punyamu..? Mami rasakan tadi kok.. punyamu.. besar betul dan.., keras
lagi..?” lanjut Mami.
“Maam, jangan.. aahh.. Maam, Iwan.. maluu.., apalagi nanti ada orang lain yang.. lihat,” jawabku
sekenanya.
“Lhoo.., kok sama.. Mami sendiri maluu..? Disini kan cuman kita berdua. Waan, boleh yaa.. Waan..?”

Dan tanpa menunggu jawabanku, bahuku didorong Mami hingga rebah di tempat tidur, dan Mami dengan
cekatan membuka resleting celana pendekku dan menarik turun bersama CD sampai terlepas dari badanku.

“Aduuh.. Waan, besar betul punyamu ini,” komentar Mami sambil memegang batang kemaluanku dan
memijatnya pelan.Cerita Sex Terbaru

Aku hanya memejamkan mataku sambil menikmati enaknya penisku yang sedang dipegang Mami.

“Waan.., Mami enakin seperti yang di TV.. yaa..?” kata Mami lagi, dan kudiamkan saja pertanyaan Mami
sambil menunggu dan ingin tahu apa yang akan dilakukan Mami.

Tiba-tiba.., “Huub..,” penisku yang berdiri tegak itu telah masuk semuanya ke dalam mulut Mami dan
sangat terasa sekali ketika Mami mulai menghisap dan mengocok maju mundur dengan mulutnya.
“Maam.. Maam.. eenaak.. Maam.. eenaak.. Maam..,” tidak terasa aku berkomentar seperti itu karena
merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Dari mulut Mami yang tersumpal dengan batang kemaluanku hanya terdengar bunyi, “Hhhmm.. hhm.. hhmm..,”
sambil tangannya mempermainkan kedua biji kemaluanku.

Batang kemaluanku terasa seperti tersedot-sedot, dan kadang terasa lidah Mami mengenai kepala penisku
dan menambah keenakan yang pertama kali kualami, dan secara tidak sadar kepala dan rambut Mami
kuremas-remas dengan kedua tanganku sambil sesekali kutekan kepalanya, sehingga seluruh batang
kemaluanku terasa masuk semua ke dalam mulut Mami.

Beberapa menit kemudian, Mami melepaskan batang kemaluanku dari mulutnya, dan datang menghampiriku
sambil mencium pipiku dan berbisik di dekat telingaku.

“Waan, enaak.. Waan..?”

Karena memang aku menjadi keenakan, dan apalagi ini menjadi pengalaman pertamaku, kujawab dengan
jujur.

“Iyaa.. Maam.., enaak sekali rasanya.”

Lalu kudengar Mami berbisik lagi, “Iwaan.., sekarang.. Iwan mau kan tolongin Mami..?”
Karena aku benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksudkan Mami, langsung saja kutanyakan, “Maam,
tolongin.. apaan..?”

“Aduh.. Waan,” kata Mami lagi seperti keheranan.
“Itu.. lho Waan.. tolong ciuum tetek Mami seperti yang Iwan lihat di TV itu..!” kata Mami sambil
melepaskan dasternya sambil terus tiduran.

Sekarang baru kulihat dari dekat payudara Mami yang sangat putih dengan kepala susunya yang
kecoklatan. Karena nafsuku sudah meninggi dan ingin segera mencoba apa yang kulihat di TV tadi, tanpa
menjawab kata-kata Mami, langsung saja aku bangun dan mendekati payudara Mami. Pertama kucium payudara
Mami kanan-kiri dengan kepalaku agak kutekan, lalu seperti yang kulihat tadi di TV, kujilati
payudaranya dan sesekali kusedot puting susu Mami yang kecoklatan itu, dan mungkin karena keenakan,
kudengar Mami berguman.

“Iwaan.. Waan teruss.. Waan.. enaak.. teruus.. Waan..!” sambil kedua tangannya meremas-remas rambutku.

Mendengar kata-kata Mami itu, nafsuku semakin meninggi dan berusaha mencoba membuat Mami lebih enak,
apalagi kuingat bahwa Mami sudah enam bulan ini tidak pernah mendapatkannya dari Papa. Sedotan dan
jilatanku di sekitar payudara Mami lebih kupergiat, apalagi sekarang tangan kanan bukan lagi meremas
rambutku, tetapi sudah meremas dan mengocok batang kemaluanku. Sambil berguman, “Enaak.., Waan..
enaak. Teruuss Waan..!” dan kembali kedua tangan Mami meremas rambutku lebih kuat lagi.

Setelah beberapa saat, terasa remasan-remasan tangan Mami di kepalaku itu seperti diikuti dengan
dorongan agar kepalaku turun ke bawah. Walaupun tanpa kata-kata dan masih ingat dengan adegan TV yang
aku sempat tonton tadi, aku menjadi yakin kalau sekarang Mami menyuruhku untuk pindah dan mencium
bagian vaginanya. Tanpa menunggu dorongan Mami lagi, kuturunkan badanku pelan-pelan sambil kujilati
bagian badan Mami mulai dari perut, terus ke pusar dan terus turun ke bagian bawah pusar Mami, dan
sekarang sudah sampai di kemaluan Mami yang masih tertutup dengan CD-nya. Tercium bau kemaluan Mami
yang membuatku semakin bernafsu.

“Waan..,” kudengar panggilan Mami dengan kedua tangannya masih tetap meremas-remas rambutku.
“Too.. loong.. buu.. kaa celananya Waan..!” katanya lanjut.

Tanpa menunggu lebih lama, dan karena aku ingin melihat bentuk aslinya vagina itu seperti bagaimana,
pelan-pelan kutarik turun celana dalam Mami. Ketika aku kesulitan menarik turun lebih lanjut karena
terdindih pantat Mami, Mami mengangkat pantatnya sedikit, dan dengan mudah CD-nya kulepas.

Kulihat di hadapanku, vagina Mami yang sekelilingnya ditumbuhi oleh bulu-bulu hitam yang halus. Tanpa
ada yang menyuruh, lalu kucium dan kujilati di bagian belahan vagina Mami sambil mempraktekkan seperti
apa yang kulihat di film tadi, sedangkan Mami segera menggerakkan pantatnya, dan kepalaku kembali
diremas-remas dan ditekannya. Ketika aku coba menjulurkan lidahku menusuk belahan kemaluan Mami,
terasa lidahku terkena cairan dari dalam vagina Mami yang agak asin, sedangkan kedua kaki Mami secara
perlahan-lahan direnggangkan.

Karena tidak sabar, kubantu membuka kedua kaki Mami sehingga sekarang kakinya terbuka lebar, dan aku
berada di tengah. Dan karena aku ingin tahu lebih jauh tentang vagina, apalagi baru kali ini kulihat
dari jarak sangat dekat, ceritasexterbaru.org maka kugunakan kedua tanganku untuk membuka belahan kemaluan Mami. Kulihat
dengan jelas di bagian atas ada seperti daging menonjol berbentuk seperti kerucut dan ada lubang
kecil, dalam pikiranku mungkin ini yang disebut orang klitoris. Sedangkan di bagian dalam vagina Mami,
semuanya berwarna kemerahan dan basah oleh cairan. Agak ke bawah lagi terlihat ada bagian yang
berlubang sebesar jari kelingking.

Melihat semua isi kemaluan Mami, aku jadi teringat pelajaran Anatomi yang diajarkan di sekolah.
Melihat ini semua, nafsuku semakin meninggi dan tanpa ada yang menyuruh lagi dan karena aku baru saja
dapat pelajaran dengan melihat film blue barusan, lalu sambil masih memegangi kedua bibir kemaluan
Mami, kujilat dan kuhisap klitoris Mami. Tiba-tiba Mami menggelinjang kuat sambil kedua tangannya
meremas rambutku makin kuat dan berguman agak kuat.

“Iwaan.. arrchh.. uu.. Waan.. aarcchh.. enaak Waan.. teruu.. ss.., aarrchh.. aduuh Waan.. enaakk..
teruus..!” kudengar Mami mengoceh terus dan membuatku makin bersemangat menghisap dan menyedot seluruh
bagian kemaluan Mami.

Dari mulai bibir kemaluan, klitoris, bagian dalam, sampai semuanya kutusuk-tusukkan lidahku ke lubang
yang ada di vagina Mami. Inilah mungkin yang membuat gerakan pantat Mami semakin menggila dan terus-
terusan mengoceh.

“Aduuh.., Waan.. enaak.. teruus.., archh.. enak Waan, aduh.. Waan.. Mamii.. mauu.., sampee..,
aarchh..!”

Kedua kaki Mami sudah melingkar kuat di atas punggungku, dan kepalaku ditekannya kuat-kuat ke dalam
vaginanya, sedangkan seluruh wajahkuku sekarang penuh dengan cairan-cairan yang keluar dari vagina
Mami, tapi tidak kuperdulikan, habis.. enak sih. Setelah itu ocehan Mami berhenti, dan badan Mami pun
terlihat lemas lunglai, dan yang terdengar hanyalah suara nafasnya yang cepat seperti habis lari
marathon.

Melihat Mami seperti itu, aku yakin kalau Mami baru saja mencapai puncaknya. Karena kasihan melihat
Mami yang sedang terengah-engah kecapaian, kuhentikan jilatan dan sedotan mulutku ke liang senggama
Mami, dan kuletakkan kepalaku di paha Mami dan kuelus-elus kemaluan Mami sambil menunggu apa yang akan
diminta oleh Mami lagi. Setelah kudengar nafas Mami mulai agak teratur, kurasakan kedua tangan Mami
yang masih memegang kepalaku itu berusaha menarikku ke atas sambil berkata lirih.

“Iwaan.. kesinii.. Sayaang..!”

Aku segera merangkak, menghampiri Mami yang masih tiduran telentang.

Mami sambil menggeser badannya sedikit, melanjutkan kata-katanya, “Sinii.. Waan.. tiduran di samping
Mami.”

Dengan perasaan kurang enak, malu dan lain sebagainya, aku berusaha menenangkan diri dan tiduran di
samping Mami. Mami segera merangkulku dan terus mencium pipiku, dan terus seperti berbisik di dekat
telingaku.

“Waan.., kamuu.. kok.. pintar betul tadi.., Iwan sudah pernah yaa.. sebelumnya..?”
“Dengan.. pacarmu yaa..?” sambung Mami lagi.
“Beel..uumm.. Maam, swear..,” kataku cepat, “Kan.. belajar dari.. film yang Mami putar tadi.”
“Oohh.., berarti Iwan murid yang cerdas doong,” puji Mami sambil tetap memelukku dan kembali mencium
pipiku.

Agar Mami agak senang, kucium juga pipinya, dan entah bagaimana mulanya, tahu-tahu bibirku telah
dicium Mami.

Kalau soal ciuman, kuakui aku memang pernah mencium pacarku, jadi ketika lidah Mami menjulur masuk ke
mulutku, pelan-pelan kuhisap lidahnya. Mungkin karena lidahnya kusedot, Mami langsung menjadi beringas
dan memelukku erat-erat. Ciumannya semakin hot dan tentu saja aku tidak mau mengecewakan Mami, apalagi
tangan Mami yang satunya sudah mengocok-ngocok penisku, jadi kuimbangi ciuman Mami sambil salah satu
tanganku kuremas-remaskan ke payudara Mami.

Beberapa saat kemudian, tanganku kupindahkan ke vaginanya dan klitoris Mami kugosok-gosok dengan
jariku. Hal ini membuat kocokan tangan Mami di batang kemaluanku semakin cepat, membuat nafasku
semakin tidak teratur dan nafas Mami kembali terengah-engah. Setelah beberapa menit berciuman dan
nafas kami berdua sudah tidak beraturan lagi, secara perlahan Mami menghentikan kocokan di penisku,
dan menghentikan ciumannya serta terus berbisik di dekat telingaku.

“Iwaan, Mamii sudaah.. nggak.. tahaan Waan.. toloong.. punyanya Waan.. dimasukin.. ke Mamii.., Waan.
Ayoo.., Waan..!”

Mendengar kata-kata Mami ini, nafsuku semakin menjadi-jadi, tapi perasaanku juga semakin bingung,
karena sempat terpikir Mami kan istrinya Papaku dan Mami walau bukan Mama kandungku, tapi sekarang kan
telah menjadi Mamaku. Aku berusaha melawan kebingungan ini, dan tersentak dari lamunanku ketika
mendengar Mami kembali agak berbisik dengan suara yang sedikit menghiba.Cerita Sex Terbaru

“Iwaan.. ayoo.. Sayaang.. tolongiin.. Mamii.. Waan..!”

Dan seperti tanpa berpikir, aku menjawab sekenaku, “Maam.. boo..leeh.. Maam..?” tanyaku, dan
kulanjutkan pertanyaanku karena masih ragu, “Nggak..apa-paa. Maam..?”

“Ii.. yaa.. Sayaang.., boleeh.. boleh.., Waan.” jawab Mami sambil mencium bibirku.

“Sinii.. Sayaang..!” kata Mami sambil menarik badanku.
“Coba posisikan badanmu di atas Mami,” lanjutnya.

Aku segera bangun dan kunaiki badan Mami pelan-pelan. Dan setelah aku berada di atas badan Mami,
kurasakan Mami membuka kedua kakinya lebar-lebar.

“Sinii.. Waan, Mami bantu..,” kata Mami sambil memegang batang kemaluanku dan dibimbingnya ke arah
vagina Mami.

Aku hanya menurut saja apa yang dikatakan Mami, maklum aku masih terlalu buta, dan ini akan menjadi
pengalaman pertamaku.

“Sudaah, Waan, sekarang tekan pantatmu pelan-pelan..!” perintah Mami dan kuikuti permintaan itu dengan
menekan pantatku pelan-pelan.

Tapi baru saja sedikit aku menekan pantatku, penisku terasa seperti tertahan di vagina Mami, dan
mendadak tangan Mami menahan gerakan turun pantatku dan berbisik sambil sedikit meringis.

“Aduuh.. Waan, tahaan duluu.. saa.. kiit.. Waan.”
Kuhentikan tekanan pantatku dan kuangkat sedikit ketika mendengar keluhan Mami.

“Iwaan.. pelan-pelan yaa Sayaang. Sudah lama Mami nggak begini.. dengan Papamu, apalagi.. punyamu..
itu besaar sekali, lebih besar dari punya Papamu..,” kata Mami lemah tapi membuatku menjadi sangat
bangga karena punyaku dikatakan Mami masih lebih besar dari punya Papa.
“Sekarang.. gimana Maam..?” tanyaku tidak sabar ingin segera memasukkan penisku ke dalam liang
senggama Mami.
“Waan..,” kata Mami lagi, “Coba naik turunkan pantatmu pelan-pelan, dan nanti kalau pantatmu Mami
tahan, berarti kamu harus tarik pantatmu ke atas, dan waktu pantatmu nggak Mami tahan, kamu boleh
tekan lagi. Beberapa kali.. sampai nanti kamu bisa rasakan sendiri kalau punyamu sudah masuk ke dalam
punya Mami, bisaa.. kan Waan..?” kata Mami sambil mencium bibirku.
“I.. yaa Maam, Iwan coba sekarang.. yaa.” jawabku.

Lalu kuikuti pelajaran yang diberikan Mami. Tapi ketika pantatku kutekan, sering kulihat wajah Mami
sedikit meringis seperti menahan rasa sakit. Setelah beberapa kali kunaik-turunkan pantatku pelan-
pelan, suatu saat pantatku malah ditekan agak keras oleh kedua tangan Mami dan terasa batang
kemaluanku seperti terjeblos ke dalam lubang.

“Bleess..” dan kudengar Mami agak berteriak, “Aaacchh.., Iwaan..,” sambil seperti menahan nafasnya.

Karena kaget dengan teriakan Mami, kutahan gerakanku dan kudiamkan sebentar sambil menunggu reaksi
lebih lanjut dari Mami yang saat ini sedang memejamkan matanya.

Tapi baru saja aku mau berpikir apa yang akan Mami lakukan atau katakan, terasa batang kemaluanku
seperti tersedot-sedot dan dipijat-pijat. Sedotan dan pijatan di penisku ini terasa sangat kuat
sekali, dan terasa sangat enak. Karena rasa sedotan dan pijatan di batang kemaluanku terasa begitu
nikmat, secara tidak sadar aku kembali menekan penisku masuk.

“Bleess..!” dan kembali kudengar Mami sedikit berteriak, “Waan.., aarrchh.. saakiit,” sambil kedua
tangan Mami sedikit mendorong pantatku.

Terpaksa kuhentikan tekanan penisku, tapi kurasa penisku sudah masuk semuanya ke dalam liang senggama
Mami sambil menunggu reaksi Mami.

Tidak lama kemudian, tangan Mami menekan pantatku dan kurasakan kembali sedotan-sedotan dan pijatan-
pijatan yang sangat kuat di batang kemaluanku. Karena rasa enak ini, secara tidak sadar aku mulai
menaik-turunkan pantatku pelan-pelan sehingga penisku naik turun di dalam lubang vagina Mami, dan Mami
pun mulai menggerakkan pantatnya naik turun mengikuti irama pergerakan penisku yang naik turun. Mami
mulai mengeluarkan desahan-desahan.

“Waan.. teeruuss.. Sayaang.. aachh.. enaak.. Waan.. aduuh.. enaak.. Waan.”

Kurasakan batang kemaluanku begitu hangat di dalam vagina Mami yang sangat basah, sehingga setiap kali
tedengar bunyi,

“Ccrreet.. creett..”

Hal ini membuatku semakin mempercepat gerakan penisku naik turun.

Tidak sadar terucap, “Maam.. Iwaan.. jugaa.. enaak.. Maam, ayoo Maam..!” sambil kedua tanganku
mencengkeram kepala dan rambut Mami.

Beberapa menit kemudian, kurasakan gerakan badan dan pantat Mami semakin liar dan semakin cepat, serta
kedua tangannya mencengkeram kuat di punggungku. Tiba-tiba kedua kaki Mami dilingkarkan kuat-kuat di
atas pantatku dan memeluk badanku kuat-kuat sambil berteriak cukup kuat.

“Waan, Mamii.. nggaak.. kuaat.. mauu.. keluaar.. aacrrhh.. aacrhh..” dan terus terdiam dengan matanya
tertutup dan nafasnya memburu terengah-engah.

Melihat Mami terdiam dengan nafasnya yang terengah-engah itu, aku merasa kasihan dan segera kuhentikan
gerakan penisku naik-turun, tapi dengan posisi batang kemaluanku masih terbenam semua di dalam liang
senggama Mami.

Setelah nafas Mami mulai agak teratur. Mami membuka matanya dan segera mencium bibirku sambil berkata
lirih..,

“Iwaan, terima kasiih yaa.. Sayaang.., Iwaan pintaar.. dan.. bisa muasin Mami.”

Kembali bibirku diciumnya, dan segera kujawab..,

“Maam.., Iwan nggak tahu.. Maam, tapi Iwan sayaang.. Mami dan Iwan.. mauu Mami senang.”

Setelah kami diam sejenak dengan posisi masih seperti tadi, lalu kuberanikan bertanya ke Mami.

“Maam, jadi sekarang sudah selesai..? Kalau begitu.. Iwan.. cabut.. ya.. Maam..?”
“Jaangaan.. Waan,” jawab Mami sambil mengencangkan pelukannya,
“Sebentar lagi kita lanjutkan seperti tadi.. sampai Iwan.. mencapai klimaks,” sambung Mami.
“Klimaks gimana Maam..?” tanyaku tidak mengerti.
“Aduuh.. Iwaan,” jawab Mami sambil memencet hidungku,
“Nanti Iwan pasti tahu sendiri deh. Nanti Iwan terasa seperti mau kencing, lalu Iwan coba tahan selama
mungkin, lalu lepaskan kalau sudah tidak kuat, dan dari punyamu akan keluar air mani yang menyemprot,”
lanjut Mami.Cerita Sex Terbaru

Aku hanya menjawab singkat,

“Iyaa.. Maam, Iwan.. mengerti.”

Setelah kami diam sesaat, Mami lalu berkata, “Waan, toloong cabut punyamu duluu Waan, Mami mau
mengelap punya Mami supaya agak kering, biar kita sama-sama enak nantinya.

“Bener juga kata Mami,” kataku dalam hati, “Tadi memek Mami terasa sangat basah sekali.”

Lalu pelan-pelan batang kemaluanku kucabut keluar dari vagina Mami, dan kuambil handuk kecil yang ada
di tempat tidur sambil kukatakan, “Maam, biar Iwan saja yang ngelap.. boleeh Maam..?”

“Terserah kamuu.. deh Waan,” jawab Mami pendek sambil membuka kedua kakinya lebar-lebar.

Aku merangkak mendekati vagina Mami, dan setelah dekat dengan kemaluan Mami, lalu kukatakan, “Iwan
bersihkan sekarang yaa.. Maam..?”

Kudengar Mami hanya menjawab pendek, “Yaa, boleeh Sayaang.”

Lalu kupegang dan kubuka bibir kemaluan Mami, dan kutundukkan kepalaku ke vaginanya. Lalu kusedot-
sedot klitoris Mami agak kuat dan pantat Mami tergelinjang keras, mungkin karena kaget.

“Iwaan.., kamu nakaal.. yaa.”

Hisapan dan jilatan kembali kulakukan di semua bagian kemaluan Mami, dan membuat Mami menggerak-
gerakkan terus pantatnya. Kedua tangannya kembali menekan kepalaku. Beberapa saat kemudian, terasa
kepalaku seperti ditarik Mami.
“Iwaan.., sudaah.. Sayaang.., Mami nggak tahaan. Sini.. yaang..!”

Lalu kuikuti tarikan tangan Mami. Tanpa disuruh, aku langsung naik di atas badan Mami dan setelah itu
kudengar Mami seperti berbisik di telngaku.
“Iwaan, masukiin.. punyamu.. Sayang. Mami sudah nggak tahaan.. Yaang..!”
Tanpa membuang-buang waktu, kuangkat kedua kaki Mami dan kutaruh di atas bahuku sambil ingin
mempraktekkan seperti apa yang kulihat di film tadi. Sambil kupegang batang kemaluanku, kuarahkan ke
vagina Mami yang bibirnya terbuka lebar. Lalu kutusukkan pelan-pelan, sedangkan Mami dengan menutup
matanya seperti pasrah saja dengan apa yang kuperbuat.

Karena vagina Mami masih tetap basah dan apalagi baru kujilat dan kuhisap-hisap, membuat kemaluan Mami
semakin basah, sehingga sodokan penisku dapat dengan mudah memasuki lubang kemaluan Mami.
Untuk meyakinkan apakah penisku sudah masuk vagina Mami apa belum, sambil tetap kutusukkan penisku,
aku bertanya,

“Maam, sudaah.. maasuuk..?”

Kudengar Mami menjawab, “Iii.. yaa.. Saayaang, teeruuskan.. yang dalaam..!”
Karena kurasa sudah benar dan Mami memintaku untuk lebih dalam, lalu kehentakkan batang kemaluanku
agak kuat masuk ke dalam vagina Mami.

Mulai kuayunkan penisku keluar masuk liang senggama Mami dengan cepat, sehingga badan Mami bergoyang
semua sesuai dengan ayunanku, serta kedua buah dada Mami juga bergoyang-goyang keras, sedangkan dari
mulut Mami kudengar desisan.

“Sshh.. shh.. Waan.. teruuss.. Yaang.. shh.. aduuh.. enaak Waan, teruus.. yang dalaam.. Yaang..!”

Karena tidak tahan mendengar ocehan-ocehan Mami, sehingga hal itu membuat nafsuku semakin meningkat.

Sambil mempercepat ayunan penisku keluar masuk vagina Mami, secara tidak sadar keluar dari mulutku,

“Maam, sshh.. Maam, Iwaan.. juuga.. sschh.. enaak..”

Karena rasa enak yang tidak dapat kuungkapkan disini, makin kupercepat gerakan batang kemaluanku
keluar masuk liang senggama Mami. Apalagi sesekali terasa penisku seperti tersedot-sedot atau terhisap
oleh kemaluan Mami.

Lalu secara refleks tercetus dari mulutku,

“Maam.., sepertinya Iwaan.. sudah kepingin.. seperti yang.. Mamii.. bilang tadii.. dicabuut.. yaa..
Maam..?”

Sedangkan Mami, mungkin setelah mendengar kata-kataku barusan, lalu juga mempercepat semua gerakan
badannya, dan juga melepas kedua kakinya dari bahuku serta memelukku kuat-kuat sambil berkata
tersendat-sendat.

“Iwaan, jangaan.. Yaang.., jangan..! Biakan.., Mamii.. jugaa. sudah mau keluaar Yaang..! Ayoo..
kitaa.. samaa.. samaa Yaang..!”

Aku sudah kehilangan kesadaran karena keenakan dan apalagi mendengar kata-kata Mami yang cukup
merangsang ini.

Lalu,

“Maam..!” teriakku agak panjang sambil kepala dan rambut Mami kuremas dan kujambak kuat-kuat.
Bersamaan dengan teriakanku, Mami pun tiba-tiba berteriak cukup keras sambil kedua kakinya
dilingkarkan kuat-kuat ke pantatku dan rambutku di remas-remasnya.

Aku dengan nafas terengah-engah, tertelungkup lemas di atas badan Mami. Dan Mami pun kulihat lemah
lunglai dengan nafas terengah-engah sambil menutup kedua matanya, berusaha menenangkan diri dengan
mengatur nafasnya. Setelah nafasku agak teratur, kucium bibir Mami lalu kubisikkan di telinga Mami.

“Maam.., terimaa kasih Maam, Iwaan.. sayaang Mamii,” kataku sambil kembali kucium bibir Mami,
sedangkan Mami tetap masih memejamkan matanya dan nafasnya sudah kembali teratur.

Ia menjawab, “Iwaan.., Mami puaas Sayang. Terima kasiih Waan,” katanya sambil memiringkan badannya
sehingga posisi kami sekarang menjadi tiduran saling berhadapan dan penisku yang terasa masih tegang
itu masih tetap berada dalam liang senggama Mami.

Beberapa saat kemudian sambil saling memandang dan berpelukan, kutanyakan pada Mami, “Maam.., punya
Iwan boleh Iwan cabut..?”

Mami sambil memencet hidungku menjawab, “Jangan dulu Sayang. Biarin dulu di dalam punya Mami. Mami
masih kepingin merasakan punyamu yang besar itu.”
“Coba deh Waan. Coba Iwan kocok keluar masuk punya Iwan, biar Mami bisa merasakan enaknya punyamu,”
katanya lagi sambil salah satu kaki Mami diangkatnya dan diletakkan di atas pinggulku.Cerita Sex Terbaru

Tanpa menunggu kata-kata Mami lainnya, lalu kumulai memaju-mundurkan pelan-pelan batang kejantananku
ke dalam vagina Mami. Mami kulihat memejamkan matanya seperti sedang menikmati gesekan-gesekan penisku
yang keluar masuk lubang kemaluannya.

Tapi setelah beberapa saat, kurasakan dalam posisi miring ini sepertinya masuknya kemaluanku ke dalam
vagina Mami terasa kurang dalam. Lalu, secara perlahan kudorong bahu Mami sehingga telentang. Dan
bersamaan dengan doronganku, kunaiki tubuh Mami, sehingga batang kemaluanku yang ada di dalam vagina
Mami tidak sampai terlepas. Mami sepertinya mengerti kemauanku, dan sepertinya malah membantuku dengan
memeluk badanku rapat-rapat serta membuka kakinya lebar-lebar.

Lalu kuayun penisku perlahan-lahan keluar masuk kemaluan Mami. Karena Mami masih diam saja, dan tetap
masih menutup kedua matanya, lalu kutanyakan sambil berbisik di dekat telinganya.

“Maam.., gimana Maam, enaak apa nggak punya Iwaan..?

Kulihat Mami membuka matanya, lalu mencium bibirku serta terus berbisik.

“Wan.., teruuskan.. Saayaang, Mami menikmatinya Wan,

Setelah Mami selesai menjawab pertanyaanku, kurasakan Mami mulai mengerakkan dan memutar pantatnya
perlahan-lahan.

Karena Mami mulai menggerakkan pantat atau pinggulnya lagi, kuputuskan untuk menghentikan gerakan
kemaluanku keluar-masuk dengan posisi penisku sudah masuk semua ke dalam liang senggama Mami. Ingin
merasakan enaknya gerakan Mami, tapi mungkin karena merasakan, aku sekarang diam, Mami ikut berhenti
juga dan membuka matanya lalu memandangku sayu seperti bertanya.

“Kenapa diam.. Wan..?”

Agar Mami tidak bertanya lebih lanjut, lalu kukatakan di telinga Mami,

“Maam.., Iwan diam karena kepingin merasakan sedotan dan pijatan seperti tadi Maam.”

Mami hanya tersenyum dan dipegangnya kepalaku, lalu diciumnya pipiku sambil berbisik, “Waan.., kamu
mulai nakal.. yaa..? Niih.. Mami.. kasih.. apa yang Iwaan minta..!” lanjut Mami sambil memeluk
badanku.

Tidak lama kemudian, terasa batang kemaluanku seperti disedot-sedot dan dipijat-pijat, mulai dari
lemah, makin kuat dan kuat, sehingga secara tidak sadar aku berbisik agak keras.

“Maam.., enaak.. enaak.. Maam.. Aduh enaak.. aahh.. enaak.. Maam,”

Karena sedotan dan pijatan di batang kemaluanku terasa semakin kuat, secara tidak sadar kumulai lagi
mengocok penisku keluar masuk vagina Mami. Mula-mula pelan, lalu kupercepat.
Karena enaknya, aku langsung bilang, “Maam.., enaak Maam.. Iwaan.. mau lagi Maam. Ayoo Maam..!”
Mungkin karena melihatku mulai bernafsu lagi, Mami langsung mulai menggerakkan pinggulnya lagi yang
makin lama makin cepat.

Selang beberapa lama, aku merasakan kalau air maniku sudah mau keluar, tapi kucoba menahannya selama
mungkin.

Tiba-tiba,

“Mami.., Maam.., Iwaan sudaah mau keluar..”

Mendengar bisikanku ini, kurasakan gerakan pinggul Mami semakin cepat dan pelukan tangannya di badanku
juga semakin keras.

“Waan.., Mami juga sudah dekat Waan.. Ayoo Waan.. sama-sama..!”

Belum sampai Mami menyelesaikan kata-katanya, aku berteriak agak keras,

“Mamii.. Iwaan keluar.. ahh..,” sambil kubenamkan seluruh batang kemaluanku kuat-kuat ke dalam vagina
Mami.

Bersamaan dengan teriakanku itu, kudengar Mami pun berteriak cukup kuat,

“Iwaan.., Maamii keluaar.. jugaa.. Ayo Wan, cepaat.. archh..!”

Dengan nafas tersengal-sengal, kutelungkupkan badanku yang lemas itu di atas badan Mami, dan Mami juga
dengan nafasnya yang terengah-engah, tergeletak seperti tidak bertenaga dengan kedua tangannya
terkapar di samping badannya.

Setelah nafasku sedikit teratur, kucabut batang kemaluanku dari dalam liang senggama Mami. Kujatuhkan
badanku tiduran di samping Mami, dan terdengar Mami berbisik,

“Terima.. kasiih.. yaa.. Sayang..!”

Baca JUga Cerita Seks Satu Malam

Dan setelah berhenti sejenak, sambil mencium pipiku, Mami berkata lagi,

“Waan.., ini hanya kita berdua ya yang tahu, Papamu atau adikmu jangan sampai tahu ya Wan.”

Supaya hati Mami tenang, lalu kujawab, “Maam, Iwan akan jaga itu.., terima kasiih ya Maam,” sambil
kucium pipi Mami.

Aku terus bangun dan mandi bersama Mami di kamar mandi Mami.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

**

Siswi SMA

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Namaku adalah Andi (bukan nama yang sebenarnya), dan aku kuliah di salah satu universitas swasta di Bandung. Aku berasal dari luar daerah dan aku tinggal di kost. Aku pun termasuk orang yang berada, serta sangat menjalankan keagamaan yang kuat. Apalagi untuk mencoba narkoba atau segala macam, tidak deh.

Cerita Sex Terbaru Siswi SMA

Kejadian ini bermula pada waktu kira-kira 4 bulan yang lalu. Tepatnya hari itu hari Selasa kira-kira jam 14:12, aku sendiri bingung hari itu beda sekali, karena hari itu terlihat mendung tapi tidak hujan-hujan. Teman satu kostan-ku mengatakan kepadaku bahwa nanti temanya anak SMU akan datang ke kost ini, kebetulan temanku itu anak sekolahan juga dan hanya dia yang anak SMU di kost tersebut.

Setelah lama menunggu akhirnya orang yang ditunggu datang juga, kemudian temanku langsung mengajaknya ke tempat kamarku yang berada di lantai atas. Akhirnya aku dikenali sama perempuan tersebut, sebut saja namanya Ria. Lama-lama kami ngobrol akhirnya baru aku sadari bahwahari menjelang sore. Kami bertiga bersama dengan temanku nonton TV yang ada di kamarku. Lama-lama kemudian temanku pamitan mau pergi ke tempat temannya, katanya sih ada tugas.

Akhirnya singkat cerita kami berdua di tinggal berdua dengan Ria. Aku memang tergolong cowok yang keren, Tinggi 175 cm, dengan berat badan 62 kg, rambut gelombang tampang yang benar-benar cute, kata teman-teman sih. Ria hanya menatapku tanpa berkedip, akhirnya dia memberanikan diri untuk menggelitikku dan aku tidak tahu darimana dia mengetahui kelemahanku yang sangatvital itu kontan saja aku langsung kaget dan balik membalas serangan Ria yang terus menerus menggelitikiku. Lama kami bercanda-canda dan sambil tertawa, dan kemudian diam sejenak seperti ada yang lewat kami saling berpandang, kemudian tanpa kusadari Ria mencium bibirku dan aku hanya diam kaget bercampur bingung.

Akhirnya dilepaskannya lagi ciumannya yang ada di bibirku, aku pun heran kenapa sih nih anak? pikirku dalam hati. Ria pun kembali tidur-tiduran di kasur dan sambil menatapku dengan mata yang uih… entah aku tidak tahu mata itu seolah-olah ingin menerkamku. Akhirnya dia melumat kembali bibirku dan kali ini kubalas lumatan bibirnya dengan hisapan-hisapan kecil di bibir bawah dan atasnya. Lama kami berciuman dan terus tanpa kusadari pintu kamar belum tertutup, Ria pun memintaku agar menutup pintu kamarku, entah angin apa aku hanya nurut saja tanpa banyak protes untuk membantah kata-katanya.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Setelah aku menutup pintu kamar kost-ku Ria langsung memelukku dari belakang dan mencumbuku habis-habisan. Kemudian kurebahkan Ria di kasur dan kami saling berciuman mesra, aku memberanikan diri untuk menyentuh buah dadanya Ria yang kira-kira berukuran berapa ya…? 34 kali, aku tidak tahu jelas tapi sepertinya begitu deh, karena baru kali ini aku menuruni BH cewek. Dia mengenakan tengtop dan memakai sweater kecil berwarna hitam. Aku menurunkan tengtop-nya tanpa membuka kutangnya. Kulihat buah dada tersebut… uih sepertinya empuk benar, biasanya aku paling-paling lihat di BF dan sekarang itu benar-benar terjadi di depan mataku saat ini.

Tanpa pikir panjang, kusedot saja buah dada Ria yang kanan dan yang kirinya aku pelintir-pelintir seperti mencari gelombang radio. Ria hanya mendesah, “Aaahhh… aaahhh… uuhhh…”Aku tidak menghiraukan gelagat Ria yang sepertinya benar-benar sedang bernafsu tinggi. Kemudian aku pun kepingin membuka tali BH tengtop-nya. Kusuruh Ria untuk jongkok dan kemudian baru aku melihat ke belakang Ria, untuk mencari resliting kutangnya. Akhirnya ketemu juga dan gundukan payudara tersebut lebih mencuat lagi karena Ria yang baru duduk di bangku SMU kelas 2 dengan paras yang aduhai sehingga pergumulan ini bisa terjadi. Dengan rakusnya kembali kulumat dada Ria yang tampak kembali mengeras, perlahan-lahan ciumanku pun turun ke bawah ke perut Ria dan aku melihat celana hitam Ria yang belum terbuka dan dia hanya telanjang dada.

Aku memberanikan diri untuk menurunkan celana panjang Ria, dan Ria pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Ria pun tertawa dan berkata, “Hayo tidak bisa dibuka, soalnya Ria mempunyai celana pendek yang berwarna hitam satu lagi…” ejek Ria sambil tersenyum girang.Aku pun dengan cueknya menurunkanya kembali celana tersebut, dan kali ini barulah kelihatan celana dalam yang berwarna cream dan dipinggir-pinggirnya seperti ada motif bunga-bunga, aku pun menurunkanya kembali celana dalam milik Ria dan tampaklah kali ini Ria dalam keadaan bugil tanpa mengenakan apapun. Barulah aku melihat pemandangan yang benar-benar terjadi karena selama ini aku hanya berani berilusi dan nonton tidak pernah berbuat yang sebenarnya.

Aku pandangi dengan seksama kemaluan Ria dengan seksama yang sudah ditumbuhi bebuluan yang kira-kira panjangnya hanya 2 cm tapi sedikit, ingin rasanya mencium dan mengetahui aroma kemaluan Ria. Aku pun mencoba mencium perut Ria dan pusarnya perlahan tapi pasti, ketika hampir mengenai sasaran kemaluannya Ria pun menghindari dan mengatakan, “Jangan dicium memeknya akh.. geliii…” Ria mengatakan sambil menutup rapat kedua selangkangannya.Cerita Sex Terbaru

Yah, mau bagaimana lagi, langsung saja kutindih Ria, kucium-cium sambil tangan kiriku memegang kemaluan Ria dan berusaha memasukkanya ke dalam selangkangan Ria. Eh, Ria berontak iiihhh… ge.. li..” ujar Ria. Tahu-tahu Ria endorong badanku dan terbaliklah keadaan sekarang, aku yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti aku yang berada di bawah, kuat sekali dorongan perempuan yang berbobot kira-kira 45 kg dengan tinggi 160 cm ini, pikirku dalam hati. “Eh… buka dong bajunya! masak sih Ria doang yang bugil Andinya tidak…?” ujar Ria sambil mencopotkanbaju kaos yang kukenakan dan aku lagi-lagi hanya diam dan menuruti apa yang Ria inginkan.

Setelah membuka baju kaosku, tangan kanan Ria masuk ke dalam celana pendekku dan bibirnya sambil melumat bibirku. Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sdah berpengalaman dan dia lebih berpengalaman dariku. Perlahan-lahan Ria mulai menurunkan celana pendekku dan muncullah kemaluanku yang besarnya minta ampun (kira-kira 22 cm). Dan Ria berdecak kagum dengan kejantananku, tanpa basa-basi Ria memegangnya dan membimbingnya untuk masuk ke dalam liang senggama miliknya Ria, langsung saja kutepis dan tidak jadi barang tersebut masuk ke lubang kemaluan Ria. “Eh, jangan dong kalau buat yang satu ini, soalnya gue belum pernah ngelakuinnya…” ujarku polos. “Ngapain kita udah bugil gini kalau kita tidak ngapa-ngapain, mendingan tadi kita tidak usah buka pakaian segala,” ujar Ria dengan nada tinggi.

Akhirnya aku diam dan aku hanya menempelkan kemaluanku di permukaan kemaluan Ria tanpa memasukkanya. “Begini aja ya…?” ujarku dengan nada polos. Ria hanya mengangguk dan begitu terasanya kemaluanku bergesek di bibir kemaluan Ria tanpa dimasukkan ke dalam lubang vaginanya milik Ria, aku hanya memegang kedua buah pantat Ria yang montok dan secara sembunyi-sembunyiaku menyentuh bibir kemaluan Ria, lama kami hanya bergesekan dan tanpa kusadari akhirnya kemaluanku masuk di dalam kemaluan Ria dan Ria terus-terusan menggoyang pantatnya naik-turun. Aku kaget dan bercampur dengan ketakutan yang luar bisa, karena keperawanan dalam hal ML yang aku jaga selama ini akhirnya hilang gara-gara anak SMU. Padahal sebelum-sebelumnya sudah ada yang mau menawari juga dan dia masih perawan lebih cantik lagi aku tolak dan sekarang hanya dengan anak SMU perjakaku hilang.

Lama aku berpikir dan sedangkan Ria hanya naik-turun menggoyangkan pentatnya semenjak aku melamun tadi, mungkin dia tersenyum puas melihat apa yang baru dia lakukan terhadapku. Yach, kepalang tanggung sudah masuk, lagi nasi sudah jadi bubur akhirnya kugenjot juga pantatku naik-turun secara berlawanan dengan yang dilakukan Ria, dan bunyilah suara yang memecahkan keheningan, “Cplok.. cplok… cplok…” Ria mendesah kenikmatan karena kocokanku yang kuat dilubang vaginanya. ceritasexterbaru.org Lama kami berada di posisi tersebut, yaitu aku di bawah dan dia di atas.akhirnya aku mencoba mendesak Ria agar dia mau mengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang kuat membatalkan niatku, tapi masa sih aku kalah sama cewek, pikirku. Kudorong ia dengan sekuat tenagaku dan akhirnya kami berada di posisi duduk dan kemaluanku tetap berdiri kokoh tanpa dilepas. Ria tanpa diperintah menggerakkan sendiri pantatnya, dan memang enak yah gituan, pikirku dalam hati. Tapi sayang tidak perawan.

Akhirnya kudorong lagi Ria agar dia tiduran telentang dan aku ingin sekali melihat kemaluanku yang besar membelah selangkangan kemaluan Ria, makanya aku sambil memegang batang kemaluanku menempelkannya di lubang kemaluan Ria dan “Bless…” amblaslah semuanya. Kutekan dengan semangat “45″ tentunya karena nasi sudah hancur. Kepalang tanggung biarlah kuterima dosa ini, pikirku. Dengan ganasnya dan cepat kuhentakkan kemaluanku keras-keras di lubang kemaluan Ria dan kembali bunyi itu menerawang di ruangan tersebut karena ternyata lubang kemaluan Ria telah banjir dengan air pelumasnya disana, aku tidak tahu pasti apakah itu spermanya Ria, apakah hanya pelumasnya saja? dan Ria berkata, “Loe.. udah keluar ya…?” ujarnya. “Sembarangan gue belom keluar dari tadi..?” ujarku dengan nada ketus. Karena kupikir dia mengejekku karena mentang-mentang aku baru pertama kali beginian seenaknya saja dia menyangka aku keluar duluan. Akhirnya lama aku mencumbui Ria dan aku ingin segera mencapai puncaknya.

Baca Juga Cerita Sex Birahi Liar

Dengan cepat kukeluarkan kemaluanku dari lubang kemaluannya dan kukeluarkan spermaku yang ada diperutnya Ria, karena aku takut kalau aku keluarkan di dalam vaginanya aku pikir dia akan hamil, kan berabe. Aku baru sekali gituan sama orang yang yang tidak perawan malah disuruh tanggung jawab lagi. Gimana kuliahku! Ria tersenyum dengan puas atas kemenangannya menggodaku untuk berbuat tidak senonoh terhadapnya. Huu, dasar nasib, dan semenjak saat itu aku sudah mulai menghilangkan kebiasaaan burukku yaitu onani, dan aku tidak mau lagi mengulang perbuatan tersebut karena sebenarnya aku hanya mau menyerahkannya untuk istriku seorang. Aku baru berusia 21 tahun saat ini – Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Atasanku

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Hampir setiap bulan sekali aku harus meninggalkan suamiku dan anaku untuk mendampingi atasanku ke luar kota. Namaku Yuli, aku seorang sekretaris di sebuah perusahaan swasta. Aku selalu menggunakan jilbab satiap aku pergi ke kantor. Walaupun pakaianku tertutup tapi tidak menghalangi setiap laki-laki menatap tajam kearah ku.

Cerita Sex Terbaru Atasanku

Mungkin karena aku mempunyai tubuh yang cukup sintal dengan bentuk dada yang menantang. Meskipun demikian, aku selalu menjaga kepercayaan suamiku dan tidak pernah menodai perkawinan suci kami. Tugasku dikantor cukup repot. Ya namanya juga asisten seorang bos. Aku harus mempersiapkan segala kebutuhan untuk setiap pertemuan bosku dengan kliennya. Seperti waktu itu, aku harus meninggalkan suami dan anakku ke luar kota karena ada pertemuan besar antar perusahaan se-Indonesia.

“Mas, besok aku keluar kota dengan Pak Budi Atasanku”
“Iya Mah” jawab suamiku singkat. Memang suamiku menaruh kepercayaan kepadaku setiap kali aku akan pergi dengan Atasanku. Karena itulah aku tidak pernah mencoba untuk bermain “api” dengan laki-laki lain.
Sekitar pukul 6 pagi kami bangun. Aku mengerjakan aktifitasku sebagai seorang istri. Seperti membangunkan anaku, menyiapkan sarapan, mengurus keperluan sekolah anakku dan mengurus keperluan suamiku sebelum ia pergi ke kantor. Pagi itu aku mandi duluan karena takut telat untuk bertemu dengan Pak Budi atasanku di susul dengan suamiku.

“Kenapa mas? Kok liatin dada Mama? Mas pengen?” kataku ketika merapikan dasinya.
“Ah engga Mah, kok tumben mama pakaiannya begitu?” Tanya suamiku heran.

Memang waktu itu aku hanya memakai tengtop warna abu dan belum memakai blazer dan kerudung. Jadi suamiku nampak heran dengan setelanku. Payudaraku seperti menantang setiap orang yang memandang.

“Mas ini, nanti kan aku pakai blazer dan kerudung, masa iya aku ke kantor dengan pakaian begini” jawabku sambil tersenyum.

Suamiku hanya tersenyum sambil mencium keningku. Kemudian aku mengecek kembali berkas-berkas yang harus dibawa ke pertemuan tersebut.

Tepat pukul 06.45 kami sekeluarga berangkat. Kami mengantar anak kami terleboh dahulu ke sekolahnya. Setelah anak kami sampe disekolah, suamiku mengantarku ke kantor.

“Mamah bawa baju banyak??” Tanya suamiku.
“Ya lumayan lah Mas, cukup untuk 3 hari” jawabku.

15 Menit kemudian kami sampai dikantorku. “Hati-hati ya Mah. Ingat Mas dan anakmu dirumah”, “iya Mas, jaga anak kita baik-baik”. Dia pun mencium keningku dan aku mencium tangannya. Lalu aku masuk ke kantorku dan langsung menemui Pak Budi di ruangannya.

“Tok…tok…tok….Maaf Pak saya telat”
“Tidak kok Yul, 5 menit lagi kita berangkat ya. Mana suamimu, saya pengen ngobrol dulu dengan dia ” jawabnya.
“Suami saya langsung berangkat ke kantornya Pak”. Memang Pak Budi ini orangnya baik dan selalu ramah kepada setiap bawahannya.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Dengan suamiku pun dia nampak akrab. Oh ya atasanku ini mempunyai wajah seperti orang China walaupun sebenarnya dia muslim. Bertubuh agak gemuk dan tingginya seperti suamiku. Dia juga botak ditengah rambutnya seperti seorang Profesor.

Kami berdua pun berangkat ke Kota tempat pertemuan tersebut. Diperjalanan kami beristirahat terlebih dahulu karena kami ingin buang air.

“Kita berhenti dulu ya Yul, saya kebelet. Tuh kebetulan ada pom bensin” pintanya.
“Iya Pak saya juga ingin beristirahat dulu”.

Kami pun berhenti di Pom tersebut. Ketika dia pergi ke WC akupun mengikutinya karena saya pun ingin membenarkan pakaian dan kerudung. Ketika dia keluar dari Wc, dia memandangiku yang sedang berkaca. Kulihat dia melihat kea rah dadaku.

“Sudah buang airnya Pak?” tanyaku mengagetkannya.
“Iya sudah Yul”. Kami berdua melanjutkan perjalanan. Tepat satu jam kemudian kami tiba di hotel tempat pertemuan tersebut.

Kami disambut oleh seorang pegawai hotel dan memonya kami menunjukan surat undangan. Setelah saya memperlihatkan surat tersebut, kami mendapatkan dua kunci kamar yang berada di lantai 2. Kami pun naik lift dan bergegas ke kamar masing-masing.

Ketika sampai dikamar, aku langsung membuka kerudungku dan menelepon suamuku kalau aku sudah sampai ke lokasi pertemuan. Kubuka blazerku dan langsung rebahan di atas tempat tidur. Ahh cape juga perjalanan tadi, batinku. Ketika aku sedang rebahan diatas tempat tidur, ada yang mengetuk pintuku.

“Tok tok tok, Yul..”. Oh ternyata Pak Budi. Langsung aku bangun dari tempat tidurku dan memakai blazerku kembali.
“ Ada apa ya Pak?” tanyaku. Ketika aku tanya atasanku ini, dia hanya bengong melihatku.

Apa yang salah denganku. Tiba-tiba DEG aku ingat, KERUDUNGKU, ya aku tidak menggunakan kerudung pada saat itu. Dan itulah pertama kalinya ada laki-laki lain yang melihat rambut sepunggungku yang terurai.

“Pak” kataku mengalihkan kekagetanku.
“Eh ini Yul em aku ingin liat berkas buat pertemuan besok” katanya gugup.
“Oh iya Pak sebentar, saya ambilkan dulu berkasnya”. Aku pun masuk ke kamar dan mencari berkas serta memakai kerudungku kembali.

Sore harinya aku di telepon oleh atasanku melalui telepon kamar. Dia memberitahuku supaya aku mempersiapkan diri karena akan bertemu dengan seorang Direktur salah satu perusahaan. Aku mandi terlebih dahulu dan setelah itu mempersiapkan berkas-berkas yang akan dibawa. Pak Budi menelepon kembali dan dia menungguku di lobi dekat resepsionis. Waktu itu aku memakai kemeja dan memakai rok warna merah. Aku lalu menuju ke tempat tersebut. Ketika sampai di bawah, kulihat beliau menatapku sambil tersenyum.Cerita Sex Terbaru

“Mana Yul berkasnya, biar saya periksa dulu” kata beliau.
“Ini Pak, semua yang diperlukan ada disitu” jawabku.

Ketika beliau sedang memeriksa berkas tersebut, orang yang kami tunggu pun datang. Dan akhirnya kami sepakat akan bekerjasama antar perusahaan. Pak Budi memuji berkas yang aku kerjakan. Ini menjadi nilai plus dimata atasanku ini.

Setelah pertemuan itu aku pergi pamit ke kamar terlebih dahulu karena badanku merasa capek sekali. Dikamar aku menelepon suamiku dan ngobrol dengan anak ku. Hingga akhirnya aku ketiduran. Sekitar pukul 10 malam aku terbangun dan entah kenapa aku merasa takut sendirian dikamar. Aku putuskan untuk pergi ke kamar pak Budi walaupun hatiku sebenarnya malu dan takut akan terjadi sesuatu antara aku dan Pak Budi. Tapi pada akhirnya aku pergi ke kamar Pak Budi.

“Pak Pak Budi” ketuk ku keras. Lalu Pak Budi membukakan pintunya untukku.
“Loh Yuli, ada apa Yul?” tanyanya sambil mengucek mata.
“Pak maaf, saya takut sendirian tidur di kamar, boleh tidak saya tidur dengan Bapak untuk malam ini?”
“Ya tentu boleh, silahkan masuk Yul silahkan” jawabnya sambil mempersilahkan aku masuk.
“Kamu takut apa Yul? Kan kamu sudah sering tidur sendirian di kamar hotel?” tanyanya bingung.
“Iya Pak, saya juga tidak tahu. Saya merasakan ada yang aneh di kamar saya, saya takut”
“Ah kamu ini ada-ada saja” jawabnya sambil tersenyum.
“Baiklah kalau begitu saya tidur di kamar mu saja ya, kita gantian kamar, saya gak enak kalau harus sekamar dengan perempuan lain” katanya.
“Gak papa Pak, kita sekamar saja, saya takut kalau harus tidur sendirian” jawabku.

Sebenarnya aku pun risih harus tidur dan sekamar dengan lelaki lain, tapi apa boleh buat rasa takut ini mengalahkan segalanya. Beliau pun berbaring disusul aku kemudian. Jantungku berdebar kencang, aku khawatir terjadi apa-apa dengan kami berdua, ya namanya juga tidur seranjang. Tapi malam itu tidak terjadi apa-apa, kami hanya tidur saja.

Pagi harinya aku bangun dan kulihat Pak Budi sudah tidak ada dikasur. Rupanya dia sedang mandi karena kudengar germecik air di kamar mandi. Ketika aku sedang mengumpulkan nyawaku yang baru bangun, tiba-tiba Pak Budi keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan celana dalam.

“Eh maaf Yul, saya kira kamu belum bangun” sambil berlalu kembali ke kamar mandi.

Aku hanya tertegun melihat kejadian tersebut. Naluriku sebagai wanita muncul, aku pun agak terangsang melihat hal tersebut.

“Pak saya ke kamar dulu ya”,
” iya Yul, saya minta maaf atas kejadian barusan”,
” tidak apa-apa Pak” jawabku. Akupun pergi ke kamar dan langsung mandi.

Acara pun dimulai, waktu itu kami sibuk dengan pertemuan terserbut. Seharian kami harus membahas soal kerja sama dengan berbagai perusahaan di seluruh Indonesia. Aku selalu mengikuti Pak Budi kemanapun dia pergi karena posisiku sebagai asistennya. Akhirnya acara hari pertama pun selesai. Kami balik lagi ke kamar masing-masing. Aku lantas langsung membuka semua pakaianku dan berbaring di tempat tidur. Setelah itu saya pergi mandi. Ketika saya mandi saya teringat kejadian pagi tadi di kamar pak Budi. Tak terasa vaginaku basah. Tapi aku tepis lamunanku itu karena teringat suami dan anakku dirumah. Selepas mandi Pak Budi mengajakku untuk makan malam bersama tamu yang lain.

“Yul, kamu sudah siap” tanyanya diluar kamarku.
“Sudah Pak, sebentar” jawabku

Aku pun keluar dan masuk ke lift bersama Pak Budi. Ketika dalam lift, Pak Budi memuji kecantikanku.

“Kamu cantik sekali Yul, meskipun memakai kerudung” pujinya.
“Yah Bapak, baru tau ya saya cantik” kataku sambil tersenyum.
“Ah kamu bisa aja Yul” jawabnya.

Kami pun sampai di tempat makan malam. Tak ada yang makanan special di tempat tersebut. Semua tamu saling berbincang dibarengi dengan tertawa tak terkecuali Pak Budi.

Pukul 20.30 para tamu tak terkecuali saya dan Pak Budi balik ke kamar masing-masing. Ketika kami berdua jalan ke kamar masing-masing, Pak Budi menawarkanku untuk tidur dengannya lagi.

“Yul, kalau kamu takut tidur sendirian lagi, kamu boleh tidur di kamar saya lagi, jangan sungkan ya” tawarnya.
“Iya Pak terimakasih. Nanti kalau saya takut, saya ke kamar Bapak” jawabku.

Aku pun masuk ke kamar dan mencoba untuk mengusir rasa takutku karena aku tidak mau kalau aku harus tidur di kamar atasanku lagi. Ketika aku mulai memberanikan diri untuk tidur dikamarku sendirian, entah kenapa rasanya aku lebih nyaman kalau tidur di kamar Pak Budi. Akhirnya aku putuskan untuk tidur di kamar pak Budi.

“Pak Budi Pak…..”
“Oh Yuli, kamu mau tidur di kamar saya lagi” tanyanya.
“Maafkan saya kalau saya merepotkan Bapak, tapi saya masih takut untuk tidur sendirian dikamar Pak, boleh tidak kalau saya tidur lagi di kamar Bapak?” pintaku.
“Silahkan Yul, jangan sungkan,anggap saja ini rasa terimakasih saya karena pekerjaanmu yang memuaskan” pujinya.
“Iya Pak terimakasih” . Aku merasa tersanjung atas kebaikan atasanku yang baik ini.Cerita Sex Terbaru

Aku pun masuk ke kamarnya dan duduk disamping tempat tidurnya. Ketika itu beliau pun masuk dan duduk di samping berdekatan dengan tubuhku.

“Gimana suami kamu Yul, sudah kamu hubungi” tanyanya mengawali pembicaraan.
“Sudah Pak, tadi pun saya sempat ngobrol dengan anak saya” jawabku.

Ketika kami ngobrol kulihat Pak Budi melirik terus ke arah dadaku. Aku sempat risih, tapi entah kenapa aku ingin sekali memanjakannya karena dia telah baik kepadaku.

“Bapak liatin payudara saya terus, kenapa Pak?
“Oh tidak Yul maafkan saya, saya telah lancang” jawabnya gugup.
“Bapak mau lihat payudara saya?” tanyaku.
“Hah apa Yul, ya kalau kamu izinkan saya ingin liat” jawabnya sambil tertegun.

Lalu saya berdiri dan membuka kancing baju tidur saya.

“Silahkan Pak, ini sebagai bentuk terimakasih saya terhadap kebaikan Bapak”
“Oh terimakasih Yul, payudaramu begitu indah, bolehkah saya melihatmu tanpa kerudung?”

Saya tidak menjawab dan membuka kerudung saya, lalu saya simpan di atas tempat tidur.

“Silahkan Pak”
“Kamu begitu cantik Yul, payudaramu indah, bolehkah saya memegang payudaramu?” pintanya.

Aku sempat kaget mendengar permintaannya, tapi kalau hanya sekedar memegang aku tidak keberatan. Aku mengangguk tanda setuju. Lalu dia memegang payudaraku yang masih tertutup oleh BH berwarna hitam.

“Shhhh…pelan pelan Pak”
“Maaf Yul, kamu kesakitan ya, kencang sekali payudaramu, bisakah kamu membuka BH ini Yul?” pintanya lagi.

Entah kenapa aku menurut saja dan membuka semua baju dan juga BH ku. Kali ini aku sudah telanjang dada. Ketika aku sudah telanjang dada, Pak Budi memperhatikan payudaraku tanpa kedip, kemudian aku kaget karena dia menjilat putingku.

“Apa apa an Pak? Kan kata saya bapak hanya boleh pegang, bukan menjilat” hardikku
“Maafkan saya Yul, saya terbawa suasana” maafnya.
“Ya tidak apa-apa Pak, silahkan saja kalau Bapak mau nyedot putting payudara saya”

Dengan rakusnya dia menyedot dan menjilati semua bagian payudaraku. Akupun terbawa suasana dan vaginaku mulai basah.

“Sssshh aahh Pak pelan pelan” desahku
“MhhhMmmhhhhh MMhhhHhhhmmm” hanya itu jawabannya.

Kemudian dia melepaskan sedotannya di payudaraku. Aku sempat kecewa karena aku mulai terangsang.

“Kenapa Pak” tanyaku
“Yul, bolehkah saya melihat tubuh kamu seutuhnya?” pintanya.

Apa? Batinku. Tapi aku lihat wajah atasanku ini yang memelas. Dan akhirnya aku mengangguk tanpa sepatah katapun. Kemudian dia melorotkan celanaku dan aku bantu dia dengan mengangkat pantatku.
Terpampanglah tubuhku yang hanya menggunakan celana dalam warna cream. Dia melotot melihat tubuhku.

“Tidak sekalian celana dalamnya Pak?”
“Bolehkah Yul?” tanyanya.
“Silahkan Pak” jawabku.

Dia membuka celana dalamku dan melemparkannya ke lantai kamar. Sebelum dia menggarap tubuhku aku mengatakan sesuatu. “Pak silahkan nikmati tubuh saya, anggap ini bakti saya kepada Bapak karena Bapak telah baik terhadap saya” kataku.

“Terimakasih Yul, kamu memang asisten yang baik, saya janji ini pertama dan terakhirnya saya menikmati tubuh kamu” jawabnya.

Dia lalu mencium bibirku dengan ganas. Awalnya aku agak menolak karena teringan suamiku yang ada di rumah, tapi lama-lama aku menikmati cumbuannya dan membalas ciumannya. Tangannya tidak lepas dari payudaraku yang menjulang menantang.

“Sshhhh aaaaahhhhhhh Pak oucchhhhhhhh” rintihku.

Ciumannya turun ke leherku dan terus turun ke dadaku. Aku menggelinjang seperti ikan di daratan.

“Ahhhhhh aahhhhh terus pak enak ahhhh” hanya itu yang bisa aku katakan.

Jilatannya turun kea rah selangkanganku tapi dia tidak menjilat memek ku. Dia membuat aku kesetanan dengan jilatannya yang tidak juga menjilat memek ku.

“Ahhh Pak jilat memek ku pa kayo jilat Pak” pintaku.

Aku sudah tidak ingat lagi kalau yang sedang menggauliku adalah bukan suamiku melainkan atasanku. Dia menjilat memeku.

“ Ah iya Pak begitu teruuusss Pak jilat memekku” kataku.

Croottt Croot Crottt air maniku keluar. Aku mendapatkan orgasme pertamaku. Air maniku meleleh sampai ke atas sprei. Ketika aku sedang menikmati orgasmeku, kulihat dia sedang membuka pakaiannnya. Kulihat kontolnya yang ukurannya cukup besar tapi lebuh pendek dari kontol suamiku.

“Sini yul, jilatin kontolku” pintanya.

Akupun menurut dan menjilat kontolnya.

“Uhhh aaahhh yah erus Yul, kamu pinter sekali Yul…”. Cukup lama aku menjilat kontolnya, kemudian dia merenggangkan kakiku.

Aku tau inilah akhirnya baktiku kepada atasanku akan kulakukan.

“Ayo Pak, masukan kontol Bapak kesini” kataku sambil ku usap memek ku.
“Iya sayang, akan ku nikmati tubuhmu sekarang juga”

Dia mengarahkan kontolnya dan BLLLEEEEESSSSSSSSS

“AAAAAAGHHHHHH ENAK PAK” kataku.

Dia menggenjot tubuhku sambil meremas-remas susuku. “Ahhhh terus pak ewe aku,nikmatin tubuhku ahhhhhh” kataku.Cerita Sex Terbaru

10 Menit dengan gaya konvesional, dia ingin aku yang di atas. Dia tidur terlentang dan aku kangkangi dia. Sebelum memeku ku arahkan ke kontolnya, aku terlebih dahulu mengangkangi mulutnya. Dia mengerti maksudku. Dengan rakusnya dia menjilati memek ku yang sudah sangat banjir.

“Ohhhh aaahhhhh enaaak pak terus jilat” desahku.

Setelah puas menjilati memek ku dia ingin segera memasukan kontolnya ke memeku. CLLLEEEEBBB kontolnya masuk kedalam memekku. “Uh ah sssttt enak sekali memek kamu Yul” desahnya. Tak lama kemudian, kurasakan memeku berdenyut-denyut tandanya aku akan orgasme.

“Oh pak aku akan keluar Pak terus genjottt ooohhh” kataku
“Aku juga sama Yul, ayo kita keluar sama-sama aaahhhh aaahhh”

Baca JUga Cerita Sex Mantan Pacarku

Crooottt Crrrootttt CRrrooottt semua maninya ku rasakan menmbus ke rahimku. Kami berdua kelelahan dan mabruk ke kasur.

“Terimakasih ya Yul, tubuh kamu enak sekali” pujinya.
“Sama-sama Pak. Anggaplah ini baktiku kepada bapak sebagai atasanku yang baik” jawabku.

Kami pun tidur tanpa memakai apapun. Ketika pagi hari kurasakan memek ku basah sekali, ternyata Pak Budi sedang menjilati memek ku “aahhhh aahhhh” desahku. Kontan saja aku jadi terangsang. Kami pun ngewe sekali lagi sebelum kami pulang dari hotel tersebut. Sungguh ini pengalaman yang sangat luar biasa, bisa berbakti kepada atasanku.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Penuh Gairah

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Terbangun dari tidur sore itu… tidak membuat Jaka menjadi bugar, seperti layaknya orang bangun tidur. Bayangkan… 2 malam begadang di puncak gunung merapi. Sebagai anggota pencinta alam, kampusnya ditugaskan untuk mencari beberapa anak pelajar SMK pendaki yang hilang di gunung merapi. Cuaca buruk begini nekat mendaki gunung, kutuknya dalam hati. Di dekapnya kedua kaki mengusir dingin di atas bangku teras depan kosnya, cuaca hujan rintik-rintik.
Memang cuaca di bulan Desember membuat segalanya menjadi basah, termasuk beberapa pojakg celana jeans belelnya yang kemungkinan hanya di bulan Desember ini bertemu dengan yang namanya air, 2 pojakg CD pun ikut basah akibat dicucinya tadi pagi. Benar-benar hari yang menyiksa bagi Jaka, sudah dingin cuaca… tanpa CD pula. Sepojakg kain sarung yang lumayan kering cukuplah menghangatkan tubuh cekingnya sore itu.

Cerita Sex Terbaru Penuh Gairah

Tempat kost Jaka cukup strategis, walaupun bangunan peninggalan Belanda, tetapi letaknya terpisah dari perkampungan, karena dikelilingi oleh tembok tinggi. Ibarat memasuki sebuah benteng pada jaman dahulu, letak kamar kos-kosan disekeliling bangunan utama yang di jadikan sekolah negeri.

Suasana sekitar kos-kosan memang sedang sepi… penghuninya banyak yang pulang kampung, maklum liburan Desember. Sementara sebagian kamar dijadikan asrama sekolah yang juga kosong ditinggal penghuninya liburan, praktis Jaka merasa sebagai penjaga kosan, umpatnya dalam hati.
“Mas… jamu mas…” sapa tukang jamu gendongan membuyarkan lamunan Jaka. “Eh embak… ujan-ujan ngagetin orang lagi ngelamun aja” sewot Jaka. “Masnya ini lho… ujan-ujan kok ngelamun… tuh jemuran gak diangkat…” tanya mbak jamu sambil berjalan menghampiri beranda di mana Jaka duduk. “Emang sengaja mbak… sekalian kena air” jawab Jaka sekenanya. “Lho… kan sayang udah di cuci tapi kehujanan” kata mbak jamu keheranan. “belum kok, belum di cuci” elak Jaka. “Lha… kok aneh” protes mbak jamu, “sekalian dicuciin sama ujan” saut Jaka. “Dah laku jamunya mbak? tanya Jaka di sela-sela gerimis. “Yah belum banyak sih, makanya mbok dibeli mas jamunya” pinta mbak Jamu memelas. “Emang jualan jamu apa aja sih mbak” selidik Jaka sambil membemii sarungnya. “Ya macem-macem, ada galian singset, sari rapet, kunir asem, sehat lelaki, pokoknya banyak deh, dan semuanya hasil meracik sendiri lho mas” bangga mbak jamu sembari membersihkan air di sekitar kaki dan kainnya. “Kalo badan pegel-pegel, jamunya apa mbak?” tanya Jaka, “Ada tolak angin” seru mbak jamu. “Ah… kalo aku biasa di kerokin mbak, kalo minum jamu doang kurang marem” kata Jaka. “Mbaknya bisa ngerokin saya?” goda Jaka, “Emang situ mau saya kerokin” kerling mbak jamu malu-malu. Jaka hanya tersenyum saja. “Ngomong-ngomong… namanya siapa sih mbak” tanya Jaka. “Saya Mimie mas” jawabnya tersipu. Kalo di perhatikan… manis juga nih cewek… mana putih lagi kulitnya, gumam hati Jaka. “Kalo mas siapa namanya?” tanya Mimie membuyarkan lamunan Jaka. “Saya Jaka mbak” jawab Jaka gugup. Keduanya bersalaman, gila… alus juga nih cewek tangannya, bathin Jaka.

“Gimana mas Jaka, mau saya kerokin?” tantang Mimie memancing. “Bener bisa ngerokin nih?” tanya Jaka antusias. “Boleh” jawab Mimie senyum. “Tapi jangan di sini ya, bawa masuk aja sekalian bakulnya mbak” kata Jaka sambil bangkit berdiri menyilahkan Mimie masuk ke dalam kos-kosan. “Wah kos-kosannya bagus ya mas, ada ruang tamunya segala, ini kamar siapa aja mas kok ada tiga? selidik Mimie sembari meletakkan bakulnya di pojok dekat bufet. “Kamar temen, cuman mereka pada pulang kampung, tinggal saya sendiri jaga kos” jawab Ajak. “Kamar mas Jaka sebelah mana” tanya Mimie, “Itu mbak, paling pojok, paling gelap” kata Jaka. “Ih ngeri ah… gelap-gelapan” goda Mimie genit. “Gak pa pa kok… aku dah jinak” canda Jaka sembari mengajak Mimie menuju ke dalam kamarnya. “Kok sepi mas?” selidik Mimie sembari melihat ke kiri kanan. “Rumah sebelah juga pulang kampung sekeluarga, makanya sepi” jawab Jaka. “Kamar mandinya di mana mas, aku mau cuci kaki dulu” tanya Mimie. “Itu di depan kamarku jawab Jaka sembari membereskan tempat tidurnya yang berantakan.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Jaka merebahkan badannya telungkup di atas kasur tanpa dipan, sementara Mimie mengambil minyak gosok serta uang benggol untuk kerokan. “Mbak, jangan pake minyak ah… aku gak tahan bau dan panasnya” cegah Jaka. “Trus pake apa dong mas? tanya Mimie bingung. Jaka berdiri menuju meja rias, diambilnya sebotol Hand Body dan di berikannya kepada Mimie. “Pake ini aja mbak.. wangi lagi” senyum Jaka. Kemudian Mimie mengambil posisi duduk di sebelah Jaka, disingkapkannya kain batik yg dikenakannya sehingga tampaklah betis mulus Mimie. Wah mulus juga, mana banyak bulu halusnya nih tukang jamu sorak hati Jaka. Tangan yang menempel di punggung Jaka juga dirasa lembut dan halus oleh Jaka. “Umurnya berapa mbak” tanya Jaka memecah keheningan mereka berdua. “Dua enam bulan besok mas” jawab Mimie. “Beda dua tahun di atas dong dengan saya” kata Jaka sembari meringis kesakitan. “udah rumah tangga mbak?” kejar Jaka. “Pisahan mas, suami saya kabur gak tanggung jawab” kata Gmimie. “Lho kenapa?” sambung Jaka penasaran. “Kecantol janda sebelah kampung” ungkap Mimie cuek. ceritasexterbaru.org “Waduh… laki-laki bodoh tuh… sela Jaka sembarangan. “Emangnya kenapa mas?” penasaran Mimie. “Gimana gak bodoh, punya istri manis, putih dan sintal kayak gini kok di sia-siakan” rayu Jaka. “Ah… mas Jaka bisa aja” jawab Mimie masuk dalam perangkap Jaka, sembari mencubit pinggang lelaki itu. “Eh… geli ah mbak…” jerit Jaka sedikit mengelinjang. “Laki-laki kok gelian… ceweknya cantik tuh…” goda Mimie. “Nggak cuman cantik… tapi banyak juga mbak” sombong Jaka. “Huh… dasar… laki-laki…” cemberut Mimie. “Mbak… tadi jamunya apa aja?” tanya Jaka kemudian setelah adegan kerokan di punggungnya selesai. “Kalo buat kondisi mas Jaka sekarang… minum Sehat Lelaki” jawab Mimie, “Kasiatnya apa aja mbak?” kejar Jaka. “Selain ngilangin masuk angin, supaya badan gak lemes dan mudah loyo” jawab Mimie. “Mudah loyo…? maksudnya apa…? tanya Jaka kemudian. ceritasexterbaru.org “Ih masnya ini lho… kayak gak tau aja…” jawab Mimie malu-malu. Jaka memutar badannya, sekarang dia telentang menghadap Mimie yang masih duduk terpaku, “Sungguh… saya gak tau mbak” aku Jaka. Mimie memalingkan wajahnya, terlihat semu merah di pipi Mimie yang menambah manis rona wajahnya. “Itu lho… buat pasangan suami istri kalo mau melakukan hubungan…” jawab Mimie tersipu. “Hubungan…? hubungan apa…?” tanya Jaka dengan muka bloonnya. “Ahhh… mas Jaka ini lho… ya hubungan suami istri” jawab Mimie sembari mencubit lengan Jaka. “Bagi yang punya pasangan… kalo kayak aku gimana…? siapa pasanganku ya…?” kerling Jaka menantang Mimie. Mimie sendiri membuang mukanya, tetapi Jaka menangkap semu merah di wajah Mimie.

Mimie bangkit mengambil bakul yang tertinggal di ruang tamu, sekembalinya dia bertanya lagi kepada Jaka, “Jadi nggak… jamu Sehat Lelakinya mas?” tanyanya kepada Jaka. “Sini dulu dong…” jawab Jaka sembari tangannya mempersilahkan Mimie untuk duduk di sampingnya lagi. “Kalo aku jadi minum… terus bereaksi… buat membuktikannya gimana kalo jamu buatan mbak itu benar-benar berkhasiat” goda Jaka. “Ya sama pacarnya dong… maunya sama sapa?” pancing Mimie gantian. “Gimana kalo sama mbak aja… soalnya pacar yang mana juga bingung aku” tembak Jaka sekenanya. “Jangan ah… entar kedengeran sama tetangga lho” jawab Mimie tanpa nada penolakan. Kemudian Mimie mengambil botol dari bakul dan meracik ramuan Sehat Lelaki. Jaka bangkit dari tidurnya kemudian mendekati tempat Mimie duduk, dibelainya kepala gadis itu dengan lembut. “Jangan mas… genit ah… entar aku teriak lho” ancam Mimie jinak-jinak merpati. “Teriak aja… paling gak ada yang keluar… orang ujan-ujan begini… pada males orang keluar” tantang Ajak. Kemudian belaian Jaka turun ke pipi Mimie terus ke leher jenjangnya. “Masss… geli ahh.. entar tumpah nih gelasnya” ancam Mimie. “Kamu cantik lho mbak… kok bodoh sekali ya bekas suamimu itu” rayu Jaka, “Soalnya janda itu kaya mas… sementara aku kan cuma orang desa yang gak punya apa-apa” jawab Mimie sembari memberikan gelas berisi ramuan jamu kepada Jaka. “Nih… minum dulu ramuannya… ditanggung ces pleng…” jawab Mimie tanpa di sadari. “Hee… berarti mau dong ngebuktiin khasiatnya” tembak Jaka setelah meminum habis ramuan jamu tersebut. “Eh… ya nggak gitu… nyobanya gak sama aku” elak Mimie merasa di tembak Jaka. “Sekarang pijitin bagian depannya dong mbak, khan gak imbang kalo cuma belakangnya aja yang di garap” pinta Jaka. “Depannya minta di kerok sekalian mas?” tanya Mimie. “Nggak usah di kerok… pijitin aja” kata Jaka.
Pijitan Mimie di dada Jaka, kembali membuat pemberontakan adiknya di dalam sarung. Tangan kanan Jaka kembali meraba pipi halus Mimie, wanita itu terdiam. Kemudian Jaka menelusuri rabaan mulai turun ke leher Mimie, perlahan tapi pasti dibukanya kancing kebaya Mimie, Mimie menoleh ke samping, dadanya bergemuruh, dirasakan semua bulu kuduknya berdiri, sensasi ini telah lama ia rindukan, semenjak bercerai dengan suaminya setahun lalu, tidak ada tangan laki-laki lain yang menyentuh tubuh sintalnya. Jaka merasakan deru nafas Mimie yang mulai tidak teratur, dalam hati Jaka bersorak… kena lo sekarang…! Dirabanya bukit kembar satu persatu. Jaka tidak mau terburu-buru, diraba dengan bra yang masih terpasang. Rona wajah Mimie semakin nyata, “Masss… jaaangaannnn… mass… nanti dilihat orang” erang Mimie sembari memian gejolak dalam dirinya tanpa menepis tangan Jaka. Jaka tidak menjawab, perlahan di bukanya kebaya Mimie mulai dari pundak. Mimie mencoba untuk memian tangan Jaka, kemudian Jaka bangkit dari tidurannya, Mimie memiringkan wajahnya seolah takut berhadapan dengan wajah Jaka yang tinggal beberapa senti lagi darinya. Jaka meraih dagu wanita itu, perlahan dipalingkan wajah Mimie tepat dihadapannya, kemudian Jaka mendekatkan bibirnya mengecup bibir Mimie, Wanita itu menolak, tetapi hanya sesaat, kedua tangan Jaka memegang pundak wanita itu dan dilanjutkannya mengecup bibirnya, bergetar bibir wanita itu dirasa menambah nafsu Jaka, perlahan dibukanya bibir itu dan dikulumnya lidah wanita itu, terlihat Mimie mulai menikmatinya sambil memejamkan mata. Kedua tangan Jaka menurunkan kebaya yang dipakai Mimie, tanpa perlawanan lagi. Sembari mereka saling berpagutan, dicarinya pengait bra di punggung wanita itu dan berhasil dibukanya, perlahan diturunkannya tali di atas pundaknya ke samping dan turun ke bawah. Jaka terhenyak tanpa melepaskan pagutannya, bukit kembar wanita itu masih kencang, bulat dan mengacung putingnya menantang, kemudian dirabanya kedua bukit itu disertai erangan kecil Mimie. “Masss… aku takuuutt…” erang Mimie. “Sssstttt… enggak pa pa kok… nikmatin aja ya sayang” ujar Jaka menenangkan wanita itu.Cerita Sex Terbaru

Kemudian Jaka mengambil tangan kiri Mimie yang kemudian diletakkannya di atas sarung tepat di senjata Jaka. “Mass… gak pake celana dalam ya…?” tanya Gmimie sembari mengelusnya dari luar sarung. Jaka hanya tersenyum, kemudian diapun berusaha untuk melepaskan kain yang masih dikenakan Mimie. Setelah kain terlepas… Jaka tidak dapat memian gelinya, “Kamu juga gak pake daleman ya…? tanya Jaka dengan geli.

“Memang rata-rata tukang jamu itu tidak memakai celana dalam mas” jawab Gmimie ketus, giliran Jaka yang kaget dan melongo… Gila!!! Perlahan ditatapnya wajah Mimie, perlahan tapi pasti tangan Jaka merenguh bahu wanita itu dan perlahan-lahan merebahkannya ke lantai. Jaka mulai meraba kedua bukit kembar Mimie, sementara wanita itu memalingkan wajahnya menghindar tatapan Jaka, di pegangnya tangan Jaka tetapi tidak bermaksud untuk melarang. Jaka memang pandai memanjakan wanita, walau dirasa tubuh wanita itu sedikit berbau ramuan jamu, tidak mengurangi nafsu Jaka untuk kemudian menjilatinya. Dimulai dari leher jenjang wanita itu, kemudian perlahan turun pada dua bukit kembar, kembali lidah Jaka menyelusuri gundukan bukit itu satu persatu yang diakhiri dengan sedotan diujung putingnya.

Terdengar erangan wanita seperti kepedesan, kedua tangannya telah beralih kerambut gondrong Ajak dengan sedikit jambakan. Lidah Jaka meneruskan gerilyanya, turun ke arah pusar Mimie, terlihat Mimie demikian menikmatinya, kegiatan yang tidak permi dilakukan suaminya dahulu, karena suaminya hanya memaksa bila ingin dipenuhi kebutuhan sahwatnya tanpa Mimie merasakan nikmatnya berhubungan insan berlainan jenis.

Tangan Jaka kembali meremas bukit kembar Mimie, sementara jilatan Jaka telah mendekati sasaran di sarang kenikmatan Mimie. Luar biasa… bulu kemaluan Mimie demikian lebatnya, menambah sensasi tersendiri buat Jaka. “Eh… masss… mau ngapaiiinn…? selidik Mimie di atas sana.

Jaka tidak menjawab, tangan kanannya berusaha menyingkap bulu lebat Mimie untuk menemukan kenikmatan gadis itu. “Jangan masss… kotooorrr… achhh…” erang Mimie memian gejolak yang untuk pertama kali dirasakan sensasi itu. Jaka hanya melirik ke atas, dilihatnya mata wanita itu terpejam kenikmatan. “Masss… ediaaannn… uenakeee… ssshhh… aaahhh… emmmhhh masss…” jerit tertahan Mimie sembari menjambak rambut Jaka. Lidah Jaka menemukan klitoris Indah, dijilat, dipluntir dan sesekali dihisap lembut, sehingga tak lama membuat Mimie kelojotan.

“Masss… gak kuaaat… mauuu pipp pisss…” teriak Mimie sambil berusaha menyingkirkan kepala Jaka dari kemaluannya. Jaka menolak dan semakin kuat membenamkan wajahnya kedalam kemaluan Mimie. Tak lama kemudian Jaka merasa kalau kepalanya sedikit sakit akibat jepitan paha Mimie, tetapi di tahannya, karena Jaka tahu bahwa wanita ini mengalami orgasme yang teramat hebat dan dahsyatnya. “Achhh… emmmhhh… masss…sss…sss acchhh…” jerit tertahan Indah mengiringi orgasme yang baru sekali ini dialaminya, seolah copot semua persendian di tubuhnya. Sensasi apa ini, yang tak mampu dicapai oleh pikirannya, karena tidak permi di dapat dari mantan suaminya dulu. Mimie terkapar kelelahan,
Jaka memeluknya, dielusnya rambut dan pipi Mimie, sementara Mimie kehabisan nafas, seakan habis puluhan kilometer dia lari…

“Gimana rasanya mbak?” tanya Jaka beberapa saat kemudian setelah Mimie terlihat telah dapat mengatur nafasnya. “Masss… tadi itu rasanya seperti apa ya…? tanya Mimie kebingungan disela nafas yang masih tersengal. “Sssst… sudah tak usah diungkapkan… pokoknya dirasain aja ya…” jawab Jaka menenangkan Mimie. Beberapa saat kemudian Mimie telah normal kembali pernafasannya dan bangkit duduk di samping Jaka. “Kok mas gak jijik sih nyiumin pepekku” tanya Mimie yang membahasakan kemaluannya dengan pepek. Jaka tidak menjawab, malah dia bertanya pada Mimie “Mimie bener… belum permi merasakan seperti tadi ya?” “Bener mas, soalnya suami Mimie itu Peltu” jawab Mimie. “Peltu??? emangnya suami Mimie itu aparat?” goda Jaka. “Bukan… nempel metu…” jawab Mimie tersipu. “Ha… ha… ha…” tawa renyah Jaka. Mimie sudah tidak malu-malu lagi, perlahan tangan kanannya meraih senjata Jaka yang masih tegak berdiri, “Mas… punyanya kok panjang begini ya” tanya Mimie sembari mengelus senjata Jaka. Jaka tersenyum, diberinya ruang untuk Mimie dapat sepenuhnya menikmati senjata Jaka.

Kemudian perlahan dan agak ragu, Mimie mendekati senjata Jaka ke wajahnya, matanya melirik Jaka seakan meminta persetujuan Jaka, Jaka tersenyum dan mengangguk. Dengan tidak buru-buru, dimasukkannya kepala senjata Jaka ke dalam mulut Mimie, Jaka terpejam merasakan sensasi bibir Mimie sembari mengelus rambut wanita itu, luar biasa… katanya tidak mempunyai pengalaman,
tetapi dalam urusan sedot-menyedot… rupanya Mimie juga jagonya, bathin Jaka, mungkin ini yang dinamakan bakat alam, tanpa dipelajari sudah berjalan secara naluri.

Jaka masih bermain dengan pikirannya, sementara Mimie mengulum senjatanya. Sosok Mimie di mata Jaka seolah tidak bedanya dengan cewek-cewek kencannya, tetapi Mimie mempunyai nilai plus. Di samping Mimie hanya seorang tukang jamu, tetapi dalam merawat tubuh tidaklah kalah dengan cewek kuliahan, Kulit Mimie putih bersih dengan bulu-bulu halus di sekujut tubuhnya, ketiak yang tidak dicukur tetapi rapi memberi kesan tidak jorok, sementara bulu kemaluan yang lebat sampai ke belakang. Jaka terhenyak melihat Mimie terbangun dari kulumannya di senjata Jaka. “Kenapa mbak?” tanya Ajak, “Pegel mas mulutku, habis gede banget sih senjatanya” senyum Mimie malu-malu. “Oke, sekarang mbak tiduran, aku masukin ya senjataku ke pepek embak” kata Jaka. Tanpa perlu menjawab, Mimie merebahkan tubuhnya memasang posisi, kemudian Jaka mulai menusukkan senjatanya kedalam kenikmatan Mimie.

“Auuu… pelan-pelan ya masss… masukinnya… maklum dah lama gak di pake?” meringis Mimie merasakan moncong senjata Jaka memasuki lubang pepeknya. Setelah di rasa cukup masuk dan menyesuaikan di dalam lobang kenikmatan Mimie, mulailah Jaka memaju-mundurkan senjatanya.

“Ssshhh… enaaak masss… terusss… yang dalammm masss…”erang Mimie keenakan. Jaka mulai berkeringat, walau udara di kamar sebetulnya cukup dingin, mungkin karena jamu yang diminum tadi sudah bereaksi. “Gila nih lobangnya mbak… adikku kamu jepit pake apa sih mbak” kata Jaka disela aktifitasnya memaju mundurkan senjatanya, “Ah… mas Jaka ini lho.. sempet-sempetnya bercanda… enggak kok mas… barangku enggak ada alatnya… cuman bisa njepit aja” bangga Mimie. “Ini yang dinamakan orang ‘Empot Ayam’ ramuan Madura… khan ada jamunya juga mbak” kata Jaka. “Iya mas… aku rajin minum juga… cuman gak tau namanya apa… soalnya itu jamu warisan nenekku yang memang masih ada keturunan Madura…” jawab Mimie sembari merasakan sensasi kembali.

“Accchhh… masss… aku moo pippiisss lagiii… aahhh…” untuk kedua kalinya Mimie melenguh panjang, pertanda telah sampai orgasme nya yang kedua. Dijepitnya pinggang Jaka… dipeluknya dada Jaka, seolah mau melumat tubuh kurus Jaka, Jaka sedikit meringis merasakan jepitan kaki Mimie dan pelukan tangan Mimie di tubuhnya, tetapi Jaka mengerti akan kenikmatan Mimie, maka dibiarkannya wanita itu menjepit tubuhnya. Setelah beberapa saat Jaka memberi waktu untuk Mimie mengembalikan nafas liarnya, ia berinisiatif untuk merubah gaya, disuruhnya Mimie untuk nungging membelakanginya, Jaka melakukan dogy style. Inipun sensasi lain yang dirasakan Mimie, baru dengan Jaka ini ia merasakan indahnya persetubuhan.Cerita Sex Terbaru

Jaka pun merasakan sensasi lain dari jepitan lubang Mimie, dengan posisi ini, lubang kemaluan Mimie semakin dirasakan sempit, sedikit mengalami kesulitan bagi Jaka untuk memaju-mundurkan senjatanya, walau lubang Mimie sudah sedemikian basahnya akibat orgasme Mimie tadi. Tangan Jaka memegang pinggul Mimie, sedangkan Mimie memeluk bantal sembari mengerang kenikmatan, “tusuk yang dalammm… masss… ssshhh…. Akhirnya Jaka memacu semakin cepat dengan tujuan untuk mencapai puncak kenikmatan bersamaan, kali ini. “Masss… pippiiisss… lagi nihhh akuuu…” desak Mimie, “sabar sayang… mas juga mau keluar nihhh… ayuuukkk… aaahhh… Naaahhh” lenguh Jaka. demikian juga Mimie yang semakin liar memeluk serta menggigit sarung Ajak, “aaacchh… emmmhhh… enghhh… masss…”

Keduanya terkapar di kasur dengan deru nafas yang saling berlomba, Mimie memeluk Jaka, Jaka membelai rambut lurus Mimie. Mereka saling mendekap, berpagutan, disela deru nafas mereka berdua, hujan deras di luar. Tetapi di dalam kamar telah terjadi kehangatan yang dahsyat. “Mbak, gimana rasannya dengan gaya kayak barusan tadi?” tanya Jaka memulai pembicaraan. “Sungguh mas, baru kali ini saya merasakannya dan ternyata luar biasa, seperti pengen mengulang terus dan terus” jawab lugu Mimie. “ha… ha… ha… kayak iklan aja nih…” gelak Jaka. “Kalo mas Jaka udah berapa cewek yang mas Jaka puasin?” selidik Mimie sembari memainkan puting susu Jaka, “Hemm… berapa ya…” jawab Jaka seolah berpikir, “tau ah… saking banyaknya”. “dasar laki-laki buaya” geram Mimie sembari mencubit dada Jaka. “Trus… kebanyakan cewek-cewek itu juga puas mas…?” tanya Mimie sedikit cemburu, “seperti jawabanmu bila kamu di tanya sama orang, pasti jawabannya… Luar Biasaaa…” jawab Jaka geli sembari mencubit mesra hidung Mimie. “Mas Jaka gak punya cewek yang diseriusin ya?” kejar Mimie lagi, “mana ada yang bisa serius dengan aku… kebanyakan cewek yang deket sama aku juga paling-paling minta dipuasin nafsunya” elak Jaka. “Nakal ya mas Jaka ini…” gemes Mimie sembari mencubit senjata Jaka. “Ha… ha… ha… memang itu yang mereka inginkan.. kebanyakan mereka nggak kangen sama aku,,, tetapi kangen sama burungku… ha.. ha… ha… canda Jaka sambil terkekeh renyah. “tapi suatu saat nanti… pasti lah aku cari pendamping yang setia… mungkin seperti kamu mbak… selain manis, putih, pintar memijit dan piawai dibidang jepit-menjepit…” aku Jaka sembari memeluk dan mengelitik payudara Mimie. “Gombal…” jawab Mimie sembari berusaha melepaskan diri dari dekapan kelitikan Jaka yang sengaja menyenggol payudaranya.
“Mas… aku ke kamar mandi dulu ya, lengket rasa sekujur tubuh nih… pinjam handuknya boleh mas? tanya Mimie sembari bangkit menuju kamar mandi, “Tuh di depan kamar mandi… handukku warna merah” jawab Jaka. Memang diakui Jaka bahwa jamu ramuan mbak Mimie memang terbukti khasiatnya, Jaka merasa cairan yang dikeluarkannya begitu banyak dan kental, serta pegal-pegal di badannya seketika hilang tak dirasa. Entah membayangkan sensasi apa yang ada dalam tubuh Mimie, Jaka merasa senjatanya bangkit berdiri kembali, gila nih jamu… dah minta jatah lagi adik gua. Jaka bangkit dari tidurannya dihampirinya Mimie yang sedang berada di kamar mandi, “lho… kok gak ditutup pintunya mbak?” tanya Ajak geli dan melihat Mimie sedang jongkok mengguyur air di sekujur tubuh mulusnya. “Katanya gak ada orang… makanya gak aku tutup pintunya, lho… kok sudah mengacung lagi mas senjatanya?” goda Mimie sembari melihat kemaluan Jaka yang tegak berdiri. “Iya nih… tanggung jawab lho mbak… gara-gara jamunya nih… adikku minta jatah lagi” protes Jaka. “Aduh kacian… sini-sini mbak angetin…” bujuk Mimie sembari meraih kemaluan Jaka dan segera dikulumnya.

“Ahhh… sssttt… enak mbak” lenguh Jaka sembari mengelus rambut Mimie, slruuup… slruup… ck..ck..ck.. bunyi mulut Mimie terganjal kemaluan Jaka.
Setelah beberapa saat dirasa cukup oleh Jaka, dipegangnya pundak Mimie, dibimbingnya Mimie untuk berdiri, kemudian diputarnya tubuh Mimie membelakanginya, dengan tubuh basah Mimie, Jaka memeluk Mimie dari belakang. Dicumbunya leher wanita itu dan dijilatnya rambut kalong Mimie, sementara kedua tangannya menyusup dari bawah ketiak Mimie dan menuju kedua bukit kembar Mimie. Mimie merasa tersanjung, diangkatnya kedua tangannya dan dipegangnya kepala Jaka sembari melenguh kegelian “Masss… ennaaakk… ssshhh… geliii masss…” Puting susu Mimie mengencang, mengeras disela jemari Jaka. Dia memang lelaki hebat yang bisa memanjakan wanita kagum hati Mimie serasa melambung ke langit ke tujuh belas… “Mbak… coba membungkuk sedikit… pegangan di bibir bak mandi… kakinya direnggangkan sedikit ya sayang” pinta Jaka yang dituruti Mimie dengan sedikit bingung. Kemudian Jaka jongkok di belakang Mimie, kedua tangan Jaka meraba pantat Mimie dan membelahnya layaknya membelah durian tetapi perlahan dengan perasaan.

Kemudian Mimie menjerit kecil, setelah dirasa ada benda basah tetapi hangat menyentuh lubang duburnya, ditengoknya kebelakang, ternyata Jaka sedang bermain lidah di lubang duburnya. Mimie kaget, tetapi menikmati sensasi lain yang tak kalah luar biasanya, Mimie merasa geli yang tidak tertahan tetapi nikmat, dengan tidak sengaja Mimie menggoyang-goyangkan pantatnya ke kiri dan ke kanan karena kegelian. Ceplak… cepluk… bunyi lidah Jaka menjilati lubang dubur Mimie yang diselingi turun ke arah lubang kenikmatan Mimie yang sudah terlanjur banjir. Tanpa di sadari Jaka, tangan kanan Mimie berpindah ke selangkangannya sendiri, dipijitnya klitoris Mimie sendiri. “Masss… enaakk… masss… emmmhhh… ” erang Mimie sembari menggigit bibir. Kemudian Jaka bangkit berdiri, diciumnya bibir Mimie dari samping sembari berkata “Enak mbak… emmmhhh…”, “Enaakkk masss… jawab Mimie malas. Kemudian Jaka kembali ke belakang Mimie,

perlahan tapi pasti dimasukkannya kemaluan Jaka ke lobang kenikmatan Mimie. “Ssshhh… masss… yang dalaaamm yahhh…” rintih Mimie masih dengan posisi setengah terbungkuk. Plok… plok… plok… bunyi suara maju mundur Jaka memompa yang mengenai pantat Mimie membuat suasana menjadi semakin panas., sekarang dengan bercampurnya lend*r kenikmatan Mimie dan air dari bak mandi, dirasa Jaka tidak begitu sulit seperti tadi di kamar tidur.

Hujan di luar kosan masih deras… sehingga erangan Mimie tidak begitu terdengar, kalah dengan derasnya hujan yang turun di atas kamar mandi yg tertutup seng. Irama jatuhnya hujan di atas seng, teriakan nikmat Mimie semakin menambah irama Jaka dalam memacu tusukan senjatanya pada lubang kenikmatan Mimie, Mimie semakin liar bergoyang, ke kiri ke kanan, ke atas bawah, kadang membuat gerakan memutar seolah memeras kejantanan Jaka.

“Masss… Mimiehh nyampeee lagiii masss… ssshhh… aaahhh” lenguh Mimie mencapai klimaksnya. Jaka menarik erat pinggul Mimie, didorongkannya kemaluan Jaka ke dasar lubang Mimie semakin dalam sembari ditahan di dalamnya sembari dirasakan beberapa kedutan liang kenikmatan Mimie yang berkontrasi meluapkan gairah orgasmenya, benar-benar empot ayam nih cewek… sorak hati Jaka, Mimie KO keempat kalinya.
Dicabutnya batang kemaluan Jaka, dan sekarang posisi bergantian. Jaka duduk di tepi bak mandi, sementara Mimie jongkok di hadapan Jaka. Kemudian Mimie memasukkan kemaluan Jaka ke dalam mulutnya,

mengulumnya dan memaju-mundurkan batang kemaluan Jaka. Mimie marasa kondisi Jaka tak lama lagi mendekati klimaks, Mimie mau memberi service dengan tetap mengulum kemaluan Jaka serta membiarkan Jaka mengeluarkan orgasmenya didalam mulutnya, dan “achhh… ssstttt… mmmbaaakhh… aagghhh… aku keluaaarrr…” dengus Jaka mencapai puncak, sembari memegang kepala Mimie serta mengacak-acak rambutnya, senjata Jaka tetap di dalam mulut Mimie, hingga tetes mani terakhir dan langsung ditelannya. Sensasi luar biasa dirasakan Jaka sembari melihat bagaimana Mimie mengulum penisnya seperti seorang anak kecil mendapat sepojakg es krim kesukaannya. Setelah beberapa saat, di sela nafas yang muali teratur, Jaka bertanya kepada Mimie “Enak mbak…?”, “he-eh… asin tapi gurih mas…” senyum Mimie puas sembari membersihkan sisa sisa lend*r dengan lidahnya di sekitar batang kemaluan Jaka dan menelannya.

“Baru ini pula aku merasakan sperma laki-laki, ternyata gurih ya mas ya…” pengakuan Mimie sembari terus mengelus dan memijit batang kemaluan Jaka. Setelah selesai keduanya membasahkan tubuh masing, saling menggosok, meraba dan membersihkan cairan sabunnya.

Keluar dari kamar mandi, Mimie menuju meja rias di dalam kamar Jaka, sementara Jaka berjalan ke dapur guna memasak air untuk membuat teh manis hangat. Sesekali diliriknya Mimie dari dapur ke dalam kamar, Mimie duduk membelakangi Jaka sembari mengeringkan rambut dengan handuk tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh sintalnya. Melihat pemandangan itu, Jaka terpana dari tempatnya membuat teh, gila perfect banget tuh body batin hatinya, orang gak akan nyangka bahwa tukang jamu memiliki body yang aduhai, apalagi barangnya… bisa memijit pula… mungkin karena setiap hari berjalan dan membawa beban di punggung, yang tanpa disadari sudah merupakan olah raga sex… masih dalam pikiran Jaka melihat pemandangan Mimie dari belakang.Cerita Sex Terbaru

“Mbak… nih teh hangatnya… aku cuman bikin satu buat kita berdua ya… biar tambah mesra… bukannya pelit lho” canda Jaka sembari membawa teh hangat yang diletakkan di atas meja rias. Jaka meraih kursi dan duduk di sebelah meja rias yang sedang dipakai Mimie untuk mengeringkan rambut, dipandanginya Mimie dari sisinya duduk. “Ah… mas… kok ngeliatin Mimie terus sih… Mimie kan malu…” celoteh Mimie manja sembari mencubit pipi Jaka. Jaka hanya tersenyum dan mendekati bibir wanita itu serta mengecupnya dengan mesra. Ketika Mimie menyisir rambutnya, otomatis siku tangannya terangkat ke atas dan memperlihatkan ketiak Mimie yang ditumbuhi bulu tetapi tidak lebat sehingga tidak memberi kesan jorok. Jaka meraih ketiak Mimie, dielusnya bulu-bulunya, “gak permi dicukur ya mbak”. “Mana sempet mas… gak ada waktu ngurusin diri” bela Mimie.

Jaka kembali memperhatikan Mimie menyisir rambutnya, begitu pandangan Jaka ke bawah, dilihatnya payudara Indah bergoyang ke kiri kanan, menambah pemandangan menjadi panas kembali. “Mbak… adikku bangkit lagi nih…” bisik Jaka sembari memberi kode liwat tatapannya ke arah kemaluannya. “Ihhhh… tuh kan… baru percaya sama ramuan jamuku…” gemas Mimie sembari mencubit dan mengelus kemaluan Jaka. “Gimana kalo mau minta jatah lagi” harap Jaka, “Aduh… khan udah mandi mas, lagian aku capek banget nih sampe berasa copot semua tulangku mas” elak Mimie. Tetapi Mimie bangkit dan berjongkok di depan Jaka, “Ya deh… ini tanggung jawabku… aku kulum lagi aja ya mas… kasian klo gak bisa tersalur” jawab Mimie memberi solusi.

Jaka hanya tersenyum sembari melihat lagi Mimie mengulum kemaluannya, dielusnya rambut Mimie. Mimie memang cepat bisa, sedotannya membuat Jaka tidak dapat bertahan lama, dan memang ini yang dimaui Jaka, karena ia berpikir bila hanya dia yang bermain tidaklah terlalu nyaman. “Mbak… achhh…” jerit Jaka mengiringi orgasmenya kali ini yang seperti tadi langsung ditelan habis Mimie.

“Kok cepet keluarnya sekarang mas?” tanya Mimie tersenyum. “Sengaja, habis klo main sendiri gak enak lah rasanya, makanya aku kosentrasi supaya cepet keluar” bela Jaka. “He… he… he… khan masih ada besok lagi mas…” kata Mimie sembari membersihkan kemaluan Jaka dengan tisu yang berada di atas meja tersebut, sembari mencium mesra pipi Jaka.

Baca Juga Cerita Sex Lidah Yang Nakal

“Udah… tidur sini aja mbak, aku kelonin deh” rayu Jaka melihat Mimie mulai memakai bra kain dan kebayanya setelah dia membersihkan diri di kamar mandi sekali lagi. “Endak ah mas… gak enak sama teman kos saya” jawab Mimie mengelak ajakan Jaka. “Tapi besok… kalo saya kangen sama mas.. boleh ya saya main ke sini…” pinta Mimie memelas, “Oke aja… kalo pas saya ada di kosan, biasanya sih suka keluyuran” jawab Jaka seenaknya. “Sekarang saya tinggalin lagi jamunya ya mas, siapa tau ada yang butuh kehangatan mas Jaka lagi he… he… he…” canda Mimie setelah dia selesai memakai semua pakaiannya sembari mengangkat bakul berisi jamunya. “Berapa semuanya mbak…?” tanya Jaka sembari membuka dompet untuk membayarnya. “Sudah mas… saya kasih gratis… soalnya saya sudah dapat kepuasan yang selama ini gak saya dapetin” tolak Mimie halus, “Yang bener nih mbak… mosok dah disuruh ngerokin sama ngelonin… kok gak mau di kasih uang sih?” protes Jaka. “Alaaahh… saya tau kjakag Mahasiswa… paling juga recehan doang isinya… ha… becanda lho mas… serius kok mas… aku yang terima kasih… mas Jaka bisa mengerti perasaan wanita, salam aja ya mas buat temen kencan mas yang lain” goda Mimie sembari pamitan keluar kamar. “Eh… sebentar mbak!” seru Jaka setelah memakai kain sarungnya kembali, Mimie berhenti, kemudian Jaka mendekati Mimie memeluk wanita itu dan memberi kecupan lembut di bibir Mimie sembari menyelipkan sejumlah uang ke dalam bra Mimie dan berkata “Sekali ini jangan menolak ya mbak… saya bersalah jika tidak memberi ini mohon jangan anggap sebagai imbalan jasa… tetapi rasa sayang saya dan sebagai rasa terima kasih buat embak”. Mimie terpaku dan menatap Jaka, tak dinyananya bahwa lelaki ini selain ganteng, pemberi kepuasan dan baik hati terhadap wanita, ah… seandainya…. Mimie tidak mampu melanjutkan impiannya yang dianggap mustahil bagi dirinya, tak terasa menetes air mata harunya. Jaka mengusap air mata Mimie dan mengecup kening Mimie, “Sudah ya sayang… gak usah nangis… semoga besok kita bisa lebih panas lagi” goda Jaka menghibur Mimie. “Ma kasih ya mas” pamit Mimie meninggalkan kos-kosan Jaka.

Jaka terpaku melepas kepergian Mimie, hujan baru saja berhenti, waktu menunjukkan pukul sepuluh malam, gila dari jam lima sore tadi kita berdua main bathin Jaka. Tetapi Jaka merasa klo tubuhnya dalam kondisi puncak, dahsyat sekali ramuan mbak jamu tadi ya pikir Jaka, besok kalau bertemu, aku akan minta lagi ah, pikir Jaka sembari menutup pintu kos-kosan dan kembali ke kamarnya untuk tidur.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Ketagihan Sepong

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Saya mau menceritakan tentang pengalamanku beberapa waktu yang lalu. Saya adalah wanita yang memiliki hyperseksual yang dalam hal ini kecanduan akan kebiasaan nyepong (oral seks terhadap kemaluan pria). Sudah lama sekali saya waktu pertama kali menghisap kemaluan pria. Waktu itu umur saya 16 tahun. Dan setelah kejadian itu, saya sudah mendapatkan 2 kejantanan pria lagi untuk saya sepong. Saya benar-benar tidak puas dengan tidak terpenuhinya keinginan saya untuk menghisap kemaluan pria.
Masalahnya saya sering dipingit orang tua, apalagi ditambah dengan lingkungan sekolah saya yang merupakan sekolahan khusus wanita. jadi saya sering sakaw (menagih) kemaluan pria. Suatu malam, saya sudah benar-benar tidak tahan lagi. Buku dan VCD po*no pun tidak bisa memuaskan saya. Bahkan waktu saya melakukan masturbasi pun saya tetap merasa kurang puas.

Cerita Sex Terbaru Ketagihan Sepong

Saya yang usai masturbasi, membuka jendela kamar saya yang berada di lantai 2 rumah saya. Waktu itu jam setengah dua belas. Saya melihat jalanan di depan rumah sudah sepi sekali. Tiba-tiba ide gila saya mulai lagi. Saya dengan nekat, diam-diam keluar rumah sambil bertelanjang tanpa sepengetahuan siapa pun yang ada di rumah karena semua sudah pada tidur. Saya sampai nekat melompat pagar dengan harapan ada cowok atau pria yang melihat dan memperkosa saya. Apapun asal saya bisa nyepong kemaluannya.
Di komplek saya memang sepi sekali pada jam-jam segitu. Saya sedikit menyesal juga, kenapa saya tidak keluar agak lebih sore. Agak dingin juga malam itu atau mungkin juga karena saya tidak memakai selembar pakaian pun. Di ujung jalan, saya melihat masih ada Mas Agus, tukang nasi goreng langganan saya yang masih berjualan. Langsung saya sapa dia.

“Mas Agus, nasi gorengnya dong..” pinta saya.
“Lho, Mbak Lili..? Ngapain malam-malam begini masih di luar? Ngga pake baju lagi..” sahutnya sambil terheran-heran melihat saya yang tanpa sehelai benang pun di tubuh.
“Abis panas sih, Mas. Kok tumben masih jualan..?”

Mas Agus tidak menjawab. Tetapi saya tahu matanya tidak bisa lepas dari payudaraku yang putih polos ini.

“Ngeliatin apa mas..?” katanya.
“Ah nggak..” katanya gugup.

Lalu Mas Agus menyiapkan penggorengannya untuk memasak nasi goreng pesananku. Saya lihat ke arah celananya, saya tahu batang kemaluannya sudah berubah jadi bertambah besar dan tegang. Karena saya sudah tidak tahan lagi untuk segera menghisap kemaluannya, saya nekat juga. Saya jongkok sambil membuka ritsletingnya dan mengeluarkan batang kejantanannya dari dalam CD-nya. Tidak pakai basa-basi, saya masukkan alat vitalnya Mas Agus ke dalam mulut saya. Saya jilat-jilat sebentar lalu saya hisap dengan bibir. Saya yakin Mas Agus merasakan senang yang tiada tara, seperti mendapatkan rejeki nomplok. Tidak hanya itu, saya juga menjilati dua telor Mas Agus. Memang agak bau sih, tetapi saya benar-benar menikmati kejantanan Mas Agus yang sekarang dia mulai bersuara,

“Mmmh.. mmh.. uhh..”

Kira-kira 15 menit saya menikmati kemaluannya Mas Agus, tiba-tiba Mas Agus menyuruh saya untuk berdiri. Dia memelorotkan celana dan CD-nya sendiri sampai bawah dan menyuruh saya berbalik. Sekarang saya membelakangi Mas Agus. Mas Agus jongkok dan menjilati kemaluan saya. Saya langsung merasakan kenikmatan yang hebat sekali. Hanya sebentar dia melakukan itu. Selanjutnya dia berdiri lagi dan memasukkan batang kejantanannya ke liang senggama saya. Kami berdua melakukan senggama sambil berdiri. Saya melakukannya sambil pegangan di gerobak nasi gorengnya. Saya sudah benar-benar merasa keenakan.

“Uuuuuhhhh.. akkhh.. akkh.. akhh..” saya menjerit-jerit kegilaan, untung tidak ada yang mendengar.
“Mas, kalo udah mau keluar, bilang ya..” pinta saya.
“Udah mau keluar nih..” jawabnya.

Langsung saja saya melepaskan batang kejantanannya dari liang vagina saya dan jongkok di hadapan kemaluannya yang mengacung tegak. Tetapi setelah saya tunggu beberapa detik, ternyata air maninya tidak keluar-keluar. Terpaksa saya kocok dan hisap lagi batang kejantanannya, saya jilati, dan saya gigit-gigit kecil. Setelah itu tibalah saatnya saya menerima upah yang dari tadi saya sudah tunggu-tunggu, yaitu air maninya yang memang lezat.

“Cret.. cret.. cret..” semuanya saya minum seperti orang yang kehausan.

Langsung saja saya telan dan saya bersihkan kejantanannya dari air mani yang tersisa.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Bertepatan dengan itu, 2 laki-laki lewat di depan kami. Ternyata mereka adalah bapak-bapak yang tinggal di komplek ini yang sedang meronda.

“Lho, Mas Agus lagi ngapain..?” kata seorang bapak di situ.
“Ah ngga pak.. mm.. ini Mbak Lily..” jawab Mas Agus malu-malu.
“Ini Om, saya habis ‘gituan’ sama Mas Agus..” saya jawab begitu nekat dengan harapan 2 bapak ini juga mau memperkosa saya seperti yang telah saya lakukan dengan si penjuali nasi goreng.

Mereka keheranan setengah mati mendengar pengakuan saya itu.

“Adik ini tinggal dimana?” tanya salah satu dari mereka.
“Di sana, di blok F.” jawab saya.
“Ayo pulang sudah malam..!”

Dan saya pun diseret pulang. Saya takut setengah mati karena jika sampai saya dibawa pulang, pasti ketahuan sama orang tua dan saya bakal digantung hidup-hidup.

Di tengah jalan, saya beranikan diri berkata pada mereka, “Om, mau nyusu ngga..?”

“Jangan main-main kamu..”
“Ayolah Om.. saya tau kok, Om mau juga kan ngewe sama saya..?”

Mendengar itu, si Om langsung terangsang berat. Saya langsung mengambil kesempatan meraba-raba batang kejantanannya yang tegang.

“Ayo dong Om.. saya pengen banget lho..” saya bilang lagi untuk menegasakan maksud saya.Cerita Sex Terbaru

Bapak yang satunya lagi langsung setuju dan berkata, “Ya udah, kita bawa ke pos ronda aja Pak Karim..” dan Pak Karim pun setuju.

Setibanya di sana, ternyata masih ada 3 orang lagi yang menunggu di sana, termasuk Bang Parli, hansip di komplek saya. Saya kegirangan sekali, bayangkan saya akan mendapatkan 6 batang kejantanan dalam semalam. Gila.. beruntung sekali saya malam itu. Setelah kami berenam ngobrol-ngobrol sebentar tentang kejadian antara saya dan Mas Agus, saya langsung memberanikan diri menawarkan kesempatan emas ini ke mereka,

“Saya sebenernya pengen banget ngerasain barangnya bapak-bapak ini..”

Mereka langsung terlihat bernafsu dan terangsang mendengar perkataan saya, dan saya jeas mengetahuinya. Saya suruh mereka berlima melepas celana dan CD mereka sendiri dan duduk di bangku pos hansip itu. Mereka berbaris seperti menunggu dokter saja. Batang kemaluan mereka besar-besar juga. Saya langsung memulai dengan batang kejantanan yang paling kanan, yaitu senjata keperkasaannya Bang Parli. Saya hisap, saya gigit-gigit kecil, saya kocok di dalam mulut saya, dan saya jilati keseluruhan batangnya dan termasuk juga telurnya. Begitu juga pada batang keperkasaan yang kedua, ketiga, keempat, dan yang terakhir miliknya Pak Karim.Cerita Sex Terbaru

Setelah selesai, saya masih belum puas kalau belum meminum air mani mereka. Lalu saya duduki batang kejantananmya Bang Parli sampai masuk ke liang senggama saya. Saya kocok-kocok di dalam vagina saya. Sementara itu, Pak Karim dan satu bapak lainnya menjilati dan menghisap puting susu saya, sedangkan yang dua bapak lainnya menunggu giliran. 10 menit setelah itu, saya sudah setengah tidak sadar, siapa yang menggenjot lubang senggama saya, siapa saja yang menghisap buah dada saya, batang kejantanan siapa saja yang sedang saya sepong, seberapa keras jeritan saya dan berapa kali saya sudah keluar karena orgasme. Ada pula saatnya ketika satu senjata kejantanan masuk ke lubang vagina saya, sedangkan satu senjata lagi masuk ke lubang anus saya sambil saya menghisap 3 batang kemaluan secara bergantian. Pokoknya saya sudah tidak sadar lagi. Karena merasakan kenikmatan yang benar-benar tiada tara.

Untungnya mereka tidak mengeluarkan air maninya di dalam lubang kewanitaan saya, kalau tidak bisa hamil nanti saya.. berabe dong..! ceritasexterbaru.org Lagipula saya berniat meminum semua air mani mereka. Akhirnya saat yang saya tunggu-tunggu, yaitu saatnya saya berjongkok di depan mereka dan mereka mengelilingi wajah saya sambil mengocok-ngocokkan barang mereka masing-masing. Sesekali saya masih juga menghisap dan menyedot kelima batang kejantanan itu dengan lembut.

Akhirnya,

“Cret.. cret.. cret.. cret.. cret..” saya malam itu seperti mandi air mani. Saya merasa puas sekali.

Baca JUga Cerita Sex Om Dari Suamiku

Waktu pulang, saya diantarkan Bang Parli, si hansip. Ketika sudah sampai di depan rumah saya, sekali lagi Bang parli membuka ritsletingnya dan menyodokkan batang kejantanannya ke dalam lubang senggama saya. Saya melakukannya sambil nungging berpegangan ke pagar depan rumah saya. Selama 10 menit saya dan Bang parli melakukan senggama di depan pagar rumah saya. Air maninya sekarang terpaksa dikeluarkan di punggung saya.

Saya tidak menyesal karena air maninya kali ini tidak terlalu banyak. Saya melompat pagar lagi, dan masuk ke kamar diam-diam. Sampai di kamar sudah jam 3 lebih. Badan saya seluruhnya malam itu bau sperma. Saya langsung tidur tanpa mandi dahulu karena besoknya saya harus ke sekolah. Saya yakin mereka semua akan tutup mulut sebab takut dengan istri mereka masing-masing.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Ponakanku Pejantanku

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Bukan salahku kalau aku masih menggebu-gebu dalam berhubungan sex. Sayangnya suamiku sudah uzur, kami beda usia hampir 13 tahun, sehingga dia tidak lagi dapat memberi kepuasan padaku. Dan bukan salahku pula kemudian aku mencari pelampiasan pada pria-pria muda di luar, untuk memenuhi hasrat seks-ku yang kian menggebu di usia 32 ini.

Cerita Sex Terbaru Ponakanku Pejantanku

Dengan tinggi badan 170cm berat badan 58kg Bra 38C aku merasa sangat sexy dan sintal dengan buah dadaku yang membusung besar ke depan dengan pantat njedol ke belakang apalagi perut ramping dan pinggul besar membulat, menambahkan tubuhnya yang bongsor ini semakin bahenol dan montok. Tak hayal mata lelaki melotot melihat ku apa lagi aku doyan berseksi ria . aku termasuk eksibisionis ,,, seringkali memamerkan kemolekan tubuh ku pada siapa aj…

Aku masih butuh sodokan penis besar laki-laki. Seperti pada pagi hari Senin, saat bangun pagi jam 8 rumah sudah sepi. Suamiku dan Leni sudah pergi, dan tinggal Sudra yang ada di bawah. Aku masih belum bangkit dari tempat tidurku, masih malas-malasan untuk bangun. Tiba-tiba aku tersentak karena merasa darahku mengalir dengan cepat. Ini memang kebiasaanku saat bangun pagi, nafsu sex-ku muncul. Sebisanya kutahan-tahan, tapi selangkanganku sudah basah kuyup.
Aku pun segera melorotkan celana dalamku lalu bra didadaku sehingga buah dada montok besar mancung itu leluasa muntah keluar dan langsung aku menyusupkan dua jari tangan kananku ke lubang vaginaku. vaginaku yang merekah kemerahan ditumbuhi rambut kemaluan yang hitam sangat lebat mulai dari bawah pusar sampai pada vaginaku yang seret ini membentuk segitiga hitam agak keriting.

Aku mendesah pelan saat kedua jari itu masuk lubang kenikmatankku, terus kukeluar-masukkan dengan pelan tapi pasti. Aku masih asyik bermasturbasi, tanpa menyadari ada sesosok tubuh yang sedang memperhatikan kelakuanku dari pintu kamar yang terbuka lebar. Dan saat mukaku menghadap ke pintu aku terkejut melihat Sudra, anak dari kakak , sedang memperhatikanku bermasturbasi. Sudra adalah seorang pria selain suami ku di rumah ini …

Tapi anehnya aku tidak kelihatan marah sama sekali, tangan kanan masih terus memainkan kemaluanku, dan aku malah mendesah keras sambil mengeluarkan lidahku. Dan Sudra tampak tenang-tenang saja melihat kelakuanku. Aku jadi salah tingkah, tapi merasakan liang vagina yang makin basah saja, aku turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah Sudra.

Tubuh bongsorku yang sintal berjalan dengan buah dada menari-nari ke kanan ke kiri mengikuti langkahku, dengan sesekali kebelai bulu kemaluan vaginaku menambah rangsangan pada Sudra kemenakanku itu. Anak kakak sulungku itu masih tenang-tenang saja, padahal saat turun dari tempat tidur aku sudah melepas pakaian dan kini telanjang bulat. Aku yang sudah terbuai oleh nafsu seks tak mempedulikan statusku lagi sebagai tantenya.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Saat kami berhadapan tangan kanan langsung meraba selangkangan anak itu.Bercintalah dengan Tante, sudra! pintaku sambil mengelus-elus selangkangannya yang sudah tegang.sudra tersenyum,Tante tahu, sejak sudra tinggal disini 8 bulan lalu, sudra sudah sering membayangkan bagaimana nikmatnya kalo sudra bercinta dengan TanteAku terperangah mendengar omongannya.Dan sering kalo Tante tidur, sudra telanjangin bagian bawah Tante serta menjilatin kemaluan Tante.Aku tak percaya mendengar perkataan kopanakanku ini.Dan kini dengan senang hati sudra akan kerjai Tante sampai Tante puas!.

sudra langsung memegang daguku dan mencium bibirku dan melumatnya dengan penuh nafsu. Lidahnya menyelusuri rongga mulutku dengan ganas. Sementara kedua tangannya bergerilya ke mana-mana, tangan kiri meremas-remas payudaraku dengan lembut sementara tangan kanannya mengelus permukaan kemaluanku. Aku langsung pasrah diperlakukan sedemikian rupa, hanya sanggup mendesahdan menjerit kecil.

Puas berciuman, sudra melanjutkan sasarannya ke kedua payudaraku. Kedua puting susuku yang besar coklat kehitaman, dihisap anak itu dengan lembut. Kedua permukaan payudaraku dijilati sampaimengkilat, dan aku sedikit menjerit kecil saat putingku digigitnya pelan namun mesra. Aduh, tak henti-hentinya aku mendesah akibat perlakuan sudra. Ciuman sudra berlanjut ke perut, dan diapun berjongkok sementara aku tetap berdiri. Aku tahu apa yang akan sudra lakukan dan ini adalah bagian di mana aku sering orgasme. Yah, aku paling tak tahan kalau kemaluanku di oral seks.

sudra tersenyum sebentar ke arahku, sebelum mulutnya mencium permukaan lubang vaginaku yang rimbun tertutup bulu kemaluan yang sangat lebat. Lidahnya pun menari-nari di liang vagina, membuatku melonjak bagai tersetrum. Kedua tanganku terus memegangi kepalanya yang tenggelam di selangkanganku, saat lidahnya menjilati klitorisku dengan lembut. Dan benar saja, tak lama kemudian tubuhku mengejang dengan hebatnya dan desahanku semakin keras terdengar. sudra tak peduli, anak itu terus menjilati kemaluanku yang memuncratkan cairan-cairan kental saat aku berorgasme tadi.

Aku yang kelelahan langsung menuju tempat tidur dan tidur telentang. sudra tersenyum lagi. Dia kini melucuti pakaiannya sendiri dan siap untuk menyetubuhi Tantenya dengan penisnya yang telah tegang.Aaahhhh besar banget penismu, keras berotot panjang lagi, tante suka penis yang begini sahutku takjub keheranan dan gembira karena sebentar lagi vaginaku akan dikocok penis yang gede dan panjang, kira-kira ukurannya panjang 17 cm diameter 4 cm coba bayangin hebat kan.Cerita Sex Terbaru

sudra bersiap memasukkan penisnya ke lubang vaginaku, dan aku menahannya,Tunggu sayang, biar Tante kulum penismu itu sebentar. sudra menurut, di sodorkannya penis yang besar dan keras itu ke arah mulutku yang langsung mengulumnya dengan penuh semangat. Penis itu kini kumasukkan seluruhnya ke dalam mulutku sementara dia membelai rambutku dengan rasa sayang. Batangnya yang keras kujilati hingga mengkilap.

Sekarang kau boleh kocok dan genjot vagina Tante, dra.. kataku setelah puas mengulum penisnya.Diapun mengangguk, penisnya segera dibimbing menuju lubang vagina yang kemerahan merekah siap menerima tusukan penis besar nikmat itu. Vaginaku yang basah kuyup memudahkan penis sudra untuk masuk ke dalam dengan mulus.Ahh.. dra! aku mendesah saat penis sudra amblas dalam kemaluanku. sudra lalu langsung menggenjot tubuhnya dengan cepat, lalu berubah lambat tapi pasti. Diperlakukan begitu kepalaku berputar-putar saking nikmatnya. Apalagi sudra seringkali membiarkan kepala penisnya menggesek-gesek permukaan kemaluanku sehingga aku kegelian.

Baca jUga Cerita Sex Satu Malam

Berbagai macam posisi diperagakan oleh sudra, mulai dari gaya anjing sampai tradisional membuatku orgasme berkali-kali. Tapi dia belum juga ejakulasi membuatku penasaran dan bangga. Ini baru anak yang perkasa. Dan baru saat aku berada di atas tubuhnya, sudra mulai kewalahan. Goyangan pinggulku langsung memacunya untuk mencapai puncak kenikmatan. Dan saat sudra memeluk dengan erat, saat itu pula air mani membasahi kemaluanku dengan derasnya, membuatku kembali orgasme untuk yang kesekian kalinya.

Selangkanganku kini sudah banjir tidak karuan bercampur aduk antara mani sudra dengan cairanku sendiri. sudra masih memelukku dan mencium bibirku dengan lembut. Dan kami terus bermain cinta sampai siang dan baru berhenti saat Leni pulang dari sekolah. Sejak saat itu aku tak lagi stress karena sudah mendapat pelampiasan dari keponakanku. Setiap saat aku selalu dapat memuaskan nafsuku yang begitu besar. Dan tidak seorang pun mengetahui kecuali kami berdua.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Tetangga Kost Yang Seksi

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Kejadian pertama kali sekitar 3 tahun yang lalu waktu aku kost di suatu kota karena tugas dari kantor,
tetangga kost ku seorang gadis usia sekitar 22 tahun pertama ketemu biasa cuma salaman sambil menyebut
namanya ‘N’ dan waktu itu aku belum ada perasaan ku, maklum aku sudah punya keluarga dan anak.

Cerita Sex Terbaru Tetangga Kost Yang Seksi

Suatu hari dia datang ke tempat kost ku dan dia hanya ngobrol biasa cerita tentang pacarnya, keluarganya 

dan hobby nya, aku pun hanya menjadi pendengar yang baik sambil nonton TV bareng.

Entah bagaimana asal mula nya tiba tiba dia mendekatkan duduknya ke kursi TV ku aku pun tidak ada maksud
lain kecuali hanya mengelus punggung nya yg kebetulan waktu itu dia membelakangi ku tetapi tanpa ku duga
dia malah mengerang seperti terangsang ughh mass.., aku pun kaget sebagai laki laki yg sudah berkeluarga
aku pun mulai merasa nggak enak takut terjadi yang lebih jauh kasian dia kalau hanya menjadi teman
tidurku saja pada waktu aku di tempat kost.

Tetapi justru reaksi gadis itu sungguh di luar dugaan ku dia malah balik memeluk ku sambil berkata
“mas aku kesepian peluk aku Mas cium aku Mas aku kesepian”. Sebagai laki laki normal iman ku pun runtuh
ku peluk dia dan kuciumi dia yang sudah begitu nafsu, itu bisa kurasakan dari buah dadanya yang besar dan
mengeras.

Dan aku baru sadar setelah dia membuka seluruh baju luarnya dan celentang di atas karpet kamar kost ku
dengan hanya memakai CD merah & bra warna krem muda, tetapi aku menolak untuk berbuat yang lebih jauh
lagi ku katakan padanya bahwa aku sudah berkekuarga & mempunyai anak aku hanya menurunkan Bra nya dan
tampak didepan ku pemandangan yang sebelumya tidak kubayang kan sesosok tubuh sintal dengan buah dada
yang besar, lalu kuremas remas dengan lembut buah dadanya yang montok & putih besar benar membangkitkan
kejantanan ku.
Terus ku isap puting nya yang merah muda lagi masih kecil banget bergantian kiri dan kanan
“aduhh mass .. Terus mass isap lagi ..”
“berapa ukuranya ” kutanyakan sambul memegangi buah dadanya
“38 B ”
“wah pantesan gede banget” jawab ku
“mas nggak suka yah?”
“Inilah yang paling saya sukai” jawab ku sambil mengelus & meremas kedua susu nya
“yah udah terserah Mas mau di apain” jawabnya lagi pasrah.
Tapi malam itu tidak berlanjut sampai terlalu jauh karena sisi iman ku masih kuat dan dia ku suruh keluar
ngobrol sama ibu kostku di ruangan tamu.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Hari – hari berikutnya dia sering datang ke rumah kost ku dengan alasan minta di ajarin komputer
“mas ajarin komputer dong ”
“boleh” jawabku
“kamu sudah punya pacar yg serius belum sih?” iseng iseng tanya ku
“ada sih”
“emang kenapa Mas tanya gitu? ” dia balik bertanya
‘”nggak papa aku cuma tanya aja” jawab ku
“kamu pernah dicium sama pacar kamu dong?”
“pernah tapi nggak sering”
“terus diapain lagi?”
“cuma dicium aja ”
“emang Mas mau ngajarin yang lainya selain dicium yah mas?” jawab nya setengah menantang
Edan pikirku anak ini sudah bener pasrah pada ku
“kamu pernah berhunbungan badan sama pacarmu belom?” tanya ku lagi
“lho kok Mas tanya gitu kayak wartawan aja”
“lho sorry kalo Mas kelewatan nanyanya?”
“aku belum pernah berhubungan badan Mas kecuali ciuman itupun nggak sering”
“masa”
“sumpah Mas boleh coba ..”
Nah luh lebih edan lagi anak ini masa aku disuruh coba menyetubuhi nya
“jangan bercanda Lho.. ”
“sungguh lho Mas aku mau kalo Mas mau”
“jangan macam-macam Mas kan sudah tua sudah punya keluarga lagi ” jawab ku
“aku nggak nuntut apa apa lho mas, karena aku tau Mas udah punya anak istri aku hanya suka aja sama mas”
Oh ya perlu pembaca tau saat itu usia ku 40 tahun dan dia sekitar 22
Wah wah aku pikir inilah sebuah gambaran kehidupan & pergaulan kota metropolitan di mana batas antara dua
sisi yang berbeda sudah samar atau bahkan sudah hilang sama sekali.
Hari itu tidak terjadi yang lebih jauh paling hanya cium dan remas payudara saja setelah itu dia saya
suruh pulang, sebelum dia pulang dia membisikan lagi:
“Mas aku mau kalo Mas mau”
“Mau apaan ” kata ku setengah bercanda
“dasar ” katanya sambil meremas jari ku
Dua hari kemudian dia datang lagi ke rumah ku dia menanyakan tawaranya tempo hari:

“Gimana Mas mau nggak?”
“Ntar aku pikir pikir dulu?”
padahal dalam bathin ku telah terjadi peperangan antara mau dan tidak mau..
“Ah Mas banci sama saja kayak pacarku”
Nah lho sebagai laki laki normal aku merasa tertantang dengan kata kata banci tadi.
Entah setan mana yang merasuki pikiran ku aku jawab
“OK Kapan maunya?” balik ku tantang
“Nah gitu dong mas, jangan takut aku nuntut deh Mas aku tau diri kok”
“terus gimana kalo kamu hamil?”
“Kalo Mas mo keluar keluarinnya di luar aza yah?”
“kayak di film lho”
rupanya dia sering nonon film Blue
Dan aku pun janjian karena tidak mungkin aku melakukannya di kamar kost ku terlalu riskan walaupun ibu
kost sudah percaya banget pada ku.Cerita Sex Terbaru

Esok harinya aku dan dia janjian di suatu tempat, dan seterusnya kami booking di suatu hotel.
Dikamar no 19 Aku mulai memenuhi tantangan dia, rupanya birahinya sudah tidak tertahan lagi begitu kami
berada di kamar dan pintu sudah ku kunci dia langsung menubruk ku sambil melenguh
“Mass ..”
Kubuka t.shirt merah nya, lalu ku ciumi pangkal susu nya yang putih dan besar (ukuran 38 B) balas dia
memegangi penis ku dari balik resluiting celanaku yang sudah mulai bereaksi
“Mass .. aku senang sekalii lho bisa berduaan begini ”
Sembari membuka bra Guess nya yang berwarna merah menyala sehingga kelihatan kontras sama kulit susu nya
yang putih mulus lagi montok.
Ku jamah kedua susu nya yang besar dan ku ukur dengan telapak tangan ku ternyata kedua belah tangan ku
tidak sanggup menutupi susu nya yang besar itu.

Kuciumi puting nya yang merah muda lalu ku isap isap sampai dia mengeluarkan erangan nikmat
berkepanjangan:
“Mass ..Teruuss aduhh enak sekalii mass teruss ..
“lagi Mas satunya lagi.. oghh nikmat banget mass..”
Tanpa terasa dia pun sudah melorotkan jeans dan CD nya tanpa bantuan ku sama sekali.
“Mass.. pegangin yang bawah, dia tidak berani bilang memek atau vagina karena memang dia belum pernah
melakukan persetubuhan sebelumnya.
Saya Lihat disekitar Vagina nya baru di tumbuhi bulu – bulu halus pendek, lalu ku elus tetapi di bagian
lubang nya sudah mengeluarkan cairan hangat berupa lendir.
“Sementara mulutku meciumi tubuh nya yang putih mulus dari rambut, leher terutama susu nya yang betul
sangat menggairahkan ku terus ku remas dan ku ciumi sampai ke pusar dan selangkannya sehingga aroma
birahinya tercium jelas
“Masukin mass..”
“Bener Nggak nyesel nih kalo saya masukin?”
“Tidak mas” sambil menggeleng manja
Ku luruskan penisku ke lobang vagina nya yang sudah basah
“ohh .. mass ..”
Ku tekan terus
“Pelan pelan mass .. ouhh..”
terus kutekan penisku yang sudah sangat keras dan besar tetapi baru setengah masuk penisku dia menjerit
halus..
“aduhh mass sakiit pelan pelan yahh ..”
“jangan terlalu dalam yah mass.. ” desahnya lagi
aku tahan aku tidak berani memaksakan memasukan seluruh penisku takut terjadi apa2.
Terus ku tahan di posisi setengah masuk, terus kutarik lalu di tekan lagi lagi2 dia menjerit halus
kesakitan, terpaksa aku ahanya bisa memasukan setengah saja terus ku genjot turun naik, tetapi begitu
turun (masuk hanya sampai setengah saja) dia kelihatan menikmati sekali terus terus terus ..
“oh Mas terus Mas enak banget Mas terus Mas tapi jangan terlalu dlam yah Mas .. masih sakit”
Saya lihat dia benar2 baru melakukannya hari itu, kelihatan dari reaksinya lebih banyak aku yang agressip
sedang dia hanya menikmati saja, walaupun demikian dia betul menikmati sehingga suatu saat dia
mengeluarkan lenguhan panjang dn tanpa disadari pantatnay terangkat secara spontan dan bless masuklah
penisku semua:
“Ouhh mass sakiitt ..”
bukan main kaget nya buru2 ku cabut penis ku tapi dia menahanya
“terusin Mas sakit sedikit gapapa kok ntar juga ilang”
terus ku pompa vagina nya sambil ku remas dan ku isap payudaranya dan tidak lama kemudian tubuhnya
menggeliat geliat dan mengerang:
:”ouuhh mass aku aku.. keluaarr mass.. tekan mass..
ku tekan terus lalu ku tahan sampai dia lemas dan membuka matanya
“mas enak banget yah.. ”
padahal punya ku belum mau keluar terus kutahan didalam vagina nya yang sempit dan hangat sampai setengah
jam kemudiam ku pompa lagi lalu kukatakan di sela erangan nikmatnya bahwa aku mau keluar dia tidak peduli
lagi mani ku mau dikeluarkan di mana malah ketika mani ku sudah hampir muncrat malah dia memegangi
pinggang ku makin erat sehingga crot .. crot.. crot.. crot .. mani ku keluar dalam vaginanya diringi
erangan nikmat:
“oughh mass terus mass enaak sekalii ”
setelah mencapai klimaks dia baru sadar bahwa maniku di keluarkan di dalam
Terus ku tanya padanya
“N Kamu nggak nyesel yah?”
“tidak Mas ”

Baca Juga Cerita Seks Di Pinggir Pantai Parang Tritis

” N gimana kalo kamu hamil?”
“hah Iya yah Mas keluarin di dalam yah?”
” kan tadi kamu yang tahan ”
“Yah mudah2 an nggak hamil yah mas”
“walaupun saya hamil nggak nuntut Mas kok ” katanya
Tetapi setelah dua minggu kemudian dia bilang dia sedang datang bulan berarti dia tidak hamil, mungkin
sewaktu kami melakukan hubungan badan dia sedang tidak subur.
Hari itu kami melakukanya sampai 3 kali, padahal di rumah aku paling kuat cuma 2 kali sampai tulang
belulang ku serasa lemas begitupun dia yang baru pertama melakukan persetubuhan.
“mas selangkangan ku sakit ”
“yah itu karena kamu belum terbiasa bersetubuh” jawab ku
“lama-lama juga biasa ko “Cerita Sex Terbaru

Dan setelah kejadian itu dia terus datang ke tempat kost ku sekedar bercumbu tetapi tidak sampai
melakukan persetubuhan di tempat kost takut ketahuan.

Bila dia sedang tidak sibuk atau lagi senggang jadwal kuliah dan kerja nya dia selalu mengajak saya
mengulangi perbuatan kami di Hotel kamar no 19 dan sampai sekarang masih berlanjut padahal saya dengar
dia sudah mau nikah sama pacarnya yang dulu.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Cewek Hot

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Ini adalah Kisah sex nyata yang gw alami dan terjadi sekitar 3 tahun yang lalu. Saat gw stay di Balikpapan, Masih seputar media Facebook yang ternyata telah terbukti ampuh untuk menggaet cewe hanya dgn Speak2 Iblis alias SSI, tapi kali ini terasa konyol.

Cerita Sex Terbaru Cewek Hot
Dimulai saat gw searching cewek-cewek cakep dari friendlist temen gw, pada suatu hari gw nemukan penampakan 1 orang cewek yang cukup cantik sexy, postur tinggi, kulit putih,usianya 25 tahun, penampakan 92% mirip ARTIS Rina Diana yang main di film “perempuan-perempuan binal” dengan Tora Sudiro.
Setelah gw add dia sbg “Friend”, selang beberapa waktu dia approve. dan komunikasipun terjalin yang dimulai saat gw beberapa kali memuji fotonya dan dia pun menjawab koment gw. sehingga sampai pada suatu topik ttg pacar. komentnya begini “masak sih kamu tdk punya pacar”…..trus gw jawab iya nih susah mencari yang cocok, giliran kita udah setia eh dianya yang jalan sama cowo lain”..gitu gw bilang ke dia.

skip….skip dia juga bilang bahwa dia gak punya cowo, tapi yang deketin banyak. setelah 1 minggu komunikasi via FB dimana gw sempet bilang klau gw suka sm dia, walaupun gw tau aneh aja kok bilang suka lewat FB pastinya dia gak menyatakan nerima atau nolak, jadi gw anggap aja iseng-iseng berhadiah. krena dia mau ketemuan dulu. akhirnya kita tukeran no HP dan juga invite BBM serta kami pun sering pake video Call dimalam hari.

setelah selama 1 minggu berkomunikasi by phone ,akhirnya gw berhasil yakinkan dia utk mau nemuin gw di balikpapan, WOW….gw gituloh…

selama ini dimana2 kita biasanya ngejar cewe dan ngedatengin tu cewe, tpi kali ini dia yang datengin gw. perlu utk diketahui, sebelum kedatengan dia ke balikpapan, gw bisa membuat dia mengubah statusnya di FB menjadi “In relationship with “ME”…..

utk kebalikpapan ongkos pesawat dia bayar sendiri tapi Hotelnya gw yang bookingin. setelah sampai airport gw jemput dia dan kamipun jalan2 dan sekalian utk negasin kami jadian.

setelah cape jalan2, kamipun sepakat utk nonton film di bioskop, pada saat milih film gw sengaja pilih film yang dikit penontonnya dan juga Film yang tidak menarik, soalnya tujuannya bukan nonton,

Dia pun sempat komplain minta film yang lain, gw bilang aja, ntar kita nonton lagi setelah ini. setelah beli snack di counter XXI, kami pun masuk.

didalam bioskop gw gak nonton film sama sekali, gw cuma liatin dia aja trus mulai dari awal film, dan dia pun lama2 risih gw pelototin terus, and dia tanya

“kenapa gak nonton sih ??”, trus gw jawab
“mendingan nonton kamu aja sayang…”. dalam posisi itu gw pengen banget mau cium dia, tapi beberapa kali dia nolak, katanya kok terlalu cepat…soalnya itu first time kami ketemuan krena selama ini komunikasi via BBM dll.

dengan jawaban dia yang seperti itu gw langsung pasang mood kesel dan jadi fokus nonton aja walaupun gw gak suka sama tu film.

Melihat gw dalam posisi cuek gitu, dia jadi serba salah, dan berusaha mencairkan suasana.
lalu dia pun makan potongan snack dimasukkan ke mulutnya, lalu dia megang bahu gw dan ngajakin gw makan potongan yang sama dari mulutnya. lalu gw pun mengiyakan sambil masang gaya cuek dikit, dan saat posisi snack itu udah pendek, mendekati mulut, gw langsung pepetin akhirnya bibir gw bisa melumat lembut bibirnya walaupun masih bercampun makanan. setelah itu dilanjutkan dengan potongan snack ke dua, dan akhirnya gw

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

melumat bibirnya. kami pun berciuman beberapa saat, setelah itu dilanjutkan dgn “french Kiss”.
setelah berhasil french kiss yang pertama, selanjutnya gw gak pake media snack lagi utk mencairkan suasana, gw langsung cium aja terus menerus dan dia pun meresponse ciuman gw, sambil sesekali dia ketawa dan dia bilang “kita kok jadi gak nonton ya sayang”…..trus gw jawab “iya nih, kapan lagi kita begini, kan jarang2 ketemu kayak gini.

setelah french kiss terus menerus, kamipun duduk sambil berpelukan, dan saat itu juga gw berusaha lebih giat lagi, sambil ciuman gw sengaja menggeser tangan gw deket dgn posisi tetek nya, dan sesekali gw pura2 ambi BB utk baca BBM, sehingga saat tangan gw tarik jadi sering bersenggolan dgn teteknya. entah dia sadar atau tidak dgn perilaku gw tadi, tapi gw liat dia tdk complain, akhirnya gw mencoba megang teteknya, ternyata ukurannya tidak memuaskan, karena size favorite gw itu 36B lebih kecil dari itu gak enak dan lebih besar dari itu juga gak enak.(menurut pendapat gw ).

dan setelah gw megang beberapa saat akhirnya dia complain, bahasanya sama

” apa ini tidak terlalu cepat ” ?? Trus gw jawab aja “tidak ada yg terlalu cepat atau lambat klau kita udah sama2 cinta, gw tuh sayaaang banget sama loe
“masak sih kamu bener2 sayang sama aku sampe segitunya ??” ( dia nanya gw),…ya namanya juga SSI bro, ya otomatis asal hantam aja,Cerita Sex Terbaru

trus gw bilang

“jadi wajar2 aja sayaang klau gw pengen kita lebih intim”, setelah itu suasana pun makin mencair dan gw bisa meremas2 teteknya sampai film berakhir.

setelah selesai nonton, makan2 dan jalan keliling Mall, gw anter dia pulang ke Hotel dan saat masuk kamar gw rebahan. dia pun masuk bergegas mau ganti baju, tapi tangannya gw tarik ke ranjang, kami pun ciuman sambil gw peluk dia rebahan. sesaat kemudian, dia bilang dak mau ML, rupanya dia bisa baca arah gw mau ngapain, tapi gw gak mau nyerah, SSI dilancarkan lagi, tapi tetep aja dia gak mau. ditengah keadaan yang bikin boring gitu, tiba2 BBM nya bunyi saat dia sdg ganti baju di toilet, ternyata itu dari cowo yang juga manggil dia

“sayaang”….., waduuuh bener2 naik pitam gw, rupanya ada cowo lain lagi nih ceritanya.

Melihat gw pegang BBnya tiba2 dia marah, dia bilang itu privasi,

“ya terang aja privasi, rupanya loe punya cowo lain ya”….(tegas gw sambil marah)

dia pun bela diri, dia bilang itu cowo yang suka sama dia, tpi dia gak suka.
Namun gw gak percaya , dan waktu gw pura2 marah besar lalu keluar kamar, gw bilang

” besok loe pulang aja sendiri, atau suruh aja jemput sama cowo itu”

Rupanya diluar dugaan doi ngejar gw ampe ke bawah, dia bilang

“kenapa hub kita jadi kayak gini ??”, gw tanya aja
“apa sih jaminan nya loe gak punya cowo lain ??”….dia ngajak gw bicara dikamar, akhirnya kamipun balik lagi ke kamar.

sebenarnya apapun penjelasan dia gw udah gak percaya apapun, feeling gw ini cewe punya cowo lain.
Tapi gw bersedia diajak bicara dikamar, krena gw pengen yg lain, mumpung emosi tu cewe lagi ON. cause cewe biasanya main emosi bukan pikiran (Teorinya gitu ).

Ternyata teori itu bisa dibenarkan, saat ngobrol dikamar, gw giring dia satu kesimpulan pembicaraan, apa bukti nya dia beneran sayang sama gw, apa jaminan nya ?? lalu dia pun nanya “kamu mau bukti apa sih”?? aku udah jauh2 kesini apa masih kurang ?

Gw bilang gw percaya secara kita pun menjalin hubungan Long Distance alias jarak jauh, akhirnya sampailah pada pertanyaan dari dia

” lalu kamu maunya apa ?? mau kayak gimana ?”…..

Trus gw bilang

“tadi gw ajak loe ML aja gak mau, ya jelas aja gw gak yakin sama loe”….apalagi skrg ada cowo BBMan kayak gitu.

akhirnya dia nanya

” klau aku mau apa kamu percaya sama aku” ?? aku bukan gak mau, tpi menurutku ini terlalu cepat.

Terserah deh, gw mau balik aja. TAPI dia narik tangan gw, dan dia langsung cium bibir gw. GOT YOU
kami pun berciuman beberapa saat dan kita pun hanyut dalam suasana itu. utk sejenak gw lupain aja dia punya cowo lain, gw bilang gw percaya sama dia, lalu ritual ML pun akhirnya berlangsung, diawali dengan French Kiss dan gw meluk dia erat sambil gw lepas pakaian nya satu persatu, ternyata sesuai dgn dugaan gw ini cewe dah pengalaman , gak canggung sama sekali,Cerita Sex Terbaru

setelah saling melepas pakaian, gw rebahin dia di tempat tidur dan kami pun bercumbu sesaat, dilanjutkan dgn fore play diawali dgn posisi 69, setelah beberapa saat kami pun sepakat utk mulai ML, diawali dgn posisi MOT, gw masukin punya gw pelan2 sampe masuk semua kebenam dalam Mekinya, setelah bberapa kali dorongan gw merasa responsenya binal juga broo…., ternyata cewe ini saat ML sangat bergairah, doi termasuk libido tinggi, tapi malu2 aja klau belum ML.

dari posisi MOT dilanjutkan dgn WOT, sebenarnya gw hampir kewalahan juga, soalnya doi permainannya Hot banget, gw gak ada persiapan krena ini memang ML spontanitas, sebenarnya kondisi ini yg gw suka, krena dgn begitu semua berlangsung apa adanya, tanpa persiapan otomatis tanpa kondom dll.
setelah bergumul beberapa saat kami pun ganti posisi DS dan saat gw gempur dgn RPM Tinggi, gw udah gak tahan lagi akhirnya gw keluarin dah semuanya di dalem saat posisi DS gitu. lalu punya gw pun diemut sambil dikocok lagi utk keluarin sisanya.

setelah ritual ML selesai, kami pun mandi bareng, namun berhubung dalam bathub, punya gw gak bisa konak maksimum, sehingga sehabis mandi saat dia lagi keringkan air dibadannya dgn handuk, gw ngajak dia ML lagi, dia pun ketawa sambil bilang

” ntar kita mandi lagi donk sayaaang”,

gw bilang gak apa2 lah sayang, setelah ini kita jalan2 sambil cari makan malam. lalu kami pun ML dikamar mandi sambil mencoba berbagai gaya dan posisi termasuk posisi berdiri, pokonya BF minded deh…..

selesai ML di kamar mandi kami pun jalan2 ke Mall terdekat utk cari makan malam, berhubung gw masih mupeng, gw ngajak dia cepet2 balik ke hotel, dan dia pun meng iyakan sambil ngeledek

“Penganten baru kalah sama kita sayaaang”……

Malam itu kami pun ML sampe 3 kali dilanjutkan lagi keesokan harinya, berturut2 selama 2 hari. hari ke 3 doi pulang kembali ke Jawa, gw anter doi ke airport, dan gw janji bakal nyusul ke jawa segera minggu depan, soalnya ada urusan kerjaan juga.

setelah 2 hari berselang, doi gak bisa dihubungi, dia gak mau angkat telp dari gw, setelah gw selidikin dari temen2nya, akhirnya terungkap sejak dia balik dari tempat gw , cowo yang sering kirim BBM an sama dia itu makin getol berusaha utk dapatkan kembali hati tu cewe, seperti yg gw duga cowok itu memang cowoknya. namun krena mayoritas keluarganya gak setuju, dia mencoba mencari cowok lain utk alternatif.
sampai 3 hari kemudian doi tiba2 sms gw dan bilang klau dia punya 1 rahasia bahwa dia adalah janda dan udah punya anak 1,

Ane kaget banget, gak nyangka aja doi msih muda gitu ternyata udah punya buntutnya…..

Baca JUga Cerita Sex Doggie Style

setelah pengakuan itu dia tetap susah dihubungi, sampai akhirnya gw nangkap 1 bukti foto penampakan doi sama cowok itu di FB nya yang di TAG oleh cowok tsb, maka saat itu juga gw bikin ribut aja sekalian supaya gw bisa lepas sama dia, dan posisi gw tidak bersalah, tapi dia yg salah karena selingkuh. krena tidak tahan dgn konflik yg ada , akhirnya doi yang minta putus sama gw, katanya dia udah yakin mau jalanin hidupnya kedepan dgn cowoknya itu.

Tidak lama setelah itu gw denger dia putus dgn cowoknya dan sempet ngajak gw pacaran lagi enteh itu cuma guyonan atau serius, yang jelas gw abaikan aja, soalnya emang gak mungkin dilanjutkan, secara behavior nya jelek , trus janda punya anak lagi, klau doi janda kaya bangeet boleh juga kalee…., berhubung doi kerjaan nya gak jelas, gw ogah aja, soalnya setahu gw doi kerjaannya cuma shopping, kesalon dan jalan2….gaaak bangeet deh. kecuali klau buat having fun dan partner bobo doank.

Sorry klau ceritanya kurang menarik, soalnya ini kisah nyata gw tulis ngalir aja sambil flash back masa lalu.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Tukeran Pasangan

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Penat rasanya mengerjakan tugas yang begitu seabrek yang diberikan oleh para dosen di kampusku. Akhirnya liburan semester pun telah tiba. Tapi apa yang harus aku lakukan gerutuku. Main ke mall sudah biasa, apalagi di kotaku tak ada tempat wisata yang begitu menarik untuk dikunjungi.
Ketika aku melamun memikirkan soal liburan, pacarku menelepon.

Cerita Sex Terbaru Tukeran Pasangan

“Hallo sayang, yang si yuli ngajak liburan, katanya sih ke pantai Pangandaran, ikut yu”
aku yang saat itu sedang memang ingin liburan tanpa pikrr panjang mengiyakan ajakan teman pacarku ini. Oh ya pacarku ini bernama Mia. Mia mempunyai tubuh yang sintal agak gemuk. Ukuran dada yang gede apalagi kalau dia menggunakan kaos yang ketat. Uhhh itu dadanya membuat semua pria ingin menjamahnya. Pacaranku dengan mia bisa dikatakan normal. Ciuman, pegangan tangan dan yang paling jauh paling blow job. Singkat cerita tibalah hari H keberangkatan. Kami berkumpul di depan kampus. Yang datang duluan yaitu Yuli dan adiknya Yuni beserta pacar-pacarmya. Oh iya, Yuli dan Yuni ini adalah saudara kembar identik. Mereka sangat mirip sekali hingga akupun tidak bisa membedakan kedua orang ini. Kami pun datang terakhir.

“hai mi” sapa mereka
“hai, udah siap berangkat?” tanyaku

Kami pun berangkat ke pantai Pangandaran. Selama diperjalanan kami ngobrol segala hal. Mulai dari acara TV, olahraga, masalah kuliah dan yang paling tabu yaitu maslah sex.
“Eh kita nanti disana kamarnya sepasang- sepasang aja ya” kata Geri pacar Yuni.
“eeuummmmhhh boleh juga tuh” celetuk Mia sambil melirik kepadaku.

Aku hanya tersenyum kecil.

“Dan, emang lu gak keberatan kalau kita sepasang sekamar?” Epul nyeletuk.
“ ya gak lah kita kan cuma sekamar, cuma tidur aja pake ribet” jawabku dengan di iringi tawa oleh semua orang yang ada di mobil.

Ditengah perjalanan Yuli nampaknya mabok. Akhirnya kita putuskan untuk beristirahat dulu. Kita berhenti di rest area yang ada di Banjar. Para cewe ke kamar kecil mengantar Yuli. Ketika mereka ke toilet, Geri membisikan sesuatu yang membuatku terkejut.

“Dan tadi gue sama Epul udah setuju untuk tuker pasangan disana, gimana lu mau ikutan gak?”. Gue kaget dan hanya tersenyum kecil.
“kita liat aja nanti” jawabku.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Perjalanan pun kami lanjutkan kembali dengan keadaan Yuli yang sudah membaik. Selama sisa perjalanan aku jadi membayangkan tubuh ketiga cewe ini, untuk mia mungkin aku sudah pernah liat meskipun cuma sekilas waktu di rumahnya. Tapi untuk Yuli dan Yuni aku begitu penasaran. Tapi untuk ukuran susu mereka akau taksir hanya dibawah ukuran susu pacarku Mia. Mungkin hanya 34B. Tapi mereka mempunya wajah yang cukup cantik mengalahkan wajah pacarku.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam dari Bandung ke Pangandaran kamipun sampai di Pantai Pangandaran. Kami tidak langsung menuju penginapan tapi kami ke berhenti dulu di pantai Timur pangandaran. Kami pun berfoto disana. Kulihat Geri ataupun Epul tak henti-hentinya melirik kea rah susu mia. Kami pun melanjutkan perjalanan ke penginapan yang sudah Epul sewa sebelumnya. Kami pun sampai di penginapan. Penginapan kami ini berbentuk rumah dengan 3 kamar di dalamnya. “ Kak Dani tolong bawain tasku dong” pinta Yuni. “Yaelah ada pacar lu masih aja nyuruh pacar gue” singgah mia. Yuni pun hanya tersenyum sambil melirik ke arahku. Kami pun masuk ke kamar masing-masing. Aku dan mia, Geri dan Yuli serta Epul dan Yuni.Ketika kami mau masuk ke kamar masing-masing, Epul berteriak “Have fun all…..” disertai tawa dari kami.
Kami pun masuk ke kamar masing-masing dan mengunci kamar nya. Aku langsung merebahkan diri ke tempat tidur karena badanku sangat capek setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Dan mia langsung ke kamar mandi. Ketika dia keluar kamar mandi aku terkejut sekaligus terpukau. Mia hanya menggunakan tengtop tanpa BH dan hanya menggunakan handuk dibawahnya.

“Hayooo ngelamunin apa sayang” dia mengagetkanku.
“Kamu terangsang ya liat aku kaya gini hehehe” dia tertawa kecil.
“Ah biasa aja” tembalku. Lalu dia mencari tisu di tasnya dan ernyata tisu itu tertinggal di tasnya Yuni.
“ Yang tolong ambilin tisuku dong di Yuni” pintanya.Cerita Sex Terbaru

Akupun pergi ke kamar Yuni. Dan ketika kau pergi ke kamar Yuni, aku melewati kamar yang ditempati oleh Yuli dan Geri. Gilaa, aku mendengar suara desahan dari kamar mereka. Dan yang lebih kaget ketika aku sampe dikamar Yuni dan mengetuk pintu kamar, ternyata Yuni baru selesai mandi dan hanya memakai handuk yang dililit ke tubuhnya. Luihat tubuhnya begitu putih mulus dan susunya ternyata cukup besar,mungkin karena pake anduk kali ya.

“Eh kak Dani, ada apa kak?” dia menyapa.
“ Ini Yun, kata Mia tisunya tertinggal di tasnya Yuni”,
“oh iya kak sebentar saya ambilkan”, ketika dia megambil tisu di tasnya dia berjongkok, kuliat samar- samar mekinya.

Wow mekinya bersih tidak ada bulunya.

“Epul mana Yun, kok gak ada?”.
“Oh dia lagi keluar buat beli rokok” jawabnya.

Akupun kembali ke kamarl, dan ketika aku sampai dikamarku kulihat Mia sedang dibaju, akupun menyergapnya dari belakang dan langsung memegang susunya yang montok.

“uuuhhhhhh” lenguhnya, diapun berbalik dan langsung mencium bibirku.

Kami berciuman agak lama hingga akhirnya Yuli membuka kamarku dan mengagetkan kami yang sedang asyik berciuman sambil gerepe susu mia.

“ Mi, gue pinjem…..”. belum sempat dia melanjutkan omongannya dia terkejut “ uppss sory sory gue gak tau kalian lagi ciuman hehehe” dan diapun pergi ke luar sambil menutup pintu kamar kami.

Aku dan mia hanya tertawa. Akupun mandi dan setelah mandi kami pun langsung pergi jalan-jalan ke pantai barat Pangandaran. Ketika para cewe melihat-lihat baju, Epul dan Geri menghampiriku dan berkata lagi.

“ gimana Dan, mau gak nanti malam kita tukar pasangan?”,
“Oke, tapi mia masih perawan, gimana dengan Yuni dan Yuli? Aku gak mau kalau aku dapet yang gak perawan” kataku.
”Tenang aja, Yuni masih perawan belum gue apa-apain kok” singgah Epul.
“Kalau si Yuli pasti udah gak perwan ya, soanya gue tadi denger desahaan dikamar kalian berdua” tanyaku pada Geri. “Yaelah bro, geue tadi hnya BJ aja sama dia saling memuaskan kok, gak lebih” jawab Geri.
“Lagipula kita nanti malam main sama pasangan masing-masing dulu lalu kita tukar pasangan, so perawan pacar masing-masing hanya kita yang nikmati,gimana?” singgah Epul.
” Tapi mereka yakin mau gak? “ tanyaku apada mereka.
“Yuni sih awalnya ragu, tapi akhirnya setelah gue bujuk dia akhirnya mau, sekalian rasain gimana sex sama orang lain katanya” kata Epul.
“Kalau Yuli jangan ditanaya, rencana awal liburan kesini tuh emang dia mau ngelepas perawannya buat gue” kata Geri.

Akhirnya kita pun sepakat bahwa nanti malam akan pesta sek dengan bertukar pasangan. Singkat cerita kami sudah pulang ke penginapan. Aku ajak mia untuk ngobrol tenteng pesta tukar pasangan tersebut.

“Gila kamu ya. Masa kamu rela pacarmu diperawanin sama orang lain? Gak mau ah, aku mau melepas keperawananku hanya oleh kamu”,
“Bukan diperawani sayang. Yang mau merawani kamu ya aku, nanti uadah kita selesai ngewenya, kamu pindah ke Epul atau ke Geri dan Yuli atau Yuni pindah ke kamarku lalu ngewe denganku,gimana? Kan kata kamu, kamu ingin liat penis orang selain punyaku, yak kan??””
“Lalu Yuni dan Yuli gimana?” tanyanya
“ya kamu telepon aja mereka, mau atau nolak sama rencana ini?” jawabku

Lalu dia menelepon Yuli dan Yuni dan ternyata mereka menerimanya asalkan perawannnya buat pacar masing-masing.

“Yaudah deh aku ngalah” kata mia. Lalu dia menciumku dan mendorongku ke atas tempat tidur.

Aku berbaring di atas tempat tidur dan Mia membuka kancing kemejanya satu persatu sambil tatapan matanya yang liar dan penuh nafsu. Dia melemparkan kemejanya lalu dia membuka BH pink nya sambil dia menggodaku. Aku yang sudah konek banget membanting tubuhnya ke tempat tidur dan menyusu. Susu kanan dan kirinya aku jilati

“uh aahh sayang enak banget, nuka celanaku sayang uhh”, aku buka celana jeans nya dan kutarik CD nya yang berwarna hitam.Cerita Sex Terbaru

Kulihat memeknya yang sedikit berbulu dan merah merekah.

“Uhh yang memekmu sangat indah”. Aku angkat tangannya dan kujilat keteknya samapi benar-benar basah.

Lalu aku turun ke susunya yang gede.

“sayang enak banget, pegang memek ku sayang”. Aku pegang memeknya dan ternyata memeknya sudah sangat basah sekali.

Aku turun dan ku jilati memeknya sampai dia kelonjotan.

Ketika aku sedang asyik menjilat memek mia, samar-samar ku dengar orang berteriak

“aaahhhhh”. Ya itu suara Geri yang kamarnya ada disebelah kamarku.

Aku langsung membuka selangkangan mia dan ku arahkan ke memek mia. Aku liat Mia dia tersenyum sambil menganggukan kepalanya tanda setuju untuk melepaskan keperawanan nya.

“Pelan-pelan sayang”. Aku masukan kontolku pelan dan dia menringis kesakitan.
“Tahan memekmu sayang, nanti juga akan terasa enak”. Aku rasakan ada sesuatu yang menghalangi, itu selaput dara memek Mia.

Aku sodok sekuat tenaga dan

“aakkkhhh sayang sakit”. Mia meneteskan air mata, lalu aku kecup dan ku teruskan memaju mundurkan pingangku.

Lama kelamaan dia mendesah

“aahhh aaahhh uuuhhh aaahhh, enak sayang, kontolmu enak, terus sayang”,
“iya sayang memekmua juga enak” kataku.

15 Menit kemudian ke dengar dia mendesah agak keras

“ ahhh sayang teruuuuusssss sayang ewe aku terruuuus”, dia mengeluarkan kata-kata jorok.
“aaahhhh sayang aku keluaaarrr aahhhh” dia organsme.

Dia memejamkan matanya dengan nafas yang tidak teratur. Lelehan air maninya disertai darah perawan mengucur ke sprei ketika aku cabut kontolku dari memeknya.

“Gimana, enak sayang” candaku.
“Oh enn naak sayang”. Lalu kujilati memeknya yang penuh dengan air kenikmatan itu.

Ku angkat dia dan ku tunggingkan dia, aku mau doggy style.

“ Ayo sayang masukan lagi kontolmu, biarkan memeku member kepuasan” kata mia sambil nungging. Lalu aku masukan kontolku.
“AAhhhh sayangg ini jauh lebih enak dari yang tadi” kata mia. Lalu ku genjot kontolku ke memeknya Mia,” aaahhh aaahhh sayang kesinikan tanganmu” dia membawa tanganku dan menempelkannya di susunya yang gede.
“sayanmg enak, enak sekali sayang uh teruuss ewe aku teruuus.” Sekitar 20 menit aku merasakan aku akan keluar.
“Ahh sayang aku mau keluar, kelurain dimna yang”.
“Di dalam aja sayang muncratin di dalam saja, aku juga mau keluar”.
“Ahhaahhhhh sayanggggg”. Crot crot crot crot maniku keluar di dalam memeknya mia.

Kami pun rubuh dengan nafas yang sangat berat.

10 Menit kemudian Geri mengetuk pintu kamarku, sambil bugil aku buka pintu kamarku, dan ternyata diapun bugil. Oh my God ternyata diruang Tv, Epul lagi menjilati memek Yuli pacar Geri.

“ Bro lu sma Yuni duli ya, gue sama mia, mana mianya?”. Mia pun keluar dari kamar sambil bugil dan menghampiri Geri.

Geri langsung memeluk Mia dan sasaran pertamanya yaitu susu mia yang gede.Aku lalu menghampiri Yuni yang sudah menungguku di kamarnya. Yuni sedang diam sabil matanya sayu menatapku.Cerita Sex Terbaru

“mau ngewe sekarang sayang?” tanyanya.

Aku tidak menjawabnya dan ku angkat tubuh polosnya ke ruang TV. Aku baringkan dia di sopa dan ku perhatikan tubuhnya dai mulai rambut sampai kakinya. “aku sepong ya yang” uuuhhh dia menyergap kontolku dan memasukannya kemulutnya yang mungil.

“uuhhhh enah yun”. Tanggankua tak tinggal diam.

Aku mainkan susunya dan turun kearah memeknya. Ku berhentikan sepongannyan dan dia ku dudukan, aku regangkan kedua pahanya.

“ Ahhhhh enak pul terus genjot memek ku” teriak Yuli. Kulihat yuli sedang digenjot oleh epul sambil berdiri dan dipangku.
“Sayang cepet jilat memeku” kata Yuni.

Lalu aku jilat memeknya. Kulihat air maninya dan darah yang masih segar hasil dari tadi dia ngewe sama Epul.

“ooohhhh terus jilat sayang terusss” kepalaku di remas oleh Yuni. Aku tak tahan lagi. Kuarahkan kontolku ke arah memek Yuni.
“Wow kontolmu lebih gede dari kontol Epul, Dan”. Aku masukan kontolku ke memeknya Yuni dan ku genjot.

Sempit sekali rasanya memek Yuni, padahal dia suah tidak perawan.

“ooohhh oooh ohhh enak Dan kontolmu beda sama kontol Epul, oh terus sayang enak”. Ketika ku genjot Yuni, kulihat Mia sedang menyepong kontol Geri sambil melirik ke arahku dan mengedipkan mata.

Aku yang sedang ngewe sama Yuni tambah semangat karenanya.

“Oohh aaahh enak memekmu sayang”. Aku ganti posisi ngeweku.

Ku baringkan dia dan aku tidur disebalahnya. Ku angkat kaki kanan nya dan ku lilitkan ke kaki kananku. Dengan posisi ini aku bebas menggenjot memek Yuni sambil bisa menikmati susunya.

“sayang kamu perkasa banget, enaaakk teruss sayang” kata Yuni. Lalu aku jilati ketek Yuni dan tanganku memainkan payudaranya dengan kontolku menggenjot memeknya. 15 Menit kemudian kami meras akan keluar
“Yunnnn aku mau keluar aahh sayang”.
“Ia yang kita barengan, aku juga mau keluar aahhhh”,
“ aaahhhh ooohhhhh aaaaaahhhhhhhhh enaaaakkk”. Aku cabut kontolku dari memek Yuni dan ari mani kami meleleh.
“Oh terusss sayang benamkan kontolmu di memek ku” kata mia.

Kulihat mia sedang doggy stle dengan Geri.

“A hh sayang mememkmu mantep banget” kata Geri. Kulihat tangan Geri memainkan susu mia dengan kerasnya. Sejurus kemudian mereka berteriak bersamaan dan terjatuh ke lantai. Ku lihat ukuran kontol Geri hamper sama dengan ukuran kontolku. Ketika aku sedang menikmati organsmeku dengan Yuni, aku terkejut kontolku ada yang nyepong. Ya, itu adalah Yuli pacar geri yang tadi ngewe sama Epul. Ternyata epul juga sudah bangkit nafsunya dan menghampiri mia yang masih terengap-engap. Dia menelentangkan mia dan langsung mengenyot susu mia.

“Nanti dulu Pul, aku masih cape” kata Mia.
“Kamu istirahat dulu aja, aku mau nenen susumu, udah lama aku pengen nenen susumu” kata Epul.

Nafsuku jadi naik lagi, ku baringkan Yuli dan ku tindih sambil ku cium bibirnya. Aku lihat Geri sedang menjilati liat dubur Yuni.

“Gerrrriii enak sayang terus jilat duburku”. Kontolku sudah ngaceng banget.
“Dan, jilat susuku jangan di anggurin begini” kata Yuli sambil memegang susunya dan mengarahkan kearah mulutku.

Lalu aku nyusu di susunya Yuli.

“Ohhh enak dan teruss sedot susuku”. Tanganku dia bawa dan di arahkan ke memeknya.

Aku kobek-kobek memeknya dan dia tambah meracau.

“ya ya terus Dan enak bangett oohhh”. Aku berbaring dan Yuli mengerti maksudku yang ingin 69.

Kontolku berada di mulutnya dan memeknya berada di mulutku. Memeknya sudah sangat merah mungkin karena sudah 2 kontol yang masuk ke memeknya. Kulihat Epul dan Mia sedang ngewe dengan posisi women on top. Mata mia merem melek sambil tubuhnya kaya joki yang mengendarai kuda.

“aahhhh aaahhh uuhhh enak” lenguh mia. Kulihat Geri sedang berusaha memasukan kontolnya ke dubur Yuni.

Mia yang menghadap kearahku mengcungkan jempol kanan nya. Mungkin maksudnya enak. Kusudahi 69 ku dengan Yuli. Kontolku ku arahkan ke memek Yuli.

“Sayang, aku ingin nyoba kaya mia. Aku di atas ya” kata Yuli. Aku telentang dan yuli mengangkangiku dan memegang kontolku, dan Bleesssss

“aaaaaahhhhh” lenguh kami berdua. Yuli bergelonjotan précis kaya Mia tadi dengan Epul.
“Ohhh sayang memekmu enak bangettt ooh” racauku.Cerita Sex Terbaru

Yuli seperti kesetanan menggenjot tubuhnya ke atas ke bawah. Ku angkat tubuhku dank u kenyot susu Yuli serta ku tinggalkan noda cupang di susunya. 20 menit kemudian Yuli organsme

“ooohhh syaaaangggg” dia menggigit bahuku.

Lalu dia ambruk ke bawah. Kulihat Geri dan Yuni serta Epul dan Mia pun sudah organsme, tinggal aku yang belum. Ku hampiri mia.

“Sayang kamu kuat banget,belum keluar ya? Sini aku sepongin”. Mia menyepong kontolku, lalu Yuni menghampiri dan menjilat putting dadaku.
“enak gak kak Dani?” kata Yuni
“Enak bangeettt” jawabku.
“Gila lu Bro, kuat banget lu” singgah Geri.

10 menit Kemudian kurasakan air maniku akan keluar

“aahhhh aku mau keluar” tak disangka Yuli lati menghampiriku dan menungging.
“Sini masukin ke memek ku, kan kan Dani tadi belum keluar di memeku” aku lalu menancapkan kontolku ke memek Yuli dan tak lama kemudian aku keluar.

Kami ber enam tidur sambil bugil. Pagi paginya kami bangun dan kulihat Yuni dan Epul sedang ngewe lagi. Kubawa Yuli ke kamar.

Baca JUga Cerita Sex Suami Selipan

“ Ah kak Dani masih mau ngewe aku ya”.
“Iya, soalnya semalam aku belum puas ngewe kamu”. Setengah jam kemudian kami selesai ngewe dan kulihat Yuli tertidur pulas.
Aku pergi ke kamarku dan ternyata Geri sedang ngewe Mia di WC kamarku. Dan aku akhirnya tertidur di sopa. Jam 12 aku ke kamar dan mia kulihat sedang tidur dengan Geri. Ada perasaan marah tapi harus kuthan karena kita sama-sama enak. Geri bangun ketika aku selesai mandi. “Gimna bro semalam Yuli? Enak kan?” “Iya dia eman enak, gimana Mia?”

“Manteeppp brooo””
“Haloo semuaa,badanku serasa digiling setum, aku mandi dulu ya” dia pun mandi.

Sungguh ini pengalaman yang paling berharga dan meng enakan.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Impian Seorang Suami

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Saat itu, aku mengantarkan istriku di sebuah seminar dua hari di sebuah hotel berbintang dan aku menginap
di suatu penginapan di kota itu, untuk menghemat ongkos kamarnya cukup bagus dan kamar yang tersisa hanya
kamar double beds. Istriku ditunjuk sebagai wakil dosen di universitasnya dan rencananya seminar itu akan
siadakan dua hari dimana dimuali pukul 8 pagi sampai pukul 2 siang.

Cerita Sex Terbaru Impian Seorang Suami

IstrIku yang bahenol saat itu mengenakan blaser kuning berleher rendah sehingga kedua payudara montoknya
tampak dari balik blaser kuningnya dan tampak remang remang puting susu istriku di balik blasernya karena
saat itu istriku yang sudah berumur 40 tahun memakai BH tipis dan pantat bahenolnya begitu menggoda saat
berjalan dengan goyangannya karena istriku memakai rok span elastis hitam walaupun perutnya sudah tak
kecil lagi dan memakai sepatu bertumit tinggi.

Sering aku berpikiran buruk agar istriku menyeleweng dan aku dapat menemuinya dengan mengintip bagaimana
saat istriku “digarap” lelaki tua. Istriku memang pernah cerita kalau salah satu mahasiswanya di kelas
yang berada di luar kota pernah “mempermainkan” daerah sensitifnya di selangkangannya, sehingga istriku
tak berani berdiri lama-lama di kelas dan duduk di meja pengajar yang ditutup oleh taplak meja saja.

“Mas nanti nggak usah dijemput karena sudah disediakan angkutan oleh panitia. Mas, capai tidur saja,
kalau mau pijit saja, biar nanti malam tambah ‘greng’,tapi jangan dipijit cewek lho” kata istriku “Yah,
cari tukang pijit kakek kakek, sekalian mijit mijit anumu ?.” kataku berseloroh “Biar, selain memijit
juga menyuntik iniku,” kata istriku tertawa sambil menunjuk selangkangannya “Bener ?”kataku “Boleh kan,
mas? tanya istriku “Kau memang pingin to, dik?” tanyaku “Ya, aku pingin mas,” kata istriku vulgar
menatapku dengan tajam “Boleh, kan?” kata istriku merayu “Kalau kau suka dan senang ?” jawabku

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Sesampai di penginapan, aku minta resepsionis untuk mencarikan tukang pijit. Sampai aku makan siang,
barulah muncul tukang pijit itu, orangnya tua memakai ikat kepala dan membawa tas kulit kumal, berbaju
hitam, dan celana komprang selutut, dia menyuruhku memakai sarung.

“Siapa namanya, pak,” aku bertanya saat tukang pijit mulai memijitku. “Orang memanggil saya, Mbah Demo,
mas,” katanya Menurut ceritanya, dia ahli pijit urat dan bisa membuat lelaki tambah greng dan dia mampu
memperbesar kemaluan laki laki dan segudang cerita lainnya, bahkan ada cerita Mbah Demo yang membuatku
bergidik, yaitu kalau dia bisa membangkitkan gairah seorang wanita tanpa menyentuh. Dia bahkan pernah
membuat salah satu istri pejabat jauh- jauh datang dan menginap di rumahnya di desa untuk minta
dipuaskan.

Mbah Demo terus memijit dan akhirnya aku disuruh bersandar di tempat tidur dan menyuruh menyingkapkan
sarungku dan kurasakan kesakitan pada saat aku dipijit batang kemaluanku dan beberapa saat kemudian
kulihat batang kemaluanku membesar dan kudengar pintu dibuka, Mbah Demo cepat-cepat menutup sarungku,
kulihat istriku masuk. “Simpananmu, mas?”tanyanya berbisik saat melihat istriku. ceritasexterbaru.org “Istri saya,
mbah,”kataku “Ah, jangan bohong, perempuan ini bisa “dipakai”,”katanya. Belum sempat aku menjawab “Aku
juga bisa membuat mas tak berkutik,”katanya dan aku meringis kesakitan saat kurasakan perut kebawah
seperti mengejang dan aku tak dapat bergerak.

“Sudah pijatnya, mas,”kata istriku “Belum, jeng,” Mbah Demo yang menjawab. “Kenalkan ini istri saya, Mbah
Demo,”kataku. “Bener to, jeng?katanya. “Lho, iya mbah kan hotel ini nggak boleh bawa-bawa, memang apa
mbah melihat saya oang yang nggak bener” kata istriku sambil menjulurkan tangan kanannya untuk bersalaman
dengan Mbah Demo. “Saya istrinya,” istriku memperkenalkan diri mendekati Mbah Demo yang duduk di pinggir
ranjangku. “Saya, Mbah Demo,”katanya dan tangannya bersalaman dengan tangan istriku. “Heeh ?”kudengar
istriku mendesis lirih.

“Saya kira jeng wanita simpanan kang mas ini,”kata Mbah Demo. “Wah, kebetulan saya bawa surat nikah,
mbah,”kata istriku mengambil surat nikah dari tasnya dan menyodorkan setengah membungkuk dan kulihat mata
Mbah Demo langsung tertuju di blaser kuning istriku yang berleher rendah dan Mbah Demo menatap tajam
gundukan daging payudara istriku bagian atas.

“Jeng, pijet ya,” kata Mbah Demo “Saya, nggak biasa dipijat ?.”kata istriku terputus “Nggak Mbah Demo
nggak perlu megang?.”katanya sambil berdiri dan menuju ranjang satunya, aku tak dapat berbuat apa apa
saat istriku merebahkan dirinya di kasur empuk itu tanpa melepas sepatu tumit tingginya. Mbah Demo duduk
dipinggir ranjang pantatnya bersebelahan dengan pantat bahenol istriku yang rebahan. Kulihat Mbah Demo
membuka telapak tangannya dan hanya segenggam jaraknya dari tubuh istriku bergerak diatas tangan kanan
istriku, tangan kirinya dan kedua betis istriku.

“Gimana jeng, enak”tanya Mbah Demo “Waah, kok bisa ya nggak nyentuh rasanya seperti dipijit “kata istriku
“Enak kan jeng,” Mbah Demo bertanya lagi “Ya ?”kata istriku “Ya apanya?”tanya Mbah Demo “Enak
rasanya..”kata istriku “Jeng, Siapa namanya?”tanya Mbah Demo “Yati, mbah?”jawab istriku “Jeng Yati, tadi
enak, kan?tanya Mbah Demo lagi “Iya, mbah enak,” kata istriku “Kalau ini nggak enak Jeng Yati, tapi
nikmat..”kata Mbah Demo

Kulihat Mbah Demo mengembangkan telapak tangannya diatas kedua payudara istriku dan “Mbaaaah ?”istriku
mendesah saat Mbah Demo menutup telapak tangannya dan membuka lagi seolah Mbah Demo tengah meremas remas
payudara montok istriku. “Mbaaah jangaaan, mbaaah,” istriku mendesis dan kedua tangan istriku menekan
dibawah ketiaknya sehingga kedua payudara montoknya semakin menggelembung dari balik blaser nya. “ooh
mbbaaaaah Demoooo ?.”istriku merintih ketika tangan Mbah Demo semakin cepat membuka menutup meremas dari
jauh kedua payudara montok istriku yang masih terbalut blaser kuningnya. “Hhhheeeggghhhhhh ??”istriku
mendesah saat salah satu tangan Mbah Demo seolah memelintir puting susu istriku dan tampak jelas kedua
puting susu istriku tersembul dari balik blaser nya. “maaas mbaaaah Demooooo tolooong maaass heeqqhhhh
?..”rintih istriku dan tersentak saat tangan Mbah Demo sepertinya memelintir sambil menarik kedua puting
susu istriku.

Mbah Demo semakin lama semakin menguasai istriku dan rupanya istriku hanya bisa mendesis dan mendesah
oleh perlakuan Mbah Demo. “Ayo buka kancingnya,”perintah Mbah Demo Istriku yang mengerang “Ngaaaaak
mauuuu mbaaaah ?.engaaaaak ??.” istriku seperti ada yang menarik tubuhnya dan terduduk di ranjang
walaupun mulutnya menolak tapi kedua tangannya membuka satu kancing blaser kuningnya dan aku tertegun
saat istriku melepas kaitan BHnya di belakang dan menarik BHnya sendiri hingga tali talinya terputus.
“Ayo mbah haus,” kata Mbah Demo.Cerita Sex Terbaru

istriku membuka tiga kancing blaser nya dan dengan sendirinya kedua payudara montok istriku dimana kedua
puting susunya yang menegang tersembul keluar dari blaser kuningnya.

“Aku haus Jeng Yati, aku dari tadi capek mijit kangmasmu, tapi gak dikasih minum, aku pingin minum,”kata
Mbah Demo sambil seolah mengusap kedua payudara istriku yang langsung mengerang “mbaaah ??.. ngaaaaak
mauuuuuuu ?.”, tapi istriku memegang paayudara kanannya bagian bawah dan menyodorkan ke mulut Mbah Demo
dan Mbah Demo langsung mencaplok payudara kanan istriku yang disodorkan ke mulutnya. “Mbaaaaaah akuuuuu
kooook oooohhhh rasanyaaaa air susukuuuu mau keluaaaar ?.mbaaaaah ??.”dan bunyi “srep srep” kudengar
mulut Mbah Demo menyedot nyedot payudara kanan istriku yang mengeluarkan air susu. Mbah Demo menarik
tubuh istriku hingga turun dari ranjang dan istriku kini berdiri menyorongkan badannya di depan Mbah Demo
yang duduk di ranjang karena tangan kiri Mbah Demo memeluk punggung istriku sedangkan tangan kanan Mbah
Demo meremas remas payudara kiri istriku.

“Maaaas akuuu koook jadiiii beginiiiii??..”desis istriku “oooooh enaaak mbaaaaaah??.”rintih istriku dan
kedua tangan istriku memeluk kepala Mbah Demo yang mengenakan ikat kepala. Rupanya sedotan Mbah Demo pada
payudara kanan istriku begitu kuat dan cepat hingga beberapa menit saja air susu payudara kanan istriku
pun habis dan Mbah Demo langsung melahap payudara kiri istriku dan kembali suara “srep srep” terdengar
lagi saat Mbah Demo dengan ganasnya menyedot air susu payudara kiri istriku yang terus mengerang tak
karuan. Begitu ganasnya Mbah Demo menyedot air susu payudara kiri istriku, istriku pun menekan kepala
Mbah Demo ke dadanya hingga ikat kepala Mbah Demo terlepas dan kulihat kepala botak berambut jarang
itupun tampak, gilanya istriku memeluk kepala Mbah Demo. Tampak kedua mata istriku terpejam mendapat
perlakuan ganas Mbah Demo pada payudara kiri istriku dan Mbah Demo menghentikan sedotannya saat air susu
istriku habis.

“Nikmat kan Jeng Yati,”tanya Mbah Demo Istriku hanya diam dan menoleh padaku kemudian mendesis kembali
saat telapak tangan kanan Mbah Demo di depan selangkangan istriku. Ttangan kanan Mbah Demo seolah
menggosok selangkangan istriku sehingga istriku berjinjit karenanya. Rupanya Mbah Demo mempermainkan
istriku dan Mbah Demo membiarkan istriku terus berjinjit jinjit sementara selangkangan istriku terangkat
angkat ke atas sementara tangan kirinya meraih tas kulit kumalnya dan kudengar dari selangkangan istriku
berbunyi “cek cek cek” menandakan lendir vagina istriku sudah keluar.

“Mbaaaah sudaaaaah mbaaaaah ampuuuun jangaaan teruuuskannn hghghgh ?.”desis istriku dan tubuh istriku
limbung dan Mbah Demo memeluk istriku dan mendudukan istriku di samping kiri Mbah Demo. Kini istriku yang
sudah lunglai tengah duduk dipeluk tangan kiri Mbah Demo, kepala istriku bersandar dibahu kiri Mbah Demo,
kedua payudara montoknya keluar dari blaser kuningnya, sementara kedua kakinya yang bersepatu hak tinggi
terkangkang lebar, sehingga celana dalam sutera putihnya tampak. Tangan kanan Mbah Demo meraih bungkusan
putih itu dan aku begitu ngeri dan jijik melihat sesuatu entah apa namanya, sesuatu sebesar batang
kemaluan orang dewasa seperti ulat hijau mempunyai gurat gurat melingkar seperti sekrup dan mempunyai
seperti duri duri di sana sini.

Bungkusan di tangan kanan Mbah Demo didekatkan pada selangkangan istriku dan pluk benda itu melompat di
paha kiri istriku yang langsung menjerit tertahan “Apa mbaaah ?..”erang istriku dan Mbah Demo menyingkap
rok span hitam elastis istriku dan begitu melihat sesuatu yang merambat dipaha kirinya, istriku langsung
lunglai dipelukkan Mbah Demo. “Lihat Jeng Yati,”katanya sambil memaksa istriku melihat benda yang merayap
ke selangkangan nya. “Glek” kudengar istriku menelan ludah “Apaa ini yang merayaap mbaaaah jangaaan
?.mbaaaah ? ampuuun ? ” rintih istriku menghiba. Mbah Demo bukannya mengambil benda itu, tapi malah
menundukkan kepala istriku agar bisa melihat sedang apa benda yang semakin mendekati selangkangan istriku
dan Mbah Demo meyingkap celana dalam sutera istriku ke kanan sehingga bulu bulu kemaluan istriku yang
lebat terlihat.

Benda itu mendengus dan tampak olehku asap seluar dari liang berbibirnya menyembur bulu bulu kemluan
istriku yang langsung memejamkan kedua matanya dan mendesis “Mmmmpppppfffzzzzzz ??.” Tiba ?tiba benda itu
mematuk ke bagian atas kemaluan istriku dan “Itiiiilkuuuuuu mbaaaaaah ?..”meluncur kata kata istriku
seperti seorang pelacur saat lubang berbibir benda itu melahap kelentit istriku. “Mbaaah ? ooohh ?..
hgggghhhh ?. mmmmmppppffzzzz?,”istriku merintih rintih dan pantat bahenolnya berguncang tangan kirinya
meremas sprei dan tangan kanan istriku memeluk pinggang Mbah Demo kencang. Keringat istriku mengucur
deras nafasnya menderu deru menahan nafsu birahinyaCerita Sex Terbaru

Rupanya benda itu semakin ganas mengulum dan menyedot nyedot kelentit istriku sehingga tubuh istriku
benar benar bergetar hebat, tangan kiri istriku meremas sprei ranjangnya hingga “mmmmppppffzzzz akuuuuuuu
ngaaaaaak tahaaaaaan mbaaaaaah ?. akuuuuuu keluaaaaaar ??..”erang istriku dan pantat bahenol istriku
tersentak sentak dan kedua kakinya mengejang lurus terkangkang mencapai orgasme di sore hari itu.

Mbah Demo membiarkan istriku sampai nafasnya tenang dan kemudian menegakkan tubuh istriku yang lunglai
berdiri dan memeluk istriku dari belakang dimana kedua payudara istriku keluar dari blaser kuningnya dan
rok spannya tersingkap sampai diperutnya. Mbah Demo menuntun istriku ke ranjangku. Kulihat benda itu
membujur sepanjang bibir vagina istriku dan Mbah Demo memelorotkan celana dalam sutera istriku sampai di
lututnya. Aku hanya dapat menelan ludah saat benda itu mulai bergerak seperti gerakan mengempot bibir
vagina istriku yang langsung mendesis desis “hhhheggggghhhhh enaaaaak enaaaaak maaaas akuuu dikempoooot
?.ennnaaaaak hhhhhghghghghg ?.”Pantat bahenol istriku bergoyang ke kiri kenan dan ke atas merasakan
kenikmatan empotan benda itu pada bibir vaginanya. Tak lama kemudian desis istriku semakin keras dan
“itiiiilkuuuuuuu ?.eehehghghghgghhh eeeempiiiiikuuuu ?. maaaas akuuuu keluaaaar ??”kembali untuk kedua
kalinya pantat bahenol istriku tersentak sentak begitu kerasnya saat orgasme keduanya berlangsung.

Mbah Demo tetap memegang tubuh istriku yang lemas dengan tangan kirinya di perut istriku, sementara
tangan kanannya menarik paha kanan istriku hingga berdiri terkangkang. Kulihat benda ulat itu tetap
mengulum kelentit istriku dan tiba tiba ekor ulat itu mengacung ke atas dan tangan kanan Mbah Demo
langsung membuka lebar bibir vagina istriku yang basah dan ulat itupun melingkarkan bagian ekornya saat
Mbah Demo membuka lebar-lebar Akupun merinding aaat ekar ulat itu menempel di bibir vagina istriku yang
terbuka itu dan “Eeeeegggghhhhhh ?. `istriku mendesah saat ujung ekor ulat itu merambat menembus liang
vagina istriku. “Mbaaaaah jangaaaaaan eeehhhgggggghhhhh ?..”istriku mendesah keras saat ekor ulat itu
semakin dalam menusuk liang vagina istriku.

Secara refleks istriku membuka kedua kakinya dan tubuhya menyorongkan tubuhnya ke depan sehingga kedua
payudara montok istriku yang menggantung segera ditangkap oleh tangan kanan Mbah Demo dan meremas remas
payudara istriku, sedangkan tangan kirinya yang menopang tubuh istriku ikut ikutan meremas remas payudara
istriku. Tubuh istriku mengelinjang tak karuan menerima tiga sengatan birahi sekaligus, dimana kedua
payudaranya secara bergantian di remas remas tangan mbah Demo, sedangkan kelentitnya dikulum dan disedot
sedot mulut ulat itu dan liang vagina istriku dijejali tubuh ulat yang berbulu seperti duri dan bergurat
di tubuh ulat itu. Pantat istriku menungging nungging dan kedua tangan istriku ke belakang memegang
kencang pinggul Mbah Demo yang menggesek gesekkan selangkangannya ke pantat istriku. “Ngngnghhhhhh ?..
mbaaaaahhh ?..zzzzzzzz eeeeeccchhhhhhh ? enaaaaaaaak ?.. xxzzzz ? heeeh ? mmmmmpppffzzzzz ?..” istriku
mendesis desis tak karuan, sekali kali gerakan pinggulnya maju mundur dengan cepatnya.

“Akuuuuuuu nggaaaak heh heh keluuuaaaaaaaaaaaaar ?? ngngngngngng ?..”istriku mengerang saat orgasme
ketiganya dan tubuh istriku terhuyung ke depan dan tersungkur di lantai, sedangkan kedua kakinya menekuk
kedua lututnya menopang tubuhnya yang bersimba peluh di lantai, sehingga posisi istriku menungging.
Istriku benar-benar tak kuasa karena baru kali ini istriku orgasme lebih dari dua kali dan kulihat Mbah
Demo yang menopang tubuh istriku mengikuti arah tubuh istriku tersungkur di belakang tubuh istriku dan
melihat istriku menungging, Mbah Demo langsung membuka kedua bulatan pantat bahenol istriku sehingga anus
istriku terlihat. Mbah Demo semakin membuka pantat istriku dan anus istriku pun terbuka dan tanpa jijik
Mbah Demo menjilati anus istriku yang membuat tubuh istriku berkelejot dan tersentak, “Mbaaaah
jangaaaaaan anuuuusskuuuuu ?..heeeeghghgh ?..oooh .. oooh ? enaaaaak ?..zzzzzzccccchh ??.” istriku
mengerang erang tak karuan tubuhnya seolah menggigil dan pantat istriku seolah disengat oleh listrik
ribuan volt goyangannya menggetarkan pantat bahenolnya. “Uuuuuummmpppppffffzzzz ??”istriku melenguh saat
Mbah Demo menjulurkan lidahnya menembus masuk lubang anus istriku dan kepala Mbah Demo maju mundur
mengeluar masukkan lidahnya yang panjang ke dalam anus istriku.

Erangan istriku semakin kencang dan tubuh nya bergetar hebat menerima rangsangan di lubang anusnya,
kelentit dan liang vaginanya bersamaan, sehingga desisan istriku seolah seperti orang yang menangis
tersedu sedu merasakan nikmatnya rangsangan Mbah Demo dan ulat yang menyumpal liang vaginanya..
“Ngngngngccchhhhhhhheeehhhhhhhhh ???”istriku mengigit bibirnya matanya terpejam dan kedua tangannya
tergenggam erat dan “Wwwwwuuuuooooooooogggghhhhhh ??..’istriku mengerang dan pantat bahenolnya tersentak
sentak saat mencapai orgasmenya yang ke empat dan tubuh istriku tengkurap dan tersungkur di lantai. Hanya
pantat bahenol istriku yang sekali kali bergetar hebat dan tubunya tak kuasa bergerak dan nafas istriku
masih memburu, kedua matanya tertutup, mulutnya masih mendesis desis lemah menikmati kenikmatan baru
dimana ketiga serangan birahi di daerah paling sensitif istriku di serang dengan gencarnya.Cerita Sex Terbaru

Tiba tiba Mbah Demo memelorotkan celana pendek komprang hitamnya dan tersembullah batang kemaluannya yang
sudah menegang kaku sebesar lampu TL 40 watt dan mempunyai ujung seperti jamur besar itupun di pegang
oleh tangan kanannya dan menarik kedua pangkal paha depan istriku sehingga istriku menungging kembali dan
kedua tangannya kembali membuka kedua bulatan pantat bahenol istriku sehingga lubang anus istriku
menganga kembali dan Mbah Demo meludahi lubang anus istriku dan lidahnya menjulur lagi menerobos masuk ke
lubang anus istriku dan Mbah Demo terus meludahi dan mengeluar masukkan lidahnya hingga benar-benar penuh
ludah Mbah Demo.

Mbah Demo memegang batang kemaluannya kembali dan “Zzzzzzaaaaangaaaaaaan mbbbaaaaahhh aaammmpppfffuuunn
heeeeegghhhhhh ?”desis istriku lemah saat Mbah Demo dengan tenaganya yang masih greng itu menekan kepala
jamur penisnya ke lubang anus istriku. istriku mengerang dan mengernyitkan dahinya dan “Mmmmmpppfpff ??.”
pantat istriku bergetar lagi saat ulat itu mulai merangsang kelentit dan liang vagina istriku dan
“Heeeeeeccccccgggghhhh ??”istriku melenguh saat kepala jamur batang kemaluan Mbah Demo perlahan tapi
pasti melesak ke lubang anus istriku. “Amppuuuuuucccccchhhhhh ?.ampuuuuuun mbaaaaaah saaaakkkiiiii
eeeeeeeh ?.. “pantat istriku bergetar lagi, rupanya setiap Mbah Demo menekan penisnya ke lubang anus
istriku, ulat yang menyumpal di liang vagina istriku bergetar dan mulut ulat itu menyedot kelentit
istriku bersaamaan sehingga batang kemaluan Mbah Demo semakin lama semakin dalam di lubang anus istriku.
Begitu batang kemaluan Mbah Demo masuk seluruhnya di lubang anus istriku, Mbah Demo pun mulai menarik
kembali dan memasukkan kembali batang kemaluannya di dalam lubang anus istriku dan suara “slep slep slep”
semakin lama semakin cepat terdengar dan tubuh istriku kedepan ke belakang mengikuti genjotan pantat Mbah
Demo mengeluar masukkan batang kemaluannya di lubang dubur istriku.

“Mbbbbbaaaaah akuuuuuu ??.” rintih istriku “Akuuuu jugaaaa jeng Yatiiiiii ??.” erang Mbah Demo semakin
cepat menggenjot batang kemaluannya di lubang vagina istriku dan “Mbaaaaaah Demooooooooooo ??.”istriku
mengerang lirih dan Mbah Demo menghujam batang kemaluannya dalam dalam ke lubang anus istriku yang
mengalami orgasme ke lima dan tangan Mbah Demo menarik pangkal paha istriku hingga pantat Mbah Demo
menyodok nyodok pantat bahenol istriku karena air manimya muncrat di dalam anus istriku dan bunyi
“preeeet preeeet” seperti orang buang angin terdengar dari lubang anus istriku dan rupanya air mani Mbah
Demo keluar dari tekanan lubang anus istriku yang tersumpal oleh batang kemaluan Mbah Demo yang cukup
besar itu. Mereka kemudian menggelepar dan tersungkur bersamaan tubuh tua renta itu menindih tubuh sintal
istriku yang benar benar lunglai melayani lelaki tua itu.

Keduanya pun tertidur karena kelelahan.

Sekitar pukul tujuh malam, istriku terbangun dan langsung mandi keramas. Istriku mengenakan stelan blaser
dan rok span coklat muda malam itu dan kulihat istriku tanpa mengenakan BH dan celana dalamnya berhias
diantara dua ranjang berdiri di depan cermin. Mbah Demo tak lama kemudian bangun dan mandi. Begitu
istriku selesai berhias, Mbah Demo pun selesai mandinya tanpa menggunakan apapun sehingga batang
kemaluannya yang sebesar lampu TL 40 watt dan ujungnya yang seperti jamur besar itu sudah menegang kaku.
Mbah Demo mendekati istriku dari belakang dan memeluk tubuh istriku, tangan kirinya langsung meremas
payudara kiri istriku, sedang tangan kanan Mbah Demo langsung menelusuri perut istriku dan kemudian
menyingkap rok span istriku bagian depan dan menyusupkan tangan kanannya menggerayangi selangkangan
istriku. Tak lama kemudian bunyi kecepak “cek cek cek” di selangkangan istriku pun terdengar dan istriku
mulai mendesis desis “Heeeeh heeeh heeeeh mbaaaaah ???” Pantat bahenol istriku pun mulai menungging
nungging dan tangan kiri Mbah Demo membuka resleting rok span istriku dan menariknya ke atas, kedua kaki
istriku semakin terkangkang karena tangan kanan Mbah Demo semakin gencar mengocok dan mengelus bibir
vagina istriku yang semakin basah yang menimbulkan suara kecepak yang semakin keras di selangkangan nya.
Tangan kiri Mbah Demo mendorong tubuh istriku ke depan sehingga tubuhnya bertumpu di meja rias dan
punggung istriku sejajar dengan kepalanya yang mendekati cermin meja rias.

Mbah Demo kemudian memegang pangkal batang kemaluannya yang menegang kaku dan dari belakang mengarahkan
ujung batang kemaluannya yang seperti jamur ke liang vagina istriku dan rintihan istriku pun terdengar:
“Mbaaaaah jaaaanggggggg ?. uuuppppppffff besaaaar mbaaaaah oooooh maaas ?. akuuu disetubuhi mbaaah
Demoooo ?.ooooh maaass mekaaaar membesaaaaar hheghghghgh sesaaak liang kuuuu maaaaas ??.ooooh
menjuluuuuur ke dalam liaaangkuuu eeeeh eh eh eh akuuu ngaaaak kuaaaat maaaas akuuu keluaaaaaarrr
??..ngngngngngngngng ?..”istriku mengerang dengan hebatnya,pantat bahenolnya tersentak sentak sehingga
batang kemaluan Mbah Demo secara otomatis amblas seluruhnya ke dalam liang vagina istriku.
“Mmmmmppppfffffff kok membesssaaaaar ?.. oooooh ?.. semakiiin dalaaaaam maaaas ?..maaaas hheeeeghhh ?.
mekaaaaaar ?.. ffffff ?. akuuuu mmmmmmngngngngngngngng ??.”istriku kembali mencapai orgasmenya ke dua
malam itu atau ke tujuh sejak siang tadi disetubuhi Mbah Demo. Tubuh istriku limbung dan Mbah Demo
memeluk istriku yang sempoyongan karena lutut istriku tak kuat menahan berat tubuhnya sendiri karena
tenaga istriku terkuras melayani nafsu syahwat lelaki tua itu yang terus mengenjot menyetubuhi istriku
tanpa ampun.

Baca Juga Cerita Seks Di Pom Bensin

Tubuh istriku pun terjatuh di ranjangku dan posisi kakinya di kepalaku sehingga terlihat jelas batang
kemaluan Mbah Demo tengah menyumpal liang vagina istriku yang tertelungkup. “Mbaaaaah aku diboooooooor
???” rintih istriku dan kulihat Mbah Demo tanpa mengenjot pantatnya, batang kemaluannya terlihat dengan
jelas membesar mengecil dan rupanya memanjang memendek seperti mata bor melubangi kayu. “Mbaaaaaah
akuuuuu keluaaaaar lagiiiiiiii ??”rintih istriku mencapai orgasme yang ketiga malam itu dan batang
kemaluan Mbah Demo terus mengebor liang vagina istriku, dan istriku merintih berkali kali. Selanjutnya
istriku terus menerus mengerang dan orgasme ke 4 kalinya, Mbah Demo menyetubuhi istriku sampai pagi dan
entah berapa kali istriku mengalami orgasme, sehingga keesokkan paginya istriku sulit berjalan, kata
istriku bibir vaginanya membengkak, hingga dengan terpaksa istriku tak memakai celana dalamnya pada hari
ke dua seminar itu.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.