Istri Dan Sopir

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Aku adalah istri seorang pengusaha yang bisa di bilang cukup kaya. Anakku ada dua, kebetulan cowok semua dan usianya pun sudah menginjak dewasa. Mereka memilih bersekolah di luar negeri. Sedangkan suamiku seorang pengusaha yang cukup sibuk dengan usaha � usahanya.

Cerita Sex Terbaru Istri Dan Sopir
Alhasil tinggallah diriku dengan segala kesepian yang ada. Bila bangun pagi hari, aku selalu termenung. Karena suasana rumah yang cukup besar sehingga aktifitas yang dikerjakan pembantu pembantuku nyaris tak terdengar, apalagi di dalam kamarku yang cukup luas. Malam hari pun sama, setelah pembantuku beraktifitas mereka segera pergi tidur dalam waktu yang bisa dibilang masih sore. Hanya acara televisi yang selalu menemani, itupun sudah membuatku bosan. Karena semua acara sudah aku hafal dan semua menjadi tidak menarik lagi. Aku mencoba untuk mulai beraktifitas dengan tetangga, tapi menjadi percuma karena tetanggaku semua sibuk dengan urusan masing – masing. Karena stress di rumah, aku memutuskan untuk pergi ke tempat sahabatku Lena, di Jakarta. Hal itulah yang membuat aku berubah total dan drastis.
�Hai Len, udah tidur belon?�
�Belon, lagi nonton TV. Ada apa ? Koq tumben loe malem malem nelpon.�
�Gue lagi stress banget nih, sejak anak-anak pergi ke Singapore di rumah sepi banget. Mana Ruben gak pulang-pulang. Boleh gak gue nginep di rumahmu ?�
�Jelas bolehlah, loe kayak ama siapa aja. Kita khan udah kayak sodara.�
�Iya tapi gue khan takut ngeganggu elo en suami loe.� ( Lena anaknya dua satu cowok, satu lagi cewek. Yang cowok kuliah di Amerika, sedangkan yang cewek udah nikah trus ikut suaminya ke Aussie )
�It�s oke koq, William lagi pergi ke Amrik mungkin 2 � 3 minggu lagi baru pulang.�
�Ya udah kalo gitu, besok jemput gue di airport ya. Gue naek pesawat paling pagi.�
�Oke, ntar pagi gue suruh sopir standby di bandara.�
Itulah pembicaraan singkat dengan sahabatku malam sebelum keberangkatanku.

Ketika mobil berhenti tepat di depan pintu rumah, ku lihat Lena bergegas menghampiriku, lalu kami berpelukan sambil bercipika cipiki. �Wah wah makin cantik dan sexy aja nih� kata Lena sambil menatapku dari atas sampai ke bawah. Ah, biasa aja, loe sendiri juga oke , spa di mana ? Gue pengen di pijit nih biar relax. �Ah bisa aja deh, gue cuma luluran aja di rumah. Kalo cuma pijit sih, Iwan juga bisa. Yang ngelulur en mijitin aku khan si Iwan. Do�i jago lho, di jamin ketagihan deh. � Iwan .. ? Siapa Iwan ? �Sopir pribadi gue, yang tadi ngejemput loe. Sekarang loe ke kamar, ntar gue suruh si Iwan ke kamar loe� Tapi Len.., gue khan malu. Masak yang mijit cowok, masih muda lagi. �Udah loe tenang aja, ntar gue temenin deh biar loe nggak risih�

Sesampainya di kamar, aku berbaring sejenak membayangkan Iwan yang akan memijitku, menyentuh bagian-bagian tubuhku yang sudah lama tidak disentuh oleh suamiku. Orangnya masih muda kira-kira umur 25 tahun, tinggi sekitar 177 cm, berat sekitar 70 kg, berkulit sawo matang tapi bersih sehingga memberi kesan macho, dengan rambut berpotongan rapi, sopan dan ramah terlebih sorot matanya yang tajam dan rahang yang memberikan kesan gagah. Apabila dalam setelan safarinya, terlihat seperti seorang bodyguard. Sehingga aku merasakan ada suatu desiran aneh dalam diriku. Seperti adrenalin yang bergejolak, membuatku darahku bergejolak, dan aku pun terbuai dalam lamunanku sendiri.

Tok�tok�tok� suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku. �Siapa ?� Iwan, bu. Lalu akupun melangkah dan membuka pintu. Ku lihat Iwan sudah berganti pakaian, dari setelan safari berganti dengan celana jeans dan kaos ketat tipis warna putih yang semakin memperlihatkan otot-otot lengannya yang kekar, juga six pack perutnya terlihat menonjol. Aku sempet berpikir, koq kayak model iklan susu L-men, tadi kayak body guard. Hebat juga Lena nyari sopir pribadi, jangan-jangan dia sopir plusnya Lena, tapi segera ku tepis pikiranku. �Mari masuk, lho.. bu Lena mana ?� tadi sedang terima telpon, saya disuruh duluan, jawab Iwan dengan sopan. �Hm, ya udah kamu tunggu sebentar saya ganti dulu.� Iya bu, permisi�, jawabnya.Cerita Sex Terbaru

Lalu aku pun berjalan ke kamar mandi, setelah pintu ku tutup, ku buka pakaianku. Ku pandang tubuhku dari kaca besar yang terletak di atas wastafel. Ku putar ke kiri dan ke kanan, benar juga apa yang di katakan sahabatku tadi. Tubuhku, walaupun sudah beranak dua masih terlihat seperti iklan Tropicana Slim, memang agak montok sedikit membuat terlihat lebih sekal. Di usia yang hampir memasuki kepala empat, dengan tinggi 169 cm dan berat 53 kg, di tunjang dengan payudara 34 B, aku masih tidak kalah dengan anak-anak remaja sekarang. Maklumlah aku sering spa untuk mengurangi stress yang ku alami, tak heran jika kulitku pun putih mulus. Bahkan selulitku telah ku buang melalui operasi di Singapore setelah aku melahirkan anak yang kedua. Lalu kuperhatikan wajahku, meski ada sedikit keriput samar di daerah mata, tapi menurutku wajahku masih cukup cantik. Karena di kala aku pergi shopping atau sekedar jalan-jalan di mall, banyak lelaki termasuk remaja melirik ke arahku, bahkan ada di antara mereka bersuit ke arahku. Ku libatkan handuk di sekeliling tubuhku, lalu kurapikan rambutku, aku pun berjalan ke luar.

Ketika ku tutup pintu kamar mandi dari luar, Iwan bangkit berdiri dan menatapku. Ku lihat dia terpana melihatku yang hanya berbalut selembar handuk dengan rambut yang tergerai di bahu. �kenapa Wan ?� Eh, enggak bu. Ibu terlihat cantik sekali, mirip cerita bidadari yang di filem � filem. �Ah, kamu bisa aja Wan, pinter ngerayu. Udah berapa pacar yang kena ama rayuan kamu?� kataku sambil duduk di springbed. Enggak ada bu, saya gak punya pacar. Dulu waktu sma pernah punya pacar, tapi pas lulus langsung di nikahin sama bapaknya. Bapaknya gak mau anaknya pacaran sama orang miskin kayak saya. Ibu mau dipijit sekarang ? �Ehm, boleh deh� kataku sambil berbaring. Iwan pun melangkah ke kasur sambil membuka tutup body lotion. Permisi bu, lalu kurasakan tangan Iwan menyentuh telapak kakiku. Ada rasa geli dan nyaman ketika Iwan memijit telapak kakiku. Setelah beberapa menit, pijitan mulai naik ke betis dan setengah pahaku, karena separuh pahaku yang atas masih terlilit handuk. Hem, benar juga yg dibilang Lena, nyaman juga pijitannya. Tapi koq Lena gak nongol-nongol, sahabatku itu kadang kalo nelpon bisa ber jam-jam lamanya, paling cepat 1 � 2 jam. Ah terserahlah, aku udah gak peduli karena terhanyut dalam pijitan-pijitan Iwan, sehingga tanpa sadar akupun terlelap.

Entah sudah berapa menit, tiba-tiba aku merasa ada yang memanggilku. Bu..bu..Vina �ya, ada apa� jawabku dalam keadaan setengah sadar. Maaf, saya buka handuknya ya bu. Kakinya udah selesai dipijit, sekarang mau mijit punggungnya �Ya, silahkan� jawabku spontan. Ketika tangan Iwan menyentuh bahu dan pundakku, kesadaranku mulai pulih. Aku teringat keadaan saat ini, di mana Lena masih belum selesai menerima telepon. Sedangkan aku hanya berdua dengan Iwan, sedangkan tubuhku hanya bagian depan yang tertutup, karena aku berbaring tengkurap, sebagian dari payudaraku yang tertekan pasti terlihat. Berbagai perasaan terbersit dalam hatiku, karena ini pengalaman pertamaku disentuh oleh lelaki selain suamiku. Biasanya aku selalu dipijit oleh wanita, hal inilah yang membuatku menolak saat sahabatku menyarankan Iwan untuk memijitku. Dengan pemijat segagah Iwan, dan juga setelah sekian lama aku belum melakukan hubungan intim hal ini membuat hatiku berdebar-debar. Antara rasa malu dan nafsu yang mulai menghinggapi diriku.

Hilang sudah rasa nyaman, berganti dengan perasaan aneh yang perlahan muncul seiring dengan pijatan Iwan. Sehingga saat perasaan aneh itu sudah menguasai diriku, tanpa sadar aku mulai mendesis kala tangan Iwan mengenai daerah-daerah sensitifku. Dia mengurut dari pinggul bawah ke atas, lalu tangannya beralih menuju pundak, ketika tangannya menyentuh leherku, aku langsung menggelinjang antara geli dan nafsu. Di situ merupakan daerah sensitif keduaku, di mana yang utama adalah clitorisku. Sehingga aku semakin liar mendesis dan tanpa sadar aku berbalik. Dengan napas tersengal-sengal ku buka kelopak mataku, kutatap Iwan yang menatapku dengan posisi berdiri diatas lututnya. Ku lihat peluhnya bercucuran sehingga kaosnya basah oleh keringat, membuat tubuhnya jadi semakin sexy. Aku sudah kehilangan akal sehatku, sehingga aku sudah tak ingat lagi bahwa tubuhku yang telanjang kini terpampang jelas di hadapan Iwan. Iwan pun seolah mengerti akan keadaanku lalu di ambilnya handuk yang tadi melilit tubuhku. Di lapnya keringat di wajah, lalu ketika dia membuka kaosnya langsung aku ambil handuk ditangannya. Ku seka keringatnya sambil kuraba tubuhnya, karena tubuh suamiku sangat berbeda dengannya. Kuraba dadanya yang bidang, lalu tangan kiriku turun hingga six packnya sambil kuciumi dadanya. Sedangkan tangan yang satu lagi membelai punggungnya yang juga berotot. Ketika tangan kiriku meraih kancing celana jeans nya, tangan kanannya menangkap tangan kiriku, lalu tangan kirinya meraih pinggangku. Sambil menarik pinggangku ke atas, dilumatnya bibirku. Oohh.. aku merasakan sentuhan yang berbeda dari yang pernah aku rasakan. Kubalas dengan melumat bibir bawahnya, lalu kurasakan lidahnya menerobos masuk ke dalam mulutku, kami saling melumat. Lalu di rebahkannya aku, dan dia membuka kancing celananya. Pemandangan itu sungguh erotis sekali di hadapanku, aku bangkit lagi dan ku elus celana dalamnya yang terlihat kepenuhan itu. Ku cium bagian atasnya, tak tercium bau kejantanannya, tampaknya dia cukup merawat miliknya itu. Ku kecup kepalanya sambil ku pelorotkan celana dalamnya. Oohh, gelegak nafsuku semakin menggelora. Segera kumasukkan batangnya ke dalam mulutku, ku sedot keluar masuk, ku dengar rintihannya yang membuatku semakin panas. Ketika ku lihat ke atas, tampak dia terpejam menikmati sedotanku. Setelah ku hisap selama kurang lebih sepuluh menit, Iwan menghentikan gerakanku. Di lumatnya lagi mulutku sembari membaringkan aku di tempat tidur. Lalu dilumatnya leherku, sehingga aku kembali menggeliat liar. �Ekhs.., wan�� Ku cengkeram sprei tempat tidur, sementara tangan yang satu lagi mencengkram punggungnya. Tampaknya Iwan sudah mengetahui kelemahanku, dia segera berpindah untuk melumat bukit kembarku. Lidahnya melumat habis kedua bukitku beserta ujung ujungnya. Sementara tangannya terus turun meluncur melalui perutku, sampai pada bukit kecilku yang berbulu tipis yang kini sudah semakin basah. Aku memang selalu rajin mencukur bulu jembutku, karena aku suka memakai celana dalam G-string. Tangannya kini sudah mencapai lipatan vaginaku, dan tersentuhlah clitorisku. Aku langsung tersentak, seperti terkena setrum ribuan volt. �akhs�.. wan��� jeritku sambil meremas rambutnya. Sementara tangan Iwan bermain di selangkanganku, lidahnya kini turun ke perutku, bermain sebentar di seputar perut lalu kembali turun ke vaginaku. Kedua belah tangannya memegang kedua belah pahaku, sambil di pandanginya meqi ku yang basah oleh cairan kewanitaanku. �Meqi bu Vina indah sekali..� perkataan itu seakan memberi suntikan gairah sehingga ku berkata dengan merintih �ayo wan.. jangan di liatin aja� langsung di benamkannya bibirnya ke dalam meqi ku, sementara hidungnya mengenai clit ku, sehingga aku langsung tersentak mendongak ke atas. Di julurkannya lidahnya menyapu bagian dalam vaginaku, sehingga aku merasa seperti ada yang menggelitiki memekku itu. �oohhh�.terus wan�..terus�.� rintihku sambil terus meremasi rambut di kepalanya. Tangannya menggapai kedua belah payudaraku, sambil meremasi sesekali dia pelintir kedua pentilku. Membuatku menjadi semakin liar, dan ku rasakan badai kenikmatan yang terus menggelora di dalam diriku. Sampai akhirnya saat bibir iwan mengecup lalu menghisap clit ku, aku tersentak sedemikian hebatnya sambil menjerit �Aaakkhhsss�� wwaaannnn���� ku jepit kepalanya sambil kuangkat pinggulku tinggi tinggi, kedua tanganku menjambak rambutnya. Iwan pun tak henti hentinya terus menusuki memekku dengan lidahnya sembari memutarkan kepalanya, dihisap dan dijilatinnya hingga habis cairan yang keluar meleleh dari memekku, aku pun serasa terbang di awan-awan.Cerita Sex Terbaru
Seketika itu tubuhku melemas, iwan pun merangkak naik ke arahku, di peluknya diriku, di kecupnya keningku lalu dilumatnya bibirku. Akupun membalasnya dengan melumat kembali bibirnya yang menurutku cukup sexy untuk dilumat. Kami saling berpandangan beberapa saat, aku serasa kembali menemukan sesuatu yang kini mengisi relung-relung hatiku yang sepi. �Masukin kontolmu wan, tapi pelan-pelan dulu ya. Aku masih agak lemas nih� kataku dengan lirih di telinganya. �Baik, bu.� �Jangan panggil ibu terus ah, gak enak didengernya. Maukah kamu memanggilku sayang ?� �Baik, sayang. Aku masukin ya.� �He eh, tapi pelan pelan lho� dan kurasakan kepala kontolnya yang mengkilap merah menempel pada kemaluanku. Ada rasa berdebar di hatiku, inilah kejantanan selain milik suamiku yang beruntung dapat memasuki liang senggama milikku. Kurasakan perih ketika kepalanya masuk sedikit di bibir lubangku �wann, pelann.. agak perih nih.� �Iya sayang, ini juga pelan-pelan koq.� Iwan kembali menekan pantatnya, dan penisnya kurasakan semakin menyeruak masuk ke dalam memekku. Akupun spontan memeluk iwan �aakh..wann�.� �tahan sedikit sayang!� Iwanpun menghentakkan pantatnya dengan sekali hentakan dan seketika kurasakan perih yang kurasakan saat keperawananku hilang. Iwan pun mengangkat pantatnya pelan-pelan, sehingga aku merasa memekku seperti tersedot keluar seiring dengan kontol iwan. Lalu ditekannya kembali kontolnya ke dalam memekku, rasa perih yang semula kurasa itu hilang berganti sensasi nikmat di kala punya iwan keluar masuk dengan berirama menggelitiki dinding kewanitaanku. �akhs�enak wan�.teruss sayang�.� �memekmu seret banget yang, kontolku kayak di urut nih� dilumatnya kembali bibirku, kamipun berpagutan sambil bergoyang pelan. Setelah beberapa saat iwan mengentotiku dengan irama pelan, yang membuatku seakan sedang bercinta dengan kekasih yang telah lama tak bersua, gairahku timbul bersama dengan kekuatan yang mulai pulih setelah orgasme tadi. Dengan berpelukan, ku gulingkan tubuhnya ke sampingku, kini posisiku ada di atas tubuhnya dengan penis tetap tertancap di memekku. �giliranku sayang.. , aku ingin memberikan kamu kenikmatan, seperti yang udah kamu berikan kepadaku.� Ku tekan dadanya yang bidang dengan kedua tanganku, lalu ku angkat pelan pelan pantatku �Oookhh�..� iwan memegang kedua tanganku sambil matanya membeliak �kenapa sayang ?� �kontolku kayak di sedot ke atas.� Akupun tersenyum sambil menurunkan kembali pantatku, ku lakukan beberapa saat, hingga ku lihat iwan pun merem melek keenakkan. Sesekali ku goyangkan pantatku ke kanan dan ke kiri.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Lena pun masuk sambil ketawa-ketawa �Wah, enak koq gak ngajak-ngajak. Gimana ? bener khan yang gue bilang, iwan tuh jago banget, gue aja udah gak tau berapa kali gue di KO in dia.� �Iya Len, kamu dapet dari mana sih ?� �rahasia donk, ya gak say ?� jawabnya sembari mencium iwan. Mereka pun berpagutan, lalu Lena berhenti dan melepas pakaiannya. Dikangkanginnya muka Iwan dengan posisi berhadapan denganku. Iwanpun tanpa disuruh langsung dilahapnya memek Lena, sehingga Lena pun mendesis keenakan. Buah dada ku disambar oleh Lena dan dihisap hisapnya, tangan yang satu memilin milin putingku. Hal ini membuatku merem melek keenakan, sungguh suatu sensasi luar biasa timbul dalam diriku, inilah threesome pertamaku. Gairahku terus memuncak sehingga datanglah gelombang orgasme ku yang ke dua. Lena dan Iwan seperti mengetahui akan keadaanku, akupun dipeluk oleh Lena dan dikulum nya bibirku. Ada perasaan yang sulit diungkapkan ketika Lena menciumku, tapi yang kuingat adalah gelora birahi membara yang menuntunku menuju gerbang orgasme. Iwan pun menyambut hentakanku dengan mengangkat pantatnya ke atas sehingga batangnya terbenam habis ke dalam memekku dan menyentuh G-spot ku. Akupun mengerang panjang Aaakkkkhhhh���.. cairan orgasme ku mendesir keluar membasahi kontol Iwan, akupun terkulai dalam pelukan Lena. Lena memandangku sambil membelai rambutku, dia menciumku mesra. Akupun membalasnya, aku merasa bahagia seperti menemukan kembali cinta yang hilang.
Aku membaringkan diriku ke sebelah, ku lihat Lena mengulum batang kemaluan Iwan. �Ehm.. peju mu enak banget Vin� aku hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatku itu. Lalu Lena pun berubah posisi, dia berbalik menghadap Iwan, di enjotnya kontol Iwan. Dengan liar ia bergoyang sambil mulutnya terus menceracau dan mendesis, payudaranya yang satu dihisap iwan, yang satu putingnya di pilin pilin. Lalu tubuhnya bergetar hebat, dicengkeramnya pundak Iwan Ooohhhh��. Wwaannnn��. aakkuuu kelluuaarrrr��.. Iwanpun lalu bangkit, sambil mengangkat tubuh Lena dia membaringkan Lena lalu menggenjotnya. Sodokannya begitu cepat sehingga tubuh Lena terguncang guncang. Lalu diapun mengerang Aaakkkkhhhh���.. bbbuuuu���. Aakkuuu uuddaahh mmooo kelluuaarrrr��.. Lena dengan sigap langsung menyambar kontol Iwan dan mengulumnya. Iwan pun langsung mengejang, seketika ditariknya kepala Lena sambil menyemprotkan pejunya ke dalam mulut Lena. Tampak cairan kental keputihan meleleh dari sela sela bibir Lena. Akupun beringsut maju, turut serta mengulum batang dan peju Iwan. Akhirnya kami bertiga tidur bareng dalam keadaan bugil.
Itulah awal cerita yang membawaku ke dalam petualangan sex yang lebih liar. Mohon saran, kritik dan komentarnya, supaya di tulisan selanjutnya bisa lebih baik dari sekarang.

Pintu kamarku tiba-tiba terbuka, tampak wajah cantik Lena di balik pintu. �Udah siap belon ?� �Bentar lagi, gue belon make bedak nih.� �Gue tunggu di mobil ya.� Lena segera menghilang dari balik pintu.

Ku oleskan bedak tipis pada wajahku, ku pandang cermin, aku cukup puas dengan riasan yang ku pakai. Aku tidak suka merias wajah secara berlebihan, paling hanya menggunakan bedak, lipstik dan sedikit bloss on, itupun dengan olesan tipis. Ku ambil tas tangan yang tergeletak di meja, lalu kulangkahkan kaki menuju pintu.

Mobil meluncur membelah jalanan kota Jakarta, kami menuju ke arah Kota. Di jalan Mangga Besar, kami membelok ke arah Lokasari Plaza. Setelah Iwan memarkirkan mobil, kamipun berjalan-jalan di daerah sekitar situ. Ada banyak tempat judi ketangkasan di daerah ini (pada waktu itu belum ada larangan seperti sekarang ini), tempat demi tempat kami masuki, rupanya Iwan hobi bermain judi ketangkasan. Lena pun sepertinya sudah tak asing dengan tempat tempat seperti ini, karena ku lihat beberapa orang menyapanya dengan sopan. Iwan memutuskan akan bermain di salah satu tempat, dia berbicara kepada Lena lalu Lena memberikan sejumlah uang dan kartu ATM kepadanya. Lena mengajakku keluar, kamipun keluar masuk di discotheque yang berada di daerah yang sama. Satu demi satu tempat itu kami masuki, aku merasa pengap dengan keadaan di dalam discotheque tersebut. Asap rokok, musik House yang hingar bingar, orang-orang yang berjoget sampai untuk jalan pun susah. Ada beberapa cowok yang mendekati dan berusaha mengajak kami berkenalan, ada yang menawarkan minuman, bahkan ada yang menawarkan �inex� (exstacy). Lena hanya tersenyum dan tertawa sambil terus berjalan, sesekali berhenti karena ada yang dia kenal. Aku heran dan takjub kepada sahabatku, koq bisa ya dia seperti ini tapi aku tidak mengetahui sama sekali. Apakah aku yang naif dan terlalu mudah dibohongi, atau dia yang hebat dalam bersandiwara. Kalo dia berprofesi sebagai aktris, aku rasa udah banyak dia sabet piala-piala penghargaan.

Handphone Lena berdering, dia masuk ke dalam toilet, supaya dia dapat menjawab panggilan itu. Sekeluarnya Lena dari dalam toilet, dia mengajakku keluar.

Setelah di luar, dia bercerita bahwa yang tadi menelepon adalah temannya yang lagi bete di rumah. Lalu setelah Lena menceritakan bahwa ia bersamaku, temannya itu mengundang ke rumahnya, katanya ingin berkenalan denganku dan akan mempersiapkan Welcome Party buatku. Kami mendatangi Iwan di tempatnya bermain ketangkasan, setelah kami menemukannya Lena meminta kunci mobil. Kamipun bergegas pergi dari tempat itu menuju rumah kawan Lena.

�Koq, kamu nyupir sendiri ? Kenapa gak pake Iwan ?�

�Gak pa pa, dia tu kalo udah kena maen, mo sampe besok juga dia mah betah. Lagian kita khan mo ngerayain Welcome Party buat loe. Kata temen gue, partynya khusus cewek aja.�

Aku jadi penasaran, party macam apa nih ? masak cuma cewek aja yang boleh.

Mobil yang kami tumpangi mulai berbelok memasuki gerbang perumahan teman Lena, kami berhenti sebentar, setelah security menanyakan indentitas dan maksud kedatangan kami, kamipun diperbolehkan masuk. Kami tiba di depan sebuah rumah yang cukup megah dan luas, mobil langsung masuk ke pekarangan dan berhenti tepat di depan pintu garasi. Rumah rumah di komplek itu tidak mempunyai pintu pagar, tapi berhalaman taman yang cantik cantik dan menarik.

Lena mengetuk pintu rumah itu, temannya yang membuka pintu. Cantik juga, tubuhnya tinggi semampai, bodynya langsing kulitnya putih, biasalah ciri khas keturunan Tionghoa. �Hai, apa kabar ? Wah temen loe cantik Len.� Katanya sembari cipika cipiki dengan Lena, lalu dia menjabat tanganku sambil bercipika cipiki denganku �Selamat datang ya, gue Jane� �Vina� jawabku singkat. �Mari masuk, gak usah sungkan-sungkan, anggap aja rumah sendiri.� Lena masuk sambil ngobrol dengan Jane langsung menuju ke suatu ruangan. Sementara aku memandang sekeliling dinding yang penuh dengan lukisan lukisan wanita. Ada yang berdua, bertiga, berempat bahkan yang rame- rame pun ada. Waktu ku perhatikan lukisan lukisan itu, aku merasa janggal, kenapa wanita wanita dalam lukisan semuanya tak berbusana, paling banter terlilit kain itupun masih menonjolkan bentuk tubuh yang sexy. �Vin, ngapain loe ?� tegur Lena tiba tiba yang mengejutkanku. �Ah elo Len, ngagetin aja, untung gue gak jantungan. Koq rumahnya sepi sih Len ?� �Khan Jane tinggal sendiri di sini.� �Lha suami ma anaknya mana ?� �Dia gak punya anak, udah cerai ama suaminya gara-gara gak bisa ngasih keturunan.� �Koq gak nikah lagi ? Dia khan cantik, masa gak ada cowok yang mau.� �Dia pernah coba tapi malah dia lebih sering di sakitin. Ada yang cuma mau hartanya, ada yang suka maen cewek, yang terakhir yang paling parah, suka mukulin. Makanya dia lebih pilih hidup sendiri, dia udah trauma ma cowok.� �Apa karena itu, lukisan lukisan ini semua gambarnya cewek ?� �Hei, lagi pada ngapain sih di sini ? Ngobrolnya di dalem aja yuk !� Tiba tiba Jane muncul sehingga pertanyaanku tak terjawab oleh Lena, kamipun masuk mengikuti Jane.

Kami duduk di sofa panjang dan lebar, yang ukurannya hampir mirip spring bed seukuran anak remaja. Di depan kami terdapat meja yang panjang dan lebarnya mengikuti ukuran sofa, di samping kiri ada sebuah mini Bar. Pembantu Jane, kira-kira berumur 19 tahun berwajah ayu, rambutnya panjang lurus sebahu, kulitnya sawo matang, berkaus putih ketat sehingga menonjolkan payudara yang berukuran sedang tapi tampak padat dan kencang. Celana pendeknya ketat membuat paha dan betisnya, yang kata orang Jawa �mbunting padi�, terpampang sexy dan indah. Dia sedang membuatkan minuman bagi kami, tampaknya dia cukup terlatih dalam hal meracik minuman. Kami pun ngobrol sambil nonton TV Plasma yang menyiarkan acara luar negeri.

Yanti berjalan ke arah kami sambil membawa snack, sebuah pitcher berukuran besar dan empat gelas crystal, rupanya Yanti ikut nimbrung bersama kami. Setelah semua minuman sudah dituang, Jane mengajak kami melakukan �toast�. Kamipun mereguk minuman kami masing-masing, bau wiskhy tercium ketika gelas itu menyentuh bibirku, tapi rasanya manis, sedikit agak keras ketika mengalir di tenggorokan, langsung berasa hangat ketika sampai di perut. Dituangnya kembali minuman ke dalam gelasku, sekarang gantian Lena yang mengajak �toast�. Kamipun terlibat dalam perbincangan seru, seakan kami sudah kenal lama, beginilah wanita kalo udah ngumpul. Gelas demi gelas minuman telah kami teguk bersama, makin lama obrolan kamipun udah mulai ngawur.Cerita Sex Terbaru

Kepalaku sudah mulai pening, akupun bersandar pada sandaran sofa. Acara TV yang dari tadi tidak kami tonton sudah berubah, sekarang mereka menyiarkan film percintaan dengan adegan sex yang tidak tersensor. Ku tonton film dengan keadaan setengah mabuk, ada desiran rangsangan yang merambati diriku. Ku pejamkan mataku, aku merasa seperti aku yang berada dalam film itu. Sentuhan tangan aktor di film itu seperti nyata merabai paha, membelai kepala dan wajahku. Kurasakan ciumannya lembut, melumat bibirku, aku semakin terbuai. Tangannya naik dari paha ke payudaraku, meremasinya membuatku mendesah nikmat. Ku rasakan kancing celana jeansku berusaha dibuka, tampaknya tidak berhasil sehingga aku mencoba membantunya. Saat aku menyentuh kancing celanaku, tersentuh olehku tangan halus yang berkuku, sehingga aku membuka mataku. Oohh.. ternyata yang aku kira aktor itu adalah Jane. Aku terkejut dan berusaha bangun, tapi tubuhku masih lemas sehingga hanya kepalaku yang terangkat. Ku arahkan pandang ke samping, ku lihat Lena pun tengah bercumbu dengan Yanti. Pakaian mereka sudah berantakan, berserakan di sekeliling mereka. Pemandangan ini membuat gairahku menggelora, ku palingkan wajah ke arah Jane yang telah berhasil membuka celana jeansku. Ku peluk Jane, ku tarik wajahnya mendekat ke mukaku, ku lumat bibirnya yang merah dengan rakus dan liar, diapun tak kalah seru membalas ciumanku. Tanganku meluncur turun dari punggung ke arah bongkahan pantatnya yang bahenol. Jane sudah melepas celananya dari tadi, dia hanya mengenakan BH dan celana G-String warna merah, yang kontras dengan warna kulitnya sehingga membuatnya semakin seksi. Kuremasi pantatnya, ku tarik tali celana dalamnya, sehingga bagian depannya masuk ke belahan memeknya yang sudah basah dari tadi, menggeseki kelentitnya. Janepun tak tinggal diam, tanggannya meluncur turun masuk ke dalam celana dalamku. Diremasinya bukit kemaluanku, tangannya liar mengobok obok vaginaku, jarinya lincah bermain di itilku, sesekali keluar masuk dalam memekku. Kamipun mendesah, nafas kami sama sama memburu, memburu kenikmatan yang tiada tara. Desakan gairah yang menggelora membuatku melepas orgasme yang pertama. Tubuhku yang mengejang segera disambut oleh gesekan jari Jane yang semakin cepat menari di itilku. Kuremas rambut Jane, aku mengerang sembari menarik pinggulnya agar semakin rapat menghimpit badanku. Aku mengejang beberapa kali, Jane menciumi dan membelaiku lembut tapi �panas�. Aku tahu Jane juga sudah dalam keadaan �puncak�, orgasmeku mulai mereda, aku langsung melancarkan seranganku, kutarik badannya ke atas sehingga toketnya tepat berada di wajahku yang langsung kukenyot, sesekali ku gigit dan kutarik putingnya. Kuremasi bokongnya, sementara tangan yang satu bermain di vaginanya. Kujepit itilnya dengan dua jariku, kutarik pelan, kadang kuputar, Jane semakin liar mengerang dan menjambaki rambutku. Erangannya semakin keras, dia bangkit berdiri, dikaitkannya kakinya yang satu ke bahuku, memeknya kini tepat berada di wajahku. Langsung ditekannya pantatnya ke wajahku, yang segera kusambut dengan jilatan dan hisapan. Jane menjambak rambutku lalu menggoyangkan kepalaku ke kiri dan ke kanan, diikuti dengan gerakan pantatnya yang berlawanan. Dia mendongak sambil mengerang, kurasakan cairan hangat menyembur ke dalam mulutku, langsung kutelan dan kusedot lagi cairan berikutnya. Beberapa kali Jane mengejang, lalu badannya melemas dan rebah di sampingku. Ku peluk erat Jane, ku ciumi dengan penuh gairah, gairahku masih tinggi sehingga membuatku terus menggumuli Jane yang masih menikmati orgasmenya.

Lalu aku bangkit, ku lihat Lena dan Yanti yang sedang dalam posisi 69, Lena berada di bawah. Kuhampiri mereka, ku belai punggung Yanti dari atas hingga pantat. Yanti mendongak yang langsung kusambut bibirnya, kami berciuman sambil ku masukkan jariku ke memek Lena. Lalu aku membantu Yanti menjilati memek Lena, jariku memilin milin kelentit Lena, sedangkan jari Yanti terus merojoki memek Lena. Lena semakin meliar, lalu dia mengerang dan mengejang. Cairannya yang keluar segera kami sambut, berebut kami jilati dan hisap, bahkan walaupun udah di mulut, kami masih saling hisap. Aku kini beralih ke arah Lena, wajahku menghadap bongkahan memek Yanti yang menggumpal tebal. Ku jilati memek Yanti dengan rakus, bibir memek yang tebal membuatku nafsu. Tiba tiba kurasakan ada benda menyentuh kemaluanku dari belakang. Kulihat Jane mengenakan celana bertali kulit hitam, di depannya tergantung penis buatan seperti dildo, di tangannya juga menggenggam tiga buah vibrator yang langsung diberikannya kepada Lena. Jane memegang pinggulku, aku masih dalam posisi nungging sambil memegangi pantat Yanti, di masukkannya penis itu ke dalam memekku. Bless� seketika terbenamlah penis itu kedalam punyaku yang basah. Jane mulai memaju mundurkan pantatnya, ku ambil vibrator di tangan Lena sambil kugoyangkan pantatku mengimbangi goyangan Jane. Kumainkan vibrator itu ke meqi Yanti, Lena pun memainkan vibrator tepat di itil Yanti. Yanti juga melakukan hal yang sama di memek Lena, kami berempat mendesis seperti orang kepedasan. Aku sudah sampai pada tahap tahap puncak, ku goyangkan pantatku sejadi jadinya, hingga tubuhku melemas. Jane mencabut �penis� nya dari memekku, penis itu terlihat mengkilap berlumuran pejuhku, ditusukannya penis itu ke dalam memek Yanti. Lena menjilati pangkal penis itu sampai ke lubang Jane, sesekali di tariknya itil Jane. Yanti yang sedari tadi belum orgasme, sudah tidak kuat lagi menahan gelombang orgasme yang menderanya. Dia pun mendongakkan kepalanya ambil mengerang keras, Jane semakin semangat mengocoknya dari belakang, akhirnya Yanti melemas di atas tubuh Lena. Aku dan Lena menjilati �penis� yang sudah berlumuran peju ku dan Yanti. Jane lalu duduk, Lena bangkit dan duduk berhadapan di atas Jane, Lena bergoyang erotis sekali. Jane menyedoti tetek Lena, aku meremasi dari belakang, jariku kumainkan di memek Jane. Tak lama Lena melepas orgasmenya, dia terkulai memeluk Jane. Yanti sudah bangkit mengikutiku memainkan memek Jane, dimainkannya vibrator dengan liar di memek itu. Ku hisap dan kugigiti itil jane, Jane pun mengeletar dan muncratlah pejuhnya. Aku dan Yanti langsung berebut menyambar cairan itu. Kami benar benar menikmati permainan yang baru saja kami lakukan. Dengan tubuh bugil dan basah oleh keringat, kami terlelap sambil berpeluk pelukkan.

Saat ku terbangun di pagi hari, kepalaku masih agak pening karena mabuk semalam. Ku coba untuk mengembalikan kesadaranku yang belum benar benar pulih. Pelukan tangan yang halus, tubuh bugil tanpa selembar benangpun, mengingatkanku akan kejadian semalam. Aku membalikkan tubuhku, ternyata Yanti yang memelukku. Lena dan Jane berbaring berpelukan tak begitu jauh dari tempat ku berbaring, mereka pun dalam keadaan telanjang bulat. Ku pandangi wajah Yanti, hembusan nafasnya naik turun beraturan membuat payudaranya bergerak naik turun dengan berirama. Bibir tipisnya berwarna merah muda tanpa polesan lipstik, sedikit membuka sehingga terlihat agak menantang.

Gairahku yang mulai berdesir membuatku tergerak untuk melumat bibir Yanti. Yanti terbangun karena lumatan bibirku, ketika tahu yang melumat bibirnya adalah aku, dia membalas lumatan bibirku. Kami berpagutan dengan romantis, lidah kami saling beradu, menggelitiki rongga mulut dengan bergantian, sesekali Yanti menggigit lidahku, yang ku balas dengan menggigit bibir bawahnya. Tangan Yanti yang tadi memelukku, kini aktif menelusuri tubuhku. Sentuhannya pelan tapi menggairahkan sekali, terutama bila aku mendesah karena sentuhannya mengena di bagian sensitifku, dia malah memainkan daerah itu dengan diiringi senyuman nakal, lalu dilumatnya bibirku yang membuka karena mendesah. Kepiawaiannya dalam bercumbu sungguh luar biasa, hal ini bisa jadi karena Yanti adalah pasangan Jane dalam menyalurkan hasrat sexualnya. Aku dibuatnya terbuai dengan cumbuan cumbuan Yanti, sehingga vaginaku menjadi becek karena cairan kewanitaanku yang terus mengalir beriringan dengan rangsangan yang kuterima.

Kurasakan aku sudah mulai melihat �gerbang dari puncak kenikmatan� yang aku rasakan. �Yan..please�aku udah gak tahan�� rintihku sambil meremasi rambutnya. Langsung Yanti memposisikan wajahnya di selangkanganku, di jilat dan di hisapnya itil-ku. Aku merasa seperti tersengat listrik ribuan volt, aku terdongak sambil menjambak rambut Yanti. Ku angkat pinggulku, ku goyangkan ke kanan dan ke kiri, sesekali ku putar sembari tangan ku meremasi rambut Yanti. Lidahnya sungguh lihai bermain di memek ku, jarinya pun keluar masuk dengan cepat, membuatku sampai kepada orgasme, yang telah mendesak untuk segera dikeluarkan. �Ooughh�yann�� aku mengejang, pahaku menjepit kepalanya. Yanti masih terus mengocokkan jarinya sambil matanya menatapku. Aku mengejang beberapa kali sampai orgasme ku mereda, Yanti pun menghisap habis cairan yang ku keluarkan.

Erangan dan teriakanku saat mencapai puncak telah membangunkan Lena dan Jane. Mereka pun terbakar gairahnya dan mulai saling mencumbu satu sama lain. Yanti kini bangkit dan jongkok di atas wajahku. Langsung ku sambar itil-nya yang sudah memerah dan basah oleh lendirnya, ku masukkan jariku ke dalam memek yang sudah basah itu, ku kocok dengan cepat sehingga berbunyi. Yanti menjambak rambutku sembari menggoyangkan pantatnya maju mundur. Tangannya yang satu meremasi payudaranya sendiri, tak berapa lama tubuhnya mulai bergetar. Sambil mengerang panjang, ditekannya pantatnya ke wajahku, pejuh menyembur banyak sekali. Saking derasnya semburan cairan pejuh nya, cairannya itu sebagian meleleh keluar dari mulutku. Yanti membungkuk mencium mulutku yang masih penuh dengan pejuh nya, di telannya sebagian pejuh itu.

Lena pun sudah sampai pada orgasmenya, sekarang dia mengenakan celana kulit berpenis plastik yang semalam di kenakan Jane. Jane berposisi �doggy�, dengan kedua tangannya memegangi pinggiran sofa. Jane lututnya menempel di karpet lantai, tangannya yang satu memegangi pantat Jane, yang satu lagi sesekali menampar bokong Jane, sehingga bokong Jane yang putih itu memerah. Jane mendesis dan mengerang tak karuan, tangannya meremasi sofa sambil memaju mundurkan pantatnya. Jane mendongak dengan lenguhan panjang, Jane sampai di puncak orgasmenya, Lena menghentakkan pantatnya dengan keras sembari mencengkeram bokong Jane. Tubuh Jane bergetar beberapa kali, tampak cairan putih meleleh dari penis buatan itu, lalu mereka berdua ambruk bergulingan di dekat kami.

Tak lama kamipun bangun dan mandi bersama, di dalam kamar mandi yang luas itu, kami kembali melakukan sex. Lalu kami sarapan, atau lebih tepatnya makan siang, makanan yang dipesan dari salah satu restoran cepat saji dari mall di dekat komplek perumahan Jane. Pada waktu kami habis makan telepon genggam Lena berdering, ternyata dari Iwan. Iwan yang menang judi, mengajak kami untuk dugem nanti malam. Lena menanyakan ajakan Iwan kepada Jane, yang dijawab dengan anggukan kepala tanda setuju. Kamipun memutuskan untuk tidur siang agar nanti malam bisa fit.

Ketika malam tiba�

Iwan sudah membooking sebuah room karaoke di discotheque yang berlokasi di daerah Glodok. Kami sudah tiba di room tersebut, ternyata room tersebut tidak digunakan untuk berkaraoke melainkan untuk triping. House music mengalun keras membahana di ruangan yang berukuran lumayan itu. Setelah minuman yang dipesan datang, Iwan membagi-bagikan pil yang berukuran kecil. Setelah kami meminumnya, kami berjoget dan bergoyang bersama.

Kira kira 30 menit setelah aku meminum pil yang diberikan Iwan tadi, aku merasa ada perasaan aneh yang menyelimutiku, ada sensasi aneh yang sulit ku ungkapkan. Ku lihat Jane, Yanti & Lena berjoget dengan sexy dan erotis sekali, Iwan hanya duduk sambil menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Tak lama Lena menghampiri Iwan, dia membisikkan sesuatu ke Iwan, yang di jawab dengan anggukan kepala. Lalu Lena mengajakku keluar, langkah kakiku terasa ringan sekali.

Ternyata Lena mengajakku ke discotheque yang letaknya tak jauh dari tempat karaoke, hanya berbatas sebuah lobby dengan aquarium besar di tengahnya. Kami masuk ke discotheque itu, Lena mengajakku berkeliling, sempat kami berjoget di panggung yang terletak di bagian depan tempat itu.Cerita Sex Terbaru
Ada dua anak muda yang sedang berjoget di depan speaker besar, tak jauh dari tempat kami berjoget. Salah satu dari mereka melihat ke arah kami, Lena pun melihat ke arah mereka. Lalu Lena berjoget dengan salah satunya, sehingga praktis temannya menghampiri aku. Kami berkenalan, yang bersama Lena bernama Bule, yang bersamaku bernama Black. Keduanya keturunan chinese, yang satu berkulit putih dengan rambut di warna pirang sehingga dia dipanggil bule. Yang satu lagi berperawakan tinggi kekar, berkulit hitam, itulah yang menyebabkan dia dipanggil Black.
Kami berjoget bersama, tak lama Lena berbisik kepada Bule, mengajaknya ke room. Bule dan Black tak menolak ajakan Lena, kamipun beranjak dari tempat itu kembali ke room kami.

Setibanya di room, Iwan, Jane dan Yanti tengah bercumbu, tapi masih mengenakan pakaian, walaupun dalam keadaan berantakan dan terbuka di bagian bagian tertentu. Kedatangan kami membuat aktifitas mereka terhenti, setelah berkenalan, Iwan memberikan �inex� kepada Bule dan Black. Bule dan Black sendiri tadi telah �on� tapi masih menelan �inex� yang di berikan Iwan. Kamipun berjoget kembali, Iwan kembali meneruskan cumbuannya kepada Jane, Yanti bermain dengan penis Iwan. Pemandangan itu membuat kami �terbakar�, Lena pun mencumbu dengan Bule, Black juga tak mau kalah mencumbu aku. Satu persatu pakaian kami berserakan di lantai, hingga tak ada lagi yang mengenakan sehelai pakaian pun di tubuh.

(Maaf, sulit untuk menceritakan secara detail yang tengah terjadi saat itu, karena pengaruh obat dan rangsangan)

Baca JUga Cerita Seks Tetangga Kost Yang Seksi

Iwan sudah mengentoti Jane yang nungging sambil menjilati memek Yanti, Lena sedang mengoral kontol Bule, Black tengah meremasi payudaraku sambil lidahnya bermain di memek ku. Tak tahan dengan gairah yang menggebu gebu aku melepas orgasme ku. Tapi aneh, walaupun aku sudah �keluar� , gairahku masih meluap. Kuraih kontol Black yang lumayan besar dan panjang itu, ku hisap sambil ku naik turunkan tanganku, Black hanya mendesah sambil memandangku. Jane pun sudah �keluar�, sekarang Iwan duduk di sofa, Yanti duduk mengangkang dengan punggung menghadap Iwan, goyangannya erotis sekali. Lena kini bersandar di dinding, dengan satu kaki terangkat di lengan Bule, tangannya bergayut pada leher Bule, Bule sedang mengentoti nya sambil berdiri. Aku duduk di meja sambil mengangkangkan pahaku selebarnya, Black berlutut lalu menancapkan kontol nya. Jane menghampiriku, menciumku sambil tangannya meremasi pantat Black. Black pun mencabut kontol nya, dia menarik Jane agar nungging di hadapannya, lalu ditancapkanlah kontol nya ke dalam memek Jane, memekku kini di jilati Jane. Lena juga sudah mengalami orgasme, Bule kini berbaring di lantai, dan Lena berada di atasnya (WOT). Yanti yang juga sudah �keluar�, duduk mengangkang di entoti Iwan. Aku �keluar� lagi, cairanku disedot Jane yang masih di �doggy� ama Black. Lalu Jane berposisi WOT di atas Black, tak lama Jane �keluar� di barengi dengan Black. Bule pun udah orgasme waktu Lena nungging sambil ngoral kontol Iwan yang abis orgasme. Kami beristirahat sambil minum minum, waktu gairah dan enerji kembali pulih, kami kembali melakukan sex seperti tadi dengan berganti ganti pasangan.

Hingga pagi menjelang, kami berpisah dengan kenangan tak terlupakan.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Pengantin Baru

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Malam ini dimana malam sebagai suami istri, dikamar kedua mempelai sudah mengganti pakaiannya dengan
piyama tidur yang nyaman dan santai, keduanya sudah di atas ranjang dia pun langsung bermanja manjaan,
Jantung Danny terlihat berdetak lebih kencang, libidonya sangat membara.

Cerita Sex Terbaru Pengantin Baru

Nafsu birahinya menjadi demikian membara. Malam itu mata Danny yang nampak menjadi merah seakan
terbakar menyaksikan Lia istrinya yang teramat sangat seksi. Saat menyaksikan pengantinnya tergolek di
ranjang, dia ingin secepatnya menyetubuhinya.

Kemudian dengan serta merta tanpa menunjukkan kelembutan atau sentuhan-sentuhan awal, bahkan dengan
cara agak kasar, dilucutinya pakaian tidur istrinya Lia, kemudian juga pakaiannya sendiri. Perasaan
yang menggebu-gebu ini ternyata juga melanda Lia sendiri. Saat Danny melucuti pakaiannya, dengan
desahan yang keras Lia juga menunjukkan ketidaksabarannya.

Diraihnya tonjolan besar pada selangkangan Danny yang nampak menggunung. Sebelum sempat Danny
menelanjangi dirinya sendiri, di betotnya rodal Danny dari sarangnya. Langsung di kulumnya.

Mereka, para pengantin ini nampak dikuasai nafsu birahi yang sudah tidak dapat mereka kendalikan
sendiri. Mereka saling merangsek, saling mencengkeram dan meremas, saling menjilat dan menyedoti,
saling melampiaskan dendam birahinya. Suasana riuh rendah oleh desah dan rintih pasangan ini sungguh
sangat erotis bagi siapapun yang mendengarnya.

Mungkinkah hal itu disebabkan oleh suasana romantis villa mewah ini. Suasana romantis yang memilik
kekuatan untuk mendongkrak libido mereka dengan tajam sehingga nafsu birahi mereka sepertinya begitu
terbakar.

Nampak Lia yang telah telanjang bulat menunjukkan buah dadanya yang sangat ranum mengencang. Putingnya
yang memerah mencuat keras tegak di bukit ranum kencang itu, seakan menanti siapapun yang bersedia
mengulum dan menyedotinya.

Sementara itu rodal Danny demikian pula. Darahnya telah penuh terpompa pada urat-urat batangnya. rodal
Danny ngaceng dengan keras sekali. Urat-uratnya bertonjolan di sekeliling batang itu.

Kepalanya yang cukup besar berkilatan yang disebabkan darahnya menekan keluar hingga membuat kulitnya
tegang dan mengkilat. rodal itu terus mengaduk-aduk wilayah selangkangan istrinya. Dia mencari lubang
vagina Lia yang juga sudah merekah kehausan menunggu rodal Danny untuk menembusnya.

Pagutan, ciuman, gigitan yang disertai erangan, desahan dan rintihan dari Danny dan Lia saling
bersambut. Keduanya benar-benar tenggelam dalam nafsu birahi yang sangat tinggi.
“Ayyooo Dannyyy, masukkan tongkolmuuuu.. ayyooo Dann…”.
“Mana memiawmu sayangggg… tongkolku sudah tidak dapat tahan nihhh. ingin secepatnya memasuki lubang
surganmuuuu… LIAAAAAA!”

Tak pelak lagi, dengan penuh ketidak sabaran, mereka, Danny dan Lia ini sepertinya telah dirasuki
kegilaan birahi. Mereka nyaris seperti hewan, yang melampiaskan nafsunya berdasarkan naluri
hewaniahnya.

Berbagai obsesi seksual yang sesungguhnya bersifat sangat pribadi dan tersimpan dalam-dalam di
sanubari masing-masing, tidak dapat tersembunyikan lagi tumpah di malam pertama bulan madu mereka di
Villa Forest Green yang sangat romantis ini.

Ujung rodal Danny sudah tepat di bibir lubang vagina Lia ketika tiba-tiba dengan sangat mengejutkan
terdengar pintu kamar digedor-gedor dengan sangat kasar dan keras.

“Haaiiiii, yang di dalam kamarrr! Bukaa! Buka pintunyaa! Atau aku yang akan buka dengan paksa!
Ayyyooooo bukkaa!”.

Amukan birahi seksual D & L yang sedang memuncak langsung runtuh. Dengan geragapan mereka langsung
diserang kecemasan dan ketakutan hebat. Mereka sama sekali tidak pernah memperhitungkan adanya
kemungkinan seperti ini.

Di villa mewah yang sejuk dan penuh kesan tenang dan aman ini sama sekali tidak menyiratkan
kemungkinan-kemungkinan seperti ini. Danny langsung mendekap istrinya yang nampak langsung gagap
histeris penuh ketakutan.

Kemudian menyusul gedoran lagi dan gedoran yang semakin kasar lagi. Dengan gemetar dan ketakutan yang
hebat kedua pengantin pria dan wanita itu serta merta menarik selimut seakan dapat bersembunyi sambil
menutupi ketelanjangannya.

Dan akhirnya terdengar tendangan-tendangan yang sangat kuat. Pintu kamar tidur itu jebol. Daun
pintunya terbanting ke lantai dengan mengeluarkan suara yang sangat keras. Danny dan Lia menggigil.
Mata mereka terpaku tajam ke arah lubang pintu yang telah jebol tebuka itu.

Mereka melihat ada 2 orang bertopeng setengah telanjang kecuali cawat-cawat mereka yang menutupi aurat
mengayun-ayunkan kapak di tangannya. D & L semakin ketakutan, menggigil gemetar.

Kedua orang itu menutupi kepalanya dengan semacam rajutan kaos gelap, persis seperti yang terjadi di
film-film kriminal atau peristiwa-peristiwa teror di TV. Yang nampak hanya mata mereka yang beringas
dan suara mereka yang terdengar keras, kasar dan brutal.

”Ho, ho, ho, ha, ha, ha…, rupanya sepasang pengantin cantik dan tampan ini sedang bercumbu…
uhhhh… Uhhh nikmatnya nihhh…”. Kemudian salah satu dari mereka mendekat ke ranjang.

Dengan kekuatan tangannya dia renggut selimut yang menutupi Danny dan Lia. Dengan sekali renggut
selimut itu langsung terbuka dan tampaklah Danny dan Lia yang bugil saling berpelukan histeris.
Langsung dilemparkannya selimut itu ke lantai.Cerita Sex Terbaru

”Ampuuunnnnnnn Paakk… Jangan diapa-apakan kamiii… ampunnnn.. a.. mpuunn …”, Lia menangis dan
gagap karena didera ketakutan yang amat sangat.

Seolah-olah tidak mendengar suara-suara iba tersebut, ketakutan maupun sikap protes dari Danny dan
Lia, kedua orang itu langsung membuka kedoknya. Dan betapa terperanjatnya Danny dan Lia ketika melihat
siapa kedua begundal itu.

Mereka adalah Tony dan Apri yang sebelumnya dianggap sangat santun dan menyenangkan oleh pasangan D &
L ini. Tanpa dapat dicegah lagi Danny yang dalam keadaan bugil langsung bangkit hendak mengamuk dan
melawan kedua orang itu.

Tapi dari penglihatan sepintas sudah jelas, Danny bukanlah lawan mereka berdua. Tubuh Tony dan Apri
yang kekar dan penuh otot bukan lawan Danny. Dengan mudah dia dilumpuhkan, tangan-tangan kuat Apri
meringkusnya kemudian kedua tangan dan kaki Danny diikat dan tubuhnya dibiarkan tergeletak di lantai.

Mereka tidak mengacuhkan segala protes, hujatan dan caci maki Danny. Dengan tertawa penuh kemenangan
mereka merasa puas dengan lancarnya perbuatan keji mereka. Selanjutnya Tony dan Apri lebih tertarik
untuk memusatkan perhatian pada pengantinnya yang cantik, yang juga bugil dan tanpa daya tergolek di
ranjangnya.

Permohonan ampun dan tangisan ketakutan penuh pilu dari bibir mungil Lia sama sekali tidak
menggetarkan hati para begundal itu. Mungkin hati mereka memang telah mereka buang jauh-jauh.

Tangan-tangan Tony dan Apri tidak sabar lagi untuk menjamah tubuh cantik mulus Lia itu. Tapi saat Apri
mendekat untuk meraih pahanya, tanpa dia duga kaki Lia menendang matanya. Gelagapan dan kepedihan pada
matanya membuat Apri terduduk sambil menutup mukanya.

Melihat hal itu dengan sigap Tony langsung merangkul Lia. Pengantin yang berontak dan berteriak-teriak
histeris ketakutan itu ditindihnya. Tubuh putih mulus telanjang itu dipeluk dan diringkusnya tanpa
banyak kesulitan, bahkan nampaknya Tony ini sangat menikmati apa yang harus dia lakukan.

Tangan kanan Lia direnggutnya. Dia keluarkan tali dari kantongnya. Tangan itu diikatnya kuat-kuat ke
tiang bagian atas ranjang itu. Dan tangan kirinya kembali direnggut untuk diikatkan ke tiang ranjang
di bagian sebelah atas yang lain.

Tentu saja Lia yang dilanda ketakutan yang amat sangat langsung berontak dan meronta seperti kuda
betina yang liar. Kaki-kakinya menendang-nendang apa saja yang ada di dekatnya. Tapi semua perlawanan
itu hanya sia-sia. Kaki-kaki itu, oleh Apri yang sudah baik matanya direnggut dan diikatkannya ke kaki
ranjang bagian bawah kanan dan kiri.

Peristiwa itu sungguh menjadi penampakkan yang sangat erotis baginya. Lia, sang pengantin, bidadari
yang mulus, dewi berkulit kuning putih tanpa cacat, perempuan jelita yang mengamuk dengan liar,
melawan dua begundal setengah telanjang dengan tubuh hitamnya yang berkilat karena keringatnya. Para
begundal brutal itu nampak kewalahan saat meringkus Lia.

Dengan cara merangkulkan tangan-tangannya serta menekankan wajah-wajah mereka sekenanya pada tubuh
yang sangat merangsang birahi milik si jelita, Tony dan Apri memerlukan kerja keras sambil menikmati
sensual tubuh Lia.

Akhirnya sang korban yang jelita itu benar-benar tak berdaya. Dan kini, kaki dan tangan Lia telah
terikat kuat-kuat pada ranjang pengantinnya.

Dan untuk keberhasilannya, para pendatang brutal itu langsung disuguhi pemandangan yang sangat
spektakuler, merangsang dan erotis sekali. Tangan Lia yang terikat ke bagian atas kanan dan kiri
ranjang membuat ketiaknya yang indah nampak terbuka.

“Uuhhh… Akan kubenamkan hidungku ke lembah ketiakmu yang indah itu.. lidahku, bibirku akan menjilati
dan menyedotmu Liaaa…”, begitu begitu pikir begundal-begundal tersebut.

Dan paha Lia yang kini telah mengangkang terbuka, memamerkan memiawnya yang ranum menggunung yang
langsung mendongkrak nafsu birahi kedua serigala lapar dan brutal itu.

Keduanya tercekat menyaksikan dengan penuh takjub kemaluan Lia yang ditutupi bulu-bulu tipis merekah
yang seakan menunggu jamahan tangan-tangan kasar mereka atau jilatan lidah dan sedotan bibir tebal
mereka atau bahkan tusukan rodal-rodal kedua begundal brutal itu.

Tak tahan menyaksikan tindakan brutal yang dilakukan Apri dan Tony pada istrinya, Danny berteriak-
teriak dengan harapan ada orang lain yang mendengarkannya di tengah hutan sepi itu. Ulah itu hanya
jadi tertawaan para begundal.

Tony menyuruh Apri untuk menyumpal mulut Danny dan menyeretnya ke kamar sebelah. Apri langsung
bertelanjang melepas cawatnya sendiri yang dekil dan pesing untuk di sumpalkan pada mulut Danny.

Tentu saja Danny jadi gelagapan panik menerima perlakuan kotor Apri itu. Tetapi mana dapat ia melawan
dengan kaki dan tangannya yang masih terikat erat-erat.

Dan Tony juga langsung bertelanjang melepas cawatnya. Dia sumpalkan cawatnya yang sama dekilnya ke
mulut Lia yang langsung berkelojotan karena jijik dan ingin muntah. Tetapi sia-sia pula. Dan akhirnya
tanpa daya pasangan D & L ini menjadi tawanan Apri dan Tony.

Dan tanpa terhindarkan, Danny maupun Lia dihadapkan pada pemandangan yang selama ini dianggapnya
sangat tabu. Kedua orang ini menyaksikan rodal lelaki lain, rodal Apri dan Tony yang telah ngaceng
berat.

Rodal-rodal mereka yang nampak tegak dan kaku itu sungguh luar biasa. Mengingatkan pada pisang tanduk
di sepanjang jalan Bogor. Besar dan panjangnya tak kurang dari 20 cm dengan garis tengah sekitar 4,5
cm.

Bagi seorang wanita semacam Lia, rodal sebesar itu membuat khayalannya langsung melayang. Lia
membayangkan bagaimana rasa pedih dan sakitnya apabila rodal itu dipaksakan menembus memiawnya yang
masih perawan.

Akankah hal itu akan terjadi pada dirinya yang hingga kini bahkan suaminya pun belum pernah benar-
benar menjamah memiawnya itu? Akankah Apri dan Tony mendahului Danny sebagai pemilik yang sah atas
vaginanya secara bergiliran memaksakan rodal-rodal mereka itu menembus memiawnya? Lia sangat takut dan
merasa ngeri dengan pikirannya yang mengkhayal sejauh itu. Dia menggigil kemudian menutup matanya.

Sementara itu bagi Danny, melihat Apri dan Tony yang memiliki rodal sebesar dan sepanjang itu rasa
percaya dirinya langsung runtuh. Dia bayangkan apabila istrinya sempat mereka paksa untuk menerima
rodal mereka,

Dan pada akhirnya Lia mendapatkan kenikmatan serta kepuasan dengan rodal-rodal sebesar itu, dapat
dipastikan dia tidak mungkin mampu mengungguli Apri maupun Tony. Dan di belakang hari dapat dipastikan
Lia tidak akan pernah puas berhubungan seks dengan dirinya. Lia akan dengan sebelah mata saja melayani
dia sebagai suaminya.

Danny sangat terpukul. Membayangkan istrinya Lia mendesah serta merintih mendapatkan kenikmatan birahi
dari Tony dan Apri. Hatinya langsung ciut.

“Yo, ambil minuman itu lagi. Kita buat mereka lebih galak lagi”, terdengar Tony menyuruh Apri.
Kata-kata Tony itu menjadi pikiran Danny maupun Lia. Minuman apa itu? Bikin galak lagi” Apakah hal itu
yang membuat mereka demikian panas birahinya saat memasuki peraduan setelah makan malam tadi?
Mungkinkah Apri dan Tony memasukkan obat perangsang seks pada makan malam mereka tadi?

Tak lama kemudian Apri balik dengan sebotol cairan berwarna kuning bening. Pertama-tama pada Danny.
Tangan Tony memegangi kepala dan membuka sumpal mulut Danny yang langsung panik ketakutan.

Kemudian Apri menjejalkan mulut botol ke mulut Danny dan memaksakan untuk minum. Ketika Danny berusaha
menolak dengan cara memalingkan wajahnya, Tony memeganginya dan membekap hidungnya.

Karena tersedak Danny terpaksa menelan cairan dari botol itu. Dia merasakan asin dan pesing. Jangan-
jangan air kencing mereka ini. Dengan cara yang sama cairan itu juga dijejalkan pula pada mulut Lia.

“Nahhhh, bapak dan ibu, jangan khawatir… Itu adalah minuman demi kesehatan pak Danny yang tampan dan
bu Lia yang jelita…, sebentar lagi bapak dan ibu pasti akan semakin segar, ha, ha, ha…”.
Beberapa saat kemudian, pasangan D & L merasakan dunia seakan berputar-putar.

Pandangan matanya mengabur. Jantungnya berdegup lebih kencang. Lia merasakan darahnya memanas. Dan
gambaran rodal-rodal Apri serta Tony yang luar biasa itu mendekat.

Dia merasakan seakan-akan ujung-ujung rodal mereka menyentuh gerbang bibir vaginanya. Dia merasakan
rangsangan birahi yang hebat, seperti halnya saat rodal Danny suaminya menyentuh vaginanya.

Sementara itu Danny juga merasakan darahnya yang memanas. Nafsu birahinya meledak-ledak. Ingin rasanya
menjilati selangkangan Lia istrinya yang saat ini terbuka memamerkan nonoknya di atas ranjang
pengantinnya.Cerita Sex Terbaru

Ingin rasanya dapat secepatnya terbebas dari para begundal itu untuk kemudian melanjutkan apa yang
tadi telah hampir dilakukannya, tongkolnya menembus memiaw istrinya.

“Lemparkan Danny ke kamar sebelah”. Si Apri kembali melaksanakan perintah Tony.
Dengan mulutnya yang kembali tersumpal cawat Apri dan perasaannya yang mabuk dan ingin muntah akibat
minuman yang dijejalkan tadi, Danny diseret ke kamar sebelah.

Kemudian pintunya dikunci. Danny sangat penasaran, kesal dan marah. Semula dia berharap dapat tetap
sekamar dengan istrinya. Setidak-tidaknya matanya masih dapat menikmati tubuh bugil istrinya yang
terikat di ranjang, sehingga ledakan birahinya yang kini melanda nafsunya dapat sedikit tersalurkan.

Di lain pihak Lia yang ditinggalkan suaminya tak dapat menghindarkan pandangannya pada rodal Apri dan
Tony yang nampak sedemikian besar dan panjangnya. Batang rodal-rodal yang dikelilingi urat-urat itu
semakin nampak perkasa.

Kepala helmnya yang yang tumpul membulat berkilatan kena cahaya lampu kamar. Lia sendiri belum pernah
menyaksikan secara langsung rodal lelaki dewasa seperti yang dilihatnya sekarang ini. Dia hanya ingat
bahwa pernah melihat rodal-rodal sebesar itu dari VCD porno yang disaksikan ramai-ramai bersama
teman-temannya pada saat jam istirahat di kantor.

Sewaktu vaginanya siap ditembus rodal Danny dia hanya merasakan ujung rodal yang hangat merangsang
bibir-bibir vaginanya. Dia ingat betapa nikmatnya saat birahinya menjadi demikian memuncak yang
disebabkan ujung rodal Danny itu.

Dia merasakan keinginannya yang sangat kuat agar Danny secepatnya menembus kemaluannya. Bibir
vaginanya sangat kehausan untuk melahap batang rodal Danny. Tapi kini Danny tidak lagi berada di kamar
ini.

Yang nampak kini adalah Apri dan Tony yang sama-sama telah berbugil ria. Dan rodal-rodal mereka itu,
kenapa mata Lia dibuatnya sangat terpesona” rodal-rodal itu tegak ngaceng dengan kokoh dan tegarnya.

Lia berpikir akankah mereka juga akan seperti Danny? Menempelkan atau menusukkan rodal-rodal yang luar
biasa itu ke bibir vaginanya? Akankah dia akan membiarkan dan menerima kehadiran rodal-rodal yang
bukan milik suaminya itu? Akankah dia mampu menerima serangan badai nafsu serigala para brutal itu?
Dari celah matanya yang basah karena air mata, Lia melirik ke rodal para brutal tersebut.

Tiba-tiba perasaan seperti yang terjadi pada saat bersama Danny memasuki kamar usai makan malam tadi
melintas. Rasa ingin, ingin, ingin, ingin, keinginan yang kuat, keinginan yang meledak-ledak, ingin
Danny melanjutkan tusukan tongkolnya ke lubang kemaluannya, melanjutkan kenikmatan birahi yang mulai
memuncak. Mungkinkah itu” Bagaimana mungkin”

Yang nampak jelas siap melakukan itu justru Tony dan Apri yang telah telanjang bulat dengan rodal-
rodal keras besar panjang mereka itu. Mereka sangat siap dan sangat mungkin memperkosanya.

Ooohh…, alangkah ngerinyaaa… Lia berusaha menepis perasaan yang sangat menakutkan itu. Dipalingkan
wajahnya dari rodal-rodal itu. Sungguh ngeri membayangkan rodal sebesar dan sepanjang milik para
brutal itu menembus memiawnya. Apabila hal itu terjadi pasti akan merobek-robek vaginanya.

Tetapi darah dan jantung ini” Mengapa darah dan jantung Lia terus berdegup kencang sejak makan malam
tadi seakan ada yang terus merangsangnya. Dan kini bahkan semakin kencang serta kuat memacu darahnya,
setelah Tony dan Apri mencekoki cairan kuning bening tadi.

Apakah itu obat perangsang seksual yang membuat dirinya tidak dapat melepaskan pandangannya atau
memalingkan wajahnya dari rodal-rodal Apri dan Tony itu? Ah, sangat mungkin…! Bukankah Apri dan Tony
nampak jelas telah mempersiapkan semua rencana jahatnya ini.

Topeng itu, kampak itu, gedoran di pintu itu. Semua merupakan bagian rencana jahatnya. Dengan
memberikan obat perangsang birahi seksual, korbannya akan cepat takluk dan mengikuti kemauan bejat
seksualnya. Korbannya akan patuh untuk menjadi budak seksualnya.

Lia akan cepat menyerah dan sangat kehausan untuk secepatnya menikmati rodal-rodal para pejantan itu.
Ahhh…, degup jantung ini…, kenapa jadi sulit sekali, membuang keinginannya untuk tidak kembali
melirik rodal-rodal pejantan itu.

“Oohh.., jangannnn… jangannnn…!”

Lia memejamkan matanya untuk menghapus semua lintasan pikirannya, wajahnya memucat, kemudian memerah,
kemudian kembali memucat, kembali memerah. Bayangan akan rodal-rodal besar itu jadi berbalik sangat
menggairahkannya.

Perasaan ngeri, takut, cemas tetapi tidak sepenuhnya ingin benar-benar menghindar, rasa birahi yang
terus mengejarnyaa, dirasuki dengan penuh kebimbangan dan keraguan, semuanya serba bercampur aduk.

Lia dilanda kebingungan yang amat sangat. Khayalan-khayalan liarnya yang terus memburu tidak dapat
dilenyapkan dari kepalanya. Detak dan degup jantungnya juga tak dapat dikendalikannya.

“Akankah…, Ohhh…, ampuni aku Danny…, Dannyyyyyyy…, ampuni akuuuu…, aku tidak mampu mengambil
keputusan…, tolongggg…, aku membutuhkan kk… kkaamuuu… uuuu.. uuuhhhh…”. Dan memang,
keputusan akhirnya bukanlah di tangan Lia.

Begitu terlempar ke kamar buangannya, pertama-tama yang dicari Danny adalah lubang. Lubang atau celah
di dinding, dimana dia dapat mengintip istrinya yang telanjang. Pengaruh minuman yang dijejalkan Apri
dan Tony tadi membuat libido Danny terangsang dengan hebat, saat ini yang diperlukan Danny adalah
dapat mengintip istrinya telanjang, dia ingin melakukan mastubasi.

Ternyata dia dapatkan, kamar villa yang seluruhnya dibuat dari kayu dan balok itu memberikan celah di
antara dua baloknya. Celah itu cukup longgar. Danny serta merta beringsut ke celah itu. Tetapi
ternyata celah itu terlampau tinggi di atas kepala Danny.

Dengan ikatan tali pada tangan dan kakinya Danny kesulitan untuk berdiri maupun sekedar jongkok.
Sementara celah itu dapat dia raih setidak-tidaknya dengan berjongkok. Dia mengamati sekeliling kamar
itu.

Dari kamar sebelah terdengar suara riuh. Terdengar

“hah, huh, hah, huh…”, suara istrinya yang mulutnya terbungkam celana dalam dekil milik Tony.
Danny jadi panik, dia memastikan sesuatu telah terjadi pada istrinya. Dia gulingkan tubuhnya ke sebuah
kotak kayu di pojok kamar itu.

Dia coba menendang kotak itu dengan kaki terikat agar dapat didekatkan ke dinding. Berhasil. Danny
kembali berguling. Memerlukan perjuangan cukup panjang untuk dapat memanjat kotak itu dengan kaki dan
tangan yang terikat.

Sementara itu suara istrinya sudah terdengar berbeda, dalam waktu singkat suara itu telah berubah
menjadi desahan dan rintihan, disamping juga terdengar suara Tony atau Apri atau kedua-duanya.

Mereka terdengar berbicara dalam bahasa daerah mereka yang Danny sama sekali tidak memahami artinya,
tetapi Danny memastikan mereka sedang melakukan sesuatu hal yang tidak senonoh pada Lia istrinya yang
kini terikat dan telanjang bulat di depan mereka.

Akhirnya setelah berjuang keras untuk memanjat kotak kayu itu, dalam keadaan terikat tangan dan
kakinya mata Danny kini dapat menyaksikan Tony sedang memeluk dan menciumi kedua payudara istrinya.
Dan Apri dari arah lain sedang memeluk paha Lia serta wajahnya tenggelam dalam selangkangannya. Nampak
kepala Apri naik turun menjilati arah kemaluan Lia.

Seketika itu juga seolah-olah ada sejuta petir menghantam kesadaran Danny. Dia langsung terjungkal ke
lantai. Danny kehilangan kesadarannya. Tetapi hanya sesaat, dalam keadaan terkapar di lantai nampak
kelopak mata Danny yang lelah pelan-pelan terbuka. dan kemudian dengan cepat dia bangkit dan kembali
berusaha merangkak ke kotak itu untuk mengintip celah di dinding itu.

Bermenit-menit dia lalui untuk mampu kembali pada posisi dimana dia dapat mengintip kamar istrinya
yang saat ini sedang digarap oleh Tony dan Apri. Suara erangan yang telah berganti menjadi suara
desahan dan rintihan istrinya terus terdengar, juga pembicaraan antara Tony dan Apri yang tidak
diketahui maknanya oleh Danny terdengar semakin cepat bersahut-sahutan.

Sementara itu telah terjadi hal yang aneh pada diri Danny, mungkin pengaruh dari makanan dan minuman
yang dicekokkan oleh para begundal itu ke mulutnya atau setelah menyaksikan istrinya dikerjai secara
brutal oleh dua begundal itu sehingga membuatnya terjungkal ke lantai, atau mungkin juga campuran dari
keduanya.

Saat dia kembali menaiki kotak itu, dorongan keinginannya sudah berganti. Dia tidak lagi ingin
mengintip untuk melihat istrinya yang telanjang atau untuk menyaksikan bagaimana istrinya dengan gigih
melawan kedua brutal itu.

Yang diinginkannya sekarang adalah menyaksikan bagaimana kedua brutal itu yang dengan rodal besar dan
panjangnya dapat memberikan kenikmatan erotik dan sensasional kepada istrinya. Sekarang dia ingin
menikmati pemandangan bagaimana istrinya dient*t oleh para begundal itu.

Danny kembali ngaceng berat. Lebih sensasional daripada sebelumnya. Dia ingin secepatnya menyalurkan
syahwatnya. Dia ingin melakukan masturbasi sambil menonton istrinya dient*t para berandal-berandal di
kamar sebelah itu.

Inikah yang disebut “shock terapy”“ Sebuah peristiwa yang sangat luar biasa yang mampu dengan seketika
mengubah mental, selera, cara pandang ataupun keyakinan seseorang. Yang mampu mengubah Danny, dari
ketakutan serta kekhawatiran yang mencekam, menjadi sesuatu yang justru dia harapkan untuk terjadi”
Dari yang awalnya berkeinginan untuk menolong menjadi keinginan untuk ikut menikmati”

Dan itulah yang terjadi. Saat matanya kembali di lubang ingintipan tersebut, kini dia menyaksikan
bahwa telah terjadi perkembangan. Nampak sumpal pada mulut istrinya sudah dilepas, walaupun pada
tangan dan kakinya masih terikat pada ranjang itu.

Nampak istrinya menggeliat-geliat tetapi tidak berteriak menolak. Yang terdengar justru desahan dan
rintihan dari mulut Lia yang terdengar penuh kenikmatan, bahkan mata Lia nampak memandang Tony dengan
tongkolnya yang sangat besar, sedang memompa kemaluannya.

Danny melihat bagaimana pinggul istrinya sedemikian bergairahnya menjemput keluar masuknya rodal Tony
yang kelewat besar itu. Adakah Lia juga telah diterkam obat perangsang itu, sehingga membuatnya kini
menyerah dalam jarahan seksual para begundal itu?

“Ah masa bodohlah, aku sendiri punya kebutuhan pula, birahiku ooohhhhh, menyaksikan istriku dient*t
para begundal itu”, demikian pikir Danny.

Jarak lubang dengan posisi istrinya yang terikat ini tidak lebih dari 1 meter di kamar yang relatif
sempit itu. Danny dapat dengan nyata menyaksikan mengkilatnya batang rodal Tony yang keluar masuk
menembus memiaw Lia istrinya.

Tanpa dapat dicegah, air liur Danny menetes saat melihat rodal Tony yang luar biasa itu. Telinganya
yang menangkap suara desahan dan rintihan istrinya yang tidak lagi terbungkam itu sebagai pertanda
kenikmatan yang sedang melanda istrinya.

Danny tersenyum. tongkolnya yang ngaceng dipepetkannya ke dinding. Pelan-pelan digosok-gosokkannya.
Duhh…, nikmatnyaaaa…

Dari lubang ingintipan itu, Danny melihat Tony semakin cepat memompa. Makin cepat, makin cepat, cepat,
cepat… Dan,

“AACCHH…”, terdengar teriakan Tony… Dan sperma Danny muncrat berbarengan dengan air mani Tony yang
tumpah-ruah di kemaluan dan tubuh istrinya Lia.

Itulah kepuasan seksual pertama sejak perkawinannya dengan Lia istrinya, pada hari-hari yang
seharusnya penuh bahagia, pada hari-hari bulan madunya.

Kemudian Danny lemah terduduk. Tetapi tidak lama. Dia mendengar kembali suara-suara desahan dan
rintihan dari kamar sebelah, Danny kembali mengintip. Kini dia melihat Apri menindih tubuh istrinya.
Dia melumat leher, ketiak dan dada Lia.

Sementara tangan kanannya memegang tongkolnya yang bukan main indahnya di mata Danny kini, dan tangan
kirinya memeluk pinggul Lia untuk menempatkan lubang kemaluannya persis di ujung tongkolnya.Cerita Sex Terbaru

Dan yang menjadi sasaran birahi Danny sekarang adalah menyaksikan istrinya Lia menggeliat-geliatkan
pinggulnya menahan kenikmatan pada saat vaginanya melahap ujung rodal Apri. Tubuhnya dicekal oleh
otot-otot lengan Apri. Dan vagina Lia dengan penuh kepasrahan menerima tembusan dan tusukan nikmat
dari begundal brutal itu.

Mata Danny melotot melihat adegan-adegan itu. tongkolnya kembali bangkit ngaceng. Obat perangsang yang
dicekokkan padanya membuat tongkolnya tidak dapat tidur. Dan kembali dinding kamarnya menerima gosokan
rodal Danny.

Dan keadaan Lia sendiri, tak terhindarkan lagi, kebrutalan para begundal itu mulai menjadi, Lia
menyaksikan wajah Tony langsung tenggelam, dia rasakan sedotan bibir tebal dan jilatan-jialatan lidah
kasarnya yang merambahi ketiak, leher, dadanya…

Dia rasakan bagaimana bibir Tony mencaplok kedua payudaranya. Lidahnya menari-nari pada putingnya.
Gigitan kecil tetapi terasa sangat kasar membuat putingnya menjadi perih. Tetapi yang dia rasakan
sangat aneh adalah…, perasaan ngeri, takut dan cemas itu, mengapa pupus, ternyata pupus, mengapa
yang hadir kini justru rasa haus yang amat sangat.

Dia diserang rasa kehausan yang amat sangat. Ingin sekali dia mendapatkan air untuk tenggorokannya.
Ingin sekali, ingin sekali. Dia sangat menantikan Tony mengangkat celana pesingnya yang membungkam
mulutnya. Dia sangat menantikan bibir tebal Tony melumat bibirnya. Dia ingin sekali meminum ludah Tony
langsung dari mulutnya.

“Oohhhh Tonyi tolooong… akuuu hauss…, tolong Tonyii, tolongggg…”.

Dan kehausan itu semakin menjadi ketika dilihatnya Apri menyusul menenggelamkan wajahnya ke
selangkangannya. Lidah Apri yang juga kuat dan kasar itu langsung menjilat seluruh bibir kemaluannya.
Langsung membor lubang vaginanya.

Untung saja Tony tahu…, Tony yang telah 55 tahun itu tahu reaksi perempuan yang kehausan saat
menerima jilatan, sedotan, sentuhan lidah maupun bibir atau sodokan rodal. Dia tahu bagaimana desakan
birahi akan membuat tenggorokannya mengering dan seorang perempuan akan meminta agar secepatnya
dilumat bibirnya untuk dapat menyedot ludah lelaki yang menyetubuhinya dan secepatnya kemaluannya
ditembus rodal besarnya.

Tony yang sangat berpengalaman itu serta merta meraih celana dalamnya yang sejak tadi disumpalkan pada
mulut Lia. Kemudian secepat kilat bibirnya melumat bibir sensual pengantin cantik itu.

Dan serta merta, Lia langsung menyambutnya dengan penuh kelahapan birahinya. Dia dengan histeris
menyedot ludah Tony. Bahkan dari bibirnya juga keluar bisikan-bisikan kehausannya.

“Pak Tonyi, ayyooo, Lia udah tidakk tahannn…, ayyooo Pak Tonyi…, Lia udah pengin rodal Pak Tony
ituu…, ayoooo Pak Tonyiii …”.

Tony tahu bahwa Lia sedang dalam keadaan tersiksa oleh deraan nafsu birahinya sendiri, dia tolak Apri
dari keasyikannya melumati kemaluan Lia, kemudian dirabanya kemaluan indah itu. Cairan birahinya sudah
membanjir.

Dan Tony dengan cepat mengambil posisi. Dia kangkangkan selangkangan Lia, untuk kemudian dia
menempatkan tongkolnya di antara selangkangan Lia itu. Diarahkannya rodal itu langsung ke lubang
vagina Lia, yang telah sangat kehausan menunggunya.

Karena Lia masih perawan, sejago-jagonya Tony tetap saja segalanya masih harus diusahakan dengan
keras. rodal itu setiap kali meleset dari targetnya. Mungkin licin. Beberapa kali Tony merasa
tongkolnya sudah tepat berada di mulut vagina Lia, meleset lagi.

Dan saat berhasil tembus, Lia berteriak kesakitan, dan Tony melihat darah keperawanan Lia mengalir
dari bibir vaginanya. Selaput perawan Lia telah robek. Kemaluan Lia sudah berhasil ditembus rodal
Tony. Kemudian Tony mulai memompa.

Pelan…, pelan…, pelan…, tetapi Lia sendiri yang sudah sangat kegatalan ingin lebih cepat… Dan
Tony menurut untuk mempercepat…

Dari balik kamar, Danny ternyata ikut menyaksikan saat-saat itu. Hingga dia saksikan bagaimana Tony
memuntahkan bermili-mililiter air maninya ke dalam memiaw istrinya Lia itu. Dan dalam kesempatan itu,
Danny juga menyalurkan birahinya hingga spermanya menyemprot dinding tempatnya mengintip istrinya
menikmati genjotan Tony.

Sungguh suatu pengalaman yang sangat dahsyat bagi perawan seperti Lia ini. Seumur-umur baru kali
inilah dia merasakan nikmatnya senggama. Saat Tony melepas spermanya tumpah di dalam vaginanya, Lia
pun mendapatkan orgasme pertamanya. rodal Tony masih berada di dalam lubang vaginanya saat Apri
datang.

Dia menepuk punggung Tony, mengisyaratkan meminta “jatah”nya. Lia menatap kehadiran Apri dengan
pandangan penuh gairah dan birahi. Orgasme yang baru saja diraihnya bersama Tony belum menghabiskan
semangat libidonya.

Kegatalan birahi pada kemaluannya masih menuntut gesekan batang-batang penuh kejantanan dari para
pecundang ini. Dan begitu Apri datang serta langsung menembakkan rudalnya pada memiaw Lia, ditariknya
tubuh Apri.

Dia ingin Apri rodal* nonoknya dengan bibir tebal Apri tetap melumat bibirnya. Dia ingin menguras
ludah dari mulut Apri. Dia ingin mendengarkan desah dan rintih Apri yang merasa kelimpungan oleh
jepitan vaginanya langsung di telinganya.

Dia ingin hidungnya mengendus seluruh keringat yang keluar dari tubuh Apri. Dia ingin Apri melumat
ketiaknya, payudara dan putingnya. Kini Lia telah menjadi kuda betina yang binal. Dia tidak lagi
memikirkan Danny.

Dia hanya ingin Danny bergabung dalam kenikmatan bersama ini. Dia ingin Danny menerima kenyataan dunia
ini. Dia ingin Danny untuk tetap setia dan menurut saja pada dewa-dewa jantan yang begundal dan brutal
ini. Lia berkeyakinan kedua brandal begundal brutal ini adalah dewa-dewa jantan yang membawa sejuta
kenikmatan. Danny harus patuh dan tunduk pada mereka.

Sementara itu di kamar lain… Danny kini menyadari bahwa Apri dan Tony telah memberikan kenikmatan
tak terhingga pada Lia istrinya. Dia berfikir sederhana, kalau rodal-rodal Apri dan Tony itu nikmat
bagi Lia yang dicintainya, tentunya akan nikmat pula bagi Danny yang mencintainya khan?

Suatu logika yang sangat rasional. Kalau Lia meminum dengan rasa segar ludah Apri maupun Tony,
tentunya ludah itu juga akan menyegarkan bagi Danny khan? Dan pada akhirnya semua bagian tubuh Apri
maupun Tony mestinya nikmat dan layak untuk dinikmati semuanya khan?

Kini ganti Danny yang diserang rasa haus… Tiba-tiba terdengar kunci kamar itu dibuka oleh seseorang.
Nampak Apri dan Tony masuk dan memeriksa wajah Danny. Kemudian dia periksa pula tongkolnya. Mereka
tersenyum.

Kemudian Apri dan Tony memeriksa dinding di dekat kotak kayu dimana Danny tadi mengintip. Diamatinya
dinding itu. Dan saat ditemukannya sperma Danny yang masih meleleh pada dinding, kembali Apri dan Tony
tersenyum puas. Danny berharap sumpal mulutnya dilepaskan seperti halnya Lia istrinya.

Tapi ternyata tidak. Kedua begundal itu kini menyodorkan rodal mereka ke wajahnya.
“Ooohh…, mereka hendak membuang air kencingnya ke wajahku”, pikir Danny.
Danny menunggunya dengan perasaan penuh birahi.

Dia amati rodal Tony yang ujungnya bulat seperti jamur merang. Lubang kencingnya menganga lebar. Dan
Ujung rodal Apri nampak agak belang. Kulupnya masih membungkus, tanda bahwa dia belum ngaceng
sempurna.

Dan akhirnya, seerrr… dan seeerrrrr…, kencing Tony dan Apri langsung mengguyur wajah Danny. Celana
dalam Apri itu ternyata langsung menyerap cairan kuning itu. Di dalam mulutnya, Danny merasakan hangat
air kencing mereka berdua.

Dia berusaha menelannya sebanyak mungkin. Inilah obat haus bagi Danny. Sedemikian banyaknya kencing
Apri dan Tony sehingga membuat Danny tampak seperti mandi. Seluruh tubuhnya basah kuyup oleh air
kencing mereka. Bau pesing air kencing itu seakan-akan menjadi bau sedap bagi Danny yang sedang horny.

Setelah selesai, Apri mengambil celana dalam yang menyumpal pada mulut Danny. Danny lega. Akhirnya
rahangnya dapat beristirahat setelah sekitar 4 jam menganga. Tetapi ternya urusan masih belum selesai.
Apri memerintahkan Danny untuk membuka mulutnya lagi. Diperasnya air kencing Apri dan Tony yang
terserap dalam celana dalam Apri itu ke mulut Danny. Dan tanpa disuruh lagi Danny langsung
menjilatinya.

Kemudian Tony berbicara.

“Kamu sekarang jadi budakku. Tahu”. Danny seakan mendengar berita gembira.

Dia mengangguk angguk senang. Kemudian Apri menuntun menuju kamar dimana Lia masih terikat di
ranjangnya.

“Hai, pelayanku, budakku, anjingku… Bersihkan nonok istrimu dari peju-peju (sperma) kami yang
tertinggal di dalamnya. Kamu sedot dengan mulutmu sampai bersih. Cepat”.

Ternyata Tony dan Apri ini benar-benar seorang ahli kejiwaan yang hebat. Mereka pakar sekali dalam hal
mengubah, merusak dab menghancurkan mental orang lain. Dan tampak sekarang…,

Danny telah tercuci otaknya menjadi budak yang penurut dan rodal yang siap menunggu perintah tuannya.
Dia siap untuk melakukan apapun, termasuk minum air kencing mereka atau bahkan lebih dari itu. Tidak
ada lagi rasa tabu, jijik, jorok bagi para budak mereka.

Lia juga telah diubah sebagai budak seksnya. Pasangan itu akhirnya kembali seperti halnya yang
diharapkan oleh para tamu dalam acara pesta kemarin siang,

“Semoga Danny dan Lia selalu saling melengkapi”. Dengan karakter baru setelah melalui garapan Tony dan
Apri, pasangan Danny dan Lia tetap saling melengkapi.

Setidak-tidaknya di depan para berandal brutal itu.

Dan kini Danny merangkak di lantai menuju tepian ranjang. Dia datangi nonok Lia yang masih basah penuh
sperma yang meleleh dari lubang vaginanya. Danny harus membersihkan dengan lidahnya. Dia dekatkan
bibirnya menuju vagina yang penuh lelehan sperma Apri dan Tony itu. Lidahnya menjilati dan bibirnya
langsung menyedotnya hingga nonok Lia kembali kosong.

Sejak kehadiran Danny kembali ke kamarnya dan kemudian menjilati kemaluannya dari sisa-sisa sperma
yang dibuang Tony dan Apri ke dalam vaginanya, Lia hanya dapat menyaksikan dengan diam. Pandangannya
pada Danny sudah hambar.

Bukannya karena Danny tidak dapat menyelamatkan dia saat-saat menderita. Tetapi Lia kini yakin bahwa
Danny tidak mungkin dapat memberikan kenikmatan ranjang macam Apri dan Tony.

Baca Juga Cerita Sex Telanjang

Danny tidak akan mampu merangsang birahinya untuk meraih orgasmenya. Dan di mata Lia kini, Danny
memang hanya pantas menjadi budak atau rodal yang menjilati sperma buangan tuannya.

Semua yang dilakukan Danny sepenuhnya berada dalam pengawasan Apri dan Tony. Mereka puas melihat
Danny. Mereka juga puas melihat Lia. Kini tali-tali mereka akan dilepaskan. Apri dan Tony yakin bahwa
Danny dan Lia sekarang bukan lagi Danny dan Lia pada 4 jam yang lalu.

“Tadi saat kalian datang, kami sepenuhnya melayani kalian. Sekarang kamu menjadi pelayan-pelayan kami,
menjadi budak-budak kami, menjadi rodal-rodal yang setia pada kami. Dengar, kami akan bermurah hati
melepaskan tali kalian. Agar kalian selalu siap menjalankan perintah kami berdua”.

Kemudian tali-tali mereka dilepaskan. Tony memerintahkan keduanya untuk mandi dan berganti pakaian.
Apri dan Tony akan menunggu mereka untuk makan malam di teras kebun. Tempat itu sengaja dipilih karena
malam ini adalah malam purnama.

Danny dan Lia akan disuguhi pemandangan malam yang sangat indah. Tony membisikkan kepada Danny dan
Lia, bahwa dia telah memasak makanan kesukaan mereka. Sebelum meninggalkan pasangan itu, Apri dan Tony
menyampaikan selamat malam dengan sangat santun.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Kebutuhan Papa

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Panggil saja Lussi, gadis muda, cantik, manis dan seksi. Umurnya masih muda 24 tahunan,
dia juga masih kuliah disalah satu perguruan tinggi. Namun keadaan ekonomi keluarganya
sangat berbalik dengan kecantikannya, ekonominya bisa dikatakan sangat kurang, untuk
mencukupi kebutuhan keluarga dan untuk membayar kuliahnya setiap hari dia selalu sibuk
dengan rutinitas pekerjaannya. Apapun pekerjaannya pasti Lussi lakukan agar keluarganya
tidak kekurangan.

Cerita Sex Terbaru Kebutuhan Papa
Hingga akhirnya suatu hari ayah Lussi terkena sakit keras dan harus dirawat dirumah sakit
dan harus operasi. Lussi sangat kebingungan karena tabungannya sangat kurang banyak untuk
membayar biaya operasi ayahnya. Lussi bingung harus mencari uang kemana karena dia sudah
berusaha meminjam kepada teman-temannya tapi nominal uang cukup banyak jadi teman-temannya
gak mungkin ada yang bisa membantu. Lussi pun menjadi gelisah dengan keadaan itu.
Ditengah kegelisahannya datanglah seorang teman Lussi menawarkan pekerjaan yang kiranya
hasilnya lumayan banyak. Sejenak Lussi agak merasa lega dengan tawaran temannya itu. lalu
temannya menyuruh Lussi untuk ganti pakaian, namun teman Lussi menyuruh Lussi untuk
berpakaian yang seksi. Lussi sendiri sempat herankenapa temannya menyuruh Lussi berpakaian
seksi, tapi karena terdesak keadaan jadi Lussi nurut pada temannya gitu aja. Selesai ganti
pakaian teman Lussi memuji kecantikan dan keseksian Lussi, karena pada waktu itu Lussi
menggunakan kemeja setrit dan rok yang sangat mini sekali. Terlihat Lussi sangat anggun
sekali, buah dadanya terlihat padat berisi, berukuran 33B dan pantatnya terlihat sangat
bulat padat. Penampilannya membuat setiap laki-laki terpana melihatnya.
Diperjalanan Lussi dikasih tau temannya kalau dia akan disalurkan kesebuah panti pijat.
Lussi sangat kahet sekali dengan pemberitahuan temnnya itu, sempat Lussi akan menolak,
namun Lussi kembali memikirkan keadaan ayahnya yang sedang sakit keras dan membutuhkan
banyak biaya. Lussi pun hanya diam dan mengangguk saja, tanda Lussi menyetujui tawaran
temannya. Setelah itu diajaknya Lussi kesebuah rumah sangat besar sekali dan diajaknya
Lussi masuk. Disana Lussi dan temannya disambut seorang wanita yang sudah akrab dengan
teman Lussi tadi. Lalu teman Lussi memasrahkan Lussi kepada Neti salah satu pegawai.
Kemudian pegawai itu pun memberikan pengarahan kepada Lussi dan mengajak Lussi untuk
melihat sekeliling rumah dan tata cara dan segala sesuatu yang akan menjadi tugas Lussi.
“dia pemilik panti pijat ini….namanya oom Edo” kata Neti. Neti kemudian berbicara sejenak
dengan Edo , lalu meninggalkan Lussi berduaan disana. “halo…saya Edo….panggil saja oom
Edo….” kata Edo sambil mengulurkan tangannya “Lussi, oom.
” jawab Lussi menyambut uluran tangan Edo. Edo tidak segera melepaskan genggaman
tangannya, ia menatap Lussi bagai sedang menaksir sebuah karya seni.
“ok kalau begitu…” katanya kemudian sambil melepaskan jabatan tangannya. Edo kemudian
melepaskan satu persatu pakaiannya, sehingga ia telanjang bulat, penisnya kelihattan cukup
besar, setidaknya membuat Lussi agak tercekat.
“nah Lussi..coba urut punya oom……”kata Edo. Lussi perlahan mendekat dan berlutut d antara
kaki oom Edo, kedua tangannya menggenggam penis Edo, dan dengan gerakan yang teratur ia
mulai memijit penis Edo, naik turun. Edo terlihat tersenyum dan puas dengan pijitan Lussi.Cerita Sex Terbaru
“coba pake mulut …..” perintahnya Lussi dengan patuh memasukkan penis itu ke dalam
mulutnya, dan menyusuri penis tersebut maju mundur dengan bibirnya, suara geraman dan
kocokan berirama mengiri semua nya. “uughh…you are….uughhh….” Edo menggeram sambil meremas
rambut Lussi sampai acak acakan.
Lussi terus melakukan oral dengan santai, ia sering melakukannya dengan mantan pacarnya
dulu. sampai beberapa lama akhirnya , penis oom Edo menyemburkan cairannya, oom Edo
menahan kepala Lussi agar seluruh spermanya tertelan oleh gadis itu.
“hahahah..bagus..bagus…kamu berbakat juga ternyata…….hahahaha…kamu diterima……” kata oom
Edo senang. Lussi masih berlutut dilantai dan tertunduk malu, kini sudah tak mungkin lagi
untuk kembali.
Sabtu malam adalah malam pertama Lussi menjalani pekerjaanya sebagai massage girl. “anak
anak….pak burhan sudah datang….” kata tante mirna sambil mengantar seseorang yg wajahnya
sepertinya Lussi kenal, pak burhan adalah salah seorang pejabat pemerintah, dan wajahnya
sering muncul di televisi menyuarakan gerakan moral , sangat bertolak belakang dengan apa
yg dia lakukan sekarang. sebagai pelanggan tetap tempat itu, mata pak burhan langsung
menangkap barang baru di tempat itu. tak mempedulikan godaan para perempuan lain , ia
mendekati Lussi.
“hai…gadis manis….kamu siapa….?” tanya pak burhan…. “ehh..Lussi ..ehh..oom….”jawab Lussi
“baru ya disini…..” tanya pak burhan “ini emang hari pertamanya dia oom…
” Neti yg menjawab ditimpali dengan anggukan kepala Lussi.
“ooh…..bagus..ayo…..langsung ke dalam…oom udah pegel pegel nih…” kata pak burhan sambil
menarik tangan Lussi masuk ke sebuah kamar. Lussi sedikit senang dan gugup menghadapi
pelanggan pertamanya.
“oom mau mandi dulu..?” tanya Lussi “ga usah…langsung aja.
“kata pak burhan sambil melepaskn seluruh pakaiannya, sementara Lussi merapikan tempat
tidur dan baby oil.
“loo..kok bajunya ga dibuka…” kata pak burhan ketika melihat Lussi berdiri di sisi ranjang
masih berpakaian lengkap.
“oom bukain ya…” kata pak burhan sambil membuka satu persatu kancing baju Lussi, dan
melemparkan
jatuh blouse Lussi, sambil melepas bra Lussi , pak burhan menyempatkan meremas sejenak
buah dada Lussi yg menggiurkan itu, barulah ia kemudian melepas rok dan dalamn Lussi,
sehingga Lussi pun kini tealnjang bulat.
pak burhan lalu berbarin telungkup di ranjang , dan Lussi mulai melakukan pemijatan. saat
Lussi meratakan baby oil di punggung pak burhan dan memijat, pak burhan dengan santai
mengajaknya mengobrol banyak hal, sehingga suasananya cukup cair., pak burhan tak henti
henti memuji pijatan dan sentuhan Lussi. kemudian pak burhan membalikkan badan, penisnya
tegak tegang perkasa.
“pijat refleksinya dong ….” kata pak burhan sambil tersenyum, Lussi mengerti maksudnya.
giat mulai memijat mijat penis pak burhan, sementara pak burhan aktif meremas remas buah
dada Lussi, Lussi memijat, dan mengocok makin kuat saat rangsangan di buah dadanya
membuatnya semakin terbang melayang.
Lussi kemudian menggantikan tangan dengan mulutnya, penis besar pak burhan kini memenuhi
mulutnya, dengan mulutnya ia menghisap dan bergerak naik turun menyusuri panjang penis
itu. “uagghhhh..gila….hebat kamu……” kaya pak burhan terlihat puas Lussi terus mengocok,
mengulum , dan menjilat penis itu sehingga membuat pak burhan semakin terbuai oleh
kenikmatan.
tak butuh waktu lama sampai penis itu semakin mengang dan mengejang dan akhirnya
menyemburkan seluruh isinya, Lussi membersihkan sisa sisa sperma dengan menjilatinya,
membuat pak burhan semakin tertawa puas, ia pun memberi tip yang cukup besar. malam
pertama Lussi , ia harus melayani 6 orang tamu, namun hasil yg didapatkan cukup lumayan,
ia tak akan menyesali keputusannya terjun ke dunia seperti ini.
malam minggu berikutnya, tante mirna menyuruh Lussi untuk memakai seragam sma, karena ada
pelanggan yg menginginkan dipijat oleh gadis sma. dengan wajah polos Lussi, tak sulit bagi
Lussi untuk menjelma menjadi gadis sma. malam itu Lussi memakai kemaja putih sma ketat
dengan dua kancing atasnya dibuka, dan rok abu abu pendek, dibaliknya ia tak memakai apa
apa lagi.
pukul 9 malam, pelanggan itu tiba, dan langsung terpana melihat kecantikan dan kemolekan
Lussi yang terbalut seragam sma. pelanggan yang dimaksud ternyata adalah pak Dido, ia
adalah salah seroang konglomerat papan atas indonesia, beberapa hari lalu ia baru lolos
dari tuduhan korupsi , maka hari ini ia ingin merayakannya.
“halo..saya Dido…..kamu pasti Lussi..?”
“betul oom….
” ‘yukk….” pak Dido tak sabar membawa Lussi ke kamar.
“oom…mau mandi dulu……
” tanya Lussi “iya..tapi kamu lihat ya….
” kata pak Dido sambil mencolek buah dada Lussi.Cerita Sex Terbaru
pak Dido pun mandi dengan pintu terbuka agar Lussi bisa melihatnya, dan ia meminta Lussi
selagi ia mandi, Lussi harus melakukan rangsangan sendiri. dan begitulah, sambil pak Dido
di kamar mandi, Lussi mengelus ngelus pahanya sendiri sampai ke pangkal paha, menyibakan
rok pendeknya, kemudian tangannya meremas remas buah dadanya sendiri sambil mengerang dan
merintih.

“aahhhhh…awww,,,aauuhhh……..ahhhhhhhh…..” Dia membuka satu persatu kancing bajunya ,
memperlihatkan buah dadanya , meremasnya kembali dan memainkan putingnya.
“oooooh……..aaaahhhhh…ooouuhhhhh……awwww…….” entah karena ia terangsang atau menjiwai , ia
tak menyadari pak Dido mendekatinya, ia baru menyadari saat penis pak Dido sudah ada di
depan mulutnya, tanpa membuang waktu sedetik pun , penis tersebut telah masuk ke mulut
Lussi.
Lussi mulai memaju mundurkan kepalanya, memberikan sensasi kenikmatan pada penis pak Dido.
Lussi memainkan jurus jilatan dan hisapan mautnya , sampai akhirnya sperma pak Dido
menyembur masuk ke mulutnya….

“huhuhu..bagus..bagus…” kata pak Dido pak Dido kemudian menerkam dan menindih tubuh Lussi,
buah dada gadis itu diremas dan disedot sedotnya bagai bayi, membuat Lussi mengerang dan
merintih.
“oooooh….oom……pelan….oom…….ahhhhhhhh..awhhhhh….” pak Dido kemudian menyusuri lekuk lekuk
tubuh Lussi dengan lidahnya, menimbulkan sensasi geli dan birahi pada Lussi.
“ooh….hihii..awahhh..geliii..aww…..oom….ahhh….oom…” Lussi semakin menggelinjang tak karuan
saat sapuan lidah pak Dido mencapai klitorisnya, birahinya kini sudah hampir mencapai
puncaknya.
puas menjilati dan meng “obok obok” tubuh Lussi , pak burhan menyuruh Lussi untuk bersiap
dlm posisi doggy style. setelah bersiap pada posisinya, dengan lembut dan perlahan pak
Dido mulai memasukan penisnya, dan mendorongnya perlahan, namun kian lama kian cepat.
sambil menggenjot Lussi, tangan pak Dido tidak menganggur, buah dada Lussi yg menggantung
ia remas remas, bebrapa kali pantat Lussi ia pukul sampai memerah.
“aww…oom…….uuhhhh…pe…aahh..lan…….dong…ahhhhh…” setiap sodokan pak Dido membuat Lussi
semakin dekat pada orgasme, ia membenamkan wajahnya di bantal menahan suara rintihan dan
erangan kenikmatan dari mulutnya.
“uughh…..Lussi…uughhh..kamu….hebat….ahhh….” geram pak Dido keduanya menggeram dan
mengerang menambah erotis suasana ruangan itu, smpai akhirnya keduanya bersamaan mencapai
orgasme.

Baca JUga Cerita Seks Rayuan Mami

“aaaaaaaahhhhhh….aahhhhhhh…” Lussi berteriak panjang lengan dan lutut Lussi melemah
membuatnya ambruk di kasur dengan tubuh pak Dido diatasnya, dengan penis masih menancap,
malam itu mereka akhiri dengan mandi bersama, di kamar mandi pak Dido masih sempat
menyetubuhi Lussi dengan posisi berdiri, membuat seluruh tenaga Lussi habis malam itu.
tips dari pak Dido adalah yg paling besar dari semua tips yg ia terima, hal yg layak ia
terima mengngat ia harus bekerja sangat keras, untunglah tante mirna mengerti keadaanya
dan menyuruh Lussi beristirahat dan tidak menerima tamu dulu.
Pak Dido dan pak burhan menjadi langganan tetap Lussi disana, mereka berdua tak mau
dilayani siapapun kecuali Lussi. sampai pada akhirnya pak burhan ingin memiliki Lussi
hanya untuk miliknya, ia menebus Lussi dari tante mirna , dan menjadikan Lussi sebagai
simpanannya sampai sekarang. hal itu menjadi berkah tersendiri bagi Lussi, kini dia tak
lagi khawatir akan kehabisan uang , rumah dan mobil pun kini ia punya, meski jauh dalam
hatinya ia berharap ia bisa hidup normal dan menjalani kehidupan bekeluarga seperti halnya
orang lain…..hanya saja…entah kapan.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Di Nodai Majikan

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Dengan cuaca yang masih mendung dan dingin di dalam kamarku aku bangun dan ingin menuju kekamar mandi, dan aku masih merasakan getaran tarangan majikannku yang membekas di bahuku sungguh enak di pijit sama majikan baru kali ini seumur hidupku tubuhku dijamah oleh laki laki.

Cerita Sex Terbaru Di Nodai Majikan
Sebelum kecerita perkenalkan namaku Lisa umurku saat ii 19 tahun aku anak terakhirdati 6 saudara dan kesemuanya adalah wanita, kakaku yang 3 dan 4 mereka juga sama menjadi pembantu rumah tangga , sudah 1 tahun ini aku bekerja di rumah majikanku yang masih muda baru mempunyai anak 1 berumur 3 tahun.

Majikan perempuanku yang kupanggil ibu adalah seorang karyawati, sedang majikan laki-lakiku seorang pegawai negeri sebuah instansi pemerintah. Kehidupan di dalam rumah tangga majikanku dapat dikatakan harmonis, itu yang membuatku kerasan tinggal bersama mereka. Ibu majikan seorang wanita yang baik, begitu pula dengan suaminya.

Hari Sabtu dimana ibu bekerja, sedang bapak setiap Sabtu dan Minggu libur. Di rumah tinggal bapak, aku dan anaknya. Aku merasa tidak enak badan sejak hujan-hujanan kemarin waktu aku pergi ke pasar. padahal malam harinya aku sudah minum obat, tetapi hingga pagi hari ini aku merasa sakit disekujur tubuh.

Walau begitu tetap kupaksakan diri untuk bekerja, karena sudah kewajibanku sehari-hari dalam keluarga ini. Setelah anaknya tidur, kurebahkan diriku di kamar. Cuaca mendung bulan November, setengah terpejam sayup-sayup kudengar bapak memanggil namaku, tetapi karena badan ini terasa berat, aku tak sanggup untuk bangkit, sampai bapak datang ke kamarku.

Bapak terkejut melihat kondisiku, dihampirinya aku dan duduk ditepi ranjang. Aku berusaha untuk bangkit walau kepala ini seperti dibebani ribuan batu, tiba-tiba tangan bapak menyentuh dahiku kemudian merengkuh bahuku untuk memintaku tiduran kembali.

Bapak bilang kalau tubuhku demam, kemudian dia memijit keningku, mataku terpejam Lisamati pijitan itu, terasa sakit di kepala dan lemas sekujur tubuhku. Setelah beberapa saat bapak menyuruhku untuk telungkup, akupun menurutinya.

Kuraskana kain bajuku disingkap ke atas oleh bapak, kemudian tali pengait behaku dicopotnyanya. Aku terkejut, tetapi karena lemas aku pasrah saja, kurasakan pijitan bapak dipunggungku. Disinlah awal keanehan itu terjadi.

Walaupun kondisi demam, tetapi perasaan itu tetap saja kurasakan, begitu hangat, begitu damai, begitu takut dan akhirnya begitu nikmat, mata kupejamkan sambil Lisamati pijatan bapak. Umur bapak sudah tigapuluhan dan kuakui kalau bapak mempunyai wajah yang awet muda.

Disaat aku merasakan pijitan bapak, tiba-tiba kurasakan resluiting celana pendekku di belakang diturunkan oleh bapak.

Aku ingin berontak dan membalikkan badan, tetapi ditolak oleh bapak dengan mengatakan bahwa bagian bawahpun harus dipijat, akhirnya aku mengalah walau disertai rasa malu saat bapak melihat pantatku.

Jujur, yang ada di dalam benakku tidak ada prasangka lain selain aku dipijit bapak. Setelah agak lama, bapak menyudahi pijitannya dan aku diberi lagi obat demam yang segera kuminum, bapak kemudian meninggalkan kamarku.

Sebelum tidur kuputuskan ke kamar mandi untuk buang air kecil. Seperti yang telah aku ceritakan di atas, bahwa celana dalamku basah, dan ternyata bukan pipis. Aku raba dan rasakan ternyata berlendir dan agak lengket, aku tidak tahu hubungan basah ini dengan pijatan bapak tadi. Aku tak mampu berpikir jauh, setelah dari kamar mandi, kuputuskan untuk tidur di kamar.

Sore hari gerimis turun, ketika aku tidur, siang tadi ibu majikan dan anaknya pergi kerumah famili serta menginap di sana karena ada hajatan, sementara bapak tinggal di rumah sebab besok Minggu ada acara di komplek.

Setelah sesiang tadi aku tidur, kurasakan tubuhku agak mendingan, mungkin karena pengaruh obat turun demam yang aku minum tadi, sehingga aku berani untuk mandi walau dengan air hangat. Selesai mandi terdengar suara bapak dari ruang TV memanggil namaku, aku bergegas kesana.

Bapak menanyakan keadaanku yang kujawab sudah baikan. kemudian bapak menyuruhku membuatkan teh hangat untuknya. Teh kubuat dan kuhidangkan di meja depan bapak, kemudian bapak menyuruhku duduk di bawah depan tempat duduk bapak, kuturuti perintahnya.

Ternyata bapak sedang Lisamati TV, kemudian bapak memegang pundaku serta memijit perlahan-lahan dan bertanya apakah pijitannya enak, kujawab enak sekali sembari tersenyum, sembari tetap memijat pundakku kami berdua membisu sambil menonton TV.

Lama-kelamaan perasaan aneh itu menjalar lagi, aku merasakan sesuatu yang lain, yang ku tak paham perasaan apa ini, kurasakan sekujur bulu tubuhku mermang. Tiba-tiba kurasakan hembusan nafas di samping leherku, aku melirik, ternyata wajah bapak telah sampai di leherku, aku merasakan getaran-getaran aneh yang menjalar kesemua tubuhku, aku tidak berontak, aku takut, tetapi getaran-getaran aneh itu kurasakan begitu nikmat hingga tanpa kusadari kumirngkan kepalaku seakan memberi keleluasaan bapak untuk mencmbunyanya.

Tak terasa aku memejamkan mata dan Lisamati setiap usapan bibir serta lidah bapak di leherku. Getaran itu kini menjalar dari leher terus turun ke bawah, yang kurasakan tubuhku melayang, tidak mempunyai beban, terasa ringan sekali seolah terbang.

Otakku seakan buntu, tidak dapat berpikir jernih, yang kutahu aku mengikuti saja karena pengalaman ini belum pernah aku rasakan seumur hidup, antara takut dan nikmat. Tangan bapak masih memijat pundakku sementara dia masih mencumbui leherku, tak lama kemudian kurasakan tangan itu meraih kancing baju depanku dan membukanya satu persatu dari atas ke bawah.

Setelah semua kancing bajuku terlepas, kembali tangan bapak memijat bahuku, semua itu aku rasakan dengan melayang-layang, perlahan tapi pasti kedua tangan bapak menyentuh ke dua payudaraku, aku kaget.

Kedua tanganku lalu memegang tangan bapak, bapak membisikkan supaya aku Lisamati saja pijitannya, tanganku akhirnya terlepas dari tangan bapak. Lagi-lagi kurasakan sesuatu getaran aneh, hanya getaran ini lebih dahsyat dari yang pertama, payu daraku diremas tepatnya daripada dipijit, walau masih memakai bh.

Kemudian tangan bapak kembali kepundakku, ternyata diturunkannya tali bhku, perlahan-lahan diturunkan sebatas lengan, sementara ciuman bapak masih di leher, kadang leher kiri, kadang leher kanan.

Aku melayang hebat, dimana kedua tangan bapak meraih payudaraku dari bagian atas turun ke bawah, sesampai di putingku remasan berubah menjadi pilinan dengan jari, aku sempat membuka mata, tetapi hanya sesaat, getaran aneh berubah menjadi sengatan.

Sengatan kenikmatan yang baru ini kualami, dipilin-pilinnya kedua putingku, tak sadar ku keluarkan desahan pelan. Secara tidak kusengaja, tangan kiriku meraba celana dalamku sendiri, kurasakan gatal disekitar kemaluaku, ternyata kemaluanku basah, aku tersentak dan memberontak.

Bapak kaget, kemudian menanyakan ada apa, aku tertunduk malu. Setelah didesak aku menjawab malu, kalau aku ngompol. Bapak tersenyum dan berkata bahwa itu bukan ompol, lalu bapak berdiri dan membimbingku duduk di sofa.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Bapak menanyakan padaku, yang kujawab bahwa ini pengalamanku yang pertama, kemudian bapak mengatakan ingin memberi pengalaman selanjutnya dengan catatan supaya aku tidak menceritakan pengalaman ini pada siapa saja.

Aku hanya mengangguk dan menunduk, tak berani kutatap mata bapak karena malu. Di luar hari sudah berganti malam, gerimis pun berubah menjadi hujan, tetapi aneh, hawa di ruang TV berubah menjadi hangat, apakah ini hanya perasaanku saja?

Sementara aku duduk di sofa, bapak malah jongkok dihadapanku. Aku rikuh dan menundukkan kepalaku. Tiba-tiba bapak maju menuju payu daraku dan menciuminya, seperti bayi menetek ibunya. Aku berkata malu, tetapi di jawab bapak untuk Lisamati saja.

Sengatan itu kembali menyerangku ketika ciuman bapak berubah menjadi jilatan dan kuluman di putingku, aku kembali terpejam dan mengerang, tak kusadari tanganku berada di kepala bapak, mengelus dan sedikit menjambak rambut bapak.

Aku tidak kuat menyangga tubuhku, perlahan dan pasti tubuhku terjatuh di sofa, bapak membetulkan posisiku sehingga tiduran disofa. Kemudian jilatan bapak berlanjut diperutku, sementara tangan kiri bapak di payudaraku, tangan kanan meraba dari betis naik ke paha serta menyingkap rok yang kukenakan.

Aku sudah kehilangan akal sehat, hanya bisa diam dan Lisamati setiap jilatan dan elusan bapak. Aku terkejut pada saat jilatan bapak sampai ke celana dalamku, aku mengatakan bahwa itu kotor dan pesing, tetapi dengan sabarnya bapak menenangkanku untuk tetap saja Menikmatinya.

Aku hanya terdiam dan pasrah, di antara takut dan malu serta rasa nikmat yang tak kuduga sebelumnya. Perlahan bapak membuka rok serta mencopot celana dalamku dan menciumi rambut kemaluanku.

Takut bercampur geli berkecamuk di dalam dadaku, kurapatkan kedua pahaku menahan geli, tetapi keanehan terjadi lagi, lama kelamaan tanpa kusadari kedua pahaku membuka dan semakin lebar. Posisi ini memudahkan bapak untuk mencumbu lebih dalam.

Tiba pada bagian tengah atas kemaluanku, kurasakan ujung lidah bapak menyengat yang lebih dahsyat lagi, tanpa kusadari kunaikkan pantatku ke atas ke bawah, aku meracau tidak karuan, sukar kulukiskan dengan kata-kata perasaan ini.

Kurasakan dunia gelap dan berputar, sayup-sayup kudengar suara kecipakan di sekitar selangkanganku, hingga ada suatu desakan dari dalam kemaluanku, desakan itu tak dapat kutahan, sesuatu yang akan meledak keluar, seperti bila ingin pipis, tetapi ini lebih dari itu.

Tanganku tak dapat kukendalikan, kujambak rambut bapak sambil menekan kepalanya pada kemaluanku. Aku melonjak, mengjan. menahan, meracau, tiba-tiba sesuatu itu keluar dari dalam kemaluanku, kemaluanku basah… bahkan banjir… kurasakan aku ngompol…

Setelah itu tubuhku lemas, keringat membanjiri tubuhku, tulang-tulangku terasa lepas dari tempatnya… perasaan apa ini? antara nikmat… kebelet pipis… dan lemas

Kulihat bapak tersenyum dan mengelus rambutku, bapak menanyakan apa yang aku rasakan. Kubalas dengan tatapan yang bertanya-tanya, tetapi aku tidak dapat berkata-kata, diantara nafasku yang masih memburu, aku hanya tersenyum dan memandangnya sayu.

Bapak berlutut di sampingku, melepas sarungnya, meraih tanganku dan membimbingnya untuk memegang tengah celana dalamnya, kuturuti, kuraba dari luar celana dalam bapak, ini pun pengalaman pertamaku memegang kemaluan laki-laki.

Kurasakan sesuatu menonjol keras ke atas di tengahnya, bapak Lisamati elusanku dan kuliirik mata bapak setengah terpejam. Tak lama, dia menurunkan celana dalamnya, sesaat kuterpekik melihat benda yang baru kali ini kulihat.

Bapak mengajariku untuk mengurut benda itu dari atas ke bawah, aku geli memegang benda itu, empuk tapi keras… keras tapi lentur… Bapak membangkitkanku dari rebahan, kemudian menyuruhku untuk menjilat benda itu, karena tadi bapak sudah menjiltati kemaluanku, apa salahnya kalo sekarang aku menjilati kemaluannya, pikirku.Cerita Sex Terbaru

Pertama memang kujilati benda itu, lama-kelamaan kumasukkan benda itu ke dalam mulutku, aku ingat masa kecilku ketika menjilati es krim. Benda itu berdenyut-denyut di dalam rongga mulutku, aku merasa aneh tetapi senang, seperti anak keci mendapat makanan kesukaannya.

Tiba-tiba bapak mengerang sambil menarik kepalaku, benda itu berkeduk hebat, aku heran ada apa ini, tetapi benda itu tak dapat kulepaskan, karena kepalaku ditahan tangan bapak, kemudian kurasakan suatu cairan terasa di mulutku yang akhirnya daripada tersedak, cairan itu kutelan habis, terasa amis… gurih… sedikit asin.

Kulihat bapak mendengus, seperti habis lari jauh, nafasnya tersengal-sengal. Dia tersenyum dan memelukku, aku merasa damai dalam pelukannya.

Bapak mengajakku ke kamar mandi, sebelum kami masuk, bapak melucuti sisa pakaianku dan juga pakaiannya. Aku merasa heran, aku menurut tanpa ada perlawanan, mungkin karena nikmat yang baru saja pertama kali aku dapat.

Di dalam kamar mandi, bapak memandikanku, bapak mengagumi bulu-bulu yang tumbuh di ketiak dan selangkanganku dan berpesan agar aku tetap memelihara dan melarang memotongnya. Pada saat bapak menyabuniku, getaran-getaran aneh menyerangku lagi.

Geli bercampur nikmat menyelimuti seluruh tubuhku, sehingga tak terasa aku mulai mendesis lagi, bapak bilang bila aku tidak tahan keluarkan saja erangan itu, tapi aku malu.

Setelah aku selesai disabuni, bapak menyuruhku menyabuninya, dengan rasa takut-takut kusabuni punggung sampai kakinya, pada giliran tubuh bagian depan, kulihat kemaluan bapak yang tadinya lemas tampak kokoh berdiri.

Bapak mengatakan enak disabuni olehku, dia meraih wajahku dan mencium mulutku, aku merasakan getaran semakin hebat ketika lidah bapak bermain di dalam rongga mulutku, aku hanya terdiam dan Lisamati permainan lidah bapak, perlahan kuimbangi permainan lidah bapak dengan lidahku sendiri, kami saling berpagutan.

Bapak membimbing tanganku untuk menyentuh kemaluannya yang masih terbalut sabun, aku merasakan licin serta mengocoknya. Payudaraku pun menyentuh dada bapak yang licin oleh sabun, terasa mengeras di kedua putingku, kami berpelukan… berciuman dan saling bergesekan… aktivitas ini menimbulkan gelinjang kenikmatan yang tiada tara bagiku.

Setelah tubuh kami berdua tersiram air dan bersih dari sabun, bapak menyuruhku untuk menghadap wastafel setengah menunduk sembari kakiku direnggangkannya, bapak jongkok membelakangiku dan mulai menjilati pantatku, aku menengok ke belakang dan bapak hanya tersenyum.

Pada saat lidah bapak menyentuh dan mempermainkan duburku, aku tersentak dan sedikit mengangkat kakiku, kurasakan kegelian bercampur dengan kenikmatan, aku mendesis, kemaluanku basah dan lengket, sehingga tangan kiriku tak sadar meraba daging bulat kecil yang mengeras di tengah kemaluanku sembari mengosok-gosok dan menekannya, secara naluri bagian itu yang kurasakan dapat memberi kenikmatan yang tiada terkira.

Tak lama berselang aku berasa ingin pipis lagi. Tangan kananku mencengkeram erat bibir wastafel, mengerang hebat, tangan kiriku kutekan kuat pada benjolan kenikmatanku, aku meladak lagi, nafasku memburu tidak karuan, sesaat aku merasa lemas dan seakan hilang pijakan tempatku berdiri. Bapak menangkapku kemudian membopongku menuju kamarku.

Direbahkannya diriku di tempat tidur, bapak duduk di tepi tempat tidurku sembari mengelus rambutku, tersenyum dan mengecup keningku, hatiku tentram, nafasku mulai teratur kembali. Setelah semuanya kembali normal bapak merebahkan dirinya di sisiku, tanpa bicara, bapak meraba payudaraku, serta menjilatinya.

Getaran-getaran itu datang kembali menyerangku, aku menggelinjang serta mengeluarkan suara-suara desisan, kuremas kepala bapak sembaru kutekan ke arah dalam payudaraku. Bapak naik ke atas tubuhku, menyodorkan kemaluannya untuk kujilat lagi, kuraih dan kukulum kemaluan bapak seperti layaknya menjilati es krim, bapak memaju-mundurkan pantatnya sehingga kemaluan bapak keluar masuk dalam mulutku.

Aku Lisamati keluar masuknya kemaluan bapak di dalam mulutku. setelah beberapa saat, bapak melepaskan kemaluannya dari mulutku. Bapak menggeser tubuhnya, kedua pahaku di kesampingkannya, perlahan-lahan kemaluan bapak didekatkan pada kemaluanku sambil berkata bila terasa sakit aku harus bilang.

Pertama menyentuh kulit luar kemaluanku, aku agak tersentak kaget, mulailah rasa sakit itu timbul setelah kemaluan bapak mulai sedikit demi sedikit memasuki vaginaku.

Aku menjerit kesakitan yang kemudian diikuti dengan dicabutnya kemaluan bapak, bapak mencium bibirku sembari membisikkan kata supaya aku menahan rasa sakit tersebut sembari mempermainkan lidahnya di dalam mulutku.

Kemudian bapak mulai menusuk lagi, walau kemaluanku sudah basah total. tapi rasa sakit itu tak terkira, aku tak sanggup mengaduh karena mulutku tersumbat mulut bapak. Tak terasa air mataku meleleh menahan sakit yang tak terkira, kedua tanganku mencengkeram erat pinggang bapak.

Akhirnya kemaluan bapak menembus lubangku… diusapnya air mataku, kemaluan bapak masih tetap tertancap dalam lubangku. Bapak berhenti menggoyang, setelah dilihatnya aku agak tenang, mulailah bapak memaju-mundur kemaluannya lagi secara perlahan, aku sempat heran, rasa sakit itu berangsur hilang digantikan dengan nikmat.

Aku merasa kemaluanku berkedut-kedut dengan sesuatu benda asing di dalamnya, sementara itu air lendirku juga sudah membasahi liang kemaluanku, sehingga rasa sakit itu hilang tergantikan oleh kenikmatan yang sukar dikatakan.

Tidak begitu lama kemudian aku merasa ingin pipis kembali, aku peluk bapak, aku naikkan pantatku seolah ingin menelan semua kemaluan bapak. Aku kejang, aku melenguh panjang, aku menggigit pundak bapak, sesuatu yang nikmat aku rasakan lagi, dunia berputar-putar, semua terlihat berputar, sungguh kejadian ini nikmat sekali.

Aku terhempas lemas setelah aku mengalami apa yang baru aku alami, rasa sakit sudah hilang. Bapak menghentikan aktifitas seakan memberi kesempatan diriku untuk Lisamati puncak kenikmatan yang baru saja kualami.

Setelah beberapa saat, dengan kemaluan yang masih mengacung ke atas, bapak mencabut kemaluannya dan menyerahkannya kedalam mulutku lagi, aku kulum kemaluan bapak, tak lama kemudian bapak melenguh… dan cairan itu kembali mendera mulutku, karena pengalaman tadi, semua cairan itu aku telan tanpa tersisa sedikitpun.

Bapak merebahkan tubuhya disampingku, dan mengucapkan terima kasih, dia mengatakan bahwa perawanku telah hilang. Aku tercenung kulihat ke bawah, sprei tempat tidurku ternoda merah darah perawanku.

Tetapi aku tidak menyesal, karena hilang oleh orang yang aku kagumi sekaligus aku sayangi, Aku tidur di dalam pelukan bapak, kami kelelahan setelah mengarungi perjalanan puncak kenikmatan bersama, dalam tidurku, aku tersenyum bahagia, kulirik bapak, dia terpejam sembari tersenyum juga.

Seperti kebiasaanku sehari-hari dalam rumah tangga majikanku ini, aku bangun pada pukul 5, kulihat bapak masih tertidur lelap, kami masih dalam keadaan bugil, karena semalam tidak sempat berpakaian karena kelelahan.

Aku turun dari tempat tidur, selangkanganku masih berasa perih seakan benda tumpul panjang itu masih mengganjal di dalam lubangku. Dengan agak tertatih aku menuju kamar mandi, kubersihkan seluruh tubuhku beserta lendir-lendir yang mengering bercampur bercak darah di sekitar kemaluan dan bulu-buluku, sembari mandi aku bersiul gembira.

Kuraba lubang kemaluanku, masih terasa sisa-sisa keperihan di dalamnya, aku mengerti sekarang, dimana perbedaan antara air seni dengan lendir hormon yang keluar dari kemaluanku bila dirangsang, Aku tersenyum geli memikirkan kebodohanku selama ini.

Selesai mandi, aku membereskan rumah seperti kewajibanku sehari-hari, setelah itu aku buatkan segelas kopi panas dan kubawa ke kamarku, dimana bapak masih terlelap di sana. Perlahan kuletakkan kopi di atas meja, aku melangkah ke arah tempat tidur, kuperhatikan wajah bapak yang tertidur.

Betapa tenang, betapa damai, betapa gantengnya, perlahan kuusap pipi bapak serta kubelai rambutnya, dengan sedikit takut… kucium sudut bibir bapak. Pandanganku menyapu dada bapak, kemudian turun ke salangkangannya yang tertutup selimut, kulirik benda asing yang semalam telah memaksa masuk ke dalam lobangku.

Aku tersentak kaget, walau tertutup selimut kulihat jelas benda itu tegak berdiri mengeras, ku usap perlahan sembari tertawa geli dalam hati. Perlahan kusingkap selimut itu, sekarang terpampang jelas benda itu dimana pantulan cahaya lampu menerpa ujung kepala kemaluan bapak yang seperti helm itu.

Kudekatkan wajahku ke benda itu agar terlihat lebih jelas lagi, perlahan kugenggam, kukocok, kujilati dan kumasukkan ke dalam mulutku.

Bapak bergerak perlahan, aku terkejut dan berhenti mengulumnya, tetapi bapak melihat padaku dan menyuruh untuk meneruskan aktivitasku, kembali kuulangi kuluman kemaluan bapak sembari tersenyum, dielusnya rambutku sembari kudengar erangan bapak.

Bapak bergeser sedikit, tangannya meraih pantatku serta menyingkapkan dasterku ke atas, perlahan diusapnya belahan dalam pantatku, dengan tangan kanan kuraih tangan bapak di selangkanganku, ternyata kemaluanku sudah basah kembali.Cerita Sex Terbaru

Aku pun kembali terangsang dengan usapan tangan bapak di kemaluanku, sedikit kugoyang pantatku kekiri dan kekanan tanpa melepaskan kulumanku pada kemaluan bapak. Beberapa saat kemudian, bapak meminta untuk menghentikan aktifitasku, bapak bangkit dari tempat tidur, dan menyuruhku untuk menunggi di tepi tempat tidur.

Dari arah belakang, perlahan bapak memasukkan kemaluannya ke dalam lubangku, aku heran, gaya apa lagi yang bapak berikan untukku, kuraih bantal untuk mengganjal kepalaku, sementara dari belakang, bapak memaju-mundurkan pantatnya.

Sensasi baru kurasakan, dengan posisi yang belakangan kuketahui bernama doogy style itu, seakan dapat kuatur jepitanku pada kemaluan bapak. Aku merasa ingin pipis lagi, kugigit bantal sembari mengerang dahsyat, otot-ototku kakiku mengejang sampai ke arah pantat, sedikit kujinjitkan kakiku, kucoba bertahan semampuku, kujambak speri di sampingku.

Aku tak tahan lagi, dengan kedutan-kedutan hebat, jebolah pertahananku, aku teriak dan mendesis kugigit bantal sekeras-kerasnya, pantatku berkedut-kedut ke atas bawah, aku lemas, aku jatuhkan tubuhku ke atas kasur sembari nafasku haru memburu.

Kulihat bapak tersenyum ke arahku, kemaluannya semakin berkilat akibat lendirku tertimpa cahaya dari luar kamar. Kuraih kemaluan bapak, kukocok-kocok sembari aku mengatur nafasku, tangan bapak merengkuh rambutku, diusap-usapnya kepalaku, diciumnya keningku. Setelah nafasku teratur, kuraih kemaluan bapak dan kukulum lagi, tidak berapa lama, bapak mengejang dan mengeluarkan cairan dari kemaluan bapak yang kutelan habis tanpa bersisa.

Bapak kemudian pergi mandi, sementara aku kembali kekesibukanku hari ini yaitu memasak. Pukul delapan pagi, kulihat bapak selesai mandi dan bersiap untuk menghadiri acara komplek.

Setelah berpamitan padaku, aku meneruskan memasak, hari ini kubuatkan masakan spesial untuk bapak, semua bahan telah tersedia di dalam kulkas yang kubeli hari Jumat kemarin di pasar.

Pukul 12 siang, bapak kembali dari acara di komplek, aku sedang menonton acara TV setelah selesai masak, kemudian bapak menyuruh membuatkan es teh manis untuknya, aku bergegas pergi ke dapur untuk membuatkan pesanan bapak.

Di saat aku sibuk mengaduk gula, tiba-tiba dari arah belakang bapak memelukku, aku tersentak karena melihat bapak tidak mengenakan pakaian selembar pun.

Tanpa bicara, dicumbuinya diriku dari belakang, aku menggelinjang kegelian, diusapnya leherku dengan lidah bapak sampai ke telingaku dan digigit-gigitnya daun kupingku. Aku tersentak kegelian, tanganku menyenggol teh yang sedang kubuat, gelas jatuh dan air di dalamnya tumpah membasahi dasterku.

Tanpa memeperhatikan peristiwa itu, bapak melahap mulutku dengan ciuman-ciuman ganasnya, aku terpengarah tidak siap, sedikit kehabisan nafas melayani ciuman bapak. Dengan tidak melepas ciumannya, tangan bapak mencopot dasterku, kemudian dengan terburu-buru, dilepasnya beha dan celana dalamku, aku hanya pasrah menghadapi kelakuan bapak.

Sedikit membopong, didudukannya aku di atas meja makan, kemudian bapak melebarkan selangkanganku serta menjilati kemaluanku. Dengan berpegang pada tepi meja, aku menggelinjang keenakan, kurasakan sapuan-sapuan lidah bapak dikemaluanku sebagai sensasi yang tiada duanya.

Mungkin karena sebentar lagi aku merasa akan datang bulan, sehingga nafsu yang ada dalam diriku sedang dalam puncak-puncaknya. Aku pipis lagi, kujambak rambut bapak dengan tidak sungkan lagi, kutekan kepala bapak ke dalam kemaluanku.

Kurasakan lidah bapak menembus di dalam lobangku, aku menjerit tertahan, meledaklah kenikmatanku, bapak menyedot habis semua lendir nikmatku sampai tuntas serta menjilati rambut lebatku.

Dengan menahan posisiku, bapak berdiri dan memasukkan kemaluannya ke dalam lobangku, perlahan tapi pasti kemaluan bapak masuk. Aku membisikkan sesuatu ke bapak, aku mengatakan bila ingin merasakan semprotan cairan bapak di dalam rongga kemaluanku.

Bapak menanyakan apakah aku subur atau tidak, aku jawab bila dalam dua atau tiga hari ke depan akan datang bulan. Setelah bapak mendengar pengakuanku, dia tersenyum dan semakin bersemangat untuk menusukan kemaluannya di lobangku.

Ternyata bapak lama juga mengalami puncak, kebalikannya dalam diriku, aku merasakan suatu kedutan nikmat lagi dan berasa ingin pipis kembali. Aku peluk bapak, kucium bibirnya, sementara kedua kakiku menjepit pinggang bapak.

Dengan berpangku pada tepi meja makan, bapak bertambah kencang volume memaju – mundurkan kemaluannya di dalam lobangku. Aku terpekik, aku menjerit, aku mendekap erat-erat tubuh bapak, kurasakan ledakan kembali menyerang dalam lubang kenikmatanku.

Sementara bapak kulihat semakin cepat dan berkata bila kita berdua akan mencapai puncak secara bersama-sama. Tapi aku sudah tidak tahan lagi, aku mengerang… mengejang… kugigit bibir bapak, ternyata demikian pula dengan bapak.

Kami berdua mencapai puncak tinggi bersamaan, kurasakan cairan hangat bapak dan cairanku menyatu di dalam lubang kemaluanku. Aku berkedut, bapak berkedut, kami semakin erat berpelukan, peluh membanjiri seluruh tubuh, jepitan kakiku di pinggang bapak, diimbangi pelukan tangan bapak di tubuhku, kami berdua sesak, kami berdua klimaks, kami berdua memejamkan mata sesaat tidak peduli dengan sekitar.

Sampai pada suatu ketika, ibu mengunjungi orang tuanya di lain propinsi, ibu berangkat dengan anaknya menggunakan kereta Api sementara bapak tidak ikut karena tidak dapat cuti. Ibu pergi sekitar lima hari.

Pagi hari sesuai dengan tugasku sehari-hari, aku mengepel ruangan, sengaja kulepas bh dan celana dalamku, aku hanya mengenakan daster saja tanpa dalaman. Kulihat kamar majikanku masih tertutup pintunya, kuketuk pintu dengan maksud ingin mengepel kamar majikanku.

Kemudian bapak membukakan pintu, aku masuk dan langsung mengepel, sementara bapak masuk kekamar mandi yang terletak juga di lama kamar majikanku. Sengaja agak berlama-lama mengepel dengan maksud memancing reaksi bapak, kutarik dasterku lebih agak ke atas, sehingga kedua pahaku terlihat jelas.

Pancinganku mengena, bapak keluar dari dalam kamar mandi dan mengomentariku bahwa pahaku tampak putih mulus, kubalikkan badan sengaja menghadap ke arah bapak, dengan posisiku mengepel akan terlihat jelas kedua payudaraku yang tak tertutup beha.

Bapak tersenyum menghampiriku dan berkata bila aku sengaja memancing dirinya, kubalas senyuman bapak dengan berkata memang aku sengaja, karena aku ingin disetubuhi bapak lagi. Kulihat bapak menurunkan sarungnya, yang ternyata juga tidak mengenakan celana dalam, terlihat kemaluan bapak sudah berdiri tegang.

Setelah pamit untuk mencuci tanganku, kuhampiri bapak, aku elus kemaluan itu, bapak duduk ditepi tempat tidur, sementara aku jongok di antara kedua paha bapak, perlahan tapi pasti, kemaluan bapak aku cium dan kumasukkan kedalam mulutku.

Terdengar desisan bapak, sementara tangan kiriku menyentuh kemaluanku, ternyata sudah basah, terus kuelus perlahan kemaluanku.

Bapak merengkuh bahuku, menarik supaya aku berdiri, dan memposisikan aku jongkok di atas kemaluan bapak. Dengan perlahan kuturunkan pantatku dan dibantu dengan tangan bapak untuk mengarahkan kemaluannya menuju lobang kemaluanku, pertama agak susah untuk masukkan kemaluan bapak, kucoba memasukkannya sedikit demi sedikit.

Setelah posisi dan kedalaman kemaluan bapak sudah pas, mulailah kuturun-naikan pantatku, tangan bapak tidak tinggal diam, diarihnya dasterku untuk dilepas, kemudian diremas-remaslah kedua payudaraku.

Lama-kelamaan aku merasakan sengatan yang luar biasa, kupercepat goyanganku, kugesek-gesek kemaluanku, dan tak lama kemudian aku tak sanggup lagi menahan kebelet pipisku, kupeluk bapak dengan posisi masih tertancap kemaluan bapak, jebolah pertahananku, aku kebanjiran lagi.

Kami bertukar posisi, aku sekarang di bawah, ditepi ranjang, sedang bapak berdiri di sisi ranjang, Sebelum bapak memasukkan kemaluannya dia bertanya kapan aku mens, kujawab kira-kira lima hari lagi aku mens.

Setelah tahu jawabanku, bapak segera mengangkat kedua kakiku dan perlahan memasukkan kemaluannya kedalam kemaluanku, digoyangkannya pantat bapak maju-mundur, sensasi kemasukan kemaluan bapak di dalam kemaluanku terulang lagi, aku merasa terangsang lagi, kubantu dengan menggoyangkan pantatku.

Aku klimaks lagi, tetapi bapak mengajak untuk bersama-sama karena beliau juga sudah hampir. setelah beberapa saat kutahan, akhirnya jebol lagi pertahananku, kulihat hampir bersamaan pertahanan bapak juga jebol, akhirnya kami dapat mencapai klimaks secara bersamaan.

Lama posisi kemaluan bapak tertancap dalam kemaluanku, akupun tidak dapat berbuat apa-apa karena nikmat, setelah beberapa saat kami terdiam, baru dicabutlah kemaluan bapak. Kami berdua mandi bersama layaknya suami istri.

Aku bilang kepada bapak bila aku sayang kepadanya, dijawab dengan senyuman bapak. Setiap hari semenjak kepergian ibu, kami selalu memadu kasih, tetapi jelas setelah bapak kembali dari kantor. Kadang di kamarku, di kamar bapak, di dapur, di ruang belakang, bahkan pernah di garasi dan di dalam mobil. Hatiku senang, tentram, hingga ibu pulang dari luar kota.

Hingga suatu malam aku tidak dapat tidur, udara sangat panas sehingga membuatku kegerahan, kucopot beha dan celana dalamku, hingga hanya memakai daster saja, kondisi seperti ini membuat aku menjadi terangsang.

Kugosok-gosok kemaluanku dan kuraba-raba payudaraku sambil membayangkan kejadian-kejadian yang kulalui bersama majikan laki-lakiku. Tiba-tiba aku mendengar suara desahan dari kamar tidur majikanku, aku keluar dan jongkok di bawah jendela mendengarkan desahan-desahan nikmat kedua majikanku, letak kamar majikanku tidak jauh dar kamarku, hanya dibatasi oleh gudang.

Aku terdiam mendengarkan kegiatan di dalam kamar majikanku, kutaksir posisi ibu di atas tubuh bapak. Suara-suara itu membuat tegang seluruh tubuhku, kuraba selangkanganku dengan tangan kanan, sementara tangan kiriku meremas payudaraku.

Aku terhanyut, mataku terpejam membayangkan kenikmatan itu, tanpa terasa gosokan tangan kanan di kemaluanku semakin cepat, dan jari tengahku sudah masuk kedalam kehangatan kemaluanku, terasa melayang diriku.Cerita Sex Terbaru

Tak lama datanglah klimaks, posisiku sudah selonjor kenikmatan, sementara suara-suara di dalam kamar juga tambah seru, tak lama kudengar bapak dan ibu telah mencapai klimaks, kemudian hening.

Aku terhuyung kembali ke kamarku dan berbaring di tempat tidurku, nafasku masih tersenggal, sisa-sisa kenikmatan masih terasa, aku melap kemaluanku dengan celana dalamku. Setelah nafasku teratur, kurasakan hatiku sakit, cemburukah aku. dadaku bergejolak, seakan tidak rela bila kedua majikanku bersetubuh.

Baca Juga Cerita Sex Menyalurkan Hasratku

Perasaan ini tidak boleh jawab hati kecilku, tetapi perasaanku tidak dapat dibohongi, aku telah jatuh cinta kepada bapak majikanku. Pikiranku bergejolak, antara logika dengan perasaan, yang aku rasa tidak akan mencapai titik temu, bagaimanakah ini?

Akhirnya kuputuskan untuk keluar dari pekerjaanku, semula ibu menahan dengan menjanjikan gajiku dinaikkan, tetapi aku menolak, kukatakan bahwa aku akan mencari pengalaman di tempat lain. Malamnya bapak mengintrogasiku, menanyakan kenapa aku pindah dari keluarga itu.

Aku bilang bila aku mulai menyukai dan mencintai bapak serta tidak rela bila bapak berdua sama ibu, bapak sendiri tidak dapat berbuat apa-apa, kemudian ia mencium pipiku lama sekali, tak terasa menetes air mataku.

Besoknya aku pergi dari rumah itu, bapak memberiku uang tujuh kali gajiku, untuk modal katanya yang pasti tanpa sepengetahuan ibu. Sebetulnya berat hatiku meninggalkan keluarga ini, tetapi hati kecilku memberontak, terhadap orang yang aku sayangi.

Keputusanku sudah bulat, mungkin nanti suatu saat aku mendapatkan jodoh yang juga menyayangiku seperti bapak.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Cowok Sange

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Aku sudah menikah selama 1 tahun ini belum mempunyai momongan, istriku bernama Hanik usianya 25 tahun
dengan tubuh seksinya tingginya 169 cm payudaranya juga agak besar membuat aku selalu sayang setiap
harinya apalagi kalau istriku sedang senyum terlihat lesung pipinya membikin manis saja.

Cerita Sex Terbaru Cowok Sange
Sedangkan aku bernama Ara, umurku lebih tua dari dia yaitu 5 tahun aku punya hobi bermain golf jadi
badanku agak hitam disamping itu aku juga punya hobi renang, istriku yang bekerja di perusahaan
nasional di Jakarta dengan karir yang baik sedang kan aku berwiraswasta sebgai kontraktor bangunan.
Secara ekonomi dapat dikatakan kami berkecukupan, apalagi kami tidak ada tanggungan, baik saudara
maupun orangtua. Mungkin itulah yang menyebabkan kami hobi “dugem” setiap malam minggu sekedar untuk
melepas lelah pikiran dan kejenuhan hidup di Jakarta.

Namun di malam minggu itu ada sesuatu yang lain yang mengubah hidup kami. Di malam itu, sengaja atau
tidak, untuk pertama kalinya istriku berselingkuh di depan mataku. Dan aku membiarkannya. Begini awal
ceritanya.

“Ra, ayo dong.. Kok dandannya lama amat?!” Hanik, istriku, berteriak dari lantai bawah rumah kami.
Aku yang memang sedang mematut diri di depan kaca tersenyum mendengarnya, lalu membalas.

“Iya, sabar sayang, sebentar lagi!”
5 menit kemudian aku turun dan mendapatinya sedang cemberut di sofa ruang tengah kami. Hanik tampak
sangat “cute” dengan terusan tipis berdada agak terlalu terbuka berwarna merah marun, sedikit di atas
lutut dan tanpa lengan.

Sepatu hak 7 cm dengan warna senada menambah keserasian dan keseksiannya. Dengan polesan make-up
sederhana, ia tampak manis. Sepertinya ia tidak mengenakan bra.

“Let’s go, babe.. Senyum dong. Kan mau seneng-seneng?” demikian aku membujuknya sambil kugamit
lengannya yang mulus dan halus.
“Hh.. BT nih nungguin kamu! Cium dulu, kalo nggak aku ngambek..!” Hanik memonyongkan bibirnya lucu.
Aku tersenyum, dan kucium pipinya lembut.

“Cup! Tuh, udah dicium. Jangan ngambek lagi dong. Yuk, kita berangkat”. Sedikit kutarik lagi
lengannya.
“Hei.. Di bibir. Masa di pipi? Dasar deh, nggak romantis!” Hanik makin cemberut dan membuang muka,
pura-pura ngambek.

Maka kupegang dagunya, dan kutolehkan wajahnya ke wajahku, lalu kukecup bibirnya yang tipis itu. Tak
dinyana, Hanik melakukan “french kiss” yang membuat penisku agak mengeras.
“Hihihi.. Kok jadi sesak gitu, celananya? Payah deh, gitu aja napsu”. Hanik cekikikan sambil tangannya
mengelus ringan depan celanaku. Penisku jadi makin keras. Tapi cepat kutampik hal itu karena memang
kita sudah harus berangkat.

Jam sudah menunjukkan pk. 11:30 malam.
“Namanya juga lelaki.. Hehe. Yuk, ah. Udah malem nih, nggak enak nanti ditungguin teman-teman”. Aku
menggamitnya sekali lagi dan kali ini Hanik menurut. Berangkat juga kami akhirnya.

Setibanya kami di sebuah Nite Club berlantai dua di bilangan Kuningan, waktu telah menunjukkan lewat
tengah malam. Langsung saja kami menuju lantai 2 yang menawarkan musik bernuansa pop-jazz yang ringan
dan mudah dinikmati.

Dari salah satu pojokan, seorang sahabat Hanik, Poppy, melambaikan tangannya memanggil kami dan
bereriak agak keras, berusaha mengatasi suara hingar-bingar band yang sedang beraksi.

“Yuhuu!! Sini, sini!! Ya amplop.. Malem banget sih kalian?? Kita-kita udah pada mau pulang nih!” Poppy
meledek kami sambil pura-pura menenteng tasnya dan berjalan pergi.
“Kalau jam segini udah mau pulang, kenapa loe nggak nonton bioskop aja, Neng? Ati-ati ya di jalan..”
demikian sergah Hanik. Aku cengar-cengir saja memperhatikan mereka.

Kulihat “gank” kami yang biasa sudah kumpul semua. Pertama ada Poppy dan pacarnya (seorang keturunan
Chinese yang cukup ganteng bernama Benny).

Mereka masih menunggu restu orang tua untuk menikah karena, maklum, berbeda suku/keturunan. Poppy
adalah seorang gadis Sunda yang entah mengapa mirip keturunan indo.

Lalu yang sedang menyalakan cerutu kesukaannya adalah sahabat kentalku Reno dan istrinya yang seorang
model, Carol, yang malam itu.. Hmm.. Luar biasa dengan rok mini dari bahan kulit warna coklat tua,
yang memperlihatkan hampir seluruh paha mulusnya, dipadukan dengan blouse ketat berlengan 3/4 warna
putih dan cukup tipis. Ditambah dengan sepatu hak tingginya membuatku menelan ludah.
“Hi, guys. Sorry kemaleman. Abis gue dandannya lama sih. Takut Carol nggak naksir lagi, nanti. Anyway,
Ren, bisa teler gue nyium bau cerutu loe, jeg!”

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Aku ngomong sekenanya sambil tertawa. Carol senyam-senyum (GR kali) dan Reno pura-pura pingsan sambil
memeletkan lidahnya, sambil jari tengahnya diacungkan ke arahku.

“Emang nih, genit deh Si Ara.” Hanik berkata seakan setuju dengan ekspresi Reno sambil mencibir ke
arahku dan tangan kirinya menjewer telinga kananku keras-keras. Aaww!

Kulihat lagi duduk-duduk santai di sebelah Poppy, sambil merokok, jelalatan dengan jakun yang turun-
naik karena memolototi makhluk-makhluk feminin yang berpenampilan “minimalis” alias 2/3 telanjang, dua
bujang lapuk kawan-kawanku sejak SMA, Gary dan Eddy. Mereka tidak pernah membawa pasangan kalau lagi
di Club.

“Ngapain kita bawa makanan kalau mau ke buffet?” demikian celetuk Eddy suatu waktu yang lalu saat
kutanyakan alasannya. Benar juga, pikirku waktu itu. Hehehe.

“Jangan sampai gitu dong, prens.. Nanti bajunya pada lepas semua!” sambil terbahak Benny mendorong
Gary agak keras sampai-sampai Eddy yang duduk disebelahnya ikut terdorong. Mata Benny yang agak sipit
sampai tinggal segaris.. Eh, dua garis deh.

“Sial, loe, Ben. Minuman gue ampir tumpah! Gue guyur loe, ye!” Eddy mencak-mencak sambil berlagak mau
menyiram Benny dengan segelas XO nya yang baru sedikit dicicipi.

“Sini, guyur ke dalam mulut gue. Hehehe.” Benny mangap-mangap persis ikan koki. Kocak sekali wajahnya.
Hanik dan Poppy sampai tertawa keras sekali. Gary balas mendorong Benny sambil menjitaknya pelan.

Begitulah, kami berdelapan memang sangat akrab satu dengan yang lainnya, jadi memang seru kalau sudah
ngumpul semua begini. Rata-rata sudah sekitar 5-10 tahun kami berteman.Cerita Sex Terbaru

Ada yang dari SMA seperti aku, Gary dan Eddy, ada yang dari kuliah dan ada yang dari teman sekantor,
seperti Poppy dan Hanik, dan Reno & Eddy. Dari pertemanan seperti itulah kami bertemu, merasa sangat
cocok satu dengan yang lainnya, dan lalu bersahabat seperti sekarang.

“Gini, gini..” Gary tiba-tiba angkat bicara dengan logat betawinya yang khas.

“Gue ade usul, dijamin seru. Tapi kagak ada yang boleh marah atawa tersinggung. Gimane, broer and
sus?” Teman kita yang satu ini memang segudang idenya. Ada yang waras tapi lebih banyak yang aneh bin
ajaib alias norak.

“Usul ape loe, Bang? Jangan kayak nyang kemaren ye.. Bikin gue malu abis. Sompret loe!” Eddy nggak mau
kalah betawi.

Beberapa minggu yang lalu memang Gary mengajak main “truth or dare” yang mengakibatkan Eddy lari
keliling lapangan parkir salah satu restoran di bilangan Kemang dengan hanya bercelana dalam.

Kakinya yang kurus dan tanpa bulu itu benar-benar pas buat diteriaki oleh para pengunjung yang lain,
“Wow, seksi bener nih.. Tapi kok jenggotan ya??” Hobi temanku yang satu ini memang memelihara jenggot
sejak SMA, dan cukup lebat pula.

“Diem dulu loe. Lagian ini buat para cewek-cewek. Loe kan kakinya doang yang wanita, sisanya waria..”
sambaran maut Gary yang demikian membuat Eddy mati kutu.

“Jadi..” lanjut Gary, “Setuju nggak?”

Kami saling berpandangan. Aku sendiri agak was-was kalau Gary yang memberi usul, karena biasanya
diperlukan keberanian extra untuk “bermain” dengannya.

“Apa dulu idenya?” Hanik dan Poppy bicara hampir bersamaan. Sedangkan Carol malah cuek, asik
mengepulkan asap berbentuk bulatan-bulatan dari mulutnya. Mulai suka bercerutu ria juga, dia ternyata.

Reno juga agak cuek sambil memeluk pinggang istrinya tersebut dengan mesra sambil menciumi tengkuk
Carol yang jenjang. Sialan, pikirku. Si Reno hoki bener bisa dapet bini kayak bidadari begitu.

Aku tahu Hanik juga cantik, tapi yah, rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau!
“Loe pade lihat itu segerombolan cowok-cowok yang di meja seberang?” Gary menyorongkan dagunya ke arah
yang dimaksud.

“Yang dari tadi gue perhatiin pada jelalatan ngeliatin penyanyi cewek yang pantatnya bohai itu.. Lihat
kan?” lanjutnya antusias.

“Oh itu. Mau ngapain, Gar? Loe mau suruh bini gue ke sono, terus nabokin satu-satu? Hehehe..” Si Benny
nyerocos nggak jelas. Apa dia mulai mabok? Padahal cuma minum ice lemon tea doang.

“Loe juga.. Diem dulu dong, broer.” Gary mulai agak kesal.

“Gue lihat mereka udah pada horny semua gara-gara ngeliatin pantat cewek penyanyi itu. Tuh, lihat
sampe mau megang segala. Ck ck ck..”

Memang kulihat mereka duduk sangat dekat dengan panggung, jadi mungkin saja.

“Let’s play a game. I call it, ‘Seduce or be seduced’ game.” Wah, mulai coro Inggris, Si Gary. Gawat
nih, pikirku.

“You go there, pick one or two or more guys, whatever, and then dance with him. Try to seduce him
while dancing. If we see and decide that you’re the one who got seduced, then you loose and you must
buy all of us here a round of drinks.” Waduh bagus juga Inggrisnya bocah ini ternyata, lho.

“Nyang ber-alkohol, ye!” Yah, jadi betawi lagi dia. Sambil ngomong gitu, dia melirik ke arah Benny
yang masih asik dengan ice lemon tea nya sambil nyengir jahat.

“Reseh loe, kunyuk!” Merasa disindir, Benny nyolot.

“Gue lagi mau menjauhi minuman keras nih. Supaya “itu” gue bisa lebih keras. Huahahaha!”
Kami semua sampai kaget denger kerasnya tawa Benny.

Orang satu ini memang dulunya jagoan minum, tapi belakangan, entah mengapa kegemarannya itu hilang
tiba-tiba. Mungkin mau mengambil hati orang tua Poppy.

“Udah keras banget kok, Yang..” Poppy menggelendot manja di bahu Benny sambil memberikan ekspresi
horny.

“Berasaa banget..” katanya lagi. Ya ampun..

“Eh, Gar.. Loe mau jadiin bini gue perek, apa?” kataku sedikit ketus. Sebenarnya aku deg-degan juga
kalau-kalau Hanik tertarik sama ide gila ini.

“Kalau bini gue digrepe-grepe orang, gue keberatan nih.” kataku lagi. Sebenarnya aku sengaja supaya
Hanik makin tertantang. Kukedipkan mataku ke arah Gary, dan langsung dia paham. Dihisapnya rokoknya
dalam-dalam tanda mengerti akan maksudku.

“Tenang, Ra. This is just a game. Belum tentu juga ada yang mau sama bini loe.” tandas Gary.
That’s done it. Mata Hanik langsung melotot ke arah Gary dan berdiri.Cerita Sex Terbaru

“Eh, denger ya, Bang betawi.. Lelaki yang nggak suka sama gue pastilah hombreng atau buta atau yang
masih bayi.

Ya nggak, Pop? Rol, Carol.. Jangan nyerutu doang dong dikau.” Hanik menyerang membabi-buta. Tercium
bau alcohol dari mulut istriku.. Hmm pasti seru nih. Hanik akan sangat nekat kalau sudah fly.

“Iya nih, Si Abang. Tega nian kau berkata demikian kepada kawanku yang bohay ini..” Poppy mulai teler
juga kayaknya.

“Carol.. Say something, sexy..” sambil ngomong gitu Poppy mengelus-elus paha kiri Carol yang
terpampang mulus diseberangnya. Darahku berdesir melihatnya.

“Wah, mulai ada ‘live show’ nih. Asiikk..” Eddy tiba-tiba nimbrung sambil melihat ke arah Poppy dan
Carol. Padahal sepertinya dia tadi lagi asik ngobrol sama seorang cewek ABG yang duduk di meja sebelah
kami.

“Iihh, Poppy.. Ntar gue basah nih loe elus-elus gitu..” kata Carol sambil menjilat bibir sexynya
dengan gaya horny yang dibuat-buat. Gila, pikirku. Bisa ngaceng berat nih gue.

“Gue rasa semua cowok di sini bakalan horny sama Hanik, tapi apakah Haniknya berani?? Hmm?? Berani
nggak, sayang?” Yah, Poppy malah nambah manas-manasin Hanik.

Hanik memandang sebentar ke arah Poppy yang langsung asik lagi dengan cerutu dan ciuman-ciuman kecil
suaminya di tengkuk dan lehernya. Tanpa berkata apapun, berjalanlah dia menghampiri meja seberang yang
penuh cowok-cowok horny. Ada 6 orang jumlahnya.

This is one bad combination.. Satu cewek cantik nan seksi setengah mabuk yang merasa ditantang, dan
sejumlah cowok-cowok keren yang sudah sangat horny. Very bad.

Setiba di meja seberang, Hanik langsung pasang aksi. Aku dan teman-temanku memperhatikannya dengan
sedikit tegang. Mula-mula kulihat dia berbicara dengan salah seorang dari mereka sambil bergaya agak
genit namun tetap anggun.

Tak berapa lama kemudian, turunlah mereka ke lantai dansa sambil bergandengan tangan. Lelaki itu
berpostur sedikit lebih pendek dariku, tapi sangat atletis. I think he’s a gym rat. Kekar sekali,
mungkin ada keturunan Arabnya.

“Damn, beneran Si Hanik. Are you OK, buddy?” Reno bertanya setengah berbisik kepadaku.
“Fine. Gue mau lihat ini arahnya kemana. Tenang aja dulu, man.” Ujarku ke Reno.

“Wah, mulai ngegrepe tuh orang.” Tangan lelaki itu kuperhatikan mulai mengelus lengan atas istriku
yang terbuka. Terus dielus-elusnya, lalu mulai turun ke pinggang dan berhenti di sana.

Saat dipegang pinggangnya, Hanik berjoget dengan seksi sambil mengangkat kedua lengannya sambil
meliuk-liukan pinggulnya mengikuti irama musik pop-jazz. Liukan pinggulnya yang seksi, ditambah dengan
ekspresi wajahnya, sungguh dapat membuat lelaki manapun terangsang. Lalu wajahnya sedikit didekatkan
ke wajah Si lelaki sambil tersenyum kecil.

Jemari kirinya mengelus wajah lelaki itu yang tampak macho dengan brewok tipisnya. Diperlakukan
demikian, Si lelaki mulai berani, lalu tangan kanannya bergerak pelan ke arah pantat istriku yang
padat seksi itu. Mulai dielusnya pelan pantat istriku, dan air mukanya sedikit berubah karena
didapatinya istriku memakai G-string.

Kulihat ia berbisik sesuatu kepada istriku, lalu istriku tertawa menengadah sambil tangannya perlahan
turun merangkul leher lelaki tersebut. Terlihat begitu mesranya, sehingga bagi orang-orang yang tidak
tahu pasti mengira mereka adalah pasangan yang sedang jatuh cinta.

Istriku lalu balas berbisik kepadanya, dan.. Hei! Lelaki itu mendekap pantat istriku dengan kuat
sehingga dari pinggang ke bawah tubuh mereka menempel erat.

Keduanya lalu bergoyang erotis sambil meliuk-liukan pinggul mereka. Hanik, istriku yang cantik, tampak
semakin seksi dengan gerakan-gerakan itu. Kulihat semua teman-temanku menelan ludah, baik yang pria
maupun yang wanita. Termasuk Carol, yang sudah hilang konsentrasi pada cerutunya itu.
“Gila, gue jadi horny ngeliat bini lu sama tuh cowok.” begitu celetuk Poppy. Kuperhatikan wajahnya
memerah dan dadanya naik turun. Mungkin benar, napsunya naik. Kuakui, aku pun demikian.
“Iya nih. Hebat! Gue akuin deh bini lu, broer!” jakun Gary naik-turun.

Aku tersenyum saja sambil pura-pura tidak begitu peduli dan menyalakan rokokku. Entah yang keberapa
batang.

Gerakan yang memutar itu kemudian berganti. Hanik dengan antusias tampak menggosok-gosokkan
selangkangannya ke selangkangan lelaki itu, naik-turun, sambil merangkul erat lehernya. Sang lelaki
tak mau kalah, mulai menciumi leher mulus istriku perlahan dari atas sampai ke dekat belahan dadanya
yang montok, dan sebaliknya.

Begitu terus beberapa saat. Jelas terlihat dari wajah mereka bahwa birahi keduanya sudah memuncak.
Tangan kanan Hanik terlihat turun ke pantat Si lelaki dan meremas-remasnya kuat. Begitu pula tangan
lelaki itu menyengkram erat kedua bongkah padat pantat istriku yang masih bergerak naik turun,
perlahan namun pasti.

Makin lama kulihat gerakan Hanik makin kuat dan sedikit dipercepat. Wajahnya pun berubah jadi lebih
liar dan agak memerah. Dadanya yang padat membusung makin dibusungkan dengan tengadahnya kepalanya ke
belakang.

Remasan pada pantat lelaki itu makin kuat dan sekarang ia menghisap jari tengah kirinya sendiri. Hanik
bergerak makin cepat, makin mantap.. Kepalanya semakin jauh terlempar ke belakang.. Hisapan pada
jarinya semakin kuat

Cengkraman pada pantatnya semakin menjadi-jadi.. Dan.. Tiba-tiba pinggulnya berhenti bergerak naik-
turun. Terlihat pantat dan selangkangannya berkedutan diatas selangkangan lelaki itu, sambil bibirnya
dengan liar mengulum bibir lelaki tersebut yang terlihat agak shock dengan itu semua.

Lalu dengan perlahan cengkraman mereka mengendur, namun masih berciuman panjang dan mesra.
Hanik, istriku yang sangat kucintai, milikku seorang, mencapai orgasme dengan lelaki lain di lantai
dansa sebuah Nite Club dengan disaksikan oleh setidaknya 12 orang.

Lima di meja seberang, dan tujuh di meja kami. Hatiku terasa sangat kacau, antara kaget, bingung dan
napsu bercampur menjadi satu.

Kuperhatikan Hanik berbisik lagi kepada lelaki itu, Si lelaki mengangguk, tersenyum, mencium pipinya.
Istriku lalu kembali berjalan pelan ke arah kami.

Tanpa berkata apapun ia lalu duduk bersebrangan denganku tepat di samping Poppy, lalu meletakan
kepalanya di bahu gadis itu sambil menyender di sofa panjang tempat duduknya. Tak berapa lama, ia
tertidur.

Tak ada satupun dari teman-temanku yang berani memandangku, kecuali Carol yang memandangku dengan
dingin sekali namun menyelidik. Aku tidak tahu apa arti pandangannya itu.

Yang jelas, aku mencoba sekuat tenaga seakan tak tahu apa yang terjadi barusan, walaupun cukup jelas
terlihat ada noda basah di gaun Hanik, tepat didepan selangkangannya.

“Pop, tolong dong bangunin Hanik. Kasihan dia kayaknya capek banget. Kita duluan ya!” begitu rokokku
selesai kuhisap, kuminta Poppy untuk membangunkan Hanik, memberinya minum segelas air putih dingin,
dan aku menggandengnya pulang setelah say goodbye pada kawan-kawanku. Tak sepatah katapun keluar dari
mulut istriku.

“Are you OK, babe?” tanyaku pada Hanik, tanpa menoleh, dalam perjalanan pulang kami di dalam mobil.

Mobil ini adalah sebuah BMW seri 5 terbaru yang merupakan hasil kerja kerasku sendiri. This car is a
testament to my success, and I’m so proud of it.Cerita Sex Terbaru

“No.” ujarnya lirih. Lho, ternyata ada air mata di kedua pipinya.

“Maafin aku, sayang.. Aku keterlaluan..” tangisnya mulai keras dan terisak-isak.

“That was very wrong, I was so drunk and I am so sorry it happened.” dengan terbata-bata istriku
berkata.

“It’s fine, babe. Aku sekarang hanya mau dengar dari kamu sendiri, dengan detail, apa yang terjadi
tadi di sana?” kupertegas suaraku.

“I want you to be honest with me, and I will forget it all”.

Hanik menunduk sambil masih terisak pelan. Diam seribu bahasa. Sampai akhirnya kami tiba di rumah.
Kutekan klakson mobilku pendek-pendek dua kali, dan beberapa detik kemudian pembantu rumah tangga kami
terlihat tergopoh-gopoh keluar sambil masih mengantuk. Kulirik jam di mobilku. Pk 2:52 dini hari,
nggak heran kalau dia ngantuk.

Setibanya di kamar tidur, kubuka pakaianku satu persatu, lalu masuk ke kamar mandi yang terletak di
dalam kamar. Hanik menyusul tak lama kemudian, pada saat aku sedang menyabuni tubuhku. Penisku terasa
menegang melihat tubuh telanjang istriku sambil masih terbayang permainannya tadi di Club.

Aku terbayang betapa erotisnya mereka bergoyang dan betapa air maniku juga hampir menyembur tatkala
Hanik mencapai orgasme. Hentakan dan kedutan pinggulnya yang liar saat dia mencapai puncak birahinya
terus menari-nari di kepalaku membuatku tak sadar mengelus sendiri penisku yang 22 cm sudah sangat
tegang.

Hanik terperangah melihat ulahku itu. Lalu dia mulai mengerti dan tersenyum penuh arti. Dia
mendekatiku dan melekatkan payudara montoknya ke punggungku.

“So, that was a turn-on for you, eh?” sambil berkata begitu tangannya mengusap pundakku, terus turun
ke lenganku dan bergerak ke arah selangkanganku.

Sampai di sana, tangannya mengambil alih kegiatan tanganku yang sedang mengelus penisku turun naik.
Merinding aku dibuatnya, pinggulku sedikit tersentak, dan napasku jadi tertahan.

Kepala penisku yang keunguan dan sudah mengeluarkan “pre-cum”nya jadi semakin licin dan nikmat terasa
dengan adanya sabun yang dibalurkan istriku.

“Kalau digituin terus, aku bakalan keluar, sayang.” kataku setengah berbisik.

“Kamu seksi sekali tadi. Did you cum on the dance floor?”

“Ehmm.. What do you think?” Hanik terus mengocok pelan penisku. Kurasakan air maniku akan segera
menyembur. Aku yakin Hanik juga merasakannya.

“Sayang, kontol kamu rasanya udah gede banget dan anget. Are you cumming, baby?” Namun begitu Hanik
malah makin perlahan mengocoknya, dan genggamannya diperlonggar.

Jarinya tiba-tiba menekan pangkal penisku untuk menahan gelombang air mani yang akan segera meluap.
Aku jadi blingsatan dibuatnya.

“Aduh, aku udah hampir sampai tuh, tadi.” Aku protes sambil mencoba mengocok sendiri penisku. Tapi
tanganku dipegangnya.

“Eit, kamu nggak boleh ngocok sendiri. Sabar dong, sayang. Let’s finish up and go to bed.” Sambil
mengecup bibirku ringan, Hanik bergegas mandi dan setelah selesai mengeringkan rambut dan tubuhnya. Ia
lalu masuk ke dalam selimut dengan tubuh polos. Aku mengikutinya dengan semangat di sebelah kanannya.

Dengan lembut Hanik mengelus penisku yang sudah agak melemah di dalam selimut. Penisku tiba-tiba
bangkit kembali dan berdiri dengan tegar.

Hanik lalu mulai mengocok penisku lagi sambil menghisap dan menjilati puting kiriku. Cairan dari
penisku sanaget nikmat dijadikan pelumas oleh istriku. Kurasakan juga kedua biji pelirku dielus dan
sedikit diremasnya. Benar-benar gelisah aku dibuatnya.

“Aku bilang sama Adam bahwa dia ganteng, dan aku pingin joget sama dia.” Tanpa ba-bi-bu Hanik mulai
bercerita. Ternyata lelaki itu bernama Adam.

“Dia OK aja, lalu kugandeng dia turun.” Suaranya mendesah dan setengah berbisik.
Daun telingaku dan leherku diciumi dan dijilatinya lembut. Penisku kurasakan makin tegang dan benar-
benar mulai membasah.

“Waktu sedang asik-asiknya berjoget, aku ngerasa tangannya kok jadi berani dan mengelus-elus pantatku.
Tapi aku diamkan saja, karena kupikir, ‘Let’s play the game’. Terus terang aku jadi horny digitukan.”
Demikian cetus Hanik sambil jilatannya mulai turun ke dada dan perutku.

Agak geli rasanya saat perutku dijilatnya, tapi tak lama karena lalu kepala penisku jadi sasarannya.
“Aahh..” setengah berteriak aku merasakan kehangatan mulut istriku yang menjilati dan mulai mengulum
kepala penisku.

“Masukkan sampai dalam, sayang.. Oohh.. Hisap, sayang.. Eemmhh.. Eemmhh.. Aahh..” aku mulai meracau
merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Mendadak Hanik melepaskan penisku dari mulutnya, lalu meludahi kepalanya sedikit sambil terus
mengocoknya pelan dan berkata.

“Adam membisikiku katanya ‘kamu seksi sekali. Saya suka wanita yang memakai G-string. Very sexy!’ Aku
tertawa saja mendengarnya, tapi senang juga dipuji begitu.”

Tangannya membuat gerakan seperti memelintir naik-turun penisku dan menggenggamnya agak keras,
membuatku mendelik-delik keenakan.

“Aku bilang juga sama dia, ‘kamu juga macho banget sih, bikin aku horny aja’. Suaraku kubuat seseksi
mungkin supaya dia makin berani.”

Setelah berkata begitu, lagi-lagi penisku jadi sasaran hisapan mulutnya dan jilatan lidahnya. Ohh,
nikmatnya tidak terkira.

“Terus terang memekku basah sekali waktu itu. Apalagi waktu kita bergerak-gerak memutar. Aku bisa
ngerasin kontolnya Adam menekan clit-ku. Aku jadi sadar kalau dia juga pasti merasakan juga clit-ku di
kontolnya.

It makes me so horny..” Kulihat jari istriku bermain di kelentitnya dalam posisi menungging. Seksi
sekali. Bau kewanitaannya mulai menusuk hidungku dan menambah birahiku.

Aku tak tahan lagi, kurengkuh tubuh istriku, dan saat dia masih dalam posisi menungging, kusodokan
penisku perlahan ke dalam memeknya. Ahh.. Basah, hangat dan terasa berdenyut lembut. Kukeluar-masukkan
dengan mantap penisku sambil kucengkram pinggulnya erat.Cerita Sex Terbaru

“Oohh, baby.. Fuck me.. Fuck me.. Oouughh.. Enak banget sayang..” Hanik terengah-engah dalam birahinya
yang liar. Pinggulnya bergerak maju-mundur menambah dalam terobosan penisku dengan sangat erotis.

Buah dadanya berguncang-guncang ke depan dan ke belakang membuatku ingin menjamah dan meremasnya.
Namun tanganku malah bergerak ke kelentitnya dan mengosok-gosoknya lembut dengan jari tengahku. Hal
itu membuatnya makin berkelojotan.

“Shit.. Baby, aku pingin keluar.. Ooughh.. Cepetin kontol kamu, sayang.. Oohh..” Hanik benar-benar
mendekati puncak birahinya. Saat kepalanya menoleh kearahku, kusambut & kukulum bibirnya dan
kuhentikan gerakanku. Tangan kiriku meremas buah dada kirinya dengan gemas.
“Kok stop, sayang? Ayo dong, sayang..” Hanik dengan gelisah berusaha memaju-mundurkan pinggulnya, tapi
kutahan dengan sekuat tenaga dengan mencengkram pinggulnya. Tapi aku tetap membiarkan penisku di dalam
vaginanya. Kuperhatikan ada cairan putih kental di pangkal penisku yang adalah cairan birahi istriku
yang sudah membanjir.

“Continue your story atau aku akan berhenti di sini.” Sambil berkata begitu, aku terus mengosok-gosok
kelentitnya pelan untuk membuatnya makin bernapsu. Kuremas lembut buah dadanya dan kumainkan pentilnya
yang sudah sangat keras.

Kurasakan vaginanya berdenyut pelan beberapa kali. “Waktu sudah beberapa saat kontol menekan memekku,
aku tahu kalau aku nggak akan berhenti sampai aku orgasme. Enak sekali soalnya.” Hanik melanjutkan
ceritanya. Akupun mulai menggoyang pantatku lagi.

“Aku benar-benar nggak peduli lagi siapa yang ngelihat atau apa yang bakalan terjadi nantinya.”
“Lalu aku putuskan untuk benar-benar mendapat orgasme. Ku cengkram pantatnya supaya lebih mantap dan
aku bergerak naik-turun karena dengan begitu aku yakin bisa lebih cepat.

Dan Adam mengerti yang aku mau kerena kurasakan dia juga menyengkram pantatku dengan erat sehingga
gesekannya sangat terasa..” sambil bercerita Hanik memaju-mundurkan pinggulnya menyambut kontolku.

Aku lalu mencabut kontolku dan telentang di ranjang. Hanik mengerti maksudku dan dengan cepat menaiki
tubuhku dan memasukkan penisku ke dalam vaginanya yang sudah sangat basah. Cairan birahinya terlihat
meleleh di paha bagian dalamnya.

Tubuhnya yang bergerakn naik-turun-memutar mutar sangat seksi luar biasa dan aku merasa tidak lama
lagi akan menyemburkan air maniku di dalam vaginanya. Penisku terasa demikian nikmat di dalam pijatan
dan gesekan vagina istriku. Kuremas kedua buah dadanya yang bergelayut manja dan bergoyang kekiri dan
kekanan.

“Benar aja, nggak lama kemudian aku ngerasa orgasmeku udah makin dekat dan akupun semakin cepat ingin
mencapainya.” Hanik melanjutkan ceritanya.

“Oouugghh.. Baby.. I’m cumming.. Oohh, I’m gonna cum.. Yess.. Aagghh..!” Hanik berteriak keras saat
puncak kenikmatan birahi menyergapnya.

Aku bergerak semakin cepat dan liar. Kuremas pantatnya, dan kusodok-sodokkan penisku dengan cepat ke
dalam vaginanya yang berkedutan sangat kuat, berkali-kali.

Baca Juga Cerita Seks Suami Dan Sahabatnya

“Yaahh.. Aagghh.. Oh fuck.. Aku juga mau keluar, sayaang.. Aahh.. Aarrgghh..!! Dengan beberapa kali
sodokan kuat dan cepat aku mencapai orgasmeku yang tertunda begitu lama. Tubuhku terasa enteng dan
melayang.

Kukeluar-masukkan terus penisku beberapa kali lagi sampai kurasakan tuntas semburan air maniku. Vagina
istriku berdenyut-denyut kuat beberapa kali menambah indah orgasme kami.

Hanik ambruk di atas tubuhku. Hanya napas terengah kami berdua yang terdengar bersahutan. Tubuh kami
terasa licin oleh keringat yang membanjir. Kuelus-elus lembut punggung dan pantat telanjang istriku,
sambil kucium kepalanya. Buah dadanya naik-turun seirama dengan napasnya terasa lembut di atas dadaku.

Amat nikmat permainan seks kami kali ini. Mungkin aku akan membuat tantangan-tantangan baru untuk
istriku lagi nanti. Hmm.. But it’s a different story!- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Tante Nadira

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Sungguh sial sekali aku hari itu, aku terjatuh dari motor karena tersrempet seseorang yang
tak bertanggung jawab dan langsung meninggalkanku begitu saja. aku pun sejenak terkapar
dipinggir jalan karena jalanan saat itu sedang sepi sekali. Aku pun berusaha bangkit dan
menepi didepan sebuah ruah besar dengan tertatih-tatih. Setelah aku sampai ditepi jalan
aku duduk sambil menyenderkan badanku dipagar rumah besar itu, sambil terus menahan sakit
di kaki dan tanganku.

Cerita Sex Terbaru Tante Nadira
Setelah sekitar 15 menit aku menahan sakit tanpa ada yang menolongku, akhirnya ada sebuah
mobil yang berhenti. Turunlah seorang wanita setengah baya kira-kira umurnya 37 tahunan
dengan pakaian warna merah yang sangat seksi dengan kemudian mengahampiriku. Ditanyalah
aku sama tante-tante itu, kenapa aku disitu dan aku pun menjelaskan kronologinya sambil
terus melihat pupu mulus tante-tante itu. Karena saat itu tante menggunakan rok yang minim
sehingga aku bisa melihatnya dengan jelas.
Setelah aku selesai menjelaskan kronologi kejadian yang aku alami, akhirnya tante itu mau
menolongku dan mengajakku kedalam, namun sebelumnya tante memasukkan mobilnya kedalam
rumah besar yang tadi aku buat sandaran. Tak lama akhirnya tante itu kembali dan membatu
membopohku masuk kedalam rumahnya. “Adik duduk aja di sini, biar Tante ambilin obat ya…”
kata cewek itu dan segera masuk ke dalam kamarnya yang letaknya di depanku. Perkiraanku
cewek ini umurnya sekitar 36, meskipun umurnya ya… cukup tua sih. Tapi cewek ini bodinya
oke sekali deh, tingginya sekitar 165 cm susu yang montok berukuran sekitar 36B dan masih
terangkat dengan menggunakan kaos yang longgar dan pantat yang besar sekali karena pada
waktu itu dia pakai rok pendek sampai lutut dan kelihatan betis yang mulus dengan
ditumbuhi rambut halus.
Aku sempat berkhayal untuk memegang pantatnya yang besar sekali, kuremas-remas sambil
memasukkan jariku ke lubang kenikmatannya. Setelah beberapa menit dia mencari obat merah
di kamarnya, dia memanggil anaknya, “Ven.. Ven…ambilin minum tuh… buat Masnya!” ternyata
dia punya anak perempuan yang namanya Venti, umurnya sekitar 18 tahunan. Setelah berhasil
menemukan obat merah, lalu menghampiriku.
“Wah… ini lukanya parah sekali Dik…” sambil membuka tutup obat merah.
“Ah.. nggak kok Bu… biasa aja kok,” kataku sambil memperhatikan susunya yang montok
tergelantung itu.
“Nama Adik siapa?” tanya Tante itu sambil meneteskan obat merah di lengan atasku.
“Derri Tante, aduh pedih sekali… pelan-pelan Tante…!”
“Maaf ya… Dik Derri, oh ya nama Tante Nadira,” katanya sambil meneteskan ulang obat itu di
lengan atasku.

Dan tidak disengaja susu Nadira itu menyenggol sikuku.”Oh… maaf Tante… tidak sengaja,”
tanyaku sambil melihat susu Nadira yang memTanteat penisku agak tegang.
Dia hanya tersenyum dan tertawa kecil.

“Lho… Dik Derri yang kena yang mana lagi, kelihatannya celana kamu sobek tuh…” katanya
sambil memegang celanaku yang sobek itu.
“Ya… Tante itu di bagian paha atas dan di dada ini,” sambil memTanteka sedikit kaos yang
kupakai.
“Yang ini harus diobati loh, entar kalau tidak cepet diobati berbahaya, kaki kamu bisa di
luruskan nggak?” kata Tante Nadira.

“Agak linu Tante… karena bagian paha sih…” kataku sambil mencari kesempatan melihat susu.
Pada waktu itu tepat dudukku tidak memungkinkan aku meluruskan kakiku.
“Ya… sudah ke kamar Tante dulu situ berbaring biar kakimu bisa diluruskan,” kata Tante
Nadira sambil membantuku berdiri dan berjalan.
“Ya… Tante… tapi…?” tanyaku ragu.
Nanti disangka macam-macam, tapi memang niatku untuk berusaha nge-sex sama Tante Nadira
yang montok itu.Cerita Sex Terbaru

“Tapi apa, oh… kamu malu ya… nyantai aja kamu kan teluka dan perlu pengobatan, sudah masuk
ayo Tante bantu!” sambil melingkarkan tangan kanan di pundak Tante Nadira aku berjalan.

Dan tidak disengaja waktu berjalan, jari-jariku menyentuh permukaan susu montok Tante
Nadira tapi aku tidak merubahnya, malah kugesek-gesekkan dengan pelan-pelan agar tidak
ketahuan kalau disengaja, terasa puting susu Tante Nadira yang kenyal menyebabkan penisku
tegang. Dan sampailah di tempat tidur Tante Nadira.
“Sudah Dik Derri, mana yang luka lagi?” sambil duduk di sampingku dan membelakangiku
sementara aku terlentang, otomatis tanganku menempel di paha mulus Tante Nadira.
“Di dada sini Tante,” kataku sambil memTanteka ke atas kaosku agar kelihatan lukanya.
“Ya… sudah dilepas dulu kaosnya, entar kalau kena obat ini kan jadi merah,” katanya basa-
basi.
Aku langsung Tanteka kaosku, dan sekarang aku telanjang dada.

“Nah gini kan bisa leluasa mengobati kamu,” sambil mendekat ke dadaku, dan otomatis aku
melihat dengan jelas susu Tante Nadira tergelantung dan ditutupi oleh Bra yang tidak muat
menampung besarnya susu Tante Nadira dan tanganku makin kurapatkan ke paha dan sekarang
sudah di atas paha mulus Tante Nadira. Dan pada waktu Tante Nadira meneteskan obat, aku
terasa pedih dan dengan refleks tanganku terangkat sehingga menyenggol susu Tante Nadira
dan rok mini Tante Nadira terangkat ke atas, terlihat paha yang mulus itu.

“Maaf ya.. Tante, Derri tidak sengaja kok,” pintaku sambil menurunkan tanganku ke paha
Tante Nadira yang mulus dan putih itu.
“Ya.. tidak apa-apa kok,” sambil meneruskan meneteskan lagi di bagian dadaku yang luka.

Sekarang dia agak ke atas dan membungkukkan dirinya, otomatis susu yang montok itu dekat
sekali dengan wajahku itu. Aku tidak tahu ini disengaja atau tidak, tapi Tanteatku
disengaja atau tidak tetap saja membuat penisku makin tegang. Lama-lama kok posisi Tante
Nadira makin membungkuk dan sampai suatu saat susunya tersentuh dengan mulutku. Wah,
terasa kenyal dan empuk, aku tidak diam saja, aku berusaha pelan-pelan menggeser tanganku
yang di paha mulus Tante Nadira itu, pelan dan pelan karena aku takut Tante Nadira marah
karena ulahku ini.
Dengan nafsu yang kutahan, aku gerak-gerakkan tanganku. Waduh.. paha orang ini mulus
sekali, batinku sambil merasakan penis yang menegang kepingin lepas dari sangkarnya celana
dalam, dan sampailah aku di pangkal paha Tante Nadira itu dan menyentuh celana dalam Tante
Nadira yang kelihatan memakai celana dalam warna hijau kembang dan kepalaku bergerak ke
kanan dan ke kiri untuk menggesek susu Tante Nadira (pelan-pelan), dan sesekali kujilat
halus susu montok itu, waktu itu Tante Nadira diam saja dan terus mengobati dadaku yang
luka tapi nafas Tante Nadira tidak bisa disemTantenyikan, sering dia menarik nafas panjang
untuk menahan nafsunya.
“Sudah nihhh… Semua luka kamu di dada sudah diobati, sekarang mana lagi yang terluka?”
sambil melihatku dan membiarkan tanganku di pahanya yang mulus itu.”Itu Tante.. di paha
atas,” jawabku sambil menunjukkan tempat yang luka.”Wow… Ya ini harus dbuka Dik Derri,
kalau tidak dTanteka dimana Tante bisa mengobati apalagi kamu pakai jeans yang ketat.. ya
sudah dicopot aja!” jawab Tante Nadira sambil melihat dengan dekat luka dari luar celanaku
dan sesekali lihat penisku yang sudah tegang dari tadi.
“Tante… bisa bantuin copot celanaku, aku tidak bisa copot sendiri Tante, kan tanganku
luka,” alasanku agar Tante Nadira bisa lihat penisku dari dekat. Tiba-tiba Venti datang
dengan membawa air putih.
“Mah ini airnya..”
“Ya.. sudah sekarang kamu keluar, e.. jangan lupa tutup pintunya, Tante mau obati Mas
Derri dulu!”

Wah ini kesempatanku untuk melampiaskan Sex ku. Setelah itu Tante Nadira mulai membuka
resleting celanaku dan membuka bagian atas dan aku mengangkat sedikit pinggulku supaya
Tante Nadira mudah melepas celanaku. Saat memTanteka celanaku, posisi Tante Nadira
membungkuk sehingga mulutnya dekat dengan penisku yang tegang, dan aku sengaja mengangkat
pinggul yang lebih tinggi dan tersembullah penisku dan mulut Tante Nadira… “Sorry Tante..
tak sengaja,” mulai saat itu penisku mulai tegang sekali karena cara Tante Nadira membuka
celanaku sangat merangsang penisku.

Sambil sedikit menungging dan menggerakkan sedikit pantat yang besar itu, Tante Nadira
melepas celana jeans-ku “apa ini usaha Tante Nadira untuk merangsang nafsuku”, dan
akhirnya aku sekarang tinggal pakai celana dalam. Dan mulailah Tante Nadira mengobati paha
atasku dengan posisi nungging membelakangiku dan sedikit siku tangannya menyentuh penis
yang sudah tegang. Sesekali Tante Nadira melihat penisku dan menggesek-gesekkan sikunya di
penisku itu. Dengan melihat gelagat Tante Nadira ini yang memberi peluang padaku, aku
tidak diam aja. Dengan melihat pantat yang besar menghadap kepadaku, tanganku mulai
sedikit meremas-remas dan mengelus betis lalu menuju ke atas paha yang mulus dan akhirnya
aku sampai ke paling atas pantat mulus Tante Nadira dan aku nekat mengangkat rok mini
Tante Nadira ke atas sehingga sekarang terlihat pantat Tante Nadira yang mulus itu dengan
ditutupi celana dalam yang menyelepit di belahan pantat.

Aku mulai mengelus-elus, dan sesekali menarik celana dalam Tante Nadira dan ternyata sudah
basah dari tadi.Lalu aku memainkan jariku di permukaan vagina yang tertutup celana dalam
itu, Tante Nadira mungkin sudah tahu gelagatku itu sehingga dia merenggangkan kedua
pahanya, jadi sekarang terlihat jelas celana dalam Tante Nadira yang basah. Sekarang aku
memberanikan diri untuk melihat secara langsung vagina Tante Nadira yang kelihatan sudah
tidak sabar untuk dimasuki rudalku yang sudah tegak berdiri. Akumulai menggeser celana
dalam Tante Nadira ke kiri dan kelihatan dengan jelas vagina Tante Nadira yang sudah
memerah itu. Lalu aku perlahan-lahan menggesek-gesekkan jariku di permukaan vagina Tante
Nadira dan dengan reaksi itu nafas Tante Nadira mulai tak beraturan, “Eeehhh… ahhh… ohhh
hemmm..” dan sekarang aku memasukkan jari tengahku ke lubang kenikmatan Tante Nadira
dengan pasti dan kukocok dan terus kukocok dengan pelan-pelan dan lama-lama semakin cepat
dan… “Ah.. oh yes te… rus… please… ah… ohe.. lebih dalam.. Deerr…

” Tante Nadira mulai memTanteang obat merah itu dan sekarang tidak mengobati lukaku lagi
malah sekarang dia sudah mulai mengocok dan meremas dengan kuat penisku.

Aku kurang puas dengan posisi ini, aku mulai mengangkat salah satu kaki Tante Nadira ke
sampingku dan sekarang posisi 69 yang kudapat, dan vagina Tante Nadira tepat di depan
mulutku. Aku mulai menjilat klitorisnya, dan kusedot kecil dan kupermainkan pinggir vagina
Tante Nadira dengan lidahku yang indah itu. “Oh.. ya… enak sekali hisapanmu Derr… Oh
aughhh ahhh yes… terus!” dan aku mulai memasukkan lidahku ke dalam lubang yang basah itu
dan terasa asin tapi gurih.Cerita Sex Terbaru

“Oh… ah… terus… Penis kamu tegang sekali Derri…”
“Ya.. Tante jilat… jilat dong..!”
Tanpa banyak kata Tante Nadira terus melumat habis penisku.
“Oh… ya… ya… terus yang keras lagi…!”

Tante Nadira memang lihai dalam hal oral, tidak satu bagian pun dari penisku yang
terlewatkan dari lidah birahi Tante Nadira. Telur penisku terlahap juga dengan mulut
binalnya. Tante Nadira tidak puas sampai di situ, sekarang dia mengangkat pantatku lebih
tunggi dan kelihatan jelas lubang anusku dan sekarang mempermainkan lidahnya di lubang
anusku. Oh, terasa geli bercampur nikmat sampai ujung ramTantet, pada waktu itu juga Tante
Nadira tidak kuat menahan nikmat yang dia rasakan, dan aku tahu kalau Tante Nadira mau
orgasme yang pertama kalinya, aku mempercepat gerakan lidahku diklitorisnya, dan
mempercepat kocokkan jariku di vaginanya dan akhirnya… “Jo… ah ye.. yea.. aku tidak tahan
Derr.. a.. ku.. ke.. luaaar…” dan “Serr… serrr..” terasa semprotan kuat dari vagina Tante
Nadira kena jariku.

Cairan putih kental yang keluar dari vagina Tante Nadira kusedot habis sampai bersih
cairan kenikmatan Tante Nadira terseTantet. Dia sekarang tergeletak lemas di sampingku.

“Tante Nadira masih kuat? Apa cukup saja Tante?” tanyaku disamping memelintir puting
susunya yangkuharapkan sex Tante Nadira kembali lagi dan terangsang.
“Ah.. kamu jantan sekali Derr! Aku tidak nyangka kamu kuat sekali, kamu belum keluar?”
tanya Tante Nadira sambil mengocok halus kemaluanku yang masih tegang itu.
“Belum Tante! mau lagi atau…”

Belum aku berhenti ngomong Tante Nadira mulai memasukkan penisku ke mulutnya dan dijilat,
disedot dan dikocok, sedangkan aku di pinggir tempat tidur dan Tante Nadira di atas tempat
tidur dengan posisi nungging, dan aku tetap meremas-remas dan sesekali kupelintir-pelintir
puting Tante Nadira itu.

“Aah… terus Tante…! lebih dalam Tante…! yes hemmm Aah… sessttt aahh…”
“Derr… masukin aja ya… aku pingin ngerasain penis kamu ini,”
Lalu aku memutarkan tubuh Tante Nadira dengan posisi nungging dan aku mulai mengarahkan
penisku ke lubang Tante Nadira tapi aku tidak langsung memasukkan penisku, kugesek-gesek
dulu ke permukaan vagina Tante Nadira.

“Ah.. ya… masukkan Derr.. cepet aku tidak tahan nih… oh… ce… pet!”
Aku langsung memasukkan ke lubang Tante Nadira.
“Blesss… sleppp…”
“Ah… ye…” erang Tante Nadira menerima serangan batang kemaluanku.Aku mulai memajukan dan
memundurkan penisku dengan pelan tapi pasti dan sekarang aku tambah frekuensi kecepatan
kocokanku.
“Ah… ya.. penis kamu.. hebat Derr.. keras, te.. rus.. oh.. ssst… ah…”

Aku semakin terangsang dengan erangan Tante Nadira yang menggeliat-liat seperti cacing
kebakar. Aku angkat kaki kanannya untuk mempermudah jelajah penisku untuk sampai ke
rahimnya dan makin mempercepat kocokanku.

“Oh ya.. aughhh.. ssttt teruss.. jangan ber.. henti.. ah… ke.. rass.. Derri.. hebat…”
Dan akhirnya,
“Derr… lebih cepet…! aku mau ke.. luar.. aku.. tidak… oh.. ye.. tahan… la.. gi.. ah… oh
shhh…”

Dan akhirnya dia menyemprotkan cairan kenikmatannya, “Serr.. serr…” terasa ujung penisku
disemprot dengan cairan hangat yang kental. Sekarang Tante Nadira tergulai lemas di
hadapanku. Aku memperhatikan tubuh Tante Nadira yang montok dengan susu yang besar, dengan
telanjang Tantelat tanpa sehelai benang pun.

Aku tetap mengocok sendiri penisku biar tetap tegang, dan aku mulai tidak kuat, mungkin
ini waktunya aku untuk mengakhiri permainan Sex ku.

“Tante… permisi, aku mau mengakhiri tugasku ini…”

Dengan mengangkat tubuh Tante Nadira ke pinggir tempat tidur, dan memTanteka lebar-lebar
paha Tante Nadira sehingga terpampang vagina Tante Nadira yang masih basah dengan cairan
kenikmatannya, aku mulai memasukkan penis dan mengocoknya.

“Ah.. kau nakal ya.. Derr.. aughhh hemmm.. terus Derr…”

Aku dengan semangat kukocok habis vagina Tante Nadira dengan menggesek-gesek klitorisnya
dengan jari jempolku untuk mempercepat dia untuk orgasme ketiga kalinya, dan…
“Tante… aku mau ke… luar.. ah.. ye… di.. mana.. ini… dalam atau di luar… oh ye!” sambil
mempercepat kocokan jari dan penisku.

“Ya.. aku juga Derri… uh.. uh.. hemm… sstt.. kita.. barengan di dalam.. oh ye..”

Tante Nadira tidak kuat lagi ngomong kecuali merem-melek tahan nafsu, dan akhirnya aku
keluar di dalam vagina Tante Nadira, “Crottt.. crottt…” sampai lima kali semprotan dan
dibarengi dengan erangan dan getaran tubuh Tante Nadira, “Oh… yak.. yes… hemmm…” Lalu
kucaTantet penisku dan kupukul-pukulkan di permukaan vagina Tante Nadira dengan reaksi
Tante Nadira mengangkat tubuhnya akibat vaginanya kupukul dengan penisku.Cerita Sex Terbaru

“Tante Nadira hebat sekali deh, makasih ya Tante…”
“Kamu juga hebat banget Derri.. Tante sampai kualahan menghadapi Penis kamu yang tegap
ini. Wah… Penis kamu ini harus dibersihkan dulu ya…”
Dia langsung mengarahkan penisku ke mulutnya dan dilahap langsung dan dikocok-kocok habis.
“Wow… oh… ye.. teruus.. yesss… sseessttt ahh ya…”
Ini memTanteatku tegang lagi, dan Tante Nadira tak henti-hentinya mengocok dan mengulum
penisku yang tegang sekali.
“Tante… stop.. augghhhh he… stooop aku.. tak.. tahan..”
Dan…
“Croot… croottt… Croot… croottt… Croot… croottt… Croot… croottt…”

Baca JUga Cerita Seks Tukeran Pasangan

Kukeluarkan spermaku untuk kedua kalinya di wajah Tante Nadira, dan aku tergeletak lemas
di atas susu Tante Nadira.

“Nah.. sekarang kan Tante Nadira tidak kalah banget toh.. ya.. dua-tiga lah…!”
“Makasih ya.. Derr… kamu hebat dalam permainan sex, kapan-kapan kita lagi ya.. sudah kamu
tidur dulu deh!”

Lalu aku tertidur sampai malam, dan sebelum aku pulang ke kostku, sempat Tante Nadira
minta untuk oral sekali lagi.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Kisah Tragis

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Nasib yang tak beruntung ditimpa oleh Kina mahasiswi yang wajahnya cantik dan mungil tersebut, dimana
nasibnya diperkosa secara bergilir oleh teman kampusnya, Kina yang masih muda mempunyai tubuh yang
memang menggoda kaum para laki laki, apalagi dengan payudara yang besar dan bulat, rambut pendeknya
dan mudah bergaul dengan siapa saja.

Cerita Sex Terbaru Kisah Tragis

Di kampus dan pergaulannya dia sering mengenakan jilbab, walau begitu jika sedang dirumah dia tak
berjilbab dan berpakain santai seperti cewek kebanyakan.

Kejadiannya bermula pada hari sabtu siang ketika Kina baru saja pulang dari kampus dan hendak
beristirahat. Tiba-tiba hp miliknya berdering.dilayar tercantum nama Doni.dia adalah teman kampus
Kina.

“halo don, ada apa?”. sapa Kina.

“halo juga, ga aku cuma mau ngajak kamu belajar bareng dirumahku!” Jawab Doni.

“sama sapa aja?” Tanya Kina lagi.

“sama aku, Heri, Tio, Agus terus Evi, Ika sama Tika juga ikut”.jelas Doni.

Karna merasa ada cewek lain yang ikut akhirnya Kina pun mengiyakan ajakan Doni.

SekKinar pukul 3 sore dia menuju rumah Doni yang berjarak tak jauh dari kost-kostan Kina .dia
mengenakan jilbab hKinam serta kaus lengan panjang berwarna merah muda serta celana jeans yang makin
membuat lekuk tubuhnya terlihat walau dia berjilbab.

Berapa saat kemudian Kina sampai dirumah Doni disana sudah ada Agus, Tio dan Heri namun dia belum
melihat ada cewek yang datang.

“eh kalian dah nyampe, mana Vivi sama yang lain?” Tanya Kina.

Mereka tak menjawab pertanyaan Kina. Agus langsung bangkit dan mengunci pintu sedangkan Tio, Heri dan
Doni menghampiri Kina yang berdiri kebingungan.

“eh,apa-apaan ini? apa yang akan kalian lakukan?”. Kina mulai panik dengan keadaan ini.

“tenang sayang, kKina akan bersenang senang sampai pagi!” Doni menimpali Kina dengan senyum yang aneh.

Sementara Tio dan Heri mulai menghampiri Kina dan memegang kedua tangan Kina .Agus langsung maju dan
memeluk Kina dan memaksa memagut bibir mungil Kina. Tio dan Heri mulai bergerilya dipayudara mungil
Kina yang menawan.

Doni tak mau kalah dia memeluk Kina dari belakang tangannya bergerilya ke daerah selangkangan Kina,
mengelus vagina Kina dari luar. Doni mulai mencari retsleting celana jeans Kina untuk membukanya.

Kina tak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya dipegang erat oleh Tio dan Heri.sementara Agus
yan memagut bibirnya membuat dia susah bernafas.

Akhirnya Doni berhasil membuka celana jeans milik Kina dan menurunkannya sampai batas mata kaki.Doni
kembali berdiri dan kembali meraba vagina Kina .kali ini dia langsung menyentuh vagina Kina melalui
celah cd warna krem milik Kina .

“wah, mem3k kamu anget banget, jembutnya juga halus!”. komentar Doni.

Tio dan Heri tak mau kalah mereka mulai melucuti kaos yang dikenakan Kina, Agus pun berhenti memagut
Kina untuk memudahkan Tio dan Heri membuka kaos Kina. Kini Kina berdiri dengan jilbab dan bh serta cd
saja, dikelilingi oleh 4 pria yang menatapnya dengan buas seolah-olah siap menghabisi mangsanya.

“bener-bener mulus nih cewek, susunya juga montok”. komentar Heri.

Kina yang merasa risih langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menutup payudara dan vaginanya.

“wah, jangan malu-malu gitu dong, kamu khan cantik”. timpal Tio.

Kemudian Agus mendekat dan memeluk tubuh Kina tangannya bergerilya dipunggung Kina untuk mencari
pengait bh Kina. kemudian tanpa ragu-ragu Agus membuka bh hKinam milik Kina. Semua pria menatap kagum
pada payudara Kina yang ranum dengan pentil merah muda yang terlihat begitu segar dan menggoda.

Tanpa komando mereka mengerubuti tubuh bugil Kina. Doni dan Agus berbagi payudara Kina sementara Tio
melepas cd Kina dan mulai memainkannya dia menjilat dan membuka vagina Kina dengan kedua jarinya tak
lupa dia juga menggosok klitoris mungil milik Kina.

Sementara Tio memeluk Kina dari belakang dan mencium bibir Kina dengan semangat. Beberapa kali mereka
berpindah peran hingga semua mencicipi bibir, payudara, vagina dan pantat sekal Kina. Entah sudah
berapa kali Kina orgasme, tubuhnya terasa lemas.

Mungkin jika tak ditopang oleh Agus, Kina sudah jatuh lemas. Seluruh tubuhnya basah oleh keringat yang
semakin memancarkan aroma khas yang menggoda pria disekKinarnya. Mereka sudah merasakan cairan vagina
Kina yang manis dan gurih, sudah hampir 30 menit mereka menggerayangi Kina diruang tamu dalam posisi
berdiri.hingga akhirnya Doni mengambil gelang besi yang terikat tambang.

Kemudian dia memasangkan gelang itu dikaki kanan Kina, kemudian Doni menarik tambang dan memaksa Kina
yang lemah untuk melangkah. Doni membawa Kina ke kamarnya. Disana ada tempat tidur yang cukup luas.

Kemudian Doni memasang gelang lagi dikedua tangan Kina kemudian mengaitkan dengan tambang untuk
menggantungkan Kina. Kembali Kina akan diperkosa dalam keadaan berdiri. Kini kondisinya lebih parah
karena tangannya terikat keatas yang semakin mengekspos keindahan tubuhnya. Ketiaknya juga menjadi
daya tarik tersendiriCerita Sex Terbaru

SekKinar pukul 02.00 dini hari, Agus terbangun dari tidurnya dia merasakan ada benda kenyal dan empuk
dKinangannya. Ternyata itu adalah payudara Kina yang masih terlelap. Agus memandang wajah Kina yang
terlelap dengan jilbab dikepalanya.

Betapa manis dan cantiknya wajah itu. Kemudian dia mulai meremas payudara milik Kina, tentu saja hal
itu membuat Kina terkejut dan bangun dari tidurnya. Tak hanya itu, semua yang ada disitupun ikut
terbangun bahkan Heri yang dari semalam jarinya berada divagina Kina langsung menyodoknya. JerKinan
dan tangisan Kina pun kembali pecah.

“toloongg…jangaaan..saya udah cape…” rintih Kina .

Namun tanpa ampun mereka terus menggerayangi tubuhnya.bahkan mereka sudah bersiap untuk memperkosa
Kina. Kali ini mereka akan main secara keroyokan. Dini hari memang waktu yang sangat menggairahkan.
Mereka mengangkat tubuh Kina, sementara Tio sudah terlentang menunggu vagina Kina.

“ayo cepat masukin, kont0l gue pengen ngebor mem3knya lagi.” Perintah Tio.

Kemudian mereka memapah Kina kemudian mengarahkan vagina Kina ke penis Tio. Kemudian dari arah
belakang Heri mulai mengarahkan penisnya ke pantat Kina, sementara Doni memaksa membuka mulut Kina dan
memasukan penisnya kesana.

Agus mengarahkan tangan Kina dan mengarahkan untuk mengocok penisnya. Mereka terus menggarap tubuh
Kina dan mengejar klimaks masing-masing. Sepertinya mereka tak memperdulikan kondisi Kina yang lemas.

Kondisi pagi hari yang sepi menambah sensasi erotis dikamar itu. Selang berapa lama, Heri mulai
mencapai klimaks disusul Tio, Agus kemudian Doni. Mereka saling bertukar posisi hingga akhirnya mereka
lemas dan mengakhiri permainannya.

Kini tubuh Kina kembali berlumur sperma dan keringat. Namun itu semua belum berakhir karena hari masih
panjang dan esok adalah hari minggu. Jadi mereka masih punya banyak kesempatan untuk meniduri Kina .

Pagi akhirnya datang, mereka terbangun sekKinar pukul 08.00. Rasa pegal dan lemas tentu melanda mereka
semua, terlebih Kina yang menjadi pelampiasan keempat pria tersebut. Mereka menggendong Kina dan
membawanya kekamar mandi Doni, karna ukurannya yang mewah dan cukup luas, memungkinkan mereka masuk
semua kesana.

Tio mulai memutar kran shawer, air dingin mengalir mengenai tubuh Kina membuat dia tersentak, mereka
mengkerubuti Kina dan berebut untuk menyabuninya.

Jilbab yang dari kemarin melekatpun mulai dicopot, kini nampak jelas rambut pendek sebahu Kina yang
telah basah, kemudian Heri mengambil shampo dan mulai mengkeramasi rambut Kina .Namun tak hanya rambut
yang dikepala, rambut vagina Kina juga ikut dikeramasi bahkan disela aktivKinasnya,

Heri masih sempat meremas payudara Kina dan memagut bibir Kina, posisinya yang berada dibelakang tubuh
Kina membuat penisnya menempel dipantat Kina yang sekal. Tak dapat dihindari lagi. Penis Heri pun
mulai mencari lubang anus milik Kina untuk disodomi.

Dalam posisi berdiri Kina kembali mengalami pelecehan seksual,bahkan kini Agus mulai maju dan
mengangkat kaki kanan Kina untuk kemudian memasukan penisnya kelubang vagina Kina .kini Kina diapit
oleh dua orang pria dibawah siraman air yang dingin.setelah Heri dan Agus selesai, kini giliran Tio
dan dino.

Tubuh Kina lemas setelah beberapa kali klimaks, andai Tio tak menopang tubuhnya mungkin dia sudah
ambruk tak berdaya. Tio mendapat anus Kina sementara dino mendapat vagina. Setelah masing masing
mencapai klimaks, mereka mendudukan Kina dipinggir bath-up. Agus mengambil cukuran jenggot milik dino
hendak mencukur bulu vagina Kina .

“ayo manis, dicukur dulu jembutnya biar tambah imut..hehehe..!” Kata Agus.

Heri dan Tio pun membuka kaki Kina lebar-lebar. Sementara dino mengoleskan krim disekKinar vagina
Kina. Kini Agus sudah siap untuk mencukur bulu vagina Kina. Kina yang nampak tak setuju mencoba
menutup kakinya,

Namun peganan Heri dan Tio dikakinya begitu kuat hingga membuat usahanya sia-sia. Selang satu menit,
Agus sudah selesai mencukur bulu kemaluan Kina. Kemudian mereka memapah Kina dan menepatkannya didepan
cermin yang besar hingga membuat pantulan tubuhnya terlihat jelas.

“gimana cantik, bagus ga hasil karyaku?” Tanya Agus sambil mencubit vagina Kina yang kini plontos.
Lagi-lagi Kina hanya menangis dan meratapi nasibnya.

SekKinar pukul 09.00 akhirnya mereka selesai mandi, namun tak ada satu pun yang berpakaian. Semuanya
masih bugil termasuk Kina yang kini juga sudah tidak mengenakan jilbab lagi, bahkan tubuh bugil itu
dibiarkan basah oleh mereka.

Karna menurut mereka, tubuh Kina menjadi semakin sexy. Dengan tubuh basah dan bugil, mereka membawa
Kina ke dapur mereka ingin Kina memasak sesuatu untuk mereka. Akhirnya Kina memasak nasi goreng untuk
mereka, disela-sela aktivKinasnya memasak, mereka juga bergantian jongkok dibawah Kina untuk menjilati
vaginanya dan memainkan klitorisnya dengan jari mereka. Tak jarang, ketika mencapai klimaks Kina
merasa lemas dan hampir terjatuh. Heri dan teman-temannya juga bergantian mengemut payudara Kina .

Setelah makanan siap, mereka memapah Kina dan membaringkannya dimeja makan.Disekeliling Kina dKinaruh
berbagai lauk pauk, bahkan Heri menaruh ice cream di vagina, payudara dan perut Kina.

Setelah itu, dia juga menuangkan susu kental manis disekujur tubuh Kina dari kepala sampai kaki. Tentu
saja ini terasa amat menyiksa bagi Kina, karna dia harus menahan dinginnya ice cream di daerah
sensitifnya.

Namun tak demikian dengan ke empat pria yang ada bersama Kina, disela-sela mereka menikmati makanan,
mereka juga menikmati ice cream serta susu kental manis yang berada ditubuh Kina .

“wah, ini ice cream terenak yang pernah gue rasain. Ice cream rasa mem3k!” Komentar Tio.

“apalagi ini, susu rasa susu hahahaha!” Sambung Agus yang sedang menjilati susu kental manis yang
berada di payudara Kina .

Selesai makan,mereka mempersilahkan Kina untuk makan, namun kali ini menunya khusus. Mereka mencampur
nasi yang akan dimakan oleh Kina dengan sperma mereka berempat.

“ayo, sarapan nasi campur peju pasti sehat!” Celoteh Doni.

Kina juga tak boleh turun dari meja,dia harus makan dalam posisi merangkak seperti anjing. Tentu saja
Kina merasa terhina dan sedih mendapatkan perlakuan tersebut.

“tolong hentikan, kapan kalian akan melepaskanku?” Tanya Kina lirih.

Namun tak ada satupun yang menjawab. Doni dan Heri yang duduk disebelah kanan Kina langsung meremas
payudara Kina yang menggantung dengan indah sementara Agus dan Tio dipayudara satunya lagi.

Setelah itu, Tio bangkit dan mengambil sesuatu dilemari es. Ternyata dia mengambil dua batang
mentimun, langsung tia mengangkat satu kaki Kina dari samping dan memasukan batang mentimun itu
kevagina Kina. Tentu saja hal itu membuat Kina kaget dan memekik.

“aaaaawww…..aaahhhh…..apa yang kalian lakukan?” Pekik Kina .

Kembali vagina Kina merasa amat dingin, dia juga merasakan sakit karena vaginanya yang masih kering
dan tekstur timun yang tidak halus. Heri mulai tertarik akan hal tersebut lalu mengambil sebuah wortel
dan langsung memasukannya keliang anus milik Kina.

Sementara Kina yang belum menyelesaikan makannya dipaksa mengulum batang penis milik Agus. Sementara
Doni menikmati kedua payudara Kina yang menggantung bebas. Setelah beberapa menit, cairan vagina Kina
mulai mengalir, kemudian Tio mencabut timun yang berada didalam vagina Kina dan memaksa Kina untuk
memakanya.Cerita Sex Terbaru

“ayo manis, rasakan mentimun rasa mem3k dan peju!” Perintah Tio dengan sedikit memaksa.
Tak hanya itu, Heri juga memaksa Kina untuk memakan wortel yang tadi dimasukan kelubang anus Kina.

Setelah selesai, mereka kembali berpindah tempat, kali ini mereka menuju keruang tengah. Agus yang
menggendong Kina didepan tak mau kehilangan kesempatan dia memasukan penisnya ke vagina Kina dalam
posisi berdiri dan berjalan.

Payudara Kina bergesekan dengan dada Agus yang berbulu, sesampainya diruang tamu, Agus yang belum
klimaks langsung memepet tubuh Kina ditembok kemudian dia semakin cepat menggenjotnya.akhirnya Agus
klimaks juga dia langsung lemah dan menjatuhkan Kina dari gendongannya, Kina pun langsung duduk tak
sanggup berdiri karena kaki yang sudah lemas.

Tio menyeret tubuh Kina dan disuruh melakukan oral sex kepada mereka semua yang kini sudah duduk
disofa panjang.

Tanpa pilihan Kina melakukan hal tersebut sambil terkadang juga disuruh mengocok batang penis mereka.
Tak hanya dimulut, mereka juga mengeluarkan sperma diluar yang mengenai rambut, wajah, leher serta
payudaranya.

Setelah selesai Tio mengangkat tubuh Kina dan mendudukannya diatas penisnya. Dia menggenjot dengan
penuh semangat, payudara Kina yang berguncang membuat Tio gemas kemudian meremasnya dan terkadang
menggigit puting Kina .

“aw…sakiiiitt….!” Rintih Kina yang merasa Tio meremas payudaranya begitu keras.

Baca jUga Cerita Seks Sepupuku

Setelah klimaks, Kina harus melayani Heri dan Doni semetara Agus sudah mendapat jatah pertama.

Setelah selesai semua, Kina pun lemas tubuh bugil dan mungilnya kini tergolek lemah dikarpet, tubuhnya
penuh dengan sperma dan bekas merah, terutama dibagian payudaranya. Merekapun terus menggilir Kina
sampai malam, kadang diruang tamu, didapur, tangga dan berbagai tempat dirumah itu.

Mereka juga sempat mendandani Kina menggunakan seragam smu, karna tubuh dan wajahnya yang imut Dia
masih terlihat pantas mengenakan seragam smu. Sementara mereka berempat berperan sebagai gurunya.

Kina kembali digenjot bergilir dengan kemeja putih dan rok abu-abu masih melekat pada dirinya.setelah
cukup puas memperkosa dan menyiksa Kina, akhirnya mereka mengantarkan Kina kembali ke kost-annya.

Sejak saat itu, mereka bebas menikmati tubuh Kina dimanapun kapanpun. Bahkan mereka sempat mengeroyok
Kina di toilet kampus. Kina pun harus siap melayani mereka baik semua ataupun perorangan. Itulah
sekelumit kisah wanita cantik nan imut yang mengalami nasib tragis.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Dokter Centil

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Perkenalkan namaku Jihan, sosok perempuan yang lahir dari keluarga yang cukup berada,
namun aku memilki keanehan yang sangat berbeda dengan perempuan pada umumya. Aku paling
tidak suka jika aku dipaksa oleh mamahku untuk memakai BH, dari kecil sampai sekarang aku
sudah bekerja kebiasaan itu gak pernah bisa aku hilangkan dari diriku. Sedangkan
payudaraku cukup besar dan putting susuku yang juga lumayan besar jadi bisa dilihat dari
luar kaos yang aku kenakan, namun yang anehnya aku gak malu dengan keadaan itu, bahkan aku
menjadi PD karena aku bisa menjadi pusat perhatian dari orang-orang.

Cerita Sex Terbaru Dokter Centil
Sekarang umurku 29 tahun, aku bekerja sebagai dokter disalah satu rumah sakit ternama
dikotaku. Teman-temanku sering berbicara tentang pakaianku yang selalu ketat dan
menujukkan putting susuku tapi aku dengan cuek membiarkan saja dan lama-lama teman-temanku
menjadi bosan sendiri dan membiarkanku. Namun para okter cowok kebanyakan malah pada suka
dengan penampilanku kaena aku bisa menjadi pemandangan bagi mereka. Dalam hubungan Sex gak
perlu dipertanyakan lagi, aku sudah mahir karena sejak kuliah otak ku sudah di isi dengan
yang begituan. Sampai pada akhirnya semua ini terjadi.
Waktu itu aku ditugaskan oleh rumah sakit untuk mengikuti pertemuan diluar kota. Dan dari
rumah sakit mengirimkan aku dan Herman untuk menghadiri pertemuan tersebut. Herman adalah
dokter serumah sakit denganku, wajahnya juga lumayan ganteng, tingginya sekitar 170cm
dengan tubuhnya yang agak gemukan namun gak terlalu gemuk cukuo seimbang dengan tingginya.
Herman ini ketika sedang dinas sering melirik kearah buah dadku namun aku membiarkanya
dengan pura-pura tidak mengetahuinya. Terkadang aku juga melirik herman karena jambangnya
dan berewoknya sangat menggoda kaum wanita. Sebenarnya sebagai wanita normal aku juga
sedikit suka dengan herman, namun aku diam saja memendamnya.
Naaah sampainya dikota yang kita tuju, kita tidak langsung masuk dikamar yang telah
disediakan oleh panitia. Kita makan dulu direst yang ada dihotel tempat kita akna
menginap. Sepanjang perjalanan sampai direst aku melihat herman terus memandangi bagian
dadaku. Karena pada waktu itu aku menggunakan pakaian yang sangat setrit dan sangat minim
jadi putting susu ku bisa terlihat dengan jelas. Di resto herman sempat menggodaku dengan
pujian-pujiannya yang terus menyanjung kecantikan dan keseksianku. Aku yang dipuji herman
secara terus-menerus pun menjadi senang, karena kau jarang mendapat perlakuan baik dan
pujian seperti yang dilakukan oleh herman. Setelah selesai makam, akhirnya kita langsung
masuk kamar kita menginap. Kamar kita sebelahan dengan pintu masing-masing kamar satu
tidak ada pintu tembusan antara kamar kita.
Karena kunci pintu inilah akhirnya peristiwa ini terjadi. Rupanya waktu aku masuk ke kamar
tadi aku lupa mencabut kembali kunci pintunya, aku langsung saja masuk dan menutup pintu
sehingga anak kunci tetap tergantung di luar tanpa kusadri . Di dalam kamar aku langsung
menanggalkan rok miniku dan duduk di tempat tidur. Kurebahkan badanku sambil kakiku tetap
terjulur ke lantai hingga posisi pahaku agak terbuka dan gundukan daging di pangkal
selangkanganku jadi lebih menantang ke depan posisinya. Mungkin karena perjalanan yang
cukup melelahkan tadi ditambah tadi malam aku kurang tidur, maka aku sempat tertidur pulas
dalam posisi seperti tadi. Waktu aku tidur Herman rupanya mendatangi kamarku. Waktu
diketuk-ketuknya pintu kamarku dan tidak ada jawaban, namun melihat anak kunci tetap
tergantung di luar kamarku membuat Herman penasaran dan mencoba membuka pintu kamarku.
Herman cukup terkesima melihat pemandangan di hadapannya, seakan hampir tidak percaya apa
yang sedang terlihat. Dicabutnya anak kunci yang tergantung di luar kamar tadi dan
dikuncinya pintu kamar dr dalam.Cerita Sex Terbaru
Kini Herman sudah berada dalam kamarku, sementara aku sedang tidur pulas dalam posisi yang
cukup merangsang semua lelaki yang melihatnya. Entah berapa lama Herman memandangi lekuk
tubuhku jg bagian selangkanganku yang praktis tanpa penutup lagi itu, karena CD model G
SSulastring yang kukenakan praktis bukan sebagai penutup yang sebenarnya dikarenakan
bentuknya yang mini itu tadi, sehingga setiap bagian selangkanganku bisa terlihat dengan
jelas sekali oleh Herman, yang kusadr waktu aku mulai terbangun karena aku merasakan ada
rasa geli merambah daerah pinggiran selangkanganku, rasanya geli dan nikmat, dan ternyata
waktu aku sadar dan terbangun dr tidurku, aku cukup dikejutkan oleh sosok Herman yang
sedang menjilati pangkal pahaku. “Hey. . , Her. . , gila kamu!”, hardikku tidak sungguh-
sungguh. Herman tidah menjawab. Lidahnya tetap menjelajahi selangkanganku. Mengetahui aku
sudah terbangun, kini jilatannya sudah tidak perlu dilakukannya dengan hati-hati lagi. Ke2
telapak tangannya memegang ke2 lututku dan didorongkannya sedikit ke atas sehingga bukit
kemaluanku lebih menungging menghadap ke atas, pahaku lebih dikangkangkannya lagi, posisi
pantatku berada di bibir tempat tidur dan posisi Herman berjongkok di lantai sedangkan
kepalanya berada di pangkal pahaku dan lidahnya tetap dijulurkan menyapu celah-celah
lipatan selangkanganku. Waktu itu CD-ku telah basah oleh lendirku sendiri.
Tali ikatan CD-ku di kiri dan kanan pinggang digigit dan ditarik dengan giginya hingga
terpampang jelas sudah bentuk dan lekuk vaginaku di hadapan Herman yang wajahnya hanya
berjarak sekian centimeter saja dr kemaluanku. Vaginaku mulai dijilatinya, lidahnya
menjalar di sepanjang bibir vaginaku, dikorek-korekkannya dengan lidah celah-celah lipatan
vaginaku. Lidahnya dijulurkan dan digesekkan naik turun sambil sesekali menari-nari di
ujung klitorisku. Aku hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas-remas buah dadaku
sendiri dengan penuh nafsu, dan nyatanya nafsuku memang sudah memuncak sekali. Cairan
lendir yang keluar dr liang vaginaku semakin deras. Herman dengan lahap menghisapnya tanpa
merasa jijik. Bibirnya terus mencium dan melumat habis bibir vaginaku. Dpt kurasakan
hisapan mulutnya yang kuat menghisap liang vaginaku, lidahnya menjulur masuk ke dalam
liang vaginaku dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya hingga saking dalamnya
mulutnya menekan kemaluanku, hidung Herman yang mancung menempel dan menekan klitorisku.
Aku mendptkan kenikmatan lebih, apa lagi waktu wajahnya dengan sengaja digeleng-gelengkan
ke kiri dan ke kanan dengan posisi hidungnya tetap menempel di klitorisku dan bibirnya
tetap mengulum bibir kemaluanku sambil lidahnya terus mengorek liang senggamaku.
Aku tak kuasa membendung cairan hangat yang semakin deras mengalir membasahi vaginaku.
“Oocch! Heerr. Teruu. Uus! Aku orgasme Her. . “, suaraku semakin parau saja. Kugoyangkan
pantatku mengikuti irama gesekan wajah Herman yang terbenam di selangkanganku dan aku
merasakan cairan kental dr vaginaku menyembur keluar. Kujepit kepala Herman dengan pahaku,
badanku menggigil hebat bagaikan orang kejang. Aku menarik nafas panjang sekali, sambil
melepas semburan terakhirku yang sejak tadi telah dihisap dan ditelan Herman dengan rakus
sekali hingga habis semua cairan yang ada di sekitar kemaluanku.
Herman tetap dengan asyiknya menjilati vaginaku. Dengan lahapnya Herman menelan semua
lendirku hingga tanpa tersisa setetes pun. Setelah benar-benar bersih, Herman menaikkan
jilatannya ke atas, ke arah perutku. Lidahnya bermain-main di pusarku sambil tangannya
melepas T Shirt yang kupakai. Kubantu tangan Herman agar mudah melepaskannya. Merasa bahwa
aku memberi lampu hijau, tangan Herman langsung meraba dan meremas ke2 buah dadaku,
jilatannya jg semakin naik menuju buah dadaku. Tanpa sepengetahuanku, ternyata waktu
menjilat kemaluanku tadi, Herman melakukan jilatan sambil menanggalkan seluruh pakaian dan
celananya termasuk jg CD yang dia pakai. Piawai sekali dia menanggalkan pakaian tanpa
sepengetahuanku, pikirku dalam hati. Jadi waktu jilatan Herman merambah naik ke atas
tubuhku, dapat kurasakan kulit tubuhnya yang sudah tanpa busana alias bugil tanpa sehelai
benang pun menutupi bagian tubuhnya yang tinggi dan ramping ini menyentuh langsung kulit
tubuhku. Jengkal demi jengkal jilatannya semakin naik. Mulut Herman sudah sampai ke
dadaku. Kini giliran buah dadaku dijilatinya, mulut Herman seakan ingin menelan habis buah
dadaku, jelas ukuran buah dadaku tidak cukup masuk semua ke dalam mulut Herman, namun
lidahnya kini menari-nari di ujung puting susuku. Jari tangan kanannya meraba-raba
selangkanganku, menggesek-gesek klitorisku hingga vaginaku basah lagi, nafsuku naik
kembali. Sementara tangan kiri Herman tetap meremas buah dadaku dan tangan kanannya tetap
bergerilya di kemaluanku, bibir Herman kini mencium dan melumat bibirku.
Kubalas lumatan bibir Herman dengan penuh nafsu, kujulurkan lidahku masuk ke rongga
mulutnya. Herman menghisap lidahku, secara bergantian Herman jg menjulurkan lidahnya ke
dalam mulutku dan kubalas dengan hisapan pula, kami berpagutan penuh nafsu. Kini Herman
membetulkan posisinya sehingga berada di atasku, batang kemaluannya sudah mengarah ke
hadapan liang vaginaku, bagaikan rudal yang sudah siap ditembakkan ke sasarannya. Aku
merasakan sentuhan ujung batang kemaluan Herman di belahan vaginaku, kepala batang
kemaluannya terasa keras sekali. Dengan sekali dorongan, kepala penis Herman langsung
menusuk liang vaginaku. Ditekannya sedikit kuat sehingga seluruh bagian kepala penisnya
terbenam ke dalam liang senggamaku. Walau batang kemaluannya belum sempat masuk, aku
merasakan getaran-getaran yang membuat otot vaginaku berdenyut, cairan yang membasahi
vaginaku membuat batang kemaluan Herman yang tidak terlalu besar ini mudah sekali masuk ke
dalam liang vaginaku hingga dengan sekali dorongan lagi maka batang kemaluan Herman pun
masuk ke dalam sarangnya, blee. ess. Begitu merasa batang kemaluan Herman sudah memasuki
liang senggamaku, kubalik badan Herman dengan posisi sekarang aku berada di atas tubuhnya,
kududuki batang kemaluannya yang ternyata cukup panjang itu.Cerita Sex Terbaru

Walau aku tidak mengetahui berapa tepatnya panjang penis Herman karena tadi memang jg
tidak sempat melihatnya, namun aku dpt merasakan penis Herman yang masuk ke vaginaku cukup
panjang, rasanya seakan menusuk masuk ke dalam mengoyak rahimku. Kugoyangkan pantatku dan
kuputar-putarkan, kukocok naik turun hingga batang kemaluan Herman setengahnya keluar
masuk bermain di dalam liang vaginaku, tangan Herman masih sempat meremas-remas ke2 buah
dadaku. Kini giliran Herman yang tidak tahan lagi dengan permainanku, ini dpt kulihat dr
gelengan kepalanya menahan nikmat yang sebentar lagi tampaknya akan menyembur keluar. Dan
ternyata benar jg, Herman memberikan aba-aba padaku bahwa dia akan mengalami orgasme.

“Kita ke. luar sama-sama. . , uuuhh. . , aahh. . “, rintihku sambil mempercepat kocokan
dan goyangan pantatku. “Uuu. Uucch! Oo. Oocch! Aa. Aacch!” Akupun orgasme secara bersamaan
dengan Herman, bibir vaginaku mengeluarkan kedutan hingga meremas batang kemaluan Herman
yang masih berada dalam liang senggamaku, aku yakin remasan bibir vaginaku tadi membuat
sensasi tersendiri bagi batang kemaluan Herman. Sperma Herman dan lendir vaginaku
bercampur menjadi satu membanjiri liang vaginaku. Karena posisiku berada di atas, maka
cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui batang kemaluan Herman sehingga
membasahi selangkangannya, banyak sekali dan kurasakan sedikit lengket-lengket agak kental
cairan yang merembes keluar itu tadi. Kami ber2 akhirnya terkulai lemas di tempat tidur,
posisiku tengkurap di samping Herman yang terkulai telentang memandang langit-langit
kamar.

Baca JUga Cerita Seks Tante Muontok

Kami berdua sempat tertidur sebentar, setelah itu kami bersama-sama mandi. Kamar mandi
hotel tidak terlalu besar namun cukup bagus, ada ruangan berbentuk segi empat di dalam
kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca. Kami ber2 masuk ke dalamnya dan
menyalakan shower, aku dan Herman saling bergantian menggosok tubuh kami, demikian pula
waktu menyabuni tubuh kami lakukan bergantian, saling raba, saling remas, namun mengingat
kami harus buru-buru menghadiri acara makan bersama, maka kami tidak meneruskan melakukan
hubungan Sex kembali.

Terus terang sebenarnya waktu itu kami sudah sama-sama bernafsu kembali, namun apa boleh
buat, terpaksa kami tunda. Selesai mandi, Herman bergegas kembali ke kamarnya yang
terletak persis di sebelah kamarku, dan aku pun ikut bergegas mengenakan pakaianku, rok
mini yang tadi kupakai. Aku hanya mengganti celana dalam dan T Shirtku saja, T Shirt yang
hampir sama dengan yang kupakai tadi waktu berangkat dr Surabaya, hanya yang kini kupakai
warnanya krem sesuai dengan warna rok miniku. Celana dalam yang kupakai petang ini jg
model G SSulastring, namun warnanya putih. Setelah merapikan penampilanku, kukenakan
blazerku tadi. Sambil memandang wajahku di kaca, kurapikan rambutku, kusemprotkan sedikit
parfum di ketiakku kemudian aku keluar kamar yang hampir bersamaan waktunya dengan Herman
yang jg keluar dr kamarnya, lalu kami berdua langsung berjalan menuju areal dimana
diadakan acara jamuan makan malam tersebut.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Tantangan

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Pengalamanku memang terbilang konyol dimana aku iseng membelikan kaos untuk istriku yang seksi dan
ketat sehingga memang benar benar lekuk tubuhnya terlihat, banyak kupon yang aku kumpulkan dari
belanja belanja, karena sayang tidak kepakai akhirnya aku bilang kepada istriku “aku mau membelikan
sebuah kaos yang seksi kepadamu” istriku setuju tapi dengan syarat aku yang harus beli.

Cerita Sex Terbaru Tantangan

Dengan semua keberanian aku memutar mutar dan memberanikan diri walaupun banyak mabk-mbak yang
senyumin aku, tapi aku cuek saja. Singkat cerita di mobil me n istri cerita-cerita hot soal imaginasi
di mobil.

Ku pancing istri kalo berani tukar bajunya dengan kaos yang baru dibeli, ternyata tantangan disambut.
Sambil mepet-mepet kiri di jalur arah ciawi klakson dari angkot dan motor dari belakang istri cuek
aja. Kursi dilipat ke belakang langsung buka-buka. Yang bikin horni istri sempat buka baju lama,
durasi sekitar 10 menit tanpa sebenang pun bagian atas, sampe sempat dilirik pengendara motor.

Toket istri yang 36 cup C menggelantung menjulang langsung aku isep tapi curi-curi mengingat lalu
lintas ramai akhirnya kupegang-pegang aja dan minta istri pake kaos ketat yang baru kubeli wow… so
sexy that was the firstime liat istri pake baju seseksi itu. Maklum istri selalu risih dengan tontonan
orang terutama ke bagian dada sehingga selalu mengenakan baju kerja yang sopan dan bra yang ndak pake
kawat.

Lanjut cerita, istri juga ikutan horny dan pengen pamer. Bingung juga maksudnya gimana, akhirnya
tancap gas ke arah diskotik daerah taman sari. Karena masih termasuk sore, kira-2 jam 8.30 istri n me
kecewa karena mash sunyi dan club belum buka.

Akhirnya disuruh maen bilyar dulu ama yang jaga di depan.. kurang sip dan tertantang akhirnya ke club
karoke daerah dekat baranang siang..meski masih sepi tapi lumayan hot karena istri bisa pamer di depan
beberapa tamu, sambil keluar masuk ke toilet..

Kira -kira satu jam di club karoke akhirnya pulang, takut telat ndak enak ama mertua yang lagi nginap
ke rumah. Di tol arah pulang istri udah tambah horni. kaos yang belahan rendah udah diturunin ampe
gunungnya menggantung bebas. Petugas tol sampe malu ngeliatnya. Me saking horninya dah pengen banget
ml ama istri. Minggir di rest area bogor terlalu rame, ndak enak akhirnya kaluar lagi nyari-2 tempat
sepi. Keluar sentul bikin istri tambah horni pengen toge-nya dipegang orang katanya. cuman mau
dipegang aja rasanya gimanaaa gitu.

Diskusi akhirnya diputuskan cari tukang rokok di tempat sepi, rencananya pura-2 beli rokok nanti istri
mau narik tangan orang itu pegang toket istri.. akhirnya nyusurin jalan ke arah gunung pancar,

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Masuk kanan mengarah ke jalan kampung menuju sentul selatan…cari-2 tukang rokok yang sepi ndak ada
akhirnya jalan terus… mendekati keluar ke perumahan sentul selatan, ada jalan gelap ke kanan arah
gadok (alternatif).. akhirnya masuk.. gelap takut juga ada setannya… ndak taunya pikiran setan yang
masuk.. lewatin pangkalan ojek ada dua ojek anak muda sedang nongkrong… akhirnya timbul pikiran
gila.

Me turun pura-2 nanyain jalan ke arah gadok istri stay di mobil. Dua anak muda ini akhirnya boncengan
jalan di depan kita tunjukin jalan. Melihat lokasi sudah sangat sepi dan gelap aku nyalain dim dan
sein ke kiri..

Dua anak muda itu kemudian balik lagi ke arah mobil.. karena emang nanya arah jalan, keduanya sama
sekali ndak curiga kalo kita mo minta service enak buat istri dari mereka… pas di samping kaca aku
langsung tanya sambil senyum.

“mas-mas, mau pegang2 toket nggak? mbak ini pengen toketnya diraba…”

lucu juga karena keduan cuman saling tatap seperti risih.. aku malu juga nanyanya rupanya dua anak
muda ini emang anak muda yang nggak suka iseng.. tapi yang duduk di belakang boncengan rupanya
tertarik dan lebih berpengalaman.. keduanya hanya takut diliat teman-2 ojeknya yang kerap lewat..
sementara istri udah tambah horni sambil buka pintu
“ayo dong mas.. pegang aja…”

keduanya masih mikir.. dan malah ngajak minum-2 di tempat tongkrongan istri yang sudah horni setengah
marah

“mau nggak sih.. kalo nongkrong udah nggak sempat karena kita dah mo balik…”

Melihat dua anak muda ini agak plinplan akhirnya me ikutan nimbrung.

“ayo dong, masa dikasih enak nggak mau”

keliatan mereka berdua masih mikir akhirnya pura-pura mau jalan akhirnya salah satu dari dua anak muda
ini mau.

Kagetnya, malah yang di depan, yang dari tadi keliatan pendiem dan alim.. oke bole deh.. anak yang
satu ini langsung menuju istri, me langsung tegang, dag dig dug sampe hampir tak percaya, agak cemburu
sedikit nyesel tapi horni… istri pun membuka pintu kiri mobil lagi sambil menatap horni ke si anak
itu.. tapi anak ini mungkin saking lugunya masih ngeliat istri yang sudah siap disantap itu..

“bener nih mbak..”

Tanpa pikir panjang istri langsung lipat kursinya ke belakang dadanya pun membusung indah di balik
baju ketat yang masih menggantung merek itu… melihat adegan ini me hanya bisa terpana melihat istri
yang selama ini kukenal sangat pemalu sopan dan cenderung diam punya keberanian yang sungguh
mengagetkan..

Melihat anak muda ini yang masih ragu istri akhirnya mengangkat kaos itu dari bawah dan tampaklah
bukit indah yang masih dibalut BH itu… meski kulit istri nggak begitu putih tapi bersih cukup indah
diterangi cahaya remang-remang lampu jalan di kejauhan…Cerita Sex Terbaru

Tiba-tiba tangan anak muda ini mulai memegang perut istri mengelus-ngelus sebentar kemudian naek ke
atas ke arah BH putih ber-cup C itu… dadaku semakin dag dig dug.. this is the first time i see some
one touching my istri body.

Sekilas mata istri yang sudah horni ngeliat aku… untuk menenangkan kuelus tangan dan punggung istri
agar tenang… sementara tangan anak muda itu sudah mulai meremas dada istri, awalnya satu tangan
akhirnya dua tangan.. agak lucu karena satu tangan ternyata ndak cukup untuk satu bukit istri..
mungkin agak lebih besar karena bra-nya…

Karena mendapat lampu hijau istri keliatan semakin membara… branya pun diangkat oleh istri sendiri
sehingga memunculkan kedua bukit kenyal yang sudah tegang.. putingnya pun sudah menjulang.

Anak muda yang mendapat sodoran barang kenyal dan gress ini pun mulai horni dan keliatan betul-betul
terangsang.. awalnya masih liat kiri kanan takut temannya tiba-tiba lewat.. kali ini mulai memegang
kedua gunung istri diobok-obok… dan yang bikin aku kaget anak muda ini mencoba berusaha naek ke atas
mobil dengan posisi menindih istri.

Karena kondisi ruang yang sempit usahanya ini gagal beberapa kali yang membuat lucu sekaligus horni
karena dia begitu bernapsu… istri juga yang sudah sangat horni karena remasan dan plintiran di
putingnya pun mulai melenguh … perasaan cemburu tiba-tiba muncul karena istri di tengah nafsunya
sempat bicara
“ayo mas… remas yang liar sayang… aku terangsang… mmmhh…”

Karena mendapat tantangan istri, anak muda ini tiba-tiba mencium istri langsung di bibirnya… rasa
cemburu kembali menjalar di tubuh me… sudah di depan mata… istri ternyata sangat terangsang dan
mereka begitu menikmatinya.. namun keanehan muncul karena rasa sayang ke istri justru semakin
bertambah sampai 500%… ada rasa ingin istri betul-betul terpuaskan…

Tidak nyangka juga bro yang satu ini pintar menyium karena pangutannya lumayan lama… me pun tidak
tinggal diam ikut meremas toket istri yang ngganggur… lepas dari pangutan.. istri sudah benar-benar
liar… anak muda ini pun sama liarnya.

Secara bergantian puting istri dikulum dan sesekali bibir dikulum mesra.. bak sepasang kekasih.. istri
juga tidak tinggal diam… tangannya mulai membuka kancing kemeja anak muda ini dan meraba-raba dada
anak muda ini yang kebetulan berpostur tinggi dada agak bidang meski perut sedikit gendut… dari
dada… istri mulai meremas-remas ‘barang keras’ anak muda ini dari balik jeansnya…

Karena dikulum terus di putingnya.. istri mulai tak tahan… posisi anak muda ini sudah menindih istri
dari atas dan sudah masuk ke dalam mobil.. saking terangsangnya putingnya diraba istri dari balik
kemeja dan barangnya dipegang… dia pun memeluk istri kuat-kuat sambil berusaha mencium istri.

Tapi kali ini istri melirik ke me lagi… sementara anak muda ini karena tidak dapat bibir istri malah
dapat lehernya… tempat yang juga sangat merangsang bagi istri… istri membelalak sambil meliat me
yang lagi campur aduk antara horni,

Cemburu dan menikmati proses nikmat ini… yang bikin lebih horni sekali-kali istri seperti berteriak
tertahan karena ternyata anak muda ini nggak hanya nyium leher istri tapi juga sekali-kali
menggigit…

Di tengah wajahnya yang membelalak itu istri memegang tanganku yang hanya nangkring di persneling dan
meminta me meremas dada kanan istri yang setengah tertindih badan anak muda ini… saking terangsang
tangan istri mulai memegang selangkangannya dari luar celana kainnya dan mulai membuka resletingnya…
istri akhirnya ngomong..di tengah horninya..

“yang buka celana yaa…”

Me kaget setengah mati… dari raba dada kini istri juga dah pengen lepas celana… karena dah horni
juga me akhirnya mengiyakan istri membuka celana sambil terus diciumin bergantian dari leher, dada dan
bibir istri… dari mulut istri keluar kata-kata

“sayang muasin aku malam ini yaaa… kamu punya nomor telpon nggak? kamu buat aku terangsang…”
me juga kaget.. tapi terus horni sambil mulai meremas barangku sendiri yang sudah sangat tegang dan
berair…

Tidak sampai satu menit istri dah berhasil melepas celana kainnya tinggal cd pink ketaatnya yang di
kiri kanan tampak transparan… di depan cd istri nampak telah becek dan digosok-gosok ke paha anak
muda itu yang masih terbungkus celana jeans.

Proses ini berlangsung cukup lama sampai akhirnya istri masukin tangan kanannya ke dalam cd untuk
memegang dan merangsang bibir kemaluannya… juga memasukan jari ke dalamnya… tangan kirinya
memegang kepala bocah ini untuk mencium lebih keras dadanya dan sekali-kali diarahkan untuk mencium
bibirnya.

Yang membuat me sangat terangsang ketika celana dalam istri dilepas sama anak muda ini dengan agak
bernapsu dan istri telentang pasrah dengan kaos tersingkap ke atas, bra juga tersingkap ke atas dengan
dua bukit tegang juga pucuknya.

Tak tahan me pun mulai mengeluarkan si boy dari balik celana dan memegangnya.. si anak muda sekilas
melirik sambil tersenyum.
“mas temannya enak nih….” (memang dari tadi me ngakunya istri adalah teman kantor…)
me semakin terangsang waktu liat istri sudah mengangkat kedua kakinya ke atas sambil jari anak muda
ini sudah berada di ‘mmk’ istri yang sudah sangat basahnya…

Tak sadar ternyata ada siluet di belakang me terlihat dari kaca, ada orang lain ternyata menonton
adegan ini dari balik kaca dan me pun malu dan memasukan sii boy yang sudah tegang dan sudah
dikeluarkan.. tapi membuka sedikit kaca.. yang ngintip tersenyum aja.

Trus pergi dengan motornya… istri pun terus dikocok pake jari anak muda ini sambil teriak nggak
karuan… posisi istri yang sangat menantang dengan kaki ditarik ke atas… membuka mmk-nya lebar-
lebar… me pun mengelus kaki istri dengan sayang… trus istri dicium lagi dadanya dan istri sudah
sangat terangsang… akhirnya istri mengangkat tangannya ke atas kursi…

Melihat adegan ini me sangat terangsang karena me emang nggak pernah kuat liat istri menunjukan
keteknya yang gempal dihiasi bukit kembarnya yang sedang tegang… me terangsang lagi dan mengeluarkan
si boy dan dikocok sendiri.

Pengenya istri yang ngocok tapi istri malah menggunakan kaki kirinya menggesek selangkangan si anak
muda yang terlihat sudah mulai menyembul dari bali jeansnya… karena terus dikocok akhirnya istri
teriak

“aaaaaaahhhh….”

BAca Juga Cerita Seks Tugas Dinas

Aku keluar sambil menyemprot seperti kencing basahin dashboard mobil… si anak muda terus mengocok
hingga istri turunin kakinya… me pun hampir bersamaan menyemprotkan cairan kenikmatan dan tersandar
di kursi.

Setelah istri crot dan mereda sekitar satu menitan.. dengan napsu dan mungkin terbawa semangat yang
masih di awan-awan itu istri langsung tarik kepala anak itu trus dicium sambil otongnya dipegang dari
luar.

Di anak muda terlihat sudah sangat horninya. melihat adegan ini luluran pejuh di kepala otong aku aku
minta diisep ama istri.. maklum masih berkejut-kejut dan biasanya enak kalo dikulumin istri.. apalagi
emang istri menurut aku cukup hebat untuk hal yang satu ini.. sambil mengulum, biasanya sambil mainin
lidah sehingga pijatan di kepala otong aja dijamin bisa ngilangin pusing.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.

Sopirku

Uncategorized

Cerita Sex Terbaru | Aku ingin menceritakan pengalaman berkesanku dan aku lakukan pertama kalinya perkenalkan namaku Endah
mahasiswi perguruan tinggi di Surabaya. Saat malam hari aku sendirian di rumah ayahku masih di kantor
sedangkan ibuku ikut seminar dan di rumah hanya aku dan sopirku di tambah pembantuku.

Cerita Sex Terbaru Sopirku

Sopirku bernama Dika dia usianya 35 tahun dan sudah menikah tetapi istrinya tinggal di kota lain. Aku
merasakan kecapekan setelah seharian aku jalan-jalan dan aku ingin sekali tidur tetapi entah mengapa
aku tidak bisa memejamkan mataku ini lalu aku mempunyai ide untuk menelepon temanku Maya untuk aku
ajak ngobrol melalui telepon.

Telepon Maya angkat awalnya kami ngobrol biasa saja tetapi tidak tahu kenapa tiba-tiba Maya nafasnya
memburu dan terdengar teriakan-teriakan juga suara seorang cowok yang seperti suara pacar Maya. Aku
hanya memdengar suara-suara teriakan kesakitan tetapi juga seperti merasakan sesuatu kenikmatan dan
teleponpun terputus dengan sendirinya.

Pikiranku melayang kemana-mana dan aku mulai memikirkan tentang seseorang yang sedang berhubungan
badan. Aku semakin terangasang setelah mendengar suara Maya juga khayalanku sendiri dan akupun membuka
kaos ketatku, bra, serta celana dalam aku meremas payudaraku dan memasukkan jariku ke vaginaku.

Aku kocok vaginaku hingga aku pun menyapai orgasme ditempat tidur, aku merasa puas dan akupun memakai
bajuku lalu merencanakan untuk pergi makan.

Aku cari sopirku kemana-mana tetapi tidak ada hingga aku temukan dia dikamar tidurnya, dia tertidur
pulas dengan hanya mengunakan kaos tanpa lengan dan sarung.

Aku mau membangunkan dia tetapi melihat dia tertidur pulas akupun mengurungkan niatku untuk
membangunkan dia, kasihan dia kecapekan setelah mengantar aku seharian jalan-jalan pikirku.

Sebelum aku meninggalkan kamarnya mataku tiba-tiba tertuju pada tonjolan yang ada dibalik sarungnya
sehingga membuat aku ingin mengetahui bagaimana wujud tonjolan itu.

Aku beranikan diri untuk melihat tonjolan itu dari bawah lalu aku singkapkan sarungnya secara
perlahan, aku terkejut melihatnya karena dia tidak memakai celana dalam sehinnga aku bisa melihat
dengan leluasa penis yang agak berdiri dan membuat aku ingin memegang, mengelus, dan mengulumnya.

Aku ingin sekali memegangnya tetapi aku takut sopirku nanti terbangun dan dia akan marah terhadapku,
dengan tangan yang gemetaran juga dingin dan jantung yang berdetak kencang aku beranikan diri untuk
memegangnya.

Aku singkapkan sarungnya lebih keatas dan akupun mulai memegangnya, terasa hangat dan membuat tanganku
yang tadinya dingin menjadi hangat.

Aku semakin tertarik untuk menikmatinya lagi, aku elus berkali-kali penisnya hingga berdiri dan
semakin panjang penis itu. Jantungku semakin berdetak kencang tetapi keinginanku untuk melakukan yang
lebih lagi juga semakin besar maka ku putuskan untuk mencoba mengulumnya.

Ku jilati serta memberikan gigitan kecil pada buah pelirnya yang berwarna kecoklatan hingga membuat
aku makin bernafsu dan sedikit demi sedikit aku mulai menuju penis yang telah berdiri.

Kunjungi Juga CeritaSexDewasa.Org

Aku masukkan secara perlahan terasa hangat yang disertai rasa asin dan masuklah penis itu sampai pada
ujung tenggorokanku, aku coba masuk dan keluarkan sehingga membuat tubuhku mengeluarkan keringat yang
di ikuti rasa gemetaran.

Payudaraku terasa semakin membesar dan mengeras sehingga membuat braku terasa sesak juga vaginaku yang
terasa mengeluarkan cairan. Akupun semakin tidak bisa menahan nafsuku yang sudah memuncak lalu aku
semakin mempercepat kulumanku sehingga membuat penis sopirku licin karena liurku.

Di saat aku sedang keenakkan melakukan kuluman di penis sopirku tiba-tiba aku terkejut oleh teriakan
sopirku dan mencabut penisnya dari mulutku.

Dia lalu berdiri dan memarahi aku, dia merasa bersalah pada orang tuaku karena membiarkan aku
melakukan hal ini, akupun tidak mau menyerah begitu saja dan karena aku tidak bisa menahan nafsuku
lagi yang seperti mau meledak akupun mengancam sopirku dengan mengatakan pada ayahku bahwa aku telah
diperkosa sopirku juga akan mengatakan pada istrinya kalau tidak mau melayani kenginanku.

Dia ketakutan dan menyerah padaku, akupun tidak menyia-nyiakannya langsung saja aku melepas sarungnya
dan aku jongkok didepannya. Kulihat wajah sopirku terlihat wajahnya menampakkan kesedihan tetapi aku
tidak mempedulikannya.

Aku tidak peduli bagaimana perasaan sopirku, aku hanya ingin kenikmatan seperti yang telah temanku
rasakan. Aku ingin membuat dia agresif terhadapku dan melupakan istrinya sesaat, karena keinginanku
itu aku mulai melakukan rangsangan terhadapnya.

Kukulum lagi penisnya yang telah lemas tanpa canggung dan takut lagi pada sopirku, kupercepat
kulumanku sehingga membuat penisnya kembali berdiri. Aku sangat menikmati penis.

“Ehhmm.. Enak.. Ehmm” dan aku merasa bahagia karena membuat dia mulai terangsang yang mulai
menunjukkan ke agresifannya.

Sopirku mendesis menikmati kulumanku. “Ough.. Terus.. Cepat.. Ouh Endah”

Hanya itu saja kata yang keluar dari mulutnya akupun semakin bersemangat dan semakin mempercepat
kulumanku.Cerita Sex Terbaru

Hingga beberapa kuluman penisnya terasa semakin membesar dan menegang juga disertai denyutan dan dia
pun memegang kepalaku juga memcambak rambutku dengan kasar dia semakin memaju mundurkan kepalaku dan
akupun semakin bersemangat karena aku tahu dia akan sampai.

“Ouhh.. Ouuhh aku sampai aku sampai Endah ough” dan keluarlah spermanya ke mulutku hingga mulutku
tidak muat untuk menampungnya.

Spermanya terasa hangat, asin, dan baunya membuat diriku ingin memuntahkan sperma itu dari mulutku
tetapi dia menarik kepalaku lalu mencium aku. Ciumannya yang sangat bersemangat kepadaku membuat aku
terpakasa untuk menelan spermanya untuk mengimbangi permainan bibir itu.

Aku merasa kerepotan untuk mengimbanginya karena baru kali ini aku dicium oleh cowok, dia terus
mencium aku dan tangannya mulai menyelinap masuk ke kaosku. Tangannya menuju ke payudaraku, dia
meremas-remasnya sehingga membuat nafasku semakin memburu yang disertai degupan jantung yang cepat.
Dia semakin agresif dengan membuka kaos ketatku, rok, bra serta celana dalamku.

Terbukalah sudah apa yang selama ini aku tutupi, aku merasa risih karena baru kali ini aku telanjang
dihadapan cowok sehinnga tangankupun secara spontan menutup vaginaku juga payudaraku. Tetapi karena
nafsuku yang semakin memuncak maka aku biarkan tubuhku telanjang dan akupun dengan agresif melucuti
kaosnya.

Sekarang kita benar-benar telanjang bulat, kita saling berhimpitan sehingga penis yang telah mengacung
itu menempel pada vaginaku. Aku ingin sekali merasakan penis itu masuk ke vaginaku dan aku telah
mencoba memasukannya tetapi tidak bisa, dengan terpaksa aku hanya mengesekkan penisnya ke vaginaku dan
itu membuat aku semakin bernafsu.

Setelah dia puas mencium aku dia menurunkan kepalanya menuju kaki, dia menciumi kakiku sampai ke
vaginaku. Dia menjilati vaginaku, menyedot vaginaku dan juga memberikan gigitan kecil pada vaginaku
sehingga membuat aku tak bisa menahan getaran tubuhku.

Semakin dia mempercepat jilatannya semakin keras pula erangan serta desissan yang keluar dari mulutku.

Tanganku berpegangan pada kepalanya dan akupun menekan kepalanya serta mengangkat salah satu kakiku
kepundaknya agar bisa semakin masuk ke vaginaku, jilatan dia membuat aku tak bisa lagi menahan tubuhku
sendiri. Tubuhku melengkung ke belakang dan kepalaku medongak keatas yang disertai keringat yang
semakin mengucur deras.

“Auhh.. Ouhh..”

Dia terus menjilati vaginaku sehingga membuat aku semakin tidak tahan “Ough.. Yes.. Ouugh.. Aku
keluar” dan akupun mengalami orgasmeku yang pertama, aku merasa kenikmatan yang luar biasa karena baru
kali ini kali mengalami orgasme bersama cowok.

Sopirku menghisap-hisap vaginaku hingga terasa kering, nafasku yang tadinya memburu sekarang sudah
mulai reda. Aku yang telah mengalami orgasme terasa badanku lemas tetapi sopirku masih saja semangat,
dia mengendongku ke tempat tidur dan menjatuhkanku.

Dia bermain di payudaraku yang berukuran sedang putih bersih kemerahan, sopirku mengulum, menyedot,
meremas dan juga menggigit-gigit payudaraku. Permainan mulutnya sanggup menaikkan kembali nafsuku,
sopirku sangat menikmati payudaraku dan dia selalu memuji payudaraku yang kenyal dan kencang itu.

Aku yang ingin kembali menikmati penis sopirku segera aku menggulingkan sopirku disampingku, aku
menindihnya dengan vaginaku menghadap ke muka sopirku dan kita pun saling melakukan rangsangan. Aku
kembali mengulum penisnya sedangkan dia menjilati vaginaku.

Permainan lidahnya yang liar di vaginaku membuat tak kuasa menahan nafsuku yang mau meledak dan dengan
segera akupun minta untuk memasukkan penisnya ke vaginaku dan diapun mengijinkannya.

Aku membalikkan badan dan sekarang penis itu tepat di bawah vaginaku, aku memegang penis itu dan
mengarahkannya ke vaginaku tetapi aku tidak bisa memasukkannya terasa sulit walaupun vaginaku telah
basah.

Penis sopirku seperti tidak mau masuk penisnya selalu ke kanan atau ke kiri. Sopirku pun membantuku,
dia memegang penisnya sedangkan tangan satunya menuju vaginaku dan memasukkan jarinya ke vaginaku,
akupun terkaget dan berteriak “Ouhh”.

Jarinya maju mundur dan seperti mengaduk vaginaku, sopirkupun mengeluarkan jarinya lalu mencoba
memasukkan penisnya ke vaginaku.

Secara mengejutkan penis itu masuk dengan mudah, aku terkaget merasakannya lalu berteriak “Auhh..
Ough..”Cerita Sex Terbaru

Dan mataku melotot serta kepalaku mendongak ke atas. Vaginaku terasa penuh dan disertai rasa nyeri
yang sangat hebat tetapi sopirku duduk menghiburku dengan menciumku.

Dia menyuruhku naik turun tetapi itu sulit bagiku karena baru yang pertama aku melakukannya, aku
mencoba naik turun rasanya nikmat sekali merasakan dua alat kelamin bergesekan tetapi tetap rasa nyeri
tetap ada.

Akhirnya akupun lancar menaik-turunkan, melihat itu sopirku semangat dia mulai meremas payudaraku dan
mulai melakukan gerakan juga. Lama-kelamaan rasa nyeri itu berubah menjadi rasa nikmat tiada duanya
dengan cepat aku menaik turunkan. Gesekan itu sangat nikmat Mayambah lagi remasan sopirku di
payudaraku.

“Uhh.. Aauhh.. Oouughh” aku terus mendesis.

Malam yang sunyi kembali berisik oleh bunyi kocokan serta teriakanku, kulihat sopirku sekali
memejamkan mata menikmati kocokanku. Hingga beberapa lama kita tetap pada posisi itu dan akupun
merasakan sesuatu yang mau meledak di vaginaku.

“Ouhh.. Ouughh.. Aku sampai” akupun merasakan orgasme yang kedua kali.

Tenaga yang habis membuat aku tidak dapat menahan tubuhku dan akupun rubuh diatas sopirku. Dengan
penis yang masih menancap di vaginaku sopirku membalikkanku hingga dia berada diatas, dia kembali
mengocok vaginaku yang telah kelelahan dengan semangat yang masih memburu diapun ingin mengalami
orgasme maka akupun melayani dia walaupun tenagaku sudah habis.

Sopirku merasa tidak puas dengan posisi dia diatas dan dia meminta aku untuk duduk dipangkuannya dan
dia dengan semangat kembali mengocok. Aku yang sudah lemas masih mencoba mengimbagi kocokannya, aku
mencoba memaju-mundurkan pantatku walaupun sudah lemas.

Dia semakin semangat untuk mengocokku dengan buas dia juga menggigit payudaraku dan itu sangat membuat
diriku kembali terangsang. “Oouuh.. Ouuhh.. Uuhh”

Akupun di buat tidak berdaya dan lagi-lagi aku dibuat orgasme untuk ketiga kalinya. “Uuhh.. Ouugh..
Kau hebat Dika.. Ouugh”.

Dengan orgasmeku yang ketiga tubuhku semakin lemas tak berdaya, posisi kami tetap duduk dan aku terus
saja memuji dia “Kau hebat Dika” kataku.

Sopirku menyuruhku untuk menungging dengan lemas dan antara sadar dan tidak aku masih menurutinya. Dia
masih tidak bosan mengerjai vaginaku. Dia masih dengan semangat tetap mengocok serta meremas
payudaraku dan kadang-kadang meremas pantat ku. Jarinya juga masuk ke anusku.

“Ouugh.. Ougghh.. Ougghh” kataku semakin menikmati, dengan kasar dia mengocok vaginaku dan juga
anusku. Dengan kocokan dari anus dan vagina tubuhku semakin tak karuan dibuatnya.

“Ouuhh.. Ougghh.. Terus Dika”

BAca JUga Cerita Sex Rekan Kerja

Tak berselang lama aku merasakan lagi orgasme yang ke empat.

“Oouuhh.. Kau hebat.. Oughh.. Aku aku dapat ough..”

Dan dia pun mengikuti mengalami klimaks dengan sperma yang masih banyak. Semprotan spermanya membuat
mataku terbelalak dan aku pun merasakan kenikmatan, spermanya tidak dapat tertampung di vaginaku
sehingga jatuh ke sprei.

Kitapun terjatuh bersamaan di tempat tidur, sopirku berada disampingku dan dia masih mencium serta
meremas pantat dan payudaraku. Setelah nafasku mulai reda akupun langsung keluar dari kamarnya dengan
masih telanjang dan berjalan dengan gontai, sopirku pun tertidur lagi.

Begitulah kisah nyataku bersama sopirku yang baru aku alami sekitar 25 Agustus 2004. Aku tidak kecewa
walaupun keperawananku telah hilang tetapi aku senang mendapat pengalaman yang berharga.- Cerita Sex, Cerita Seks, Cerita Sex Terbaru, Cerita Porno, Cerita Sex Dewasa, Cerita Panas Indonesia, Cerita Hot Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Porno, Kisah Seks.